Jelaskan menurut anda masing-masing urgensi pembentukan BKR pada saat itu !
Saya Roni Hermawan (1813033011) izin menanggapi pak, urgensi Pembentukan BKR.
Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta. BKR adalah badan yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
BKR melaksanakan beberapa tugas yang diamanatkan oleh pemimpin nasional, seperti:
1. BKR Malang yang melakukan upaya penangkapan orang-orang utusan Sekutu yang menyamar sebagai anggota Palang Merah Internasional.
2. BKR Madiun dan Malang yang berhasil melucuti persenjataan tentara Jepang.
3. BKR yang mengadakan perundingan dengan pihak Jepang untuk menyerahkan semua persenjataan yang dimiliki.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat saya simpulkan bahwa BKR dibentuk untuk menjamin ketentraman umum yang dibangun setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta. BKR adalah badan yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
BKR melaksanakan beberapa tugas yang diamanatkan oleh pemimpin nasional, seperti:
1. BKR Malang yang melakukan upaya penangkapan orang-orang utusan Sekutu yang menyamar sebagai anggota Palang Merah Internasional.
2. BKR Madiun dan Malang yang berhasil melucuti persenjataan tentara Jepang.
3. BKR yang mengadakan perundingan dengan pihak Jepang untuk menyerahkan semua persenjataan yang dimiliki.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat saya simpulkan bahwa BKR dibentuk untuk menjamin ketentraman umum yang dibangun setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Saya Novita Trisnawati npm 1813033027, izin berpendapat pak. Urgensi pembentukan BKR pada saat itu karena Indonesia sebagai negara baru harus didukung oleh kekuatan militer dan diperlukan badan yang bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban di daerah masing-masing. Hal ini baru terealisasikan pada sidang PPKI yang ke III, dimana salah satu isinya adalah pembentukan sebuah Badan Keamanan Rakyat (BKR). Selain itu adanya tuntutan dari golongan muda untuk membentuk sebuah badan yang menaungi tentara Indonesia dan Indonesia perlu membentuk sebuah badan militer sebagai pengganti dari PETA dan Heiho yang telah dibubarkan pada tanggal 19-20 Agustus 1945. Sekian dari saya pak, terimakasih pak.
Saya septi annisa putri (1713033025) izin menanggapi pak
Pembentukan BKR diumumkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 23 Agustus 1945. Dalam pidatonya Presiden Soekarno mengajak pemuda-pemuda bekas PETA, Heiho, Kaigun Heiho, dan pemuda-pemuda lainnya untuk sementara waktu bekerja dalam bentuk BKR dan bersiap-siap untuk dipanggil menjadi prajurit tentara kebangsaan jika telah datang saatnya.
Karena pada saat itu komunikasi masih sulit, tidak semua daerah di Indonesia mendengar Pidato Presiden Soekarno tersebut. Mayoritas daerah yang mendengar itu adalah Pulau Jawa. Sementara tidak semua Pulau Sumatra mendengar. Sumatra bagian timur dan Aceh tidak mendengarnya.
Walaupun tidak mendengar pemuda-pemuda di berbagai daerah Sumatra membentuk organisasi-organisasi yang kelak menjadi inti dari pembentukan tentara. Pemuda Aceh mendirikan Angkatan Pemuda Indonesia (API), di Palembang terbentuk BKR, tetapi dengan nama yang lain yaitu Penjaga Keamanan Rakyat (PKR) atau Badan Penjaga Keamanan Rakyat (BPKR).
Kesimpulannya, BKR bertujuan sebagai badan yang melindungi rakyat indonesia dari ancaman militer Dan keamanan rakyat itu sendiri.
Pembentukan BKR diumumkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 23 Agustus 1945. Dalam pidatonya Presiden Soekarno mengajak pemuda-pemuda bekas PETA, Heiho, Kaigun Heiho, dan pemuda-pemuda lainnya untuk sementara waktu bekerja dalam bentuk BKR dan bersiap-siap untuk dipanggil menjadi prajurit tentara kebangsaan jika telah datang saatnya.
Karena pada saat itu komunikasi masih sulit, tidak semua daerah di Indonesia mendengar Pidato Presiden Soekarno tersebut. Mayoritas daerah yang mendengar itu adalah Pulau Jawa. Sementara tidak semua Pulau Sumatra mendengar. Sumatra bagian timur dan Aceh tidak mendengarnya.
Walaupun tidak mendengar pemuda-pemuda di berbagai daerah Sumatra membentuk organisasi-organisasi yang kelak menjadi inti dari pembentukan tentara. Pemuda Aceh mendirikan Angkatan Pemuda Indonesia (API), di Palembang terbentuk BKR, tetapi dengan nama yang lain yaitu Penjaga Keamanan Rakyat (PKR) atau Badan Penjaga Keamanan Rakyat (BPKR).
