Forum Analisis Jurnal 2

Forum Analisis Jurnal 2

Forum Analisis Jurnal 2

Number of replies: 32

Lampirkan analisis anda mengenai jurnal diatas, dengan menyertakan identitas diri seperti nama dan NPM.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

Niken Larasati གིས-
Nama : Niken Larasati
NPM : 2113053013
Kelas : 3G/PGSD
Izin mengirimkan hasil analisis jurnal ke-2 "Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg".

Jurnal ini ditulis oleh Enung Hasanah, (JIPSINDO No. 2, Volume 6, September 2019). Setelah membaca jurnal saya dapat menganalisis bahwa jurnal ini membahas tentang tingkat perkembangan moral siswa SD yang berusia antara 11-12 tahun, berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlberg. Pada bagian pendahuluan jurnal dituliskan bahwa pembentukan moral anak dijadikan sebagai salah satu tujuan dasar dari pendidikan formal kemudian moralitas dan pendidikan moral dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi luar dan dari sisi dalam. Selanjutnya dalam jurnal dipaparkan mengenai teori kohlberg, Teori (Kohlberg; L., Hersh, R.H. 1977) tentang Perkembangan Moral dibagi menjadi 3 level, yang masing-masing level dibagi menjadi beberapa tahap : level 1 yaitu Moralitas Pra-konvensional (Tahap 1 - Ketaatan dan Hukuman, tahap 2-Individualisme dan Pertukaran). Level 2 yaitu moralitas Konvensional(tahap 3-Hubungan Interpersonal, tahap 4- Menjaga Ketertiban Sosial). Level 3 yaitu moralitas pasca-konvensional (Tahap 5 - Kontrak Sosial dan Hak Perorangan, Tahap 6 - Prinsip Universal).

Dalam penelitian jurnal menggunakan penelitian kualitatif dan esponden dalam penelitian sederhana ini adalah siswa yang berusia antara 11-12 tahun. Adapun hasil penelitian dalam jurnal, salah satunya diambil dari siswa bernama Farah kelas VI yang diberikan soal 1 "saya akan pergi belajar kelompok, tidak mau ketinggalan pelajaran" Kemudian hasil analisis menunjukkan Farah, memutuskan tetap ikut pergi belajar kelompok karena ia takut ketinggalan pelajaran, Farah tidak berfikir solusi yang akan dilakukan ke adiknya dia hanya fokus terhadap diri sendiri, perkembangan moral Farah termasuk pada tingkat 1 tahap 1. Berdasarkan hasil analisis dalam jurnal yang saya baca ini terdapat dilema moral yang dijawab oleh para responden, secara umum (90%) ternyata perkembangan moral para responden yang berada pada usia 11-12 tahun memang masih berada pada tingkat pra konvensional. Dapat disimpulkan dari jurnal ini hasil penelitian responden yang berusia 11-12 tahun cenderung memasuki tingkat 1 tahap 1. Tetapi kita bisa saja mengetahui pada kasus tertentu bahwa mungkin saja ada pengecualian pada usia 11-12 berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.

Sekian, Terima Kasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

DANIEL DWI SAPUTRA 2113053110 གིས-
Nama: Daniel Dwi Saputra
NPM: 2113053110

Izin mengumpulkan hasil analisis jurnal 2 (PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG):
Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa SD yang berusia antara 11-12 tahun, berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlberg. Penelitian dalam pembuatan jurnal ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut dengan cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada karya Piaget. Penelitian Kohlberg dapat menunjukkan bahwa penalaran yang diajukan oleh seseorang mengapa seseorang tersebut memiliki pertimbangan moral tertentu atau melakukan suatu kegiatan diperhatikan, maka akan terlihat jelas adanya perbedaan-perbedaan dalam pendangan moral orang tersebut. Berdasarkan hasil analisis terhadap jawaban yangdijawab oleh para responden, secara umum (90%) ternyata perkembangan moral para responden yang berada pada usia 11 sampai 12 tahun memanglah masih berada pada tingkatan pra konvensional. Alasan yang mereka kemukakan untuk melakukan atau tidak melakukan kegiatan tertentu, sejalan dengan yang dikatakan oleh Kohlberg, yang mana pada tingkatan pra konvensional ini, apabila seorang anak mendengar sesuatu itu baik atau buruk, gambaran yang muncul pada anak tersebut akan berbeda sekali dengan gambaran pada orang dewasa.

Sekian hasil analisis saya, kurang lebihnya saya mohon maaf. Terima kasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

Angelia Agustin གིས-
Nama : Angelia Agustin
NPM : 2113053162
Izin memberikan analisis terkait jurnal 2 dengan judul “PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG”
Jurnal ini bertujuan untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa SD yang berusia antara 11-12 tahun, berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlberg. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak-anak SD yang berusia 11-12 tahun secara umum termasuk dalam tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung melakukan sesuatu kegiatan bukan karena membutuhkan hasil melainkan karena takut dihukum.Mereka harus mahir dalam kolaborasi, komunikasi dan pemecahan masalah, yang merupakan beberapa keterampilan yang dikembangkan melalui pembelajaran sosial dan emosional (SEL). Salah satu aspek yang menunjang perkembangan kemahiran dalam kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah adalah dengan membantu perkembangan moral siswa agar tumbuh optimal. Penalaran moral berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan moral ketika dihadapkan pada dilemma moral tentang sikap dan perilaku yang sebaiknya dipilih. Pendidikan merupakan proses seumur hidup mulai dari dalam kandungan dan berlangsung sampai akhir dari kehidupan. Moralitas dan Pendidikan moral dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi luar dan dari sisi dalam. Dilihat dari luar, moralitas mengatur cara bergaul dengan orang lain, dan dari dalam mengatur cara bergaul dengan diri sendiri. Selain itu, masyarakat semakin sadar bahwa lingkungan dan masyarakat memainkan peran penting untuk melatih anak tentang norma-norma moral dan sosial yang mengatur kehidupan manusia. 

