Lampirkan analisis anda mengenai video berikut dengan menyertakan identitas diri seperti nama dan NPM. Dilarang melakukan plagiasi.
Forum Analisis Video 1
Nama: Aris Purnama Putra
NPM: 2113053112
Kelas 3G
Analisis vidio dengan Judul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia.
Lentera Indonesia
Pada menit awal 00.10 di tampil kan 1 orang dewasa dan 2 anak kecil yan sedang berjalan di hutan dan di isi dengan suara yang berbicara tentang cahaya, kemudian pada menit ke 00.30 berganti dan memperlihatkan sungai dengan terdapat tulisan “SEGENGGAM ASA DARI BELANTARA” kemudian setelahnya di tayangkan keseharian di wilayah pelosok Kalimantan.
Kemudian di tampilkan anak-anak dayak Kalimantan utara. Kemudian di perkenalkan seorang yang mengisi suara yaitu Martensi siregar pengajar muda dari Indonesia mengajar yang d tempatkan di Kalimantan utara. Hapir 6 bulan ia mengajar di sekolah tersebut, ia tidak pernah tinggal di daerah plosok sehingga orang tuanya masih sering hawatir. Kenyataan di sana pendidikan masih sangat kurng perhatian termasuk dari orang tua para peserta didik dan nyatanya budaya nikah muda pun masih berjalan di sana. Ia mengajar di SDN 11 SEMBAKUNG ia berusaha membuat kelas menjadi semenarik mungkin dengan metode” yang beragam.
Pada menit ke 10.00 di berikan tayangan keseharian dari anak-anak di sekolah. Kemudian ia memberi tahu memberikan apresiasi dan hadiah kepada yang berprestasi dengan mengajak jalan-jalan ke kota untuk membuka pengetahuan tentang dunia luar dan meningkatkan rasa motivasi untuk belajar. Hidup di sana benar-benar sulit, apapun itu sekecil apapun itu yang di dapat harus di yukuri. Untuk makanan semuanya di cari dan di dapat sendiri atau tidak membeli. Pada menit ke 16.50 di perkenalkan sorang guru muda bernama bu loli yang ia termotivasi olehnya. Dan vidio pun berakhir di menit ke 20. 30 hingga di tutup 21.04. Dengan melihat vidio tersebut sangat memotivasi untuk tenaga pendidikan seperti saya
NPM: 2113053112
Kelas 3G
Analisis vidio dengan Judul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia.
Lentera Indonesia
Pada menit awal 00.10 di tampil kan 1 orang dewasa dan 2 anak kecil yan sedang berjalan di hutan dan di isi dengan suara yang berbicara tentang cahaya, kemudian pada menit ke 00.30 berganti dan memperlihatkan sungai dengan terdapat tulisan “SEGENGGAM ASA DARI BELANTARA” kemudian setelahnya di tayangkan keseharian di wilayah pelosok Kalimantan.
Kemudian di tampilkan anak-anak dayak Kalimantan utara. Kemudian di perkenalkan seorang yang mengisi suara yaitu Martensi siregar pengajar muda dari Indonesia mengajar yang d tempatkan di Kalimantan utara. Hapir 6 bulan ia mengajar di sekolah tersebut, ia tidak pernah tinggal di daerah plosok sehingga orang tuanya masih sering hawatir. Kenyataan di sana pendidikan masih sangat kurng perhatian termasuk dari orang tua para peserta didik dan nyatanya budaya nikah muda pun masih berjalan di sana. Ia mengajar di SDN 11 SEMBAKUNG ia berusaha membuat kelas menjadi semenarik mungkin dengan metode” yang beragam.
Pada menit ke 10.00 di berikan tayangan keseharian dari anak-anak di sekolah. Kemudian ia memberi tahu memberikan apresiasi dan hadiah kepada yang berprestasi dengan mengajak jalan-jalan ke kota untuk membuka pengetahuan tentang dunia luar dan meningkatkan rasa motivasi untuk belajar. Hidup di sana benar-benar sulit, apapun itu sekecil apapun itu yang di dapat harus di yukuri. Untuk makanan semuanya di cari dan di dapat sendiri atau tidak membeli. Pada menit ke 16.50 di perkenalkan sorang guru muda bernama bu loli yang ia termotivasi olehnya. Dan vidio pun berakhir di menit ke 20. 30 hingga di tutup 21.04. Dengan melihat vidio tersebut sangat memotivasi untuk tenaga pendidikan seperti saya
Nama: Vivia Febbrilian Agrifina
NPM: 2113053050
Kelas: 3 G
Analisis Video 1
Setelah menyimak video yang berjudul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan, maka didapati hasil analisis saya yakni pada menit 00:19 dijelaskan Pendidikan itu seperti cahaya, jadi Ketika kita tidak memiliki cahaya untuk melakukan perjalanan kitab isa tersesat tetapi jika kita memiliki cahaya maka kita akan tahu arah kita akan kemana itu akan menuntun kita sampai ke tujuan yang kita mau. Pada menit 1:35 kita disuguhkan anak-anak dari Dayak Kalimantan Utara yang sedang berangkat sekolah. Sebagian anak memakai pakaian adat karena sedang ada hari kartini.
Pada menit ke 1:56 diperkenalkan seorang pengajar muda yang Bernama Martencis Veronica Siregar pengajar dari Gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa Tanjung Matol Kalimantan Utara, lebih tepatnya di SDN No. 011 Sembakung. Sudah hampir 6 bulan ia Bersama siswa disana mengajar kelas 1 dan juga guru les bagi anak murid kelas 6.
Tanjung Matol ini letaknya di kecamatan Sembakung Nunukan, waktu tempuhnya saja bisa sampai 7 jam dari kota kabupaten. Bisa dijangkau lewat laut dan sungai kemudian dilanjut lewat jalur darat. Anak-anak Tanjung Matol ini masih sedikit yang berminat untuk melanjutkan pendidikan setelah tamat SD. Orang tua disini masih kurang sadar akan pentingnya pendidikan. Anak perempuan disini masih banyak yang menikah di usia dini bahkan ada yang menikah saat lulus sekolah dasar. Taman kanak-kanak atau Paud belum tersedia di desa tanjong matol, jadi kelas 1 sekolah dasar adalah jenjang pertama dalam pendidikan di daerah sini.
Pada menit 17:46 dijelaskan bahwa suatu tantangan besar dalam mengajar di desa tanjung matol, beruntungnya pengajar muda ini bertemu banyak orang-orang hebat dan baik seperti para guru yang bersemangat dan gadis muda yang Bernama loli yang memiliki satu misi dengan Martencis yakni memajukan pendidikan di desa Tanjung Matol ini. Besar harapan pengajar muda ini terhadap masa depan anak-anak Tanjung Matol.
NPM: 2113053050
Kelas: 3 G
Analisis Video 1
Setelah menyimak video yang berjudul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan, maka didapati hasil analisis saya yakni pada menit 00:19 dijelaskan Pendidikan itu seperti cahaya, jadi Ketika kita tidak memiliki cahaya untuk melakukan perjalanan kitab isa tersesat tetapi jika kita memiliki cahaya maka kita akan tahu arah kita akan kemana itu akan menuntun kita sampai ke tujuan yang kita mau. Pada menit 1:35 kita disuguhkan anak-anak dari Dayak Kalimantan Utara yang sedang berangkat sekolah. Sebagian anak memakai pakaian adat karena sedang ada hari kartini.
Pada menit ke 1:56 diperkenalkan seorang pengajar muda yang Bernama Martencis Veronica Siregar pengajar dari Gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa Tanjung Matol Kalimantan Utara, lebih tepatnya di SDN No. 011 Sembakung. Sudah hampir 6 bulan ia Bersama siswa disana mengajar kelas 1 dan juga guru les bagi anak murid kelas 6.
Tanjung Matol ini letaknya di kecamatan Sembakung Nunukan, waktu tempuhnya saja bisa sampai 7 jam dari kota kabupaten. Bisa dijangkau lewat laut dan sungai kemudian dilanjut lewat jalur darat. Anak-anak Tanjung Matol ini masih sedikit yang berminat untuk melanjutkan pendidikan setelah tamat SD. Orang tua disini masih kurang sadar akan pentingnya pendidikan. Anak perempuan disini masih banyak yang menikah di usia dini bahkan ada yang menikah saat lulus sekolah dasar. Taman kanak-kanak atau Paud belum tersedia di desa tanjong matol, jadi kelas 1 sekolah dasar adalah jenjang pertama dalam pendidikan di daerah sini.
Pada menit 17:46 dijelaskan bahwa suatu tantangan besar dalam mengajar di desa tanjung matol, beruntungnya pengajar muda ini bertemu banyak orang-orang hebat dan baik seperti para guru yang bersemangat dan gadis muda yang Bernama loli yang memiliki satu misi dengan Martencis yakni memajukan pendidikan di desa Tanjung Matol ini. Besar harapan pengajar muda ini terhadap masa depan anak-anak Tanjung Matol.
Nama: Daniel Dwi Saputra
NPM: 2113053110
Kelas: 3G
Izin mengumpulkan hasil analisis video (Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia):
Pada detik 0:07 dikatakan bahwa pendidikan itu seperti cahaya. Jadi ketika kita tidak mempunyai cahaya, kita akan tersesat. Namun, ketika kita mempunyai cahaya tersebut maka kita tau arah yang akan kita tuju. Di video ini menceritakan kisah pengajar muda yang mengajar di daerah pelosok Indonesia, lebih tepatnya di Tanjung matol, Kalimantan. Di daerah tersebut, kesadaran pentingnya pendidikan masih rendah. Setelah tamat SD, masih sedikit sekali yang melanjutkan ke pendidikan selanjutnya. Bahkan perempuan yang baru selesai pendidikan tingkat SD banyak sekali yang sudah dilamar dan menikah usia dini (Menit 4:00). Untuk memotivasi semangat belajar, dilakukan upaya yaitu dengan mengajak jalan-jalan bagi siswa yang berprestasi (Menit 8:58). Selain untuk memotivasi, upaya tersebut dilakukan supaya peserta didik mempunyai pengalaman seru dan semakin luasnya pengetahuan di luar desa. Pada menit-menit selanjutnya menceritakan kisah yang dapat menambah semangat pendidik beserta peserta didik.
Sekian hasil analisis saya, kurang dan lebihnya saya mohon maaf. Terima kasih.
NPM: 2113053110
Kelas: 3G
Izin mengumpulkan hasil analisis video (Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia):
Pada detik 0:07 dikatakan bahwa pendidikan itu seperti cahaya. Jadi ketika kita tidak mempunyai cahaya, kita akan tersesat. Namun, ketika kita mempunyai cahaya tersebut maka kita tau arah yang akan kita tuju. Di video ini menceritakan kisah pengajar muda yang mengajar di daerah pelosok Indonesia, lebih tepatnya di Tanjung matol, Kalimantan. Di daerah tersebut, kesadaran pentingnya pendidikan masih rendah. Setelah tamat SD, masih sedikit sekali yang melanjutkan ke pendidikan selanjutnya. Bahkan perempuan yang baru selesai pendidikan tingkat SD banyak sekali yang sudah dilamar dan menikah usia dini (Menit 4:00). Untuk memotivasi semangat belajar, dilakukan upaya yaitu dengan mengajak jalan-jalan bagi siswa yang berprestasi (Menit 8:58). Selain untuk memotivasi, upaya tersebut dilakukan supaya peserta didik mempunyai pengalaman seru dan semakin luasnya pengetahuan di luar desa. Pada menit-menit selanjutnya menceritakan kisah yang dapat menambah semangat pendidik beserta peserta didik.
Sekian hasil analisis saya, kurang dan lebihnya saya mohon maaf. Terima kasih.
Nama : Niken Larasati
NPM : 2113053013
Kelas/Prodi : 3G/PGSD
Izin mengumpulkan hasil analisis video yang berjudul: Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan-Lentera Indonesia.
Dalam video menit ke 0.29 di beritahukan bahwa video akan membahas mengenai segenggam asa dari belantara. Pada menit ke 1.34 terdapat anak-anak suku Dayak yang mengenakan pakaian khas adat Dayak. Video ini di kisahkan oleh seseorang pengajar muda bernama Martencis Veronica Siregar. Pada menit ke 3.55 di jelaskan bahwa di Desa ini masih kurang kesadaran pentingnya pendidikan. Menit ke 7.37 terdapat metode pembelajaran di luar kelas yang sering digunakan di SD Desa tersebut untuk mendukung pembelajaran siswa.
Dijelaskan bahwa metode pembelajaran diluar kelas ditujukan agar siswa mengetahui dunia luar (menit 10.05). Menit ke 11.58 dijelaskan bahwa warga matol terbiasa berburu dan meramu. Di Desa ini wanita nya sangat hebat dikarenakan semua Ibu bisa mengerjakan kerjaan lekaki. Menit ke 15.36 dijelaskan bahwa warga Desa tersebut bisa diajak kerja sama untuk memperbaiki kebiasaan yang tidak baik. Menit 17.19 disebutkan bahwa semua warga disini termasuk warga yang keren dengan arti mereka bisa memberi masukan yang sesuai dengan tujuan perbaikan kebiasaan buruk di Desa tersebut. Menit ke 18.52 di sebutkan bahwa masyarakat tanjung matol hebat karena bisa saling membantu untuk perubahan, banyak cita-cita siswa yang harus di capai. Pengabdian di Desa Tanjung Matol harus secara bertahap dan tidak bisa dilakukan oleh satu orang saja, usaha yang dipunya oleh sang pengabdi sudah di terapkan semua di Desa Tanjung Matol ini.
Sekian. Terima Kasih.
NPM : 2113053013
Kelas/Prodi : 3G/PGSD
Izin mengumpulkan hasil analisis video yang berjudul: Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan-Lentera Indonesia.
Dalam video menit ke 0.29 di beritahukan bahwa video akan membahas mengenai segenggam asa dari belantara. Pada menit ke 1.34 terdapat anak-anak suku Dayak yang mengenakan pakaian khas adat Dayak. Video ini di kisahkan oleh seseorang pengajar muda bernama Martencis Veronica Siregar. Pada menit ke 3.55 di jelaskan bahwa di Desa ini masih kurang kesadaran pentingnya pendidikan. Menit ke 7.37 terdapat metode pembelajaran di luar kelas yang sering digunakan di SD Desa tersebut untuk mendukung pembelajaran siswa.
Dijelaskan bahwa metode pembelajaran diluar kelas ditujukan agar siswa mengetahui dunia luar (menit 10.05). Menit ke 11.58 dijelaskan bahwa warga matol terbiasa berburu dan meramu. Di Desa ini wanita nya sangat hebat dikarenakan semua Ibu bisa mengerjakan kerjaan lekaki. Menit ke 15.36 dijelaskan bahwa warga Desa tersebut bisa diajak kerja sama untuk memperbaiki kebiasaan yang tidak baik. Menit 17.19 disebutkan bahwa semua warga disini termasuk warga yang keren dengan arti mereka bisa memberi masukan yang sesuai dengan tujuan perbaikan kebiasaan buruk di Desa tersebut. Menit ke 18.52 di sebutkan bahwa masyarakat tanjung matol hebat karena bisa saling membantu untuk perubahan, banyak cita-cita siswa yang harus di capai. Pengabdian di Desa Tanjung Matol harus secara bertahap dan tidak bisa dilakukan oleh satu orang saja, usaha yang dipunya oleh sang pengabdi sudah di terapkan semua di Desa Tanjung Matol ini.
Sekian. Terima Kasih.
Nama : Angelia Agustin
NPM : 2113053162
Izin memberikan analisis saya terkait video yang diberikan dengan judul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia. Martencis Veronica Siregar adalah seorang pengajar muda di Gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa tanjung Matonu Kalimantan Utara. Beliau mengajar kurang lebih sudah 6 bulan. Beliau mengajar kelas 1 dan menjadi guru les kelas 6. Tanjung Matonu ini letaknya di kecamatan Sembakung Nunukan, waktu tempuhnya saja bisa sampai 7 jam dari kota kabupaten. Bisa dijangkau lewat laut dan sungai kemudian dilanjut lewat jalur darat.
Di desa tanjung matonu tersebut kesadaran akan pendidikan sangat rendah sekali. Banyak anak-anak dibawah umur, baru lulus SD sudah ada yang melamar bahkan menikah dengan yang usianya jauh lebih dewasa. Didesa matonu ini adatnya sangat kuat sekali, disini masih banyak yang berburu dan meramu. Martencis Veronica Siregar mengatakan, “ saya banyak sekali belajar disini, disini juga mengajarkan saya untuk lebih banyak bersyukur atas segala yang dimiliki”. Tantangan besar dalam mengajar di desa tanjung matoni ini karena kurangnya minat dalam belajar dan sedikitnya kesadaran orang tua terhadap Pendidikan anaknya. Beruntungnya pengajar muda Martencis Veronica Siregar ini bertemu banyak orang-orang hebat dan baik seperti para guru yang bersemangat dan gadis muda yang Bernama loli yang memiliki satu misi dengan Martencis yakni memajukan pendidikan di desa Tanjung Matonu ini.
