Forum Analisis Jurnal 1

Forum Analisis Jurnal 1

Forum Analisis Jurnal 1

Number of replies: 34

Lampirkan analisis anda mengenai jurnal diatas, dengan menyertakan identitas diri seperti nama dan NPM.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by ADINDA RAHMADHINA -
Nama : Adinda Rahmadhina
NPM : 2113053096
Kelas : 3G

Izin memberikan analisis saya mengenai jurnal yang berjudul “Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan”

Banyak sekali problematika yang terjadi pada abad ke 21 ini, baik problematika yang muncul dari internal ataupun eksternal. Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepentingan khusus bagi setiap individu. Ketika kepentingan umum tidak menyerap keberagaman tuntutan individual dan ketika kepentingan individual mengganggu kepentingan umum, maka pasti terjadi konflik. Tradisi konflik antara kepentingan individu dan masyarakat melemah dan bahkan cenderung tidak muncul ke permukaan. Sedangkan yang muncul adalah konflik antar individu atau grup untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan. Proses demokratis untuk meraih suatu kekuasaan semakin dikendalikan sepenuhnya dengan sistem “money politics”. Sudah barang tentu, tidak menghasilkan pemimpin yang aspiratif bagi kepentingan umum. Konflik dua paham sosial antara individualisme dan kolektivisme tidak perlu dibenturkan, tetapi justru perlu dikelola menurut nilai-nilai moral dan etika, sehingga menjadi kekuatan sosial bagi kehidupan bermasyarakat.Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
1. Pertama, kesadaran moral.
2. Kedua, kreativitas dalam reproduksi.
3. Ketiga, pengendalian perilaku dalam berproduksi.
Kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkeadilan. Oleh sebab itu, tiga pilar moralitas dan etika tersebut wajib ditanam dibina dan dikembangkan di dalam diri setiap individu melalui pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan bermasyarakat. Jika berhasil, maka konflik kepentingan antara paham individualisme dan kolektivisme justru menjadi energi sosial untuk mendorong pertumbuhan kehidupan masyarakat berkeadilan. Di dalam masyarakat berkeadilan, setiap individu mendapat keleluasaan berdinamika untuk mengoptimalkan potensi dirinya menjadi seorang individu berkepribadian ideal. Sebaliknya, dengan demikian otomatis masyarakat menemukan jati dirinya yaitu sebagai suatu sistem manajemen sosial.

Terima Kasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by ANNISA INDAH SAPUTRI -
Nama: Annisa Indah Saputri
Npm: 2113053105
Kelas : 3G/PGSD

Izin mengirimkan hasil analisis jurnal 1 tentang "Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:
Suatu Pemikiran Kefilsafatan" Yang ditulis Oleh Suparlan Suhartono.

Berdasarkan Jurnal tersebut, ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan
secara berkelanjutan. Pertama, kesadaran moral. Fakta membuktikan bahwa potensi individual bersifat terbatas. Padahal eksistensi kehidupan manusia terarah pada suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, manusia wajib mempertahankan dan mengembangkan eksistensi kehidupannya itu. Atas keterbatasannya itu, mendorong munculnya suatu kesadaran moral setiap individu untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Sadar akan segala keterbatasannya,
mereka memadukan keberagaman potensi individual yang mereka miliki dalam bentuk sistem kerja-sama, sehingga menjadi satu kekuatan sosial untuk mencapai tujuan kesejahteraan umum. Adapun kesejahteraan umum bukan hanya berlaku secara kolektif saja, melainkan juga bagi seluruh individu anggotanya.

Kedua, kreativitas dalam reproduksi. Wawasan sosial tersebut, selanjutnya mendorong kehidupan bermasyarakat untuk meningk atkan kreativitas dan produktivitas. Kreativitas kehidupan suatu masyarakat sangat ditentukan oleh lapisan sosial golongan tengah (middle class). Golongan ini adalah kaum intelektual yang berkompeten dalam teori dan sistem pemberdayaan IPTEK. Atas kompetensinya itu, mereka bersinergi dalam berkreativitas untuk meningkatkan produksi pangan, sandang, papan, dan alat perlengkapan hidup lainnya. Jadi, atas potensi kreatifnya itu, kehidupan masyarakat menjadi lebih lebih maju, kreatif, produktif, dan mandiri di masa depan, sehingga, bukan menjadi masyarakat bergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupan atas kemampuan sendiri. Ketiga, pengendalian perilaku dalam berproduksi. Teknologi dan perindustrian, memiliki kekuatan pelipat-gandaan dalam berproduksi, tetapi perlu diingat bahwa kharakteristik
berproduksi seperti itu, berakibat eksploratif dan eksploitatif terhadap sumber daya alam, sehingga ekosistem bisa terancam. Untuk itu, di dalam kehidupan bermasyarakat baik pada taraf individual maupun kelembagaan sosial secara moral dan etika bertanggung -jawab atas perilaku berproduksi. Secara moral dan etika, tujuan meningkatkan produktivitas tidak ada lain kecuali untuk mewujudkan kesejahteraan umum bagi totalitas kemasyarakatan. Bukan berproduksi dengan cara menguras habis sumber daya alam, tetapi menurut azas keadilan (renewable).
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Vivia Febbrilian 2113053050 -
Nama: Vivia Febbrilian Agrifina
NPM: 2113053050
Kelas: 3 G
Analisis Jurnal 1

Setelah membaca jurnal yang berjudul Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat, maka didapati hasil analisis jurnal saya yakni, Ajaran moral memuat pandangan-pandangan nilai nilai dan norma-norma moral yang terdapat di antara sekelompok manusia. Norma moral adalah aturan tentang bagaimana manusia harus hidup supaya menjadi baik sebagai manusia”. Sedangkan mengenai etika, dilandaskan b hwa “etika bukan sumber tambahan moralitas melainkan merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran -ajaran moral”. Lebih lanjut, ditekankan bahwa “etika mempersoalkan tentang mengapa kita harus mengikuti moralitas tertentu, bagaimana kita dapat mengambil sikap yang bertanggung-jawab berhadapan dengan berbagai moralitas”.

Dari bentuk hubungan antara moral dan etika dapat dirumuskan bahwa moral lebih bersifat abstrak universal, sedangkan etika lebih bersifat konkret khusus (obyektif). Misalnya, “korupsi” adalah perilaku tidak bermoral, tetapi “ tidak membayar pajak” (karena alasan tertentu) adalah perilaku tidak etis. Tetapi, keduanya tetap mempersoalkan masalah yang sama, yaitu perilaku. Kemudian, dari pendekatan filsafat dan moral atau etika dapat disusun sebuah kerangka pikir bahwa jika di dalam diri setiap individu tertanam kuat dorongan moral untuk berbuat kebaikan, berarti mereka berada dalam satu ikatan moral di dalam dunia kebersamaan. Di dalam satu keterikatan moral, mereka bermasyarakat menurut prinsip etika normatif dalam mencapai tujuan bersama. Jadi tidak perlu terjadi benturan konflik.

Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Pertama, kesadaran moral. Fakta membuktikan bahwa potensi individual bersifat terbatas. Padahal eksistensi kehidupan manusia terarah pada suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, manusia wajib mempertahankan dan mengembangkan eksistensi kehidupannya itu. Atas keterbatasannya itu, mendorong munculnya suatu kesadaran moral setiap individu untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Sadar akan segala keterbatasannya, mereka memadukan keberagaman potensi individual yang mereka miliki dalam bentuk sistem kerja-sama, sehingga menjadi satu kekuatan sosial untu k mencapai tujuan kesejahteraan umum. Adapun kesejahteraan umum bukan hanya berlaku secara kolektif saja,

melainkan juga bagi seluruh individu anggotanya. Jadi, kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadi satu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat. Kedua, kreativitas dalam reproduksi. Wawasan sosial tersebut, selanjutnya mendorong kehidupan bermasyarakat untuk meningk atkan kreativitas dan produktivitas. Kreativitas kehidupan suatu masyarakat sangat ditentukan oleh lapisan sosial golongan tengah (middle class). Golongan ini adalah kaum intelektual yang berkompeten dalam teori dan sistem pemberdayaan IPTEK. Atas kompeten sinya itu, mereka bersinergi dalam berkreativitas untuk meningkatkan produksi pangan, sandang, papan, dan alat perlengkapan hidup lainnya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Angelia Agustin -
Nama : Angelia Agustin
NPM : 2113053162

Izin memberikan analisis saya terkait jurnal 1 dengan judul Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan. Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepenti ngan khusus bagi setiap individu. Ketika kepentingan umum tidak menyerap keberagaman tuntutan individual dan ketika kepentingan individual mengganggu kepentingan umum, maka pasti terjadi konflik. Misalnya, pembebasan tanah warga untuk pelebaran jalan akan mengakibatkan konflik antara kepentingan individual dan masyarakat keseluruhan, jika hak warga atas tanah itu dirampas begitu saja. Kini, tradisi konflik antara kepentingan individu dan masyarakat melemah dan bahkan cenderung tidak muncul ke permukaan. Sedangkan yang muncul adalah konflik antar individu atau grup untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan. Kalau tradisi konflik kepentingan individu dan masyarakat justru "meng -gairahkan" kehidupan bermasyarakat, maka gairah itu kini berubah menjadi sebuah kesibukan yang menghabiskan energi untuk memerangi para koruptor. Padahal, jika para penguasa memiliki komitmen moral dan etika yang kuat, maka mengelola tradisi konflik kepentingan, justru memberi keuntungan bagi seluruh individu dan masyarakat dan otomatis bagi para pemimpin.
Karena di dalam diri individu terdapat potensi sosial dan di dalam masyarakat terdapat potensi individual. Jadi, paradigma konflik sosial antara dua kepentingan menjadi lebih rumit. Potensi individual yang terkandung di dalam individualisme berubah menjadi negatif berupa keserakahan. Terlebih moral negatif keserakahan itu menjadi watak para pemimpin dan pejabat pemerintahan. Maka konflik antara kepentingan individual (individualisme) dan kepentingan ko lektif (kolektivisme) justru menjadi potensi bagi eksistensi masyarakat. Oleh sebab itu, kunci persoalannya terletak pada sejauh mana kesadaran moral dan etika menjadi watak perilaku setiap individu. Jika kesadaran moral terbingkai dalam sistem norma-norma perilaku sosial (etika), maka kedua kepentingan akan terselenggara secara berkeadilan. Misalnya analisis obyek tentang kepentingan individual, menghasilkan ragam jenis, dan bentuk. Sedangkan mengenai etika, ditandaskan bahwa "etika bukan sumber tambahan moralitas melainkan merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran -ajaran moral". Sedangkan moral adalah hal -hal yang mendorong orang untuk melakukan tindakan -tindakan yang baik sebagai kewajiban untuk norma". Dari bentuk hubungan antara moral dan etika dapat dirumuskan bahwa moral lebih bersifat abstrak universal, sedangkan etika lebih bersifat konkret khusus (obyektif).
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Niken Larasati -
Nama : Niken Larasati
NPM : 2113053013
Kelas/Prodi : 3G/PGSD
Izin mengumpulkan hasil analisis jurnal 1 yang berjudul : Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:Suatu Pemikiran Kefilsafatan

Jurnal ini di tulis oleh Suparlan Suhartono, dari Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar. Secara keseluruhan jurnal ini membahas mengenai nilai moral dan kefilsafatan di masyarakat. Pada abstrak jurnal dijelaskan bahwa jika kesadaran moral terbingkai dalam sistemnorma-norma perilaku sosial (etika), maka kedua kepentingan akan terselenggara secara berkeadilan. Jurnal ini menggunakan metode analisa dan sintesa. Pembahasan dalam jurnal ini ada lima, yaitu mengenai arti dan isi filsafat, arti moral dan etika, pemikiran filosofis tentang manusia dan masyarakat, kesadaran moral, dasar etika bermasyarakat, dan moral dan etika bermasyarakat dalam pendidikan.

