Diskusi PENGGABUNGAN ANGKATAN PERANG DENGAN KEPOLISIAN NEGARA DALAM SATU WADAH (ABRI)

Diskusi

Diskusi

oleh Yusuf Perdana -
Jumlah balasan: 2

Jelaskan menurut anda yang terjadi pada saat itu, jika PENGGABUNGAN  ANGKATAN PERANG  DENGAN KEPOLISIAN  NEGARA  DALAM  SATU  WADAH (ABRI) tidak dilakukan oleh pemerintah indonesia pada saat itu !

Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Shinta Julia Rakhellita -
Shinta julia npm 1853033002 izin menanggapi
Pada tahun 1962, dilakukan upaya penyatuan antara angkatan perang dengan kepolisian negara menjadi sebuah organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Jika penyatuan satu komando ini tidak dilakukan oleh pemerintah pada saat itu, maka militer Indonesia tidak dapat mencapai tingkat efektivitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya dan menjauhkan pengaruh dari kelompok politik tertentu, khususnya menyingkirkan kelompok politik tertentu seperti mengatasi kudeta G30S/PKI. Pada masa ABRI terjadi pemberontakan dari PKI (Partai Komunis Indonesia) yang menjadi ancaman bagi Indonesia. Di tangan ABRI ancaman tersebut dapat dibasmi. PKI terus berupaya menanamkan pengaruh pada kehidupan bangsa Indonesia, termasuk menyusup ke tubuh ABRI. Di dalam ABRI, PKI melakukan pembinaan khusus hingga memanfaatkan pengaruh Presiden yang menjadi panglima tertinggi ABRI untuk melancarkan nafsu politiknya. PKI makin beringas hingga timbullah Gerakan 30 September (G30S). Peristiwa itu telah menggugurkan sejumlah perwira TNI yang kemudian digelari Pahlawan Revolusi. ABRI bertindak cepat atas masalah pertahanan keamanan ini dan menumpas pemberontak PKI. PKI pun akhirnya dapat diberantas dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

Adanya ABRI menyebabkan adanya Dwifungsi ABRI, dimana militer memiliki peran ganda dengan diizinkan untuk memegang posisi di dalam pemerintahan. Selain itu, Dwifungsi ABRI juga dijadikan sebagai alat kekuasaan oleh Presiden Soeharto yang mengakibatkan rakyat kurang simpati kepada ABRI. Orde Baru bertekad melaksanakan program pembangunan yang kesuksesannya menuntut adanya stabilitas keamanan. Atas nama keamanan, Orde Baru kemudian memberikan tanggung jawab ini kepada ABRI. ABRI kemudian mulai terlihat semena-mena, padahal tujuan utamanya untuk menjaga keamanan dan pertahanan Negara. Namun yang dirasakan masyarakat justru tindak kekerasan terhadap segala bentuk protes atau demonstrasi yang dilakukan berbagai kalangan. ABRI juga sering menyelesaikan berbagai konflik dengan kekerasan.

Terimakasih
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Bunga Nurlatifah -
Nama : Bunga Nurlatifah
NPM : 1853033003
ABRI merupakan singkatan dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. ABRI dipimpin oleh seorang Panglima ABRI (Pangab) yang membawahi empat institusi yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Kepolisian. Istilah ABRI lahir ketika penyatuan angkatan-angkatan dan kepolisian kedalam satu wadah melalui sebuah Surat Keputusan Presiden No. 225/Plt Tahun 1962. tujuan menyatukan angkatan bersenjata di bawah satu komando itu demi mencapai efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan peran dan tugas, serta tidak mudah terpengaruh kepentingan kelompok politik tertentu. kehadiran ABRI pada masanya menimbulkan kerancuan, tumpang tindih, dan penyimpangan peran serta fungsi keduanya.

lalu bagaimana jika tidak adanya penggabungan antara TNI dan Polri dalam satu wadah? Maka peran militer dan politik pada saat itu dipisah, tidak ada yang Namanya kondisi rancau, tumpeng tindih, serta penyimpangan peran. Adanya pemisahan peran yang tegas, Kekuatan militer terfokus pada hal militer sedangkan kekuatan politik terfokus pada politik sendiri. Para perwira militer tidak lagi memegangi jabatan sipil negara, kekuatan militer pada saat itu setidaknya hanya berfokus pada pertahanan dan keamanan negara, dan tidak berfokus pada kekuatan politik.