NPM : 2113053162
Izin memberikan analisis saya terkait video yang diberikan dengan judul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia. Martencis Veronica Siregar adalah seorang pengajar muda di Gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa tanjung Matonu Kalimantan Utara. Beliau mengajar kurang lebih sudah 6 bulan. Beliau mengajar kelas 1 dan menjadi guru les kelas 6. Tanjung Matonu ini letaknya di kecamatan Sembakung Nunukan, waktu tempuhnya saja bisa sampai 7 jam dari kota kabupaten. Bisa dijangkau lewat laut dan sungai kemudian dilanjut lewat jalur darat.
Di desa tanjung matonu tersebut kesadaran akan pendidikan sangat rendah sekali. Banyak anak-anak dibawah umur, baru lulus SD sudah ada yang melamar bahkan menikah dengan yang usianya jauh lebih dewasa. Didesa matonu ini adatnya sangat kuat sekali, disini masih banyak yang berburu dan meramu. Martencis Veronica Siregar mengatakan, “ saya banyak sekali belajar disini, disini juga mengajarkan saya untuk lebih banyak bersyukur atas segala yang dimiliki”. Tantangan besar dalam mengajar di desa tanjung matoni ini karena kurangnya minat dalam belajar dan sedikitnya kesadaran orang tua terhadap Pendidikan anaknya. Beruntungnya pengajar muda Martencis Veronica Siregar ini bertemu banyak orang-orang hebat dan baik seperti para guru yang bersemangat dan gadis muda yang Bernama loli yang memiliki satu misi dengan Martencis yakni memajukan pendidikan di desa Tanjung Matonu ini.
Nama : Kadek Asih Septiyani
NPM : 2113053213
Kelas : 3G
Izin menyampaikan hasil analisis saya terhadap video tentang cerita pengajar muda di pelosok Kalimantan.
Pada menit ke 1:30 dijelaskan bahwa pengajar tersebut mengajar siswa Dayak di Kalimantan Utara. Untuk memperingati Hari Kartini, sebagian siswa disana memakai pakaian adat. Pengajar bernama Martencis Veronica Siregar ini merupakan bagian dari pengajar muda indonesia mengajar yang ditempatkan di Desa Tanjung Matol, Nunukan, Kalimantan Utara. Beliau sudah hampir 6 bulan mengajar di desa ini dan menjadi guru les kelas 6. Beliau sebelumnya belum pernah tinggal di tempat pelosok seperti Desa Tanjung Matol, ini merupakan tantangan baginya dan kekhawatiran bagi orang tuanya. Di menit ke 3:48 dijelaskan bahwa disana masih minim kesadaran akan pentingnya pendidikan, banyak anak yang tidak tertarik lanjut sekolah setelah lulus SD. Bahkan banyak anak perempuan yang menikah di usia dini. Pada menit ke 4:14 dijelaskan bahwa terdapat anak perempuan yang sudah mau dilamar oleh lelaki yang usianya jauh lebih dewasa, ini merupakan suatu hal yang miris. Sebagai pendatang, kita khususnya pengajar tersebut tentunya tidak berani mengusik dan mencampuri urusan, kebiasaan, maupun tradisi di desa penugasan. Namun, tentunya kebiasaan yang tidak baik harus terus diarahkan agar masa depan anak kelak akan lebih terjamin. Dijelaskan pula bahwa di Desa Matol ini tidak ada TK ataupun PAUD. Sehingga Martencis perlu memikirkan strategi pembelajaran apa yang paling sesuai untuk kelas rendah disana.
Pada menit ke 8:38 dijelaskan bahwa kepala sekolah mulai memberikan reward kepada siswa yang berprestasi yaitu dengan mengajak siswa jalan-jalan ke kota. Tujuan pemberian reward ini untuk meningkatkan semangat belajar siswa dan meningkatkan prestasinya. Selain itu, siswa yang diajak jalan-jalan juga diminta untuk meceritakan perjalanannya ke kota agar siswa lain lebih mengenal dan tertarik pada dunia yang lebih luas. Di menit ke 11:58 dijelaskan bahwa warga Matol masih bertahan hidup dengan cara meramu dan berburu. Dengan ini Martencis belajar untuk lebih bersyukur atas kehidupan yang lebih baik, lebih mudah, dan lebih layak dari warga Matol. Menit ke 16:23 juga dijelaskan bahwa di Desa Matol ini juga terdapat gadis bernama Loli yang tertarik dan peduli dunia pendidikan, Loli lulusan kejuruan ini juga mengajar di sekolah pengabdian Martencis. Ini merupakan perjalanan dan pengabdian mengajar di pelosok negeri yang sangat mengharukan dan berkesan tentunya bagi pengajar. Menjadi pengajar di daerah terpelosok bukanlah hal yang mudah, namun dengan keyakinan bahwa kesempatan yang sama belum tentu datang dua kali dan orang lain belum tentu bisa merasakan pengalaman yang sama dengan kita. Melalui video saja saya bisa belajar banyak tentang kondisi daerah di pelosok, bagaimana kebiasaan atau tradisi disana, bagaimana kurangnya kesadaran akan pendidikan disana, makanan khas daerahnya, dan bagaimana mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan untuk kita.
NPM : 2113053213
Kelas : 3G
Izin menyampaikan hasil analisis saya terhadap video tentang cerita pengajar muda di pelosok Kalimantan.
Pada menit ke 1:30 dijelaskan bahwa pengajar tersebut mengajar siswa Dayak di Kalimantan Utara. Untuk memperingati Hari Kartini, sebagian siswa disana memakai pakaian adat. Pengajar bernama Martencis Veronica Siregar ini merupakan bagian dari pengajar muda indonesia mengajar yang ditempatkan di Desa Tanjung Matol, Nunukan, Kalimantan Utara. Beliau sudah hampir 6 bulan mengajar di desa ini dan menjadi guru les kelas 6. Beliau sebelumnya belum pernah tinggal di tempat pelosok seperti Desa Tanjung Matol, ini merupakan tantangan baginya dan kekhawatiran bagi orang tuanya. Di menit ke 3:48 dijelaskan bahwa disana masih minim kesadaran akan pentingnya pendidikan, banyak anak yang tidak tertarik lanjut sekolah setelah lulus SD. Bahkan banyak anak perempuan yang menikah di usia dini. Pada menit ke 4:14 dijelaskan bahwa terdapat anak perempuan yang sudah mau dilamar oleh lelaki yang usianya jauh lebih dewasa, ini merupakan suatu hal yang miris. Sebagai pendatang, kita khususnya pengajar tersebut tentunya tidak berani mengusik dan mencampuri urusan, kebiasaan, maupun tradisi di desa penugasan. Namun, tentunya kebiasaan yang tidak baik harus terus diarahkan agar masa depan anak kelak akan lebih terjamin. Dijelaskan pula bahwa di Desa Matol ini tidak ada TK ataupun PAUD. Sehingga Martencis perlu memikirkan strategi pembelajaran apa yang paling sesuai untuk kelas rendah disana.
Pada menit ke 8:38 dijelaskan bahwa kepala sekolah mulai memberikan reward kepada siswa yang berprestasi yaitu dengan mengajak siswa jalan-jalan ke kota. Tujuan pemberian reward ini untuk meningkatkan semangat belajar siswa dan meningkatkan prestasinya. Selain itu, siswa yang diajak jalan-jalan juga diminta untuk meceritakan perjalanannya ke kota agar siswa lain lebih mengenal dan tertarik pada dunia yang lebih luas. Di menit ke 11:58 dijelaskan bahwa warga Matol masih bertahan hidup dengan cara meramu dan berburu. Dengan ini Martencis belajar untuk lebih bersyukur atas kehidupan yang lebih baik, lebih mudah, dan lebih layak dari warga Matol. Menit ke 16:23 juga dijelaskan bahwa di Desa Matol ini juga terdapat gadis bernama Loli yang tertarik dan peduli dunia pendidikan, Loli lulusan kejuruan ini juga mengajar di sekolah pengabdian Martencis. Ini merupakan perjalanan dan pengabdian mengajar di pelosok negeri yang sangat mengharukan dan berkesan tentunya bagi pengajar. Menjadi pengajar di daerah terpelosok bukanlah hal yang mudah, namun dengan keyakinan bahwa kesempatan yang sama belum tentu datang dua kali dan orang lain belum tentu bisa merasakan pengalaman yang sama dengan kita. Melalui video saja saya bisa belajar banyak tentang kondisi daerah di pelosok, bagaimana kebiasaan atau tradisi disana, bagaimana kurangnya kesadaran akan pendidikan disana, makanan khas daerahnya, dan bagaimana mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan untuk kita.
Nama : Adinda Rahmadhina
NPM : 2113053096
Kelas : 3G
Analisis video yang saya dapat adalah sebagai berikut
Pendidik merupakan suatu cahaya untuk melakukan perjalanan yang digunakan untuk menuntun kita mencapai tujuan yang diinginkan. Anak-anak dayak, Kalimantan Utara mereka salah satu keberagaman yang ada di Indonesia. Martencis Veronika merupakan salah seorang guru yang ditempatkan di Kalimantan utara yang ditunjuk sebagai guru sekolah dasar dari kelas 1 sampai kelas 6 serta guru les. Di desa tanjung matonu tersebut kesadaran akan pendidikan sangat rendah sekali. Banyak anak-anak dibawah umur, baru lulus SD sudah ada yang melamar bahkan menikah dengan yang usianya jauh lebih dewasa. Martencis Veronika prihatin dengan keadaan yang ada di desa Tanjung Matol karena kebanyakan masyarakat disana masih mengikuti tradisi yang ada di desa setempat, selain itu perempuan disana masih banyak yang menikah muda. Dengan kondisi yang seperti itu Martencis Veronika ingin mengajak anak-anak setempat untuk mengejar pendidikan supaya mereka termotivasi, upaya tersebut dilakukan supaya peserta didik mempunyai pengalaman seru dan semakin luasnya pengetahuan di luar desa. Beruntungnya pengajar muda Martencis Veronica Siregar ini bertemu banyak orang-orang hebat dan baik seperti para guru yang bersemangat dan gadis muda yang Bernama loli yang memiliki satu tujuan dengan Martencis yakni memajukan serta pendidikan di desa Tanjung Matol ini.
Terima Kasih
NPM : 2113053096
Kelas : 3G
Analisis video yang saya dapat adalah sebagai berikut
Pendidik merupakan suatu cahaya untuk melakukan perjalanan yang digunakan untuk menuntun kita mencapai tujuan yang diinginkan. Anak-anak dayak, Kalimantan Utara mereka salah satu keberagaman yang ada di Indonesia. Martencis Veronika merupakan salah seorang guru yang ditempatkan di Kalimantan utara yang ditunjuk sebagai guru sekolah dasar dari kelas 1 sampai kelas 6 serta guru les. Di desa tanjung matonu tersebut kesadaran akan pendidikan sangat rendah sekali. Banyak anak-anak dibawah umur, baru lulus SD sudah ada yang melamar bahkan menikah dengan yang usianya jauh lebih dewasa. Martencis Veronika prihatin dengan keadaan yang ada di desa Tanjung Matol karena kebanyakan masyarakat disana masih mengikuti tradisi yang ada di desa setempat, selain itu perempuan disana masih banyak yang menikah muda. Dengan kondisi yang seperti itu Martencis Veronika ingin mengajak anak-anak setempat untuk mengejar pendidikan supaya mereka termotivasi, upaya tersebut dilakukan supaya peserta didik mempunyai pengalaman seru dan semakin luasnya pengetahuan di luar desa. Beruntungnya pengajar muda Martencis Veronica Siregar ini bertemu banyak orang-orang hebat dan baik seperti para guru yang bersemangat dan gadis muda yang Bernama loli yang memiliki satu tujuan dengan Martencis yakni memajukan serta pendidikan di desa Tanjung Matol ini.
Terima Kasih
Nama : Yusuf Barruly
NPM : 2113053103
Kelas : 3G
Izin mengumpulkan tugas analisis video.
Video ini menceritakan tentang Marten Veronica Siregar pengajar muda yang ada di Dayak Kalimantan Utara. Pada menit 02.38 dijelaskan bahwa ia belum pernah tinggal di pelosok daerah seperti Tanjung Mato sehingga orang tua nya cemas. Pada menit 03.47 dijelaskan bahwa anak-anak daerah Tanjung Mato masih sedikit yang berminat untuk melanjutkan pendidikannya setelah tamat SD karena banyaknya kurang kesadaran akan pendidikan, bahkan anak-anak perempuan banyak yang menikah sejak dini. Pada menit 05.15 ia bilang bahwa ia ingin sekali membuat anak anak untuk bersekolah dan belajar sehingga memiliki bekal masa depan. Pada menit 06.31 dijelaskan bahwa taman kanak-kanak dan paud belum ada disana sehingga pada kelas 1 merupakan awal dari jenjang pendidikan disana yang mana pengelolaan kelas dan metode metode pembelajaran harus kreatif agar mereka bisa tertarik dan bisa mengikuti pembelajaran dengan baik. Anak anak disana mudah bosan sehingga harus memikirkan berbagai hal agar bisa belajar dengan baik seperti belajar diluar kelas. Pada menit 07.42 pengajar ini mengatakan bahwa belajar itu bisa dari mana saja dan dimana saja.
Pada menit 08.45 untuk menambah semangat dan minat belajar kepala sekolah memberikan bonus kepada muridnya yang berprestasi, yaitu sebuah perjalanan keluar Tanjung Mato agar mereka bisa menambah wawasan baru dari melihat daerah luar desa. Setelah selesai anak yang diajak tersebut disuruh untuk bercerita kepada temannya di kelas tentang daerah luar tersebut agar mereka bisa ikut mengetahui dan termotivasi lagi. Pada menit 12.05 dijelaskan bahwa setelah selesai mengajar ia belajar tentang kebiasaan masyarakat sekitar seperti mencari makan dll. Pada menit 20.02 pengajar tersebut berkata "mungkin tidak bisa melakukan banyak hal seperti orang lain untuk negeri dan bangsa ini, tapi paling tidak saya bisa melakukan sedikit apa yang saya punya untuk kemajuan negeri ini terutama pendidikan".
Dari video ini memotivasi kita sebagai calon guru agar terus semangat dan serius lagi untuk melakukan hal yang terbaik untuk pendidikan negri ini, masih banyak anak-anak daerah yang membutuhkan pendidikan yang baik dan berkualitas lagi untuk bekal mereka di masa depan.
NPM : 2113053103
Kelas : 3G
Izin mengumpulkan tugas analisis video.
Video ini menceritakan tentang Marten Veronica Siregar pengajar muda yang ada di Dayak Kalimantan Utara. Pada menit 02.38 dijelaskan bahwa ia belum pernah tinggal di pelosok daerah seperti Tanjung Mato sehingga orang tua nya cemas. Pada menit 03.47 dijelaskan bahwa anak-anak daerah Tanjung Mato masih sedikit yang berminat untuk melanjutkan pendidikannya setelah tamat SD karena banyaknya kurang kesadaran akan pendidikan, bahkan anak-anak perempuan banyak yang menikah sejak dini. Pada menit 05.15 ia bilang bahwa ia ingin sekali membuat anak anak untuk bersekolah dan belajar sehingga memiliki bekal masa depan. Pada menit 06.31 dijelaskan bahwa taman kanak-kanak dan paud belum ada disana sehingga pada kelas 1 merupakan awal dari jenjang pendidikan disana yang mana pengelolaan kelas dan metode metode pembelajaran harus kreatif agar mereka bisa tertarik dan bisa mengikuti pembelajaran dengan baik. Anak anak disana mudah bosan sehingga harus memikirkan berbagai hal agar bisa belajar dengan baik seperti belajar diluar kelas. Pada menit 07.42 pengajar ini mengatakan bahwa belajar itu bisa dari mana saja dan dimana saja.
Pada menit 08.45 untuk menambah semangat dan minat belajar kepala sekolah memberikan bonus kepada muridnya yang berprestasi, yaitu sebuah perjalanan keluar Tanjung Mato agar mereka bisa menambah wawasan baru dari melihat daerah luar desa. Setelah selesai anak yang diajak tersebut disuruh untuk bercerita kepada temannya di kelas tentang daerah luar tersebut agar mereka bisa ikut mengetahui dan termotivasi lagi. Pada menit 12.05 dijelaskan bahwa setelah selesai mengajar ia belajar tentang kebiasaan masyarakat sekitar seperti mencari makan dll. Pada menit 20.02 pengajar tersebut berkata "mungkin tidak bisa melakukan banyak hal seperti orang lain untuk negeri dan bangsa ini, tapi paling tidak saya bisa melakukan sedikit apa yang saya punya untuk kemajuan negeri ini terutama pendidikan".