Pembahasan yang pertama adalah arti dan isi filsafat, dalam jurnal dijelaskan bahwa filsafat berarti cinta kearifan. an kebaikan. Oleh sebab itu, secara etimologis istilah filsafat sendiri memang terkandung persoalan tentang sistem perilaku ( morality) atau etika. Pembahasan kedua yaitu arti moral dan etika, dijelaskan dalam jurnal bahwa moral memuat pandangan nilai dan norma moral yang terdapat di antara sekelompok manusia. Sedangkan etika adalah ilmu pengetahuan tentang kesusilaan dan moral. Pembahasan ketiga yaitu pemikiran filosofis tentang manusia dan masyarakat, dituliskan dalam jurnal bahwa filosofis tentang manusia, pada umumnya menitik beratkan sifat hakikat manusia sebagai makhluk sosial, Sebaliknya tanpa masyarakat, individu tidak mungkin ada dan bisa mengembangkan diri. Pembahasan keempat yaitu kesadaran moral, dasar etika bermasyarakat, dijelaskan dalam jurnal bahwa kesadaran moral memiliki kekuatan memposisikan dan memfungsikan segala potensi individual untuk social eforcement, sedangkan masyarakat difungsikan sebagai sistem prosesmencapai kesejahteraan umum. Pembahasan terakhir adalah moral dan etika bermasyarakat dalam pendidikan, dalam jurnal dijelaskan bahwa masyarakat seharusnya berkharakteristik mendidik agardinamika sosial berkembang menurut dorongan moral dan nilai etika. Dari jurnal ini dapat ditarik kesimpulan jika kesadaran moral yang kuat dapat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali menurut norma etika di kehidupan masyarakat.

Sekian, terimakasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by DANIEL DWI SAPUTRA 2113053110 -
Nama: Daniel Dwi Saputra
NPM: 2113053110
Kelas: 3G

Izin mengumpulkan hasil analisis jurnal 1 (Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan):
Pada bagian abstrak, penulis hanya melampirkan bahasa inggrisnya saja, untuk bahasa indonesia tidak disertakan. Metode yang digunakan juga tidak disertakan. Pada saat inii, tradisi konflik antara kepentingan individu dengan masyarakat cenderung melemah dan bahkan cenderung tidak muncul ke permukaan. Sedangkan yang muncul adalah konflik antar individu atau grup untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan. Proses demokratis untuk meraih suatu kekuasaan semakin dikendalikan sepenuhnya dengan sistem “money politics”. Akibatnya yaitu terjadi krisis kepemimpinan. Jika demikian halnya maka dinamika sosial untuk meraih tujuan umum melemah. Terlepas dari itu, menurut filsafat moral (etika), masyarakat adalah suatu sistem komunikasi sosial antar individu untuk mencapai tujuan bersama. Maka konflik antara kepentingan individual (individualisme) dan kepentingan ko lektif (kolektivisme) justru menjadi potensi bagi eksistensi masyarakat. Tanpa adanya masyarakat, individu tidak mungkin ada dan bisa mengembang -kan diri. Individu lahir dari masyarakat dan masyarakat terbentuk dari individu.
Sistematika pembahasan tentang manusia dan masyarakatnya, diawali dari pemikiran filosofis, dilanjutkan dengan pemikiran etika dalam kehidupan bermasyarakat dan etika pendidikan dalam kehidupan bermasyarakat. Khusus mengenai pemikiran terakhir, dipandang perlu karena pendidikan adalah satu -satunya cara penanaman nilai-nilai moral dan etika. Secara langsung atau tidak langsung, moralitas dan etika hanya bisa berlaku secara sempurna di dalam kehidupan bermasyarakat. Atas kesadaran moralnya, seseorang terdorong untuk melakukan perbuatan yang baik dan bernilai guna bagi kelangsungan dan tujuan hidup. Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan: Kesadaran moral; Kreativitas dalam reproduksi; dan Pengendalian perilaku dalam berproduksi.

Sekian hasil analisis saya, kurang dan lebihnya saya mohon maaf. Terima kasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by INDIKA SALSABILA -
Nama : Indika Salsabila
NPM : 2113053276
Kelas/Prodi : 3G/PGSD

Izin menyampaikan hasil analisis jurnal 1 yang berjudul “Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan”
Jurnal ini ditulis oleh Suparlan Suhartono dari Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar. Jurnal ini membahas mengenai pentingnya kesadaran moral dan pemikiran filsafat dalam kehidupan masyarakat. Hal tersebut dapat terlihat dari konflik yang sampai detik ini masih sering terjadi dikalangan masyarakat. Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepentingan khusus bagi setiap individu. Namun saat ini yang terjadi adalah konflik antar individu atau grup untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan, dimana hal tersebut menyebabkan melemahnya suatu kepemimpinan. Dimana pemimpin justru memanfaatkan tradisi konflik sosial itu sebagai alat penyelamatan diri. Mereka seolah berwatak membela kepentingan umum, tetapi di balik itu memanfaatkan untuk sebesar-besarnya bagi keuntungan pribadi mereka sendiri.Kunci persoalannya terletak pada sejauh mana kesadaran moral dan etika menjadi watak perilaku setiap individu

Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Pertama, kesadaran moral, dimana kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Kedua, kreativitas dalam reproduksi, atas potensi kreatifnya itu kehidupan masyarakat menjadi lebih lebih maju, kreatif, produktif, dan mandiri di masa depan, sehingga, bukan menjadi masyarakat bergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupan atas kemampuan sendiri. Ketiga, pengendalian perilaku dalam berproduksi dimana dalam kehidupan bermasyarakat baik pada taraf individual maupun kelembagaan sosial secara moral dan etika bertanggung -jawab atas perilaku berproduksi. Secara moral dan etika, tujuan meningkatkan produktivitas tidak ada lain kecuali untuk mewujudkan kesejahteraan umum bagi totalitas kemasyarakatan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkeadilan. Oleh sebab itu, tiga pilar moralitas dan etika tersebut wajib ditanam dibina dan dikembangkan di dalam diri setiap individu melalui pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan bermasyarakat. Jika berhasil, maka konflik kepentingan antara paham individualisme dan kolektivisme justru menjadi energi sosial untuk mendorong pertumbuhan kehidupan masyarakat berkeadilan.

Terima kasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Alifah Puji Astuti -
Nama: Alifah Puji Astuti
NPM: 2113053173

Pada jurnal pertama yang ditulis oleh Suparlan Suhartono dengan judul Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan. Dari dalam jurnal tersebut dapat disimpulkan bahawa kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadi satu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat. Kedua, kreativitas dalam reproduksi. Wawasan sosial tersebut, selanjutnya mendorong kehidupan bermasyarakat untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas. Kreativitas kehidupan suatu masyarakat sangat ditentukan oleh lapisan sosial golongan tengah (middle class). Golongan ini adalah kaum intelektual yang berkompeten dalam teori dan sistem pemberdayaan IPTEK. Atas kompeten sinya itu, mereka bersinergi dalam berkreativitas untuk meningkatkan produksi pangan, sandang, papan, dan alat perlengkapan hidup lainnya.

Atas potensi kreatifnya itu, kehidupan masyarakat menjadi lebih lebih maju, kreatif, produktif, dan mandiri di masa depan, sehingga, bukan menjadi masyarakat bergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupan atas kemampuan sendiri. Ketiga, pengendalian perilaku dalam berproduksi. Teknologi dan perindustrian, memiliki kekuatan pelipat-gandaan dalam berproduksi, tetapi perlu diingat bahwa kharakteristik berproduksi seperti itu, berakibat eksploratif dan eksploitatif terhadap sumber daya alam, sehingga ekosistem bisa terancam. Untuk itu, di dalam kehidupan bermasyarakat baik pada taraf individual maupun kelembagaan sosial secara moral dan etika bertanggung -jawab atas perilaku berproduksi.

Kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkeadilan. Oleh sebab itu, tiga pilar moralitas dan etika tersebut wajib ditanam dibina dan dikembangkan di dalam diri setiap individu melalui pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan bermasyarakat. Jika berhasil, maka konflik kepentingan antara paham individualisme dan kolektivisme justru menjadi energi sosial untuk mendorong pertumbuhan kehidupan masyarakat berkeadilan. Di dalam masyarakat berkeadilan, setiap individu mendapat keleluasaan berdinamika untuk mengoptimalkan potensi dirinya menjadi seorang individu berkepribadian ideal. Sebaliknya, dengan demikian otomatis masyarakat menemukan jati dirinya yaitu sebagai suatu sistem manajemen sosial.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Lia Nanda Agustina -
Nama : Lia Nanda Agustina
NPM : 2113053077
Kelas : 3G

Izin melampirkan analisis mengenai jurnal yang berjudul “Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan”

Setelah membaca jurnal yang telah disediakan dengan judul “Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan” dapat dianalisis bahwa memang sudah menjadi anggapan umum bahwa terdapat dua konflik kepentingan yang saling bertentangan dalam setiap kehidupan masyarakat, yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepentingan khusus bagi setiap individu. Jika kepentingan umum tidak dapat menyerap keberagaman tuntutan individual dan ketika kepentingan individual mengganggu kepentingan umum, maka dari situlah pasti akan terjadi konflik. Namun ini justru perlu dikelola menurut nilai-nilai moral dan etika, karna ketika dapat dikelola maka nanti akan menjadi kekuatan sosial bagi kehidupan bermasyarakat.

Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
(1) kesadaran moral=> kesadaran moral dapat mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.
(2) kreativitas dalam reproduksi=> atas potensi kreatifnya itu, kehidupan masyarakat menjadi lebih lebih maju, kreatif,produktif, dan mandiri di masa depan, sehingga, bukan menjadi masyarakat bergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupan atas kemampuan sendiri.
(3) pengendalian perilaku dalam berproduksi=> kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkeadilan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by ARIS PURNAMA PUTRA -
Nama: Aris Purnama Putra
NPM: 2113053112
Kelas 3G
Analisis jurnal dengan judul Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:Suatu Pemikiran Kefilsafatan.
Dengan penulis Suparlan Suhartono
Pembahasan pertama Arti dan Isi Filsafat, istilah filsafat berarti cinta kearifan. cinta kearifan adalah suatu bentuk perilaku yang bersubstansi nilai -nilai aksiologis keindahan, kebenaran dan kebaikan. Oleh sebab itu, secara etimologis, dalam istilah filsafat sendiri memang terkandung persoalan tentang sistem perilaku ( morality) atau etika.
Kemudian pembahasan ke dua yaitu Arti Moral dan Etika, Dari bentuk hubungan antara moral dan etika dapat dirumuskan bahwa moral lebih bersifat abstrak universal, sedangkan etika lebih bersifat konkret khusus (obyektif). Misalnya, “korupsi” adalah perilaku tidak bermoral, tetapi “ tidak membayar pajak” (karena alasan tertentu) adalah perilaku tidak etis. Tetapi, keduanya tetap mempersoalkan masalah yang sama, yaitu perilaku. Kemudian, dari pendekatan filsafat dan moral atau etika dapat disusun sebuah kerangka pikir bahwa jika di dalam diri setiap individu tertanam kuat dorongan moral untuk berbuat kebaikan, berarti mereka berada dalam satu ikatan moral di dalam dunia kebersamaan. Di dalam satu keterikatan moral, mereka bermasyarakat menurut prinsip etika normatif dalam mencapai tujuan bersama. Jadi tidak perlu terjadi benturan konflik.
Pembahasan ke 3 yaitu Pemikiran Filosofis tentang Manusia dan Masyarakat. kehidupan bermasyarakat adalah suatu si stem manajemen untuk mengorganisir kemampuan individual menjadi sebuah kekuatan sosial, agar kemudian tujuan bersama seluruh individu anggotanya dapat terwujud. Masyarakat bukan hanya tempat berkumpul, melainkan suatu proses sosial di dalam mana setiap ind ividu mendapat ruang gerak untuk melakukan berbagai aksi sosial (social action). Masyarakat memproses seluruh jenis pengertian, perasaan dan perilaku individual dalam jumlah tak terbatas. Maka, muncullah suatu pemikiran bahwa seharusnya kehidupan bermasyar akat itu “berkeadilan”
Pembahasan ke 4 yaitu Kesadaran Moral, dasar Etika Bermasyarakat. kesadaran moral memiliki kekuatan memposisikan dan memfungsikan segala potensi individual untuk “social eforcement”, sedangkan masyarakat difungsikan sebagai sistem proses mencapai kesejahteraan umum. Oleh karena itu tidak perlu lagi terjadi saling menyudutkan antara paham individualisme dan kolektivisme. Justru dengan kesadaran moral, kebebasan dan kreativitas individual mendapat saluran yang tepat, dan sebaliknya kolektivisme bisa mendapatkan jati dirinya di dalam kehidupan bermasyarakat
Pembahasan ke 5 dan yang terakhir yaitu Moral dan Etika Bermasyarakat dalam Pendidikan. Jika pendidikan berhasil membina ketiga kecerdasan tersebut, maka seorang individu menjadi terdidik. Orang yang terdidik memiliki kesadaran tentang dari mana asal mula dan tujuan kehidupan. Berdasar kesadaran itu, manusia harus kreatif dan produktif dalam menjalani kehidupan dan mau bersikap dan berperilaku adil di sepanjang hidupnya. Jadi nilai-nilai moral dan etika perlu ditanamkan di dunia pendidikan dan dikembangkan di dalam kehidupan sosial pada umumnya. Sebagai sistem, masyarakat seharusnya berkharakteristik mendidik agar dinamika sosial berkembang menurut doro ngan moral (hati nurani individual) dan nilai -nilai etika. Karena, dengan jiwa mendidik berarti setiap pihak bermoral belajar, dan hanya dengan belajar suatu kemajuan dapat diraih. Sedemikian rupa sehingga setiap individu sadar atas kewajiban sosial apa yang harus dilakukan demi keutuhan masyarakatnya, dan masyarakat secara etis bertanggung-jawab atas kewajiban setiap individu itu. Itulah landasan dasar pendidikan untuk mendirikan sebuah masyarakat terdidik, masyarakat berbudaya yang berkeadilan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by ANI NURYANI -
Nama : Ani Nuryani
NPM : 2113053126
Kelas : 3G

Analisi Jurnal 1 berjudul Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan.

Berdasarkan jurnal ini diketahui bahwa pada abad 21 banyak terjadi problematika baik problematika dari internal maupun eksternal. Saat kepentingan umum tidak menyerap keberagaman tuntutan individual dan ketika kepentingan individual mengganggu kepentingan umum, maka pasti terjadi konflik. Contoh pembebasan tanah warga untuk pelebaran jalan akan mengakibatkan konflik antara kepentingan individual dan masyarakat keseluruhan, jika hak warga atas tanah itu dirampas begitu saja. Proses demokratis untuk meraih suatu kekuasaan semakin dikendalikan sepenuhnya denga n sistem “money politics”. Sudah barang tentu, tidak menghasilkan pemimpin yang aspiratif bagi kepentingan umum. ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepenti ngan khusus bagi setiap individu.

Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
1. Pertama,kesadaran moral.
Diketahui bahwa potensi individual bersifat terbatas. Padahal eksistensi kehidupan manusia terarah pada suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, manusia wajib mempertahankan dan mengembangkan eksistensi kehidupannya itu. Dengan keterbatasannya itu, mendorong munculnya suatu kesadaran moral setiap individu untuk membangun kehidupan bermasyarakat.
2. Kedua, kreativitas dalam reproduksi.
Kreativitas kehidupan suatu masyarakat sangat ditentukan oleh lapisan sosial golongan tengah (middle class). Golongan ini adalah kaum intelektual yang berkompeten dalam teori dan sistem pemberdayaan IPTEK. Atas kompetensinya itu, mereka bersinergi dalam berkreativitas untuk meningkatkan produksi pangan, sandang, papan, dan alat perlengkapan hidup lainnya. Jadi, atas potensi kreatifnya itu, kehidupan masyarakat menjadi lebih lebih maju, kreatif, produktif, dan mandiri di masa depan, sehingga, bukan menjadi masyarakat bergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupan atas kemampuan sendiri.
3. Ketiga, pengendalian perilaku dalam berproduksi.
Kehidupan bermasyarakat baik pada taraf individual maupun kelembagaan sosial secara moral dan etika bertanggung -jawab atas perilaku berproduksi. Secara moral dan etika, tujuan meningkatkan produktivitas tidak ada lain kecuali untuk mewujudkan kesejahteraan umum bagi totalitas kemasyarakatan. Bukan berproduksi dengan cara menguras habis sumber daya alam, tetapi menurut azas keadilan (renewable).
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by YUSUF BARRULY -
Nama : Yusuf Barruly
NPM : 2113053103
Kelas : 3G
Izin mengumpulkan tugas analisis jurnal 1

"Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:
Suatu Pemikiran Kefilsafatan"
Jurnal ini bertujuan mencari kejelasan kembali
tentang hakikat manusia dan masyarakatnya, agar kemudian bisa menilai kelayakan konflik
antara individualisme dan kolektivisme di dalam kehidupan bermasyarakat.
Secara etimologis, istilah filsafat berakar dari bahasa Yunani “philo sophia”, tersusun dari kata -
kata ‘philein’ atau ‘philia’ yang berarti cinta, dan “sophia” yang berarti kearifan (Suhartono,
2005). Jadi, istilah filsafat berarti cinta kearifan. Cinta kearifan adalah suatu bentuk perilaku yang bersubstansi nilai -nilai aksiologis
keindahan, kebenaran dan kebaikan.
moralitas kurang lebih berarti dorongan atau semangat batin untuk melakukan perbuatan baik.
Sedangkan etika, berakar dari bahasa Yunani, “ ethos”, juga berarti kebiasaan atau watak.
Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Pertama, kesadaran moral. kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja
sama dalam kehidupan bermasyarakat. Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadi
satu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat.
Kedua, kreativitas dalam reproduksi.
Wawasan sosial tersebut, selanjutnya mendorong kehidupan bermasyarakat untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas. potensi kreatifnya itu, kehidupan masyarakat menjadi lebih lebih maju, kreatif, produktif, dan mandiri di masa depan, sehingga, bukan menjadi masyarakat bergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupan atas kemampuan sendiri.
Ketiga, pengendalian perilaku dalam berproduksi. Teknologi dan perindustrian, memiliki
kekuatan pelipat-gandaan dalam berproduksi, tetapi perlu diingat bahwa kharakteristik berproduksi seperti itu, berakibat eksploratif dan eksploitatif terhadap sumber daya alam,
sehingga ekosistem bisa terancam. Secara moral dan etika, tujuan meningkatkan produktivitas tidak ada lain kecuali untuk mewujudkan kesejahteraan umum bagi totalitas kemasyarakatan. Bukan berproduksi dengan cara menguras habis sumber daya alam, tetapi menurut azas keadilan (renewable). kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali
menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkeadilan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Kadek Asih Septiyani -
Nama : Kadek Asih Septiyani
NPM : 2113053213
Kelas : 3G

Izin menyampaikan hasil analisis saya terhadap jurnal 1 yang berjudul “Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat : Suatu Pemikiran Kefilsafatan”
Abad 21 memang dipenuhi dengan berbagai konflik, seperti konflik kepentingan antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepentingan khusus bagi setiap individu. Bertitik tolak pada berbagai permasalahan yang terjadi dan munculnya moral negatif maka perlu dicari kembali hakikat manusia dan masyarakatnya agar bisa menilai kelayakan konflik antara individualisme dan kolektivisme di dalam masyarakat tersebut. Filsafat merupakan cinta kearifan yaitu bentuk perilaku bersubstansi nilai-nilai aksiologis keindahan, kebenaran, dan kebaikan. Filsafat mengandung persolan tentang sistem perilaku (morality) atau etika. Etika merupakan pengetahuan tentang nilai dan moral. Moral merupakan perbuatan baik atau buruk seseorang. Tanpa individu beserta potensinya, kehidupan masyarakat tidak mungkin ada dan berkembang, Tanpa masyarakat, individu tidak mungkin ada dan mengembangkan diri. Individu lahir dari masyarakat dan masyarakat terbentuk dari individu. Kehidupan bermasyarakat merupakan kemampuan mengatur individu seseorang menjadi sebuah kekuatan sosial agar tujuan bersama dapat tercapai. Dalam kehidupan bermasyarakat, seseorang haris berpedoman pada norma-norma etika karena mereka akan berhadapan dengan hak dan kewajiban. Maka dari itu, perlu adanya kesadaran moral, agar norma etika dan aturan hukum positif ditaati. Dengan itu, paham individualisme dan kolektivisme dapat dikelola menjadi kekuatan sosial.
Manusia sedari lahir perlun adanya pendidikan yang mampu mengarahkan individualnya ke arah positif dan mampu menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat. Seseorang akan saling mendidik antar satu dengan yang lainnya, ini merupakan bukti bahwa pendidikan mengandung benih moral menuju kehidupan yang semakin berkembang. Keadilan sosial yang terbentuk dengan saling mendidik ini berkembang menjadi perilaku atau etika yang baik. Karena pada dasarnya, pendidikan merupakan pembinaan tiga potensi kejiwaan yaitu rasa, sipta, dan karsa. Pendidikan juga meliputi tiga hal yaitu pencerdasan spiritual, pencerdasan intelektual, dan pencerdasan moral. Jika ketiga hal tersebut berhasil dibina maka seseorang akan menjadi terdidik, seseorang yang terdidik pasti paham dengan nilai moral dan etika yang baik perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sekian, terimakasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Liyana Qayyimah -
Nama: Liyana Qayyimah
NPM : 2113053189
Kelas : 3G

