Diskusi PERAN MILITER DALAM PENUMPASAN PKI MADIUN 1948, DI/TII, ANDI AZIZ DAN PRRI/PERMESTA

Diskusi

Diskusi

by Yusuf Perdana -
Number of replies: 19

Jelaskan menurut anda PERAN Penting MILITER DALAM PENUMPASAN PKI MADIUN 1948, DI/TII, ANDI AZIZ DAN PRRI/PERMESTA !

In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Joko Sutrisno -
Izin Menanggapi pak, saya Joko Sutrisno NPM (1813033013)

Pada masa Orde Lama, Indonesia mengalami krisis terhadap persoalan disintegrasi. Masalah tersebut sering muncul ke permukaan dan berdampak timbulnya beberapa pengaruh negatif bagi proses terwujudnya Integrasi Nasional. Beberapa pengaruh itu antara lain adalah munculnya pergolakan-pergolakan di daerah, berwujud aksi separatisme dan pemberontakan.

Peran Militer dalam penumpasan PKI Madiun 1948, DI/TII, Andi Aziz, dan PRRI amatlah penting, antara lain:

1. Melakukan Operasi penumpasan DI/TII Jawa Barat dilakukan secara terus menerus oleh TNI, dan pada tahun 1962 melalui operasi Pagar Betis, pemimpin DI/TII Jawa Barat berhasil ditangkap.

2. Menumpas pemberontakan DI/TII-NII, beberapa penumpasan pemberontakan lainnya berhasil dilakukan TNI, seperti pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) di Bandung bulan Januari 1950, pemberontakan KNIL-KL (Koninkljk Leger) di Ujung Pandang pimpinan Kapten Andi Abdul Azis, dan pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) pimpinan Robert Steven Soumokil tahun 1950. Beberapa aksi memberontak dari gerakan-gerakan tersebut, dianggap separatis karena memiliki maksud dan tujuan ingin memisahkan diri dari NKRI.

3. Pemberontakan akhir yang ditumpas pada periode parlementer ini adalah Pemberontakan Republik Revolusioner Indonesia/Perjuangan Rakyat Semesta (PRRI/Permesta) tahun 1956-1958. Pemberontakan PRRI/Permesta diawali gerakan Dewan-Dewan Daerah yang dipelopori oleh panglima-panglima militer yang membawahi wilayah-wilayah Sumatera dan Sulawesi, seperti Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Sulawesi. Penyebab pemberontakan adalah adanya rasa ketidakpuasan daerah terhadap kebijakan pemerintahan pusat, khususnya dalam masalah pembangunan daerah dan masalah internal dalam tubuh TNI, terutama TNI-AD.

Pada akhirnya, Operasi militer yang dilaksanakan oleh TNI membawa keberhasilan dalam penumpasan seluruh gerakan separatis dan pemberontakan yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Keberhasilan ini menciptakan kedamaian dan dampak ancaman terhadap disintegrasi bangsa dapat dielakkan. Yang berarti mendorong semakin terintegrasinya bangsa Indonesia di bawah naungan NKRI.

Sekian dari saya pak, Terimakasih.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Novita Trisnawati -
Saya Novita Trisnawati npm 1813033027, izin berpendapat pak.

1. Peran penting militer dalam penumpasan PKI Madiun yang dilakukan oleh TNI yaitu terbagi menjadi beberapa arah gerakan. Operasi utama adalah merebut kembali Madiun. Gerakan Operasi Militer yang dilancarkan oleh pasukan yang taat kepada pemerintah RI berjalan dengan singkat. Dalam 12 hari Madiun dapat dikuasai kembali, tepatnya tanggal 30 September 1948 jam 16.15 WIB. Malam harinya jam 22.00 Gubernur Militer Gatot Subroto memerintahkan Angkatan Perang supaya terus melakukan pengejaran terhadap pasukan pemberontak yang bersarang di Purwodadi, Pacitan, Ponorogo. Gerakan Operasi Militer pembasmian pemberontakan Madiun tersebut dikenal dengan nama “Gerakan Operasi Militer I” atau disingkat dengan “GOM I”.

2. Peran penting militer dalam penumpasan DI/TII yaitu penumpasan DI/TII di Garut oleh TNI yang dipimpin Divisi Siliwangi, TNI juga melakukan operasi militer "Teknik Pagar Betis di daerah Banten" dan lebih dikembangkan lagi dalam gerakan operasi di daerah Bogor. Sistem Pagar Betis ini pada dasarnya merupakan suatu bentuk pengerahan daya mampu wilayah yang inti pokoknya terletak didalam pembinaan wilayah. Selain itu untuk pemulihan keamanan di Jawa Barat, Kodam VI Siliwangi mengadakan suatu operasi penentuan yang terakhir. Operasi tersebut diberi nama Operasi Brata Yudha yang mulai dilaksanakan sejak bulan April 1962. Setelah Operasi Brata Yudha dilaksanakan seluruhnya dalam bulan September 1962, TNI masih dilaksanakan operasi lanjutan yaitu Operasi Pamungkas. Operasi pamungkas ini bertujuan untuk membersihkan sisa-sisa TII di seluruh wilayah Jawa Barat.

3. Peran penting militer pada penumpasan Andi Azis yaitu Pemerintah Indonesia mengirim ekspedisi ke Makassar pada 26 April 1950, yang dipimpin oleh Kolonel Alex Kawilarang.