Dari video ini memotivasi kita sebagai calon guru agar terus semangat dan serius lagi untuk melakukan hal yang terbaik untuk pendidikan negri ini, masih banyak anak-anak daerah yang membutuhkan pendidikan yang baik dan berkualitas lagi untuk bekal mereka di masa depan.
Nama: Alifah Puji Astuti
NPM: 2113053173
Didalam video yang menceritakan kisah wanita muda yang menjadi seorang pengajar di daerah terpecil, ia mengatakan bahwa pendidikan merupakan cahaya yang sebenarnya jadi ketika kita tidak punya cahaya untuk melakukan perjalanan kita bisa tersesat tapi ketika kita punya cahaya kita tahu arah kita akan kemana itu akan menuntun kita sampai ke tujuan yang kita mau. 1 tahun ini hidup di daerah yang terluar ketemu dengan orang-orang yang baru tanjung mata ini berada di kecamatan tembak dari kabupaten masih menempuh jarak 7Km melewati sungai dan laut.
Orang tua di sini masih kurang sadar pentingnya pendidikan anak perempuan di desa penempatanku malah Banyak yang menikah di usia dini sekitar umur 12 tahun atau lulus SD sudah ada yang melamar, kurangnya perhatian orang tua pada pendidikan anak. Banyak anak yang meninggalkan sekolah hanya untuk membantu orangtua bekerja, para orang tua atau wali murid kurang sadar akan pentingnya pendidikan. cita-citaku di sini ingin mengajak anak anak untuk menyadari pentingnya pendidikan dan bersemangat kesekolah disisni tidak ada TK dan Paud kelas 1 SD adalah awal mereka memulai pendidikan. Menciptakan suasana bahwa belajar itu bisa dari mana saja dan di mana saja.
Salah satu program yang dilakukan kepala sekolah adalah mengajak anak didik yang paling berprestasi untuk keluar daerah melihat dunia luar. Ketika mengajak salah satu anak misalnya seperti Armed itu bisa berdampak juga ke anak-anak yang lain untuk punya semangat yang sama semangat belajar yang sama seperti Armed semangat sekolah yang sama.
Kata wanita itu saya banyak belajar untuk menjadi orang yang lebih lebih lagi mengucap syukur dalam segala hal jadi orang yang lebih rendah hati lagi selama saya di sini Saya belajar bagaimana keberagaman itu enam bulan lebih Aku tinggal di sini semua masih sesuai dengan harapanku bahkan Tuhan telah memberiku pengalaman baru yang amat berharga mama-mama di sini hebat bisa mengerjakan hampir semua pekerjaan rumah termasuk pekerjaan pria. Selama didesa ini ia bertmu dengan keluarga baru yang sangat baik dan membantu nya.
dari video ini dapat belajar akan keragaman dan arti bersyukur bahwa di Indonesia ini masih banyak sekali daerah yang kurang akan pendidikan.
NPM: 2113053173
Didalam video yang menceritakan kisah wanita muda yang menjadi seorang pengajar di daerah terpecil, ia mengatakan bahwa pendidikan merupakan cahaya yang sebenarnya jadi ketika kita tidak punya cahaya untuk melakukan perjalanan kita bisa tersesat tapi ketika kita punya cahaya kita tahu arah kita akan kemana itu akan menuntun kita sampai ke tujuan yang kita mau. 1 tahun ini hidup di daerah yang terluar ketemu dengan orang-orang yang baru tanjung mata ini berada di kecamatan tembak dari kabupaten masih menempuh jarak 7Km melewati sungai dan laut.
Orang tua di sini masih kurang sadar pentingnya pendidikan anak perempuan di desa penempatanku malah Banyak yang menikah di usia dini sekitar umur 12 tahun atau lulus SD sudah ada yang melamar, kurangnya perhatian orang tua pada pendidikan anak. Banyak anak yang meninggalkan sekolah hanya untuk membantu orangtua bekerja, para orang tua atau wali murid kurang sadar akan pentingnya pendidikan. cita-citaku di sini ingin mengajak anak anak untuk menyadari pentingnya pendidikan dan bersemangat kesekolah disisni tidak ada TK dan Paud kelas 1 SD adalah awal mereka memulai pendidikan. Menciptakan suasana bahwa belajar itu bisa dari mana saja dan di mana saja.
Salah satu program yang dilakukan kepala sekolah adalah mengajak anak didik yang paling berprestasi untuk keluar daerah melihat dunia luar. Ketika mengajak salah satu anak misalnya seperti Armed itu bisa berdampak juga ke anak-anak yang lain untuk punya semangat yang sama semangat belajar yang sama seperti Armed semangat sekolah yang sama.
Kata wanita itu saya banyak belajar untuk menjadi orang yang lebih lebih lagi mengucap syukur dalam segala hal jadi orang yang lebih rendah hati lagi selama saya di sini Saya belajar bagaimana keberagaman itu enam bulan lebih Aku tinggal di sini semua masih sesuai dengan harapanku bahkan Tuhan telah memberiku pengalaman baru yang amat berharga mama-mama di sini hebat bisa mengerjakan hampir semua pekerjaan rumah termasuk pekerjaan pria. Selama didesa ini ia bertmu dengan keluarga baru yang sangat baik dan membantu nya.
dari video ini dapat belajar akan keragaman dan arti bersyukur bahwa di Indonesia ini masih banyak sekali daerah yang kurang akan pendidikan.
Nama: Liyana Qayyimah
NPM : 2113053189
Kelas : 3G
Izin mengirimkan hasil analisis video
Sepenggal cerita pengajar muda di pelosok Kalimantan, menampilkan perjuangan Mertines Veronica Siregar sebagai pengajar muda yang mengabdi di Desa Tanjung Matol. Saat tiba disana rendahnya kualitas SDM karena kurangnya pendidikan yang diterima. Sehingga masih terdapat pernikahan anak dusia dini. Bahkan, anak berusia 12 tahun sudah dilamar oleh orang yang lebih dewasa. Fenomena ini mengakibatkan anak-anak perempuan disana tidak dapat berkembang lebih jauh dan menempuh pendidikan lebih tinggi. Adat budaya yang membuat seorang anak perempuan menikah seharusnya dapat dihilangkan, karena dapat menghambat seorang anak tumbuh menjadi generasi penurus bangsa yang baik. Sebagai pengajar di Desa Tanjung Matol Martines belum bisa mencampuri urusan tersebut. Walaupun begitu Martines berusaha sebaik mungkin untuk mengajak anak-anak lain berangkat ke sekolah agar mereka bisa mendapatkan bekal ilmu yang lebih baik.
Sekolah tempat Martines mengajar juga diberikan hiasan agar anak-anak di Desa Tanjung Matol betah berada di sekolah. Adapun kendala lain yang dialami oleh Martines adalah anak-anak yang mengalami kebosanan saat belajar di kelas. Untuk mengatasi hal tersebut Martines mengajak anak-anak belajar diluar ruangan, dan hal ini selalu efektif untuk mengusir kebosanan anak saat proses belajar. Hal lain yang dilakukan untuk dapat mengajak anak-anak lebih giat lagi belajar dan tahu pentingnya pendidikan adalah mengajak siswanya untuk berjalan-jalan keluar dari desanya. Disini terdapat salah satu anak yang diajak untuk jalan-jalan keluar dari desanya dan melihat perkembangan dunia luar. Setelah itu, Martines meminta anak yang sebelumnya diajak jalan-jalan untuk mencerikan pengalamannya kepada teman-temannya agar bisa termotivasi untuk belajar lebih giat lagi. Selama mengabdi di Desa Tanjung Matol Martines banyak belajar bersyukur untuk semua yang ia dapatkan, mulai dari makanan yang dimakan, adanya keluarga angkat yang selalu menemani, dan rekan-rekan kerja yang bersemangat untuk mengajar memajjuukan negeri. Dan halini juga menjadi pelajaran bagi saya agar kelak dapat menjadi tenaga pendidikan yang selalu sabar, semangat dan bersyukur seperti Martines.
NPM : 2113053189
Kelas : 3G
Izin mengirimkan hasil analisis video
Sepenggal cerita pengajar muda di pelosok Kalimantan, menampilkan perjuangan Mertines Veronica Siregar sebagai pengajar muda yang mengabdi di Desa Tanjung Matol. Saat tiba disana rendahnya kualitas SDM karena kurangnya pendidikan yang diterima. Sehingga masih terdapat pernikahan anak dusia dini. Bahkan, anak berusia 12 tahun sudah dilamar oleh orang yang lebih dewasa. Fenomena ini mengakibatkan anak-anak perempuan disana tidak dapat berkembang lebih jauh dan menempuh pendidikan lebih tinggi. Adat budaya yang membuat seorang anak perempuan menikah seharusnya dapat dihilangkan, karena dapat menghambat seorang anak tumbuh menjadi generasi penurus bangsa yang baik. Sebagai pengajar di Desa Tanjung Matol Martines belum bisa mencampuri urusan tersebut. Walaupun begitu Martines berusaha sebaik mungkin untuk mengajak anak-anak lain berangkat ke sekolah agar mereka bisa mendapatkan bekal ilmu yang lebih baik.
Sekolah tempat Martines mengajar juga diberikan hiasan agar anak-anak di Desa Tanjung Matol betah berada di sekolah. Adapun kendala lain yang dialami oleh Martines adalah anak-anak yang mengalami kebosanan saat belajar di kelas. Untuk mengatasi hal tersebut Martines mengajak anak-anak belajar diluar ruangan, dan hal ini selalu efektif untuk mengusir kebosanan anak saat proses belajar. Hal lain yang dilakukan untuk dapat mengajak anak-anak lebih giat lagi belajar dan tahu pentingnya pendidikan adalah mengajak siswanya untuk berjalan-jalan keluar dari desanya. Disini terdapat salah satu anak yang diajak untuk jalan-jalan keluar dari desanya dan melihat perkembangan dunia luar. Setelah itu, Martines meminta anak yang sebelumnya diajak jalan-jalan untuk mencerikan pengalamannya kepada teman-temannya agar bisa termotivasi untuk belajar lebih giat lagi. Selama mengabdi di Desa Tanjung Matol Martines banyak belajar bersyukur untuk semua yang ia dapatkan, mulai dari makanan yang dimakan, adanya keluarga angkat yang selalu menemani, dan rekan-rekan kerja yang bersemangat untuk mengajar memajjuukan negeri. Dan halini juga menjadi pelajaran bagi saya agar kelak dapat menjadi tenaga pendidikan yang selalu sabar, semangat dan bersyukur seperti Martines.
Nama : Ani Nuryani
NPM : 2113053126
Kelas : 3G
Berdasarkan video yang berjudul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia.Lentera Indonesia. Dijelaskan bahwa pendidikan seperti cahaya yang dimana apabila tanpa cahaya maka kita akan tersesat. Begitu pula dengan pendidikan tanpa adanya pendidikan kita tidak akan tau arah tujuan hidup kita.
Martencis Veronica Siregar pengajar dari Gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa Tanjung Matol Kalimantan Utara, lebih tepatnya di SDN No. 011 Sembakung. Sudah hampir 6 bulan ia Bersama siswa disana mengajar kelas 1 dan juga guru les bagi anak murid kelas 6.
Dia ditempatkan di Tanjung Matol, kecamatan Sembakung Nunukan, waktu tempuhnya 7 jam dari kota kabupaten. Masih sedikit anak-anak Tanjung Matol yang berminat untuk melanjutkan pendidikan setelah tamat SD. Banyak anak-anak yang sudah menikah bahkan setelah lulus sekolah dasar. Orang tua di Tanjung Matol masih kurang kesadar akan pentingnya pendidikan. Taman kanak-kanak atau Paud belum tersedia di Desa Tanjong Matol, jadi kelas 1 sekolah dasar adalah jenjang pertama dalam pendidikan di daerah sini. Di daerah Tanjung Matol masih belum terdapat taman kanak-kanak ataupun PAUD.
Martencis Veronica Siregar memberikan motivasi semangat belajar dengan mengajak jalan-jalan bagi siswa yang berprestasi.
NPM : 2113053126
Kelas : 3G
Berdasarkan video yang berjudul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia.Lentera Indonesia. Dijelaskan bahwa pendidikan seperti cahaya yang dimana apabila tanpa cahaya maka kita akan tersesat. Begitu pula dengan pendidikan tanpa adanya pendidikan kita tidak akan tau arah tujuan hidup kita.
Martencis Veronica Siregar pengajar dari Gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa Tanjung Matol Kalimantan Utara, lebih tepatnya di SDN No. 011 Sembakung. Sudah hampir 6 bulan ia Bersama siswa disana mengajar kelas 1 dan juga guru les bagi anak murid kelas 6.
Dia ditempatkan di Tanjung Matol, kecamatan Sembakung Nunukan, waktu tempuhnya 7 jam dari kota kabupaten. Masih sedikit anak-anak Tanjung Matol yang berminat untuk melanjutkan pendidikan setelah tamat SD. Banyak anak-anak yang sudah menikah bahkan setelah lulus sekolah dasar. Orang tua di Tanjung Matol masih kurang kesadar akan pentingnya pendidikan. Taman kanak-kanak atau Paud belum tersedia di Desa Tanjong Matol, jadi kelas 1 sekolah dasar adalah jenjang pertama dalam pendidikan di daerah sini. Di daerah Tanjung Matol masih belum terdapat taman kanak-kanak ataupun PAUD.
Martencis Veronica Siregar memberikan motivasi semangat belajar dengan mengajak jalan-jalan bagi siswa yang berprestasi.
Nama : Lia Nanda Agustina
NPM : 2113053077
Kelas : 3G
Izin melampirkan analisis saya mengenai video yang berjudul “Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia”
Setelah menonton video yang telah disediakan dengan judul “Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia” dapat dianalisis bahwa video ini memperlihatkan kisah-kisah pengalaman nyata para pengajar muda dari gerakan indonesia mengajar yang rela melepaskan peluang karir dan kemapanan kehidupan kota besar untuk menjadi guru dan mengajar di desa desa terpencil di seluruh pelosok negeri selama satu tahun. Dalam video pada menit 2:18 menunjukan tempat pengajar muda mengajar yaitu tepatnya di SDN 011 Sembakung Tanjung Matol Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan,Kalimantan Utara. Memang memotivasi anak-anak di pedalaman supaya mau pergi sekolah itu susah dan bahkan pada menit 3:47 dijelaskan bahwa anak-anak di desa tersebut masih memiliki minat yang sedikit untuk melanjutkan sekolah, para orang tua di desa tersebut masih kurang sadar akan pentingnya pendidikan.
Bahkan didesa tersebut banyak anak-anak perempuan yang telah menikah di usia dini sekitar usia 12 tahun dan bahkan setelah lulus SD sudah ada yang menikah. Pada menit 6:31 dijelaskan bahwa memang di desa tersebut belum ada TK dan PAUD,maka dari itu kelas 1 adalah awal dari jalan panjang menempuh pendidikan. Anak-anak disekolah tersebut mudah bosan dan tak jarang pula pengajar muda mengajak keluar kelas untuk belajar di tempat terbuka, mengajak anak berkeliling untuk membuka wawasannya dengan begitu dapat menghilangkan rasa jenuh dan bosan pada anak,hal ini dapat dilihat pada menit 7:27 bahwa pengajar muda melakukan metode mengajar diluar kelas agar anak tidak bosan. Pada menit 18:12 kepala SDN 011 Sembakung tersebut menyampaikan bahwa memang sudah banyak perubahan-perubahan yang terjadi mulai dari anak-anak yang sudah mengerti dunia luar tidak hanya dilingkungan sekitar nya saja karna pengajar muda ini mengajarkan kepada anak-anak tidak hanya mengenai lingkungan setempat namun juga tentang dunia luar.
NPM : 2113053077
Kelas : 3G
Izin melampirkan analisis saya mengenai video yang berjudul “Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia”
Setelah menonton video yang telah disediakan dengan judul “Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia” dapat dianalisis bahwa video ini memperlihatkan kisah-kisah pengalaman nyata para pengajar muda dari gerakan indonesia mengajar yang rela melepaskan peluang karir dan kemapanan kehidupan kota besar untuk menjadi guru dan mengajar di desa desa terpencil di seluruh pelosok negeri selama satu tahun. Dalam video pada menit 2:18 menunjukan tempat pengajar muda mengajar yaitu tepatnya di SDN 011 Sembakung Tanjung Matol Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan,Kalimantan Utara. Memang memotivasi anak-anak di pedalaman supaya mau pergi sekolah itu susah dan bahkan pada menit 3:47 dijelaskan bahwa anak-anak di desa tersebut masih memiliki minat yang sedikit untuk melanjutkan sekolah, para orang tua di desa tersebut masih kurang sadar akan pentingnya pendidikan.