Kesimpulannya, BKR bertujuan sebagai badan yang melindungi rakyat indonesia dari ancaman militer Dan keamanan rakyat itu sendiri.
Saya Lidia Millinia NPM 1813033031 izin menggapi pak;
Mengenai urgensi hingga dibentuk nya BKR ialah dengan setelah Indonesia merdeka hal yang juga dibutuhkan selain aparatur Negara adalah pembentukan sebuah instusi keamanan atau militer. Hal ini baru terealisasikan pada sidang PPKI yang ke III, dimana salah satu isinya adalah pembentukan sebuah Badan Keamanan Rakyat (BKR). Badan ini sebenarnya diproyeksikan secara sederhana sebagai badan yang bertugas hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban didaerah masing-masing. Namun lebih dari itu mereka (BKR) menjelma menjadi sebuah badan revolusi-revolusi daerah, baik itu melakukan perebutan kekuasaan atau sekadar pelucutan senjata tentara Jepang yang sudah hilang moralnya akibat kekalahan di PD II. BKR tidak mempunyai badan pusat koordinasi, tetapi dibina oleh mantan KNIL setempat. Resminya pusat BKR ada di Jakarta tetapi tidak pernah berfungsi. Meskipun demikian BKR sudah merupakan institusi yang merupakan korps pejuang bersenjata yang bersumber pada rakyat dan pemuda.
Sekian terimakasih pak
Mengenai urgensi hingga dibentuk nya BKR ialah dengan setelah Indonesia merdeka hal yang juga dibutuhkan selain aparatur Negara adalah pembentukan sebuah instusi keamanan atau militer. Hal ini baru terealisasikan pada sidang PPKI yang ke III, dimana salah satu isinya adalah pembentukan sebuah Badan Keamanan Rakyat (BKR). Badan ini sebenarnya diproyeksikan secara sederhana sebagai badan yang bertugas hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban didaerah masing-masing. Namun lebih dari itu mereka (BKR) menjelma menjadi sebuah badan revolusi-revolusi daerah, baik itu melakukan perebutan kekuasaan atau sekadar pelucutan senjata tentara Jepang yang sudah hilang moralnya akibat kekalahan di PD II. BKR tidak mempunyai badan pusat koordinasi, tetapi dibina oleh mantan KNIL setempat. Resminya pusat BKR ada di Jakarta tetapi tidak pernah berfungsi. Meskipun demikian BKR sudah merupakan institusi yang merupakan korps pejuang bersenjata yang bersumber pada rakyat dan pemuda.
Sekian terimakasih pak
Saya Siska NPM 1813033007 Izin menjawab bapak, urgensi dibentuknya BKR yaitu diumumkannya pembentukan BKR oleh Ir. Soekarno pada 23 Agustus 1945 kepada rakyat dan mengajak pemuda baik sukarelawan maupun mantan anggota PETA, Heiho dan Kaligun untuk bergabung guna melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. BKR melaksanakan beberapa peran dan tugas yang diamanatkan oleh para pemimpin nasional.
(1) Misalnya BKR Malang Jawa Timur, melakukan upaya menangkap orang-orang utusan Sekutu yang menyamar sebagai anggota Palang Merah Internasional.
(2) Penangkapan tersebut berdasarkan kecurigaan terhadap anggota Red Cross yang saat ditangkap membawa senjata, pistol dan peralatan sistem komunikasi.
(3) Contoh lainnya yaitu BKR Madiun dan juga BKR Malang berhasil melucuti persenjataan tentara Jepang.
(4) BKR mengadakan perundingan dengan pihak Jepang tentang masalah pelucutan senjata Tentara Jepang.
(5) BKR merupakan cikal bakal terbentuknya TKR dan kemudian berkembang menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sekian tanggapan yang dapat saya berikan, terimakasih bapak.
(1) Misalnya BKR Malang Jawa Timur, melakukan upaya menangkap orang-orang utusan Sekutu yang menyamar sebagai anggota Palang Merah Internasional.
(2) Penangkapan tersebut berdasarkan kecurigaan terhadap anggota Red Cross yang saat ditangkap membawa senjata, pistol dan peralatan sistem komunikasi.
(3) Contoh lainnya yaitu BKR Madiun dan juga BKR Malang berhasil melucuti persenjataan tentara Jepang.
(4) BKR mengadakan perundingan dengan pihak Jepang tentang masalah pelucutan senjata Tentara Jepang.
(5) BKR merupakan cikal bakal terbentuknya TKR dan kemudian berkembang menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sekian tanggapan yang dapat saya berikan, terimakasih bapak.