Teori Kohlberg Perkembangan moral telah dipelajari dari berbagai perspektif psikologis, termasuk teori belajar, psikoanalisis, dan lain-lain. Studi saat ini tentang perkembangan moral telah dipengaruhi oleh pendekatan perkembangan kognitif Jean Piaget dan Lawrence Kohlberg. Kohlberg mengidentifikasi beberapa masalah filosofis mendasar yang mendasari studi perkembangan moral, seperti pertanyaan tentang definisi konstruk yang adil secara budaya. Psikolog yang mempelajari moralitas atau perkembangan moral harus berurusan dengan masalah relativisme moral atau netralitas nilai, yang bermula dari kata-kata yang bermuatan nilai "moral" dan "pengembangan." Relativisme moral adalah posisi bahwa nilai-nilai moral berbeda di antara budaya dan masyarakat dan karenanya tidak universal (Naito, 2013). Asumsi utama Piaget adalah bahwa kognisi (pikiran) dan afek (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral merupakan proses perkembangan kognisi secara alami. Apa yang menampakan perbedaan dalam kematangan moral itu adalah pertimbangan-pertimbangan yang diberikan oleh mereka, mengapa mencuri mangga itu salah. Pertimbangan-pertimbangan inilah yang menjadi indikator dari tingkatan atau tahap perkembangan moral. Penelitian Kohlberg menunjukan bahwa bila penalaran-penalaran yang diajukan oleh seseorang mengapa ia mempunyai pertimbangan moral tertentu atau melakukan tindakan tertentu diperhatikan, maka akan tampak jelas adanya perbedaan-perbedaan yang berarti dalam pendangan moral orang tersebut. Dengan demikian, apa yang membedakan tingkatan moral seseorang apat dilihat dari alasan apa yang digunakan seseorang untuk melakukan sesuatu.
Terima Kasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

DIVA DZAKYRANI SHALIHA DIVA DZAKYRANI SHALIHA གིས-
Nama: Diva Dzakyrani Shaliha
NPM: 2113053251
Berdasarkan jurnal diatas, menurut Forum ekonomi dunia (2016) menyatakan bahwa untuk berkembang di abad ke-21, siswa membutuhkan lebih dari pembelajaran akademis tradisional. Mereka harus mahir dalam kolaborasi, komunikasi dan pemecahan masalah, yang merupakan beberapa keterampilan yang dikembangkan melalui pembelajaran sosial dan emosional . dengan itu dibutuhkannya perkembangan moral siswa agar tumbuh optimal. Ini menjadi sangat penting terutama bagi para siswa di wilayah Indonesia yang secara umum masyarakatnya adalah masyarakat religius yang meyakini bahwa moral merupakan pondasi terpenting bagi keberhasilan seseorang baik dalam karir maupun kehidupan pribadinya. Jurnal diatas juga menjelaskan tentang moralitas peserta didik yang berusia 11-12 tahun dengan menggunakan penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil analisis jurnal terdapat perbedaan moral para responden, secara umum (90%) ternyata perkembangan moral para responden yang berada pada usia 11-12 tahun memang masih berada pada tingkat pra konvensional. Dapat disimpulkan dari jurnal ini hasil penelitian responden yang berusia 11-12 tahun cenderung memasuki tingkat 1 tahap 1. Tetapi kita bisa saja mengetahui pada kasus tertentu bahwa mungkin saja ada pengecualian pada usia 11-12 berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.
Sekian dan terimakasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

ADINDA RAHMADHINA གིས-
Nama : Adinda Rahmadhina
NPM : 2113053096
Kelas : 3G

Izin memberikan analisi Jurnal yang diberikan
Forum ekonomi dunia (2016) menyatakan bahwa untuk berkembang di abad ke-21, siswa membutuhkan lebih dari pembelajaran akademis tradisional. Salah satu aspek yang menunjang perkembangan kemahiran dalam kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah adalah dengan membantu perkembangan moral siswa agar tumbuh optimal. Pendidikan merupakan proses seumur hidup mulai dari dalam kandungan dan berlangsung sampai akhir dari kehidupan. Pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai, pelatihan naluri, membina sikap yang tepat dan kebiasaan terhadap generasi muda Moralitas dan Pendidikan moral dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi luar dan dari sisi dalam. Dilihat dari luar, moralitas mengatur cara bergaul dengan orang lain, dan dari dalam mengatur cara bergaul dengan diri sendiri.
Teori (Kohlberg; L., Hersh, R.H. 1977) tentang Perkembangan Moral dibagi menjadi 3 level, yang masing-masing level dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut:
Level 1. Moralitas Pra-konvensional
Level 2. Moralitas Konvensional
Level 3. Moralitas Pasca-konvensional.
Menurut Teori Kohlberg (Darmiyati Zuchdi, 2008), secara umum anak usia 10-12 tahun termasuk praadolesen, tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3. anak-anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.

Sekian Terima Kasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

SILFIA MARCA ATIKA APRILIANA གིས-
Nama:Silfia Marca Atika Apriliana
NPM :2113053095
Kelas:3G

Izin mengirimkan hasil analisis jurnal ke 2 “PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG”
Jurnal ini bertujuan untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa sekolah dasar usia 11-12 tahun, berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlberg. Teori Kohlberg dikenal sebagai teori yang mengukur tingkat moral seseorang.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak sekolah dasar berusia 11-12 tahun umumnya termasuk dalam tahap pra-konvensional, tahap dominan diikuti oleh tahap 2 dan 2/3, yang cenderung melakukan sesuatu bukan karena mereka butuh hasil tetapi karena mereka takut dihukum.
Teori Kohlberg tentang perkembangan moral formal disebut teori moralisasi perkembangan kognitif, yang berakar pada karya Piaget. Asumsi utama Piaget adalah bahwa kognisi (pikiran) dan afektif (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral adalah proses alami perkembangan kognitif. Di sisi lain, Kebanyakan psikolog pada waktu itu berasumsi bahwa pikiran Moralitas lebih merupakan proses psikologis dan sosial. Di mengembangkan teorinya, Kohlberg tidak fokus pada perilaku moral, yang berarti apa yang dilakukan individu tidak menjadi pusat pengamatan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

ANI NURYANI གིས-
Nama : Ani Nuryani
NPM : 2113053126

Judul jurnalnya adalah perkembangan moral siswa sekolah dasar berdasarkan teori kohlberg. Jurnal ditulis oleh Enung Hasanah. Jurnal ini diterbitkan oleh JIPSINDO Nomer 2 Volume 6, Pada September 2019. Bagian abstrak jurnal dituliskan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan juga bahasa Inggris. Junal ini membahas teori Kohlberg. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Responden jurnal ini ialah siswa berusia 11-12 tahun. Penelitian juga dilakukan dengan wawancara berupa soal dilema moral.