Bahkan didesa tersebut banyak anak-anak perempuan yang telah menikah di usia dini sekitar usia 12 tahun dan bahkan setelah lulus SD sudah ada yang menikah. Pada menit 6:31 dijelaskan bahwa memang di desa tersebut belum ada TK dan PAUD,maka dari itu kelas 1 adalah awal dari jalan panjang menempuh pendidikan. Anak-anak disekolah tersebut mudah bosan dan tak jarang pula pengajar muda mengajak keluar kelas untuk belajar di tempat terbuka, mengajak anak berkeliling untuk membuka wawasannya dengan begitu dapat menghilangkan rasa jenuh dan bosan pada anak,hal ini dapat dilihat pada menit 7:27 bahwa pengajar muda melakukan metode mengajar diluar kelas agar anak tidak bosan. Pada menit 18:12 kepala SDN 011 Sembakung tersebut menyampaikan bahwa memang sudah banyak perubahan-perubahan yang terjadi mulai dari anak-anak yang sudah mengerti dunia luar tidak hanya dilingkungan sekitar nya saja karna pengajar muda ini mengajarkan kepada anak-anak tidak hanya mengenai lingkungan setempat namun juga tentang dunia luar.
Nama: Annisa Indah Saputri
NPM: 2113053105
Kelas: 3G/PGSD
Izin mengirimkan hasil analisis video yg berjudul "Sepenggal cerita pengajar muda di pelosok Kalimantan—Lentera Indonesia".
Di dalam video menampilkan sosok perjuangan dari pengajar muda bernama Mertines Veronica Siregar yang mengabdi di Desa Tanjung Matol. Dia mengatakan bahwa situasi pendidikan disini masih jauh dikatakan baik. Dimana pada menit 03. 49, dijelaskan bahwa minat anak-anak daerah Tanjung Mato masih sedikit untuk melanjutkan pendidikan setelah tamat SD. Sehingga hal tersebut menyebabkan banyak anak-anak perempuan daerah itu yang sudah menikah sejak dini. Faktor utama hal ini terjadi adalah kurang dukungannya orang tua terhadap pendidikan, atau bisa dikatakan orang tua disini yang masih kurang tau akan pentingnya pendidikan untuk anak-anak mereka. Melihat permasalahan itu, pengajar muda ini berkeinginan sekali membuat anak-anak daerah Tanjung Mato mempunyai keinginan yang tinggi untuk bersekolah maupun belajar sebagai bekal masa depan mereka kelak.
Pada menjt 06.35, pengajar muda menjelaskan bahwa TK atau PAUD belum ada disana. Sehingga jenjang pendidikan yang dilakukan pertama kali oleh anak-anak disana sudah pasti langsung masuk tingkatan kelas 1 Sekolah Dasar. Maka dari itu Martencis perlu memikirkan strategi pembelajaran apa yang paling sesuai untuk kelas rendah disana. Dengan ini Martencis belajar banyak agar lebih bersyukur atas kehidupan yang lebih baik, lebih mudah, dan lebih layak dari warga Matol. Dan tentunya perjalanan atas pengabdian mengajar di pelosok negeri yang dia lakukan sangatlah mengharukan dan berkesan bagi dirinya. Dimana menjadi pengajar di daerah terpelosok bukanlah hal yang mudah, namun dengan keyakinan bahwa kesempatan yang sama belum tentu datang dua kali dan orang lain belum tentu bisa merasakan pengalaman yang sama dengan kita.
NPM: 2113053105
Kelas: 3G/PGSD
Izin mengirimkan hasil analisis video yg berjudul "Sepenggal cerita pengajar muda di pelosok Kalimantan—Lentera Indonesia".
Di dalam video menampilkan sosok perjuangan dari pengajar muda bernama Mertines Veronica Siregar yang mengabdi di Desa Tanjung Matol. Dia mengatakan bahwa situasi pendidikan disini masih jauh dikatakan baik. Dimana pada menit 03. 49, dijelaskan bahwa minat anak-anak daerah Tanjung Mato masih sedikit untuk melanjutkan pendidikan setelah tamat SD. Sehingga hal tersebut menyebabkan banyak anak-anak perempuan daerah itu yang sudah menikah sejak dini. Faktor utama hal ini terjadi adalah kurang dukungannya orang tua terhadap pendidikan, atau bisa dikatakan orang tua disini yang masih kurang tau akan pentingnya pendidikan untuk anak-anak mereka. Melihat permasalahan itu, pengajar muda ini berkeinginan sekali membuat anak-anak daerah Tanjung Mato mempunyai keinginan yang tinggi untuk bersekolah maupun belajar sebagai bekal masa depan mereka kelak.
Pada menjt 06.35, pengajar muda menjelaskan bahwa TK atau PAUD belum ada disana. Sehingga jenjang pendidikan yang dilakukan pertama kali oleh anak-anak disana sudah pasti langsung masuk tingkatan kelas 1 Sekolah Dasar. Maka dari itu Martencis perlu memikirkan strategi pembelajaran apa yang paling sesuai untuk kelas rendah disana. Dengan ini Martencis belajar banyak agar lebih bersyukur atas kehidupan yang lebih baik, lebih mudah, dan lebih layak dari warga Matol. Dan tentunya perjalanan atas pengabdian mengajar di pelosok negeri yang dia lakukan sangatlah mengharukan dan berkesan bagi dirinya. Dimana menjadi pengajar di daerah terpelosok bukanlah hal yang mudah, namun dengan keyakinan bahwa kesempatan yang sama belum tentu datang dua kali dan orang lain belum tentu bisa merasakan pengalaman yang sama dengan kita.
Nama : Indika Salsabila
NPM : 2113053276
Kelas/Prodi : 3G/PGSD
Izin mengumpulkan hasil analisis video yang berjudul “ Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan – Lentera Indonesia ”
Pendidikan itu seperti cahaya, dimana ketika kita tidak punya cahaya dalam melakukan perjalanan kita bisa tersesat tetapi ketika kita punya cahaya kita tahu arah kita akan kemana dan itu akan menuntun kita ke tujuan yang kita mau ( 00:08-0:25). Martencis Veronica Siregar adalah seorang pengajar muda dari gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa Tanjung Matol, Kalimantan Utara. Anak – anak di Tanjung Matol masih kurang berminat untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus SD, hal tersebut dikarenakan orang tua mereka masih kurang sadar pentingnya pendidikan bagi anak mereka ( 3: 47 – 3:55). Bahkan banyak anak perempuan disana setelah lulus SD itu dilamar dan menikah. Itulah beberapa permasalahan yang terjadi disana.
Cita – cita Martencis Veronica Siregar saat mengajar di desa Matol yaitu Martencis ingin membuat anak – anak Tanjung Matol mau pergi kesekolah, belajar, dan bisa mempunyai bekal lebih baik untuk masa depan anak tersebut ( 5: 14 - 5:27). Dimana disana SD kelas 1 adalah langkah awal pendidikan disana, dikarenakan disana tidak ada PAUD. Salah satu cara Martencis menarik perhatian anak kesekolah adalah Martencis mendekor ruang kelas sekreatif mungkin agar anak tidak cepat bosan dan Martencis juga mengajak anak - anak untuk belajar diluar kelas jika dirasa anak – anak sudah mulai terlihat bosan. Salah satu bentuk apresiasi kepada siswa berprestasi disana dilakukan dengan mengajak anak berprestasi tersebut untuk jalan – jalan ke luar desa. Martencis mempunyai rekan kerja bernama Loly, Loly adalah gadis berusia 18 tahun. Loly sendiri adalah gadis lulusan SMK yang mempunyai ketertarikan dalam dunia pendidikan dan akhirnya ikut mengajar di SD yang sama dengan Martencis.
Terima kasih
NPM : 2113053276
Kelas/Prodi : 3G/PGSD
Izin mengumpulkan hasil analisis video yang berjudul “ Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan – Lentera Indonesia ”
Pendidikan itu seperti cahaya, dimana ketika kita tidak punya cahaya dalam melakukan perjalanan kita bisa tersesat tetapi ketika kita punya cahaya kita tahu arah kita akan kemana dan itu akan menuntun kita ke tujuan yang kita mau ( 00:08-0:25). Martencis Veronica Siregar adalah seorang pengajar muda dari gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa Tanjung Matol, Kalimantan Utara. Anak – anak di Tanjung Matol masih kurang berminat untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus SD, hal tersebut dikarenakan orang tua mereka masih kurang sadar pentingnya pendidikan bagi anak mereka ( 3: 47 – 3:55). Bahkan banyak anak perempuan disana setelah lulus SD itu dilamar dan menikah. Itulah beberapa permasalahan yang terjadi disana.
Cita – cita Martencis Veronica Siregar saat mengajar di desa Matol yaitu Martencis ingin membuat anak – anak Tanjung Matol mau pergi kesekolah, belajar, dan bisa mempunyai bekal lebih baik untuk masa depan anak tersebut ( 5: 14 - 5:27). Dimana disana SD kelas 1 adalah langkah awal pendidikan disana, dikarenakan disana tidak ada PAUD. Salah satu cara Martencis menarik perhatian anak kesekolah adalah Martencis mendekor ruang kelas sekreatif mungkin agar anak tidak cepat bosan dan Martencis juga mengajak anak - anak untuk belajar diluar kelas jika dirasa anak – anak sudah mulai terlihat bosan. Salah satu bentuk apresiasi kepada siswa berprestasi disana dilakukan dengan mengajak anak berprestasi tersebut untuk jalan – jalan ke luar desa. Martencis mempunyai rekan kerja bernama Loly, Loly adalah gadis berusia 18 tahun. Loly sendiri adalah gadis lulusan SMK yang mempunyai ketertarikan dalam dunia pendidikan dan akhirnya ikut mengajar di SD yang sama dengan Martencis.
Terima kasih
Nama : Maria Natalisa
NPM : 2113053116
Izin melampirkan hasil analisis terhadap video yang berjudul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan- Lentera Indonesia.
Video tersebut diangkat dari kisah nyata anak muda yang mengajar di desa-desa pelosok oleh program Lentera Indonesia. Dimana menceritakan seorang pengajar muda yang bernama Martencis Veronika Siregar. Ia di tugaskan dalam program Indonesia mengajar di SDN 011 Sembakung. Dengan bercita-cita sederhana yaitu membuat anak-anak di desa tersebut mau pergi ke sekolah dan terus belajar. Ia mengajar di kelas 1 SD dan les di kelas 6 SD. Sedikit anak-anak yang mau datang ke sekolah, maka ia berusaha menciptkan suasana belajar yang menyenangkan. Sesekali belajar diluar kelas dengan menanamkan belajar itu dapat dimana dan kapanpun berada.
Kehidupan di desa tersebut masih sangat terbatas tetapi masyarakat disana selalu bersyukur ketika mempunyai sesuatu mau sekecil apapun. Oleh karena itu, banyak anak-anak yang setelah lulus SD tidak melanjutkan pendidikannya karena selain melakukan pekerjaan rumah bahkan sudah ada yang dilamar ketika baru lulus SD. Miris pernikahan dini masih ada di desa tersebut. Namun juga ada sosok-sosok inspiratif yang dapat menjadi orang yang akan memajukan pendidikan di desa tersebut. Ada seorang gadis berusia 18 tahun walaupun lulusan SMK juga para guru serta kepala sekolah SDN 011 Sembakung. Pendidikan merupakan cahaya yang dapat menuntun ke arah tujuan yang kita mau.
Sekian, terimakasih.
NPM : 2113053116
Izin melampirkan hasil analisis terhadap video yang berjudul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan- Lentera Indonesia.
Video tersebut diangkat dari kisah nyata anak muda yang mengajar di desa-desa pelosok oleh program Lentera Indonesia. Dimana menceritakan seorang pengajar muda yang bernama Martencis Veronika Siregar. Ia di tugaskan dalam program Indonesia mengajar di SDN 011 Sembakung. Dengan bercita-cita sederhana yaitu membuat anak-anak di desa tersebut mau pergi ke sekolah dan terus belajar. Ia mengajar di kelas 1 SD dan les di kelas 6 SD. Sedikit anak-anak yang mau datang ke sekolah, maka ia berusaha menciptkan suasana belajar yang menyenangkan. Sesekali belajar diluar kelas dengan menanamkan belajar itu dapat dimana dan kapanpun berada.
Kehidupan di desa tersebut masih sangat terbatas tetapi masyarakat disana selalu bersyukur ketika mempunyai sesuatu mau sekecil apapun. Oleh karena itu, banyak anak-anak yang setelah lulus SD tidak melanjutkan pendidikannya karena selain melakukan pekerjaan rumah bahkan sudah ada yang dilamar ketika baru lulus SD. Miris pernikahan dini masih ada di desa tersebut. Namun juga ada sosok-sosok inspiratif yang dapat menjadi orang yang akan memajukan pendidikan di desa tersebut. Ada seorang gadis berusia 18 tahun walaupun lulusan SMK juga para guru serta kepala sekolah SDN 011 Sembakung. Pendidikan merupakan cahaya yang dapat menuntun ke arah tujuan yang kita mau.
Sekian, terimakasih.
In reply to First post
Re: Forum Analisis Video 1
Nama : Diva Dzakyrani Shaliha
Npm : 2113053251
Dapat dilihat dari video tersebut yang berjudul "Segenggam Asa Dari Belantara" bahwa di suatu sekolah didaerah dayak sumatera utara yang sedang memperingati hari kartini. Ada pengajar muda bernama veronica. Anak anak di sana banyak yang tidak melanjutkan pendidikan setelah tamat SD, Orang tua disana masih kurang sadar pentingnya pendidikan. Tidak sedikit juga anak perempuan didaerah tersebut yang sudah menikah sekitar umur 12 tahun bahkan setelah lulus dari sekolah dasar. Disana tidak ada taman kanak-kanak ataupun PAUD. Jadi, kelas 1 lah awal dari mereka menempuh pendidikan. Anak anak disana mudah bosan dalam belajar, sebagai tenaga pendidik harus menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kreatif agar anak anak memiliki minat belajar. Misalnya, mengajak anak anak belajar diluar ruang kelas. Metode belajar seperti ini selalu ampuh untuk mengusir rasa jenuh pada anak murid. Kepala sekolah disana juga mulai memberikan reward atau penghargaan bagi siswa yang berprestasi, bukan barang ataupun uang melainkan perjalanan cuma cuma keluar desa tersebut, Disana banyak orang orang hebat yang hatinya tetap tegar dan tanpa pamrih untuk mengajarkan anak anak terutama dibidang pendidikan. Melalui merekalah, kelak masa depan anak anak tanjung matol bisa diukir. Masih ada lika liku pengabdian terlebih menjadi pelajaran untuk kita agar kita bisa mengabdi pada negri ini dan menjadikan putra putri bangsa memiliki masa depan yang cerah, Disana juga ia belajar menjadi orang yang selalu bersyukur dan tetap rendah hati
Npm : 2113053251
Dapat dilihat dari video tersebut yang berjudul "Segenggam Asa Dari Belantara" bahwa di suatu sekolah didaerah dayak sumatera utara yang sedang memperingati hari kartini. Ada pengajar muda bernama veronica. Anak anak di sana banyak yang tidak melanjutkan pendidikan setelah tamat SD, Orang tua disana masih kurang sadar pentingnya pendidikan. Tidak sedikit juga anak perempuan didaerah tersebut yang sudah menikah sekitar umur 12 tahun bahkan setelah lulus dari sekolah dasar. Disana tidak ada taman kanak-kanak ataupun PAUD. Jadi, kelas 1 lah awal dari mereka menempuh pendidikan. Anak anak disana mudah bosan dalam belajar, sebagai tenaga pendidik harus menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kreatif agar anak anak memiliki minat belajar. Misalnya, mengajak anak anak belajar diluar ruang kelas. Metode belajar seperti ini selalu ampuh untuk mengusir rasa jenuh pada anak murid. Kepala sekolah disana juga mulai memberikan reward atau penghargaan bagi siswa yang berprestasi, bukan barang ataupun uang melainkan perjalanan cuma cuma keluar desa tersebut, Disana banyak orang orang hebat yang hatinya tetap tegar dan tanpa pamrih untuk mengajarkan anak anak terutama dibidang pendidikan. Melalui merekalah, kelak masa depan anak anak tanjung matol bisa diukir. Masih ada lika liku pengabdian terlebih menjadi pelajaran untuk kita agar kita bisa mengabdi pada negri ini dan menjadikan putra putri bangsa memiliki masa depan yang cerah, Disana juga ia belajar menjadi orang yang selalu bersyukur dan tetap rendah hati
Nama : A. Zahra Intan Sucia
NPM : 2153053020
Kelas / Prodi : 3G / PGSD
Izin memaparkan analisis saya tentang isi pembahasan yang dijelaskan dari video yang berjudul “Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia” yang diupload oleh channel NET. Documentary.
