Diskusi Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) DAN Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI)

Diskusi

Diskusi

oleh Yusuf Perdana -
Jumlah balasan: 19

Jelaskan menurut anda proses transisi dari APRIS dan APRI & apa dampaknya bagi militer indonesia !

Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Amalia Sari -
Nama saya Amalia Sari npm 1813033055 izin menanggapi pak terkait pertanyaan diatas bahwa, Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) yang diambil dari TNI dan bekas KNIL Pada 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan dibentuk kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga APRIS diubah menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Pada saat itu, Panglima Tertinggi APRI dijabat oleh Presiden Soekarno, berdasarkan Keputusan Panglima TNI (2018) Tentang Doktrin Tentara Nasional Indonesia Tri Dharma Eka Karma Panglima Tentara Nasional Indonesia. Diriwayatkan bahwa pada akhir tahun 1949 atas tekanan Belanda, dibentuklah Republik Indonesia Serikat (RIS) sebagai syarat untuk penyerahan kedaulatan bagi Republik Indonesia.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Yohana Lestari -
Saya Yohana Lestari npm 1813033005 izin menanggapi pak :
Pada akhir tahun 1949 atas tekanan Belanda, dibentuklah Republik Indonesia Serikat (RIS) sebagai syarat untuk penyerahan kedaulatan bagi Republik Indonesia. Sejalan dengan itu, dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan TNI dan KNIL dengan TNI sebagai intinya. Setelah pengakuan kedaulatan oleh Hindia Belanda, pada bulan Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan. APRIS pun berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Pengaruh bagi militer Indonesia yaitu Sistem demokrasi parlementer yang dianut pemerintah pada periode 1950- 1959 yang akhirnya pada tahun 1962 terjadi penyatuan APRI dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Keputusan ini merupakan bagian yang penting dari sejarah TNI pada dekade tahun enam puluhan di mana masa itu sangat rawan terjadinya perpecahan.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Erika Sukma Lestari -
Saya Erika Sukma Lestari npm 1813033021 izin menanggapi Pak..

Pada 27 Desember 1949, Belanda mengakui kedaulatqan republik Indonesia setelah diadakannya perundingan antara Indonesia dan Belanda dalam konferensi meja Bundar (KMB). Dampak hasil dari KMB di bidang keamanan adalah dibentuknya APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) sebagai angkatan perang nasional RIS. Pembangunan angkatan perang dan gangguan keamanan menjadi fokus pemerintah pada masa RIS (Suryawan, 2013: 1). Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).
Kronologis perkembangan APRI (Angkatan Perang Republik Indonesia) dimulai saat Perjanjian Renville tepatnya pada akhir 1947 dan awal 1948, saat itu wilayah Republik Indonesia semakin sempit sehingga tidak memungkinkan untuk memelihara pasukan di kantong perlawanan. Selain wilayah RI yang semakin sempit, pada akhir Desember 1947 juga muncul Mosi Baharuddin tentang rancangan reorganisasi dan rasionalisasi (rera) dalam Kementerian Pertahanan dan Angkatan Perang. Selain itu, sejak akhir tahun 1947, keuangan negara semakin kesulitan membiayai tentaranya. Dengan pertimbangan tersebut, muncul usulan reorganisasi dan rasionalisasi (rera) angkatan perang dengan mengurangi pasukan dan meningkatkan mutunya.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh siska - -
Saya Siska NPM 1813033007 izin berpendapat pak, mengenai proses transisi dari APRIS dan APRI ? Jawabannya yaitu setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah dijadikan negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu karena itu dibuat pula Tingkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan selang TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dicerai-beraikan dan Indonesia kembali dijadikan negera kesatuan, sehingga APRIS bertukar nama dijadikan Tingkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Dan apa dampaknya bagi militer indonesia ? Jawabannya yaitu Angkatan perang RIS berganti menjadi APRIS sehingga gabungan antara TNI dan KNIL ditiadakan karna hal ini menimbulkan gangguan psikologis di kalangan anggota TNI. Sehingga pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan. Hal ini menyebabkan APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Pada saat itu, Panglima Tentara dan Teritorium Sumatera, Kolonel Hidajat telah menyelesaikan penataan organisasi tentara di Pulau Sumatera. Sekian yang dapat saya sampaikan, terimakasih pak.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Christine Amellia Putri -
Saya Christine Amellia Putri npm 1813033025 izin menanggapi pak.
Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (atau yang sering disingkat dengan istilah “APRIS”) adalah organisasi militer yang menjadi lembaga resmi pertahanan RIS (Republik Indonesia Serikat). APRIS berdiri dan bubar seiring dengan berdiri dan bubarnya RIS. APRIS terdiri dari dua unsur organisasi militer besar seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mewakili lembaga pertahanan Republik Indonesia dan Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL) yang mewakili lembaga pertahanan negara-negara bagian yang dahulu dibina Belanda.

