Nama saya Bunga Nurlatifah (1853033003) izin menanggapi,
Angkatan Perang Repblik Indonesia Serikat (APRIS) adalah organisasi militer yang menjadi Lembaga resmi pertahanan RIS, APRIS berdiri dan bubar seiring dengan berdiri dan bubarnya RIS. APRIS sendiri terdiri dari 2 organisasi militer besar yaitu TNI dan KNIL. Namun pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).
Dampak bagi militer Indonesia:
a. Muncul banyaknya pemberontakan setelah bubarnya RIS, tahun 1950 sebagian bekas anggota KNIL melancarkan pemberontakan di Bandung, pemberontakan Andi Azis di Makassar, dan RMS di Maluku. Tahun 1958, PRRI/Semesta melakukan pemberontakan di Sebagian besar wilayah Sumatera dan Sulawesi Utara. Semua pemberontakan ini berhasil ditumpas oleh TNI.
b. Setelah bubarnya Indonesia Serikat, maka paa tahun 1950-1959 Indonesia menganut sistem Demokrasi Parlementer. Sistem ini mempengaruhi kehidupan TNI. Campur tangan politisi saat itu terlalu dalam ke masalah intern TNI sehingga mendorong terjadinya Peristiwa 17 Oktober 1952 yang mengakibatkan adanya keretakan di lingkungan TNI AD.
c. Upaya menyatukan organisasi Angkatan perang dan kepolisian negara menjadi organisasi Angkatan Bersenjata Republika Indonesia (ABRI) tahun 1962.
Angkatan Perang Repblik Indonesia Serikat (APRIS) adalah organisasi militer yang menjadi Lembaga resmi pertahanan RIS, APRIS berdiri dan bubar seiring dengan berdiri dan bubarnya RIS. APRIS sendiri terdiri dari 2 organisasi militer besar yaitu TNI dan KNIL. Namun pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).
Dampak bagi militer Indonesia:
a. Muncul banyaknya pemberontakan setelah bubarnya RIS, tahun 1950 sebagian bekas anggota KNIL melancarkan pemberontakan di Bandung, pemberontakan Andi Azis di Makassar, dan RMS di Maluku. Tahun 1958, PRRI/Semesta melakukan pemberontakan di Sebagian besar wilayah Sumatera dan Sulawesi Utara. Semua pemberontakan ini berhasil ditumpas oleh TNI.
b. Setelah bubarnya Indonesia Serikat, maka paa tahun 1950-1959 Indonesia menganut sistem Demokrasi Parlementer. Sistem ini mempengaruhi kehidupan TNI. Campur tangan politisi saat itu terlalu dalam ke masalah intern TNI sehingga mendorong terjadinya Peristiwa 17 Oktober 1952 yang mengakibatkan adanya keretakan di lingkungan TNI AD.
c. Upaya menyatukan organisasi Angkatan perang dan kepolisian negara menjadi organisasi Angkatan Bersenjata Republika Indonesia (ABRI) tahun 1962.