4. Peran militer pada penumpasan PRRI/ Permesta yaitu pada tanggal 22 Februari 1958 KSAD A.H Nasution mengerahkan pesawat tempur secara besar-besaran ke Sumatera, pada bulan Maret 1958 Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) melancarkan serangan besar-besaran guna menumpas Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Padang, pada tanggal 12 Maret 1958 dimulai operasi militer di Riau yang dikenal dengan operasi Tegas dipimpin oleh Letnal Kolonel Kaharudin Nasution, tanggal 24 April 1958 diadakan Operasi Sapta Marga di Tapanuli Sumatera Utara guna menghancurkan pasukan PRRI yang berpusat di Tapanuli serta memutuskan hubungan dengan PRRI Sumatera Utara dan operasi ini pun berhasil menguasai Sibolga dan Taruntung tanggal 27 April 1958, adanya Operasi Menang I sebagai bentuk penumpasan Permesta di Maluku dibawah perintah Kepala Kepolisian Negara menyerahkan secara penuh kepada Brigade Mobile di Maluku di Bawah pimpinan VE. Karamoy dan Frans Taihatu dengan bersama-sama TNI.

Sekian pak dari saya. Terimakasih pak.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by siska - -
Saya Siska NPM 1813033007 sedikit berpendapat pak mengenai peran militer dalam penumpasan PRRI/PERMESTA. Dimana kendala yang dihadapi yaitu ketika pemerintah menolak ultimatum yang dibuat oleh PRRI bahkan memecat perwira Perwira Angkatan Darat yang terlibat seperti Letkol Ahmad Husein, Kolonel Simbolon, Kolonel Dahlan djambek, Kolonel Zulkifli Lubis. PRRI malah memproklamasikan berdirinya PRRI di bawah Syafrudin prawiranegara dan untuk memperkuat PRRI mereka menjalin kerjasama dengan Amerika Serikat. Guna menanggulangi gerakan PRRI, TNI membentuk Pasukan gabungan dan melakukan operasi operasi di berbagai daerah sehingga keadaan cepat dipulihkan. Sekian yang dapat saya berikan terimakasih bapak
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Yohana Lestari -
Saya Yohana Lestari npm 1813033005 izin menanggapi pak :
Peranan militer dalam upaya penumpasan pemberontakan PKI Madiun 1948, DI TII, Andi Aziz dan PRRI/Permesta yaitu membentuk satuan operasi militer untuk menumpas gerakan-gerakan tersebut. Dalam upaya penumpasan pemberontakan PKI Madiun 1948 pemerintah menerapkan GOM I (Gerakan Operasi Militer), pemerintah Indonesia juga membentuk gerakan operasi militer yang dipimpin oleh Kolonel Abdul Haris Nasution dan Pemerintah Indonesia mengerahkan kekuatan-kekuatan tantara nasional Indonesia yang didukung oleh kepolisian. Dalam upaya penumpasan DI TII, dilakukan dengan membentuk pasukan khusus yang diberi nama Banteng Raiders. Operasi penumpasannya diberi nama Operasi Gerakan Benteng Negara di bawah pimpinan Letkol Sarbini, kemudian dipimpin oleh Letkol M. Bachrun dan selanjutnya dipimpin oleh Letkol Ahmad Yani. Kemudian dalam upaya penumpasan pemberontakan Andi Aziz, mengirim ekspedisi ke Makassar pada 26 April 1950, yang dipimpin oleh Kolonel Alex Kawilarang. Dan yang terakhir upaya yang dilakukan dalam penumpasan pemberontakan PRRI/Permesta yaitu dengan melakukan operasi militer. Operasi militernya antara lain Operasi Tegas yang dipimpin oleh Letkol Kaharudin Nasution dimana Riau adalah sasaran daerahnya, Operasi 17 Agustus mengarah ke daerah Sumatera Barat. Operasi yang dipimpin oleh Kolonel Ahmad Yani ini berhasil merebut kota Padang tanggal 17 April dan tanggal 12 Maret 1958, Bukittinggi pun dapat dikuasai, selanjutnya Operasi Saptamarga yang mengarah ke daerah Sumatera Utara dibawah pimpinan Brigjen Jatikusumo dan Operasi Sadar berfokus pada daerah Sumatera Selatan dengan Letkol Ibnu Sutowo sebagai pemimpinnya.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Agus Triyoga -
Saya Agus Triyoga NPM 41 izin sedikit menanggapi pak, Peran militer pada penumpasan PRRI/ Permesta yaitu pada tanggal 22 Februari 1958 KSAD A.H Nasution mengerahkan pesawat tempur secara besar-besaran ke Sumatera, pada bulan Maret 1958 Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) melancarkan serangan besar-besaran guna menumpas Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Padang, pada tanggal 12 Maret 1958 dimulai operasi militer di Riau yang dikenal dengan operasi Tegas dipimpin oleh Letnal Kolonel Kaharudin Nasution, tanggal 24 April 1958 diadakan Operasi Sapta Marga di Tapanuli Sumatera Utara guna menghancurkan pasukan PRRI yang berpusat di Tapanuli serta memutuskan hubungan dengan PRRI Sumatera Utara dan operasi ini pun berhasil menguasai Sibolga dan Taruntung tanggal 27 April 1958, adanya Operasi Menang I sebagai bentuk penumpasan Permesta di Maluku dibawah perintah Kepala Kepolisian Negara menyerahkan secara penuh kepada Brigade Mobile di Maluku di Bawah pimpinan VE. Karamoy dan Frans Taihatu dengan bersama-sama TNI.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Delia Mulniyati -
Nama saya Delia Mulniyati npm 1813033019 izin menanggapi pak