APRIS sempat mengalami perselisihan dengan tentara lama seperti KNIL dalam tubuh organisasinya sendiri. Sebagai contoh, kasus Andi Aziz menggambarkan bagaimana KNIL memiliki sentimen superioritas terhadap TNI dalam tubuh APRIS pada tahun 1950. Di saat terjadinya demonstrasi pro-NKRI dan pro-RIS di Makassar, sentimen tersebut ditumpahkan dalam bentuk konflik agresi dari beberapa oknum eks-KNIL terhadap komponen TNI dalam APRIS yang dikirim dari Pulau Jawa.Tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Dampaknya bagi militer Indonesia adalah pada saat masa APRIS terdapat penggabungan TNI dan KNIL (TNI tetap menjadi organisasi inti). Kemudian setelah dibubarkannya Republik Indonesia Serikat berdampka pada perubahan nama angkatan militer Indonesia yang awalnya Angkatan Perang Republik Insonesia Serikat (APRIS) manjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Ida Ayu Komang Fitri Yani -
Saya Ida Ayu Komang Fitri Yani 1813033045, izin menanggapi pak...

Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka dihasilkan pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang yaitu gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dihentikan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berproses dan berubah nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Periode 1950- 1959 Indonesia menganut demokrasi Parlementer yang kemudian menyebabkan terjadinya penyatuan APRI dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) (1962).
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Siti Nurhasanah -
Saya Siti Nurhasanah NPM 1813033003 izin menanggapi

Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu, maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS). APRIS merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan. Hal ini menyebabkan APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Penataan organisasi TNI selesai pada akhir tahun 1948. Pada saat itu, Panglima Tentara dan Teritorium Sumatera, Kolonel Hidajat telah menyelesaikan penataan organisasi tentara di Pulau Sumatera
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Delia Mulniyati -
Assalamualaikum wr.wb bapak. Nama saya Delia Mulniyati npm 1813033019 izin menanggapi
Terbentuknya APRA berawal dari APRIS, yaitu Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat. APRIS sendiri memiliki anggota yang terdiri atas gabungan tentara KNIL Belanda dan TNI. Sebenarnya keadaan tersebut cukup membuat mereka kesulitan, sebab di antara KNIL dengan TNI pernah berseteru ketika peperangan mewujudkan kemerdekaan negara Indonesia.

Oleh karena itu, lahirlah kaum reaksioner dalam jumlah yang cukup banyak. Mereka adalah elemen-elemen APRIS yang cenderung mendukung federalisme bangsa Indonesia atau kurang suka dengan TNI dan NKRI.

Mereka secara sukarela bergabung dengan Angkatan Perang Ratu Adil yang kemudian juga turut serta dalam pemberontakan APRA untuk mewujudkan Indonesia federal dalam RIS.
Salah satu sejarah kelam yang tidak bisa dilupakan bangsa Indonesia adalah peristiwa pemberontakan APRA, singkatan dari Angkatan Perang Ratu Adil. Pemberontakan APRA dibentuk pada tanggal 23 Januari 1950. Tujuan APRA adalah untuk melakukan pemberontakan terhadap Republik Indonesia.

Pemberontakan ini berlangsung di bawah pimpinan mantan Kapten KNIL Raymond Westerling, sekaligus mantan komandan Depot Speciale Troepen (Pasukan Khusus) KNIL. Kelompok ini masuk ke dalam kota Bandung dan menyerang orang-orang yang berseragam TNI.

Perlu diingat pada saat itu Indonesia masih berbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) yang memiliki tentara Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS). Tujuan APRA didasari oleh keinginan untuk mempertahankan bentuk federal yang mana saat itu APRA berada di negara Pasundan. Banyak negara bagian yang lain membubarkan diri dan bergabung dengan Republik Indonesia untuk membentuk negara kesatuan.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Novi Handayani -
Saya Novi Handayani, Npm 1813033009 izin menanggapi pak. Proses transisi dari APRIS dan APRI yaitu mulanya pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden Soekarno mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi. Sesudah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah dijadikan negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka diwujudkan pula Tingkatan Perang RIS (APRIS) yang adalah gabungan selang TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dihentikan dan Indonesia kembali dijadikan negera kesatuan, sehingga APRIS bertukar nama dijadikan Tingkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Pada tahun 1962, diterapkan upaya penyatuan selang tingkatan perang dengan kepolisian negara dijadikan sebuah organisasi yang bernama Tingkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Penyatuan satu komando ini diterapkan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektifitas dan efisiensi dalam menerapkan perannya dan menjauhkan pengaruh dari golongan politik tertentu. Kemudian, pada tahun 1998 terjadi perubahan situasi politik di Indonesia. Perubahan tersebut berpengaruh juga terhadap keberadaan ABRI. Pada tanggal 1 April 1999 TNI dan Polri secara resmi dipisah dijadikan institusi yang berdiri sendiri. Sebutan ABRI sebagai tentara dikembalikan dijadikan TNI, sehingga Panglima ABRI dijadikan Panglima TNI.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Hermia Wati -
Saya Hermia Wati npm 1813033023 izin menjawab:

Menurut saya, perkembangan atau proses transisi dari APRIS dan APRI dimulai sejak pembentukan APRIS sebagai hasil dari KMB di bidang keamanan. APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Transisi tersebut kemudian berdampak pada tidak memungkinkannya untuk memelihara pasukan di kantong perlawanan karena pada saat itu wilayah Republik Indonesia semakin sempit. Selain itu, pada akhir Desember 1947 juga muncul Mosi Baharuddin tentang rancangan reorganisasi dan rasionalisasi (rera) dalam Kementerian Pertahanan dan Angkatan Perang dan sejak akhir tahun 1947, keuangan negara semakin kesulitan membiayai tentaranya. Dengan pertimbangan tersebut, muncul usulan reorganisasi dan rasionalisasi (rera) angkatan perang dengan mengurangi pasukan dan meningkatkan mutunya.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Lidia Millinia -
Saya Lidia Millinia NPM 1813033031, izin menanggapi pak;
transisi dari APRIS dan APRI yaitu mulanya pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden Soekarno mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi. Sesudah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah dijadikan negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka diwujudkan pula Tingkatan Perang RIS (APRIS) yang adalah gabungan selang TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dihentikan dan Indonesia kembali dijadikan negera kesatuan, sehingga APRIS bertukar nama dijadikan Tingkatan Perang Republik Indonesia (APRI)
Transisi tersebut kemudian berdampak pada tidak memungkinkannya untuk memelihara pasukan di kantong perlawanan karena pada saat itu wilayah Republik Indonesia semakin sempit. Selain itu, pada akhir Desember 1947 juga muncul Mosi Baharuddin tentang rancangan reorganisasi dan rasionalisasi (rera) dalam Kementerian Pertahanan dan Angkatan Perang dan sejak akhir tahun 1947, keuangan negara semakin kesulitan membiayai tentaranya.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Septi Annisa Putri -
Nama saya Septi Annisa NPM 1713033025 izin menanggapi

Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka dihasilkan pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang yaitu gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dihentikan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berproses dan berubah nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Pada tahun 1962, dilakukan upaya penyatuan antara angkatan perang dengan kepolisian negara menjadi sebuah organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Penyatuan satu komando ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya dan menjauhkan pengaruh dari himpunan politik tertentu.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Novita Trisnawati -
Saya Novita Trisnawati npm 1813033027, izin memberikan pendapat pak. Proses transisi APRIS dan APRI dilakukan setelah adanya Agresi Militer II, dan adanya Serangan Umum 1 Maret 1949 terhadap Belanda di Yogyakarta. Serangan tersebut membuktikan keberadaan TNI dan Indonesia di mata dunia internasional. Proses diplomasi yang terus berjalan, pada akhirnya tanggal 27 Desember 1949 dilakukan penandatangan naskah penyerahan kedaulatan antara Pemerintah Belanda kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) di Belanda dan Indonesia. Pada tanggal tersebut, pemerintahan RIS juga dibentuk yang terdiri atas 16 negara bagian. Presiden dan Wakil Presiden RIS pertama adalah Soekarno dan Mohammad Hatta. Hatta sekaligus merangkap sebagai Perdana Menteri pertama RIS. Kabinet Hatta memutuskan untuk mengurangi jumlah militer setelah perang karena keuangan negara tidak mendukung. Pada saat itu, dibentuk Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) yang diambil dari TNI dan bekas KNIL Pada 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan dibentuk kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga APRIS diubah menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Sistem demokrasi parlementer yang dianut pemerintah pada periode 1950- 1959 yang akhirnya pada tahun 1962 terjadi penyatuan APRI dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Dampak dari perubahan tersebut yaitu angkatan perang republik Indonesia menjadi terpusat dengan panglima tertinggi APRI dijabat oleh Presiden Soekarno. sekian dari saya pak, terimakasih pak.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Resti Nurmaya -
Saya Resti Nurmaya npm 1813033043 izin menanggapi pak :
Pada akhir tahun 1949 atas tekanan Belanda, dibentuklah Republik Indonesia Serikat (RIS) sebagai syarat untuk penyerahan kedaulatan bagi Republik Indonesia. Sejalan dengan itu, dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan TNI dan KNIL dengan TNI sebagai intinya. Setelah pengakuan kedaulatan oleh Hindia Belanda, pada bulan Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan. APRIS pun berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Pengaruh bagi militer Indonesia yaitu Sistem demokrasi parlementer yang dianut pemerintah pada periode 1950- 1959 yang akhirnya pada tahun 1962 terjadi penyatuan APRI dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Keputusan ini merupakan bagian yang penting dari sejarah TNI pada dekade tahun enam puluhan di mana masa itu sangat rawan terjadinya perpecahan.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Salsabila Az Zahra -
Saya Salsabila Az Zahra NPM 1813033037 izin menanggapi pak.