Izin mengirimkan hasil analisis jurnal 1 (Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan)
Di awal abad ke-21, segala macam konflik masih banyak terjadi di dunia nyata. Pada zaman dahulu, ada dua macam konflik kepentingan, yaitu antara kepentingan umum dan kepentingan individu. Saat ini, tradisi konflik antara kepentingan umum dan individu semakin berkurang dan tidak mau dihidupkan kembali. Sedangkan yang muncul adalah konflik antar individu atau kelompok untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan. Lalu untuk mengetahui lebih jelas tentang hakikat manusia dan masyarakat, penulis melakukan penelitian ini dengan metode analisa dan sintesa, agar dapat mengevaluasi peluang konflik antara kolektivisme individualisme dalam kehidupan sosial. Menurut filsafat moral (etika), masyarakat adalah sistem komunikasi sosial antar individu untuk mencapai tujuan bersama. Dengan demikian, pertentangan antara kepentingan individu (individualisme) dan kepentingan kolektif (kolektivisme) sebenarnya menjadi kemungkinan eksistensial masyarakat. Oleh karena itu, kunci masalahnya terletak pada sejauh mana kesadaran moral dan etika membentuk perilaku setiap individu.

Kemudian, dari pendekatan filosofis dan moral atau etis, dapat dikembangkan kerangka bahwa jika setiap orang memiliki dorongan moral yang kuat untuk berbuat baik, berarti mereka berada dalam ikatan moral dalam dunia solidaritas. Dalam keterikatan moral, mereka bersosialisasi menurut prinsip etika normatif untuk mencapai tujuan bersama, Oleh karena itu, tidak boleh ada konflik yang terjadi. Pembahasan tentang manusia dan masyarakat diawali dengan pemikiran filosofis, dilanjutkan dengan pemikiran etis dalam kehidupan bermasyarakat dan etika pendidikan dalam kehidupan bermasyarakat. Mengenai gagasan terakhir khususnya, dianggap perlu karena pendidikan adalah satu-satunya cara untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika. Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang harus berpedoman pada norma-norma moral dan berpedoman pada kesadaran moral, karena akan selalu berhadapan dengan persoalan hak dan kewajiban. Dari sudut pandang pendidikan, kehidupan sosial terdiri dari sistem interaksi yang terpadu untuk mencapai tujuan bersama dalam bentuk pendidikan timbal balik. Orang yang berpendidikan tahu di mana kehidupan dimulai dan berakhir. Inilah landasan dasar pendidikan, untuk membangun masyarakat terpelajar, masyarakat berbudaya yang berkeadilan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Maria Natalisa -
Analisis Jurnal 1
Nama : Maria Natalisa
NPM : 2113053116

Izin melampirkan hasil analisis jurnal 1 yang berjudul Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan yang diterbitkan oleh Jurnal Administrasi Pendidikan. Jurnal tersebut berisi mengenai kondisi masyarakat saat ini yang masih banyak konflik yang terjadi. Dalam jurnal dibahas mengenai dua konflik kepentingan yaitu kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepentingan khusus bagi setiap individu. namun di era teknologi sekarang ini muncul konflik baru yaitu konflik antar individua tau kelompok untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan. Dimana seorang pemimpin seharusnya mendengarkan suara rakyat malah sibuk secara cerdik menciptakan kesempatan berkorupsi. Padahal dalam filsafat moral, masyarakat ialah suatu system komunikasi sosial antar individu untuk mencapai tujuan bersama. Dan antara konflik kepentingan individual dan kepentingan kolektive justru dapat menjadi potensi bagi eksistensi masyarakat. jika dalam perjalanannya menggunakan kesadaran moral dan etika sebagai watak perilaku setiap individu.

Oleh karena itu, dengan menggunakan metoda nalitiko-sintetik jurnal ini membahas secara rinci mengenai obyek dimana perilaku individual maupun sosial dari manusia dan masyarakat. yang didalam berisi arti dan isi filsafat. Secara etimologis, dalam istilah filsafat sendiri memang terkandung persoalan tentang sistem perilaku (morality) atau etika. kesadaran moral juga berfungsi sebagai pengendali perilaku, sedemikian rupa sehingga seseorang mampu berperilaku jujur menurut moralitas bersyukur (ketika memperoleh sesuatu), bersabar (ketika mendapat ujian hidup) dan berikhlas (ketika harus kehilangan). Sesungguhnya, kesadaran moral itu selalu ada di dalam diri setiap orang. Hanya saja sering kali terhalang oleh nafsu negatif yang mendorong suatu perbuatan dilakukan. Oleh karena itu, moral dan etika bermasyarakat harus dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Agar adanya kesadaran moral dapat mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.
Sekian, terimakasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by DIVA DZAKYRANI SHALIHA DIVA DZAKYRANI SHALIHA -
Nama : Diva Dzakyrani Shaliha
NPM : 2113053251
Berdasarkan dari jurnal diatas bahwa, Dari bentuk hubungan antara moral dan etika dapat dirumuskan bahwa moral lebih bersifat abstrak universal, sedangkan etika lebih bersifat konkret khusus. Kemudian, dari pendekatan filsafat dan moral atau etika dapat disusun sebuah kerangka pikir bahwa jika di dalam diri setiap individu tertanam kuat dorongan moral untuk berbuat kebaikan, berarti mereka berada dalam satu ikatan moral di dalam dunia kebersamaan. Di dalam satu keterikatan moral, mereka bermasyarakat menurut prinsip etika normatif dalam mencapai tujuan bersama. Berdasar pada kerangka pikir di atas, sistematika pembahasan tentang manusia dan masyarakatnya, diawali dengan pemikiran filosofis, dilanjutkan denga n pemikiran etika dalam kehidupan bermasyarakat dan etika pendidikan dalam kehidupan bermasyarakat. Khusus mengenai pemikiran terakhir, dipandang perlu karena pendidikan adalah satu -satunya cara penanaman nilai-nilai moral dan etika. Secara keseluruhan, sistem nilai adalah suasana moralitas manusia yang harus dipertanggung - jawabkan secara etis di sepanjang kehidupan. Di dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang harus berpedoman pada norma -norma etika, menurut kesadaran moral, karena mereka akan selalu diperhadapkan dengan masalah hak dan kewajiban. Apakah karena hak, sesuatu itu dilakukan atau sebaliknya karena telah menjalankan kewajiban lalu mendapatkan hak. Keduanya mengandung nilai kebenaran sederajat. Sebagai sistem, masyarakat seharusnya berkharakteristik mendidik agar dinamika sosial berkembang menurut doro ngan moral (hati nurani individual) dan nilai -nilai etika. Karena, dengan jiwa mendidik berarti setiap pihak bermoral belajar, dan hanya dengan belajar suatu kemajuan dapat diraih. Sedemikian rupa sehingga setiap individu sadar atas kewajiban sosial apa yang harus dilakukan demi keutuhan masyarakatnya, dan masyarakat secara etis bertanggung-jawab atas kewajiban setiap individu itu. Itulah landasan dasar pendidikan untuk mendirikan sebuah masyarakat terdidik, masyarakat berbudaya yang berkeadilan
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by FRENIKA SUPIYATI -
NAMA : Frenika Supiyati
NPM : 2113053075
KELAS : 3 G
PRODI : PGSD
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin mengemukakan hasil analisis jurnal 1 Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Konflik antara dua pemahaman sosial antara individualisme dan kolektivisme tidak perlu dibenturkan justru perlu dikelola sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika, sehingga menjadi kekuatan sosial bagi masyarakat kehidupan sosial. Menurut sudut pandang manajemen pendidikan ada dua pilihan yaitu apakah dengan menyeragamkan sistem atau mendorong kebebasan untuk berkembang kreativitas individu. Jika keseragaman yang dipilih, maka potensi kreativitas individu sebagai hak individu bisa terancam tidak berkembang. Jika tidak, jika pengecualian dipilih, maka Stabilitas sosial sebagai hak masyarakat bisa goyah. Ada tiga komponen moralitas dan etika sosial yang perlu dibina untuk dikembangkan berkelanjutan. Pertama, kesadaran moral. Fakta membuktikan bahwa potensi individu terbatas. Padahal keberadaan hidup manusia diarahkan pada suatu tujuan.Untuk mencapai tujuan tersebut, manusia harus mempertahankan dan mengembangkan keberadaannya kehidupan itu. Karena keterbatasan tersebut, maka mendorong munculnya kesadaran moral masing-masing individu untuk membangun kehidupan sosial. Sadar akan segala keterbatasannya, mereka memadukan keragaman potensi individu yang mereka miliki dalam bentuk suatu sistem kerjasama, sehingga menjadi kekuatan sosial untuk mencapai tujuan kesejahteraan bersama. Kesejahteraan umum tidak hanya berlaku secara kolektif, tetapi juga untuk semua anggota individu. Jadi, kesadaran moral mendorong terbentuknya keterikatan sosial dalam bentuk karya sama dalam kehidupan sosial. Pada kesadaran moral inilah ia berfungsi untuk menjadi satu wawasan bagi semua individu dalam masyarakat. Kedua, kreativitas dalam reproduksi. Wawasan sosial ini kemudian mendorong kehidupan sosial menjadi lebih baik kreativitas dan produktivitas.