A. PKI MADIUN 18, SEPTEMBER 1948
* Terjadi pada tanggal : 18 September 1948
* Tokoh : Muso dan Amir Syarifuddin
* Sebab- sebab :
1. Pada awal pemerintahannya Amir Syarifuddin berniat mendirikan negara komunis.Hal ini dibuktikan dengan adanya pendidikan politik bagi TNI.
2. Ketidakpuasan terhadap hasil Renville, dimana pada saat itu kabinetnya adalah kabinet Hatta.
3. Amir Syarifuddin kemudian melakukan oposisi,dan membentuk FDR ( Front Demokrasi Rakyat ).
Muso bergabung dengan FDR membuat beberapa kebijakan yang pada intinya mendukung ide- ide komunis diterapkan di Indonesia.Puncaknya dengan diumumkannya Republik Soviet Indonesia.
TUJUAN
: Meruntuhkan RI yang merupakan hasil Proklamasi 17 Agustus 1945 yang berdasarkan Pancasila dan diganti dengan komunis.
*Cara mengatasi :
1. Soekarnno- Hatta melalui pidatonya memberikan pilihan kepada rakyat untuk memilih antara Soekarno-Hatta atau PKI-Muso.
2. Panglima Besar Jendral Soedirman memerintahkan kolonel Gatot Soebroto dan Sungkono mengerahkan pasukan TNI.Madiun berhasil direbut pada tanggal 30 September 1948.

B.DARUL ISLAM/TENTARA ISLAM INDONESIA ( DI/TII )
1.Di Jawa Barat
*Terjadi pada tanggal : 7 Agustus 1949
*Tokoh : Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo
* Sebab : Penolakan Kartosuwiryo terhadap perjanjian Renville yang mengharuskan TNI di daerah kantong hijrah ke Yogyakarta.Pada waktu itu Kartosuwiryo berada di Jawa Barat,dan memproklamasikan berdirinya negara Islam Indonesia (NII).
* Cara mengatasi :
Operasi militer tanggal 27 Agustus 1949
Operasi Bharatayudha
2. Di Jawa Tengah
* Terjadi pada tanggal : 23 Agustus 1949
* Tokoh : Amir Fatah dan Kiai Sumolangu
* Sebab :
1. Adanya persamaan ideologi antara Amir Fatah dengan S.M. Kartosuwirjo, yaitu keduanya menjadi pendukung setia Ideologi Islam.
2. Amir Fatah dan para pendukungnya menganggap bahwa aparatur Pemerintah RI dan TNI yang bertugas di daerah Tegal-Brebes telah terpengaruh oleh "orang-orang Kiri", dan mengganggu perjuangan umat Islam.
3. Adanya pengaruh "orang-orang Kiri" tersebut, Pemerintah RI dan TNI tidak menghargai perjuangan Amir Fatah dan para pendukungnya selama itu di daerah Tegal-Brebes. Bahkan kekuasaan yang telah dibinanya sebelum Agresi Militer II, harus diserahkan kepada TNI di bawah Wongsoatmojo.
4. Adanya perintah penangkapan dirinya oleh Mayor Wongsoatmodjo
* Cara mengatasi : Tahun 1957 ditumpas melalui operasi gerakan Banteng Nasional dari divisi Diponegoro.
3. Di Aceh
* Terjadi pada tanggal : Pemberontakan DI/TII di Aceh dimulai dengan "Proklamasi" Daud Beureueh bahwa Aceh merupakan bagian "Negara Islam Indonesia" di bawah pimpinan Imam Kartosuwirjo pada tanggal 20
September 1953.
* Tokoh : Daud Beureuh
* Sebab :
Persoalan otonomi daerah
Pertentangan antar golongan
Tidak lancarnya rehabilitasi dan modernisasi daerah

* Cara mengatasi : Pemberontakan Daud Beureuh ini dilakukan dengan suatu " Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh" pada bulan Desember 1962 atas prakarsa Panglima Kodam I/Iskandar Muda, Kolonel Jendral Makarawong.
4.Di Sulawesi Selatan
*Terjadi pada tanggal : 17 Agustus 1951
* Tokoh : KaharMuzakar
* Sebab : Pada tanggal 30 April 1950 Kahar Muzakar menuntut kepada pemerintah agar pasukannya yang tergabung dalam Komando Gerilya Sulawesi Selatan dimasukkan ke dalam Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat ( APRIS ). Tuntutan ini ditolak karena harus melalui penyaringan.
* Cara mengatasi :
1. Operasi Militer
2. Pada bulan Februari 1965 Kahar Muzakar berhasil ditangkap dan ditembak mati sehingga pemberontakan DI/TII di Sulawesi dapat dipadamkan.
5. Di Kalimantan Selatan
* Terjadi pada Bulan oktober 1950
* Tokoh : Ibnu Hajar
* Sebab : Ketidakpuasan terhadap kebijakan mengenai TNI
* Cara mengatasi :
Dalam menghadapi gerombolan DI/TII tersebut pemerintah pada mulanya melakukan pendekatan kepada Ibnu Hadjar dengan diberi kesempatan untuk menyerah, dan akan diterima menjadi anggota ABRI. Ibnu Hadjar sempat menyerah, akan tetapi setelah menyerah dia kembali melarikan diri dan melakukan pemberontakan lagi sehingga pemerintah akhirnya menugaskan pasukan ABRI (TNI-POLRI) untuk menangkap ibnu Hadjar. Pada akhir tahun 1959 Ibnu Hadjar beserta seluruh anggota gerombolannya tertangkap dan dihukum mati.


C. Pemberontakan Andi Azis
* Terjadi pada : 5 April 1950
* Tokoh : Andi Azis
* Sebab :
1. Menuntut agar pasukan bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas keamanan di Negara Indonesia Timur.
2. Menentang masuknya pasukan APRIS dari TNI
3. Mempertahankan tetap berdirinya Negara Indonesia Timur.
* Cara mengatasi :
1. Pada tanggal 8 April 1950 dikeluarkan ultimatum bahwa dalam waktu 4 x 24 jam Andi Azis harus melaporkan diri ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasukannya harus dikonsinyasi, senjata-senjata dikembalikan, dan semua tawanan harus dilepaskan.
2. Kedatangan pasukan pimpinan Worang kemudian disusul oleh pasukan ekspedisi yang dipimpin oleh Kolonel A.E Kawilarang pada tanggal 26 April 1950 dengan kekuatan dua brigade dan satu batalion di antaranya adalah Brigade Mataram yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Suharto. Kapten Andi Azis dihadapkan ke Pengadilan Militer di Yogyakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijatuhi hukuman.

