Apabila ada pertanyaan dari materi yang belum dipahami, silahkan bertanya dan saling memberi pendapat pada forum ini!
Forum Diskusi
Nama:Subhan Al Qodri
Npm:2113033072
Izin Bertanya
Manusia purba apakah yang hidup pada masa Mesolitikum?
Npm:2113033072
Izin Bertanya
Manusia purba apakah yang hidup pada masa Mesolitikum?
Nama : Satya Duta Pratama
NPM : 2113033048
Izin menjawab,
Manusia purba pada masa zaman mesolitikum adalah bangsa daripada melanosoid. Bangsa tersebut akan menjadi lebih menyeruopai nenek moyang yang orang dari Sakai, Aeta, Aborigin dan juga kepada orang-orang Papua.
NPM : 2113033048
Izin menjawab,
Manusia purba pada masa zaman mesolitikum adalah bangsa daripada melanosoid. Bangsa tersebut akan menjadi lebih menyeruopai nenek moyang yang orang dari Sakai, Aeta, Aborigin dan juga kepada orang-orang Papua.
Nama : Vilia Ariana
Npm : 2113033046
Izin menjawab pertanyaan dari subhan
Manusia purba pada zaman mesolitikum memiliki kecerdasan yang lebih dibandingkan dengan manusia purba pada zaman sebelumnya.Salah satu jenis manusia purba yang hidup pada masa ini adalah Abris sous roche, yaitu manusia purba mendiami gua-gua di tebing pantai.
Npm : 2113033046
Izin menjawab pertanyaan dari subhan
Manusia purba pada zaman mesolitikum memiliki kecerdasan yang lebih dibandingkan dengan manusia purba pada zaman sebelumnya.Salah satu jenis manusia purba yang hidup pada masa ini adalah Abris sous roche, yaitu manusia purba mendiami gua-gua di tebing pantai.
Nama: maratun Saidah
Npm: 2113033062
Izin menjawab pertanyaan dari subhan
Manusia pendukung pada periode ini berasal dari campuran bangsa-bangsa pendatang dari Asia.
Seperti contohnya Suku Irian, Suku Sakai, Suku Atca, Suku Aborigin, dan Suku Semang.
Npm: 2113033062
Izin menjawab pertanyaan dari subhan
Manusia pendukung pada periode ini berasal dari campuran bangsa-bangsa pendatang dari Asia.
Seperti contohnya Suku Irian, Suku Sakai, Suku Atca, Suku Aborigin, dan Suku Semang.
Nama : Rizky Maulana Putra
NPM : 2113033050
izin bertanya
Apakah dizaman ini manusia purba sudah mengenal tulisan?
NPM : 2113033050
izin bertanya
Apakah dizaman ini manusia purba sudah mengenal tulisan?
Nama : Ayu Setiawati
Npm : 2113033020
Izin bertanya,
Apa yang dijadikankan bukti pendukung sehingga dapat menunjukkan kebudayaan mesolitikum adalah dari bangsa Papua Melanesoid?
Npm : 2113033020
Izin bertanya,
Apa yang dijadikankan bukti pendukung sehingga dapat menunjukkan kebudayaan mesolitikum adalah dari bangsa Papua Melanesoid?
Inama:evrika Liana
Npm:2113033002
Izin menjawab
Pada zaman mesolithikum banyak ditemukan alat tulang sampung di Goa Lawa dekat Sampung, Jawa Timur. Bersamaan penemuan alat tersebut ditemukan pula fosil manusia Papua Melanosoid yg merupakan nenek moyang bangsa Papua dan Melanesia sekarang
Npm:2113033002
Izin menjawab
Pada zaman mesolithikum banyak ditemukan alat tulang sampung di Goa Lawa dekat Sampung, Jawa Timur. Bersamaan penemuan alat tersebut ditemukan pula fosil manusia Papua Melanosoid yg merupakan nenek moyang bangsa Papua dan Melanesia sekarang
Nama : Nurul Hasna Azhari
Npm : 2113033032
Izin bertanya
Mengapa zaman Neolithikum dikatakan sebagai zaman revolusi kebudayaan?
Npm : 2113033032
Izin bertanya
Mengapa zaman Neolithikum dikatakan sebagai zaman revolusi kebudayaan?
Nama : Diandra Adelia
NPM : 2113033026
Izin menjawab
Karena pada zaman ini terjadi perubahan kebudayaan dari mengumpulkan makanan (food gathering) menjadi memproduksi makanan (food producing). Hal ini menunjukkan adanya kemajuan pesat dari kebudayaan sebelumnya pada masa Mesolitikum.