Nama : Farin Fatwa Sugesty
Npm 1813033029.
Izin menanggapi, pak.
Setelah BKR diresmikan oleh Sukarno, para pemuda dan mantan anggota PETA, Kaprawi, Sutaklasana, Latief Hendraningrat, Arifin Abdurrachman, Machmud dan Zulkifli Lubis, berhassil merumuskan struktur BKR sesuai dengan teritorial pendudukan Jepang.
Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin ketentraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta.
BKR adalah badan yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Npm 1813033029.
Izin menanggapi, pak.
Setelah BKR diresmikan oleh Sukarno, para pemuda dan mantan anggota PETA, Kaprawi, Sutaklasana, Latief Hendraningrat, Arifin Abdurrachman, Machmud dan Zulkifli Lubis, berhassil merumuskan struktur BKR sesuai dengan teritorial pendudukan Jepang.
Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin ketentraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta.
BKR adalah badan yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Nama.saya Delia Mulniyati nom 1813033019 izin mennanggapi pak
Salah satu poin yang dihasilkan dari sidang PPKI pada tanggal 22 Agustus 1945 adalah pembentukan BKR. Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia belum mempunyai tentara yang bertugas untu menjaga keamanan dan pertahanan dari serangan musuh. Tokoh-tokoh Nasional berpendapat sangat berbahaya apabila Indonesia di awal kemerdekaannya langsung membentuk tentara mengingat masih banyaknya pasukan Jepang yang berada di Indonesia. Tokoh nasional khawatir pembentukan tentara dapat mengakibatkan terjadinya korban jiwa yang banyak akibat bentrok dan perang dengan tentara Jepang, sehingga pada saat itu disepakati untuk membentuk sebuah badan yang bertugas menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia.
Salah satu poin yang dihasilkan dari sidang PPKI pada tanggal 22 Agustus 1945 adalah pembentukan BKR. Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia belum mempunyai tentara yang bertugas untu menjaga keamanan dan pertahanan dari serangan musuh. Tokoh-tokoh Nasional berpendapat sangat berbahaya apabila Indonesia di awal kemerdekaannya langsung membentuk tentara mengingat masih banyaknya pasukan Jepang yang berada di Indonesia. Tokoh nasional khawatir pembentukan tentara dapat mengakibatkan terjadinya korban jiwa yang banyak akibat bentrok dan perang dengan tentara Jepang, sehingga pada saat itu disepakati untuk membentuk sebuah badan yang bertugas menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia.
Nama saya Amalia Sari npm 1813033055 izin menjawab pak pimpinan koordinasi golongan pemuda mengusulkan rancangan dekrit pembentukan tentara Indonesia sebagai kelengkapan negara yang diproklamasikan. Selain itu, rancangan tersebut juga untuk menghadapi penguasa Jepang yang masih memiliki persenjataan lengkap. Rancangan dekrit tersebut ternyata diketahui oleh Jepang dan menganggap hal itu untuk melawan Jepang. Jepang kemudian cepat-cepat melucuti dan membubarkan Peta dan Heiho. Peklucutan ini bertujuan untuk memuaskan Sekutu dan melindungi dirinya sendiri dari serangan rakyat Indonesia. Di lain pihak, pimpinan nasional Indonesia kembali ke politik diplomasinya dengan mengubah rancangan dekrit pembentukan tentara menjadi maklumat pembentukan BKR. Kemudian pada sidang PPKI tanggal 22 Agustus 1945 ditetapkan, salah satunya yaitu pembentukan BKR. Sehingga BKR dibentuk sebagai upaya untuk mempertahankan dan menjaga wilayah dan sebagai negara yang baru merdeka sudah tentunya memerlukan tentara keamanan yang menjaga wilayah negara tersebut.
Saya Erika Sukma Lestari npm 1813033021 izin menanggapi Pak
Pada awal kemerdekaan para pemimpin bangsa mempertimbangkan hal-hal yang dibutuhkan sebagai negara yang baru saja merdeka. Pada awalnya Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta. BKR adalah badan yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Selain itu BKR juga dibentuk secara diam-diam agar tidak menarik kecurigaan Jepang yang saat itu masih ada di Indonesia.
Pembentukan BKR juga bukan sebagai tentara kebangsaan. Pada saat itu, kondisi belum stabil, dan pembentukan tentara kebangsaan akan memancing perang yang tak diperlukan dengan Jepang yang masih bersenjata lengkap. Namun meskipun demikian keanggotaan BKR sudah sangat mumpuni karena anggota BKR pada saat itu kebanyakan berasal dari pemuda Indonesia yang sudah memiliki pelatihan militer, baik Heiho, PETA, ataupun KNIL.
