Diskusi PERAN MILITER DALAM PENUMPASAN PKI MADIUN 1948, DI/TII, ANDI AZIZ DAN PRRI/PERMESTA

Diskusi

Re: Diskusi

by Dwi Mawarni -
Number of replies: 0
Saya Dwi Mawarni npm 1813033033 izin menanggapi.
Penumpasan PKI Madiun
Pada tanggal 30 September, pemerintah mengirimkan Letkol Sadikin, Brigade Divisi Siliwangi, untuk mengerahkan pasukannya dan menguasai Madiun. Untuk menghindari konflik dengan TNI, pimpinan FDR/PKI mulai mundur ke daerah pegunungan.Pada tanggal 28 Oktober, pemerintah menangkap 1.500 orang dari unit militer pemberontak terakhir.

DI/TII
Pada saat Indonesia sudah merdeka, situasi dan kondisi keamanan negara belum stabil. Adanya ancaman dari Belanda serta perbedaan pandangan politik dari para kaum elit banyak memberikan pengaruh terhadap keadaan negara. Perbedaan pandangan politik tersebut terlihat ketika berdirinya gerakan DI/TII yang memproklamasikan diri sebagai negara pada tahun 1949 di Tasikmalaya. Gerakan tersebut seringkali melakukan tindakan-tindakan yang meresahkan masyarakat Garut. Hal ini membuat pemerintah dengan segera memerintahkan operasi penumpasan terhadap DI/TII di Garut melalui peran Batalyon 306 Divisi Siliwangi. Penumpasan Gerakan DI/TII di Garut terbagi menjadi dua periode, yakni 1950-1958 dan 1959-1962. Batalyon 306 dalam pelaksanaan operasi periode pertama masih banyak melakukan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh anggotanya dalam membentuk pos-pos regu keamanan. Hal ini membuat operasi penumpasan dilanjutkan pada periode kedua, serta turut menyertakan peran penduduk dalam siasat Pagar Betis untuk berperan aktif menjaga kedaulatan negara. Pada periode kedua, siasat Batalyon 306 lebih matang dalam pembentukan pos-pos regu kemanan. Sehingga gerakan DI/TII di Garut dapat diberantas dengan adanya pospos regu keamanan yang berisikan tentara dan penduduk setempat dalam mengisolasi wilayah aktifitas gerilya DI/TII.

Pemberontakan Andi Aziz
Pemerintah Indonesia bertindak dengan mengeluarkan ultimatum kepada Andi Azis, pada 8 April 1950. Secara garis besar, ultimatum tersebut berisikan perintah agar Andi Azis melaporkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya ke Jakarta, sebelum 4 x 24 jam. Jika Andi Azis tidak melakukannya, Kapal Angkatan Laut Hang Tuah akan mengebom Kota Makassar. Pemerintah Indonesia juga memerintahkan agar Andi Azis menyerahkan semua senjata yang dimiliki dan digunakannya serta membebaskan para tawanan. Namun, upaya pemerintah dalam mengultimatum Andi Azis tidak berhasil. Akhirnya Pemerintah Indonesia mengirim ekspedisi ke Makassar pada 26 April 1950, yang dipimpin oleh Kolonel Alex Kawilarang. Andi Azis ditangkap pada 15 April 1950 saat ia datang ke Jakarta, dengan perjanjian jika ia tidak akan ditangkap. Namun, saat ia tiba di Jakarta, Andi Azis langsung ditangkap.

PRRI/Permesta
Pemerintah pun melakukan operasi gabungan yang terdiri dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara Angkatan Perang RI (APRI) untuk menumpas gerakan PRRI. Tentara APRI melayangkan berbagai macam tindak kekerasan, bahkan ribuan orang juga ditangkap dengan cara paksa karena dicurigai sebagai simpatisan PRRI. Melalui Jenderal Abdul Haris Nasution, tentara PRRI berusaha dibujuk untuk menyerah dan kembali setia kepada NKRI.
Terima kasih.