Diskusi PERKEMBANGAN SEKOLAH MILITER DAN URGENSINYA PADA MASA PASCA KEMERDEKAAN

Diskusi

Diskusi

Yusuf Perdana གིས-
Number of replies: 18

menurut anda dalam hal akademi militer, apa urgensinya pada era revolusi industri 4.0 seperti sekarang ? dan apa pendapat anda upaya apa untuk memajukan pendidikan militer di indonesia !

In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

siska - གིས-
Izin menanggapi bapak, saya Siska NPM 1813033007 sedikit menanggapi dari pertanyaan bapak mengenai apa urgensinya akademi militer pada era revolusi industri 4.0 seperti sekarang ? Jawabannya yaitu Akademi Militer di era 4.0 sangatlah urgen bagi semua kalangan tidak hanya akademi militer, sebab jiwa heroisme harus dimikili oleh generasi muda penerus bangsa di Era Revolusi Industri 4.0. saat ini, karena berbagai tantangan dan persaingan untuk meningkatkan kualitas diri khususnya di bidang penguasaan teknologi, khususnya pada teknologi informasi. Terlebih lagi menyampaikan bahwa sivitas akademika juga harus terus memupuk dan menerapkan nilai-nilai heroisme, diantaranya dengan membentuk jati diri dan karakter sejak dini, membentuk kemampuan dinamis, dan membangun manusia yang siap menghadapi perubahan. Kemudian untuk pendapat saya tentang upaya untuk memajukan pendidikan militer di indonesia yaitu setiap warga negara mempunyai kewajiban yang sama dalam masalah bela negara seperti adanya tentara atau perangkat pertahanan megara lainnya baik sebagai pekerja yang dipilih atau sebagai akibat dari rancangan tanpa sadar (wajib militer). Sekian dari saya terimakasih pak
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Yohana Lestari གིས-
Saya Yohana Lestari npm 1813033005 izin menanggapi pak :
Urgensi akademi militer di era revolusi 4.0 saat ini yaitu untuk menciptakan para komandan yang cukup terdidik, terlatih guna memimpin ke front pertempuran. Pendidikan itu bersifat praktis dan diadakan dalam waktu yang singkat. Hal itu bertujuan agar para perwira dapat cepat kembali ke pasukannya masing-masing. Sebagai sebuah Badan Pelaksana Pusat di tingkat Mabes TNI AD, yang berkedudukan langsung di bawah Kasad, Akademi Militer mempunyai tugas untuk membentuk Taruna Akademi Militer menjadi Perwira TNI AD yang memiliki sikap dan perilaku sebagai prajurit Saptamarga, pengetahuan dan keterampilan dasar golongan Perwira, berkualifikasi Akademis Program Diploma IV Pertahanan serta jasmani yang samapta. Sedangkan untuk upaya dalam memajukan pendidikan militer di Indonesia yaitu lebih meningkatkan peranan dari sekolah-sekolah militer yang sudah ada sehingga setiap lulusan dari setiap sekolah tersebut dapat menjadi prajurit militer yang terdidik dan tentunya siap menjaga pertahanan Republik Indonesia. Selain itu, perlu ditanamkan rasa nasionalisme dalam diri setiap warga negara karena jiwa nasionalisme dibutuhkan untuk upaya pembelaan negara khususnya melalui pendidikan militer.
In reply to Yohana Lestari

Re: Diskusi

Erika Sukma Lestari གིས-
Saya Erika Sukma Lestari npm 1813033021 izin menanggapi, bahwa saya setuju dengan pendapat saudari Yohana yaitu yang menjadi urgensi akademi militer di era revolusi 4.0 saat ini yaitu untuk menciptakan para komandan yang cukup terdidik, terlatih guna memimpin ke front pertempuran. Pendidikan itu bersifat praktis dan diadakan dalam waktu yang singkat. Hal itu bertujuan agar para perwira dapat cepat kembali ke pasukannya masing-masing. Sebagai sebuah Badan Pelaksana Pusat di tingkat Mabes TNI AD, yang berkedudukan langsung di bawah Kasad, Akademi Militer mempunyai tugas untuk membentuk Taruna Akademi Militer menjadi Perwira TNI AD yang memiliki sikap dan perilaku sebagai prajurit Saptamarga, pengetahuan dan keterampilan dasar golongan Perwira, berkualifikasi Akademis Program Diploma IV Pertahanan serta jasmani yang samapta.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Delia Mulniyati གིས-
Assalamualaikum pak Saya Delia Mulniyati npm 1813033019 izin menanggapi