Pembentukan tentara keamanan di Indonesia sering kali mengalami pergantian nama, hingga namanya beralih menjadi TRI pun dibuat bukan tanpa alasan. Karena pada saat itu masih banyak sekali laskar-laskar perjuangan dan barisan-barisan bersenjata yang dibentuk oleh rakyat Indonesia di daerahnya masing-masing, pembentukan TRI adalah bentuk penegasan Pemerintah Indonesia, bahwa TRI adalah satu-satunya organisasi militer di Negara Republik Indonesia. Dengan adanya TRI semakin memperkuat semangat bangsa Indonesia untuk menjaga keamanan negara secara bersama-sama bukan melalui organisasi kedaerahan yang terpecah-pecah di setiap wilayah. Adanya TRI mampu menjadi wadah kekuatan bangsa Indonesia untuk menghadapi ancaman baik secara intern maupun ekstern.Terimakasih Pak
Pembentukan BKR juga bukan sebagai tentara kebangsaan. Pada saat itu, kondisi belum stabil, dan pembentukan tentara kebangsaan akan memancing perang yang tak diperlukan dengan Jepang yang masih bersenjata lengkap. Namun meskipun demikian keanggotaan BKR sudah sangat mumpuni karena anggota BKR pada saat itu kebanyakan berasal dari pemuda Indonesia yang sudah memiliki pelatihan militer, baik Heiho, PETA, ataupun KNIL.
Pembentukan tentara keamanan di Indonesia sering kali mengalami pergantian nama, hingga namanya beralih menjadi TRI pun dibuat bukan tanpa alasan. Karena pada saat itu masih banyak sekali laskar-laskar perjuangan dan barisan-barisan bersenjata yang dibentuk oleh rakyat Indonesia di daerahnya masing-masing, pembentukan TRI adalah bentuk penegasan Pemerintah Indonesia, bahwa TRI adalah satu-satunya organisasi militer di Negara Republik Indonesia. Dengan adanya TRI semakin memperkuat semangat bangsa Indonesia untuk menjaga keamanan negara secara bersama-sama bukan melalui organisasi kedaerahan yang terpecah-pecah di setiap wilayah. Adanya TRI mampu menjadi wadah kekuatan bangsa Indonesia untuk menghadapi ancaman baik secara intern maupun ekstern.Terimakasih Pak
Saya Hermia Wati npm 1813033023 izin menanggapi pak:
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, para pimpinan pemuda di Jakarta menyusun rancangan dekrit pembentukan tentara Indonesia sebagai kelengkapan negara yang telah diproklamirkan. Upaya pembentukan angkatan militer resmi negara ini dilakukan sekaligus untuk menghadapi penguasa Jepang yang masih lengkap persenjataannya. Rancangan dekrit pembentukan tentara itu kemudian diubah menjadi maklumat pembentukan suatu badan keamanan. Maka dibentuklah Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 22 Agustus 1945. BKR pada awalnya hanya disisipkan sebagai bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP) yang telah didirikan sebelumnya agar tidak membuat penguasa Jepang curiga. Pembentukan BKR direstui Presiden Sukarno sehari kemudian, yakni tanggal 23 Agustus 1945, dan terdiri dari BKR Darat, Laut, dan Udara. Kendati begitu, BKR belum ditempatkan sebagai angkatan bersenjata reguler, melainkan hanya untuk menjaga keamanan saja. BKR juga bukan merupakan institusi yang dibebani tanggung jawab sebagai pertahanan negara.
Sekian pak Terimakasih
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, para pimpinan pemuda di Jakarta menyusun rancangan dekrit pembentukan tentara Indonesia sebagai kelengkapan negara yang telah diproklamirkan. Upaya pembentukan angkatan militer resmi negara ini dilakukan sekaligus untuk menghadapi penguasa Jepang yang masih lengkap persenjataannya. Rancangan dekrit pembentukan tentara itu kemudian diubah menjadi maklumat pembentukan suatu badan keamanan. Maka dibentuklah Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 22 Agustus 1945. BKR pada awalnya hanya disisipkan sebagai bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP) yang telah didirikan sebelumnya agar tidak membuat penguasa Jepang curiga. Pembentukan BKR direstui Presiden Sukarno sehari kemudian, yakni tanggal 23 Agustus 1945, dan terdiri dari BKR Darat, Laut, dan Udara. Kendati begitu, BKR belum ditempatkan sebagai angkatan bersenjata reguler, melainkan hanya untuk menjaga keamanan saja. BKR juga bukan merupakan institusi yang dibebani tanggung jawab sebagai pertahanan negara.
