Diskusi KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BANGSA-BANGSA EROPA DI AFRIKA dan AMERIKA

Diskusi

Diskusi

oleh Yusuf Perdana -
Jumlah balasan: 23
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Euis Ramadhoni -
Nama : Euis Ramadhoni
NPM : 1913033038

Izin menjawab pak, hal penting yang saya dapat dari kolonialisme dan Imperialisme adalah memberi pengaruh kemiskinan dan masalah kesehatan, konflik etnis, adanya pembagian upah sosial, ada nya eksploitas besar besaran baik pada sda maupun sdm, masyarakat mendapatkan perampasan tanah, dan menimbulkan efek psikologis yang besar yaitu trauma besar yang dirasakan masyarakat dan dampak yang dihasilkan dari kolonialisme dan untuk hal positifnya memberikan pengetahuan, teknologi dan cara bercocok tanam yang modern kepada bangsa afrika. Selian itu imperialisme eropa di amerika adalah adanya sistem perbudakan, berkembangnya agama kristen, berakhirnya perdaban suku inca dan aztek pada masa pendudukan spanyol, dan amerika ajdi pusat percampuran dari berbagai negara. Sekian terimakasih.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Aliza Oktaviani -
Nama : Aliza Oktaviani
NPM : 1913033046
Izin menjawab pak, kolonialisme dan imprealisme bangsa eropa di afrika dan amerika dapat saya ambil poin pentingnya sebagai berikut :
1. Kolonialisme dan Imprealisme di Afrika
Bangsa eropa datang ke afrika untuk melakukan kolonialisme dan imprealisme ekonomi suber daya alam afrika, seperti negara prancis. afrika menjadi daerah strategis untuk dilakukan kolonialisme dan imprealisme sebab kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang masih terbelakang dalam bidang pengetahuan dan teknologi membuat bangsa eropa dapat dengan mudah untuk menguasai afrika tersebut tentunya melakukan kolonialisme dan imprealisme baik kekayaan alam afrika yang dimilikimaupun sumber daya manusia juga dieksploitasi.

2. Kolonialisme dan Imprealisme di Amerika
latar belakang kolonialisme dan imprealisme di amerika ini tidak terlepas dari sejarah bangsa eropa itu sendiri. dimana pasca terjadinya perang salib yang dimenangkan oleh turki utsmani menutup perdagangan di kota konstatinopel. rempah menjadi barang berharga oleh bangsa eropa. oleh sebab itu bangsa eropa mencari jalan alternatif untuk mencari rempah-rempah di tempat lain dengan melakukan penjelajahan dunia.
hingga sampailah bangsa eropa ini di amerika seperti portugis,spanyol, prancis, belanda dan inggris. dari berbagai kolonialisme dan imprealisme yang dilakukan oleh angsa eropa tersebut memberikan dampak terhadap amerika seperti :
- Adanya penerapan sistem perbudakan
- Berkembangnya agama kristen di amerika
- Berakhirnya peradaban suku aztec dan inca pada masa kedudukan spanyol
- Amerika menjadi pusat percampuran dari berbagai negara
Sekian, terimakasi pak.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Syahna Ardani -
Nama: Syahna Ardani
Npm: 1913033012
Izin menjawab pak.
Kolonialisme bangsa Eropa di Amerika terjadi dimana Amerika pernah dijajah oleh beberapa negara seperti Spanyol, Portugis, Perancis, Belanda dan Inggris. Serangkaian kebijakan yang diterapkan oleh negara negara tersebut membawa dampak yang besar bagi Amerika di antaranya yaitu perkembangan perbudakan, penyebaran agama yang dibawa bangsa eropa, dan juga hancurnya beberapa kebudayaan suku asli Amerika.
Sedangkan pada kolonialisme Bangsa Eropa terhadap Afrika terjadi dikarenakan Afrika merupakan wilayah yang sangat kaya akan sumber daya alam namun memiliki kondisi yang tertinggal dalam hal teknologi dan pengetahuan sehingga membuat bangsa Eropa menjalankan kolonialisme nya ke Afrika. Negara Eropa yang menajajah Afrika yaitu Portugis dan Perancis.
Terimakasih
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Ratu Rahma -
Nama: Ratu Rahma Safitri
NPM: 1913033042
Izin menjawab,
Kolonialisme dan imperialisme Eropa terhadap Afrika dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu politik, budaya, dan ekonomi. Motivasi politik didorong oleh politik persaingan antarnegara-negara Eropa untuk mendominasi dunia pada abad ke-18. Setiap negara berusaha meningkatkan gengsi dengan memperluas tanah jajahan. Semakin luas wilayah jajahan, semakin tinggi prestise bangsa tersebut di mata internasional. Sementara, alasan budaya pada kolonisasi berakar dalam etnosentrisme dan arogansi orang-orang Eropa, yang menganggap budaya suku Afrika lebih rendah. Dengan sejenis kesombongan tertentu, orang-orang Eropa merasa memiliki tugas untuk 'membudayakan' dan 'memperadabkan' orang-orang Afrika. Keyakinan ini dilakukan melalui pengiriman para misionaris ke pelosok-pelosok Afrika.
sekian, terimakasih pak.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Friska Yumeida -
Nama: Friska Yumeida
NPM: 1913033010