Teori Kohlberg juga dikenal sebagai teori yang mengukur tingkat moral sesorang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa SD yang berusia 11-12 tahun. Berdasarkan hasil penelitian siswa umur 11-12 tahun secara umum masuk kedalam tahap prakonvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan2/3. Dimana hal tersebut berarti siswa umur 11-12 tahun melakukan sesuatu bukan karena membutuhkan hasil melainkan karena takut akan hukuman yang akan di dapatkan. Akan tetapi dalam penelitian terdapat pengecualian pada beberapa kasus tertentu yaitu siswa usia 11-12 tahun dapat berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih tinggi atau lebih rendah.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

PUTRI ADELIA RIZALDY གིས-
Nama: Putri Adelia Rizaldy
NPM: 2113053021
Izin memberikan analisis terkait jurnal 2 yang berjudul “ Perkembangan Moral Siswa sekolah dasar Berdasarkan Teori Kohlberg”
Teori Kohlberg dikenal sebagai teori yang mengukur tingkatan moral seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa SD yang berusia antara 11-12 tahun, berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlberg. Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada karya Piaget. Asumsi utama Piaget adalah bahwa kognisi (pikiran) dan afek (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral merupakan proses perkembangan kognisi secara alami. Sebaliknya, kebanyakan ahli psikologi pada masa itu berasumsi bahwa pikiran moral lebih merupakan proses psikologi dan sosial. Dalam mengembangkan teorinya, Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada tingkah laku moral, artinya apa yang dilakukan oleh seorang indivdu tidak menjadi pusat pengamatannya. Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada tingkah laku moral, artinya apa yang dilakukan oleh seorang indivdu tidak menjadi pusat pengamatannya. Mengamati tingkah laku tidak menunjukan banyak mengenai kematangan moral. Memang seorang dewasa yang sudah matang dan seorang anak kecil keduanya barangkali tidak mau mencuri mangga. Dalam hal ini tingkah laku mereka sama. Tetapi seandainya kematangan moral mereka berbeda, kematangan moral itu tidak tercermin dalam tingkah laku mereka, melainkan pertimbangan (penalaran) mereka mengapa tidak mau mencuri mencerminkan perbedaan kematangan tersebut.
Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg, anak-anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi

sekian, terimakasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

ANNISA INDAH SAPUTRI གིས-
Nama: Annisa Indah Saputri
NPM: 2113053105

Izin melampirkan hasil analisis jurnal 2 yang berjudul “PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG”.
Jurnal ini ditulis oleh Enung Hasanah. Jurnal ini diterbitkan oleh JIPSINDO Nomer 2 Volume 6, Pada September 2019. Teori (Kohlberg; L., Hersh, R.H. 1977) tentang Perkembangan Moral dibagi menjadi 3 level, yang masing-masing level dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut:
1. Level 1. Moralitas Pra-konvensional
• Tahap 1 - Ketaatan dan Hukuman, Pada tahap ini, anakanak melihat aturan sebagai hal yang tetap dan absolut. Mematuhi aturan itu penting karena merupakan sarana untuk menghindari hukuman.
• Tahap 2 - Individualisme dan Pertukaran. Pada tahap perkembangan moral ini, anak-anak menjelaskan sudut pandang individu dan menilai tindakan berdasarkan bagaimana mereka melayani kebutuhan individu.
2. Level 2. Moralitas Konvensional
• Tahap 3 - Hubungan Interpersonal, tahap perkembangan moral ini difokuskan pada memenuhi harapan dan peran sosial.
• Tahap 4 - Menjaga Ketertiban Sosial, pada tahap perkembangan moral ini, orang mulai menganggap masyarakat secara keseluruhan ketika membuat penilaian.
3. Level 3. Moralitas Pasca-konvensional
• Tahap 5 -Kontrak Sosial dan Hak Perorangan, pada tahap ini, orang mulai memperhitungkan perbedaan nilai, pendapat, dan kepercayaan orang lain.
• Tahap 6 - Prinsip Universal, Pada tahap ini, orang mengikuti prinsip-prinsip keadilan yang diinternalisasi ini, bahkan jika mereka bertentangan dengan hukum dan peraturan.
Dari hasil pengisian angket tersebut secara umum, terlihat bahwa para peserta penelitian yang berusia antara 11 dan 12 tahun, memiliki perkembangan moral seperti apa yang dikemukakan oleh Kohlberg (1968), bahwa pada usia tersebut termasuk pada tahap 1. Berdasarkan hasil analisis terhadap jawaban yang dikemukakan atas dilema moral yang dijawab oleh para responden, secara umum (90%) ternyata perkembangan moral para responden yang berada pada usia 11-12 tahun memang masih berada pada tingkat pra konvensional. dimana pada tingkatan pra konvensional ini, kalau seorang anak mendengar bahwa sesuatu itu baik atau buruk, gambaran yang ada padanya berbeda sekali dengan yang ada pada orang dewasa. Anak pada tingkatan ini mempunyai pandangan yang sempit sekali tentang masyarakat. Tetapi ada 1 (10%) responden yaitu Khansa, 11 tahun yang lebih tinggi tingkat perkembangan moralnya dibanding teman-teman sebayanya. Khansa sudah menunjukan bahwa perkembangan moralnya sudah mencapai Tingkat 2 tahap 3.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

Alifah Puji Astuti གིས-
Nama: Alifah Puji Astuti
NPM: 2113053173

Izin melampirkan hasil analisis pada jurnal yang bejudul perkembangan moral siswa berdasarkan teori Kohlberg. Teori Kohlberg dikenal sebagai teori yang mengukur tingkatan moral seseorang. Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada karya Piaget. Asumsi utama Piaget adalah bahwa kognisi (pikiran) dan afek (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral merupakan proses perkembangan kognisi secara alami. Sebaliknya, kebanyakan ahli psikologi pada masa itu berasumsi bahwa pikiran moral lebih merupakan proses psikologi dan sosial. Dalam mengembangkan teorinya, Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada tingkah laku moral, artinya apa yang dilakukan oleh seorang indivdu tidak menjadi pusat pengamatannya.

Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg, anak-anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

Vivia Febbrilian 2113053050 གིས-
Nama: Vivia Febbrilian Agrifina
NPM: 2113053050

Setelah membaca jurnal 2 yang berjudul Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasakan Teori Kohlberg rmaka didapati hasil analisis saya yakni
Teori Kohlberg dikenal sebagai teori yang mengukur tingkatan moral seseorang. Dalam mengembangkan teorinya, Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada tingkah laku moral, artinya apa yang dilakukan oleh seorang indivdu tidak menjadi pusat pengamatannya. Untuk menemukan tahap kepatutan moral seseorang, Kohlberg telah menyusun instrumen penelitian guna menggolongkan proses penalaran orang tersebut dalam mengatasi dilema moral.
Teori Kohlberg tentang Perkembangan Moral dibagi menjadi 3 level, yang masing-masing level dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut:

Level 1. Moralitas Pra-konvensional • Tahap 1 - Ketaatan dan Hukuman. Tahap awal perkembangan moral terutama terjadi pada anak-anak kecil, tetapi orang dewasa juga mampu mengekspresikan jenis penalaran ini. Pada tahap ini, anakanak melihat aturan sebagai hal yang tetap dan absolut. Mematuhi aturan itu penting karena merupakan sarana untuk menghindari hukuman. • Tahap 2 - Individualisme dan Pertukaran. Pada tahap perkembangan moral ini, anak-anak menjelaskan sudut pandang individu dan menilai tindakan berdasarkan bagaimana mereka melayani kebutuhan individu. Dalam dilema Heinz, anak-anak berpendapat bahwa tindakan terbaik adalah pilihan yang paling baik memenuhi kebutuhan Heinz. Timbal balik adalah mungkin, tetapi hanya jika melayani kepentingan diri sendiri.