Sekian pak Terimakasih
Saya Agus Triyoga NPM 1813033041 izin menanggapi pak,
Pada tanggal 19 Agustus 1945, pimpinan koordinasi golongan pemuda mengusulkan rancangan dekrit pembentukan tentara Indonesia sebagai kelengkapan negara yang diproklamasikan.
Selain itu, rancangan tersebut juga untuk menghadapi penguasa Jepang yang masih memiliki persenjataan lengkap. Rancangan dekrit tersebut ternyata diketahui oleh Jepang dan menganggap hal itu untuk melawan Jepang.
Jepang kemudian cepat-cepat melucuti dan membubarkan Peta dan Heiho. Peklucutan ini bertujuan untuk memuaskan Sekutu dan melindungi dirinya sendiri dari serangan rakyat Indonesia. Di lain pihak, pimpinan nasional Indonesia kembali ke politik diplomasinya dengan mengubah rancangan dekrit pembentukan tentara menjadi maklumat pembentukan BKR.
Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta. BKR adalah badan yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Dalam buku Perlindungan Penduduk Sipil Dalam Perlawanan Rakyat Semesta dan Hukum Internasional (1992) karya F Sugeng Istanto, BKR dibentuk pada 22 Agustus 1945 dalam sidang PPKI dan diumumkan secara resmi oleh Sukarno pada 23 Agustus 1945.
BKR kemudian berkembang menjadi Tentara Nasional Indonesia hingga saat ini.
Pada tanggal 19 Agustus 1945, pimpinan koordinasi golongan pemuda mengusulkan rancangan dekrit pembentukan tentara Indonesia sebagai kelengkapan negara yang diproklamasikan.
Selain itu, rancangan tersebut juga untuk menghadapi penguasa Jepang yang masih memiliki persenjataan lengkap. Rancangan dekrit tersebut ternyata diketahui oleh Jepang dan menganggap hal itu untuk melawan Jepang.
Jepang kemudian cepat-cepat melucuti dan membubarkan Peta dan Heiho. Peklucutan ini bertujuan untuk memuaskan Sekutu dan melindungi dirinya sendiri dari serangan rakyat Indonesia. Di lain pihak, pimpinan nasional Indonesia kembali ke politik diplomasinya dengan mengubah rancangan dekrit pembentukan tentara menjadi maklumat pembentukan BKR.
Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta. BKR adalah badan yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Dalam buku Perlindungan Penduduk Sipil Dalam Perlawanan Rakyat Semesta dan Hukum Internasional (1992) karya F Sugeng Istanto, BKR dibentuk pada 22 Agustus 1945 dalam sidang PPKI dan diumumkan secara resmi oleh Sukarno pada 23 Agustus 1945.
BKR kemudian berkembang menjadi Tentara Nasional Indonesia hingga saat ini.
Saya Ayu Ftri Anggraini NPM 1813033049 Izin menanggapi pak
Pembentukan BKR berlangsung pada tanggal 23 Agustus 1945, karena RI sebagai negara baru Merdeka sehingga harus didukung oleh kekuatan militer. untuk menjaga keamanan negara, Guna menghindari hantaman kekuatan luar yang lebih besar maka kekuatan militer itu hanya diberi nama Barisan Keamanan dengan pengertian yang lebih netral dan bertujuan menjaga keamanan. Dibentuknya BKR bukan tentara, karena dinilai bahwa BKR tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak asing yang masih ada di Indonesia, yaitu Jepang untuk melakukan penyerangan yang akan mengakibatkan konflik dam pertumpahan darah.
Sekian tanggapan saya kurang dan lebihnya saya mohon maaf, Terimakasih
Pembentukan BKR berlangsung pada tanggal 23 Agustus 1945, karena RI sebagai negara baru Merdeka sehingga harus didukung oleh kekuatan militer. untuk menjaga keamanan negara, Guna menghindari hantaman kekuatan luar yang lebih besar maka kekuatan militer itu hanya diberi nama Barisan Keamanan dengan pengertian yang lebih netral dan bertujuan menjaga keamanan. Dibentuknya BKR bukan tentara, karena dinilai bahwa BKR tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak asing yang masih ada di Indonesia, yaitu Jepang untuk melakukan penyerangan yang akan mengakibatkan konflik dam pertumpahan darah.
Sekian tanggapan saya kurang dan lebihnya saya mohon maaf, Terimakasih
Saya Christine Amellia Putri npm 1813033025 izin menjawab pak.