Izin menjawab bapak. Hal penting yang dapat diambil dari kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Afrika dan Amerika diantaranya yaitu:
1. Kolonialisme dan imperialisme yang dilakukan bangsa eropa (Portugis dan Perancis) di Afrika membawa dampak yang merugikan bagi masyarakat karena bangsa barat tersebut melakukan ekploitasi terhadap SDM maupun SDA yang ada disana. Ciri yang khas yang dari penjajahan Portugis di seluruh dunia termasuk di Afrika adalah melakukan penyebaran budaya atau singkatnya “memeranciskan” negara jajahan khususnya Afrika yang kemudian dikenal sebagai Francophone Afrika. Usaha melakukan penyebaran budaya tersebut tidak berhenti dengan kemerdekaan negara-negara tersebut tapi terus berlanjut hingga pasca dekolonisasi.

2. Kolonialisme dan imperialisme yang dilakukan bangsa Eropa di Amerika memberikan dampak diantaranya yaitu adanya pemberian hak Encomiendas atau hak untuk meminta pajak dan tenaga kerja dari bangsa Indian yang ada disana, adanya penyebaran agama dengan menguasai tempat pemujaan milik suku Indian dan mengganti fungsinya menjadi gereja, 4. Sejak kedatangan bangsa Eropa ke Amerika seperti Inggeris, Jerman, Belanda Irlandia, Skotlandia, Swiss, Perancis dan lain-lain maka sejak tahun 1680 koloni Amerika telah menjadi pusat percampuran kebudayaan dari berbagai negara.
Sekian terimakasih bapak
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Wanda Widya Dahari -
Nama: Wanda Widya Dahari
Npm: 1913033024
Izin menjawab pak,
Kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa barat di afrika dan amerika tentunya membawa dampak yang sangat besar terhadap perubahan kehidupan didalam masyarakatnya. Yang mana bangsa-bangsa eropa menguasai sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang terdapat didalam wilayah tersebut. Dengan kebijakan-kebijakannya yang memberikan dampak luar biasa terhadap kehidupan bangsa afrika dan amerika seperti hilangnya suku-suku lokal dan berganti dengan masyarakat multikultural bangsa eropa, memperkenalkan sistem ekonomi, menyebarkan kepercayaan yang dianut serta lainnya. Bangsa eropa menjadi suatu kekuatan atas perubahan yang terjadi dibeberapa negara dengan segala kemampuan akan pengetahuannya yang sangat tinggi.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Buliano Ado Basthotan -
Nama : Buliano A'do Basthotan
NPM : 1913033044

Izin menjawab pak satu hal yang saya dapat dari imperalisme bangsa-bangsa Eropa di Afrika ialah dengan tujuan mengeruk hasil alam yang ada di benua Afrika , sedangkan tujuan bangsa Eropa di benua Amerika ialah membuat sebuah hunian baru khususnya ingris di Amerika Serikat
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh IRSAL ARDIANSYAH 191303004 -
Nama : Irsal Ardiansyah
Npm :1913033004