Pada zaman ini pula manusia sudah mulai mengenal cara bercocok tanam dan beternak untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka membakar hutan dan menanaminya dengan tanaman yang bisa dimakan seperti umbi-umbian. Mereka juga beternak untuk dimanfaatkan dagingnya demi memenuhi kebutuhan pangan mereka.
Mereka juga sudah mengenal tempat tinggal tetap. Mereka tidak lagi hidup secara nomaden untuk mendapatkan makanan. Mereka terdiri dari sebuah kelompok yang menghuni sebuah perkampungan yang tak beraturan. Dimulai dari kelompok kecil hingga membentuk sebuah perkampungan besar.
NPM : 2113033026
Izin menjawab
Karena pada zaman ini terjadi perubahan kebudayaan dari mengumpulkan makanan (food gathering) menjadi memproduksi makanan (food producing). Hal ini menunjukkan adanya kemajuan pesat dari kebudayaan sebelumnya pada masa Mesolitikum.
Pada zaman ini pula manusia sudah mulai mengenal cara bercocok tanam dan beternak untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka membakar hutan dan menanaminya dengan tanaman yang bisa dimakan seperti umbi-umbian. Mereka juga beternak untuk dimanfaatkan dagingnya demi memenuhi kebutuhan pangan mereka.
Mereka juga sudah mengenal tempat tinggal tetap. Mereka tidak lagi hidup secara nomaden untuk mendapatkan makanan. Mereka terdiri dari sebuah kelompok yang menghuni sebuah perkampungan yang tak beraturan. Dimulai dari kelompok kecil hingga membentuk sebuah perkampungan besar.
Izin menjawab
Nama : sindy Yuliasari
Npm : 211303300
Pada masa ini disebut sebagai zaman revolusi kebudayaan karena ciri khas kebudayaan neolithikum, yaitu keterampilan mengasah benda benda (batu) hingga halus, sehingga benda-benda yang dihasilkan baik kapak persegi maupun kapak lonjong sudah dibuat dengan teknik asahan yang sangat halus. Di samping itu, kepandaian pada masa Neolithikum ini kepandaian membuat benda-benda gerabah sudah semakin maju, misalnya dibuat dengan teknik yang halus.
Nama : sindy Yuliasari
Npm : 211303300
Pada masa ini disebut sebagai zaman revolusi kebudayaan karena ciri khas kebudayaan neolithikum, yaitu keterampilan mengasah benda benda (batu) hingga halus, sehingga benda-benda yang dihasilkan baik kapak persegi maupun kapak lonjong sudah dibuat dengan teknik asahan yang sangat halus. Di samping itu, kepandaian pada masa Neolithikum ini kepandaian membuat benda-benda gerabah sudah semakin maju, misalnya dibuat dengan teknik yang halus.
Nama : Destiana Saputri
NPM : 2113033070
Izin menjawab pertanyaan dari Nurul Hasna pak, Sebab, pada Zaman Neolitikum terjadi perubahan yang cukup mendasar dari meramu atau food gathering menjadi food producing alias membuat makanan sendiri.
NPM : 2113033070
Izin menjawab pertanyaan dari Nurul Hasna pak, Sebab, pada Zaman Neolitikum terjadi perubahan yang cukup mendasar dari meramu atau food gathering menjadi food producing alias membuat makanan sendiri.
Nama: Amanda fiska delawati
NPM: 2113033010
izin bertanya
Bagaimana kehidupan masyarakat indonesia pada zaman paleolitikum
NPM: 2113033010
izin bertanya
Bagaimana kehidupan masyarakat indonesia pada zaman paleolitikum
Nama: Anisa Siba Azzahra
NPM: 2113033024
Izin menjawab
Kehidupan masyarakat pada zaman paleolitikum maasih sangat sederhana untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia purba sepenuhnya bergantung pada keadaan alam dengan cara berburu dan mengumpulkan makanandari alam atau disebut dengan food gathering.
NPM: 2113033024
Izin menjawab
Kehidupan masyarakat pada zaman paleolitikum maasih sangat sederhana untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia purba sepenuhnya bergantung pada keadaan alam dengan cara berburu dan mengumpulkan makanandari alam atau disebut dengan food gathering.