D. REPUBLIK MALUKU SELATAN(RMS)
* Terjadi pada : tanggal 25 April 1950
* Tokoh : Soumokil, J.H. Manuhutu, Frans Tutuhatunewa
* Sebab : Mendirikan negara sendiri
* Cara mengatasi : Menggunakan pasukan ekspedisi yang dipimpin oleh Kolonel A.E Kawilarang

E. PRRI/PERMESTA :
* Awal peristiwa :
Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (biasa disingkat dengan PRRI) merupakan salah satu gerakan pertentangan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat (Jakarta) yang dideklarasikan pada tanggal 15 Februari 1958.
*Tokoh : Dengan keluarnya ultimatum dari Dewan Perjuangan yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Ahmad Husein di Padang, Sumatera Barat, Indonesia.
* Sebab :
Konflik yang terjadi ini sangat dipengaruhi oleh tuntutan keinginan akan adanya otonomi daerah yang lebih luas. Selain itu ultimatum yang dideklarasikan itu bukan tuntutan pembentukan negara baru maupun pemberontakan, tetapi lebih kepada konstitusi dijalankan. Pada masa bersamaan kondisi pemerintahan di Indonesia masih belum stabil pasca agresi Belanda. Hal ini juga mempengaruhi hubungan pemerintah pusat dengan daerah serta menimbulkan berbagai ketimpangan dalam pembangunan, terutama pada daerah-daerah di luar pulau Jawa. Dan sebelumnya bibit-bibit konflik tersebut dapat dilihat dengan dikeluarkannya Perda No. 50 tahun 1950 tentang pembentukan wilayah otonom oleh provinsi Sumatera Tengah waktu itu yang mencakup wilayah provinsi Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Christine Amellia Putri -
Saya Christine Amellia Putri npm 1813033025 izin sedikit menanggapi pak.
Operasi penumpasan DI/TII Jawa Barat dilakukan secara terus menerus oleh TNI, dan pada tahun 1962 melalui operasi Pagar Betis, pemimpin DI/TII Jawa Barat berhasil ditangkap. Penangkapan ini mengakhiri pemberontakan DI/TII yang berlangsung cukup lama di wilayah tersebut. Pemberontakan akhir yang ditumpas pada periode parlementer ini adalah Pemberontakan Republik Revolusioner Indonesia/Perjuangan Rakyat Semesta (PRRI/Permesta) tahun 1956-1958. Pemberontakan PRRI/Permesta diawali gerakan Dewan-Dewan Daerah yang dipelopori oleh panglima-panglima militer yang membawahi wilayah-wilayah Sumatera dan Sulawesi, seperti Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Sulawesi. Penyebab pemberontakan adalah adanya rasa ketidakpuasan daerah terhadap kebijakan pemerintahan pusat, khususnya dalam masalah pembangunan daerah dan masalah internal dalam tubuh TNI, terutama TNI-AD. Operasi militer gabungan selanjutnya dilancarkan untuk menumpas pemberontakan daerah ini.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Hermia Wati -
Saya Hermia Wati npm 1813033023 izin berpendapat pak:

Menurut saya Peran Penting Militer dalam penumpasan PKI MADIUN 1948 yaitu melakukan Operasi utama adalah merebut kembali Madiun. Gerakan Operasi Militer yang dilancarkan oleh pasukan yang taat kepada pemerintah RI berjalan dengan singkat. Dalam 12 hari Madiun dapat dikuasai kembali selanjutnya angkatan perang terus melakukan pengejaran terhadap pasukan pemberontak yang bersarang di Purwodadi, Pacitan, Ponorogo. Kemudian peran Militer dalam penumpasan DI/TII yaitu, TNI melakukan operasi militer "Teknik Pagar Betis di daerah Banten" dan lebih dikembangkan lagi dalam gerakan operasi di daerah Bogor. Selain itu untuk pemulihan keamanan di Jawa Barat, Kodam VI Siliwangi mengadakan suatu operasi penentuan yang terakhir. Operasi tersebut diberi nama Operasi Brata Yudha yang mulai dilaksanakan sejak bulan April 1962. TNI masih dilaksanakan operasi lanjutan yaitu Operasi Pamungkas. Operasi pamungkas ini bertujuan untuk membersihkan sisa-sisa TII di seluruh wilayah Jawa Barat. Peran Militer dalam penumpasan ANDI AZIZ yaitu Peran penting militer pada penumpasan Andi Azis yaitu Pemerintah Indonesia mengirim ekspedisi ke Makassar pada 26 April 1950, yang dipimpin oleh Kolonel Alex Kawilarang. Dan Peran militer dalam penumpasan PRRI/PERMESTA yaitu Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) melancarkan serangan besar-besaran guna menumpas Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Padang, pada tanggal 12 Maret 1958 dimulai operasi militer di Riau yang dikenal dengan operasi Tegas. Pada 24 April 1958 diadakan Operasi Sapta Marga di Tapanuli Sumatera Utara guna menghancurkan pasukan PRRI yang berpusat di Tapanuli serta memutuskan hubungan dengan PRRI Sumatera Utara dan operasi ini pun berhasil menguasai Sibolga dan Taruntung tanggal 27 April 1958, adanya Operasi Menang I sebagai bentuk penumpasan Permesta di Maluku dibawah perintah Kepala Kepolisian Negara menyerahkan secara penuh kepada Brigade Mobile di Maluku di Bawah pimpinan VE. Karamoy dan Frans Taihatu dengan bersama-sama TNI.

