TUGAS

TUGAS

TUGAS

Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si གིས-
Number of replies: 36
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

ajeng maraaini གིས-
I. PEMUPUKAN
Pupuk adalah bahan yang diberikan ke dalam tanah (organik/anorganik) dengan tujuan untuk meningkatkan produksi tanaman
Pupuk dapat diklasifikasikan berdasar kandungan unsur hara, kadar kandungan unsur hara, reaksi kimianya, pembuatannya, dan berdasarkan kelarutannya.
Dalam melakukan pemupukan harus tepat baik dosis, waktu, cara, dan jenis agar tidak mengakibatkan kerugian seperti kematian tanaman, kerusakan fisik tanah, dan peningkatan biaya atau tidak ekonomis. Penentuan dosis pupuk dilakukan dengan dasar analisis tanah dan jaringan tanaman.

II. IRIGASI
Teknologi irigasi wajib memastikan air yang memadai dan berkualitas tinggi serta drainase yang tepat waktu. Metode irigasi tanaman dapat berupa irigasi permukaan, irigasi tetes, irigasi, irigasi bawah tanah, dan irigasi pupuk.

Faktor internal, faktor eksternal, dan faktor budidaya merupakan faktor faktor yang mempengaruhi masa reproduksi selama periode pembungaan
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Dinasqi Aswi Sernia གིས-
1. PEMUPUKAN
Pemupukan dimaksudkan untuk meningkatkan produksi tanaman dengan cara mengganti atau melengkapi unsur hara pada tanah yang hilang akibat adanya pemanenan dan pencucian zat hara. Pemupukan dilakukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan daya dukung lahan. Dalam melakukan pemupukan harus tepat baik dosis, waktu, cara, dan jenis agar tidak menimbulkan akibat yang merugikan seperti kematian tanaman, kerusakan fisik tanah, dan pembengkakan biaya. Penentuan dosis biasanya dilakukan dengan dasar analisis tanah dan jaringan tanaman.
2. TEKNIK IRIGASI
Dikenal istilah irigasi (memberikan air) dan drainase (membuang air) dimana keduanya haru dilakukan pada waktu yang tepat. Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan air dalam berbudidaya tanaman. Dalam teknik irigasi perlu dipahami respon tanaman terhadap kekeringan dan kelebihan air dikarenakan tiap tanaman berbeda-beda. Metode pemberian air dapat melalui irigasi tetes, irigasi permukaan, irigasi bawah tanah, dan irigasi pupuk.
3. TEKNIK REKAYASA PEMBUNGAAN
Proses pembungaan adalah hasil interaksi dari faktor eksternal (lingkungan) dan internal serta faktor budidaya. Faktor internal terdiri dari tingkat kedewasaan setiap jenis tanaman, statys nutrisi (C/N ratio) pada tanaman, sedangkan faktor eksternal terdiri dari suhu, stress air, cahaya, unsur hara, adapun faktor budidaya terdiri dari pemberian ZPT, ringing/girdling (menguliti kayu secara melingkar) dan strangulasi (melilit batang dengan kawat), serta pemangkasan.
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Fhatia Nur Aulia གིས-
PEMUPUKAN
Adalah bahan yang diberikan ke dalam tanah baik yang organik maupun yang anorganik. Terdapat hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemupukan, diantaranya yaitu memperhatikan tanaman yang akan dipupuk, jenis tanaman, jenis pupuk, dosis pupuk, waktu pemupukan dan cara pemupukan. Pemupukan dilakukan menjelang atau awal musim hujan. pada saat tanaman berumur 1-3 bulan ,umumnya pemupukan juga dilakukan. pemupukan yang tepat yaitu jenisnya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dengan kandungan unsur pupuk N dan P. Dosis yaitu jumlah yang dibutuhkan per satuan luas, untuk satuan waktu tertentu. waktu pemberian terbagi beberapa tahap yaitu pemberian pupuk dasar dan pupuk susulan. Cara pemupukan, dapat dikelompokkan menjadi dua cara pemberian pupuk yaitu : memupuk dengan cara pemeberian melalui akar dan memupuk dengan cara pemeberian melalui daun.