Level 2. Moralitas Konvensional • Tahap 3 - Hubungan Interpersonal. Seringkali disebut sebagai orientasi "good boy-good girl", tahap perkembangan moral ini difokuskan pada memenuhi harapan dan peran sosial. Ada penekanan pada konformitas, bersikap "baik," dan mempertimbangkan bagaimana pilihan memengaruhi hubungan.; • Tahap 4 - Menjaga Ketertiban Sosial. Pada tahap perkembangan moral ini, orang mulai menganggap masyarakat secara keseluruhan ketika membuat penilaian. Fokusnya adalah menjaga hukum dan ketertiban dengan mengikuti aturan, melakukan tugas seseorang dan menghormati otoritas.

Level 3. Moralitas Pasca-konvensional. • Tahap 5 - Kontrak Sosial dan Hak Perorangan. Pada tahap ini, orang mulai memperhitungkan perbedaan nilai, pendapat, dan kepercayaan orang lain •Tahap 6 Prinsip Universal. Pada tahap ini, orang mengikuti prinsip-prinsip keadilan yang diinternalisasi ini, bahkan jika mereka bertentangan dengan hukum dan peraturan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

Maria Natalisa གིས-
Nama: Maria Natalisa
NPM: 2113053116

Izin melampirkan hasil analisis jurnal 2 yang berjudul Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg.

Pendidikan merupakan proses seumur hidup mulai dari dalam kandungan dan berlangsung sampai akhir dari kehidupan. Pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai, pelatihan naluri, membina sikap yang tepat dan kebiasaan terhadap generasi muda. Dengan kata lain, pendidikan juga merupakan proses penanaman karakter. Tujuan penelitian dalam jurnal ini yaitu untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa SD yang berusia antara 11-12 tahun, berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlberg. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif.

Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada karya Piaget. Asumsi utama Piaget adalah bahwa kognisi (pikiran) dan afek (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral merupakan proses perkembangan kognisi secara alami. Dalam mengembangkan teorinya, Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada tingkah laku moral, artinya apa yang dilakukan oleh seorang indivdu tidak menjadi pusat pengamatannya. Teori (Kohlberg; L., Hersh, R.H. 1977) tentang Perkembangan moral dibagi menjadi 3 level, yang masing-masing level dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut: Level 1. Moralitas Pra-konvensional • Tahap 1 – Ketaatan dan Hukuman. Tahap 2 - Individualisme dan Pertukaran. Level 2. Moralitas Konvensional • Tahap 3 – Hubungan Interpersonal. Tahap 4 – Menjaga Ketertiban Sosial.Level 3. Moralitas Pasca-konvensional. Tahap 5 – Kontrak Sosial dan Hak Perorangan. Tahap 6 – Prinsip Universal.

Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg ,anak-anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.

Berdasarkan jurnal diatas maka dapat diambil penyataaan bahwa pembentukan moral anak dijadikan sebagai salah satu tujuan dasar dari pendidikan formal. Selain itu, masyarakat semakin sadar bahwa lingkungan dan masyarakat memainkan peran penting untuk melatih anak tentang norma-norma moral dan sosial yang mengatur kehidupan manusia.

sekian, terimakasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

FRENIKA SUPIYATI གིས-
NAMA : Frenika Supiyati
NPM : 2113053075
KELAS : 3 G
PRODI : PGSD
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin mengemukakan hasil Analisis Jurnal 2 tentang Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg

Dalam upaya untuk lebih memahami perkembangan moral berdasarkan teori Kohlberg dan agar memiliki kemampuan untuk mengukur tahapan perkembangan, penulis tersebut melakukan penelitian sederhana melalui kuesioner dengan jawaban terbuka Enung Hasanah tentang dilema moral untuk menentukan keputusan moral (Moral Judgment) yang dilakukan pada 10 siswa sekolah. Kelas VI dasar. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg, anak usia 11-12 tahun masih berada pada tahap pra-konvensional yaitu tahap yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu untuk kepentingannya. takut dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki level 1 tahap 1, meskipun dalam kasus tertentu mungkin ada pengecualian, yaitu mereka yang berusia 11-12 tahun mungkin berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau lebih tinggi. .

Terimakasih
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

INDIKA SALSABILA གིས-
Nama : Indika Salsabila
NPM : 2113053276
Kelas : 3G

Izin menyampaikan hasil analisis jurnal yang berjudul “ Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg”

Penelitian pada jurnal ini bertujuan untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa SD yang berusia antara 11-12 tahun berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlberg. Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada karya Piaget. Dimana teori (Kohlberg; L., Hersh, R.H. 1977) tentang Perkembangan Moral dibagi menjadi 3 level, yang masing-masing level dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut: Level 1. Moralitas Pra-konvensional, Level 2. Moralitas Konvensional, dan Level 3. Moralitas Pasca-konvensional. Dari hasil penelitian yang dilakukan secara kualitatif, menunjukkan hasil bahwa anak-anak SD yang berusia 11-12 tahun secara umum termasuk dalam tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung melakukan sesuatu kegiatan bukan karena membutuhkan hasil melainkan karena takut dihukum. Seperti contohnya pernyataan Salsabila (11 tahun) bahwa pada saat dia telah berjanji pada temannya, maka dia akan tetap menepati janji untuk menemui teman-temannya karena tidak mau dicap bohong (menghindari hukuman), nanti salah (takut dihukum/takut dosa), harus jujur bohong itu tidak baik (takut dosa/takut hukum).

Oleh karena itu pembentukan moral anak dijadikan sebagai salah satu tujuan dasar dari pendidikan formal. Moralitas dan Pendidikan moral dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi luar dan dari sisi dalam. Dilihat dari luar, moralitas mengatur cara bergaul dengan orang lain, dan dari dalam mengatur cara bergaul dengan diri sendiri. Dengan kata lain, pendidikan moral diperlukan sekaligus sebagai kontrol kondisi sosial dan sarana yang sangat diperlukan untuk aktualisai diri. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan peserta didik menjadi tahu bahwa dibalik menjalankan moral yang baik akan ada hal baik yang didapatkannya juga.