Terimakasih..
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Salsabila Az Zahra -
Saya Salsabila Az Zahra NPM 1813033037 izin menanggapi pak.

1. Pemerintah Indonesia mengatasi pemberontakan PKI di Madiun dengan mengerahkan pasukan dari Divisi Siliwangi yang dipimpin Jenderal Abdul Haris Nasution dan Kolonel Sungkono sebagai Gubernur Militer. Sementara Jenderal Gatot Subroto menggerakkan pasukan di Surakarta (Solo) untuk melawan PKI.

2. Penyelesaian pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah dilakukan dengan membentuk pasukan khusus yang diberi nama Banteng Raiders. Operasi penumpasannya diberi nama Operasi Gerakan Benteng Negara di bawah pimpinan Letkol Sarbini, kemudian dipimpin oleh Letkol M. Bachrun dan selanjutnya dipimpin oleh Letkol Ahmad Yani.

3. Penyelesaian pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah dilakukan dengan membentuk pasukan khusus yang diberi nama Banteng Raiders. Operasi penumpasannya diberi nama Operasi Gerakan Benteng Negara di bawah pimpinan Letkol Sarbini, kemudian dipimpin oleh Letkol M. Bachrun dan selanjutnya dipimpin oleh Letkol Ahmad Yani.

4. Pemberontakan PRRI/Permesta ini bisa dilumbuhkan setelah operasi militer yang dipimpin Jenderal Ahmad Yani dan Nasution merebut kota besar basis pendukung PRRI Permesta. Sisa pemberontak menyerahkan diri setelah pemerintah pusat memberikan amnesti atau pengampunan pada bekas pemberontak.
Sekian terima kasih pak
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Amalia Sari -
Nama saya Amalia Sari npm 1813033055 izin menanggapi pak, bahwa peran militer dalam mengatasi pemberontakan tersebut sangatlah berperan penting dalam upaya penumpasan pemberontakan tersebut. Salah satunya yaitu, Operasi Pagar Betis adalah operasi militer Indonesia untuk mengakhiri pemberontakan DI/TII di Jawa Barat yang dipimpin oleh Kartosuwiryo, dengan mengepung markas pemberontak di Gunung Geber. Dalam operasi ini, TNI yang dipimpin oleh Divisi Siliwangi, mengepung wilayah-wilayah yang menjadi basis kekuatan DI/TII dan membatasi gerakkan mereka.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Nur Afifah -
Saya Nur Afifah npm 17 izin menanggapi pak.

Terkait penumpasan PKI Madiun atau Andi Aziz dan DI/TII bermula ketika Adanya kebijakan pemerintah mengenai reorganisasi pada tubuh TNI atau yang biasa disebut program Re-Ra (Reorganisasi dan Rasionalisasi) sebagai upaya merampingkan anggaran negara yang sedang membengkak pada masa Kabinet Amir Syarifuddin, membuat laskar-laskar gerilya perang kemerdekaan kecewa terhadap pemerintah. Hal ini memicu konflik pemberontakan dari laskar-laskar gerilya dan banyak yang bergabung dengan satuan-satuan DI/TII sebagai hasil ketidakpuasan dengan program Re-Ra. Berdirinya DI/TII sendiri menjadi pusat perhatian pemerintah yang sedang mengalami pergolakan politik. Pemerintah menganggap bahwa gerakan DI/TII dapat memecah belah persatuan serta merupakan sebuah ancaman yang nyata terhadap kemerdekaan Indonesia. Pemerintah segera mengambil tindakan tegas dengan memerintahkan operasi militer yang tercantum pada peraturan pemerintah No. 59 tahun 1948.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Lidia Millinia -
Saya Lidia Millinia NPM 1813033031 izin menanggapi pak;
Peran penting militer dalam penumpasan DI/TII yaitu penumpasan DI/TII di Garut oleh TNI yang dipimpin Divisi Siliwangi, TNI juga melakukan operasi militer "Teknik Pagar Betis di daerah Banten" dan lebih dikembangkan lagi dalam gerakan operasi di daerah Bogor. Sistem Pagar Betis ini pada dasarnya merupakan suatu bentuk pengerahan daya mampu wilayah yang inti pokoknya terletak didalam pembinaan wilayah. Selain itu untuk pemulihan keamanan di Jawa Barat, Kodam VI Siliwangi mengadakan suatu operasi penentuan yang terakhir. Operasi tersebut diberi nama Operasi Brata Yudha yang mulai dilaksanakan sejak bulan April 1962. Setelah Operasi Brata Yudha dilaksanakan seluruhnya dalam bulan September 1962, TNI masih dilaksanakan operasi lanjutan yaitu Operasi Pamungkas. Operasi pamungkas ini bertujuan untuk membersihkan sisa-sisa TII di seluruh wilayah Jawa Barat.
Peran penting militer dalam penumpasan PKI Madiun yang dilakukan oleh TNI yaitu terbagi menjadi beberapa arah gerakan. Operasi utama adalah merebut kembali Madiun. Gerakan Operasi Militer yang dilancarkan oleh pasukan yang taat kepada pemerintah RI berjalan dengan singkat. Dalam 12 hari Madiun dapat dikuasai kembali, tepatnya tanggal 30 September 1948 jam 16.15 WIB. Malam harinya jam 22.00 Gubernur Militer Gatot Subroto memerintahkan Angkatan Perang supaya terus melakukan pengejaran terhadap pasukan pemberontak yang bersarang di Purwodadi, Pacitan, Ponorogo. Gerakan Operasi Militer pembasmian pemberontakan Madiun tersebut dikenal dengan nama “Gerakan Operasi Militer I” atau disingkat dengan “GOM I”.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Ayu Fitri Anggraini -
Saya Ayu Fitri Anggraini Npm 1813033049 izin menanggapi pak
Pemerintah Indonesia mengatasi pemberontakan PKI di Madiun dengan mengerahkan pasukan dari Divisi Siliwangi yang dipimpin Jenderal Abdul Haris Nasution dan Kolonel Sungkono sebagai Gubernur Militer. Sementara Jenderal Gatot Subroto menggerakkan pasukan di Surakarta (Solo) untuk melawan PKI. Kemudian untuk mengatasi pemberontakan DI/TII yaitu Penyelesaian pemberontakan DI/TII dengan membentuk pasukan khusus yang diberi nama Banteng Raiders. Operasi penumpasannya diberi nama Operasi Gerakan Benteng Negara di bawah pimpinan Letkol Sarbini, kemudian dipimpin oleh Letkol M. Bachrun dan selanjutnya dipimpin oleh Letkol Ahmad Yani. Selanjutnya perna militer dalam pemberontakan Andi Azis yaitu Pemerintah Indonesia mengirim ekspedisi ke Makassar pada 26 April 1950, yang dipimpin oleh Kolonel Alex Kawilarang. Dan yang terakhor peran militer dalam penumpasan PRRI/Permesta yaitu Pemerintah melancarkan operasi gabungan yang diikuti oleh tiga matra, yaitu angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara. Beberapa operasi militer digelar, yaitu:
1. Operasi Tegas, dipimpin oleh Letkol Kaharuddin Nasution dengan sasaran Riau
2. Operasi 17 Agustus, dipimpin Kolonel Ahmad Yani dengan sasaran Sumatera Barat yang merupakan pusat gerakan PRRI
3. Operasi Sapta Marga, dipimpin Brigjen Jatikusumo dengan sasaran Sumatera Utara
4. Operasi Sadar, dipimpin Letkol Ibnu Sutowo dengan sasaran Sumatera Selatan
Sekian tanggapan saya kurang dan lebihnya saya mohon maaf, Terimakasih.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Ida Ayu Komang Fitri Yani -
Saya Ida Ayu Komang Fitri Yani NPM 1813033045, izin menanggapi pak...