Nama : M.Fauzan Akbar
NPM : 2113033054
Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan saudara amanda fiska Ciri kehidupan sosial-budaya masyarakat pada Zaman Batu Tua (Paleolithikum) adalah:
1. Belum mengenal cocok tanam
Pada masa ini manusia belum bisa becocok tanam, berbeda dengan pada Zaman Batu Muda (Neeolithikum) dimana manusia sudah mulai mengenal cara mendapat makanan dengan bertani.
2. Hidup berburu dan meramu
Karena belum mengenal sistem cocok tanam, manusia purba hanya mendapatkan makanan dengan berburu atau mengumpulkan makanan atau meramu. Ini misalnya terlihat dari sisa-sisa kerang dan hewan laut di pantai dari sisa makanan manusia purba yang disebut kjokkenmoddinger.
3. Manusia purba masih hidup secara nomaden (berpindah pindah) dalam kelompok kecil
Manusia purba pada masa ini mendapat makanan dengan mengumpulkan buah liar atau kerang pantai. Karena itu, manusia purba harus hidup nomaden atau berpindah-pindah. Kondisi ini disebabkan karena manusia harus mengikuti binatang buruan yang merupakan sumber makanan utama mereka dan hidup dalam kelompok kecil. Bila sumber makanan habis, manusia harus berpindah ke tempat baru. Tempat tinggal manusia saat itu memanfaatkan gua-gua alami atau membangun tenda sederhana dari patahan ranting pepohonan.
4. Belum ada pembagian kerja dan stratifikasi sosial
Karena belum ada sistem cocok tanam, maka manusia masih tinggal dalam kelompok-kelompok berburu dalam jumlah anggota kelompok yang kecil. Dalam kelompok ini belum ada sistem sosial yang kompleks. Pada masa Paleolitikum, semua manusia masih hidup sebagai pemburu atau pengumpul makanan, dan belum ada pembatasan antara pemimpin dan pekerja yang khusus membuat produk tertentu.
5. Alat yang digunakan berupa peralatan batu yang besar dan kasar
Masyarakat menggunakan alat batu besar dan kasar seperti kapak batu. Alat batu ini digunakan untuk berburu, mengolah makanan, membuat pakaian dan membuat api. Alat batu ini dibuat dengan memotong batuan menjadi tajam.
NPM : 2113033054
Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan saudara amanda fiska Ciri kehidupan sosial-budaya masyarakat pada Zaman Batu Tua (Paleolithikum) adalah:
1. Belum mengenal cocok tanam
Pada masa ini manusia belum bisa becocok tanam, berbeda dengan pada Zaman Batu Muda (Neeolithikum) dimana manusia sudah mulai mengenal cara mendapat makanan dengan bertani.
2. Hidup berburu dan meramu
Karena belum mengenal sistem cocok tanam, manusia purba hanya mendapatkan makanan dengan berburu atau mengumpulkan makanan atau meramu. Ini misalnya terlihat dari sisa-sisa kerang dan hewan laut di pantai dari sisa makanan manusia purba yang disebut kjokkenmoddinger.
3. Manusia purba masih hidup secara nomaden (berpindah pindah) dalam kelompok kecil
Manusia purba pada masa ini mendapat makanan dengan mengumpulkan buah liar atau kerang pantai. Karena itu, manusia purba harus hidup nomaden atau berpindah-pindah. Kondisi ini disebabkan karena manusia harus mengikuti binatang buruan yang merupakan sumber makanan utama mereka dan hidup dalam kelompok kecil. Bila sumber makanan habis, manusia harus berpindah ke tempat baru. Tempat tinggal manusia saat itu memanfaatkan gua-gua alami atau membangun tenda sederhana dari patahan ranting pepohonan.
4. Belum ada pembagian kerja dan stratifikasi sosial
Karena belum ada sistem cocok tanam, maka manusia masih tinggal dalam kelompok-kelompok berburu dalam jumlah anggota kelompok yang kecil. Dalam kelompok ini belum ada sistem sosial yang kompleks. Pada masa Paleolitikum, semua manusia masih hidup sebagai pemburu atau pengumpul makanan, dan belum ada pembatasan antara pemimpin dan pekerja yang khusus membuat produk tertentu.
5. Alat yang digunakan berupa peralatan batu yang besar dan kasar
Masyarakat menggunakan alat batu besar dan kasar seperti kapak batu. Alat batu ini digunakan untuk berburu, mengolah makanan, membuat pakaian dan membuat api. Alat batu ini dibuat dengan memotong batuan menjadi tajam.
Nama : Verlin Maharani
Npm : 2113033012
Izin menjawab pertanyaan dari Amanda fiska,
Pada Paleolitikum kehidupan zaman masih ditandai dengan masa berburu, mengumpulkan bahan makanan, dan hidup secara berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari makanan.