Terima kasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

Lia Nanda Agustina གིས-
Nama : Lia Nanda Agustina
NPM : 2113053077
Kelas : 2G

Setelah membaca materi yang disediakan dengan judul "Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg" dapat dianalisis bahwa Teori Kohlberg dikenal sebagai teori yang mengukur tingkatan moral seseorang. Perkembangan Moral dibagi menjadi 3 level, yang masing-masing level dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut:
(Level 1. Moralitas Pra-konvensional)
•Tahap 1-Ketaatan dan Hukuman. Tahap awal perkembangan moral terutama terjadi pada anak-anak kecil. Pada tahap ini, anak-anak melihat aturan sebagai hal yang tetap dan harus mematuhi aturan itu karena merupakan sarana untuk menghindari hukuman.
•Tahap 2-Individualisme dan Pertukaran. Pada tahap
perkembangan moral ini, anak-anak menjelaskan sudut pandang individu dan menilai tindakan berdasarkan bagaimana mereka melayani kebutuhan individu.
(Level 2. Moralitas Konvensional)
• Tahap 3-Hubungan Interpersonal. Pada tahap perkembangan moral ini difokuskan pada memenuhi harapan serta bersikap baik dan peran sosial.
• Tahap 4-Menjaga Ketertiban Sosial. Fokusnya adalah menjaga hukum dan ketertiban dengan mengikuti aturan, melakukan tugas seseorang dan menghormati otoritas.
(Level 3. Moralitas Pasca-konvensional)
• Tahap 5-Kontrak Sosial dan Hak Perorangan. Pada tahap ini, orang mulai memperhitungkan perbedaan nilai, pendapat, dan kepercayaan orang lain.
Biasanya anak-anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, dimana cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

mesy arsita གིས-
Nama : Mesy Arsita
Npm : 2113053300

pada jurnal kedua ini berjudul perkembangan moral siswa sekolah dasar berdasarkan teori Kohlberg.
dengan teori ini perkembangan moral Anda secara formal di mana pikiran dan perasaan berkembang secara paralel dan merupakan keputusan secara alami Penelitian yang dilakukan oleh colbert telah menunjukkan bahwa penalaran yang akan diajukan mempunyai pertimbangan moral tertentu teori kohlbert juga mengembangkan moral menjadi 3 level yang artinya perkembangan anak terutama harus mampu mengekspresikan jenis penalarannya dalam memenuhi kebutuhan dan juga memiliki hubungan yang bersikap baik dan juga ada tahapan orang yang memperhitungkan perbedaan nilai itulah tadi 3 level teori yang dikembangkan kohlberg untuk perkembangan nilai moral pada siswa sekolah dasar.

Sekian terimakasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

ARIS PURNAMA PUTRA གིས-
NAMA: ARIS PURNAMA PUTRA
NPM: 2113053112

Analisis PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG
Teori Kohlberg dikenal sebagai teori yang mengukur tingkatan moral seseorang. Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada karya Piaget. Asumsi utama Piaget adalah bahwa kognisi (pikiran) dan afek (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral merupakan proses perkembangan kognisi secara alami. Sebaliknya, kebanyakan ahli psikologi pada masa itu berasumsi bahwa pikiran moral lebih merupakan proses psikologi dan sosial. Dalam mengembangkan teorinya, Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada tingkah laku moral, artinya apa yang dilakukan oleh seorang indivdu tidak menjadi pusat pengamatannya. Untuk menemukan tahap kepatutan moral seseorang, Kohlberg telah menyusun instrumen penelitian guna menggolongkan proses penalaran orang tersebut dalam mengatasi dilema moral.
Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg, anak-anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap yang dominan diikuti tahap yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum..

Terimakasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

VINKA VRISILIA གིས-
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Nama: Vinka Vrisilia
Npm: 2153053025
Kelas : 3 G
Izin mengirimkan hasil analisis jurnal 2 tentang "Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Bedasarkan Teori Kohlberg" yang ditulis oleh Enung Hasanah. Hasil Penelitian dari jurnal ini membahas Responden/peserta dalam ini adalah siswa Sekolah
Dasar yang berusia antara 11-12 tahun. Berdasarkan teori Kohlberg,
pada umumnya anak-anak yang berusia sekitar 10–13 tahun berada
pada tahap pra-konvensional, meskipun juga ada orang-orang dewasa
yang berhenti perkembangannya pada tahap tersebut. Karena orang
dewasa yang terhenti pada tingkatan itu merupakan kekecualian
(Duska & Whelan, 1984: 65). . Moralitas selalu
berbicara tentang nilai, yang menjadi evaluasi standar normatif dalam
mengatur kehidupan manusia. Evaluasi standar normatif maksudnya
adalah moralitas merupakan sebuah kesepakatan antara individu
dengan masyarakat mengenai kriteria baik atau buruknya sesuatu,
sehingga akan menentukan apakah suatu hal layak atau tidak layak
untuk dikerjakan oleh individu atau masyarakat. Hal itu didasari oleh
pertimbangan moral (Taylor, 1969: 3).
sekian terimakasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

Ummu Darda Azzahra གིས-
Nama : Ummu Darda Azzahra
NPM : 2113053214

Izin mengumpulkan Analisis jurnal 2 yang berjudul Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg yang ditulis oleh Enung Hasanah.
Didalam jurnal membahas tentang teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada karya Piaget. Asumsi utama Piaget adalah bahwa kognisi (pikiran) dan afek (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral merupakan proses perkembangan kognisi secara alami. Dalam mengembangkan teorinya, Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada tingkah laku moral, artinya apa yang dilakukan oleh seorang indivdu tidak menjadi pusat pengamatannya.
Jurnal ini juga meneliti siswa sekolah dasar yang berusia 11-12 tahun. Berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada 10 orang responden didapatkan sebagai berikut, berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg, anak-anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

DEVARA TRIAMONICA གིས-
Nama : Devara Triamonica
NPM : 2113053030
Kelas : III (Tiga) G

