DISKUSI II (Sastra: Antara Konvensi dan Inovasi)

Konvensi dan Inovasi Sastra

Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd. -
Jumlah balasan: 19

Berikan pandangan Anda kepada sejumlah karya sastra yang lahir tanpa memedulikan konvensi atau kaidah dalam sebuah karya sastra? Apakah ini sebuah pelanggaran? Apa yang dimaksud inovasi dalam penciptaan karya sastra?

Sebagai balasan Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Camelia Yunita Shabrina -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Saya Camelia Yunita Shabrina NPM 01, izin menjawab diskusi ini Pak. Menurut pandangan saya, saya lebih melihat sisi buruknya, bila ada karya sastra yang lahir tanpa memperdulikan konvensi atau kaidah dalam sebuah karya sastra, jika sebuah karya sastra tidak memperhatikan kaidah atau sebuah aturan dari karya sastra tersebut maka hasil dari karya sastra itu tidak akan maksimal karena dalam melakukan hal apapun termasuk menulis karya sastra tentu harus sesuai dengan aturan agar pembaca dapat memahami isi dari karya sastra tersebut. Bila suatu karya sastra tidak mempedulikan konvensi atau kaidah dalam sebuah karya sastra maka ini adalah sebuah pelanggaran karena menulis karya atau melakukan suatu hal apapun pasti ada aturan, contohnya saat kita minum maka harus dalam kondisi duduk dan minum dengan tangan kanan begitu pula saat membuat karya sastra harus sesuai aturan dan kaidah agar dapat dipahami oleh orang banyak dan dapat disebut sebagai sebuah karya sastra. Yang dimaksud dengan Inovatif dalam penciptaan karya sastra adalah menurut Whitehead (Sudarminto, 1991) inovatif berkaitan kuat dengan kreatif yang artinya menunjukkan suatu hal yang baru jadi sastra itu inovatif artinya berubah sesuai dengan perkembangan zaman dan menunjukkan hal yang baru yang tentunya menarik, gunanya untuk memikat pembaca atau para penikmat karya sastra. 

Sekian Terimakasih, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Hadisti Laila Wardani (Disti) -

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Hadisti Laila Wardani, NPM 09. Izin menjawab diskusi tersebut pak.

Sebagaimana yang saya baca di buku, Konvensi adalah suatu kesepakatan yang di terima banyak orang dan menjadi tradisi. Artinya, kebiasaan yang sudah dilakukan terus-menerus dari waktu ke waktu. Namun, saya sependapat dengan Camelia jika dilihat dari sisi buruk nya. Jikalau ada karya sastra yang lahir tanpa memperdulikan aturan, kaidah, atau konvensi maka hasil dari karya sastra tersebut tidak lah memuaskan atau maksimal. Karena sedari awal karya sastra di lahirkan tanpa memperdulikan konvensi dan aturannya, itu hanya mempersulit pembaca untuk memahami isi karya sastra tersebut. Sedari awal setiap apa yang kita lakukan pastinya memiliki aturan sendiri. Contohnya di dalam kelas ketika kita ingin memberikan sanggahan atau pendapat atas penjelasan materi dari dosen, kita harus mengangkat tangan terlebih dahulu untuk meminta izin sebelum memulai berbicara. Nah, begitupun dengan menghasilkan karya sastra yang harus sesuai dengan ketentuan dan aturan yang telah di jelaskan.

Lalu, yang di maksud dengan inovasi dalam penciptaan karya sastra menurut di dalam buku adalah proses. Yang berarti menciptakan sesuatu secara kreatif, atau proses menciptakan hal yang begitu berarti.


Itu saja yang dapat saya sampaikan, pak. Terimakasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebagai balasan Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Suci Suci Nurul Khotima -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Suci Nurul Khotimah dengan npm 2213041084,izin menjawab pertanyaan dalam forum diskusi ini.