1. PKI Madiun
Pada saat terjadi pemberontakan TNI melancarakan gerakan Operasi Militer (GOM) dengan kekuatan berisikan tentara Siliwangi. Diperkuat oleh beberapa Batalyon yang dikirim antara lain batalyon Nasuhi, batalyon Huseinsyah, Brigade 12 pimpinan Kusno Utomo dan Brigade 13 pimpinan Letkol Sadikin. Selain itu dibentuk gerakan Operasi Militer I yang dilancarkan oleh TNI, yang dipelopori oleh Divisi Siliwangi. Dilakukan pula enggempuran kekuatan pasukan pendukung Muso dari dua arah.

2. DI/TII
Pada Pemberontakan DI/TII pasukan KL-KNIL sering mengadakan provokasi dan memancing bentrokan senjata antara APRIS dengan KL KNIL, untuk itu tanggal 18 Mei 1950 diadakan perundingan antara APRIS yang diwakili Kolonel Abdul Haris Nasution, dengan pihak Belanda diwakili Kolonel Pereira lalu disepakati bahwa akan dilaksanakan penjagaan bersama oleh APRIS dan KNIL di tangki-tangki KNIL.

3. Andi Azis
Tnggal 8 April 1950 dikeluarkan ultimatum bahwa dalam waktu 4 x 24 jam Andi Azis harus melaporkan diri ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasukannya harus dikonsinyasi, senjata-senjata dikembalikan, dan semua tawanan harus dilepaskan. Jika tidak, Kapal Angkatan Laut Hang Tuah akan mengebom Makassar.

4. PRRI
Dilakukannya operasi militer dan diplomasi. Operasi militer dilancarkan oleh Jenderal Ahmad Yani, dan diplomasi dilakukan dengan pemberian amnesti atau ampunan agar bergabung kembali dengan Indonesia.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Novi Handayani -
Saya Novi Handayani, Npm 1813033009. Izin menanggapi pak.

Peran penting militer dalam penumpasan PKI Madiun 1948 diantaranya yaitu saat Panglima Besar Sudirman memerintahkan Kolonel Gatot Subroto di Jawa Tengah dan Kolonel Sungkono di Jawa Timur untuk menjalankan operasi penumpasan dibantu para santri. Kolonel Gatot Soebroto memberitahukan kepada Panglima Kesatuan Reserve Umum (KRU) Kolonel drg. Moestopo bahwa sebagian pasukan KRU-Z bersama pasukan lainnya akan ditugasi melaksanakan operasi penumpasan. Kesatuan Reserve Umum (KRU) dibentuk pada bulan Mei 1948. Kesatuan cadangan ini terdiriatas pasukan yang baru hijrah dan pasukan yang direorganisasi. Sebagai Panglima KRU ditunjuk Kolonel A.H. Nasution dan Letnan Kolonel Abimanyu sebagai Kepala Staf KRU. Panglima KRU kemudian diserah terimakan kepada Kolonel drg. Moestopo. KRU terdiri atas kesatuan-kesatuan cadangan, yaitu KRU-X (Seberang) berkekuatan2 brigade, yang dipimpin oleh Letnan Kolonel G. Lembong, KRU-Y (Tentara Pelajar Laskar) dipimpin oleh Kolonel Holand Iskandar, dan KRU-Z (Divisi Siliwangi) pimpinannya dirangkap oleh Panglima KRU.

Kemudian, peran penting militer dalam penumpasan DI/TII yaitu melalui sebuah gerakan yang dinamakan Gerakan Banteng Negara. Gerakan ini merupakan operasi yang dilakukan oleh TNI dalam menghentikan Gerakan DI/TII. Latar belakang pembentukan Gerakan Banteng Negara berawal dari perkembangan baru dari pasukan DI/TII yang berhasil menyusun kembali pasukannya. Dalam mengatasi hal tersebut, Panglima Divisi III/GM III mengeluarkan instruksi untuk membentuk Komando Operasi Gerakan Banteng. Maksud pembentukan Gerakan Banteng Negara adalah meningkatkan efektifitas TNI dalam melakukan operasi penumpasan.