IRIGASI
Diketahui bahwa pemberian air (irigasi) harus memiliki batasan yaitu dengan memberikan air dengan jumlah yang cukup, mutu yang baik, dan membuang kelebihan air pada waktu yang tepat (drainase).
Pembungaan adalah suatu proses fisiologis dan spektrum yang luas. Faktor yang mempengaruhi periode pembungaan diantaranya : faktor internal, faktor eksternal dan faktor budidaya.
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Aulia Sari 1914161037 གིས-
I. PUPUK
>Pupuk merupakan bahan yang diberikan ke dalam tanah baik yang organik maupun anorganik dengan maksud untuk mengganti kehilangan unsur hara dari dalam tanah dan bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman dalam keadaan faktor keliling atau lingkungan yang baik.
>Alasan tanah harus dipupuk yaitu: untuk proses pemanenan, penghayutan dan pencucian zat hara yang hilang. Dampak dari penggunaan pupuk secara berlebihan yaitu: kematian tanaman, timbulnya gejala-gejala penyakit tanaman yang baru, kerusakan fisik tanah, dan tidak ekonomis.
>Klasifikasi pupuk sebagai berikut:
1. Berdasarkan kandungan unsur hara, dibagi menjadi : pupuk tunggal (Urea :N; ZK:K;TSP:P) dan pupuk majemuk (DAP: N dan P; Rustica yellow: N, P dan K.
2. Berdasarkan kadar kandungan unsure haranya yaitu: berkadar tinggi (>30%), berkadar sedang (20-30%), dan berkadar rendah (<20%).
3. Beradasarkan reaksi kimianya yaitu: pupuk masam, pupuk netral dan pupuk basa.
4. Berdasarkan pembuatannya yaitu: pupuk alami (organic) dan pupuk buatan (anorganik)
5. Berdasarkan kelarutannya yaitu: larut dalam air, larut dalam asam nitrat dan larut dalam asam keras.
>Hal yang perlu diperhatikan dalam pemupukan yaitu:tanaman yang akan dipupuk; jenis tanah yang akan dipupuk; jenis pupuk yang digunakan; jumlah (dosis) pupuk yang digunakan; waktu pemupukan; cara pemupukan.
>Pemupukan dapat dilakukan dengan memberi melalui akar (disebar, ditempatkan diantara barisan, dan ditempatkan di lubang) dan cara memberi melalui daun.

II. TEKNIK IRIGASI
> Pengelolaan air
a. sumber air untuk irigasi : air permukaan dan air tanah
b. golongan irigasi : irigasi teknis, setengah teknis, rainfed (tadah hujan)
c. bangunan irigasi : waduk, embung, saluran (primer, sekunder, tersier) dan saluran pembuangan.
>Cara pemberian air
- Tindakan untuk menambahkan air yaitu dengan irigasi permukaan, irigasi teets, irigasi penyiraman, irigasi bawah permukaan, dan irigasi yang berintegrasi dengan pemupukan.
- Teknik pemberian air dilapangan : menggunakan sprinkler dan penggenangan.

III. TEKNIK REKAYASA DAN PEMBUNGAAN
Pembungaan merupakan suatu proses fisiologi dan morfologis dengan spectrum yang luas.
Faktor yang mempengaruhi pembungaan adalah:
- Faktor internal (tingkat kedewasaan setiap jenis tanaman, C/N rasio pada tanaman))
- Faktor eksternal (suhu, stress air, cahaya, dan unsure hara)
- Faktor budidaya (pemberian ZPT, ringing/gridlling dan strangulasi)
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Salwa Azzahra གིས-
1. Pemupukan
Pupuk adalah bahan yang akan diberikan ke dalam tanah baik yang organic maupun anorganik dengan tujuan untuk menggantikan unsur hara yang hilang di dalam tanah dan untuk meningkatkan produksi tanaman dalam keadaan faktor lingkungan yang baik. Pupuk diklasifikasikan berdasarkan unsur hara, kandungan unsur hara, reaksi kimia, berdasarkan pembuatannya, dan berdasarkan kelarutannya. Hal yang harus diperhatikan sebelum pemupukan yaitu tanaman yang akan dipupuk, jenis tanah yang akan dipupuk, jenis pupuk yang akan digunakan, jumlah dosis pupuk yang digunakan, waktu pemupukan dan cara pemupuPemupukan dilakukan menjelang/awal musim hujan, dan dilakukan saat tanaman berumur 1-3 bulan. Pemupukan yang tepat disesuaikan dengan jenis, dosis, dan waktu pemberian. Cara pemberian pupuk dapat di sebar (Broad casting), di alur (Band placement), di samping tanaman (Side dressing), dan di tebar pada saat sudah ada tanaman (Top dressing) dan bisa juga dengan cara tugal.
 