Pembahasan mengenai UU bela negara tersebut pak kharis ikuti sejak awal. UU tersebut berbeda sekali dengan wajib militer. Belum ada bayangan, karena belum ada biayanya. Berdasarkan UUD 1945, setiap warga berhak bela negara, tiap negara membutuhkan warga negara berhak. Namun kata berhak ini yang perlu diperjelas. Salah kaprah pertama, bela negara dekat dengan wajib militer. Salah kaprah kedua, negara yang dianggap aman. Sedangkan dalam kondisi darurat, pendidikan militer tidak bisa tibatiba ada. Ancaman bangsa Indonesia selalu ada, contohnya ada pelanggaran wilayah udara. Ada peningkatan signifikan. Ancaman kedaulatan selalu ada. kita memiliki garis pantai terbesar. Kita memiliki PR yang sangat berat juga, menjaga garis pantai tersebut. Jika tidak terjaga dengan baik, ada dua kemungkinan, ada penyelendupan atau pencurian.

Sadar akan hal itu, undang undang psdn ini hadir, diperuntukan menjaga kedaulatan negara. UU Pengelolaan sumber daya, utk mengantisipasi komponen utama tentara dan polisi tidak mencukupi. jika dibandingkan dengan luas indonesia, komponen utama tersebut tidak memenuhi. Ketika ada komponen utama ditambah cadangan, memungkinkan mempertahankan kedaulatan negara. Komponen cadangan :orang yang terlatih seperti militer, tapi tidak digaji seperti militer. Sifat bela negara dalam UU PSDN sifatnya sukarela. UU Untuk mempertahankan kedaulatan negara, karena sifatnya suka rela berbeda dengan wajib militer,
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Christine Amellia Putri གིས-
Saya Christine Amellia Putri npm 1813033025 izin menanggapi pak.
Terkait urgensi akademi militer dalam industri 4.0 adalah kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting. Permasalahan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer maupun Polri. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh para taruna dan taruni Akademi Militer di masa kini. Selain itu menurut saya pada akademi militer di masa sekarang hendaknya juga di bekali oleh ilmu pengetahuan yang tidak hanya terkait dengan kemiliteran saja, namun juga yang terkait dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang ada pada saat ini. Selain itu pendidikan militer juga perlu diperkuat oleh adanya pendidikan karakter. Dalam pendidikan karakter, hendaknya masyarakat Indonesia tak hanya harus cerdas dalam konteks intelektual, namun juga memiliki kecerdasan spiritual, emosional, dan sosial. Selain itu pendidikan karakter juga diperlukan untuk menghindari radikalisasi terorisme. Hal-hal tersebut penting untuk dieksplorasi agar akademi militer tidak menghasilkan sekadar seorang teknisi, melainkan seorang prajurit profesional matang dalam mengalkulasi situasi, termasuk dalam zona perang yang efektif.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Amalia Sari གིས-
Nama saya Amalia Sari npm 1813033055 amalia izin menanggapi pak urgensi dari akademi militer sendiri yaitu TNI bersiap menghadapi perkembangan tatanan dunia baru yang diwarnai dengan era revolusi Industri 4.0. Dalam era tersebut tentunya kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting karena perkembangan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh personel TNI maupun para Taruna-Taruni Akademi Militer. Menurut konsultan dunia terkemuka Deloitte, bahwa Industri 4.0 mampu meningkatkan tingkat kesiapan operasional militer. Kemajuan dalam teknologi Industri 4.0 sangat membantu organisasi pertahanan negara meningkatkan kesiapan dan keefektifan mereka.