Pada menit ke 0:07 menjelaskan bahwa pendidikan itu diibaratkan sebagai cahaya, jadi ketika kita tidak mempunyai cahaya untuk melakukan perjalanan kitab isa tersesat, namun ketika kita memiliki cahaya maka kita tau arah kita mau kemana dan itu akan menuntun kita sampai ke tujuan yang kita inginkan. Pada menit ke 0:25 diberitahukan bahwa video ini akan membahas mengenai segemgam asa dari belantara tentang perjuangan, dedikasi, semangat Lentera Indonesia. Pada menit ke 1:29 terdapat siswa-siswi dari suku Dayak, Kalimantan Utara yang sedang berangkat sekolah. Sebagian siswa memakai pakaian khas adat, karena sedang memperingati Hari Kartini. Pada menit ke 1:55 diperkenalkan seorang pengajar muda yang Bernama Martencis Veronica Siregar pengajar dari Gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa Tanjung Matol Kalimantan Utara, lebih tepatnya di SDN No. 011 Sembakung. Sudah hampir 6 bulan ia bersama murid disana mengajar kelas 1 dan juga guru les murid kelas 6. Pada menit 3:16 dijelaskan bahwa Tanjung Matol ini letaknya di kecamatan Sembakung Nunukan, waktu tempuhnya saja bisa sampai 7 jam dari kota kabupaten. Bisa dijangkau lewat laut dan sungai kemudian dilanjut lewat jalur darat. Menit 3.49 dijelaskan bahwa anak-anak di Desa Tanjung Matol tersebut kesadaran akan pendidikan sangat rendah sekali. Banyak anak-anak dibawah umur 12 tahun, bahkan baru lulus SD sudah ada yang melamar dan menikah dengan yang usianya jauh lebih dewasa. Menit 4:46 dijelaskan bahwa sebagai pendatang, ia masih takut untuk mencampuri urusan, kebiasaan, maupun tradisi di desa tersebut tentunya kebiasaan yang tidak baik harus terus diarahkan. Tidak hanya pernikahan dini, kurangnya perhatian orang tua terhadap pentingnya pendidikan juga masih sangat rendah. Dijelaskan pula bahwa di Desa Matol tidak terdapat TK maupun PAUD. Pada menit 6:56 ia berusaha membuat kelas menjadi menarik dengan menggunakan metode yang kreatif dan beragam.
NPM : 2153053020
Kelas / Prodi : 3G / PGSD
Izin memaparkan analisis saya tentang isi pembahasan yang dijelaskan dari video yang berjudul “Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia” yang diupload oleh channel NET. Documentary.
Pada menit ke 0:07 menjelaskan bahwa pendidikan itu diibaratkan sebagai cahaya, jadi ketika kita tidak mempunyai cahaya untuk melakukan perjalanan kitab isa tersesat, namun ketika kita memiliki cahaya maka kita tau arah kita mau kemana dan itu akan menuntun kita sampai ke tujuan yang kita inginkan. Pada menit ke 0:25 diberitahukan bahwa video ini akan membahas mengenai segemgam asa dari belantara tentang perjuangan, dedikasi, semangat Lentera Indonesia. Pada menit ke 1:29 terdapat siswa-siswi dari suku Dayak, Kalimantan Utara yang sedang berangkat sekolah. Sebagian siswa memakai pakaian khas adat, karena sedang memperingati Hari Kartini. Pada menit ke 1:55 diperkenalkan seorang pengajar muda yang Bernama Martencis Veronica Siregar pengajar dari Gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa Tanjung Matol Kalimantan Utara, lebih tepatnya di SDN No. 011 Sembakung. Sudah hampir 6 bulan ia bersama murid disana mengajar kelas 1 dan juga guru les murid kelas 6. Pada menit 3:16 dijelaskan bahwa Tanjung Matol ini letaknya di kecamatan Sembakung Nunukan, waktu tempuhnya saja bisa sampai 7 jam dari kota kabupaten. Bisa dijangkau lewat laut dan sungai kemudian dilanjut lewat jalur darat. Menit 3.49 dijelaskan bahwa anak-anak di Desa Tanjung Matol tersebut kesadaran akan pendidikan sangat rendah sekali. Banyak anak-anak dibawah umur 12 tahun, bahkan baru lulus SD sudah ada yang melamar dan menikah dengan yang usianya jauh lebih dewasa. Menit 4:46 dijelaskan bahwa sebagai pendatang, ia masih takut untuk mencampuri urusan, kebiasaan, maupun tradisi di desa tersebut tentunya kebiasaan yang tidak baik harus terus diarahkan. Tidak hanya pernikahan dini, kurangnya perhatian orang tua terhadap pentingnya pendidikan juga masih sangat rendah. Dijelaskan pula bahwa di Desa Matol tidak terdapat TK maupun PAUD. Pada menit 6:56 ia berusaha membuat kelas menjadi menarik dengan menggunakan metode yang kreatif dan beragam.
Pada menit 7:30-10:05 terdapat metode pembelajaran di luar kelas, dengan menggunakan metode pembelajaran di luar kelas maka siswa tidak mudah bosan dan memberikan apresiasi bagi siswa yang pintar. Pada menit ke 11:57 dijelaskan bahwa warga matol terbiasa hidup berburu dan meramu. Dengan ini Martencis belajar untuk lebih bersyukur atas kehidupan yang lebih baik, lebih mudah, dan lebih layak dari warga Matol. Menit ke 16:20 juga dijelaskan bahwa terdapat gadis bernama Loli yang tertarik dan peduli terhadap dunia pendidikan, Loli berusia 18 tahun lulusan menengah kejuruan atau SMK ini juga mengajar di sekolah pengabdian Martencis. Pada menit ke 17:53 menjelaskan bahwa kepala sekolah SDN No. 011 Sembakung adalah orang paling sabar dalam menghadapi anak muridnya berasal dari malimau tidak menjadi penghalang. Menit 18:08 Beliau juga menjelaskan bahwa sudah banyak perubahan yang terjadi pada siswa yang tidak hanya dilingkungan sekitar saja, namun tentang dunia luar. Menit 19:19 optimis Martencis dalam saling membantu untuk perubahan, karena banyak cita-cita siswa yang harus dicapai. Perjalanan dan pengabdian mengajar di pelosok negeri seperti Desa Tanjung Matol yang sangat mengharukan dan berkesan tentunya bagi pengajar khususnya Martencis. Sehingga dalam video ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa selalu bersyukur atas apa yang sudah kita miliki banyak dari kita yang masih kekurangan dalam segi apapun seperti kehidupan yang kurang layak, dan kurangnya kesadaran dalam pendidikan. Untuk itu sebagai generasi muda kita hendak lebih semangat dalam membangun mutu pendidikan khususnya di desa-desa terpencil.
Sekian analisis video dari saya, Terimakasih.
Nama : Alif Kurniadi Hilaby
NPM : 2153053038
Analisis video yang berjudul
Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia
Menit 0:07 menjelaskan bahwa pendidikan diibaratkan cahaya. Jadi jika kita tidak memiliki cahaya untuk melakukan perjalanan Kitab Isa hilang, tetapi jika kita memiliki cahaya kita tahu kemana kita akan pergi dan itu akan membawa kita kemana kita ingin pergi. Pada menit 1:29 siswa suku Dayak Kalimantan Utara berangkat ke sekolah. Beberapa siswa mengenakan pakaian adat karena memperingati Hari Kartini. Perkenalkan seorang guru muda bernama Martencis Veronica Siregar, seorang guru pergerakan Indonesia yang berbasis di desa Tanjung Matol, Kalimantan Utara, tepatnya di SDN No. 011 Sembakung. Sudah hampir 6 bulan ia dan murid-muridnya mengajar kelas 1 disana dan juga mengajar murid kelas 6. Dijelaskan Tanjung Matol berada di Kecamatan Sembakung Nunukan, bisa sampai 7 jam ke Kota Kabupaten. Dapat ditempuh melalui jalur laut dan sungai kemudian dilanjutkan dengan jalur darat. Menit 7.30 Ada metode pembelajaran di luar kelas. Dengan menggunakan metode pembelajaran di luar kelas, siswa tidak akan mudah bosan dan menghargai siswa yang cerdas. Bahwa penduduk Matol sudah terbiasa berburu dan meramu. Alhasil, Martencis belajar untuk lebih mensyukuri kehidupan yang lebih baik, sederhana, dan layak dibandingkan warga Matol. Bepergian dan mengajar di pelosok negeri seperti desa Tanjung Matol, tentu sangat mengharukan dan tak terlupakan bagi para guru, khususnya Martencis. Nah di video ini bisa kita simpulkan bahwa walaupun kita selalu mensyukuri apa yang sudah kita miliki, ternyata banyak dari kita yang masih kekurangan sesuatu seperti : B. kehidupan yang tidak memadai dan kurangnya kesadaran dalam pendidikan. Untuk itu sebagai generasi muda kita ingin lebih menunjukkan semangat dalam membangun mutu pendidikan khususnya di desa-desa terpencil.
NPM : 2153053038
Analisis video yang berjudul
Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia
Menit 0:07 menjelaskan bahwa pendidikan diibaratkan cahaya. Jadi jika kita tidak memiliki cahaya untuk melakukan perjalanan Kitab Isa hilang, tetapi jika kita memiliki cahaya kita tahu kemana kita akan pergi dan itu akan membawa kita kemana kita ingin pergi. Pada menit 1:29 siswa suku Dayak Kalimantan Utara berangkat ke sekolah. Beberapa siswa mengenakan pakaian adat karena memperingati Hari Kartini. Perkenalkan seorang guru muda bernama Martencis Veronica Siregar, seorang guru pergerakan Indonesia yang berbasis di desa Tanjung Matol, Kalimantan Utara, tepatnya di SDN No. 011 Sembakung. Sudah hampir 6 bulan ia dan murid-muridnya mengajar kelas 1 disana dan juga mengajar murid kelas 6. Dijelaskan Tanjung Matol berada di Kecamatan Sembakung Nunukan, bisa sampai 7 jam ke Kota Kabupaten. Dapat ditempuh melalui jalur laut dan sungai kemudian dilanjutkan dengan jalur darat. Menit 7.30 Ada metode pembelajaran di luar kelas. Dengan menggunakan metode pembelajaran di luar kelas, siswa tidak akan mudah bosan dan menghargai siswa yang cerdas. Bahwa penduduk Matol sudah terbiasa berburu dan meramu. Alhasil, Martencis belajar untuk lebih mensyukuri kehidupan yang lebih baik, sederhana, dan layak dibandingkan warga Matol. Bepergian dan mengajar di pelosok negeri seperti desa Tanjung Matol, tentu sangat mengharukan dan tak terlupakan bagi para guru, khususnya Martencis. Nah di video ini bisa kita simpulkan bahwa walaupun kita selalu mensyukuri apa yang sudah kita miliki, ternyata banyak dari kita yang masih kekurangan sesuatu seperti : B. kehidupan yang tidak memadai dan kurangnya kesadaran dalam pendidikan. Untuk itu sebagai generasi muda kita ingin lebih menunjukkan semangat dalam membangun mutu pendidikan khususnya di desa-desa terpencil.
Nama:Silfia MarcaAtika apriliana
Npm:2113053095
Kelas:3G
Izin mengumpulkan hasil analisis video (Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia)
Kisah seorang pengajar muda bernama Martencis Veronica Siregar yang mangajar di daerah pelosok kalimantan utara.Di tempatnya mengajar banyak anak anak yang kurang berminat melanjutkan pendidikan dan juga banyak orang tua yang masih belum sadar pentingnya pendidikan yang bahkan banyak anak anak yang menikah sejak usia dini. Martencis varonica menghias kelasnya agar anak anak dikelas betah saat proses pembelajaran, menurutnya pengelolaan kelas sangat dibutuhkan agar anak anak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik terlebih lagi kelas yang ia ajar merupakan kelas rendah,yang mana dibutuhkan metode metode kreatif agar peserta didik tertarik mengikuti proses pembelajaran. Kemudian di menit ke 8.41 menjelaskan mengenai rewards atau hadiah untuk anak yang berprestasi, dengan mengajak anak yang berprestasi jalan jalan,hal ini dilakukan agar menumbuhkan motivasi belajar pada anak,dan agar mereka juga mendapatkan wawasan baru mengenai dunia luar.
Npm:2113053095
Kelas:3G
Izin mengumpulkan hasil analisis video (Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia)
Kisah seorang pengajar muda bernama Martencis Veronica Siregar yang mangajar di daerah pelosok kalimantan utara.Di tempatnya mengajar banyak anak anak yang kurang berminat melanjutkan pendidikan dan juga banyak orang tua yang masih belum sadar pentingnya pendidikan yang bahkan banyak anak anak yang menikah sejak usia dini. Martencis varonica menghias kelasnya agar anak anak dikelas betah saat proses pembelajaran, menurutnya pengelolaan kelas sangat dibutuhkan agar anak anak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik terlebih lagi kelas yang ia ajar merupakan kelas rendah,yang mana dibutuhkan metode metode kreatif agar peserta didik tertarik mengikuti proses pembelajaran. Kemudian di menit ke 8.41 menjelaskan mengenai rewards atau hadiah untuk anak yang berprestasi, dengan mengajak anak yang berprestasi jalan jalan,hal ini dilakukan agar menumbuhkan motivasi belajar pada anak,dan agar mereka juga mendapatkan wawasan baru mengenai dunia luar.
Nama: Mesy Arsita
NPM: 2113053300
Kelas 3G
Dari video yang saya analisis dengan Judul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia.
Lentera Indonesia
Pada menit awal 00.10 di tampil kan 1 orang dewasa dan 2 anak kecil yan sedang berjalan di hutan dan di isi dengan suara yang berbicara tentang cahaya, kemudian pada menit ke 00.30 berganti dan memperlihatkan sungai dengan terdapat tulisan segenggam asa dari berantara kemudian setelahnya di tayangkan keseharian di wilayah pelosok Kalimantan.
Kemudian di tampilkan anak-anak dayak Kalimantan utara. Kemudian di perkenalkan seorang yang mengisi suara yaitu Martensi siregar pengajar muda dari Indonesia mengajar yang d tempatkan di Kalimantan utara. Hapir 6 bulan ia mengajar di sekolah tersebut, ia tidak pernah tinggal di daerah plosok sehingga orang tuanya masih sering hawatir. Kenyataan di sana pendidikan masih sangat kurng perhatian termasuk dari orang tua para peserta didik dan nyatanya budaya nikah muda pun masih berjalan di sana. Ia mengajar di SDN 11 Sembakung ia berusaha membuat kelas menjadi semenarik mungkin dengan metode” yang beragam.
Pada menit ke 10.00 di berikan tayangan keseharian dari anak-anak di sekolah. Kemudian ia memberi tahu memberikan apresiasi dan hadiah kepada yang berprestasi dengan mengajak jalan-jalan ke kota untuk membuka pengetahuan tentang dunia luar dan meningkatkan rasa motivasi untuk belajar. Hidup di sana benar-benar sulit, apapun itu sekecil apapun itu yang di dapat harus di yukuri. Untuk makanan semuanya di cari dan di dapat sendiri atau tidak membeli. Pada menit ke 16.50 di perkenalkan sorang guru muda bernama bu loli yang ia termotivasi olehnya.
NPM: 2113053300
Kelas 3G
Dari video yang saya analisis dengan Judul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia.
Lentera Indonesia
Pada menit awal 00.10 di tampil kan 1 orang dewasa dan 2 anak kecil yan sedang berjalan di hutan dan di isi dengan suara yang berbicara tentang cahaya, kemudian pada menit ke 00.30 berganti dan memperlihatkan sungai dengan terdapat tulisan segenggam asa dari berantara kemudian setelahnya di tayangkan keseharian di wilayah pelosok Kalimantan.
Kemudian di tampilkan anak-anak dayak Kalimantan utara. Kemudian di perkenalkan seorang yang mengisi suara yaitu Martensi siregar pengajar muda dari Indonesia mengajar yang d tempatkan di Kalimantan utara. Hapir 6 bulan ia mengajar di sekolah tersebut, ia tidak pernah tinggal di daerah plosok sehingga orang tuanya masih sering hawatir. Kenyataan di sana pendidikan masih sangat kurng perhatian termasuk dari orang tua para peserta didik dan nyatanya budaya nikah muda pun masih berjalan di sana. Ia mengajar di SDN 11 Sembakung ia berusaha membuat kelas menjadi semenarik mungkin dengan metode” yang beragam.