2. IRIGASI
Teknik irigasi adalah memberikan air irigasi dengan jumlah yang cukup, mutu yang baik, dan membuang drainase pada waktu yang tepat. Cara pemberian air irigasi dibedakan menjadi irigasi tetes, irigasi permukaan, irigasi penyiraman, irigasi bawah permukaan, dan irigasi pupuk.

3. Pembungaan
Pembungaan merupakan suatu proses fisiologis dan morfologis dengan spektrum yang luas. Faktor pembungaan meliputi faktor internal (tingkat kedewasaan tanaman, status nutrisi tanaman), faktor eksternal (suhu, cahaya, unsur hara, dan stress air), dan faktor budidaya (pemberian ZPT, ringing/griding dan strangulasi, pemangkasan).
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Muhammad Nur Rahim 1914161033 གིས-
PUPUK
a. Pengertian Pupuk
Pupuk adalah bahan yang diberikan ke dalam tanah baik yang organik maupun anorganik dengan maksud untuk mengganti kehilangan unsur hara dari dalam tanah dan bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman dalam keadaan faktor keliling atau lingkungan yang baik. Ilmu Pemupukan merupakan ilmu yang bertujuan menyelidiki tentang zat-zat apakah yang perlu diberikan kepada tanah sehubungan dengan kekurangan zat-zat tersebut yang terkandung di dalam tanah yang perlu, guna pertumbuhan dan perkembangan tanaman dalam rangka meningkatkan produksinya agar tercapai hasil yang tinggi.

PEMUPUKAN
Pemupukan dilakukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan daya dukung lahan Penentuan dosis pupuk dilakukan dengan dasar analisis tanah dan jaringan tanaman (biasanya daun)
• Efisiensi pemupukan
- Efisiensi serapan : ratio antara unsur hara dari pupuk yang diserap tanaman dengan pupuk yang diberikan - Efisiensi : Ratio antara hasil tanaman dengan pupuk yang diberikan (berapa besar peningkatan hasil tiap penambahan satu satuan pupuk)

MEMUPUKAN
Klasifikasi pupuk Berdasarkan kandungan unsur hara, dibagi menjadi :
a. Pupuk tunggal (single fertilizer), yaitu pupuk yang hanya mengandung 1 macam unsur misalnya: Urea: N ; ZK: K ; TSP : P.
b. Pupuk majemuk (compound fertilizer)
Yaitu pupuk yang mengandung lebih dari 1 unsur hara macam misalnya :
DAP: N dan P; Rustica yellow: N, P dan K.
TEKNIK IRIGASI
*Pengelolaan air :
a. sumber air untuk irigasi : air permukaan dan air tanah
b. golongan irigasi : irigasi teknis, setengah teknis, rainfed (tadah hujan)
c. bangunan irigasi : waduk, embung, saluran (primer, sekunder, tersier) dan saluran pembuangan.

* Cara pemberian air
- Tindakan untuk menambahkan air yaitu dengan irigasi permukaan, irigasi teets, irigasi penyiraman, irigasi bawah permukaan, dan irigasi yang berintegrasi dengan pemupukan.
- Teknik pemberian air dilapangan : menggunakan sprinkler dan penggenangan.