Npm : 2113033012
Izin menjawab pertanyaan dari Amanda fiska,
Pada Paleolitikum kehidupan zaman masih ditandai dengan masa berburu, mengumpulkan bahan makanan, dan hidup secara berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari makanan.
Nama : Shabrina Azzahra
NPM : 2113033042
Izin bertanya,
Apa perbedaan dari corak kehidupan antara masa mesolitikum dan neolitikum?
NPM : 2113033042
Izin bertanya,
Apa perbedaan dari corak kehidupan antara masa mesolitikum dan neolitikum?
Nama: Kinaryo Damar Pamungkas
NPM: 2113033074
Izin menjawab pertanyaan dari saudari Shabrina,
- Corak kehidupan masyarakat Indonesia pada masa mesolitikum adalah kehidupan sosial-ekonominya masih berburu dan meramu atau food gathering dan mulai mengenal bercocok tanam tingkat awal . Lalu pada masa ini mereka telah mengenal pembagian kerja. Selain itu, manusia pada masa Mesolithikum sudah mulai memiliki tempat tinggal meskipun belum menetap (semi-sedenter).
- Sedangkan corak kehidupan masyarakat pada masa neolitikum dalam sektor ekonomi berkembang pesat karena telah ada sistem perdagangan dengan cara barter atau tukar menukar barang. Kepercayaan di Zaman Neolitikum mulai mengenal dewa. Di masa ini juga telah mengenal sistem berburu dengan menggunakan mata panah. Masyarakat pada masa ini telah mengerti cara bercocok tanam, beternak, hidup menetap. Serta mulai membuat peraturan hidup bersama dalam suatu kelompok.
NPM: 2113033074
Izin menjawab pertanyaan dari saudari Shabrina,
- Corak kehidupan masyarakat Indonesia pada masa mesolitikum adalah kehidupan sosial-ekonominya masih berburu dan meramu atau food gathering dan mulai mengenal bercocok tanam tingkat awal . Lalu pada masa ini mereka telah mengenal pembagian kerja. Selain itu, manusia pada masa Mesolithikum sudah mulai memiliki tempat tinggal meskipun belum menetap (semi-sedenter).
- Sedangkan corak kehidupan masyarakat pada masa neolitikum dalam sektor ekonomi berkembang pesat karena telah ada sistem perdagangan dengan cara barter atau tukar menukar barang. Kepercayaan di Zaman Neolitikum mulai mengenal dewa. Di masa ini juga telah mengenal sistem berburu dengan menggunakan mata panah. Masyarakat pada masa ini telah mengerti cara bercocok tanam, beternak, hidup menetap. Serta mulai membuat peraturan hidup bersama dalam suatu kelompok.
Nama: Nabila Fauziah Aziz
Npm:2113033036
Izin bertanya pak,
Apa hasil kebudayaan pada zaman mesolitikum?
Npm:2113033036
Izin bertanya pak,
Apa hasil kebudayaan pada zaman mesolitikum?
Nama: Wahyu Agil Permana
NPM: 2113033066
Izin menjawab pertanyaan saudari Nabila
Peninggalan zaman Mesolitikum yang sangat terkenal adalah adanya kebudayaan kjokkenmoddinger dan berkembangnya abris sous roche.
1. Kjokkenmoddinger
2. Pebble
3. Batu Pipisan
4. Abris Sous Roche
5. Kebudayaan Tulang Sampung
6. Kebudayaan Toala.
NPM: 2113033066
Izin menjawab pertanyaan saudari Nabila
Peninggalan zaman Mesolitikum yang sangat terkenal adalah adanya kebudayaan kjokkenmoddinger dan berkembangnya abris sous roche.
1. Kjokkenmoddinger
2. Pebble
3. Batu Pipisan
4. Abris Sous Roche
5. Kebudayaan Tulang Sampung
6. Kebudayaan Toala.
Nama: Sendi Sanjaya
Npm: 2113033016
Izin menjawab pertanyaan dari Nabila Fauziah,
Hasil kebudayaan pada zaman mesolitikum sebagai berikut: kjokkenmoddinger, pebble ( kapak Sumatra), batu pipisan, abris sous roche adalah kebudayaan manusia purba yang tinggal di gua-gua, kebudayaan tulang Sampung, kebudayaan toala.