Menurut saya,karya sastra yang tidak memedulikan konvensi atau kaidah dalam sebuah sastra tidak dapat dianggap sebagai pelanggaran.Karena,ada beberapa ahli sastra yang membuat karya sastra dengan inovasi baru,yang mana karya sastra tersebut tidak harus menggunakan kaidah dalam sebuah sastra.Mari kita ambil contoh,yakni sajak williams dalam buku membaca sastra. Sajak tersebut tidak mengikuti konvensi atau kaidah sastra seperti yang terdapat dalam sajak klasik,ini dapat terjadi karena adanya inovasi. Yang mana inovasi sastra merupakan dinamika dalam pembuatan karya sastra,atau dapat dikatakan bahwa sastra itu selalu berubah mengikuti perkembangan zaman dalam masyarakat terkait konteks kebudayaan.
Sekian,terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Sindi Sindi Silfiyani -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Sindi Silfiyani dengan NPM 2213041085, izin menjawab diskusi pak
Jadi saya sepakat dengan jawaban di atas yang telah dijelaskan oleh teman-teman, yang mana di sini bisa saya ambil dari sisi positif dan negatifnya tentu saja benar jika dari segi negatifnya yaitu jika karya sastra sendiri tidak memperhatikan kaidah atau sebuah aturan dari gaya bahasa tersebut maka hasil karya itu tidak maksimal, karena betul itu merupakan sebuah pelanggaran tetapi jika dilihat dari sisi lain yaitu ada beberapa ahli sastra yang membuat sastra dengan inovasi baru, yang mana inovasi sastra itu diperuntukkan untuk pembuatan karya sastra yang bisa selalu berubah mengikuti perkembangan zaman.

Sekian dari saya terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Silvia Azizah -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya Silvia Azizah dengan NPM 79, izin menjawab Pak..
Menurut pandangan saya, jika karya sastra terlahir tanpa memerhatikan konvensi atau kaidah dalam karya sastra itu bisa dianggap kurang tepat. Karena konvensi atau kaidah itu memiliki peran dalam penciptaan karya sastra itu sendiri. Namun seiring perkembangan zaman banyak karya sastra yang tidak memakai kaidah dalam pembuatan karya sastra, hal ini terjadi karena adanya inovasi. Sehingga dapat disimpulkan, bahwasannya meski tanpa memakai konvensi ataupun kaidah tersebut sebuah karya sastra masih dapat dinikmati oleh para penikmat sastra.
Sekian dari saya, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sebagai balasan Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Nadia Nadia Putri Fatimah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Nadia Putri Fatimah NPM 2213041088 izin menjawab pertanyaan dalam diskusi ini pak. Saya sependapat dengan argumen yang disampaikan oleh rekan rekan saya. Jikalau karya sastra tidak memperhatikan kaidah atau aturan yang ada maka karya tersebut tidak akan maksimal dan hasilnya tidak memuaskan. Karena jika tidak mengikuti aturan yang ada itu sebuah pelanggaran, itu akan mempersulit pembaca untuk memahami isi karya sastra tersebut.

Inovasi dalam karya sastra adalah proses, yang artinya proses pembuatan karya sastra.

Sekian terima kasih, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Redita Azalia -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh. Nama Redita Azalia, NPM 2213041083, izin menjawab.

Menurut saya, karya sastra yang lahir tanpa memedulikan konvensi bukanlah sebuah masalah. Memang benar adanya, bahwa sejak lama kita sudah mengenal bahwa karya sastra memiliki konvensi atau kaidah yang mana artinya adalah sebuah aturan yang telah disepakati bersama sejak lama dan sudah dilakukan dan teruskan dari generasi ke generasi secara turun temurun. Namun, bukan berarti suatu karya sastra tidak diperkenankan untuk melanggar aturan-aturan tersebut. Jika dikatakan sebagai pelanggaran mengingat bahwa sudah ada aturan atau konvensi dalam penulisan karya sastra tersebut, maka benar hal itu dapat dikatakan melanggar aturan. Akan tetapi, menjawab pertanyaan yang terakhir, yaitu tentang inovasi.

Dalam karya sastra, inovasi berarti menciptakan sebuah karya sastra baru dengan memperbarui sesuatu yang lama. Apa artinya? Artinya adalah karya sastra yang dibuat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman pada saat itu. Dengan adanya inovasi, beberapa sastra hadir dengan tidak mengikuti konvensi dan kaidah lama dengan satu atau dua alasan. Salah satunya adalah karya sastrawan mengembangkan tulisannya menjadi lebih bebas dan dapat menghasilkan karya yang lebih bervariasi. Dengan inovasi ini, karya sastra yang dihasilkan akan lebih mengikuti perkembangan zaman, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan di masyarakat.

