Diskusi PEMBENTUKAN BADAN KEAMANAN RAKYAT HINGGA TENTARA REPUBLIK INDONESIA

Diskusi

Diskusi

oleh Yusuf Perdana -
Jumlah balasan: 2

Jelaskan menurut anda masing-masing urgensi pembentukan BKR pada saat itu !

Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Bunga Nurlatifah -
izin menjawab pertanyaan diatas,
Nama : Bunga Nurlatifah
NPM : 1853033003

Dibentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada saat itu awalnya sebagai bentuk kekhawatiran dari pemimpin nasional terhadap pihak sekutu, mereka khawatir jika suatu waktu sekutu akan mengadakan penghancuran terhadap republic. Maka pihak pemimpin nasional berpikir bagaimana caranya mengadakan perlawanan tanpa harus membuat kecurigaan bagi pihak sekutu, akhirnya dengan mengambil sikap low profile maka pihak pemimpin nasional membentuk BKR karena hanya sebuah badan keamanan biasa. Pembentukan BKR sendiri sebagai penampungan organisasi-organisasi pembela negara dalam wadah nasional, badan ini hanya sebagai penjamin keamanan umum namun kenyataannya badan ini nantinya berperan sebagai penegak pertahanan nasional.
Sebagai balasan Yusuf Perdana

Re: Diskusi

oleh Shinta Julia Rakhellita -
Saya Shinta Julia npm 1853033002 izin menanggapi
Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta. BKR adalah badan yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. BKR dibentuk oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI dalam sidangnya pada tanggal 22 Agustus 1945 dan diumumkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 23 Agustus 1945. Pembentukan BKR merupakan perubahan dari hasil sidang PPKI pada tanggal 19 Agustus 1945 yang sebelumnya merencanakan pembentukan tentara kebangsaan. Perubahan tersebut akhirnya diputuskan pada tanggal 22 Agustus 1945 untuk tidak membentuk tentara kebangsaan. Keputusan ini dilandasi oleh berbagai pertimbangan politik. Para pemimpin pada waktu itu memilih untuk lebih menempuh cara diplomasi untuk memperoleh pengakuan terhadap kemerdakaan yang baru saja diproklamasikan. Tentara pendudukan Jepang yang masih bersenjata lengkap dengan mental yang sedang jatuh karena kalah perang, menjadi salah satu pertimbangan juga, untuk menghindari bentrokan apabila langsung dibentuk sebuah tentara kebangsaan. Anggota BKR saat itu adalah para pemuda Indonesia yang sebelumnya telah mendapat pendidikan militer sebagai tentara Heiho, Pembela Tanah Air (PETA), KNIL dan lain sebagainya. BKR tingkat pusat yang bermarkas di Jakarta dipimpin oleh Moefreni Moekmin. Melalui Maklumat Pemerintah tanggal 5 Oktober 1945, BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan setelah mengalami beberapa kali perubahan nama akhirnya menjadi Tentara Nasional Indonesia.
Terimakasih