Npm: 2113033016
Izin menjawab pertanyaan dari Nabila Fauziah,
Hasil kebudayaan pada zaman mesolitikum sebagai berikut: kjokkenmoddinger, pebble ( kapak Sumatra), batu pipisan, abris sous roche adalah kebudayaan manusia purba yang tinggal di gua-gua, kebudayaan tulang Sampung, kebudayaan toala.
In reply to Nabila.Fauziah21 Nabila.Fauziah21
Re: Forum Diskusi
Nama : Okta Mardalita
NPM : 2113033034
Izin menjawab pertanyaan dari nabila
Flake atau Alat serpih bergerigih dan hitam (Ditemukan di daerah Sulawesi Selatan)
Peralatan yang terbuat dari tulang (Tulang manusia yang meninggal tersebut)
Gerabah
Batu Penggiling (Digunakan untuk menggiling hasil panen)
Kulit hewan
Pebble
NPM : 2113033034
Izin menjawab pertanyaan dari nabila
Flake atau Alat serpih bergerigih dan hitam (Ditemukan di daerah Sulawesi Selatan)
Peralatan yang terbuat dari tulang (Tulang manusia yang meninggal tersebut)
Gerabah
Batu Penggiling (Digunakan untuk menggiling hasil panen)
Kulit hewan
Pebble
Nama : Destiana Saputri
NPM : 2113033070
Izin menjawab pertanyaan dari Nabila Fauziah Aziz pak, hasil kebudayaan pada zaman Mesolitikum yaitu 1.Kjokkenmoddinger merupakan timbunan kulit siput dan kerang yang menggunung. Manusia purba zaman Mesolitikum saat itu tinggal di tepi pantai dengan rumah-rumah bertonggak.
2. Pebble
3. Batu Pipisan
4. abris sous roche adalah kebudayaan manusia purba yang tinggal di gua-gua. Manusia purba zaman Mesolitikum juga tinggal di gua yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia. Karena dijadikan tempat tinggal, gua seolah-olah menjadi perkampungan manusia purba yang meninggalkan jejak-jejak kebudayaan.
NPM : 2113033070
Izin menjawab pertanyaan dari Nabila Fauziah Aziz pak, hasil kebudayaan pada zaman Mesolitikum yaitu 1.Kjokkenmoddinger merupakan timbunan kulit siput dan kerang yang menggunung. Manusia purba zaman Mesolitikum saat itu tinggal di tepi pantai dengan rumah-rumah bertonggak.
2. Pebble
3. Batu Pipisan
4. abris sous roche adalah kebudayaan manusia purba yang tinggal di gua-gua. Manusia purba zaman Mesolitikum juga tinggal di gua yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia. Karena dijadikan tempat tinggal, gua seolah-olah menjadi perkampungan manusia purba yang meninggalkan jejak-jejak kebudayaan.
Nama : Hazelita syaikha khayyira
Npm : 2113033058
izin bertanya
bagaimana kehidupan ekonomi zaman mesolitikum?
Npm : 2113033058
izin bertanya
bagaimana kehidupan ekonomi zaman mesolitikum?
Nama:Merlinda
NPM:2113033038
Kelas B
Izin menjawab pertanyaan dari saudari Hazelita
Pada masa mesolitikum kehidupan ekonomi nya sudah terdapat manusia yang melakukan usaha bertani yang dilakukan secara sederhana, Bercocok tanam dikerjakannya dengan amat sederhana dan dilakukan secara berpindah-pindah menurut keadaan kesuburan tanah. Hutan yang akan dijadikan tanah pertanian dirambah dahulu dengan sistem tebas-bakar (slash and burn). Di sini mereka menanam umbi-umbian seperti keladi sebab mereka belum mengenal cara menanam biji-bijian. Mereka sudah menanam satu jenis padi liar yang didapatkan dari hutan, dan kemudian mengetam dengan mempergunakan pisau-pisau batu yang tajam. Setelah musim panen selesai, lahan pertanian yang sederhana itu akan ditinggalkannya.
NPM:2113033038
Kelas B
Izin menjawab pertanyaan dari saudari Hazelita
Pada masa mesolitikum kehidupan ekonomi nya sudah terdapat manusia yang melakukan usaha bertani yang dilakukan secara sederhana, Bercocok tanam dikerjakannya dengan amat sederhana dan dilakukan secara berpindah-pindah menurut keadaan kesuburan tanah. Hutan yang akan dijadikan tanah pertanian dirambah dahulu dengan sistem tebas-bakar (slash and burn). Di sini mereka menanam umbi-umbian seperti keladi sebab mereka belum mengenal cara menanam biji-bijian. Mereka sudah menanam satu jenis padi liar yang didapatkan dari hutan, dan kemudian mengetam dengan mempergunakan pisau-pisau batu yang tajam. Setelah musim panen selesai, lahan pertanian yang sederhana itu akan ditinggalkannya.