Adapun untuk meningkatkan akademi militer yang ada di Indonesia yaitu dengan mempersiapkan SDM yang berkualitas dan profesional dalam bidangnya. Selain itu sarana dan prasarana yang memadai.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Hermia Wati གིས-
Saya Hermia Wati npm 1813033023 izin menanggapi:

Menurut saya urgensinya pada era revolusi industri 4.0 seperti sekarang dalam akademi militer ini memegang peranan yang sangat penting. Dimana dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini memberikan sumbangsih dan kontribusi yang cukup besar di berbagai bidang salah satunya di bidang akademi militer. Teknologi dan sarana prasarana yang digunakan untuk berperang semakin canggih dan teknologi informasi dan komunikasi yang mendukung adanya pendidikan militer tersebut juga semakin canggih. Selain itu, menurut pendapat saya upaya yang tepat untuk memajukan pendidikan militer di indonesia, Indonesia harus mampu menyandingkan pendidikan militer sesuai dengan arah perkembangan zaman sehingga militer indonesia tidak kalah dengan kemiliteran dari berbagai negara.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Novita Trisnawati གིས-
Saya Novita Trisnawati npm 27, izin berpendapat pak. Pada era Revolusi Industri 4.0, kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting. Kemajuan teknologi telah mengubah seluruh strategi militer dan ini menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh para taruna dan taruni akademi militer saat ini. Untuk menghadapi hal tersebut dapat dilakukan dengan didirikannya sekolah militer Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Angkatan Udara. Dalam sekolah tersebut dilaksanakannya pengajaran yang baik dari akademi militer guna meningkatkan SDM dan menjalin kerjasama bilateral sehingga saling mendapatkan keuntungan dengan mendapatkan hibah peralatan tempur seperti kapal selam, pesawat tempur dan persenjataan.

Upaya untuk memajukan pendidikan militer di Indonesia yaitu merekrut ahli strategis dalam militer, meningkatkan kualitas SDM (dari segi pengajaran maupun taruna dan taruni), merancang kurikulum terbaru sesuai dengan keadaan pada saat ini dan menjalin kerjasama dengan negara lain guna membangun relasi di bidang militer. Sekian pak dari saya. Terimakasih pak.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Farin Fatwa Sugesty གིས-
Izin menanggapi pak, saya Farin Fatwa Sugesty, Npm 1813033029.
Dalam menghadapi perkembangan tatanan dunia baru yang diwarnai dengan era Revolusi Industri 4.0, kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting. Permasalahan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer maupun Polri. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh para taruna dan taruni Akademi Militer di masa kini. Upaya dalam memajukan pendidikan militer di Indonesia yaitu lebih meningkatkan peranan dari sekolah-sekolah militer yang sudah ada sehingga setiap lulusan dari setiap sekolah tersebut dapat menjadi prajurit militer yang terdidik dan tentunya siap menjaga pertahanan Republik Indonesia.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Septi Annisa Putri གིས-
Saya Septi Annisa Putri NPM 1713033025
Izin menanggapi pak

Urgensi revolusi industri 4.0 mengedepankan kemajuan teknologi pada masa ini. Namun dengan kemajuan tersebut tidak mentah bisa diambil sebabnya harus ditelaah dan dipilah untuk menemukan mana yang baik untuk dipelajari atau tidak. Misal dalam teknologi sendiri sepert teknologi apa yang baik digunakan dalam pendidikan militer sebagai sesuatu yang bisa digunakan dan dapat berguna bagi pendidikan militer dan sesuai dengan kebutuhan bagi militer di Indonesia sendiri. Itu saja yg dpaat saya sampaikan pak terimakasih
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Ida Ayu Komang Fitri Yani གིས-
Saya Ida Ayu Komang Fitri Yani NPM 1813033045
Pada Era 4.0 ilmu pengetahuan dan teknologi makin maju dan berkembang, militer berperan penting dalam hal ini karena sebuah negara tidak bisa selalu dikatakan aman. Dalam kondisi darurat, pendidikan militer tidak bisa tiba-tiba ada. Ancaman bangsa Indonesia selalu ada, ancaman kedaulatan selalu ada. Misalnya pelanggaran wilayah udara, kita memiliki garis pantai terbesar, maka kita perlu menjaga garis pantai tersebut untuk menghindari ada penyelendupan atau pencurian. Dalam era ini kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting karena perkembangan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer. Hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh personel TNI maupun para Taruna-Taruni Akademi Militer.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Salsabila Az Zahra གིས-
Saya Salsabila Az Zahra NPM 1813103337 izin menjawab pak.