TEKNIK REKAYASA DAN PEMBUNGAAN
Pembungaan adalah suatu proses fisiologi dan morfologis dengan spectrum yang luas.
Ada 3 faktor yang mempengaruhi pembungaan yaitu antara lain:
Faktor internal (tingkat kedewasaan setiap jenis tanaman, C/N rasio pada tanaman), Faktor eksternal (suhu, stress air, cahaya, dan unsure hara), dan Faktor budidaya (pemberian ZPT, ringing/gridlling dan strangulasi)
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Athmarratu Wintani putri 1954161011 གིས-
I. Pemupukan
Pupuk adalah bahan yang diberikan tanah baik yang organik maupun anorganik dengan maksud
untuk mengganti unsur hara dari dalam tanah.
Pemberian pupuk yang salah seperti pemberian yang berlebihan atau kurang dapat
menyebabkan kematian pada tanaman, timbulnya gejala gejala penyakit tanaman yang baru,
kerusakan fisik tanah dan tidak ekonomis.
Pemupukan dilakukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan daya dukung tanaman. Penentuan
dosis pupuk dilakukan dengan dasar analisis tanah dan jaringan tanaman.
Klasifikasi pupuk
Berdasarkan kandungan unsur hara dibagi menjadi:
a.Pupuk tunggal: pupuk yang mengandung hanya1macam unsur
b.Pupuk majemuk: pupuk yang mengandung lebih dari 1macam unsur
Berdasarkan kadar kandungan unsur haranya
a.Yang berkadar unsur hara tinggi, lebih dari 30%
b.Yang berkadar unsur hara sedang, 20-30%
c.Yang berkadar unsur hara rendah, kurang dari 20%
Berdasarkan reaksi kimia: Pupuk masam, netral,dan basa.
Berdasarkan pembuatannya: pupuk alam (organik) dan pupuk buatan.
Berdasarkan kelarutannya :
a.Larut dalam air
b.Larut dalam asam sitrat
c.Larut dalam asam keras
Cara pemberian pupuk:
Disebar dipermukaan tanah, band placement, disamping tanaman, ditebar pada saat sudah ada tanaman.
Cara pemberian pupuk terdapat dua macam: memupuk melalui akar dan memupuk melalui
daun.

II. Irigasi
Batasan: memberikan air (irigasi) dengan jumlah yang cukup, mutu yang baik,dan membuang
kelebihan air (drainase) pada waktu yang tepat.
Sumber air untuk irigasi yaitu air permukaan dan air tanah.
Irigasi terrdapat 4 golongan yaitu irigasi teknis, setengah teknis, irigasi pendesaan dan rainfed.
Ada beberapa macam irigasi yaitu irigasi permukaan, irigasi tetes, irigasi penyiraman, irigasi
bawah permukaan dan irigasi yang diintegrasikan dengan pemupukan.
Teknik pemberian dilapangan ada 2 macam yaitu sprinkler, dan penggenangan.

III. Teknik rekayasa pembungaan.
Pembungaan adalah suatu proses fisiologi dan morfologi
dengan spektrum yang luas.
Faktor budidaya yang mempengaruhi prosesp embungaan: penggunaan ZPT dan paklobutrazol
adalah bersifat menghambat biosintesis giberelin.
Ringing adalah pengeratan kulit kayu secara melingkar pada pangkal pohon atau cabang yang
akan diinduksi pembungaannya.
Strangulasi adalah melilit batang atau cabang dengan kawat.
Pemangkasan adalah membuang cabang atau ranting yang tidak berguna akan merangsang
terjadinya transisi dari pertumbuhan vegetatif ke pertumbuhan generatif.
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Rahma Oktavia གིས-

Rahma Oktavia

1914161025

PUPUK

Pupuk merupakan bahan yang diberikan ke dalam tanah dengan tujuan untuk mengganti atau meningkatkan unsur hara. Pupuk juga bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman (produksi). Sedangkan ilmu pemupukan merupakan ilmu yang mengkaji dan meneliti tentang kandungan zat yang terdapat di dalam pupuk. Pemberian zat yang salah, atau dalam dosis yang tidak sesuai dapat mengakibatkan kerugian, seperti : tanaman yang mati, terdapat gejala penyakit pada tanaman, kerusakan fisik tanah, dan lain-lain.