Pada menit ke 10.00 di berikan tayangan keseharian dari anak-anak di sekolah. Kemudian ia memberi tahu memberikan apresiasi dan hadiah kepada yang berprestasi dengan mengajak jalan-jalan ke kota untuk membuka pengetahuan tentang dunia luar dan meningkatkan rasa motivasi untuk belajar. Hidup di sana benar-benar sulit, apapun itu sekecil apapun itu yang di dapat harus di yukuri. Untuk makanan semuanya di cari dan di dapat sendiri atau tidak membeli. Pada menit ke 16.50 di perkenalkan sorang guru muda bernama bu loli yang ia termotivasi olehnya.
Nama : Erina Prihatmi
NPM : 2113053176
Kelas : 3G/PGSD
Izin menyampaikan hasil analisis video yang berjudul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia.
Setelah saya menonton video tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa pendidikan itu seperti cahaya, jika kita tidak memiliki cahaya maka kita akan tersesat, tetapi jika kita memiliki cahaya maka kita akan lebih mudah sampai ketempat yang kita tuju. Sama halnya dengan pendidikan di kehidupan kita, pendidikan yang akan menuntun kita mencapai tujuan hidup.
Martencis Veronika merupakan salah seorang guru yang ditempatkan di Kalimantan utara yang ditunjuk sebagai guru sekolah dasar dan guru les. Di desa tanjung matol kesadaran akan Pendidikan masih sangat rendah. Banyak anak-anak baru lulus SD sudah menikah. Martencis Veronika prihatin dengan keadaan yang ada di desa Tanjung Matol karena kebanyakan masyarakat disana masih mengikuti tradisi yang ada di desa setempat. Dengan kondisi yang seperti itu Martencis Veronika ingin mengajak anak-anak setempat untuk mengejar pendidikan supaya mereka termotivasi. Martencis Veronica Siregar memberikan motivasi semangat belajar dengan mengajak jalan-jalan bagi siswa yang berprestasi.
NPM : 2113053176
Kelas : 3G/PGSD
Izin menyampaikan hasil analisis video yang berjudul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia.
Setelah saya menonton video tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa pendidikan itu seperti cahaya, jika kita tidak memiliki cahaya maka kita akan tersesat, tetapi jika kita memiliki cahaya maka kita akan lebih mudah sampai ketempat yang kita tuju. Sama halnya dengan pendidikan di kehidupan kita, pendidikan yang akan menuntun kita mencapai tujuan hidup.
Martencis Veronika merupakan salah seorang guru yang ditempatkan di Kalimantan utara yang ditunjuk sebagai guru sekolah dasar dan guru les. Di desa tanjung matol kesadaran akan Pendidikan masih sangat rendah. Banyak anak-anak baru lulus SD sudah menikah. Martencis Veronika prihatin dengan keadaan yang ada di desa Tanjung Matol karena kebanyakan masyarakat disana masih mengikuti tradisi yang ada di desa setempat. Dengan kondisi yang seperti itu Martencis Veronika ingin mengajak anak-anak setempat untuk mengejar pendidikan supaya mereka termotivasi. Martencis Veronica Siregar memberikan motivasi semangat belajar dengan mengajak jalan-jalan bagi siswa yang berprestasi.
Nama : Ernawati
NPM : 2113053203
Kelas : 3G
Dari menonton dan menganalisis video tentang Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimatan oleh Lentera Indonesia maka diperoleh hasil bahwa pendidikan diibaratkan seperti sebuah cahaya dimana ketika kita tidak memiliki cahaya dalam suatu perjalanan maka akan tersesat dijalan sedangkan dengan adanya cahaya maka dapat mengetahui arah dan tujuan yang akan dicapai dengan jelas (Menit 07.00). Pada video menunjukkan seorang pengajar muda dari Indonesia Mengajar bernama Martencis Veronica Siregar yang ditempatkan didesa Tanjung matol, Kalimantan Utara (Menit 1.56). Anak-anak Tanjung Matol masih sedikit yang melanjutkan pendidian setelah tamat SD karena faktor kesadaran dari orang tua yang kurang akan pentingnya pendidikan, bahkan banyak yang menikah muda (Menit 3.47).
Kurangnya perhatian oleh orangtua terhadap pendidikan anak masih menjadi persoalan besar didesa tersebut (Menit 4.56). Martencis mengelola kelas terutama kelas rendah dengan metode-metode yang kreatif agar para siswa dapat tertarik untuk mengikuti pembelajaran dengan baik dan menghilangkan jenuh para siswa (Menit 6.52). Dilihat dari kurangnya motivasi belajar pada siswa maka martecius dan kepala sekolah memberikan sebuah reward pada siswa berprestasi agar semakin semangat belajar (Menit 8.52).
NPM : 2113053203
Kelas : 3G
Dari menonton dan menganalisis video tentang Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimatan oleh Lentera Indonesia maka diperoleh hasil bahwa pendidikan diibaratkan seperti sebuah cahaya dimana ketika kita tidak memiliki cahaya dalam suatu perjalanan maka akan tersesat dijalan sedangkan dengan adanya cahaya maka dapat mengetahui arah dan tujuan yang akan dicapai dengan jelas (Menit 07.00). Pada video menunjukkan seorang pengajar muda dari Indonesia Mengajar bernama Martencis Veronica Siregar yang ditempatkan didesa Tanjung matol, Kalimantan Utara (Menit 1.56). Anak-anak Tanjung Matol masih sedikit yang melanjutkan pendidian setelah tamat SD karena faktor kesadaran dari orang tua yang kurang akan pentingnya pendidikan, bahkan banyak yang menikah muda (Menit 3.47).
Kurangnya perhatian oleh orangtua terhadap pendidikan anak masih menjadi persoalan besar didesa tersebut (Menit 4.56). Martencis mengelola kelas terutama kelas rendah dengan metode-metode yang kreatif agar para siswa dapat tertarik untuk mengikuti pembelajaran dengan baik dan menghilangkan jenuh para siswa (Menit 6.52). Dilihat dari kurangnya motivasi belajar pada siswa maka martecius dan kepala sekolah memberikan sebuah reward pada siswa berprestasi agar semakin semangat belajar (Menit 8.52).
Nama : Devara Triamonica
NPM : 2113053030
Kelas : 3 (Tiga) G
Analisis video 1 yang telah saya tonton dari link yang di berikan oleh bapak, video ini menceritakan tentang kisah cerita pengajar muda yang berada di pelosok kalimantan.
Pengajar muda tersebut mengajar siswa Dayak di Kalimantan Utara. Pengajar tersebut bernama Martencis Veronica Siregar merupakan seorang pengajar muda di Gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa tanjung Matonu Kalimantan Utara. Ia mengajar Anak-anak dari Suku dayak, di Kalimantan Utara mereka meruapakan salah satu keberagaman yang ada di Indonesia. Martencis mengajar kelas 1 sampai kelas 6 serta guru menjadi guru les. Seperti yang kita tahu bahwa di desa pelosok kesadaran akan pendidikan sangat rendah sekali. Banyak sekali anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah mereka menikah dibawah umur dan banyak sekali yang lulus SD sudah menikah dengan orang yang lebih tua dari mereka. Martencis Veronika prihatin dengan keadaan yang ada di desa Tanjung Matol karena kebanyakan masyarakat disana masih mengikuti tradisi yang ada di desa setempat, selain itu perempuan disana masih banyak yang menikah muda. Guru mudah tersebut sangat miris melihat hal tersebut, hingga ia terbuka pikirannya untuk mengajak anak-anak setembat untuk termitivasi dan semangat dalam mengejar ilmu. Martencis juga berusaha memberikan pengajaran yang seru sehingga anak-anak di desa tersebut semngat dalam menuntut ilmu. Selain itu pengajar muda Martencis Veronica Siregar ini bertemu banyak orang-orang hebat dan baik seperti para guru yang bersemangat dan gadis muda yang Bernama loli yang memiliki satu tujuan dengan Martencis yakni memajukan serta pendidikan di desa Tanjung Matol ini. Loli merupakan gadis yang memiliki semangat untuk memajukan desa Tanjung Mantol. Mereka memiliki harapan semoga desa tersebut bisa memiliki pendidikan yang maju.
Sekian, Terima kasih
NPM : 2113053030
Kelas : 3 (Tiga) G
Analisis video 1 yang telah saya tonton dari link yang di berikan oleh bapak, video ini menceritakan tentang kisah cerita pengajar muda yang berada di pelosok kalimantan.
Pengajar muda tersebut mengajar siswa Dayak di Kalimantan Utara. Pengajar tersebut bernama Martencis Veronica Siregar merupakan seorang pengajar muda di Gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa tanjung Matonu Kalimantan Utara. Ia mengajar Anak-anak dari Suku dayak, di Kalimantan Utara mereka meruapakan salah satu keberagaman yang ada di Indonesia. Martencis mengajar kelas 1 sampai kelas 6 serta guru menjadi guru les. Seperti yang kita tahu bahwa di desa pelosok kesadaran akan pendidikan sangat rendah sekali. Banyak sekali anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah mereka menikah dibawah umur dan banyak sekali yang lulus SD sudah menikah dengan orang yang lebih tua dari mereka. Martencis Veronika prihatin dengan keadaan yang ada di desa Tanjung Matol karena kebanyakan masyarakat disana masih mengikuti tradisi yang ada di desa setempat, selain itu perempuan disana masih banyak yang menikah muda. Guru mudah tersebut sangat miris melihat hal tersebut, hingga ia terbuka pikirannya untuk mengajak anak-anak setembat untuk termitivasi dan semangat dalam mengejar ilmu. Martencis juga berusaha memberikan pengajaran yang seru sehingga anak-anak di desa tersebut semngat dalam menuntut ilmu. Selain itu pengajar muda Martencis Veronica Siregar ini bertemu banyak orang-orang hebat dan baik seperti para guru yang bersemangat dan gadis muda yang Bernama loli yang memiliki satu tujuan dengan Martencis yakni memajukan serta pendidikan di desa Tanjung Matol ini. Loli merupakan gadis yang memiliki semangat untuk memajukan desa Tanjung Mantol. Mereka memiliki harapan semoga desa tersebut bisa memiliki pendidikan yang maju.
Sekian, Terima kasih
NAMA : Frenika Supiyati
NPM : 2113053075
KELAS : 3 G
PRODI : PGSD
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin mengemukakan hasil analisis video tentang cerita pengajar muda di pelosok Kalimantan.
dalam video tersebuat terdapat sosok seorang pengajar muda beliau mengajar siswa Dayak di Kalimantan Utara. Untuk memperingati Hari Kartini, sebagian siswa disana memakai pakaian adat. Pengajar bernama Martencis Veronica Siregar ini merupakan bagian dari pengajar muda indonesia mengajar yang ditempatkan di Desa Tanjung Matol, Nunukan, Kalimantan Utara. Beliau sudah hampir 6 bulan mengajar di desa ini dan menjadi guru les kelas 6. Beliau sebelumnya belum pernah tinggal di tempat pelosok seperti Desa Tanjung Matol, ini merupakan tantangan baginya dan kekhawatiran bagi orang tuanya. Di sana juga masih banyak orang yang belum sadar akan pentingnya pendidikan, banyak anak yang tidak tertarik lanjut sekolah setelah lulus SD. Bahkan banyak anak perempuan yang menikah di usia dini.Banyak anak perempuan yang sudah mau dilamar oleh lelaki yang usianya jauh lebih dewasa, ini merupakan suatu hal yang miris. Sebagai pendatang, kita khususnya pengajar tersebut tentunya tidak berani mengusik dan mencampuri urusan, kebiasaan, maupun tradisi di desa penugasan. Namun, tentunya kebiasaan yang tidak baik harus terus diarahkan agar masa depan anak kelak akan lebih terjamin. Dari penjelasan video tersebut bahwa di Desa Matol ini tidak ada TK ataupun PAUD. Sehingga Martencis perlu memikirkan strategi pembelajaran apa yang paling sesuai untuk kelas rendah disana. kepala sekolah mulai memberikan reward kepada siswa yang berprestasi yaitu dengan mengajak siswa jalan-jalan ke kota. Tujuan pemberian reward ini untuk meningkatkan semangat belajar siswa dan meningkatkan prestasinya. Selain itu, siswa yang diajak jalan-jalan juga diminta untuk meceritakan perjalanannya ke kota agar siswa lain lebih mengenal dan tertarik pada dunia yang lebih luas. Berbagai cara warga Matol masih bertahan hidup dengan cara meramu dan berburu. Dengan ini Martencis belajar untuk lebih bersyukur atas kehidupan yang lebih baik, lebih mudah, dan lebih layak dari warga Matol. Di Desa Matol ini juga terdapat gadis bernama Loli yang tertarik dan peduli dunia pendidikan, Loli lulusan kejuruan ini juga mengajar di sekolah pengabdian Martencis. Ini merupakan perjalanan dan pengabdian mengajar di pelosok negeri yang sangat mengharukan dan berkesan tentunya bagi pengajar. Menjadi pengajar di daerah terpelosok bukanlah hal yang mudah, namun dengan keyakinan bahwa kesempatan yang sama belum tentu datang dua kali dan orang lain belum tentu bisa merasakan pengalaman yang sama dengan kita. Melalui video tersebut kita bisa belajar banyak tentang kondisi daerah di pelosok, bagaimana kebiasaan atau tradisi disana, bagaimana kurangnya kesadaran akan pendidikan disana, makanan khas daerahnya, dan bagaimana mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan untuk kita.
terimakasih
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
NPM : 2113053075
KELAS : 3 G
PRODI : PGSD
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin mengemukakan hasil analisis video tentang cerita pengajar muda di pelosok Kalimantan.
dalam video tersebuat terdapat sosok seorang pengajar muda beliau mengajar siswa Dayak di Kalimantan Utara. Untuk memperingati Hari Kartini, sebagian siswa disana memakai pakaian adat. Pengajar bernama Martencis Veronica Siregar ini merupakan bagian dari pengajar muda indonesia mengajar yang ditempatkan di Desa Tanjung Matol, Nunukan, Kalimantan Utara. Beliau sudah hampir 6 bulan mengajar di desa ini dan menjadi guru les kelas 6. Beliau sebelumnya belum pernah tinggal di tempat pelosok seperti Desa Tanjung Matol, ini merupakan tantangan baginya dan kekhawatiran bagi orang tuanya. Di sana juga masih banyak orang yang belum sadar akan pentingnya pendidikan, banyak anak yang tidak tertarik lanjut sekolah setelah lulus SD. Bahkan banyak anak perempuan yang menikah di usia dini.Banyak anak perempuan yang sudah mau dilamar oleh lelaki yang usianya jauh lebih dewasa, ini merupakan suatu hal yang miris. Sebagai pendatang, kita khususnya pengajar tersebut tentunya tidak berani mengusik dan mencampuri urusan, kebiasaan, maupun tradisi di desa penugasan. Namun, tentunya kebiasaan yang tidak baik harus terus diarahkan agar masa depan anak kelak akan lebih terjamin. Dari penjelasan video tersebut bahwa di Desa Matol ini tidak ada TK ataupun PAUD. Sehingga Martencis perlu memikirkan strategi pembelajaran apa yang paling sesuai untuk kelas rendah disana. kepala sekolah mulai memberikan reward kepada siswa yang berprestasi yaitu dengan mengajak siswa jalan-jalan ke kota. Tujuan pemberian reward ini untuk meningkatkan semangat belajar siswa dan meningkatkan prestasinya. Selain itu, siswa yang diajak jalan-jalan juga diminta untuk meceritakan perjalanannya ke kota agar siswa lain lebih mengenal dan tertarik pada dunia yang lebih luas. Berbagai cara warga Matol masih bertahan hidup dengan cara meramu dan berburu. Dengan ini Martencis belajar untuk lebih bersyukur atas kehidupan yang lebih baik, lebih mudah, dan lebih layak dari warga Matol. Di Desa Matol ini juga terdapat gadis bernama Loli yang tertarik dan peduli dunia pendidikan, Loli lulusan kejuruan ini juga mengajar di sekolah pengabdian Martencis. Ini merupakan perjalanan dan pengabdian mengajar di pelosok negeri yang sangat mengharukan dan berkesan tentunya bagi pengajar. Menjadi pengajar di daerah terpelosok bukanlah hal yang mudah, namun dengan keyakinan bahwa kesempatan yang sama belum tentu datang dua kali dan orang lain belum tentu bisa merasakan pengalaman yang sama dengan kita. Melalui video tersebut kita bisa belajar banyak tentang kondisi daerah di pelosok, bagaimana kebiasaan atau tradisi disana, bagaimana kurangnya kesadaran akan pendidikan disana, makanan khas daerahnya, dan bagaimana mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan untuk kita.
terimakasih
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Dwi Nur Azizah
Npm : 2113053178
Kelas : 3G
Izin melampirkan hasil analisis saya terkait video dengan judul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia. Martencis Veronica Siregar yaitu seorang pengajar muda di Gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa tanjung Matonu Kalimantan Utara. Beliau mengajar kurang lebih sudah 6 bulan. Beliau mengajar kelas 1 dan menjadi guru les kelas 6. Tanjung Matonu ini letaknya di kecamatan Sembakung Nunukan, waktu tempuhnya saja bisa sampai 7 jam dari kota kabupaten. Bisa dijangkau lewat laut dan sungai kemudian dilanjut lewat jalur darat.