Pembentukan BKR merupakan perubahan dari hasil sidang PPKI pada tanggal 19 Agustus 1945 yang sebelumnya merencanakan pembentukan tentara kebangsaan. Perubahan tersebut akhirnya diputuskan pada tanggal 22 Agustus 1945 untuk tidak membentuk tentara kebangsaan. Urgensi dalam membentuk BKR dilandasi oleh berbagai pertimbangan politik. Selain itu BKR juga ditujukan sebagai badan untuk menolong keluarga korban perang. Para pemimpin pada waktu itu memilih untuk lebih menempuh cara diplomasi untuk memperoleh pengakuan terhadap kemerdakaan yang baru saja diproklamasikan. Tentara pendudukan Jepang yang masih bersenjata lengkap dengan mental yang sedang jatuh karena kalah perang, menjadi salah satu pertimbangan juga, untuk menghindari bentrokan apabila langsung dibentuk sebuah tentara kebangsaan. Anggota BKR saat itu adalah para pemuda Indonesia yang sebelumnya telah mendapat pendidikan militer sebagai tentara Heiho, Pembela Tanah Air (PETA), KNIL dan lain sebagainya. BKR tingkat pusat yang bermarkas di Jakarta dipimpin oleh Moefreni Moekmin. Melalui Maklumat Pemerintah tanggal 5 Oktober 1945, BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan setelah mengalami beberapa kali perubahan nama akhirnya menjadi Tentara Nasional Indonesia.
Pembentukan BKR merupakan perubahan dari hasil sidang PPKI pada tanggal 19 Agustus 1945 yang sebelumnya merencanakan pembentukan tentara kebangsaan. Perubahan tersebut akhirnya diputuskan pada tanggal 22 Agustus 1945 untuk tidak membentuk tentara kebangsaan. Urgensi dalam membentuk BKR dilandasi oleh berbagai pertimbangan politik. Selain itu BKR juga ditujukan sebagai badan untuk menolong keluarga korban perang. Para pemimpin pada waktu itu memilih untuk lebih menempuh cara diplomasi untuk memperoleh pengakuan terhadap kemerdakaan yang baru saja diproklamasikan. Tentara pendudukan Jepang yang masih bersenjata lengkap dengan mental yang sedang jatuh karena kalah perang, menjadi salah satu pertimbangan juga, untuk menghindari bentrokan apabila langsung dibentuk sebuah tentara kebangsaan. Anggota BKR saat itu adalah para pemuda Indonesia yang sebelumnya telah mendapat pendidikan militer sebagai tentara Heiho, Pembela Tanah Air (PETA), KNIL dan lain sebagainya. BKR tingkat pusat yang bermarkas di Jakarta dipimpin oleh Moefreni Moekmin. Melalui Maklumat Pemerintah tanggal 5 Oktober 1945, BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan setelah mengalami beberapa kali perubahan nama akhirnya menjadi Tentara Nasional Indonesia.
Saya Novi Handayani, Npm 1813033009. Izin menanggapi pak
Urgensi pembentukan BKR pada saat itu yaitu: setelah proklamasi kemerdekaan, Indonesia belum memiliki kesatuan tentara secara resmi. Rapat PPKI pada tanggal 19 Agustus 1945 menghasilkan keputusan bahwa presiden perlu memanggil pemuda-pemuda yang memiliki kecakapan militer untuk membentuk membentuk tentara kebangsaan yang kokoh. Untuk persiapan pembentukan tentara kebangsaan dan kepolisian, presiden membentuk panitia yang terdiri atas Abdul Kadir (Ketua) dibantu Kasman Singodimedjo serta Otto Iskandardinata. Dimana, dalam rapat PPKI tanggal 22 Agustus 1945 diputuskan pembentukan Komite Nasional, Partai Nasional, dan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Keputusan pembentukan badan keamanan alih-alih tentara kebangsaan didasarkan pada pertimbangan bahwa pembentukan tentara akan menimbulkan reaksinya dari pasukan Jepang serta pasukan sekutu yang akan mendarat. Mengikuti keputusan tersebut, Presiden Soekarno mengumumkan berdirinya Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI), dan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada tanggal 23 Agustus 1945.
Urgensi pembentukan BKR pada saat itu yaitu: setelah proklamasi kemerdekaan, Indonesia belum memiliki kesatuan tentara secara resmi. Rapat PPKI pada tanggal 19 Agustus 1945 menghasilkan keputusan bahwa presiden perlu memanggil pemuda-pemuda yang memiliki kecakapan militer untuk membentuk membentuk tentara kebangsaan yang kokoh. Untuk persiapan pembentukan tentara kebangsaan dan kepolisian, presiden membentuk panitia yang terdiri atas Abdul Kadir (Ketua) dibantu Kasman Singodimedjo serta Otto Iskandardinata. Dimana, dalam rapat PPKI tanggal 22 Agustus 1945 diputuskan pembentukan Komite Nasional, Partai Nasional, dan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Keputusan pembentukan badan keamanan alih-alih tentara kebangsaan didasarkan pada pertimbangan bahwa pembentukan tentara akan menimbulkan reaksinya dari pasukan Jepang serta pasukan sekutu yang akan mendarat. Mengikuti keputusan tersebut, Presiden Soekarno mengumumkan berdirinya Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI), dan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada tanggal 23 Agustus 1945.