Pemupukan sendiri dilakukan berdasarkan kebutuhan tanah dan daya dukung lahan. Efisiensi pemupukan merupakan rasio antara hasil tanaman dengan pupuk yang diberikan. Pupuk juga terbagi menjadi beberpa jenis, yaitu sebagai berikut :

Pupuk berdasarkan unsur hara ( tunggal dan majemuk

Pupuk berdasarkan kadar unsur hara ( tinggi, sedang dan rendah)

Pupuk berdasarkan rx kimia (Masam, netral dan basa).

Pupuk berdasarkan bahan pembuatannya (organic dan anorganik)

Pupuk berdasarkan kelarutannya ( larut dalam air, larut dalam asam sitrat, larut dalam asam keras)

Waktu pemupukan, biasanya pemupukan dilakukan saat sebelum atau awal musim penghujan. Sebelum itu kita harus mengukur ph tanah, jika tanah terlalu masam maka perlu dilakukan pengapuran agar tanah menjadi netral. Umumnya pemupukan dilakukan saat tanaman berusia 1-3 bulan.


IRIGASI

Irigasi merupakan proses pemberiam air dengan jumlah yang cukup, dengan mutu yang baik, dan membuang kelebihan air pada waktu yang tepat. Tanaman yang tanggap terhadap kekeringan dapat dilihat dari : transpirasinya dan ketahanan akar terhadap tekanan osmotic atau pf air.

Pengelolaan air

Sumber air pada irigasi berasal dari air permukaan dan air tanah. Golongan irigasi sendiri termasuk pada irigasi teknis (bangunan tempat air bisa masuk dan keluar ) ,setengah teknis ( saluran air permanen tetapi tidak ada bangunan ukur), irigasi pedesaan (saluran tidak permanen dan tidak ada bangunan ukur) dan bangunan irigasi ( waduk). 




Teknik Rekayasa Pembuangan

Pembuangan tanaman merupakan proses fisiologis dan morfologis dengan spektrum yang luas. Proses ini diawali dengan masa kritis ( terjadinya primordia batang menjadi primordia bunga).

Tahap Pembuangan 

Proses ini terdapat tahap-tahap yang penting dan semuanya tahap harus berhasil. Tahap- tahap tersenut juga dipemgaruhi oleh factor internal dan factor eskternal. 

Factor yang mempengaruhi fase reproduktif : 

Factor internal : tingkat kedewasaan jenis tanaman dan status nutrisi (C/N ratio) pada tanaman.

Factor eksternal : suhu, stress air, cahaya


Factor yang mempengaruhi pembungaan : 

Penggunaan ZPT

Penggunaan zat penghambat tumbuh


Ringing/girdling merupakan pembuangan kulit kayu, secara melingkar pada pangkal pohon yang akan di induksi. Strangulasi merupakan melilit batang dengan kawat. Pemangkasan adalah membuang cabag atau ranting yang tidak berguna dan akan merangsang pertumbuhan vegetative ke generative.

In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Diky ADISAPUTRA གིས-
PUPUK

Pupuk adalah bahan yang diberikan ke dalam tanah baik yang organik maupun yang anorganik dengan maksud untuk mengganti kehilangan unsur hara dari dalam tanah dan bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman dalam keadaan faktor keliling atau lingkungan yang baik.

Ilmu Pemupukan adakah ilmu yang mempelajari tentang zat-zat apakah yang perlu diberikan kepada tanah sehubungan dengan kekurangan zat-zat tersebut yang terkandung di dalam tanah.