Pada 27 Desember 1949, Belanda mengakui kedaulatqan republik Indonesia setelah diadakannya perundingan antara Indonesia dan Belanda dalam konferensi meja Bundar (KMB). Dampak hasil dari KMB di bidang keamanan adalah dibentuknya APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) sebagai angkatan perang nasional RIS. Pembangunan angkatan perang dan gangguan keamanan menjadi fokus pemerintah pada masa RIS (Suryawan, 2013: 1). Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).
Kronologis perkembangan APRI (Angkatan Perang Republik Indonesia) dimulai saat Perjanjian Renville tepatnya pada akhir 1947 dan awal 1948, saat itu wilayah Republik Indonesia semakin sempit sehingga tidak memungkinkan untuk memelihara pasukan di kantong perlawanan. Selain wilayah RI yang semakin sempit, pada akhir Desember 1947 juga muncul Mosi Baharuddin tentang rancangan reorganisasi dan rasionalisasi (rera) dalam Kementerian Pertahanan dan Angkatan Perang. Selain itu, sejak akhir tahun 1947, keuangan negara semakin kesulitan membiayai tentaranya. Dengan pertimbangan tersebut, muncul usulan reorganisasi dan rasionalisasi (rera) angkatan perang dengan mengurangi pasukan dan meningkatkan mutunya. Dampak dari perubahan tersebut yaitu angkatan perang republik Indonesia menjadi terpusat dengan panglima tertinggi APRI dijabat oleh Presiden Soekarno. sekian dari saya pak, terimakasih bapak.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Agus Triyoga -
Saya Agus Triyoga NPM 41 izin menanggapi pak, proses transisi dari APRIS dan APRI, Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka dihasilkan pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang yaitu gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dihentikan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berproses dan berubah nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Dampak dari perubahan tersebut yaitu angkatan perang republik Indonesia menjadi terpusat dengan panglima tertinggi APRI dijabat oleh Presiden Soekarno.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Ayu Fitri Anggraini -
Saya Ayu Fitri Anggraini Npm 1813033049 izin menanggapi pak pada Desember 1949, Indonesia berubah dijadikan negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). dengan hal tersebut sehingga dibuat pula Tingkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan selang TNI dan KNIL. Dan 17 Agustus 1950, RIS dicerai-beraikan dan Indonesia kembali dijadikan negera kesatuan, sehingga APRIS bertukar nama dijadikan Tingkatan Perang Republik Indonesia (APRI).
Sekian tanggapan saya kurang dan lebihnya saya mohon maaf, Terimakasih.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Joko Sutrisno -
Saya Joko Sutrisno NPM 1813033013, izin menanggapi pak.

Proses transisi dari APRIS dan APRI.
setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah dijadikan negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu karena itu dibuat pula Tingkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan selang TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dicerai-beraikan dan Indonesia kembali dijadikan negera kesatuan, sehingga APRIS bertukar nama dijadikan Tingkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Dampaknya bagi militer Indonesia yaitu Angkatan perang RIS berganti menjadi APRIS sehingga gabungan antara TNI dan KNIL ditiadakan karna hal ini menimbulkan gangguan psikologis di kalangan anggota TNI. Sehingga pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan. Hal ini menyebabkan APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Pada saat itu, Panglima Tentara dan Teritorium Sumatera, Kolonel Hidajat telah menyelesaikan penataan organisasi tentara di Pulau Sumatera.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Dwi Mawarni -
Saya Dwi Mawarni npm 1813033033, izin menanggapi.
Pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). APRI (Angkatan Perang Republik Indonesia) dimulai saat Perjanjian Renville tepatnya pada akhir 1947 dan awal 1948, saat itu wilayah Republik Indonesia semakin sempit sehingga tidak memungkinkan untuk memelihara pasukan di kantong perlawanan. 7 Sistem demokrasi parlementer yang dianut pemerintah pada periode 1950- 1959 yang akhirnya pada tahun 1962 terjadi penyatuan APRI dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).
Terima kasih.