Kemudian, dalam penumpasan Andi Azis yaitu melalui pemerintah Indonesia mengirim ekspedisi ke Makassar pada 26 April 1950, yang dipimpin oleh Kolonel Alex Kawilarang. Kemudian, Andi Azis ditangkap pada 15 April 1950 saat ia datang ke Jakarta, dengan perjanjian jika ia tidak akan ditangkap. Namun, saat ia tiba di Jakarta, Andi Azis langsung ditangkap.

Selanjutnya, peran penting militer dalam penumpasan PRRI/PERMESTA yaitu dengan dilakukannya beberapa operasi militer, yaitu Operasi Merdeka, Operasi Tegas, dan Operasi Sadar. Dimana, Operasi Tegas merupakan operasi militer yang bertugas di Riau dipimpin oleh Letnan Kolonel Kaharuddin Nasution. Target utama dari operasi ini adalah untuk merebut kedudukan Permesta dengan menguasai Pekanbaru dan menghadang kemungkinan pemberontak melarikan diri melalui Selat Malaka ke daerah Singapura dan Malaysia. Kemudian, Operasi Merdeka yang terdiri dari Operasi Saptamarga yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Djamin Ginting, Operasi 17 Agustus dipimpin oleh Kolonel Ahmad Yani, dan Operasi Sapta Marga II dipimpin oleh Mayor Agus Prasmono. Selanjutnya, Operasi Sadar merupakan operasi yang bertujuan untuk menuntaskan pemberontakan di Sumatera Selatan dibantu oleh pasukan operasi sebelumnya. Dipimpin oleh Letkol Ibnu Sutowo. Operasi Sadar berhasil membuat wilayah Sumatera secara keseluruhan terlepas dari Permesta.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Erika Sukma Lestari -
Saya Erika Sukma Lestari npm 1813033021 izin menanggapi Pak..

Peranan militer dalam upaya penumpasan pemberontakan PKI Madiun 1948, DI TII, Andi Aziz dan PRRI/Permesta yaitu membentuk satuan operasi militer untuk menumpas gerakan-gerakan tersebut. Dalam upaya penumpasan pemberontakan PKI Madiun 1948 pemerintah menerapkan GOM I (Gerakan Operasi Militer), pemerintah Indonesia juga membentuk gerakan operasi militer yang dipimpin oleh Kolonel Abdul Haris Nasution dan Pemerintah Indonesia mengerahkan kekuatan-kekuatan tantara nasional Indonesia yang didukung oleh kepolisian. Dalam upaya penumpasan DI TII, dilakukan dengan membentuk pasukan khusus yang diberi nama Banteng Raiders. Operasi penumpasannya diberi nama Operasi Gerakan Benteng Negara di bawah pimpinan Letkol Sarbini, kemudian dipimpin oleh Letkol M. Bachrun dan selanjutnya dipimpin oleh Letkol Ahmad Yani. Kemudian dalam upaya penumpasan pemberontakan Andi Aziz, mengirim ekspedisi ke Makassar pada 26 April 1950, yang dipimpin oleh Kolonel Alex Kawilarang. Dan yang terakhir upaya yang dilakukan dalam penumpasan pemberontakan PRRI/Permesta yaitu dengan melakukan operasi militer.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Eki Tirta Prambudi -
Izin menanggapi pak

1. Pemerintah Indonesia mengatasi pemberontakan PKI di Madiun dengan mengerahkan pasukan dari Divisi Siliwangi yang dipimpin Jenderal Abdul Haris Nasution dan Kolonel Sungkono sebagai Gubernur Militer. Sementara Jenderal Gatot Subroto menggerakkan pasukan di Surakarta (Solo) untuk melawan PKI.

2. Penyelesaian pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah dilakukan dengan membentuk pasukan khusus yang diberi nama Banteng Raiders. Operasi penumpasannya diberi nama Operasi Gerakan Benteng Negara di bawah pimpinan Letkol Sarbini, kemudian dipimpin oleh Letkol M. Bachrun dan selanjutnya dipimpin oleh Letkol Ahmad Yani.

3. Peran penting militer pada penumpasan Andi Azis yaitu Pemerintah Indonesia mengirim ekspedisi ke Makassar pada 26 April 1950, yang dipimpin oleh Kolonel Alex Kawilarang.

4. Peran militer pada penumpasan PRRI/ Permesta yaitu pada tanggal 22 Februari 1958 KSAD A.H Nasution mengerahkan pesawat tempur secara besar-besaran ke Sumatera, pada bulan Maret 1958 Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) melancarkan serangan besar-besaran guna menumpas Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Padang, pada tanggal 12 Maret 1958 dimulai operasi militer di Riau yang dikenal dengan operasi Tegas dipimpin oleh Letnal Kolonel Kaharudin Nasution, tanggal 24 April 1958 diadakan Operasi Sapta Marga di Tapanuli Sumatera Utara guna menghancurkan pasukan PRRI yang berpusat di Tapanuli serta memutuskan hubungan dengan PRRI Sumatera Utara dan operasi ini pun berhasil menguasai Sibolga dan Taruntung tanggal 27 April 1958, adanya Operasi Menang I sebagai bentuk penumpasan Permesta di Maluku dibawah perintah Kepala Kepolisian Negara menyerahkan secara penuh kepada Brigade Mobile di Maluku di Bawah pimpinan VE. Karamoy dan Frans Taihatu dengan bersama-sama TNI.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Resti Nurmaya -
Izin menanggapi pak,

a. Pada masa pemberontakan PKI Madiun ABRI membentuk satuan operasi militer untuk menumpas gerakan-gerakan tersebut. Dalam upaya penumpasan pemberontakan PKI Madiun 1948 pemerintah menerapkan GOM I (Gerakan Operasi Militer), pemerintah Indonesia juga membentuk gerakan operasi militer yang dipimpin oleh Kolonel Abdul Haris Nasution dan Pemerintah Indonesia mengerahkan kekuatan-kekuatan tantara nasional Indonesia yang didukung oleh kepolisian.