Nama: Ghina Afifah
NPM: 2113033022
Izin bertanya pak
Bagaimanakah ciri ciri kehidupan pada zaman mesolitikum?
NPM: 2113033022
Izin bertanya pak
Bagaimanakah ciri ciri kehidupan pada zaman mesolitikum?
Nama : Ulfa Novitasari
NPM : 2113033040
Izin menjawab pertanyaan Ghina afifah
Ciri ciri kehidupan zaman mesolitikum adalah :
•Ditemukannya Kjokkenmoddinger dan abris sous roche
•Masyarakatnya mencari makan dengan berburu, meramu, dan bercocok tanam
•Hidup semi nomaden, di tempat-tempat seperti goa atau tepi pantai
•Alat-alat yang digunakan didominasi dari tulang dan bebatuan kasar
•Sudah mengenal seni melukis
•Sudah mengenal kepercayaan
NPM : 2113033040
Izin menjawab pertanyaan Ghina afifah
Ciri ciri kehidupan zaman mesolitikum adalah :
•Ditemukannya Kjokkenmoddinger dan abris sous roche
•Masyarakatnya mencari makan dengan berburu, meramu, dan bercocok tanam
•Hidup semi nomaden, di tempat-tempat seperti goa atau tepi pantai
•Alat-alat yang digunakan didominasi dari tulang dan bebatuan kasar
•Sudah mengenal seni melukis
•Sudah mengenal kepercayaan
Nama: Raedhan Rimandrie
NPM: 2113033060
Kelas: B (Genap)
Izinkan saya untuk bertanya pak
Apa saja perbedaan yang signifikan diantara ke tiga masa Paleotikum, Mesolitikum dan Neolitikum ?
NPM: 2113033060
Kelas: B (Genap)
Izinkan saya untuk bertanya pak
Apa saja perbedaan yang signifikan diantara ke tiga masa Paleotikum, Mesolitikum dan Neolitikum ?
Nama : Raihan Sita Martanti
Npm : 2113033014
Izin menjawab pertanyaan dari saudara Raedhan.
Perbedaan yang signifikan pada zaman paleolithikum, Mesolithikum, dan Neolithikum adalah dapat dilihat dari berbagai aspek, antara lain :
▪️Cara hidupnya mulai dari bertahan hidup, berburu binatang, tempat tinggal dan lainnya. Merupakan salah satu pembeda dasar antara masa paleolitikum dengan masa mesolitikum.
▪️Dalam perkembangan ilmu pengetahuannya. Hal ini juga menjadi dasar apa perbedaan zaman paleolitikum mesolitikum dan neolitikum.
▪️Dalam unsur kesenian. Hal inilah yang menjadi apa perbedaan budaya pada masa mesolitikum dengan neolitikum apalagi paleolitikum.
Pemanfaatan sumber daya alam. Hal ini merupakan salah satu perbedaan antara zaman paleolitikum dan neolitikum memiliki ciri yang mendasar seperti itu.
▪️Peralatan yang digunakan oleh manusia purba saat itu sangat beda. Peralatan yang digunakan manusia paleolitikum lebih kasar sedangkan berkembangnya dan sampai pada zaman neolitikum semakin halus. Hal itulah yang paling dasar dalam membedakan hasil budaya batu paleolitikum mesolitikum dan neolitikum.
Npm : 2113033014
Izin menjawab pertanyaan dari saudara Raedhan.
Perbedaan yang signifikan pada zaman paleolithikum, Mesolithikum, dan Neolithikum adalah dapat dilihat dari berbagai aspek, antara lain :
▪️Cara hidupnya mulai dari bertahan hidup, berburu binatang, tempat tinggal dan lainnya. Merupakan salah satu pembeda dasar antara masa paleolitikum dengan masa mesolitikum.
▪️Dalam perkembangan ilmu pengetahuannya. Hal ini juga menjadi dasar apa perbedaan zaman paleolitikum mesolitikum dan neolitikum.
▪️Dalam unsur kesenian. Hal inilah yang menjadi apa perbedaan budaya pada masa mesolitikum dengan neolitikum apalagi paleolitikum.
Pemanfaatan sumber daya alam. Hal ini merupakan salah satu perbedaan antara zaman paleolitikum dan neolitikum memiliki ciri yang mendasar seperti itu.