Izin menjawab bapak
Pada saat terjadi imperialisme dan kolonialisme di amerika dan afrika memberika dampak yg sangat besar di afrika sendiri akibat Kebijakan kolonial yang eksploitatif ini meninggalkan sejumlah kerugian. "Ada eksploitasi besar-besaran di Afrika yang menyebabkan penipisan sumber daya, eksploitasi tenaga kerja, perpajakan yang tidak adil, kurangnya industrialisasi, larangan perdagangan antar-Afrika, dan pengenalan model tanaman satu jenis,Kerugian yang dialami bukan hanya kerusakan sumber daya alam, melainkan juga kegamangan identitas orang jajahan. Persaingan antaretnis terus bergema dalam konflik pascakemerdekaan di Afrika. Konflik ini di satu sisi merupakan warisan Inggris, yang melakukan kontrol lewat implementasi kebijakan pemerintahan tidak langsung 'indirect rule'. Sedangkan di amerika bangsa eropa melakukan imperialisme dan kolonialisme yaitu untuk mencari daerah koloni sebagai tempat tinggal selain itu juga bangsa eropa melakukan sistem perbudakan di amerika selatan yg mana amerika selatan memiliki SDA yg sangat melimpah

Terimakasih
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Alifa Cantika Dewi -
Nama: Alifa Cantika Dewi
NPM: 1913033014
Izin menjawab bapak
1. Kolonialisme dan imperialisme orang eropa di benua afrika sebenarnya kalah jumlah dengan orang afrika yang berkulit hitam, tetapi mereka diuntungkan oleh perilaku orang Afrika yang relatif ramah dan pasif. Tiga senjata efektif yang digunakan untuk menaklukkan, menghancurkan, memanipulasi, mengeksploitasi, memecah belah, dan menyuap orang kulit hitam Afrika adalah: Alkitab, senjata, dan teori antropologi rasisme/kasta. Orang Afrika diajari bahwa Tuhan kulit putih lebih unggul dan bahwa dia telah memberkati orang kulit putih dengan keunggulan atas umat manusia.
2. Kolonialisme dan imperialisme orang eropa di benua amerika menyebabkan pemusnahan pada penduduk asli. Sumber daya di Amerika sangat berharga. Rempah-rempah, logam langka dan tanaman baru ditemukan berlimpah
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Nabila Maulidia -
Nama: Nabila Maulidia
Npm: 1913033030
Izin menjawab atas pertanyaan yang bapak berikan
Hal penting yang dapat saya ambil dari kolonialisme dan imperialisme bangsa barat di Afrika asalah sumber daya alam yang diambil alih. Bangsa barat berupaya mendapatkan kejayaan dan harga diri yang lebih tinggi oleh karena itu mereka berusaha mendapatkan wilayah jajahan yang kaya akan sumber daya alam yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk keperluan di berbagai bidang terutama bidang industri dan ekonomi.
Sedangkan hal penting kolonialisme dan imperialisme bangsa barat di Amerika yaitu munculnya koloni-koloni baru. Bangsa barat mendirikan koloni serta menguasainya. Spanyol dan Portugis adalah dua bangsa yang pertamakali mendirikan koloni di Amerika. Dengan perjanjian tordesillas, Spanyol mengklaim hak untuk menguasai seluruh dunia baru. Penguasaan Spanyol di tanah baru (Amerika) berlangsung hampir 300 tahun. Bangsa Spanyol kemudian membagi wilayah kekuasaannya itu menjadi 5 provinsi (New Spain, New Grenada, Rio de La Plata, Peru dan Kepulauan Hispaniola). Penguasa Spanyol memberi hak untuk meminta pajak atau tenaga kerja dari bangsa Indian yang ada disana.
Sekian jawaban dari saya pak. Terimakasih.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Arini Gita Cahyani -
Nama : Arini Gita Cahyani
NPM : 1913033028

Mohon izin menjawab bapak. Pertama, kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Afrika telah dimulai sejak abad ke-15 M oleh Portugis. Selain Portugis, Afrika diduduki oleh Inggris, Spanyol, dan Prancis. Bangsa Eropa menerapkan sistem pembagian wilayah yang ditentukan oleh paus untuk mencegah konflik antara Portugis dan Spanyol. Oleh karena itu, terjadi Perjanjian Tordesillas pada tanggal 6 Juni 1949 dengan keputusan membagi dunia luar Eropa menjadi dua bagian, yaitu Portugis menduduki bagian barat dan Spanyol menduduki bagian timur. Afrika dan Asia berada di bawah kekuasaan Portugis, sedangkan Amerika berada di bawah kekuasaan Spanyol. Kemudian, pada masa kekuasaan Prancis, wilayah Afrika dibagi menjadi beberapa wilayah koloni, yaitu Afrika Barat Laut (Maroko, Aljazair, dan Tunis), Afrika Barat (Gurun Sahara sampai Teluk Guinea), Afrika Equatorial (Congo, Gabon, dan Ubangi Shari-Tsad), dan Afrika Timur (Teluk Aden, Madagaskar, Somalia, dan Comoro). Pasca Perang Dunia I, Kamerun dan Togo menjadi wilayah koloni Prancis. Senegal merupakan wilayah koloni tertua Prancis di Afrika.