Analisis jurnal ke-2
Setelah saya membaca dan memahami jurnal yang ke-2 yang berjudul “Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg”, didalam jurnal dijelaskan bahwa, teori Kohlberg dikenal sebagai teori yang mengukur tingkatan moral seseorang, dengan adannya teori ini moral seseorang dapat diukur. Moralitas dan Pendidikan moral dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi luar dan dari sisi dalam. Dilihat dari luar, moralitas mengatur cara bergaul dengan orang lain, dan dari dalam mengatur cara bergaul dengan diri sendiri. Sangat penting sekali bagi pendidik untuk memahami perkembangan moral peserta didik, pendidik yang baik adalah pendidik yang tahu perkembangan moral peserta didiknya. Untuk mengukur perkembangan moral peserta didik, pendidik dapat menggunkan teori kohlberg. Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada karya Piaget. Asumsi utama Piaget adalah bahwa kognisi (pikiran) dan afek (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral merupakan proses perkembangan kognisi secara alami. Sebaliknya, kebanyakan ahli psikologi pada masa itu berasumsi bahwa pikiran moral lebih merupakan proses psikologi dan sosial. Dalam mengembangkan teorinya, Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada tingkah laku moral, artinya apa yang dilakukan oleh seorang indivdu tidak menjadi pusat pengamatannya.
Dalam teori kohlberg, mengembangan moral di bagi menjadi 3 level:
1. Level 1. Moralitas Pra-konvensional
a. Tahap 1, Ketaatan dan Hukuman. Tahap awal perkembangan moral terutama terjadi pada anak-anak kecil, tetapi orang dewasa juga mampu mengekspresikan jenis penalaran ini.
b. Tahap 2, Individualisme dan Pertukaran. Pada tahap perkembangan moral ini, anak-anak menjelaskan sudut pandang individu dan menilai tindakan berdasarkan bagaimana mereka melayani kebutuhan individu.
2. Level 2. Moralitas Konvensional
a. Tahap 3, Hubungan Interpersonal. Tahap perkembangan moral ini difokuskan pada memenuhi harapan dan peran sosial.
b. Tahap 4, Menjaga Ketertiban Sosial. Pada tahap perkembangan moral ini, orang mulai menganggap masyarakat secara keseluruhan ketika membuat penilaian.
3. Level 3. Moralitas Pasca-konvensional.
a. Tahap 5, Kontrak Sosial dan Hak Perorangan. Pada tahap ini, orang mulai memperhitungkan perbedaan nilai, pendapat, dan kepercayaan orang lain.
b. Tahap 6, Prinsip Universal. Tingkat penalaran moral terakhir Kolhberg didasarkan pada prinsip-prinsip etika universal dan penalaran abstrak.

Sekian, Terima Kasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

Liyana Qayyimah གིས-
Nama : Liyana Qayyimah
NPM : 2113053189
Kelas :3G


Izin mengirimkan hasil analisis jurnal yang berjudul “PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG”.
Teori Kohlberg dikenal sebagai teori yang mengukur moralitas masyarakat. Untuk mengetahui perkembangan moral peserta didik di sekolah dasar yang berlandaskan teori Kohlberg penulis melakukan penelitian sederhana melalui angket dengan jawaban yang terbuka. Kohlberg mengidentifikasi beberapa masalah pemikiran: Ini membentuk dasar dari studi etika, seperti pertanyaan tentang pengertian kepemimpinan etis. Studi psikolog Moralitas atau etika harus menyelesaikan masalah nilai wajar atau nilai rata-rata. Ini memaksakan nilai-nilai "moralitas" dan "pengembangan".Teori Kohlberg dikenal sebagai teori yang mengukur moralitas masyarakat. Teori (Kohlberg; L., Hersh, R.H. 1977) menayatakan perkembangan moral dibagi menjadi 3 level. Level pertama moralitas pra-konvensional.
Pada tahap awal /pertama ini disebut tahap ketaatan dan hukuman. Ditahap ini anak-anak berfikir bahwa suatu aturan merupakan hal yang absolute atau tetap, sehingga mereka patuh terhadap atauran tersebut. Kemudian pada tahap yakni tahap individualism dan pertukaran. Disini mereka menjelaskan tentang perspektif mereka saat menanggapi individu lain. Lalu yang level kedua adalah moralitas konvensional, yang terdiri dari tahap 3 hubungan interpersonal dan tahap 4 tentang menjaga ketertiban sosial. Ditahap 3 ini anak arahkan menjadi anak yang baik. Sedangkan pada tahap 4 difokuskan untuk mengikuti hukum dan menjaga ketertiban dari aturan yang ada dengan melakukan tugas dan menghormati otoritas. Terakhir level moralitas pasca konvensional,yang terdiri dari tahap 5 kontrak sosial dan perorangan, yang memperhitungkan perbedaan nilai, pendapat, serta kepercayaan orang lain. Dan tahap 6 prinsip universal, tingkat penalarannya berlandaskan etika universal. Berdasarkan hasil penelitian angket 10 siswa disekolah dasar didapatkan hasil siswa SD yang berusia 11 hingga 12 tahun termasuk dalam tahap prakonvensional, 1/2 mengikuti tahap utama yang diikuti oleh tahap 2 dan 2/3, dan cenderung bertindak karena takut terkena hukuman. Walaupun pada kasus tertentu terdapat pengecualian.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

A. ZAHRA INTAN SUCIA གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin memaparkan hasil analisis saya tentang isi pembahasan yang dijelaskan dari jurnal 2.

Nama: A. Zahra Intan Sucia
NPM: 2153053020

Saya akan menganalisis jurnal 2 yang berjudul “Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg”

Pada Jurnal ini ditulis oleh Enung Hasanah, (JIPSINDO No. 2, Volume 6, September 2019). Setelah membaca jurnal ini dapat saya analisis bahwa jurnal ini bertujuan untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa SD yang berusia antara 11-12 tahun, berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlberg. Aspek yang mendukung pengembangan kemahiran dalam berkolaborasi, komunikasi dan pemecahan masalah adalah dengan membantu perkembangan moral peserta didik agar tumbuh secara optimal. Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut sebagai cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada karya Piaget. Kohlberg tidak memfokuskan perhatiannya pada tingkah laku moral seseorang. Ini berarti bahwa perilaku seorang individu tidak menjadi sentral pengamatannya. Responden atau peserta dalam penelitian ini adalah peserta didik Sekolah Dasar yang berusia antara 11-12 tahun. Menurut Teori Kohlberg (Darmiyati Zuchdi,2008), secara umum anak usia 10-12 tahun termasuk praremaja (praadolesen), tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3.
Dalam hasil penelitian sederhana ini, secara umum (90%) ternyata perkembangan moral para responden yang berada pada usia 11-12 tahun memang masih berada pada tingkat pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum. Responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru akan masuk ke tingkat 1 tahap 1, walaupun dalam beberapa kasus mungkin ada pengecualian, yaitu mereka yang berusia 11-12 tahun bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau lebih tinggi.