- Pemupukan dilakukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan daya dukung lahan.
- Penentuan dosis pupuk dilakukan dengan dasar analisis tanah dan jaringan tanaman.
- Efisiensi Pemupukan: 1. Efisiensi serapan: ratio antara unsur hara dari pupuk yang diserap tanaman dengan pupuk yang diberikan



Klasifikasi Pupuk berdasarkan kandungan unsur haranya
1. Pupuk tunggal. Contoh: TSP
2. Pupuk majemuk. Contoh: NPK Mutiara


TEKNIK IRIGASI
Memberikan air pada jumlah yang cukup, mutu yang baik, dan membuang kelebihan air
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Mara Tashella 1914161031 གིས-
A. Teknik pemupukan
Pupuk adalah bahan yang diberikan kedalam tanah baik organic maupun anorganik dengan maksud mengganti kehilangan unsur hara dlam tanah dan bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman dalam keadaan faoktor keliling atau lingkungan yang baik.
Akibat pemberian pupuk yang salah dan tidak tepat waktu akan menyebabkan kematian tanaman, timbul gejala gejala penyakit tanaman, kerusakan fisik tanah, dan tidak ekonomis.
penentuan dosis pupuk berdasarkan kebutuhan tanaman dan dan dapat dilakukan terlebih dahulu analisis tanaman dan jaringan tanaman.
efisiensi pemupukan
• Efisiensi serapan : rasio antara UH dari pupuk yang diserap tanaman dengan pupuk yang ddiberikan
• Efisiensi rasio : rasio hasil tanaman dnegan pupuk yang diberikan.

KLASIFIKASI PUPUK
1. Berdasarkan kandungan UH, dibagi menjadi pupuk tunggal (1 macam UH) dan pupuk majemuk (lebih dari 1 macam UH)
2. berdasarkan kadar kandungan unsur haranya dibagi menjadi kadar UH tinggi (>30%) mis, P2O5,K2O.
Yang berkadar hara sedang (20%-30%) misalnya K2O. serta yang berkadar hara rndah (<20%)
3. berdasarkan reaksi kimianya dibagi menjadi pupuk masam, pupuk netral dan pupuk basa
4. berdasarkan pembuatannya dbagi menjadi pupu kalam (organik) dan pupuk buatan (anorganik)
5. berdasarkan kelarutannya dibagi menjadi larut dalam air, larut dalam asam sitrat, dan larut dalam asam keras


Dasar dasar pemupukan :
Yang harus diperhatikan sebelum tanaman dipupuk adalah
a. Tanaman yang akan dipupuk
b. Jenis tanah yang akan dipupuk
c. Jenis pupuk yang akan digunakan
d. Jumlah pupuk yang akan di gunakan
e. Waktu pemupukan
f. Cara pemupukan

Pemupukan dilakukan menjelang atau awal musim hujan. Jika diperlukan di beri pupuk tambahan pada tahun yang sama maka di lakukan menjelang akhir musim hujan. Sebelum di lakuka pemupukan sebaiknya ph tanah diketahui.

Pemupukan yang tepat
a. Jenis : disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dengan kandungan unsur pupuk
b. Dosis : jumlah yang dibutuhkan persatuan luas, untuk satuan waktu tertentu
c. Waktu pemberian: sekaligus atau terbagi/bertahap

Cara pemberian pupuk
- Broadcasting atau sebar di permukaan tanah (bias menual dengan tanah, bias dengan tractor)
- Band placement (alur)
- Side dressing (disamping tanaman)
- Top dressing (ditebar pada saat sudh ada tanaman)
- Cara tugal : untuk memisahkan jenis pupuk yang tidak boleh dicampur, untuk mengefisienkan cara melingkar, bila tenaga kerja kurang.

Cara pemupukan : dengan berkembangnya teknologi pertanian dan industry maka terdapat du acara pemberian pupuk yakni :
a. Memupuk dengan cara pemberian melalui akar
1. Di sebar (broadcasing) : pupuk disebarkan merata pada tanah tanah disekitar tanaman atau pada waktu pembajakan atau/penggaruan terakhir, sehari sebelum tanam, kemudian diinjak injak agar pupuk masuk kedalam tanah.
2. Ditempatkan diantara larikan atau barisan : pupuk ditaburkan diantara larikan tanaman dan kemudian ditutup kembali dengan tanah.
3. Ditempatkan didalam lubang : dibenamkan kedalam lubang samping batang sejauh 10cm dan di tutup dengan tanah.