Kedua, kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa di Amerika juga membentuk wilayah-wilayah koloni. Penyebab dibentuknya wilayah-wilayah koloni, yaitu terjadi pemberontakan, serangan dari penduduk asli, hambatan cuaca, dan lain-lain. Di Amerika Utara, terbentuk koloni-koloni awal yang terdiri dari New England Colonies (New Hampshire, Plymouth, Rhode Island, Connecticut, dan Massachussetts) yang mempunyai sektor perdagangan yang maju di wilayah pelabuhan, Middle Colonies (Delaware, New Jersey, Pennsylvania, dan New York) yang hidup di wilayah pedalaman dengan mengembangkan sektor pertanian, dan Southern Colonies (Georgia, Virginia, Maryland, North Carolina, dan South Carolina) yang mengembangkan sektor pertanian serta perkebunan (tembakau, beras, dan pewarna pakaian). Terima kasih.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Reni Royani -
Nama: Reni Royani
Npm: 1913033016.
Izin menjawab pak.
Hal penting yang didapat dari proses kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa di Afrika dan Amerika adalah adanya pengaruh yang sangat besar dalam segala aspek kehidupan akibat proses imperialisme dan kolonialisme.
Di Afrika akibat adanya kolonialisme, ketika bangsa barat datang kesana membuat masyarakat Afrika terbagi kedalam dua golongan yaitu Kulit putih dan kulit hitam. Kulit putih sangat mendominasi segala aspek kehidupan sehingga mengakibatkan rasisme kepada warga kulit hitam. Hingga akhirnya munculah politik apartheid.
Kemudian di Amerika, akibat adanya imperialisme dan kolonialisme ini timbulan peradaban dengan corak baru. Yakni sebuah peradaban Eropa di Amerika namun juga kedaerahan dari bangsa-bangsa imigran.

Jika di analisis lagi, kolonialisme dan imperialisme bangsa barat di Eropa juga membawa pengaruh baik terutama di bidang teknologi.
Terima kasih.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Nunung Yuliana -
Nama: Nunung Yuliana
Npm: 1913033020

Izin menjawab pak
Salah satu hal penting dari kolonialisme dan Imperialisme bangsa bangsa barat di Afrika dan Amerika adalah faktor-faktor dari Kolonialisme dan Imperialisme yaitu dari semboyan 3 G. yaitu Glory, Gold, dan Gospel. Glory memiliki arti kejayaan, Gold memiliki arti mencari kekayaan, dan Gospel memiliki arti menyebarkan agama, dalam hal ini adalah agama Nasrani, dari semboyan 3G ini menyebabkan banyak sekali negara-negara Barat untuk merealisasikannya, khususnya semboyan Glory yang berarti kejayaan ini menimbulkan semangat besar yang menyebabkan banyak negara-negara Eropa yang berlomba-lomba untuk mencari tanah jajahan di berbagai wilayah lain di belahan bumi seperti di benua Asia, benua Amerika, dan tak terkecuali di benua Afrika sebagai upaya untuk mendapatkan kejayaan dan harga diri yang lebih tinggi dari negara-negara Eropa lainnya, oleh karena itu mereka, berusaha mendapatkan wilayah jajahan yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusianya yang ada di wilayah-wilayah tersebut yang nantinya dari kekayaan alam tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan di berbagai bidang, terutama bidang Industri dan ekonomi, dengan kata lain tanah jajahan diwujudkan semata-mata untuk mengumpulkan dan menyimpan keperluan bahan mentah dari wilayah-wilayah jajahan dan menjadi pasaran untuk hasil keluaran industri negara. Tak terkecuali sumber daya manusianya. karena dengan adanya pemanfaatan dari sumber daya manusia ini sudah jelas membantu negara-negara barat dalam bidang industri terutama dalam hal produksi, karena mereka mendapatkan suntikan dari tenaga-tenaga manusia yang mereka rekrut dari wilayah jajahannya yang jelas tenaga-tenaga manusia dari negara jajahan mereka ini sangat murah sehingga dapat menekan pengeluaran dari proses produksi industri tersebut.