Sekian yang dapat saya sampaikan, terima kasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabaraktuh.
Sebagai balasan Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Dewi Ameliana -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saya Dewi Ameliana dengan NPM 2213041086, izin menjawab diskusi ini pak.

Menurut saya karya sastra yang lahir tanpa memperhatikan konvensi tidak sepenuhnya dikatakan sebagai pelanggaran, karena pada zaman sekarang lazim ditemui karya sastra yang sudah tidak lagi terikat oleh aturan-aturan seperti rima, irama, serta penyusunan larik dan bait. Hal ini sebagai akibat dari adanya inovasi yaitu proses pengembangan suatu karya sastra itu sendiri. Inovasi digunakan agar karya sastra yang lahir dapat lebih mudah diterima oleh khalayak ramai dengan lebih mengikuti perkembangan zaman.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Zulfa Ameiliana Setyowati -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saya Zulfa Ameiliana Setyowati NPM 98 izin menjawab
Menurut pandangan saya sastra yang lahir tanpa memedulikan konvensi atau kaidah dalam sebuah karya sastra bukanlah pelanggaran. Karena dalam dunia sastra, tidak ada aturan yang mengekang kreativitas sastrawan. Konvensi-konvensi yang ada dalam dunia sastra merupakan peraturan yang tidak tertulis dan bersifat mana suka, artinya, bisa diikuti atau bisa pula ditolak.
Sebagaimana telah di jelaskan pada UU No. 19 tahun 2002 Inovasi ialah kegiatan penelitian, pengembangan, dan atau pun perekayasaan yang dilakukan dengan tujuan melakukan pengembangan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, ataupun cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah ada ke dalam produk atau pun proses produksinya.
Artinya Inovasi adalah sebuah pengembangan, pembaruan atau cara baru untuk menciptakan sesuatu mengikuti perkembangan zaman. Jadi, inovasi dalam penciptaan karya sastra adalah pengembangan, pembaruan, dan cara baru untuk menciptakan karya sastra yang lebih baik sesuai dengan perkembangan zaman agar tidak tertinggal dan mudah dipahami untuk semua orang khususnya anak muda di era milenial sekarang ini.

Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh ADELIA BENING SAFIRA -
Izin menjawab bapak

Karya sastra yang lahir tanpa memerdulikan konvensi dan kaidah dalam sebuah karya tidak termasuk pelanggaran tetapi, sebuah konvensi adalah aturan yang disetujui oleh banyak pihak sehingga apalabila tidak di lakukan, karya sastra itu akan kehilangan estetika karya sastra itu sendiri dimata penikmat sastra, inovasi yang dimaksud dalam suatu karya adalah sebuah pembaharuan karna sastra yang bertujuan agar karya sastra tidak ketinggalan zaman dan penikmat karya sastra tidak bosan contohnya karya novel-novel bertema remaja yang dikemas menggunakan bahasa remaja sehingga para remaja tertarik membaca nya.
Sebagai balasan Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Alya Amelia -
Asslamualaikum, izin menjawab pak
Nama Alya amelia NPM 2213041087
Menurut saya karya sastra yang terlahir tanpa memesulikan konvensi atau kaidah dalam sebuah karya sastra itu termasuk karya sastra yang tidak baik atau belum pantas untuk dikatakan sebagai karya sastra. Karena sebuah karya sastra itu terkenal dengan keindahan dan mengandung sebuah makna yang ada di dalamnya yang berfungsi sebagai hiburan atau suatu yang akan dinikmati semua penikmat sastra, jika sastra tersebut tidak lah mengandung kaidah yang sesuai maka karya tersebut bukan lah tercipta untuk sebuah karya yang bisa dijadikan sebagai hiburan atau sarana berkarya yang dapat menyampaikan makna yang terkandung di dalamnya dan pasti akan sulit untuk dimengerti bagi penikmat sastra itu sendiri.