b. Memupuk dengan cara pemberian melalui daun
Pupuk yang dilarutkan dalam air dengan konsentrasi sangat rendah kemudian disemprotkan langsung kepda daun dengan alat penemprot biasa (hand sprayer)


B. Teknik irigasi
Batasan adalah memberikan air irigasi dengan jumlah yang cukup,mutu yang baik dan membuang kelebihan air drainase pada waktu yang tepat

Sumber air untuk irigasi yaitu air permukaan, air tanah
Golongan irigasi yaitu irigasi teknis setengah teknis, irigasi pedesaan, Rainfead atau tadah hujan
Bangunan irigasi yaitu
- Waduk, Bandung, empat, sumur artesis
- saluran primer , sekunder, tersier dan saluran pembuangan
Cara pemberian air yaitu irigasi permukaan Oma irigasi tetes, irigasi penyiraman, irigasi bawah permukaan, irigasi yang diintegrasikan dengan pemupukan


C. Teknik rekayasa pembungaan
Pembungaan merupakan satu proses fisisologis dan morfologid dengan spektrum luas
Faktor yang berpengaruh pada fase reproduktif
1. Faktor internal berupa tingkat kedewasaan setiap jenis tanaman, dan statys nutrisi
2. Faktor eksternal berupa suhu, stress air, cahaya dan unsur hara
3. Faktor budidaya yaitu pemberian zpt ringing atau gridling, pemangkasan
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Nur Azizah གིས-
-Pemupukan
Pupuk merupakan bahan organik dan anorganik yang ditambahkan ke dalam tanah untuk meningkatkan hasil panen/produksi. Pemupukan dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman, tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak. Dasar pemupukan meliputi tanaman yang akan dipupuk, jenis tanah, jenis pemupukan, jumlah (dosis) pemupukan, waktu pemupukan, dan jenis pemupukan. Pupuk dibedakan menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk menurut unsur haranya. Menurut kandungan nutrisinya, itu dibagi menjadi tiga jenis: tinggi, sedang dan rendah. Kemudian dibagi menjadi pupuk asam, pupuk netral dan pupuk alkali sesuai dengan reaksi kimia. Berdasarkan pembuatannya yaitu pupuk organik dan anorganik. Dan menurut kelarutannya, termasuk larut dalam air, asam sitrat dan asam keras. Cara pemupukan, pemupukan dapat dilakukan melalui akar (menyebar, melapisi dan memasukkan lubang) dan daun.

-Irigasi
Teknologi irigasi harus memastikan air yang cukup berkualitas tinggi dan drainase tepat waktu. Metode penyediaan air bagi tanaman dapat berupa irigasi permukaan, irigasi tetes, irigasi penyiraman, irigasi bawah tanah, dan irigasi pupuk.

Faktor-faktor yang mempengaruhi masa reproduksi selama periode pembungaan meliputi faktor internal (kematangan tanaman dan rasio C/N tanaman), faktor eksternal (suhu, kelembaban, cahaya, nutrisi), faktor budidaya (dalam CPT, siklisasi, pemangkasan)
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Desi Anggraeni 1914161007 གིས-
Pemupukan
Pemupukan adalah bahan yang diberikan ke dalam tanah baik yang organik maupun anorganik untuk menggantikan unsur hara yang hilang didalam tanah serta bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman. Ilmu pemupukan bertujuan untuk menyelidiki zat-zat yang perlu diberikan kedalam tanah. Pemupukan dilakuakan berdasarkan kebutuhan tanaman dan daya dukung lahan.
Klasifikasi pupuk
1. Berdasarkan unsur hara: pupuk tunggal (urea: N) dan pupuk majemuk (Rustica yellow: N, P dan K)
2. Berdasarkan kandungan unsur hara yang tinggi, sedang dan rendah.
3. Berdasarkan reaksi kimia: pupuk masam, netrak dan basa
4. Berdasarkan pembuatannya: organik dan anorganik
5. Berdasarkan kelarutannya: larut dalam air, asam nitrat dan asam keras