Di desa tanjung matonu tersebut kesadaran akan pendidikan sangat rendah sekali. Banyak anak-anak dibawah umur, baru lulus SD sudah ada yang melamar bahkan menikah dengan yang usianya jauh lebih dewasa. Didesa matonu ini adatnya sangat kuat sekali, disini masih banyak yang berburu dan meramu. Martencis Veronica Siregar mengatakan, “ saya banyak sekali belajar disini, disini juga mengajarkan saya untuk lebih banyak bersyukur atas segala yang dimiliki”. Tantangan besar dalam mengajar di desa tanjung matoni ini karena kurangnya minat dalam belajar dan sedikitnya kesadaran orang tua terhadap Pendidikan anaknya. Beruntungnya pengajar muda Martencis Veronica Siregar ini bertemu banyak orang-orang hebat dan baik seperti para guru yang bersemangat dan gadis muda yang Bernama loli yang memiliki satu misi dengan Martencis yakni memajukan pendidikan di desa Tanjung Matonu ini.
Npm : 2113053178
Kelas : 3G
Izin melampirkan hasil analisis saya terkait video dengan judul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia. Martencis Veronica Siregar yaitu seorang pengajar muda di Gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa tanjung Matonu Kalimantan Utara. Beliau mengajar kurang lebih sudah 6 bulan. Beliau mengajar kelas 1 dan menjadi guru les kelas 6. Tanjung Matonu ini letaknya di kecamatan Sembakung Nunukan, waktu tempuhnya saja bisa sampai 7 jam dari kota kabupaten. Bisa dijangkau lewat laut dan sungai kemudian dilanjut lewat jalur darat.
Di desa tanjung matonu tersebut kesadaran akan pendidikan sangat rendah sekali. Banyak anak-anak dibawah umur, baru lulus SD sudah ada yang melamar bahkan menikah dengan yang usianya jauh lebih dewasa. Didesa matonu ini adatnya sangat kuat sekali, disini masih banyak yang berburu dan meramu. Martencis Veronica Siregar mengatakan, “ saya banyak sekali belajar disini, disini juga mengajarkan saya untuk lebih banyak bersyukur atas segala yang dimiliki”. Tantangan besar dalam mengajar di desa tanjung matoni ini karena kurangnya minat dalam belajar dan sedikitnya kesadaran orang tua terhadap Pendidikan anaknya. Beruntungnya pengajar muda Martencis Veronica Siregar ini bertemu banyak orang-orang hebat dan baik seperti para guru yang bersemangat dan gadis muda yang Bernama loli yang memiliki satu misi dengan Martencis yakni memajukan pendidikan di desa Tanjung Matonu ini.
Nama: Lisa Ariyanti
NPM:2113053083
Berdasarkan tayangan video tersebut dijelaskan atau diuraikan terkait permasalahan dan juga kondisi pendidikan disalah satu daerah di Kalimantan Utara. Pengajar muda yang ditempatkan di daearhs pelosok Kalimantan. Banyak anak-anak yang menempuh pendidikan disana, dan yang unik mereka menggunakan pakaian adat pada hari tertentu. Kemudian, permasalahan yang terjadi pun tidak hanya sampai disana. Namun, kebanyakan anak yang sudah lulus sekolah dasar tidak melanjutkan pendidikannya kembali. Orang tua yang masih belum membuka pikiran akan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak mereka. Video tersebut juga memberikan kita pelajaran untuk selalu bersyukur akan segala hal yang kita miliki. Jarak tempuh dari satu daerah ke daerah lain tidaklah terbilang dekat, akan tetapi semangat dan tekad mereka begitu kuat . Video tersebut juga mengajarkan kita untuk bisa membuka pikiran dan juga wawasan untuk melihat bagaimana kondisi pendidikan yang ada di Indonesia ini. Bukan hanya fokus pada pendidikan di kota saja, tetapi daerah pelosok juga perlu adanya penyuluhan dan juga pendidikan yang memadai demi terbentuknya dan juga terciptanya sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing secara global nantinya.
NPM:2113053083
Berdasarkan tayangan video tersebut dijelaskan atau diuraikan terkait permasalahan dan juga kondisi pendidikan disalah satu daerah di Kalimantan Utara. Pengajar muda yang ditempatkan di daearhs pelosok Kalimantan. Banyak anak-anak yang menempuh pendidikan disana, dan yang unik mereka menggunakan pakaian adat pada hari tertentu. Kemudian, permasalahan yang terjadi pun tidak hanya sampai disana. Namun, kebanyakan anak yang sudah lulus sekolah dasar tidak melanjutkan pendidikannya kembali. Orang tua yang masih belum membuka pikiran akan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak mereka. Video tersebut juga memberikan kita pelajaran untuk selalu bersyukur akan segala hal yang kita miliki. Jarak tempuh dari satu daerah ke daerah lain tidaklah terbilang dekat, akan tetapi semangat dan tekad mereka begitu kuat . Video tersebut juga mengajarkan kita untuk bisa membuka pikiran dan juga wawasan untuk melihat bagaimana kondisi pendidikan yang ada di Indonesia ini. Bukan hanya fokus pada pendidikan di kota saja, tetapi daerah pelosok juga perlu adanya penyuluhan dan juga pendidikan yang memadai demi terbentuknya dan juga terciptanya sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing secara global nantinya.
Nama : Mutiara Astuti
NPM : 2113053280
Izin memberikan hasil Analisis Video
Dalam video yang saya analisis menjelaskan bahwa pendidikan itu seperti cahaya. Jadi ketika kita tidak mempunyai cahaya, kita akan tersesat. Namun, ketika kita mempunyai cahaya tersebut maka kita tau arah yang akan kita tuju. Di video ini menceritakan kisah pengajar muda yang mengajar di daerah pelosok Indonesia, lebih tepatnya di Tanjung matol, Kalimantan. Martencis Veronica Siregar adalah seorang pengajar muda di Gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa tanjung Matonu Kalimantan Utara. Beliau mengajar kurang lebih sudah 6 bulan. Beliau mengajar kelas 1 dan menjadi guru les kelas 6. Tanjung Matonu ini letaknya di kecamatan Sembakung Nunukan, waktu tempuhnya saja bisa sampai 7 jam dari kota kabupaten. Bisa dijangkau lewat laut dan sungai kemudian dilanjut lewat jalur darat. Minat anak-anak daerah Tanjung Mato masih sedikit untuk melanjutkan pendidikan setelah tamat SD. Sehingga hal tersebut menyebabkan banyak anak-anak perempuan daerah itu yang sudah menikah sejak dini. Faktor utama hal ini terjadi adalah kurang dukungannya orang tua terhadap pendidikan, atau bisa dikatakan orang tua disini yang masih kurang tau akan pentingnya pendidikan untuk anak-anak mereka. Melihat permasalahan itu, pengajar muda ini berkeinginan sekali membuat anak-anak daerah Tanjung Mato mempunyai keinginan yang tinggi untuk bersekolah maupun belajar sebagai bekal masa depan mereka kelak.
Terima Kasih
NPM : 2113053280
Izin memberikan hasil Analisis Video
Dalam video yang saya analisis menjelaskan bahwa pendidikan itu seperti cahaya. Jadi ketika kita tidak mempunyai cahaya, kita akan tersesat. Namun, ketika kita mempunyai cahaya tersebut maka kita tau arah yang akan kita tuju. Di video ini menceritakan kisah pengajar muda yang mengajar di daerah pelosok Indonesia, lebih tepatnya di Tanjung matol, Kalimantan. Martencis Veronica Siregar adalah seorang pengajar muda di Gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa tanjung Matonu Kalimantan Utara. Beliau mengajar kurang lebih sudah 6 bulan. Beliau mengajar kelas 1 dan menjadi guru les kelas 6. Tanjung Matonu ini letaknya di kecamatan Sembakung Nunukan, waktu tempuhnya saja bisa sampai 7 jam dari kota kabupaten. Bisa dijangkau lewat laut dan sungai kemudian dilanjut lewat jalur darat. Minat anak-anak daerah Tanjung Mato masih sedikit untuk melanjutkan pendidikan setelah tamat SD. Sehingga hal tersebut menyebabkan banyak anak-anak perempuan daerah itu yang sudah menikah sejak dini. Faktor utama hal ini terjadi adalah kurang dukungannya orang tua terhadap pendidikan, atau bisa dikatakan orang tua disini yang masih kurang tau akan pentingnya pendidikan untuk anak-anak mereka. Melihat permasalahan itu, pengajar muda ini berkeinginan sekali membuat anak-anak daerah Tanjung Mato mempunyai keinginan yang tinggi untuk bersekolah maupun belajar sebagai bekal masa depan mereka kelak.
Terima Kasih
Nama: Putri Adelia Rizaldy
NPM: 2113053021
Hasil analisis video yang berjudul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan-Lentera Indonesia. Didalam video terdapat seorang pengajar yang bernama Martencis Veronica Siregar ini merupakan bagian dari pengajar muda indonesia mengajar di Desa Tanjung Matol, Nunukan, Kalimantan Utara. Beliau mengajar kelas 1 dan menjadi guru les kelas 6. Di desa tanjung matonu tersebut kesadaran akan pendidikan sangat rendah sekali. Di sana juga masih banyak orang yang belum sadar akan pentingnya pendidikan, banyak anak yang tidak tertarik lanjut sekolah setelah lulus SD. Bahkan banyak anak perempuan yang menikah di usia dini. Banyak anak-anak dibawah umur, baru lulus SD sudah ada yang melamar bahkan menikah dengan yang usianya jauh lebih dewasa. Martencis pun merasa sangat miris melihat hal tersebut, hingga ia terbuka pikirannya untuk mengajak anak-anak setembat untuk termitivasi dan semangat dalam mengejar ilmu. Martencis mengelola kelas terutama kelas rendah dengan metode-metode yang kreatif agar para siswa dapat tertarik untuk mengikuti pembelajaran dengan baik dan menghilangkan jenuh para siswa. Martencis Veronica Siregar memberikan motivasi semangat belajar dengan mengajak jalan-jalan bagi siswa yang berprestasi.
NPM: 2113053021
Hasil analisis video yang berjudul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan-Lentera Indonesia. Didalam video terdapat seorang pengajar yang bernama Martencis Veronica Siregar ini merupakan bagian dari pengajar muda indonesia mengajar di Desa Tanjung Matol, Nunukan, Kalimantan Utara. Beliau mengajar kelas 1 dan menjadi guru les kelas 6. Di desa tanjung matonu tersebut kesadaran akan pendidikan sangat rendah sekali. Di sana juga masih banyak orang yang belum sadar akan pentingnya pendidikan, banyak anak yang tidak tertarik lanjut sekolah setelah lulus SD. Bahkan banyak anak perempuan yang menikah di usia dini. Banyak anak-anak dibawah umur, baru lulus SD sudah ada yang melamar bahkan menikah dengan yang usianya jauh lebih dewasa. Martencis pun merasa sangat miris melihat hal tersebut, hingga ia terbuka pikirannya untuk mengajak anak-anak setembat untuk termitivasi dan semangat dalam mengejar ilmu. Martencis mengelola kelas terutama kelas rendah dengan metode-metode yang kreatif agar para siswa dapat tertarik untuk mengikuti pembelajaran dengan baik dan menghilangkan jenuh para siswa. Martencis Veronica Siregar memberikan motivasi semangat belajar dengan mengajak jalan-jalan bagi siswa yang berprestasi.
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Nama: Vinka Vrisilia
Npm: 2153053025
Kelas : 3G
Izin mengirimkan hasil analisis Video yang berjudul "Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan-Lentera Indonesia". Didalam video tersebut di tayangkan seorang pengajar yang masi sangat muda bernama Martencis Veronica Siregar mengikuti Gerakan Indonesia Mengajar yang ditempatkan di Desa Tanjung Matol, Nunukan, Kalimantan Utara.
Kurang lebih sudah 6 bulan beliau mengajar di desa tersebut.
Pada menit ke (1:33) memperkenalkan anak anak sekolah suku dayak,mereka adalah 1 dari sekian banyak keberagaman dalam negara kesatuan kita Indonesia.
Pada menit ke (1:58) didalam video memeperkenalkan identitas pengajar yaitu Martencis Veronica Siregar yang mengikuti Gerakan Indonesia Mengajar yang ditempatkan di Desa Tanjung Matol, Nunukan, Kalimantan Utara.
Pentingnyaa pendidikan
Mengajar 1 dan juga mengajar les untuk kelas 6, sebelumnya beliau belum pernah mengajar di pelosok seperti ini. Anak anak disini masi banyak yang tidak melanjutkan sekolah, anak perempuan disini banyak yang sudah menikah usia dini sekitar umur 12 tahun atau lulus sd sudah ada yang melamar.Hingga bulan ke 6 disini beliau masi takut untuk mencampuri adat istiadat disini.(5:32) Beliau mengajar di sdn 11 sembakung sejak akhir desember 2016 lalu. Tk atau paud belum masuk ke dalam daerah ini jadi Kelas 1 adalah awal dari jalan panjang menempuh pendidikan disini. Perlu metode2 yang lebih kreatif untuk menarik perhatian mereka, menciptakan kelas yang kondusif tidak jarang harus memutar otak, tidak jarang pengajar mengajak kelas diluar ruangan agar mereka tidak bosan. Bilau mengajarkan bahwa belajar itu bisa dari mana saja tidak hanya dari kelas.
Untuk keperluan sehari-hari wanita disana mampu penuhi kebutuhan nya sendiri, terkadang mengambil pakis yang ada di alam, memancing ikan semua mereka lakukan sendiri.
Di SDN 11 Sembako murid murid nyaa hanya sedikit, jadi kami dengan kepala sekolah sepakat untuk mengapresiasi siswa yang berprestasi kami akan ajaka keliling ke kota untuk melihat rumah besar.
Itu salah satu bentuk apresiasi dari sekolah sehingga membuat anak anak SDN 11 Sembako semangat dan giat lagi untuk belajar.Suatu saat mereka akan paham pentingnya pendidikan karena
Merekalah penerus tongkat estafet pendidikan.
Sekian Terimakasih
Nama: Vinka Vrisilia
Npm: 2153053025
Kelas : 3G
Izin mengirimkan hasil analisis Video yang berjudul "Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan-Lentera Indonesia". Didalam video tersebut di tayangkan seorang pengajar yang masi sangat muda bernama Martencis Veronica Siregar mengikuti Gerakan Indonesia Mengajar yang ditempatkan di Desa Tanjung Matol, Nunukan, Kalimantan Utara.
Kurang lebih sudah 6 bulan beliau mengajar di desa tersebut.
Pada menit ke (1:33) memperkenalkan anak anak sekolah suku dayak,mereka adalah 1 dari sekian banyak keberagaman dalam negara kesatuan kita Indonesia.
Pada menit ke (1:58) didalam video memeperkenalkan identitas pengajar yaitu Martencis Veronica Siregar yang mengikuti Gerakan Indonesia Mengajar yang ditempatkan di Desa Tanjung Matol, Nunukan, Kalimantan Utara.
Pentingnyaa pendidikan
Mengajar 1 dan juga mengajar les untuk kelas 6, sebelumnya beliau belum pernah mengajar di pelosok seperti ini. Anak anak disini masi banyak yang tidak melanjutkan sekolah, anak perempuan disini banyak yang sudah menikah usia dini sekitar umur 12 tahun atau lulus sd sudah ada yang melamar.Hingga bulan ke 6 disini beliau masi takut untuk mencampuri adat istiadat disini.(5:32) Beliau mengajar di sdn 11 sembakung sejak akhir desember 2016 lalu. Tk atau paud belum masuk ke dalam daerah ini jadi Kelas 1 adalah awal dari jalan panjang menempuh pendidikan disini. Perlu metode2 yang lebih kreatif untuk menarik perhatian mereka, menciptakan kelas yang kondusif tidak jarang harus memutar otak, tidak jarang pengajar mengajak kelas diluar ruangan agar mereka tidak bosan. Bilau mengajarkan bahwa belajar itu bisa dari mana saja tidak hanya dari kelas.