Sekian jawaban dari saya pak, terima kasih
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Renaldy Jovanda -
Nama : Renaldy Jovanda
Npm : 1913033002

izin menjawab pak
Kolonialisme mengembangkan kekuasaan suatu negara diluar wilayah negara dan Imperialisme bertujuan untuk memiliki kekayaan (gold), mencapai kejayaan (glory), dan menyebarkan agama (gospel). Kolonialisme dan imperialisme di Afrika, dampak yang terjadi datangnya bangsa Eropa ke Afrika yaitu negara Prancis dan Portugis yang memiliki dampak negatif yaitu adanya ekploitasi terhadap SDM maupun SDA pada kekayaan alam yang sangat bangat banyak di Afrika, dan adapun juga dampak yang lain dengan penyebaran gold,glory dan gospel di Afrika oleh negara Prancis.
Kolonialisme dan Imperialisme di Amerika oleh bangsa Eropa yaitu kebudayaan penduduk asli Amerika itu menghilang,dan di benua Amerika dibuat juga hunian baru untuk bangsa pendatang, dan dampak positifnya adanya banyak penemuan SDA yang berlimpah.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Rayhan Alfarisi -
Nama: Rayhan Alfarisi
NPM: 1913033052
Izin menjawab pak menurut saya hal penting yang dapat saya ambil yaitu sebagai sebuah benua yang besar Afrika memiliki banyak sekali kekayaan alam, baik kekayaan sumber daya hayati, hewani, manusia, dan kekayaan sumber daya alamnya. Kekayaan alam ini misalnya seperti yang ada di negara Afrika Selatan yang memiliki barang tambang berupa emas yang merupakan salah satu tambang emas yang terbesar di dunia, selain itu Afrika juga mempunyai sumber tenaga manusia yang banyak dan murah yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan industri di negara-negara Barat yang pada saat itu sedang memasuki fase revolusi industri. Dengan kekayaan yang dimiliki oleh benua hitam ini, tentu saja mengundang perhatian bangsa-bangsa di Eropa yang pada masa itu masih banyak melakukan penjelajahan di seluruh belahan bumi, tak terkecuali di Afrika.Dengan datangnya bangsa barat ke Afrika ini telah menandai dimulainya masa imperialis di Afrika
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh anatasia ramadanti -
Nama : Anatasia Ramadanti
NPM : 1913033026
Izin menjawab bapak
Jadi beberapa hal penting yg ada yakni Motif Eropa terhadap Afrika dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu politik, budaya, dan ekonomi. Motivasi politik didorong oleh politik persaingan antarnegara-negara Eropa untuk mendominasi dunia pada abad ke-18. Kedua faktor budaya pada kolonisasi berakar dalam etnosentrisme dan arogansi orang-orang Eropa, yang menganggap budaya suku Afrika lebih rendah. Faktor ketiga adalah yang paling signifikan. Sumber daya alam Afrika merupakan komponen penting yang memotivasi kolonialisme Eropa.

Terimakasih pak
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Feni kurniawati -
Nama: Feni Kurniawati
Npm: 1913033006

Izin menanggapi bapak,
1.Kolonialisme di Afrika, datangnya bangsa penjajah ke Afrika dengan tujuan untuk mengeksploitasi kekayaan alam di Afrika. Selain itu bangsa Eropa juga menyebarkan agama di Afrika. Bangsa penjajah yang sudah memiliki kebudayaan maju sedangkan bangsa Afrika masih terbelakang, belum mengenal teknologi sehingga sangat mudah untuk mendoktrin penduduk afrika. Penjajahan ini berdampak pada maraknya kasus perbudakan di Afrika.
2. Kolonialisme di Amerika, bangsa Eropa mengarungi samudra untuk menemukan sumber daya alam yang dapat diperjual belikan, sama seperti Indonesia, Amerika juga menjadi sasaran kolonialisme bangsa Eropa. Datangnya bangsa eropa ke amerika berdampak pada maraknya berbudakan serta hilangnya budaya suku asli Amerika. Sekian terimakasih
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Ajeng Diah Kinanti -
Nama: Ajeng Diah Kinanti
NPM : 1913033008