Saya Yohana Lestari npm 1813033005 izin menanggapi pak :
Urgensi pembentukan BKR saat itu yaitu untuk menghadapi penguasa Jepang yang masih memiliki persenjataan lengkap. Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta. BKR adalah badan yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Selain itu, urgensi pembentukan BKR ini karena setelah Indonesia merdeka selain harus mempunyai kedaulatan terhadap wilayah dan penduduknya tetapi RI sebagai negara baru harus didukung oleh kekuatan militer untuk melindungi wilayah dan penduduknya.
Urgensi pembentukan BKR saat itu yaitu untuk menghadapi penguasa Jepang yang masih memiliki persenjataan lengkap. Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta. BKR adalah badan yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Selain itu, urgensi pembentukan BKR ini karena setelah Indonesia merdeka selain harus mempunyai kedaulatan terhadap wilayah dan penduduknya tetapi RI sebagai negara baru harus didukung oleh kekuatan militer untuk melindungi wilayah dan penduduknya.
Saya Salsabila Az Zahra NPM 1813033037 izin menanggapi pak.
Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta. BKR adalah badan yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
BKR melaksanakan beberapa tugas yang diamanatkan oleh pemimpin nasional, seperti:
BKR Malang yang melakukan upaya penangkapan orang-orang utusan Sekutu yang menyamar sebagai anggota Palang Merah Internasional.
BKR Madiun dan Malang yang berhasil melucuti persenjataan tentara Jepang.
BKR yang mengadakan perundingan dengan pihak Jepang untuk menyerahkan semua persenjataan yang dimiliki.
Sekian terima kasih pak
Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta. BKR adalah badan yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
BKR melaksanakan beberapa tugas yang diamanatkan oleh pemimpin nasional, seperti:
BKR Malang yang melakukan upaya penangkapan orang-orang utusan Sekutu yang menyamar sebagai anggota Palang Merah Internasional.
BKR Madiun dan Malang yang berhasil melucuti persenjataan tentara Jepang.
BKR yang mengadakan perundingan dengan pihak Jepang untuk menyerahkan semua persenjataan yang dimiliki.
Sekian terima kasih pak
Saya Ida Ayu Komang Fitri Yani NPM 1813033045, izin menanggapi pak...
Tujuan dibentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) adalah untuk menjamin kententraman umum. BKR pada awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta. BKR bertugas melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
BKR melaksanakan beberapa tugas yang diamanatkan oleh pemimpin nasional yaitu BKR Malang yang melakukan upaya penangkapan orang-orang utusan Sekutu yang menyamar sebagai anggota Palang Merah Internasional, BKR Madiun dan Malang yang berhasil melucuti persenjataan tentara Jepang, BKR yang mengadakan perundingan dengan pihak Jepang untuk menyerahkan semua persenjataan yang dimiliki.
Tujuan dibentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) adalah untuk menjamin kententraman umum. BKR pada awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta. BKR bertugas melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
BKR melaksanakan beberapa tugas yang diamanatkan oleh pemimpin nasional yaitu BKR Malang yang melakukan upaya penangkapan orang-orang utusan Sekutu yang menyamar sebagai anggota Palang Merah Internasional, BKR Madiun dan Malang yang berhasil melucuti persenjataan tentara Jepang, BKR yang mengadakan perundingan dengan pihak Jepang untuk menyerahkan semua persenjataan yang dimiliki.
Saya Joko Sutrisno NPM 1813033013 izin menanggapi pak.
Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta. BKR adalah badan yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dalam buku Perlindungan Penduduk Sipil Dalam Perlawanan Rakyat Semesta dan Hukum Internasional (1992) karya F Sugeng Istanto, BKR dibentuk pada 22 Agustus 1945 dalam sidang PPKI dan diumumkan secara resmi oleh Sukarno pada 23 Agustus 1945. BKR kemudian berkembang menjadi Tentara Nasional Indonesia hingga saat ini.