Kehidupan kreativitas suatu masyarakat ditentukan oleh kelas sosial kelas menengah. Kelompok ini adalah kaum intelektual kompeten dalam teori dan sistem pemberdayaan iptek. Pada kompetensi sinya itu, mereka bersinergi dalam kreativitas untuk meningkatkan produksi pangan, sandang, papan, dan peralatan makhluk hidup lainnya Maka atas potensi kreatif inilah kehidupan masyarakat menjadi lebih maju, kreatif, produktif, dan mandiri di masa depan, sehingga bukannya menjadi masyarakat yang tergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupan atas kemampuannya sendiri. Ketiga, pengendalian perilaku dalam produksi. Teknologi dan industri, miliki mengalikan kekuatan dalam produksi, tetapi perlu diingat bahwa karakteristik menghasilkan seperti itu, memiliki konsekuensi eksplorasi dan eksploitatif terhadap sumber daya alam, sehingga ekosistem dapat terancam. Karena itu, dalam kehidupan sosial itu baik pada levelnya individu dan institusi sosial secara moral dan etis bertanggung jawab atas perilaku menghasilkan. Secara moral dan etis, tujuan peningkatan produktivitas tidak lain adalah mewujudkan kesejahteraan umum bagi seluruh masyarakat. Tidak produktif dengan menghabiskan sumber daya alam, tetapi berdasarkan prinsip keadilan (terbarukan). Jadi, kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali sesuai dengan norma-norma etis menuju pembentukan masyarakat yang adil. Karena Oleh karena itu, tiga pilar moralitas dan etika harus ditanamkan dan dikembangkan dalam diri seseorang setiap individu melalui pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan masyarakat. Jika berhasil, maka konflik kepentingan antara individualisme dan kolektivisme akan menjadi nyata menjadi energi sosial untuk mendorong tumbuhnya masyarakat yang berkeadilan. Di dalam masyarakat yang berkeadilan, setiap individu memiliki kebebasan untuk bergerak secara dinamis mengoptimalkan potensi dirinya untuk menjadi individu yang berkepribadian ideal. Di sisi lain, dengan demikian secara otomatis masyarakat menemukan identitasnya, yaitu sebagai suatu sistem manajemen sosial

terimakasih
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by ALIF KURNIADI HILABY21 -
Nama : Alif Kurniadi Hilaby
NPM : 2153053038

Analisis jurnal berjudul Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat
Suatu Pemikiran Kefilsafatan. Dari dalam jurnal tersebut dapat disimpulkan bahawa kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadi satu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat. Kedua, kreativitas dalam reproduksi. Wawasan sosial tersebut, selanjutnya mendorong kehidupan bermasyarakat untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas. Golongan ini adalah kaum intelektual yang berkompeten dalam teori dan sistem pemberdayaan IPTEK.
Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
1. kesadaran moral
2. kreativitas dalam reproduksi
3. pengendalian perilaku dalam berproduks
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by A. ZAHRA INTAN SUCIA -
Nama : A. Zahra Intan Sucia
NPM : 2153053020
Kelas / Prodi : 3G / PGSD

Izin melampirkan hasil analisis saya terkait isi dari jurnal yang berjudul “Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan”. Penulis jurnal ini adalah Suparlan Suhartono (Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar).

Hasil analisis jurnal yang saya baca dari pembahasan abstrak bahwa jurnal penelitian ini membahas mengenai nilai moral dan kefilsafatan di masyarakat dari pendekatan filsafat moralitas (etika) dan kesadaran moralitas individu harus ditumbuhkan dan berkembang. Memasuki abad ke-21, kehidupan masih penuh dengan berbagai konflik. Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan, yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepentingan khusus bagi setiap individu. Saat ini, tradisi konflik antara kepentingan individu dan masyarakat semakin melemah. Konflik dua paham sosial antara individualisme dan kolektivisme tidak perlu dibenturkan, tetapi justru perlu dikelola menurut nilai-nilai moral dan etika, sehingga menjadi kekuatan sosial bagi kehidupan bermasyarakat. Proses demokratis untuk meraih suatu kekuasaan semakin dikendalikan sepenuhnya dengan sistem “money politics”. Egoisme individual menjadi watak para penguasa. Akibat hasilnya adalah krisis kepemimpinan. Dalam hal ini, dinamika sosial untuk mencapai tujuan umum akan melemah. Kemungkinan potensi individual yang terkandung dalam individualisme berubah menjadi negatif berupa keserakahan. Oleh karena itu, kunci persoalannya terletak pada sejauh mana kesadaran moral dan etika membentuk watak perilaku setiap individu.

Pembahasan dalam jurnal ini terdapat lima pokok pembahasan, yaitu mengenai arti dan isi filsafat, arti moral dan etika, pemikiran filosofis tentang manusia dan masyarakat, kesadaran moral, dasar etika bermasyarakat, dan moral dan etika bermasyarakat dalam pendidikan. Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Pertama Kesadaran moral, Fakta membuktikan bahwa potensi individual bersifat terbatas dan eksistensi kehidupan manusia terarah pada suatu tujuan. Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadi satu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat. Kedua Kreativitas dalam reproduksi, Kreativitas kehidupan suatu masyarakat sangat ditentukan oleh lapisan sosial golongan tengah (middle class). Golongan ini adalah kaum intelektual yang berkompeten dalam teori dan sistem pemberdayaan IPTEK. Ketiga Pengendalian perilaku dalam berproduksi, Teknologi dan perindustrian, memiliki kekuatan pelipat-gandaan dalam berproduksi, tetapi perlu diingat bahwa karakteristik berproduksi seperti itu, berakibat eksploratif dan eksploitatif terhadap sumber daya alam, sehingga ekosistem bisa terancam. Oleh karena itu, tiga pilar moralitas dan etika harus dipupuk dan dikembangkan dalam diri setiap individu melalui pendidikan keluarga, pendidikan sekolah, dan pendidikan bermasyarakat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kesadaran moralitas yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali sesuai norma-norma etika ke arah kehidupan masyarakat yang berkeadilan.

Sekian analisis jurnal 1 dari saya, terimakasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by SILFIA MARCA ATIKA APRILIANA -
Nama:Silfia Marca Atika Apriliana
Npm:2113053095
Kelas:3G

Izin mengumpulkan hasil analisis jurnal 1

Terdapat dua konflik kepentingan yang saling bertentangan dalam setiap kehidupan masyarakat. Itu adalah individualisme yang sangat menekankan titik kepentingan individu terhadap kolektivisme dengan penekanannya pada kepentingan masyarakat. Fakta itu, sebenarnya, dipahami sebagai hakikat masyarakat manusia itu sendiri. Itu sebabnya konflik, secara historis, masih berlangsung hingga saat ini sekarang ada dan mungkin harus seperti itu, sampai waktu yang tidak diketahui di masa depan. Apalagi konflik itu sekarang penuh dengan perilaku korup. Dari pendekatan filsafat moralitas (etika), Namun, tidak ada yang penting untuk mengakhiri konflik itu sama sekali. Karena itu, signifikan Masalahnya adalah ‘seberapa mungkin menggabungkan dua potensi di belakang konflik’. Untuk menyadari hal itu tujuan, diyakini bahwa baik kesadaran maupun perilaku etis memiliki kekuatan yang selayaknya untuk itu memecahkan masalah itu. Ada dua alasan, a) Kesadaran Moralitas, yaitu hati nurani adalah suatu sumber daya kebebasan dan kreativitas individu, dan, b) Norma etika harus mampu memimpin kreativitas individu untuk meningkatkan perkembangan masyarakat manusia Akhirnya, bisa jadi menyimpulkan bahwa masyarakat yang sarat dengan kesadaran moralitas individu harus ditumbuhkan dan berkembang, dan sebaliknya, masyarakat dengan norma etika harus teratur. Memasuki abad ke-21, kehidupan nyata masyarakat manusia masih tetap diliputi berbagai macam konflik. Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepenti ngan khusus bagi setiap individu. Ketika kepentingan umum tidak menyerap keberagaman tuntutan individual dan ketika kepentingan individual mengganggu kepentingan umum, maka pasti terjadi konflik.
Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
1.Kesadaran moral.
kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadi satu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat.

2.Kreativitas dalam reproduksi.
3.Pengendalian perilaku dalam berproduksi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Erina Prihatmi -
Nama : Erina Prihatmi
NPM : 2113053176
Kelas : 3G/PGSD

Izin menyampaikan analisis saya mengenai jurnal yang berjudul “Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan”
Jurnal diatas membahas mengenai pentingnya kesadaran moral dan pemikiran filsafat dalam kehidupan masyarakat. Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepentingan khusus bagi setiap individu. Namun saat ini yang terjadi adalah konflik antar individu atau grup untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan, dimana hal tersebut menyebabkan melemahnya suatu kepemimpinan. Dimana pemimpin justru memanfaatkan tradisi konflik sosial itu sebagai alat penyelamatan diri. Mereka seolah berwatak membela kepentingan umum, tetapi di balik itu memanfaatkan untuk sebesar-besarnya bagi keuntungan pribadi mereka sendiri.Kunci persoalannya terletak pada sejauh mana kesadaran moral dan etika menjadi watak perilaku setiap individu.
Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan yaitu
1. kesadaran moral
dimana kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.
2. kreativitas dalam reproduksi,
atas potensi kreatifnya itu kehidupan masyarakat menjadi lebih lebih maju, kreatif, produktif, dan mandiri di masa depan, sehingga, bukan menjadi masyarakat bergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupan atas kemampuan sendiri.
3. pengendalian perilaku dalam berproduksi
dimana dalam kehidupan bermasyarakat baik pada taraf individual maupun kelembagaan sosial secara moral dan etika bertanggung -jawab atas perilaku berproduksi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by mesy arsita -
Nama : Mesy Arsita
Npm : 2113053300

Dari jurnal yang saya analisis tentang Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:
Suatu Pemikiran Kefilsafatan.


Banyak sekali problematika yang terjadi pada abad ke 21 ini, baik problematika yang muncul dari internal ataupun eksternal. Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepentingan khusus bagi setiap individu. Ketika kepentingan umum tidak menyerap keberagaman tuntutan individual dan ketika kepentingan individual mengganggu kepentingan umum, maka pasti terjadi konflik. Tradisi konflik antara kepentingan individu dan masyarakat melemah dan bahkan cenderung tidak muncul ke permukaan. Sedangkan yang muncul adalah konflik antar individu atau grup untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan.Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadi
satu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat.
Kedua, kreativitas dalam reproduksi.
Wawasan sosial tersebut, selanjutnya mendorong kehidupan bermasyarakat untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas. potensi kreatifnya itu, kehidupan masyarakat menjadi lebih lebih maju, kreatif, produktif, dan mandiri di masa depan, sehingga, bukan menjadi masyarakat bergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupan atas kemampuan sendiri.
Ketiga, pengendalian perilaku dalam berproduksi. Teknologi dan perindustrian, memiliki
kekuatan pelipat-gandaan dalam berproduksi, tetapi perlu diingat bahwa kharakteristik berproduksi seperti itu, berakibat eksploratif dan eksploitatif terhadap sumber daya alam,
sehingga ekosistem bisa terancam. Secara moral dan etika, tujuan meningkatkan produktivitas tidak ada lain kecuali untuk mewujudkan kesejahteraan umum bagi totalitas kemasyarakatan. Bukan berproduksi dengan cara menguras habis sumber daya alam, tetapi menurut azas keadilan (renewable). kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali
menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkeadilan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Ernawati.21 Ernawati.21 -
Nama : Ernawati
NPM : 2113053203
Kelas : 3G

Izin menyampaikan hasil analisis jurnal yang berjudul Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan oleh Suparlan Suhartono.
Kesadaran moral adalah salah satu komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina dan dikembangkan secara berkelanjutan. Menurut filsafat moral (etika) masyarakat adalah suatu sistem komunikasi sosial antar individu untuk mencapai tujuan bersama. Maka konflik antara kepentingan individual (individualisme) dan kepentingan kolektif (kolektivisme) justru menjadi potensi bagi eksistensi masyarakat. Oleh sebab itu, kunci persoalannya terletak pada sejauh mana kesadaran moral dan etika menjadi watak perilaku setiap individu. Secara langsung atau tidak langsung, moralitas dan etika hanya bisa berlaku secara sempurna di dalam kehidupan bermasyarakat. Kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam suatu bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadi satu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat.