Mohon izin menjawab bapak,
Salah satu hal penting dari adanya praktik kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa di Afrika adalah praktik imperialisme kuno dengan membawa misi yang kita kenal 3G Gold, Glory, dan Gospel salah satunya dalam hal kepercayaan, imperialime orang-orang Eropa membawa doktrin gereja yang kemudian menjadikan pendidikan sebagai alat dalam mengajarkan ajaran kristus dan bahasa Belanda. Adanya pengaruh gereja juga mengakibatkan praktik perbudakan di Afrika sedikit demi sedikit dihapuskan karena ajaran gereja menentang perbudakan. Sedangkan hal penting yang dibawa oleh praktik kolonialisme dan imperialisme di Amerika adalah pemanfataan sumber daya yang melimpah yang mengakibatkan Belanda khususnya mendirikan koloni-koloni di Amerika, akibat yang sangat terasa adalah penduduk asli di Amerika dianggap sebagai budak sehingga terjadinya praktik rasial berdasarkan kelompok ras, hal ini juga mengakibatkan hilangnya kebudayaan penduduk asli di Amerika.

Terimakasih bapak,
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Muhammad Ridho Pratama -
nama: Muhammad Ridho Pratama
npm: 1913033040

terdapat tiga motif kolonialisme dan imperialisme Eropa terhadap Afrika , yaitu politik, budaya, dan ekonomi. Motif politik didorong oleh politik persaingan antarnegara-negara Eropa untuk mendominasi dunia pada abad ke-18. Setiap negara berusaha meningkatkan gengsi dengan memperluas tanah jajahan. motif budaya pada kolonisasi berakar dalam etnosentrisme dan arogansi orang-orang Eropa, yang menganggap budaya suku Afrika lebih rendah. motif ekonomi berdasarkan sumber daya alam Afrika merupakan komponen penting yang memotivasi kolonialisme Eropa.