Berikutnya, apa yang dimaksud inovasi dalam penciptaan karya sastra adalah sebuah ide kreatifitas yang sudah dilakukan oleh para ahli sastra yang digunakan untuk menciptakan karya sastra dengan ide kreatifitas yang mengikuti perkembangan sebuah zaman dalam pembuatan karya sastra itu sendiri.
Sebagai balasan Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Samela Nur Rahma -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya Samela Nur Rahma dengan NPM 05, izin menjawab bapak. Menurut saya karya sastra yang lahir tanpa memedulikan konvensi atau kaidah dalam sebuah karya seni merupakan sebuah pelanggaran, karena di dalam sebuah karya seni itu harus memiliki kaidah didalamnya untuk mendapatkan hasil karya yang lebih maksimal. Setiap karya pasti memiliki kaidah atau aturan untuk membentuk struktur karya yang ingin mereka buat agar masyarakat tertarik pada karyanya, dengan karya sastra yang dilahirkan memedulikan kaidah didalamnya maka akan memudahkan masyarakat untuk memahami isi pada karya tersebut. sedangkan karya yang dilahirkan tanpa memedulikan kaidah pasti didalam karyanya memiliki hasil yang kurang maksimal karena para khalayak kurang memahami isi karya tersebut. Yang dimaksud dengan inovasi dalam penciptaan karya sastra yaitu karya yang memiliki sifat modifiksi, berkembang, artinya inovasi dalam penciptaan karya sastra ini dilakukan secara kreatif dan mengikuti zaman perkembangan sampai sekarang.
Sekian yang dapat saya sampaikan, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sebagai balasan Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Risky Maharani -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh,saya Risky Maharani npm 2213041080 izin menjawab
Menurut pendapat saya,jika suatu karya sastra tidak memperhatikan konvensi atau kaidah dalam karya sastra tidak tepat atau belum sempurna untuk dikatakan sebagai karya sastra. Karena karya sastra itu terkenal dengan keindahan dan mengandung sebuah makna yang didalamnya berfungsi sebagai hiburan atau sesuatu yang bisa dinikmati. Berikut nya inovasi dalam karya sastra adalah sebuah ide atau kreatifitas yang dilakukan oleh ahli sastra yang digunakan untuk menciptakan karya sastra dengan ide dan kreatifitas yang mengikuti perkembangan zaman dalam pembuatan karya sastra.
Sebagai balasan Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Nia Agustin -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Saya Nia Agustin, dengan NPM 2213041097, Izin menjawab Pak.
Menurut saya karya sastra yang lahir tanpa meperdulikan konvensi dan kaidah dalam sebuah karya tidak termasuk pelanggaran, tetapi sebuah konvensi adalah aturan yang disetujui oleh banyak pihak sehingga apalabila tidak di lakukan, karya sastra itu akan kehilangan estetika karya sastra itu sendiri dimata penikmat sastra

Selanjutnya, apa yang dimaksud inovasi dalam penciptaan karya sastra adalah sebuah ide kreatifitas yang sudah dilakukan oleh para ahli sastra yang digunakan untuk menciptakan karya sastra dengan ide kreatifitas yang mengikuti perkembangan sebuah zaman dalam pembuatan karya sastra itu sendiri.
Sekian Terimakasih,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sebagai balasan Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Bilsabila Rizky Amalia -
Nama: Bilsabila Rizky Amalia
NPM: 2213041105

Izin menjawab.

Menurut saya hal tersebut memiliki dampak buruk karna apabila karya sastra tercipta tanpa memperdulikan Konvensi dan kaidah kesastraan maka karya sastra tidak akan maksimal dan memiliki kualitas yang lebih rendah dibandingkan dengan karya sastra yang secara optimal memperdulikan konvensi dan kaidah kesastraan. Semakin karya sastra mempertimbangkan konvensi dan Kaidah kesastraan maka akan semakin berkualitas pula hasil yang akan di dapatkan dan tentunya lebih memuaskan bagi para penikmat karya sastra karna akan lebih mudah difahami dan dimengerti karya tersebut.

Sekian Terima Kasih
Sebagai balasan Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Raihana Al Mutamimah -
Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh,saya Raihana al mutamimah npm 95 izin menjawab diskusi ini pak.
Sebagaimana yang saya baca di buku, Konvensi adalah suatu kesepakatan yang di terima banyak orang dan menjadi tradisi. Artinya, kebiasaan yang sudah dilakukan terus-menerus dari waktu ke waktu. Namun, saya sependapat dengan Camelia jika dilihat dari sisi buruk nya. Jikalau ada karya sastra yang lahir tanpa memperdulikan aturan, kaidah, atau konvensi maka hasil dari karya sastra tersebut tidak lah memuaskan atau maksimal. Karena sedari awal karya sastra di lahirkan tanpa memperdulikan konvensi dan aturannya, itu hanya mempersulit pembaca untuk memahami isi karya sastra tersebut. Sedari awal setiap apa yang kita lakukan pastinya memiliki aturan sendiri. Contohnya di dalam kelas ketika kita ingin memberikan sanggahan atau pendapat atas penjelasan materi dari dosen, kita harus mengangkat tangan terlebih dahulu untuk meminta izin sebelum memulai berbicara. Nah, begitupun dengan menghasilkan karya sastra yang harus sesuai dengan ketentuan dan aturan yang telah di jelaskan.