b. pada penumpasan PRRI/ Permesta, KSAD A.H Nasution mengerahkan pesawat tempur secara besar-besaran ke Sumatera, pada bulan Maret 1958 Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) melancarkan serangan besar-besaran guna menumpas Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Padang, pada tanggal 12 Maret 1958 dimulai operasi militer di Riau yang dikenal dengan operasi Tegas dipimpin oleh Letnal Kolonel Kaharudin Nasution, tanggal 24 April 1958 diadakan Operasi Sapta Marga di Tapanuli Sumatera Utara guna menghancurkan pasukan PRRI yang berpusat di Tapanuli serta memutuskan hubungan dengan PRRI Sumatera Utara dan operasi ini pun berhasil menguasai Sibolga dan Taruntung tanggal 27 April 1958, adanya Operasi Menang I sebagai bentuk penumpasan Permesta di Maluku dibawah perintah Kepala Kepolisian Negara menyerahkan secara penuh kepada Brigade Mobile di Maluku di Bawah pimpinan VE. Karamoy dan Frans Taihatu dengan bersama-sama TNI.

c. Peran Militer dalam penumpasan DI/TII dilakukan dengan membentuk pasukan khusus yang diberi nama Banteng Raiders. Operasi penumpasannya diberi nama Operasi Gerakan Benteng Negara di bawah pimpinan Letkol Sarbini, kemudian dipimpin oleh Letkol M. Bachrun dan selanjutnya dipimpin oleh Letkol Ahmad Yani.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

by Dwi Mawarni -
Saya Dwi Mawarni npm 1813033033 izin menanggapi.
Penumpasan PKI Madiun
Pada tanggal 30 September, pemerintah mengirimkan Letkol Sadikin, Brigade Divisi Siliwangi, untuk mengerahkan pasukannya dan menguasai Madiun. Untuk menghindari konflik dengan TNI, pimpinan FDR/PKI mulai mundur ke daerah pegunungan.Pada tanggal 28 Oktober, pemerintah menangkap 1.500 orang dari unit militer pemberontak terakhir.

DI/TII
Pada saat Indonesia sudah merdeka, situasi dan kondisi keamanan negara belum stabil. Adanya ancaman dari Belanda serta perbedaan pandangan politik dari para kaum elit banyak memberikan pengaruh terhadap keadaan negara. Perbedaan pandangan politik tersebut terlihat ketika berdirinya gerakan DI/TII yang memproklamasikan diri sebagai negara pada tahun 1949 di Tasikmalaya. Gerakan tersebut seringkali melakukan tindakan-tindakan yang meresahkan masyarakat Garut. Hal ini membuat pemerintah dengan segera memerintahkan operasi penumpasan terhadap DI/TII di Garut melalui peran Batalyon 306 Divisi Siliwangi. Penumpasan Gerakan DI/TII di Garut terbagi menjadi dua periode, yakni 1950-1958 dan 1959-1962. Batalyon 306 dalam pelaksanaan operasi periode pertama masih banyak melakukan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh anggotanya dalam membentuk pos-pos regu keamanan. Hal ini membuat operasi penumpasan dilanjutkan pada periode kedua, serta turut menyertakan peran penduduk dalam siasat Pagar Betis untuk berperan aktif menjaga kedaulatan negara. Pada periode kedua, siasat Batalyon 306 lebih matang dalam pembentukan pos-pos regu kemanan. Sehingga gerakan DI/TII di Garut dapat diberantas dengan adanya pospos regu keamanan yang berisikan tentara dan penduduk setempat dalam mengisolasi wilayah aktifitas gerilya DI/TII.

Pemberontakan Andi Aziz
Pemerintah Indonesia bertindak dengan mengeluarkan ultimatum kepada Andi Azis, pada 8 April 1950. Secara garis besar, ultimatum tersebut berisikan perintah agar Andi Azis melaporkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya ke Jakarta, sebelum 4 x 24 jam. Jika Andi Azis tidak melakukannya, Kapal Angkatan Laut Hang Tuah akan mengebom Kota Makassar. Pemerintah Indonesia juga memerintahkan agar Andi Azis menyerahkan semua senjata yang dimiliki dan digunakannya serta membebaskan para tawanan. Namun, upaya pemerintah dalam mengultimatum Andi Azis tidak berhasil. Akhirnya Pemerintah Indonesia mengirim ekspedisi ke Makassar pada 26 April 1950, yang dipimpin oleh Kolonel Alex Kawilarang. Andi Azis ditangkap pada 15 April 1950 saat ia datang ke Jakarta, dengan perjanjian jika ia tidak akan ditangkap. Namun, saat ia tiba di Jakarta, Andi Azis langsung ditangkap.

PRRI/Permesta
Pemerintah pun melakukan operasi gabungan yang terdiri dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara Angkatan Perang RI (APRI) untuk menumpas gerakan PRRI. Tentara APRI melayangkan berbagai macam tindak kekerasan, bahkan ribuan orang juga ditangkap dengan cara paksa karena dicurigai sebagai simpatisan PRRI. Melalui Jenderal Abdul Haris Nasution, tentara PRRI berusaha dibujuk untuk menyerah dan kembali setia kepada NKRI.
Terima kasih.