Di dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang harus berpedoman pada norma-norma etika karena mereka akan selalu diperhadapkan dengan masalah hak dan kewajiban. Dalam kesadaran moral pada kehidupan bermasyarakat membuktikan bahwa potensi individual itu bersifat terbatas. Sadar akan segala keterbatasannya, mereka memadukan keberagaman potensi individual yang mereka miliki dalam bentuk sistem kerja-sama, sehingga menjadi satu kekuatan sosial untu k mencapai tujuan kesejahteraan umum. Seseorang yang lebih menguasai bidang tertentu, wajib mendidik yang lain dan sebaliknya ia harus siap untuk mendapat didikan orang lain yang lebih menguasi bidang yang berbeda. Hal tersebut menunjukkan sebuah dorongan sosial setiap orang untuk berbuat baik kepada sesama. Jadi, kesadaran moral memiliki kekuatan memposisikan dan mefungsikan segala potensi individual untuk “social eforcement”, sedangkan masyarakat difungsikan sebagai sistem proses mencapai kesejahteraan umum. Oleh karena itu tidak perlu lagi terjadi saling menyudutkan antara paham individualisme dan kolektivisme.

Pada dasarnya, sebagai sebuah komponen kesadaran moral, daya kreativitas ada secara menginti di dalam tujuan hidup, dorongan hidup, dan kecakapan hidup. Artinya, untuk mencapai tujuan hidup, maka harus ada kreativitas yaitu suatu kecakapan dan keterampil an dalam membuat sebuah perubahan. Setiap perubahan berfungsi sebagai dorongan ke arah tujuan hidup dimana kreativitas selalu cenderung menciptakan perubahan untuk kemajuan karena itu mengandung nilai.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by DEVARA TRIAMONICA -
Nama : Devara Triamonica
NPM : 2113053030
Kelas : 3 (Tiga) G

Setelah saya membaca dan memahami jurnal analisis ke-1, saya dapat menganalisis jurnal yang berjudul "Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:
Suatu Pemikiran Kefilsafatan" Yang ditulis Oleh bapak Suparlan Suhartono. Jurnal ini sangat menarik dan menambah wawasan bagi para pembaca jurnal ini. Karena dalam jurnal membahas tentang kesadaran moral kehidupan bermasyarakat.

Didalam jurnal tersebut membahas 3 komponen moral dan etika dalam masyarakat yang harus di bina untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Adapun moral dan etika dalam masyarakat yang berada didalam jurnal:
1. Pertama, kesadaran moral. Fakta membuktikan bahwa potensi individual bersifat terbatas. Padahal eksistensi kehidupan manusia terarah pada suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, manusia wajib mempertahankan dan mengembangkan eksistensi kehidupannya itu. Atas keterbatasannya itu, mendorong munculnya suatu kesadaran moral setiap individu untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Sadar akan segala keterbatasannya, mereka memadukan keberagaman potensi individual yang mereka miliki dalam bentuk sistem kerja-sama, sehingga menjadi satu kekuatan sosial untuk mencapai tujuan kesejahteraan umum.
2. Kedua, kreativitas dalam reproduksi. Wawasan sosial tersebut, selanjutnya mendorong kehidupan bermasyarakat untuk meningk atkan kreativitas dan produktivitas. Kreativitas kehidupan suatu masyarakat sangat ditentukan oleh lapisan sosial golongan tengah (middle class). Golongan ini adalah kaum intelektual yang berkompeten dalam teori dan sistem pemberdayaan IPTEK. Atas kompetensinya itu, mereka bersinergi dalam berkreativitas untuk meningkatkan produksi pangan, sandang, papan, dan alat perlengkapan hidup lainnya.
3. Ketiga, pengendalian perilaku dalam berproduksi. Teknologi dan perindustrian, memiliki kekuatan pelipat-gandaan dalam berproduksi, tetapi perlu diingat bahwa kharakteristik berproduksi seperti itu, berakibat eksploratif dan eksploitatif terhadap sumber daya alam, sehingga ekosistem bisa terancam. Untuk itu, di dalam kehidupan bermasyarakat baik pada taraf individual maupun kelembagaan sosial secara moral dan etika bertanggung -jawab atas perilaku berproduksi.
Jadi dari ketiga komponen tersebut, Atas kompeten sinya itu, mereka bersinergi dalam berkreativitas untuk meningkatkan produksi pangan, sandang, papan, dan alat perlengkapan hidup lainnya..

Sekian, analisis saya dari jurnal tersebut
Terima kasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by VINKA VRISILIA -
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Nama: Vinka Vrisilia
Npm: 2153053025
Kelas : 3G
Izin mengirimkan hasil analisis jurnal tentang Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan yang ditulis Oleh Suparlan Suhartono, Universitas Negeri Makasar
Hasil dari analisis jurnal tersebut yaitu membahas tentang moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina dan dikembangkan secara berkelanjutan yaitu:
1. Kesadaran Moral
Fakta membuktikan bahwa potensi individual bersifat terbatas. Sedangkan eksistensi kehidupan manusia terarah pada satu tujuan.Sadar akan keterbatasan mereka memadukan keberagaman potemsi individual yang mereka miliki dalam bentuk sistem kerjasama.Jadi kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Kreativitas
Kreativitas kehidupan masyarakat samgat ditentukan oleh lapisan sosial golongan tengah (middle class). Dengan adanya potensi kreatifnya itu kehidupan masyarakat menjadi lebih maju,kreatif,produktif,dan mandiri di masa depan, sehingga bukan menjadi masyarakat yang bergantung.
3. Pengendalian prilaku dalam berproduksi
Secara moral dan etika, tujuan meningkatkan produktivitas tidak ada lain kecuali untuk mewujudkan kesejahteraan umum bagi totalitas kemasyarakatan. Bukan berproduksi dengan cara menguras habis sumber daya alam, tetapi menurut azas keadilan ( renewable).
Jadi, kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendalimenurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkead ilan.
Sekian terimakasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by DWI NUR AZIZAH -
Nama : Dwi Nur Azizah
Npm : 2113053178
Kelas : 3G

Izin melampirkan hasil analisis jurnal 1 dengan berjudul “Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan”
Dimana jurnal ini ditulis oleh Suparlan Suhartono dari Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar. Jurnal ini membahas mengenai pentingnya kesadaran moral dan pemikiran filsafat dalam kehidupan masyarakat. Hal tersebut dapat terlihat dari konflik yang sampai detik ini masih sering terjadi dikalangan masyarakat. Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepentingan khusus bagi setiap individu. Namun saat ini yang terjadi adalah konflik antar individu atau grup untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan, dimana hal tersebut menyebabkan melemahnya suatu kepemimpinan. Dimana pemimpin justru memanfaatkan tradisi konflik sosial itu sebagai alat penyelamatan diri. Mereka seolah berwatak membela kepentingan umum, tetapi di balik itu memanfaatkan untuk sebesar-besarnya bagi keuntungan pribadi mereka sendiri.Kunci persoalannya terletak pada sejauh mana kesadaran moral dan etika menjadi watak perilaku setiap individu

Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Pertama, kesadaran moral, dimana kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Kedua, kreativitas dalam reproduksi, atas potensi kreatifnya itu kehidupan masyarakat menjadi lebih lebih maju, kreatif, produktif, dan mandiri di masa depan, sehingga, bukan menjadi masyarakat bergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupan atas kemampuan sendiri. Ketiga, pengendalian perilaku dalam berproduksi dimana dalam kehidupan bermasyarakat baik pada taraf individual maupun kelembagaan sosial secara moral dan etika bertanggung -jawab atas perilaku berproduksi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Lisa Ariyanti -
Nama: Lisa Ariyanti
NPM:2113053083

Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:
Suatu Pemikiran Kefilsafatan. Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum
keseluruhan masyarakat dan kepentingan khusus bagi setiap individu. Ketika kepentingan umum
tidak menyerap keberagaman tuntutan individual dan ketika kepentingan individual mengganggu
kepentingan umum, maka pasti terjadi konflik. Dalam menjalani kehidupan bermasyarakat perlunya nilai moral yang sudah tertanam dalam diri kita, yang mana menjadi bekal atau pegangan kita dalam bermasyarakat. Bermasyarakat ini kita tidak hanya seorang diri, namun terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, budaya, agama dll. Maka demi terjalinnya hubungan yang harmonis dan damai serta nyaman, kita perlu menumbuhkan kesadaran moral itu. Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
1. Pertama, kesadaran moral.
2. Kedua, kreativitas dalam reproduksi.
3. Ketiga, pengendalian perilaku dalam berproduksi.
Kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkeadilan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Mutiara Astuti -
Nama : Mutiara Astuti
NPM : 2113053280

Izin memberikan hasil Analisis Jurnal 1
Izin memberikan analisis saya terkait jurnal 1 dengan judul Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan. Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepenti ngan khusus bagi setiap individu. Ketika kepentingan umum tidak menyerap keberagaman tuntutan individual dan ketika kepentingan individual mengganggu kepentingan umum, maka pasti terjadi konflik. Proses demokratis untuk meraih suatu kekuasaan semakin dikendalikan sepenuhnya dengan sistem “money politics”. Akibatnya yaitu terjadi krisis kepemimpinan. Jika demikian halnya maka dinamika sosial untuk meraih tujuan umum melemah. Terlepas dari itu, menurut filsafat moral (etika), masyarakat adalah suatu sistem komunikasi sosial antar individu untuk mencapai tujuan bersama. Maka konflik antara kepentingan individual (individualisme) dan kepentingan ko lektif (kolektivisme) justru menjadi potensi bagi eksistensi masyarakat. Tanpa adanya masyarakat, individu tidak mungkin ada dan bisa mengembang -kan diri. Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
(1) kesadaran moral
Kesadaran moral dapat mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.
(2) kreativitas dalam reproduksi
Atas potensi kreatifnya itu, kehidupan masyarakat menjadi lebih lebih maju, kreatif,produktif, dan mandiri di masa depan, sehingga, bukan menjadi masyarakat bergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupan atas kemampuan sendiri.
(3) pengendalian perilaku dalam berproduksi
kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkeadilan.