Latar belakang pembentukan BKR
Pada tanggal 19 Agustus 1945, pimpinan koordinasi golongan pemuda mengusulkan rancangan dekrit pembentukan tentara Indonesia sebagai kelengkapan negara yang diproklamasikan. Selain itu, rancangan tersebut juga untuk menghadapi penguasa Jepang yang masih memiliki persenjataan lengkap. Rancangan dekrit tersebut ternyata diketahui oleh Jepang dan menganggap hal itu untuk melawan Jepang. Jepang kemudian cepat-cepat melucuti dan membubarkan Peta dan Heiho. Peklucutan ini bertujuan untuk memuaskan Sekutu dan melindungi dirinya sendiri dari serangan rakyat Indonesia. Di lain pihak, pimpinan nasional Indonesia kembali ke politik diplomasinya dengan mengubah rancangan dekrit pembentukan tentara menjadi maklumat pembentukan BKR.
Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta. BKR adalah badan yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dalam buku Perlindungan Penduduk Sipil Dalam Perlawanan Rakyat Semesta dan Hukum Internasional (1992) karya F Sugeng Istanto, BKR dibentuk pada 22 Agustus 1945 dalam sidang PPKI dan diumumkan secara resmi oleh Sukarno pada 23 Agustus 1945. BKR kemudian berkembang menjadi Tentara Nasional Indonesia hingga saat ini.
Latar belakang pembentukan BKR
Pada tanggal 19 Agustus 1945, pimpinan koordinasi golongan pemuda mengusulkan rancangan dekrit pembentukan tentara Indonesia sebagai kelengkapan negara yang diproklamasikan. Selain itu, rancangan tersebut juga untuk menghadapi penguasa Jepang yang masih memiliki persenjataan lengkap. Rancangan dekrit tersebut ternyata diketahui oleh Jepang dan menganggap hal itu untuk melawan Jepang. Jepang kemudian cepat-cepat melucuti dan membubarkan Peta dan Heiho. Peklucutan ini bertujuan untuk memuaskan Sekutu dan melindungi dirinya sendiri dari serangan rakyat Indonesia. Di lain pihak, pimpinan nasional Indonesia kembali ke politik diplomasinya dengan mengubah rancangan dekrit pembentukan tentara menjadi maklumat pembentukan BKR.
Saya Resti Nurmaya Npm 43 izin menanggapi pak
pembentukan BKR diumumkan oleh Ir. Soekarno pada 23 Agustus 1945 kepada rakyat dan mengajak pemuda baik sukarelawan maupun mantan anggota PETA, Heiho dan Kaligun untuk bergabung guna melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. BKR melaksanakan beberapa peran dan tugas yang diamanatkan oleh para pemimpin nasional.
Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta. BKR melaksanakan beberapa tugas yang diamanatkan oleh pemimpin nasional yaitu BKR Malang yang melakukan upaya penangkapan orang-orang utusan Sekutu yang menyamar sebagai anggota Palang Merah Internasional, BKR Madiun dan Malang yang berhasil melucuti persenjataan tentara Jepang, BKR yang mengadakan perundingan dengan pihak Jepang untuk menyerahkan semua persenjataan yang dimiliki.
pembentukan BKR diumumkan oleh Ir. Soekarno pada 23 Agustus 1945 kepada rakyat dan mengajak pemuda baik sukarelawan maupun mantan anggota PETA, Heiho dan Kaligun untuk bergabung guna melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. BKR melaksanakan beberapa peran dan tugas yang diamanatkan oleh para pemimpin nasional.
Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta. BKR melaksanakan beberapa tugas yang diamanatkan oleh pemimpin nasional yaitu BKR Malang yang melakukan upaya penangkapan orang-orang utusan Sekutu yang menyamar sebagai anggota Palang Merah Internasional, BKR Madiun dan Malang yang berhasil melucuti persenjataan tentara Jepang, BKR yang mengadakan perundingan dengan pihak Jepang untuk menyerahkan semua persenjataan yang dimiliki.
Saya Dwi Mawarni npm 1813033033 izin menanggapi.
Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta.
BKR adalah badan yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. BKR melaksanakan beberapa tugas yang diamanatkan oleh pemimpin nasional, seperti:
BKR Malang yang melakukan upaya penangkapan orang-orang utusan Sekutu yang menyamar sebagai anggota Palang Merah Internasional.
BKR Madiun dan Malang yang berhasil melucuti persenjataan tentara Jepang.
BKR yang mengadakan perundingan dengan pihak Jepang untuk menyerahkan semua persenjataan yang dimiliki.
Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk dengan tujuan menjamin kententraman umum. Awalnya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta.
BKR adalah badan yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. BKR melaksanakan beberapa tugas yang diamanatkan oleh pemimpin nasional, seperti:
BKR Malang yang melakukan upaya penangkapan orang-orang utusan Sekutu yang menyamar sebagai anggota Palang Merah Internasional.
BKR Madiun dan Malang yang berhasil melucuti persenjataan tentara Jepang.
BKR yang mengadakan perundingan dengan pihak Jepang untuk menyerahkan semua persenjataan yang dimiliki.