Sekian Terima kasih, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

ALIF KURNIADI HILABY21 གིས-
Nama : Alif Kurniadi Hilaby
Npm : 2153053038

Izin mengirimkan hasil analisis PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG

Jurnal ini berisikan tentang tujuan untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa sekolah dasar usia 11-12 tahun, berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlberg. Teori Kohlberg dikenal sebagai teori yang mengukur tingkat moral seseorang.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak sekolah dasar berusia 11-12 tahun umumnya termasuk dalam tahap pra-konvensional, tahap dominan diikuti oleh tahap 2, yang cenderung melakukan sesuatu bukan karena mereka butuh hasil tetapi karena mereka takut dihukum.
Teori Kohlberg tentang perkembangan moral formal disebut teori moralisasi perkembangan kognitif, yang berakar pada karya Piaget. Asumsi utama Piaget adalah bahwa pikiran dan perasaan berkembang secara paralel dan keputusan moral adalah proses alami perkembangan kognitif.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

Erina Prihatmi གིས-
Nama : Erina Prihatmi
NPM : 2113053176
Kelas : 3G/PGSD

Izin menyampaikan hasil analisis jurnal yang berjudul “PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG”

Jurnal diatas membahas seperti apa perkembangan moral siswa sekolah dasar, dan jurnal diatas memiliki tujuan untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa sekolah dasar usia 11-12 tahun, berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlberg. Teori Kohlberg dikenal sebagai teori yang mengukur tingkat moral seseorang. Pada teori (Kohlberg; L., Hersh, R.H. 1977) tentang Perkembangan Moral dibagi menjadi 3 level, yang masing-masing level dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut:
Level 1. Moralitas Pra-konvensional
Level 2. Moralitas Konvensional
Level 3. Moralitas Pasca-konvensional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak usia 11-12 tahun masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.
Teori Kohlberg tentang perkembangan moral formal disebut teori moralisasi perkembangan kognitif, yang berakar pada karya Piaget. Asumsi utama Piaget adalah bahwa kognisi (pikiran) dan afektif (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral adalah proses alami perkembangan kognitif. Di sisi lain, Kebanyakan psikolog pada waktu itu berasumsi bahwa pikiran Moralitas lebih merupakan proses psikologis dan sosial. Di mengembangkan teorinya, Kohlberg tidak fokus pada perilaku moral, yang berarti apa yang dilakukan individu tidak menjadi pusat pengamatan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

INDAH NUR SAPITRI གིས-
Nama : Indah Nur Sapitri
NPM : 2113053299.
Kelas : 3G/PGSD
Izin mengirimkan hasil analisis jurnal ke-2 "Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg".

Jurnal ini ditulis oleh Enung Hasanah, (JIPSINDO No. 2, Volume 6, September 2019). Forum Ekonomi Dunia (2016) mengusulkan bahwa berkembang di abad ke-21, siswa membutuhkan lebih banyak akademisi tradisional. Mereka harus terampil kolaborasi, komunikasi dan pemecahan masalah, yaitu: Keterampilan tertentu dikembangkan melalui pembelajaran sosial dan emosional (SEL). Dalam kombinasi dengan penguasaan keterampilan tradisional, keterampilan sosial dan emosional
memberdayakan siswa untuk berhasil dalam ekonomi digital yang dinamis Perkembangan cepat. Sebuah aspek yang mendukung pengembangan keterampilan berkolaborasi, berkomunikasi, dan memecahkan masalah dengan membantu perkembangan moral peserta didik secara optimal. Di Sini menjadi sangat penting khususnya bagi pelajar di Indonesia bahwa masyarakat pada umumnya adalah masyarakat yang agamis percaya bahwa etika adalah dasar yang paling penting untuk kesuksesan profesional dan pribadinya pribadi. Untuk bernalar secara moral tentang kemampuan seseorang membuat keputusan etis ketika menghadapi dilema sikap dan perilaku etis yang akan diterapkan. Ini penting merupakan inti dari sebuah proses pendidikan.

Menurut hasil analisis data dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg, anak usia 11-12 tahun masih dalam tahap predominan biasa, disusul dengan tahap 2 dan 2/3, cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut. Dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden berusia 11-12 umumnya baru memasuki level 1, meskipun mungkin ada pengecualian dalam beberapa kasus, yaitu bahwa orang berusia 11-12 mungkin berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau lebih tinggi.

Terimakasih banyak.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

DWI NUR AZIZAH གིས-
Nama : Dwi Nur Azizah
NPM : Nama 2113053178
Izin menyampaikan analisis jurnal 2
Pada jurnal ini membahas mengenai perkembangan moral siswa sekolah dasar berdasarkan teori kohlber, seperti yang diketahui bahwa Teori Kohlberg dikenal sebagai teori yang mengukur tingkatan moral seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa SD yang berusia antara 11-12 tahun, berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlberg. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak-anak SD yang berusia 11-12 tahun secara umum termasuk dalam tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung melakukan sesuatu kegiatan bukan karena membutuhkan hasil melainkan karena takut dihukum.
Berdasarkan hasil analisis data dari jurnal ini dengan menggunakan teori kohlberg Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

Mutiara Astuti གིས-
Nama : Mutiara Astuti
NPM : 2113053280
Kelas : 3G
Hasil analisis jurna 2 mengenai PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN
TEORI KOHLBERG oleh Enung Hasanah
Moralitas dan Pendidikan moral dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi luar dan dari sisi dalam. Dilihat dari luar, moralitas mengatur cara bergaul dengan orang lain, dan dari dalam mengatur cara bergaul dengan diri sendiri. Dengan kata lain, pendidikan moral diperlukan sekaligus sebagai kontrol kondisi sosial dan sarana yang sangat diperlukan untuk aktualisai diri. Sebagian besar dari kita, termasuk filsuf serta orang tua dan pendidik, menganggap bahwa kedua fungsi moralitas saling mendukung: apa yang baik bagi masyarakat juga baik untuk anak-anak kita, dan sebaliknya (Wren, 2008: 11).
Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada karya Piaget. Asumsi utama Piaget adalah bahwa kognisi (pikiran) dan afek (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral merupakan proses perkembangan kognisi secara alami
Selain itu juga berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg, anak-anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

Kadek Asih Septiyani གིས-
Nama : Kadek Asih Septiyani
NPM : 2113053213

Izin menyampaikan hasil analisis dan pandangan saya mengenai jurnal 2 yang berjudul “PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG”

Jurnal ini bertujuan untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa SD yang berusia antara 11-12 tahun, berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlberg. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa anak-anak SD yang berusia 11-12 tahun secara umum termasuk dalam tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung melakukan sesuatu kegiatan bukan karena membutuhkan hasil melainkan karena takut dihukum. Lalu pada pendahuluan intinya membahas tentang pentingnya pendidikan moral. Salah satu aspek yang menunjang perkembangan kemahiran dalam kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah adalah dengan membantu perkembangan moral siswa agar tumbuh optimal. Moralitas selalu berbicara tentang nilai, yang menjadi evaluasi standar normatif dalam mengatur kehidupan manusia. Bagi seorang pendidik, sangat penting untuk memahami perkembangan moral peserta didiknya.