Untuk keperluan sehari-hari wanita disana mampu penuhi kebutuhan nya sendiri, terkadang mengambil pakis yang ada di alam, memancing ikan semua mereka lakukan sendiri.
Di SDN 11 Sembako murid murid nyaa hanya sedikit, jadi kami dengan kepala sekolah sepakat untuk mengapresiasi siswa yang berprestasi kami akan ajaka keliling ke kota untuk melihat rumah besar.
Itu salah satu bentuk apresiasi dari sekolah sehingga membuat anak anak SDN 11 Sembako semangat dan giat lagi untuk belajar.Suatu saat mereka akan paham pentingnya pendidikan karena
Merekalah penerus tongkat estafet pendidikan.
Sekian Terimakasih
Nama: Indah Nur Sapitri
NPM: 2113053299
Kelas : 3G
Analisis vidio dengan Judul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia.
Untuk menambah semangat dan minat belajar kepala sekolah memberikan bonus kepada muridnya yang berprestasi, yaitu sebuah perjalanan keluar Tanjung Mato agar mereka bisa menambah wawasan baru dari melihat daerah luar desa. Setelah selesai anak yang diajak tersebut disuruh untuk bercerita kepada temannya di kelas tentang daerah luar tersebut agar mereka bisa ikut mengetahui dan termotivasi lagi.
Hal lain yang dilakukan untuk dapat mengajak anak-anak lebih giat lagi belajar dan tahu pentingnya pendidikan adalah mengajak siswanya untuk berjalan-jalan keluar dari desanya. Disini terdapat salah satu anak yang diajak untuk jalan-jalan keluar dari desanya dan melihat perkembangan dunia luar. Setelah itu, Martines meminta anak yang sebelumnya diajak jalan-jalan untuk mencerikan pengalamannya kepada teman-temannya agar bisa termotivasi untuk belajar lebih giat lagi.
Tantangan besar dalam mengajar di desa tanjung matoni ini karena kurangnya minat dalam belajar dan sedikitnya kesadaran orang tua terhadap Pendidikan anaknya. Beruntungnya pengajar muda Martencis Veronica Siregar ini bertemu banyak orang-orang hebat dan baik seperti para guru yang bersemangat dan gadis muda yang Bernama loli yang memiliki satu misi dengan Martencis yakni memajukan pendidikan di desa Tanjung Matonu ini.
Martencis mengelola kelas terutama kelas rendah dengan metode-metode yang kreatif agar para siswa dapat tertarik untuk mengikuti pembelajaran dengan baik dan menghilangkan jenuh para siswa. Martencis Veronica Siregar memberikan motivasi semangat belajar dengan mengajak jalan-jalan bagi siswa yang berprestasi.
Bilau mengajarkan bahwa belajar itu bisa dari mana saja tidak hanya dari kelas. Untuk keperluan sehari-hari wanita disana mampu penuhi kebutuhan nya sendiri, terkadang mengambil pakis yang ada di alam, memancing ikan semua mereka lakukan sendiri.
NPM: 2113053299
Kelas : 3G
Analisis vidio dengan Judul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia.
Untuk menambah semangat dan minat belajar kepala sekolah memberikan bonus kepada muridnya yang berprestasi, yaitu sebuah perjalanan keluar Tanjung Mato agar mereka bisa menambah wawasan baru dari melihat daerah luar desa. Setelah selesai anak yang diajak tersebut disuruh untuk bercerita kepada temannya di kelas tentang daerah luar tersebut agar mereka bisa ikut mengetahui dan termotivasi lagi.
Hal lain yang dilakukan untuk dapat mengajak anak-anak lebih giat lagi belajar dan tahu pentingnya pendidikan adalah mengajak siswanya untuk berjalan-jalan keluar dari desanya. Disini terdapat salah satu anak yang diajak untuk jalan-jalan keluar dari desanya dan melihat perkembangan dunia luar. Setelah itu, Martines meminta anak yang sebelumnya diajak jalan-jalan untuk mencerikan pengalamannya kepada teman-temannya agar bisa termotivasi untuk belajar lebih giat lagi.
Tantangan besar dalam mengajar di desa tanjung matoni ini karena kurangnya minat dalam belajar dan sedikitnya kesadaran orang tua terhadap Pendidikan anaknya. Beruntungnya pengajar muda Martencis Veronica Siregar ini bertemu banyak orang-orang hebat dan baik seperti para guru yang bersemangat dan gadis muda yang Bernama loli yang memiliki satu misi dengan Martencis yakni memajukan pendidikan di desa Tanjung Matonu ini.
Martencis mengelola kelas terutama kelas rendah dengan metode-metode yang kreatif agar para siswa dapat tertarik untuk mengikuti pembelajaran dengan baik dan menghilangkan jenuh para siswa. Martencis Veronica Siregar memberikan motivasi semangat belajar dengan mengajak jalan-jalan bagi siswa yang berprestasi.
Bilau mengajarkan bahwa belajar itu bisa dari mana saja tidak hanya dari kelas. Untuk keperluan sehari-hari wanita disana mampu penuhi kebutuhan nya sendiri, terkadang mengambil pakis yang ada di alam, memancing ikan semua mereka lakukan sendiri.
Nama :Dian Faturohmi
NPM : 2113053038
setelah saya menyimak video sepenggal cerita pengajar muda di pelosok Kalimantan yang dipublikasikan oleh akun net dokumentari pada menit 00.00 sampai menit 1.30 ditampilkan video segerombol anak-anak dengan membawa Bendera Merah Putih di tangannya dengan menggunakan pakaian adat khas Kalimantan Mereka tampak berantusias merayakan hari ulang tahun Kartini Setibanya di sekolahan mereka dengan gurunya melaksanakan upacara bendera kisah ini adalah kisah nyata seorang pengajar muda yang ditempatkan di pelosok Kalimantan Utara dengan jarak tempuh dari Kabupaten Nunukan melewati pembelian dan transit di Tanjung perjalanan mempelajari karakteristik anak di peloso Kalimantan Utara dapat diambil unsur-unsur yang melatarbelakanginya anak-anak di pulau Kalimantan Utara ini kondisinya sangat memprihatinkan Mereka banyak yang belum mengenal huruf dan tulisan belum bisa membaca serta kurangnya keinginan untuk belajar dan melanjutkan pendidikan salah satu faktornya yaitu latar belakang orang tua yang memang kurang atau rendah dalam pendidikannya lalu keterbatasan akses menuju lembaga sekolah yang terbatas kemudian juga penyediaan fasilitas pendidikan yang masih sangat kurang di Ploso Kalimantan Utara menurut narasumber sudah 6 bulan beliau berada di tengah-tengah anak-anak Ceria Kalimantan mengajarinya cara belajar membaca dari kelas 1 hingga mengajarkan les untuk kelas 6 agar mereka dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang selanjutnya yaitu Sekolah Menengah Pertama.
Pada menit 11.13 setelah melewati iklan selama 15 detik beliau mengatakan "detik dari apa yang dilakukan ketika mengajak salah satu anak misalnya seperti Armed itu bisa berdampak juga ke anak-anak yang lain untuk punya semangat yang sama sama belajar m berbeda jauh dibandingkan dengan Jayapura kampung halamanku bisa melakukan aktivitas berburu dan meramu.
menjadi seorang pendidik yang mengabdikan diri memang tidak mudah. hingga ke menit 21.04 mengembalikan semangat saya yang luntur. beliau sangat memotivasi semua guru untuk lbih ikhlas dan semangat dalam mengajar.
Terimakassh bapak..
NPM : 2113053038
setelah saya menyimak video sepenggal cerita pengajar muda di pelosok Kalimantan yang dipublikasikan oleh akun net dokumentari pada menit 00.00 sampai menit 1.30 ditampilkan video segerombol anak-anak dengan membawa Bendera Merah Putih di tangannya dengan menggunakan pakaian adat khas Kalimantan Mereka tampak berantusias merayakan hari ulang tahun Kartini Setibanya di sekolahan mereka dengan gurunya melaksanakan upacara bendera kisah ini adalah kisah nyata seorang pengajar muda yang ditempatkan di pelosok Kalimantan Utara dengan jarak tempuh dari Kabupaten Nunukan melewati pembelian dan transit di Tanjung perjalanan mempelajari karakteristik anak di peloso Kalimantan Utara dapat diambil unsur-unsur yang melatarbelakanginya anak-anak di pulau Kalimantan Utara ini kondisinya sangat memprihatinkan Mereka banyak yang belum mengenal huruf dan tulisan belum bisa membaca serta kurangnya keinginan untuk belajar dan melanjutkan pendidikan salah satu faktornya yaitu latar belakang orang tua yang memang kurang atau rendah dalam pendidikannya lalu keterbatasan akses menuju lembaga sekolah yang terbatas kemudian juga penyediaan fasilitas pendidikan yang masih sangat kurang di Ploso Kalimantan Utara menurut narasumber sudah 6 bulan beliau berada di tengah-tengah anak-anak Ceria Kalimantan mengajarinya cara belajar membaca dari kelas 1 hingga mengajarkan les untuk kelas 6 agar mereka dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang selanjutnya yaitu Sekolah Menengah Pertama.
Pada menit 11.13 setelah melewati iklan selama 15 detik beliau mengatakan "detik dari apa yang dilakukan ketika mengajak salah satu anak misalnya seperti Armed itu bisa berdampak juga ke anak-anak yang lain untuk punya semangat yang sama sama belajar m berbeda jauh dibandingkan dengan Jayapura kampung halamanku bisa melakukan aktivitas berburu dan meramu.
menjadi seorang pendidik yang mengabdikan diri memang tidak mudah. hingga ke menit 21.04 mengembalikan semangat saya yang luntur. beliau sangat memotivasi semua guru untuk lbih ikhlas dan semangat dalam mengajar.
Terimakassh bapak..
Nama : Ummu Darda Azzahra
NPM : 2113053214
Analisis video yang berjudul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan-Lentera Indonesia.
Dalam video menit ke 0.29 di beritahukan bahwa video akan membahas mengenai segenggam asa dari belantara. Pada menit ke 1.34 terdapat anak-anak suku Dayak yang mengenakan pakaian khas adat Dayak. Video ini di kisahkan oleh seseorang pengajar muda bernama Martencis Veronica Siregar. Pada menit ke 3.55 di jelaskan bahwa di Desa ini masih kurang kesadaran pentingnya pendidikan. Menit ke 7.37 terdapat metode pembelajaran di luar kelas yang sering digunakan di SD Desa tersebut untuk mendukung pembelajaran siswa. Di menit ke 11:58 dijelaskan bahwa warga Matol masih bertahan hidup dengan cara meramu dan berburu. Dengan ini Martencis belajar untuk lebih bersyukur atas kehidupan yang lebih baik, lebih mudah, dan lebih layak dari warga Matol. Menit ke 16:23 juga dijelaskan bahwa di Desa Matol ini juga terdapat gadis bernama Loli yang tertarik dan peduli dunia pendidikan, Loli lulusan kejuruan ini juga mengajar di sekolah pengabdian Martencis. Ini merupakan perjalanan dan pengabdian mengajar di pelosok negeri yang sangat mengharukan dan berkesan tentunya bagi pengajar. Menjadi pengajar di daerah terpelosok bukanlah hal yang mudah, namun dengan keyakinan bahwa kesempatan yang sama belum tentu datang dua kali dan orang lain belum tentu bisa merasakan pengalaman yang sama dengan kita. Melalui video saja saya bisa belajar banyak tentang kondisi daerah di pelosok, bagaimana kebiasaan atau tradisi disana, bagaimana kurangnya kesadaran akan pendidikan disana, makanan khas daerahnya, dan bagaimana mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan untuk kita.
Terima kasih
NPM : 2113053214
Analisis video yang berjudul Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan-Lentera Indonesia.
Dalam video menit ke 0.29 di beritahukan bahwa video akan membahas mengenai segenggam asa dari belantara. Pada menit ke 1.34 terdapat anak-anak suku Dayak yang mengenakan pakaian khas adat Dayak. Video ini di kisahkan oleh seseorang pengajar muda bernama Martencis Veronica Siregar. Pada menit ke 3.55 di jelaskan bahwa di Desa ini masih kurang kesadaran pentingnya pendidikan. Menit ke 7.37 terdapat metode pembelajaran di luar kelas yang sering digunakan di SD Desa tersebut untuk mendukung pembelajaran siswa. Di menit ke 11:58 dijelaskan bahwa warga Matol masih bertahan hidup dengan cara meramu dan berburu. Dengan ini Martencis belajar untuk lebih bersyukur atas kehidupan yang lebih baik, lebih mudah, dan lebih layak dari warga Matol. Menit ke 16:23 juga dijelaskan bahwa di Desa Matol ini juga terdapat gadis bernama Loli yang tertarik dan peduli dunia pendidikan, Loli lulusan kejuruan ini juga mengajar di sekolah pengabdian Martencis. Ini merupakan perjalanan dan pengabdian mengajar di pelosok negeri yang sangat mengharukan dan berkesan tentunya bagi pengajar. Menjadi pengajar di daerah terpelosok bukanlah hal yang mudah, namun dengan keyakinan bahwa kesempatan yang sama belum tentu datang dua kali dan orang lain belum tentu bisa merasakan pengalaman yang sama dengan kita. Melalui video saja saya bisa belajar banyak tentang kondisi daerah di pelosok, bagaimana kebiasaan atau tradisi disana, bagaimana kurangnya kesadaran akan pendidikan disana, makanan khas daerahnya, dan bagaimana mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan untuk kita.
Terima kasih
Assalamualaikum Wr. Wb.
Perkenalkan,
Nama : Fadhila Octaviana
NPM : 2153053030
Kelas : 3G
Izin memaparkan hasil analaisis video saya,
Dalam video tersebut, akun menceritakan tentang kisah seorang pengajar muda asal Kalimantan. Tempat ia bekerja berada disuatu wilayah yang cukup terplosok atau terpencil. Oleh karena itu, tidak heran jika kondisi anak-anak disana sangat memprihatinkan. Banyak dari mereka yang belum bisa membaca, bahkan mengenal huruf dan tulisan pun belum bisa. Tidak hanya itu, mereka juga kurang mendapatkan motivasi untuk melanjutkan pendidikan karena faktor orang tua yang rendah pengetahuan akan pentingnya sebuah Pendidikan. Karena lokasi yang terpencil, sehingga keterbatasan akses menuju lembaga sekolah dan fasilistas Pendidikan yang kurang memadai membuat kondisi Pendidikan disana tidak dapat berkembang. Namun, pengajar muda ini percaya bahwa “ Pendidikan merupakan cahaya yang sebenarnya jadi ketika kita tidak punya cahaya untuk melakukan perjalanan kita bisa tersesat tapi ketika kita punya cahaya kita tahu arah kita akan kemana itu akan menuntun kita sampai ke tujuan yang kita mau “. Ia pun memotivasi dirinya dan guru-guru lain yang sempat luntur semangatnya, agar kembali bersemangat dalam mengajar anak-anak.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Perkenalkan,
Nama : Fadhila Octaviana
NPM : 2153053030
Kelas : 3G
Izin memaparkan hasil analaisis video saya,
Dalam video tersebut, akun menceritakan tentang kisah seorang pengajar muda asal Kalimantan. Tempat ia bekerja berada disuatu wilayah yang cukup terplosok atau terpencil. Oleh karena itu, tidak heran jika kondisi anak-anak disana sangat memprihatinkan. Banyak dari mereka yang belum bisa membaca, bahkan mengenal huruf dan tulisan pun belum bisa. Tidak hanya itu, mereka juga kurang mendapatkan motivasi untuk melanjutkan pendidikan karena faktor orang tua yang rendah pengetahuan akan pentingnya sebuah Pendidikan. Karena lokasi yang terpencil, sehingga keterbatasan akses menuju lembaga sekolah dan fasilistas Pendidikan yang kurang memadai membuat kondisi Pendidikan disana tidak dapat berkembang. Namun, pengajar muda ini percaya bahwa “ Pendidikan merupakan cahaya yang sebenarnya jadi ketika kita tidak punya cahaya untuk melakukan perjalanan kita bisa tersesat tapi ketika kita punya cahaya kita tahu arah kita akan kemana itu akan menuntun kita sampai ke tujuan yang kita mau “. Ia pun memotivasi dirinya dan guru-guru lain yang sempat luntur semangatnya, agar kembali bersemangat dalam mengajar anak-anak.
Wassalamualaikum Wr. Wb.