Terima Kasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by PUTRI ADELIA RIZALDY -
Nama: Putri Adelia Rizaldy
NPM: 2113053021
Kelas: 3G

Hasil Analisis Jurnal 1 yang berjudul “Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan” yang ditulis oleh Suparlan Suhartono.
Pada jurnal ini membahas tentang betapa pentingnya kesadaran moral dan pemikiran filsafat dalam kehidupan masyarakat. Di abad 21 memabng dipenuhi dengan berbagai konflik. Hal tersebut dapat terlihat dari konflik yang sampai detik ini masih sering terjadi dikalangan masyarakat. Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepentingan khusus bagi setiap individu. Menurut filsafat moral (etika) masyarakat adalah suatu sistem komunikasi sosial antar individu untuk mencapai tujuan bersama. Maka konflik antara kepentingan individual (individualisme) dan kepentingan kolektif (kolektivisme) justru menjadi potensi bagi eksistensi masyarakat. Oleh sebab itu, kunci persoalannya terletak pada sejauh mana kesadaran moral dan etika menjadi watak perilaku setiap individu.
Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
1. kesadaran moral, Fakta membuktikan bahwa potensi individual bersifat terbatas dan eksistensi kehidupan manusia terarah pada suatu tujuan.
2. kreativitas dalam reproduksi, Kreativitas kehidupan suatu masyarakat sangat ditentukan oleh lapisan sosial golongan tengah (middle class). Golongan ini adalah kaum intelektual yang berkompeten dalam teori dan sistem pemberdayaan IPTEK.
3. pengendalian perilaku dalam berproduksi, perlu diingat bahwa karakteristik berproduksi seperti itu, berakibat eksploratif dan eksploitatif terhadap sumber daya alam, sehingga ekosistem bisa terancam.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by INDAH NUR SAPITRI -
Nama : Indah Nur Sapitri
NPM : 2113053299
Kelas : 3G

Izin memberikan analisis saya mengenai jurnal yang berjudul “Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan”


Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan, yaitu antara kepentingan publik masyarakat secara keseluruhan dan kepentingan khusus setiap individu. Ketika kepentingan umum tidak menyerap keragaman kebutuhan individu dan jika kepentingan individu mengganggu kepentingan umum, pasti ada konflik. Misalnya pembebasan lahan bagi warga Pelebaran jalan menimbulkan konflik antara kepentingan individu dan sosial secara keseluruhan, jika hak rakyat atas tanah dicabut begitu saja. Di era teknologi komunikasi ini komunikasi individu semakin mengglobal. Kemajuan ekonomi material negara-negara maju, membutakan orang di negara berkembang. Mereka didorong untuk melakukannya dapat hidup dengan kekayaan berlimpah dalam waktu sesingkat mungkin. Sementara itu, karena kualitas pendidikan mereka, mereka belum memiliki potensi kreatif untuk menghasilkan kelimpahan ekonomi material. Jika mereka kebetulan mendapatkan kepercayaan dari penjajah posisi dalam pemerintahan dan hukum, maka mereka berada pada otoritas itu di kotamadya melakukan korupsi. Kini tradisi konflik antara kepentingan individu dan sosial semakin melemah dan menjadi setara tidak cenderung ke permukaan. Sementara itu, muncul konflik antar individu atau kelompok untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan. mencapai proses demokrasi sebuah kekuatan yang semakin dikuasai dengan sistem “politik uang”. tidak, tentu saja, menghasilkan pemimpin yang memperjuangkan kebaikan bersama. Karena Selama masa jabatan mereka, mereka hanya peduli dengan cerdik menciptakan peluang untuk korupsi. Keegoisan individu menjadi karakter penguasa. Ini menciptakan krisis kepemimpinan Jika demikian, dinamika sosial untuk mencapai tujuan bersama menjadi lemah.

Ada tiga komponen moralitas dan etika sosial yang harus dipupuk agar dapat berkembang berkelanjutan Pertama, kesadaran moral. Fakta membuktikan bahwa potensi individu terbatas. Sedangkan keberadaan hidup manusia diarahkan pada suatu tujuan. Untukmu Untuk mencapai tujuan tersebut, manusia harus mempertahankan dan mengembangkan keberadaannya
bahwa hidup Melalui keterbatasan tersebut mendorong munculnya kesadaran moral masing-masing
individu untuk membangun kehidupan sosial. Sadar akan segala keterbatasannya, mereka menggabungkan berbagai kemungkinan individu yang mereka miliki dalam bentuk sistem
kerjasama, sehingga menjadi kekuatan sosial untuk mencapai tujuan kesejahteraan bersama. Kebaikan bersama tidak hanya berlaku secara kolektif, tetapi juga untuk semua anggota individu. Dengan demikian, kesadaran moral mendorong terbentuknya keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan sosial. Pada kesadaran moral inilah ia berfungsi untuk menjadi satu wawasan bagi semua individu dalam masyarakat. Kedua, kreativitas dalam reproduksi. Wawasan sosial ini kemudian mendorong kehidupan sosial menjadi lebih baik kreativitas dan produktivitas. Kehidupan kreativitas suatu masyarakat ditentukan oleh kelas sosial kelas menengah. Kelompok ini adalah kaum intelektual kompeten dalam teori dan sistem pemberdayaan iptek. Tentang kompetensi sinya itu, dia sinergi dalam kreativitas untuk meningkatkan produksi pangan, sandang, papan dan peralatan makhluk hidup lainnya.
Maka atas potensi kreatif inilah kehidupan masyarakat menjadi lebih maju, lebih kreatif, produktif dan mandiri di masa depan, sehingga bukannya menjadi masyarakat yang tergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupannya sendiri. Ketiga, pengendalian perilaku dalam produksi. Teknologi dan industri memiliki melipatgandakan kekuatan dalam produksi, tetapi perlu diingat bahwa karakteristik sebagai produk tersebut, memiliki implikasi eksplorasi dan eksploitasi untuk sumber daya alam, sehingga ekosistem dapat terancam.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Yoga Ananta -
Nama : Yoga Ananta
NPM : 2153053002
Kelas/Prodi : 3G/PGSD

Izin menyampaikan hasil analisis jurnal 1 yang berjudul “Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan”
Jurnal ini ditulis oleh Suparlan Suhartono dari Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar. Jurnal ini membahas mengenai pentingnya kesadaran moral dan pemikiran filsafat dalam kehidupan masyarakat. Hal tersebut dapat terlihat dari konflik yang sampai detik ini masih sering terjadi dikalangan masyarakat. Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepentingan khusus bagi setiap individu. Namun saat ini yang terjadi adalah konflik antar individu atau grup untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan, dimana hal tersebut menyebabkan melemahnya suatu kepemimpinan. Dimana pemimpin justru memanfaatkan tradisi konflik sosial itu sebagai alat penyelamatan diri. Mereka seolah berwatak membela kepentingan umum, tetapi di balik itu memanfaatkan untuk sebesar-besarnya bagi keuntungan pribadi mereka sendiri.Kunci persoalannya terletak pada sejauh mana kesadaran moral dan etika menjadi watak perilaku setiap individu

Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Pertama, kesadaran moral, dimana kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Kedua, kreativitas dalam reproduksi, atas potensi kreatifnya itu kehidupan masyarakat menjadi lebih lebih maju, kreatif, produktif, dan mandiri di masa depan, sehingga, bukan menjadi masyarakat bergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupan atas kemampuan sendiri. Ketiga, pengendalian perilaku dalam berproduksi dimana dalam kehidupan bermasyarakat baik pada taraf individual maupun kelembagaan sosial secara moral dan etika bertanggung -jawab atas perilaku berproduksi. Secara moral dan etika, tujuan meningkatkan produktivitas tidak ada lain kecuali untuk mewujudkan kesejahteraan umum bagi totalitas kemasyarakatan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkeadilan. Oleh sebab itu, tiga pilar moralitas dan etika tersebut wajib ditanam dibina dan dikembangkan di dalam diri setiap individu melalui pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan bermasyarakat. Jika berhasil, maka konflik kepentingan antara paham individualisme dan kolektivisme justru menjadi energi sosial untuk mendorong pertumbuhan kehidupan masyarakat berkeadilan.

Terima kasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by DIAN FATUROHMI DIAN.FATUROHMI21 -
Nama : Dian Faturohmi
Npm : 2113053038

Izin mengirimkan Analisis saya setelah membaca jurnal Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:
Suatu Pemikiran Kefilsafatan. Sudah menjadi anggapan umum bahwa terdapat dua konflik kepentingan yang saling bertentangan dalam setiap kehidupan masyarakat. Itu adalah individualisme yang sangat menekankan titik kepentingan individu terhadap kolektivisme dengan penekanannya pada kepentingan masyarakat. Fakta itu, sebenarnya, dipahami sebagai hakikat masyarakat manusia itu sendiri. Itu sebabnya konflik, secara historis, masih berlangsung hingga saat ini
sekarang ada dan mungkin harus seperti itu, sampai waktu yang tidak diketahui di masa depan. Apalagi konflik itu sekarang penuh dengan perilaku korup. Dari pendekatan filsafat moralitas (etika), Namun, tidak ada yang penting untuk mengakhiri konflik itu sama sekali. Karena itu, signifikan
Masalahnya adalah ‘seberapa mungkin menggabungkan dua potensi di belakang konflik’. Untuk menyadari hal itu tujuan, diyakini bahwa baik kesadaran maupun perilaku etis memiliki kekuatan yang selayaknya untuk itu memecahkan masalah itu. Ada dua alasan, a) Kesadaran Moralitas, yaitu hati nurani adalah suatu sumber daya kebebasan dan kreativitas individu, dan, b) Norma etika harus mampu memimpin
kreativitas individu untuk meningkatkan perkembangan masyarakat manusia Akhirnya, bisa jadi menyimpulkan bahwa masyarakat yang sarat dengan kesadaran moralitas individu harus ditumbuhkan dan
berkembang, dan sebaliknya, masyarakat dengan norma etika harus teratur.

Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Pertama, kesadaran moral. Fakta membuktikan bahwa potensi individual
bersifat terbatas. Padahal eksistensi kehidupan manusia terarah pada suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, manusia wajib mempertahankan dan mengembangkan eksistensi
kehidupannya itu. Atas keterbatasannya itu, mendorong munculnya suatu kesadaran moral setiap individu untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Sadar akan segala keterbatasannya, mereka memadukan keberagaman potensi individual yang mereka miliki dalam bentuk sistem kerja-sama, sehingga menjadi satu kekuatan sosial untu k mencapai tujuan kesejahteraan umum.
Adapun kesejahteraan umum bukan hanya berlaku secara kolektif saja, melainkan juga bagi seluruh individu anggotanya.

Jadi, kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali
menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkead ilan. Oleh sebab itu, tiga pilar moralitas dan etika tersebut wajib ditanam dibina dan dikembangkan di dalam diri setiap individu melalui pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan bermasyarakat. Jika berhasil, maka konflik kepentingan antara p aham individualisme dan kolektivisme justru
menjadi energi sosial untuk mendorong pertumbuhan kehidupan masyarakat berkeadilan.

Terimakasih bapak...
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Ummu Darda Azzahra -
Nama : Ummu Darda Azzahra
NPM : 2113053214

Analisis jurnal berjudul Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:
Suatu Pemikiran Kefilsafatan
ditulis oleh Suparlan Suhartono
dari Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar.