Kolonisasi Eropa di Amerika adalah upaya Bangsa Eropa untuk mendiami/mendirikan koloni-koloni di benua Amerika dan sekitarnya. Pendaratan Christopher Columbus di Kepulauan Karibia pada tahun 1492 dianggap merupakan awal dari kolonisasi Eropa di Amerika. Ekspedisi Columbus mendarat di pulau-pulau di daerah Laut Karibia pada tahun 1492, yang diikuti oleh penjelajahan dan kolonisasi besar-besaran oleh bangsa Eropa di Kepulauan Karibia, dan di daratan Amerika mulai awal abad ke-16. Pada akhirnya seluruh belahan bumi barat akan dikuasai oleh bangsa-bangsa Eropa, yang mengakibatkan perubahan besar pada alam, populasi, serta flora dan fauna di Amerika.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Rahmani Diah Permata sari -
Nama: Rahmani Diah Permata sari
Npm: 1913033022
Izin menjawab pak,
Untuk kolonialisme Eropa di Afrika, masyarakat setempat didorong menanam tanaman yang laku keras di pasar Eropa, seperti kapas. Kelaparan terjadi di tanah tempat petani menanam tanaman ekspor untuk negara-negara imperialis, alih-alih mencukupi kebutuhan pangan mereka. Lagi-lagi, sistem kapitalis tidak hanya menuntut eksploitasi SDA yang dibutuhkan sebagai bahan baku utama revolusi industri di negara mereka, tetapi juga eksploitasi tenaga kerja murah yang berlimpah. Sementara di Amerika pasca Perang salib, rempah-rempah merupakan komoditi yang sangat berharga dan dapat mendatangkan keuntungan finansial yang berlipat ganda bagi mereka yang memperdagangkannya. Oleh karena itu, orang-orang Eropa, terutama Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggeris berusaha mencari jalan alternatif ke daerah sumber penghasil rempah-rempah tersebut.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh indah mutia -
Nama : Indah Mutia Rahma
Npm : 2923033050
izin menjawab
pada kolonialisme dan imperialisme eropa di afrika, para bangsa kulit putih datang untuk mengekspoitasi sumber daya alam hingga manusia nya. menimbulkan rasial yang tinggi kepada masyarakat pribumi. tidk hanya itu, juga menimbulkan kemiskinan juga bagi para pribumi. warga pribumi ditempatkan diposisi terakhir. kemudian masyarakat pribumi tidak dibolehkan mendapatkan hak yang sama seperti manusia lainnya. kemudian untuk kolonialisme dn imperialisme di Amerika, dimana bangsa eropa pada masa kolonialisme dan imperialisme itu membawa masuk agama kristen ke Amerika, kemudian semakin menjamurnya sistem perbudakan disana. yang mayoritas dari budak tersebut di datangkan dari Afrika. lalu masuknya bangsa eropa ini mengakhiri kejayaan suku aztec atau suku suku pribumi. yang dari keduanya, kolonialisme dan imperialisme eropa samasama membawa dampak yang sama pada masyarakat asli di wilayah amerika maupun diafrika yakni mulai dari kemiskinan, kebodohan, terutama para budak. namun juga akhirnya, mereka mendapat dampak positif yakni mendapatkan pengetahuan baru untuk bercocok tanam, dan berembang nya industri.
Sekian, terima kasih
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh I Made Yudha Wirawan -
Nama : I Made Yudha Wirawan
NPM : 1913033048
Izin menjawab, hal penting yang didapat dari kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa di Afrika, yaitu bangsa Eropa datang ke Afrika tujuan utamanya yaitu karena adanya kekayaan alam berlimpah yang tersembunyi di benua Afrika. Sehingga bangsa Eropa berbondong bondong datang ke Afrika untuk mendapatkan kekayaan alam di benua tersebut, serta untuk mendapatkan tenaga kerja atau budak untuk dipekerjakan diwilayah koloni di benua lain. Adapun kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa di Amerika, tujuan utamanya yaitu untuk menemukan dan mendapatkan wilayah hunian baru bagi bangsa Eropa.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh NADIRA FEBRI FARADILA -
Nama: Nadira Febri Faradil
npm: 1913033032
izin menjawab pak
dalam pelakasanaan Imperialisme ini dasar ekonomi yang ketat dan kuat sangat diperlukan oleh sebuah negara untuk mengatasi tanah jajahannya supaya tidak menjalin hubungan perdagangan dengan negara-negara lainnyakecuali dengan negara induk. $anah jajahan juga harus diatasi dalam mengembangkan kegiatanekonominya supaya tidak dapat menyaingi kegiatan ekonomi di negara induk. hal ini juga terjadi di afrika. (sebagai sebuah benua yang besar, afrika memiliki banyak sekalikekayaan alam, baik kekayaan sumber daya hayati, hewani, manusia, dan kekayaan sumber dayaalamnya. Kekayaan ala mini misalnya seperti yang ada di negara afrika (selatan yang memiliki kekayaanyaan alam berupa barang tambang berupa emas yang merupakan salah satu tambangemas yang terbesar di dunia, selain itu afrika juga mempunyai sumber tenaga manusia yang memiliki potensi yang besar.

Kolonisasi Eropa di Amerika adalah upaya Bangsa Eropa untuk mendiami/mendirikan koloni-koloni di benua Amerika dan sekitarnya. Pendaratan Christopher Columbus di Kepulauan Karibia pada tahun 1492 dianggap merupakan awal dari kolonisasi Eropa di Amerika, walaupun bangsa Eropa pertama yang tiba di Amerika adalah bangsa Viking yang pada abad ke-11 Masehi mendirikan koloni-koloni di Greenland (Tanah Hijau) dan L'Anse aux Meadows di daerah yang disebut Vinland, sekarang disebut Newfoundland. Pemukiman di Greenland bertahan selama berabad-abad, dan pada saat itu bangsa Viking dan bangsa pribumi Inuit saling bermusuhan. Koloni Viking di Greenland sudah runtuh pada abad ke-15. Ekspedisi Columbus mendarat di pulau-pulau di daerah Laut Karibia pada tahun 1492, yang diikuti oleh penjelajahan dan kolonisasi besar-besaran oleh bangsa Eropa di Kepulauan Karibia, dan di daratan Amerika mulai awal abad ke-16. Pada akhirnya seluruh belahan bumi barat akan dikuasai oleh bangsa-bangsa Eropa, yang mengakibatkan perubahan besar pada alam, populasi, serta flora dan fauna di Amerika. Bangsa-bangsa Eropa bermigrasi secara besar-besaran ke Amerika. Pada abad ke-19 saja 50 juta orang meninggalkan Eropa menuju Amerika.
terima kasih