Pada era revolusi industri 4.0 seperti sekarang ini, akademi militer sangatlah penting. Hal tersebut sejalan dengan yang di lakukan oleh Panglima TNI saat ini juga tengah fokus untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan tantangan era revolusi Industri 4.0. Salah satu caranya adalah lewat pendidikan dan kursus reguler bagi kesatuan TNI untuk mengikuti dan menguasai perkembangan bidang teknologi yang menjadi pilar Industri 4.0. Apalagi Presiden Joko Widodo juga telah mencanangkan strategi Making Indonesia 4.0 yang telah menjadi pedoman bagi seluruh kementerian dan lembaga negara. TNI yang merupakan alat Negara tentunya sangat berkepentingan untuk mengantisipasi secara cepat dan tepat tentang perkembangan global terkait dengan Industri 4.0.

Baik pendidikan dan latihan terkait bidang kemiliteran, maupun untuk pendidikan umum, yakni Sekolah Menengah Atas (SMA) unggulan yang dikelola oleh keluarga besar TNI. Seperti SMA Taruna Nusantara, SMA Taruna Nala, dan SMA Pradhita Dirgantara. Semuanya memiliki misi besar untuk mencetak SDM unggul khususnya bidang hankam yang mampu mewujudkan metode pengamanan yang paling tepat untuk Indonesia.

Hal itu searah dengan visi Presiden Joko Widodo yang dikemukakan saat memberikan pembekalan kepada perwira remaja TNI/Polri, di Mabes TNI. Tak hentinya-hentinya Panglima TNI menyatakan bahwa Indonesia kini termasuk dalam wilayah Indo Pasifik yang sangat dinamis, sehingga memiliki peluang dan tantangan untuk menghadapi perubahan geopolitik yang terjadi tiba-tiba. Oleh karena itu, Indonesia perlu menjalin kerja sama dengan Negara maju untuk menjawab tantangan revolusi Industri 4.0 beserta dampak sosialnya. Panglima TNI menyatakan alutsista Indonesia harus segera mengikuti perkembangan pesat teknologi digital. Alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI harus segera dikembangkan menjadi berbasis teknologi digital. Keniscayaan pembaruan alutsista itu perlu dilakukan mengingat jenis teknologi yang menjadi pilar Industri 4.0 semakin bergerak cepat dan sulit dikuasai.
Sekian terima kasih pak.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Ayu Fitri Anggraini གིས-
Saya Ayu Fitri Anggrain NPM 1813033049 Izin menanggapi pak
Urgensi akademi militer di era revolusi industri 4.0 yaitu untuk mendidik dan mecetak generasi yang mampu mampu mempertahankan kedaulatan bangsa. Karena saat ini banyak tantangan seta persaingan dalam segala bidang terutama dalam bidang kemiliteran. Pertahanan militer sangatlah penting, sehingga perlu adanya sekolah-sekolah kemiliteran yang mampu mencetak generasi-generasi yang mempunyai jiwa militer menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
Yang harus dilakukan sekolah militer diindonesia yaitu memajukan pendidikannya agar dapat mecetak generasi yang mampu menjadi komandan angkatan militer sehingga siap menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa dan Negara.
Sekian tanggapan saya kurang dan lebihnya saya mohon maaf. Terimakasih.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Joko Sutrisno གིས-
Izin menanggapi pak, saya Joko Sutrisno npm (1813033013).