Dalam jurnal terdapat beberapa poin yaitu Arti dan Isi Filsafat, Arti Moral dan Etika, Pemikiran Filosofis tentang Manusia dan Masyarakat, Kesadaran Moral, dasar Etika Bermasyarakat, dan Moral Etika Bermasyarakat dalam Pendidikan.

Arti dan Isi Filsafat
Secara etimologis, istilah filsafat berakar dari bahasa Yunani “philo sophia”, tersusun dari kata - kata ‘philein’ atau ‘philia’ yang berarti cinta, dan “sophia” yang berarti kearifan (Suhartono, 2005). Jadi, istilah filsafat berarti cinta kearifan. Arti Moral dan Etika Dalam Webster’s New Collegiate Dictionary dijelaskan bahwa moral berakar dari b ahasa Latin “mos” atau “mores”, berarti costum, … “relating to principles of right and wrong in behavior ”. Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan “moralitas” ( Ensiklopedi Umum, 1977) yaitu “tata tertib tingkah laku yang dianggap baik atau luhur dalam suatu lingkungan atau masyarakat”. Jadi, moralitas kurang lebih berarti dorongan atau semangat batin untuk melakukan perbuatan baik. Sedangkan etika, berakar dari bahasa Yunani, “ ethos”, juga berarti kebiasaan atau watak. Sistematika pembahasan tentang manusia dan masyarakatnya, diawali dengan pemikiran filosofis, dilanjutkan denga n pemikiran etika dalam kehidupan bermasyarakat dan etika pendidikan dalam kehidupan bermasyarakat. Khusus mengenai pemikiran terakhir, dipandang perlu karena pendidikan adalah satu -satunya cara penanaman nilai-nilai moral dan etika. Kesadaran Moral, dasar Etika Bermasyarakat Secara langsung atau tidak langsung, moralitas dan etika hanya bisa berlaku secara sempurna di dalam kehidupan bermasyarakat. Orang yang hidup dengan mengisolir diri di tengah hutan, seolah-olah tidak memerlukan moral dan etika. Tetapi ketika mulai memanfaatkan sumber daya hutan, apalagi jka cara pemanfaatannya cenderung merusak, maka perilakunya sudah masuk ke dalam lingkup moral dan etika. Hal itu karena kelangsungan hidup dan kehidupan pada
umumnya, termasuk kehidupan bermasyarakat, mutlak bergantung pada keberadaan hutan. Karena sifatnya universal, maka pemikiran kritis tentang moral dan etika lebih menyoal pada
masalah kesadaran moral, yang berkedudukan pada awal dari seluruh kegiatan hidup. Sadar akan asal-mula dan tujuan kehidupan, maka manusia sadar tentang apa yang perlu dilakukan dalam
menjalani kehidupannya. Atas kesadaran moralnya, seseorang terdorong untuk melakukan perbuatan yang baik dan bernilai guna bagi kelangsungan dan tuj uan hidup. Moral dan Etika Bermasyarakat dalam Pendidikan Sejak lahir, manusia menyandang sifat labil. Meski di dalam sifat labil terkandu ng potensi dinamis, tetapi jika tidak mendapat binaan secara tepat justru bisa merusak kehidupan. Di balik ke-labil-an itu terlihat jelas bahwa pendidikan menjadi tuntutan kodrat manusia. Manusia siapapun, di manapun berada, sampai kapanpun wajib berpendid ikan di dalam menghadapi setiap peri-kehidupannya. Dari sisi pendidikan, dalam kehidupan bermasyarakat terkandung sistem
interaksi menyatukan dalam bentuk saling didik -mendidik antara pihak yang satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bersama. Di balik fakta itu, ada keberagaman potensi individual. Seseorang yang lebih menguasai bidang tertentu, wajib mendidik yang lain dan sebaliknya ia harus siap untuk mendapat didikan orang lain yang lebih menguasi bidang yang berbeda.

Terima kasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by FADHILA OCTAVIANA -
Assalamualaikum Wr. Wb.
Perkenalkan,
Nama : Fadhila Octaviana
NPM : 2153053030
Kelas : 3G

Izin memaparkan hasil analisis jurnal 1 saya,
Menurut filsafat moral (etika), masya -rakat adalah suatu sistem komunikasi sosial antar individu untuk mencapai tujuan bersama. Maka konflik antara kepentingan individual (individualisme) dan kepentingan ko lektif (kolektivisme) justru menjadi potensi bagi eksistensi masyarakat. Oleh sebab itu, kunci persoalannya terletak pada sejauh mana kesadaran moral dan etika menjadi watak perilaku setiap individu. Jika kesadaran moral terbingkai dalam sistem norma-norma perilaku sosial (etika), maka kedua kepentingan akan terselenggara secara berkeadilan. Penekanan pada aspek sifat hakikat sosial tersebut, terkesan mengandung maksud agar dengan demikian bahaya individualisme dapat dihindarkan. Karena, pandangan individualisme dinilai cenderung “merugikan” kehidupan bersama. Kalau alasan itu dikemukakan, rupanya tidak realistis, karena sama dengan kolektivisme, di dalam konteks sosial individualisme juga memiliki posisi dan fungsi yang mutlak menentukan terhadap kelangsungan kehidupan bermasyarakat. Tanpa individu dengan segala potensinya, kehidupan masyarakat tidak mungkin ada dan apalagi berkembang. Sebaliknya tanpa masyarakat, individu tidak mungkin ada dan bisa mengembang -kan diri. Individu lahir dari masyarakat dan masyarakat terbentuk dari individu. Jadi, individualisme menjadi berbahaya bagi kehidupan masyarakat ketika potens inya tidak terserap bagi kepentingan sosial. Huijbers (1986), rupanya juga tidak bisa menyetujui jika individualisme dinilai berbahaya bagi kehidupan bersama. Huijbers mengajukan seperangkat bukti bahwa: “peristiwa-peristiwa besar menimpa manusia sebagai pribadi individual, yakni terjadi pada dia sendiri saja. Ia lahir sebagai pribadi individual. Sehat atau tidak dikatakan tentang dia sebagai pribadi juga. Bahkan manakah hubungan dengan sesama manusia tergantung pada manusi a sebagai pribadi individual. Akhirnya ketika manusia menjadi sakit keras dan mau mati, ia sendiri yang menghadapinya, dan bantuan sesama manusia kurang berguna”. Dari sikap pandangnya, terlihat jelas bahwa Huijbers menitikberatkan manusia sebagai pribadi individual. Keberadaan masyarakat tergantung pada hubungan ko -eksistensial antar pribadi individual. Dari pemikiran kedua ahli tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa unsur -unsur hakiki kehidupan bermasyarakat adalah manusia sebagai makhluk individu dan so sial. Dari kedua sifat hakikat itulah berkembang paham individualisme dan kolektivisme. Jika dinilai secara obyektif, kedua paham itu sama -sama mengandung kebenaran. Di dalam kebersamaan, setiap individu berkomunikasi secara ko-eksistensial. Menurut posisi dan peran masing-masing mereka saling mempengaruhi, sehingga secara bersama bisa menghayati kehidupan dengan tanpa kehilangan jati dirinya. Justru di dalam sistem komunikasi ko -eksistensial itulah setiap individu berkesempatan untuk mengembangkan kepribad iannya. Dalam waktu bersamaan, ketika setiap individu mencapai titik kepribadian, maka dunia kebersamaan menjadi berkembang pula kharakteristik sosialnya. Oleh sebab itu menurut keberadaan -nya, sifat hakikat manusia adalah sebagai makhluk individu yang memasyarakat dan makhluk sosial yang mengindividu. Perbedaan setiap potensi individual mengendap di dalam keutuhan masyarakat dan sebaliknya keutuhan masyarakat tergantung pada sistem harmonisasi hubungan antar individu dengan keragaman potensi masing - masing. Jadi dapat dipahami bahwa pada satu sisi, kesempurnaan dunia hidup bersama tergantung pada optimalisasi pengembangan kepribadian individu, dan pada sisi berlawanan, kesempurnaan kepribadian setiap individu tergantung pada kualitas sistem komunikasi yang berl aku di dalam dunia kebersamaan.
Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Pertama, kesadaran moral. Fakta membuktikan bahwa potensi individual bersifat terbatas. Padahal eksistensi kehidupan manusia terarah pada suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, manusia wajib mempertahankan dan mengembangkan eksistensi kehidupannya itu. Atas keterbatasannya itu, mendorong munculnya suatu kesadaran moral setiap individu untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Sadar akan segala keterbatasannya, mereka memadukan keberagaman potensi individual yang mereka miliki dalam bentuk sistem kerja-sama, sehingga menjadi satu kekuatan sosial untu k mencapai tujuan kesejahteraan umum. Adapun kesejahteraan umum bukan hanya berlaku secara kolektif saja, melainkan juga bagi seluruh individu anggotanya. Jadi, kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadi satu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat. Kedua, kreativitas dalam reproduksi. Wawasan sosial tersebut, selanjutnya mendorong kehidupan bermasyarakat untuk meningk atkan kreativitas dan produktivitas. Kreativitas kehidupan suatu masyarakat sangat ditentukan oleh lapisan sosial golongan tengah (middle class). Golongan ini adalah kaum intelektual yang berkompeten dalam teori dan sistem pemberdayaan IPTEK. Atas kompeten sinya itu, mereka bersinergi dalam berkreativitas untuk meningkatkan produksi pangan, sandang, papan, dan alat perlengkapan hidup lainnya. Jadi, atas potensi kreatifnya itu, kehidupan masyarakat menjadi lebih lebih maju, kreatif, produktif, dan mandiri di masa depan, sehingga, bukan menjadi masyarakat bergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupan atas kemampuan sendiri. Ketiga, pengendalian perilaku dalam berproduksi. Teknologi dan perindustrian, memiliki kekuatan pelipat-gandaan dalam berproduksi, tetapi perlu diingat bahwa kharakteristik berproduksi seperti itu, berakibat eksploratif dan eksploitatif terhadap sumber daya alam, sehingga ekosistem bisa terancam. Untuk itu, di dalam kehidupan bermasyarakat baik pada taraf individual maupun kelembagaan sosial secara moral dan etika bertanggung -jawab atas perilaku berproduksi. Secara moral dan etika, tujuan meningkatkan produktivitas tidak ada lain kecuali untuk mewujudkan kesejahteraan umum bagi totalitas kemasyarakatan. Bukan berprodu ksi dengan cara menguras habis sumber daya alam, tetapi menurut azas keadilan ( renewable). Jadi, kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkead ilan. Oleh sebab itu, tiga pilar moralitas dan etika tersebut wajib ditanam dibina dan dikembangkan di dalam diri setiap individu melalui pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan bermasyarakat. Jika berhasil, maka konflik kepentingan antara p aham individualisme dan kolektivisme justru menjadi energi sosial untuk mendorong pertumbuhan kehidupan masyarakat berkeadilan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.