Lalu, yang di maksud dengan inovasi dalam penciptaan karya sastra menurut di dalam buku adalah proses. Yang berarti menciptakan sesuatu secara kreatif, atau proses menciptakan hal yang begitu berarti.
Sekian Terimakasih, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Raihana Al Mutamimah

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Laela Fitriana -
Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh pak saya Laela Fitriana Npm 94 izin menjawab,
Menurut saya konvensi sastra sebagai aturan yang disetujui dalam sastra baik yang bersifat umum yang bersifat sangat khas baik berlaku untuk para sastrawan sebagai pencipta karya sastra.
Prof. A. Teeuw (1984:100-101) berpendapat bahwa istilah konvensi masuk bidang sastra dan ilmu sastra dari dunia hukum, lewat ilmu sosial : konvensi mula mula dianggap lembaga, aturan sosial yang disetujui oleh anggota masyarakat; kemudian masuk bidang sastra lewat orang romantic dalam abad 19.
Sedangkan inovasi dalam karya sastra adalah proses yakni suatu proses dalam pembuatan karya sastra.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh
Sebagai balasan Heru Prasetyo, S.Hum., M.Pd.

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Siti Nurazizah -
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, saya Siti Nurazizah, izin menjawab diskusi ini pak.

Menurut saya mengenai karya sastra yang lahir tanpa memedulikan konveksi atau kaidah dalam karya sastra tentu tidak masalah, berbicara mengenai pelanggaran, menurut saya pribadi meskipun hal ini merupakan pelanggaran ataupun bukan juga bukan merupakan masalah karena apa karena setelah membahas mengenai konveksi kita membahas mengenai inovasi yang kemudian akan menjadi pembenar atas "pelanggaran - pelanggaran" kaidah tersebut. Karena inovasi dapat diartikan sebagai perubahan atau bentuk kreatifitas yang tentu nya akan menjadi pembenar dari perubahan atau pelanggaran konveksi yang dilakukan.

Sekian dari saya Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Siti Nurazizah

Re: Konvensi dan Inovasi Sastra

oleh Annurani Ilma dirio -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, saya Annurani ilma dirio izin menjawab diskusi ini bapak.

Menurut saya mengenai pemahaman konvensi dan inovasi sastra.
Di awali dengan definisi Konvensi, konvensi adalah aturan yang di dalamnya di setujui banyak orang, contoh konvensi dasar dalam sastra adalah puisi bersajak yang di dalamnya terdapat nilai keindahan, terrdapat judul besar, dan terdiri dari 4 bait serta berima dan bersajak.
apabila karya sastra tidak disetujui oleh khalayak, maka bukan dinamakan konvensi.

lalu bagaimana dengan inovasi sastra? menurut saya di era globalisasi tahun 2022 inovasi sangat diperlukan dalam segi kehidupan, baik di dunia perdagangan. pendidikan, kesehatan, pemerintahan, bahkan dunia hiburan inovasi sangat di perlukan sebagai agen pembaharuan di setiap zamannya. apabila inovasi tidak hadir membersamai kehidupan, maka tidak layak jika perubahan zaman disebut zaman modern. inovasi dalam karya sastra sendiri memiliki aspek penting yang bertujuan agar para penikmat sastra dapat terus mengembangkan bakat dan minatnya untuk terus menghadirkan karya sasra kepada masyarakat agar jauh lebih menari. inovasi dalam karya sastra sendiri contohnya adalah pada zaman dahulu sastra bisa dikenal karena memakai kata baku sebagai pengkritik sosial, tetapi pada zaman sekarang sastra bisa menggunakan bahasa sehari-hari untuk menuangkan segala ekspresi sehingga dapat dinikmati dan mudah dipahami makna karya sastra olleh kalangan anak muda, maupun orang tua.

Sekian dari saya wassalamu''alaikum warahmatullahi wabarakaatuuh.