▪️Peralatan yang digunakan oleh manusia purba saat itu sangat beda. Peralatan yang digunakan manusia paleolitikum lebih kasar sedangkan berkembangnya dan sampai pada zaman neolitikum semakin halus. Hal itulah yang paling dasar dalam membedakan hasil budaya batu paleolitikum mesolitikum dan neolitikum.
nama : indah mulyaning f
npm : 2113033056
izin menjawab pertanyaan dari subhan al qodri
Manusia purba apa yang hidup pada zaman mesolitikum?
Salah satu jenis manusia purba yang hidup pada masa ini adalah Abris sous roche, yaitu manusia purba mendiami gua-gua di tebing pantai. Ini dibuktikan dengan ditemukannya fosil mereka bersama dengan banyaknya tumpukan sampah dapur yang menggunung tinggi hingga mencapai 7 meter
npm : 2113033056
izin menjawab pertanyaan dari subhan al qodri
Manusia purba apa yang hidup pada zaman mesolitikum?
Salah satu jenis manusia purba yang hidup pada masa ini adalah Abris sous roche, yaitu manusia purba mendiami gua-gua di tebing pantai. Ini dibuktikan dengan ditemukannya fosil mereka bersama dengan banyaknya tumpukan sampah dapur yang menggunung tinggi hingga mencapai 7 meter
Nama : Dimas Faturrahman
NPM : 2113033078
Izin bertanya
Bagaimana sistem kepercayaan manusia di masa pra sejarah?
NPM : 2113033078
Izin bertanya
Bagaimana sistem kepercayaan manusia di masa pra sejarah?
Assalamualaikum
Nama: M Aldi rahman indra jaya
Npm:2113033006
Izin menjawab pertanyaan dimas faturrahman
Ada 3 kepercayaan yaitu
1.Animisme
Kata animisme berasal dari bahasa Latin anima yang memiliki arti roh. Menurut buku Sejarah Asia Tenggara: Dari Masa Prasejarah sampai Kontemporer (2013) karya M.C Ricklefs, animisme adalah sistem kepercayaan yang memuja makhluk halus dan roh nenek moyang.
2.Dinamisme
Secara harfiah, Dinamisme berasal dari bahasa Inggris dynamic yang berarti daya, kekuatan, dinamis. Dinamisme adalah kepercayaan terhadap benda-benda tertentu yang dianggap memiliki kekuatan supranatural seperti pohon besar dan batu besar.
3.Totemisme
Totemisme merupakan sistem kepercayaan yang menganggap bahwa hewan atau tumbuhan tertentu memiliki kekuatan supranatural untuk memberikan keselamatan atau malapetaka kepada penganutnya
Nama: M Aldi rahman indra jaya
Npm:2113033006
Izin menjawab pertanyaan dimas faturrahman
Ada 3 kepercayaan yaitu
1.Animisme
Kata animisme berasal dari bahasa Latin anima yang memiliki arti roh. Menurut buku Sejarah Asia Tenggara: Dari Masa Prasejarah sampai Kontemporer (2013) karya M.C Ricklefs, animisme adalah sistem kepercayaan yang memuja makhluk halus dan roh nenek moyang.
2.Dinamisme
Secara harfiah, Dinamisme berasal dari bahasa Inggris dynamic yang berarti daya, kekuatan, dinamis. Dinamisme adalah kepercayaan terhadap benda-benda tertentu yang dianggap memiliki kekuatan supranatural seperti pohon besar dan batu besar.
3.Totemisme
Totemisme merupakan sistem kepercayaan yang menganggap bahwa hewan atau tumbuhan tertentu memiliki kekuatan supranatural untuk memberikan keselamatan atau malapetaka kepada penganutnya
Nama : Muhammad Cahyadi Nugroho
Npm : 2113033064
izin menjawab dari pertanyaan saudara Dimas Fatturahman
Kepercayaan yang di anut di masa pra sejarah adalah
1. Roh Nenek Moyang
2. Animisme
3. Dinamisme
4. Totemisme
5. Monoisme
Npm : 2113033064
izin menjawab dari pertanyaan saudara Dimas Fatturahman
Kepercayaan yang di anut di masa pra sejarah adalah
1. Roh Nenek Moyang
2. Animisme
3. Dinamisme
4. Totemisme
5. Monoisme
Nama : Muhammad Sahrul Dwi Wantoro
NPM : 2113033030
Izin menjawab Bapak,pertanyaan dari Nurul Hasna Azhari
Mengapa zaman Neolithikum dikatakan sebagai zaman revolusi kebudayaan, karena pada waktu itu terjadi perubahan pola kehidupan manusia. Pola hidup (Food Gathering) digantikan oleh pola (Food Producing). Hal ini disebabkan oleh terjadinya perubahan jenis pendukung kebudayaannya. Pada zaman ini telah ada manusia pendukung jenis Homo Sapiens sebagai pendukung kebudayaan zaman batu baru. Dari manusia pendukung ini manusia mulai mengenal cara bercocok tanam dan beternak sebagai proses untuk menghasilkan dan memproduksi bahan makanan. Selain itu sudah mulai hidup bermasyarakat dengan saling bergotong-royong. Secara garis besar zaman Neolithikum dibagi atas dua kebudayaan besar yaitu kebudayaan kapak persegi dan kebudayaan kapak lonjong.