Lalu dibahas tentang teori Kohlberg yaitu mengenai perkembangan moral secara formal disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada karya Piaget. Teori (Kohlberg; L., Hersh, R.H. 1977) tentang Perkembangan Moral dibagi menjadi 3 level, yang masing-masing level dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut: Level yaitu moralitas pra-konvensional, tahap 1 yaitu ketaatan dan hukuman dan tahap 2 yaitu individualisme dan pertukaran. Level 2 yaitu moralitas konvensional, tahap 3 yaitu hubungan interpersona dan tahap 4 yaitu menjaga ketertiban sosial. Level 3 yaitu moralitas pasca-konvensional, tahap 5 yaitu kontrak sosial dan hak perorangan. Dan pada pembahasan di terangkan hasil angket dari responden/peserta yaitu siswa sekolah dasar yang berusia 11-12 tahun dan menemukan hasil seperti yang dituliskan di atas.

Sekian, terimakasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

Ernawati.21 Ernawati.21 གིས-
Nama : Ernawati
NPM : 2113053203
Kelas : 3G
Izin mengirimkan hasil analisis jurnal tentang “Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberd”.
Jurnal yang disusun oleh Enung Hasanah ini bertujuan mengukur tingkat perkembangan moral siswa Sekolah Dasar dengan usia 11-12 Tahun dengan didasarkan oleh teori kohlberd. Teori kohlberd merupakan teori yang dikenal sebagai ukuran tingkat moral seseorang. Moral diperlukan sebagai kontrol kondisi sosial dan sarana yang sangat dibutuhkan untuk aktualisasi diri. Kohlberd tidak memusatkan perhatian pada tingkah laku moral. Kematangan moral tidak tercermin dalam tingkah laku individu, melainkan pertimbangan mereka dalam penalaran.

Hasil yang diperoleh berdasarkan pada teori perkembangan moral kohlberg, anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang diikuti tahap 2 dan 2/3 dimana mereka cenderung ingin melakukan sesuatu bukan karena membutuhkan sebuah hasil tetpai karena takut dihukum. Sejalan seperti yang diungkapkan oleh Kohlberg pada tingkatan pra konvensional apabila seorang anak mendengar bahwa sesuatu itu baik atau buruk, gambaran yang ada padanya berbeda sekali dengan yang ada pada orang dewasa. Anak pada usia atau tingkatan ini memiliki pandangan yang sempit.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

YUSUF BARRULY གིས-
Nama : Yusuf Barruly
NPM :
Kelas : 3G
Izin mengumpulkan tugas analisis jurnal 2.
Jurnal yang berjudul "PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN
TEORI KOHLBERG" ini membahas penelitian kebenaran dari teori Kohlberg tentang perkembangan moral dari siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan responden dari siswa berusia 11-12 tahun. Yang mana menurut teori Kohlberg, pada umumnya anak-anak yang berusia sekitar 10–13 tahun berada pada tahap pra-konvensional, meskipun juga ada orang-orang dewasa yang berhenti perkembangannya pada tahap tersebut. Hasil dari penelitian ini yaitu :
Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg, anak-anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap prakonvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

DIAN FATUROHMI DIAN.FATUROHMI21 གིས-
Nama : Dian Faturohmi
Npm : 2113053038
Analisis jurnal 2 : PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG

Tahapan perkembangan moral adalah ukuran dari tinggi rendahnya moral seseorang berdasarkan perkembangan penalaran moralnya seperti yang diungkapkan oleh Lawrence Kohlberg. ini berpandangan bahwa penalaran moral, yang merupakan dasar dari perilaku etis, mempunyai enam tahapan perkembangan yang dapat teridentifikasi. Ia mengikuti perkembangan dari keputusan moral seiring penambahan usia yang semula diteliti Piaget. yang menyatakan bahwa logika dan moralitas berkembang melalui tahapan-tahapan konstruktif. Kohlberg memperluas pandangan dasar ini, dengan menentukan bahwa proses perkembangan moral pada prinsipnya berhubungan dengan keadilan dan perkembangannya berlanjut selama kehidupan, walaupun ada dialog yang mempertanyakan implikasi filosofis dari penelitiannya.
Kohlberg menggunakan ceritera-ceritera tentang dilema moral dalam penelitiannya, dan ia tertarik pada bagaimana orang-orang akan menjustifikasi tindakan-tindakan mereka bila mereka berada dalam persoalan moral yang sama. Kohlberg kemudian mengkategorisasi dan mengklasifikasi respon yang dimunculkan ke dalam enam tahap yang berbeda. Keenam tahapan tersebut dibagi ke dalam tiga tingkatan: pra-konvensional, konvensional, dan pasca-konvensional. Teorinya didasarkan pada tahapan perkembangan konstruktif; setiap tahapan dan tingkatan memberi tanggapan yang lebih adekuat terhadap dilema-dilema moral dibanding tahap/tingkat sebelumnya.[
Tahapan perkembangan moral siswa :
Tingkat 1 (Pra-Konvensional)
1. Orientasi kepatuhan dan hukuman
2. Orientasi minat pribadi
Tingkat 2 (Konvensional)
1. Orientasi keserasian interpersonal dan konformitas
2. Orientasi otoritas dan pemeliharaan aturan sosial
Tingkat 3 (Pasca-Konvensional)
1. Orientasi kontrak sosial
2. Prinsip etika universal

Sekian terimakasi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

Lisa Ariyanti གིས-
Nama: Lisa Ariyanti
NPM: 2113053083

Teori Kohlberg dikenal sebagai teori yang mengukur tingkatan
moral seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat
perkembangan moral siswa SD yang berusia antara 11-12 tahun,
berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlberg. Hasil penelitian
menunjukan bahwa anak-anak SD yang berusia 11-12 tahun secara
umum termasuk dalam tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan
diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung melakukan sesuatu kegiatan
bukan karena membutuhkan hasil melainkan karena takut dihukum.
Dalam menjelaskannya juga Kohlberg menggunakan sebuah cerita untuk memudahkan kita dalam memahami konsep dari teorinya. Sehingga, kita dapat mudah untuk paham akan maksud dari teori itu sebenarnya dengan baik.