Urgensi akademi militer di era 4.0 adalah generasi muda bersiap menghadapi perkembangan tatanan dunia baru yang ada di era revolusi Industri 4.0. Dalam era revolusi 4.0 ini kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting karena perkembangan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer. Jadi di era ini akademi militer bukan hanya mempelajari tentang militer, namun jiwa jiwa karakter nasional, dan ilmu pengetahuan yang mencakup lebih luas.

upaya untuk memajukan pendidikan militer di indonesia yaitu setiap warga negara mempunyai kewajiban yang sama dalam masalah bela negara seperti adanya tentara atau perangkat pertahanan negara , wajib militer. Selain itu SDM yang harus ditingkatkan serta sarana dan prasarananya pun harus memadai.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Novi Handayani གིས-
Saya Novi Handayani, Npm 1813033009. Izin menanggapi pak. Urgensi pendidikan militer pada era revolusi industri 4.0 seperti sekarang yaitu walaupun Indonesia sudah merdeka, tetapi ancaman bagi negara Indonesia selalu ada, contohnya ada pelanggaran wilayah udara. Ada peningkatan signifikan. Ancaman kedaulatan selalu ada. Dimana, Indonesia memiliki garis pantai terbesar. Jika tidak terjaga dengan baik, ada dua kemungkinan, ada penyelendupan atau pencurian. Sehingga, dalam hal ini peran militer sangat dibutuhkan. Dengan demikian, pendidikan militer sangat penting untuk terus dilakukan. 

Kemudian, upaya untuk memajukan pendidikan militer di indonesia diantaranya yaitu dengan mengembangkan bela negara. Bela negara untuk warga sipil khususnya mahasiswa juga harusnya diberikan. Dimana, bela negara juga penting untuk mahasiswa didasari karena diperlukannya pendidikan perwira cadangan pada mahasiswa pada masa trikora. Jika dibandingkan sosial politik zaman itu, dengan saat ini berbeda. Sehingga, relevansi dengan tridarma perguruan tinggi dapat dengan bela negara. Dimana bela negara ini berbeda dengan pendidikan militer. Karena pendidikan militer memang hanya di dapat ketika bersekolah di sekolah khusus kemiliteran. Tetapi dengan adanya bela negara, nasionalisme tidak dipandang sempit.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Resti Nurmaya གིས-
Saya Resti Nurmaya, Npm 1813033043 Izin menanggapi pak, menurut saya urgensi militer pada era 4.0 sangat penting. Karena dalam era tersebut tentunya kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting karena perkembangan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer. Selain itu, untuk meningkatkan akademi militer yang ada di Indonesia yaitu dengan mempersiapkan SDM yang berkualitas dan profesional dalam bidangnya. Selain itu sarana dan prasarana yang memadai.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Agus Triyoga གིས-
Saya Agus Triyoga NPM 41 izin menanggapi pak, Urgensi Militer Dalam era 4.0, kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting, karena perkembangan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh personil TNI maupun para Taruna-Taruni Akademi Militer. Upaya dalam memajukan serta meningkatkan pendidikan militer di indonesia yaitu setiap warga negara mempunyai kewajiban yang sama dalam masalah bela negara seperti adanya TNI atau perangkat pertahanan Negara lainnya.
In reply to Yusuf Perdana

Re: Diskusi

Dwi Mawarni གིས-
Saya Dwi Mawarni npm 1813033033 izin menanggapi.
Akademi Militer mempunyai tugas pokok untuk membentuk Taruna Akademi Militer menjadi Perwira TNI AD yang memiliki sikap dan perilaku sebagai prajurit Saptamarga, pengetahuan dan keterampilan dasar golongan Perwira, berkualifikasi Akademis Program Diploma IV Pertahanan serta jasmani yang samapta.
Saat ini akademi militer memiliki peran yang sangat penting untung menghasilkan kekuatan militer bagi negara, karena di masa sekarang dibutuhkan sekolah/akademi yang dapat mencetak angkatan militer yang mumpuni sebagai pertahanan utama negara.
Sehingga sudah seharusnya pemerintah memperhatikan dengan serius perkembangan akademi militer agar semakin banyak pemuda-pemuda Indonesia yang tertarik bergabung ke akademi militer.