NPM : 2113033030
Izin menjawab Bapak,pertanyaan dari Nurul Hasna Azhari
Mengapa zaman Neolithikum dikatakan sebagai zaman revolusi kebudayaan, karena pada waktu itu terjadi perubahan pola kehidupan manusia. Pola hidup (Food Gathering) digantikan oleh pola (Food Producing). Hal ini disebabkan oleh terjadinya perubahan jenis pendukung kebudayaannya. Pada zaman ini telah ada manusia pendukung jenis Homo Sapiens sebagai pendukung kebudayaan zaman batu baru. Dari manusia pendukung ini manusia mulai mengenal cara bercocok tanam dan beternak sebagai proses untuk menghasilkan dan memproduksi bahan makanan. Selain itu sudah mulai hidup bermasyarakat dengan saling bergotong-royong. Secara garis besar zaman Neolithikum dibagi atas dua kebudayaan besar yaitu kebudayaan kapak persegi dan kebudayaan kapak lonjong.
Nama: Mas Ayu Soraya
Npm: 2113033076
Izin menjawab pertanyaan amanda fiska pak
Manusia masa paleolitik hidup dalam kelompok-kelompok kecil. Besarnya kelompok ditentukan oleh besarnya daerah dan hasil perburuan. Jika penduduk suatu daerah melebihi jumlah optimal, maka sebagian dari kelompok ini memisahkan diri dengan cara migrasi ataupun mungkin dilakukan infantisida untuk membatasi besarnya populasi (Jacob 1969).
Dalam kehidupan masa paleolitik ini secara tidak langsung terjadi pembagian kerja berdasarkan perbedaan seks atau umur. Kaum lelaki bertugas mencari makan dengan berburu binatang, sedang kaum perempuan tinggal di rumah mengasuh anak sembari meramu makanan. Bahkan setelah api ditemukan, maka peramu menemukan cara memanasi makanan. Sementara itu pada masa ini belum ditemukan bukti adanya kepercaya- an atau religi dari manusia pendukungnya.
Npm: 2113033076
Izin menjawab pertanyaan amanda fiska pak
Manusia masa paleolitik hidup dalam kelompok-kelompok kecil. Besarnya kelompok ditentukan oleh besarnya daerah dan hasil perburuan. Jika penduduk suatu daerah melebihi jumlah optimal, maka sebagian dari kelompok ini memisahkan diri dengan cara migrasi ataupun mungkin dilakukan infantisida untuk membatasi besarnya populasi (Jacob 1969).
Dalam kehidupan masa paleolitik ini secara tidak langsung terjadi pembagian kerja berdasarkan perbedaan seks atau umur. Kaum lelaki bertugas mencari makan dengan berburu binatang, sedang kaum perempuan tinggal di rumah mengasuh anak sembari meramu makanan. Bahkan setelah api ditemukan, maka peramu menemukan cara memanasi makanan. Sementara itu pada masa ini belum ditemukan bukti adanya kepercaya- an atau religi dari manusia pendukungnya.
Nama: Wahyu Fitir Rahim
Npm : 2113033052
Izin menjawab pertanyaan dari subhan
Manusia purba pada zaman mesolitikum memiliki kecerdasan yang lebih dibandingkan dengan manusia purba pada zaman sebelumnya.
Bangsa melanosoid menjadi nenek moyang orang dari Sakai, Aeta, Aborigin dan papua
Npm : 2113033052
Izin menjawab pertanyaan dari subhan
Manusia purba pada zaman mesolitikum memiliki kecerdasan yang lebih dibandingkan dengan manusia purba pada zaman sebelumnya.
Bangsa melanosoid menjadi nenek moyang orang dari Sakai, Aeta, Aborigin dan papua