Nama : Bunga Nurlatifah
NPM : 1853033003
ABRI merupakan singkatan dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. ABRI dipimpin oleh seorang Panglima ABRI (Pangab) yang membawahi empat institusi yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Kepolisian. Istilah ABRI lahir ketika penyatuan angkatan-angkatan dan kepolisian kedalam satu wadah melalui sebuah Surat Keputusan Presiden No. 225/Plt Tahun 1962. tujuan menyatukan angkatan bersenjata di bawah satu komando itu demi mencapai efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan peran dan tugas, serta tidak mudah terpengaruh kepentingan kelompok politik tertentu. kehadiran ABRI pada masanya menimbulkan kerancuan, tumpang tindih, dan penyimpangan peran serta fungsi keduanya.
lalu bagaimana jika tidak adanya penggabungan antara TNI dan Polri dalam satu wadah? Maka peran militer dan politik pada saat itu dipisah, tidak ada yang Namanya kondisi rancau, tumpeng tindih, serta penyimpangan peran. Adanya pemisahan peran yang tegas, Kekuatan militer terfokus pada hal militer sedangkan kekuatan politik terfokus pada politik sendiri. Para perwira militer tidak lagi memegangi jabatan sipil negara, kekuatan militer pada saat itu setidaknya hanya berfokus pada pertahanan dan keamanan negara, dan tidak berfokus pada kekuatan politik.
NPM : 1853033003
ABRI merupakan singkatan dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. ABRI dipimpin oleh seorang Panglima ABRI (Pangab) yang membawahi empat institusi yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Kepolisian. Istilah ABRI lahir ketika penyatuan angkatan-angkatan dan kepolisian kedalam satu wadah melalui sebuah Surat Keputusan Presiden No. 225/Plt Tahun 1962. tujuan menyatukan angkatan bersenjata di bawah satu komando itu demi mencapai efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan peran dan tugas, serta tidak mudah terpengaruh kepentingan kelompok politik tertentu. kehadiran ABRI pada masanya menimbulkan kerancuan, tumpang tindih, dan penyimpangan peran serta fungsi keduanya.
lalu bagaimana jika tidak adanya penggabungan antara TNI dan Polri dalam satu wadah? Maka peran militer dan politik pada saat itu dipisah, tidak ada yang Namanya kondisi rancau, tumpeng tindih, serta penyimpangan peran. Adanya pemisahan peran yang tegas, Kekuatan militer terfokus pada hal militer sedangkan kekuatan politik terfokus pada politik sendiri. Para perwira militer tidak lagi memegangi jabatan sipil negara, kekuatan militer pada saat itu setidaknya hanya berfokus pada pertahanan dan keamanan negara, dan tidak berfokus pada kekuatan politik.