Dasar-dasar pemupukan
a. Tanaman yang akan dipupuk
b. Jenis tanah yang akan di pupuk
c. Jenis pupuk yang akan digunakan
d. Jumlah (dosis) yang akan digunakan
e. Waktu pemupukan
f. Cara pemupukan

Pemupukan dilakukan menjelang atau awal musim hujan. Umumnya pemupukan dilakukan ketika tanaman berumur 1-3 bulan, apabila tingkat kesuburan tanah jelek maka pemupukan dapat dilakukan lebih awal.
Pemupukan dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu broad casting, band placement, side dressing, top dressing dan tugal.

Teknik Irigasi
Batasan: Memberikan air dengan jumlah yang cukup, mutu yang baik, dan membuang kelebihan air pada waktu yang tepat. Sumber air irigasi dapat berasal dari air permukaan dan air tanah. macam-macam jenis irigasi:
1. Irigasi permukaan
2. Irigasi tetes
3. Irigasi penyiraman: individu (gayung) dan curah (sprinkler)
4. Irigasi bawah permukaan

Teknik Rekayasa Pembungaan
Pembungaan adalah proses fisiologis dan morfologis dengan spektrum luas. Proses ini diawali dengan masa kritis yaitu terjadi perubahan primordial batang menjadi primordial bunga.
Faktor-faktor yang berpengaruh pada proses pembungaan
1. Faktor internal: tingkat kedewasaan tanaman dan statys nutrisi pada tanaman
2. Faktor eksternal: suhu, air, cahaya, dan unsur hara
3. Faktor budidaya: pemberian ZPT, ringing dan stranulasi serta pemangkasan
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Zuisda Febriani གིས-
Pupuk
Pupuk adalah bahan yang diberikan kedalam tanah baik yang organik maupun anorganik dengan maksud untuk mengganti kehilangan unsur hari dari dalam tanah yang bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman dalam keadaan faktor keliling atau lingkungan yang baik.
Ilmu Pemupukan berarti ilmu yang bertujuan menyelidiki tentang zat-zat yang perlu diberikan kepada tanah sehbungan dengan kekurangan zat-zat tersebut, guna pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Pemberian zat yang salah, berlebihan, kekurangan, pemberian yang tidak tepat waktu akan menimbulkan : kematian tanaman, timbulnya gejala-gejala penyakit tanaman, kerusakan fisik tanah, dan tidak ekonomis.

Klasifikasi Pupuk
1. berdasarkan kandungan unsur hara :
a. Pupuk tunggal (single fertilizer) mengandung 1 macam unsur hara : N,P, dan K
b. Pupuk Majemuk (compound fertilizer) mengandung lebih dari 1 unsur hara
2. berdasarkan kadar kandungan unsur haranya
a. Berkadar unsur hara tinggi (concrentaced) : kandungan 30%
b. Berkadar hara sedang : kandungan 20-30%
c. Berkadar hara rendah : kandungan < 20%
3. Berdasarkan reaksi kimia : Pupuk masam , Pupuk netral, Pupuk basa
4. Berdasarkan pembuatannya : Pupuk alam (organik), dan Pupuk buatan (anorganik)
5. Berdasarkan kelarutannya : Larut dalam air, Larut dalam asam sitrat, Larut dalam asam keras

Dasar – dasar pemupukan : Tanaman yang akan dipupuk, Jenis tanah yang akan dipupuk, Jenis pupuk yang digunakan, Jumlah (dosis) yang digunakan, Waktu pemupukan, Cara pemupukan
Perhitungan Kebutuhan Pupuk = 100/% kandungan hara pupuk x dosis rekomendasi
• Pemupukan yang tepat mencakup jenis, dosis, waktu pemberian

• Cara Pemberian Pupuk : Broad casting atau sebar dipermukaan tanah, Band placement (alur), Side dressing (di samping tanaman) , Top dressing
• Cara tunggal :
a. Untuk memisahkan jenis pupuk yang tidak boleh dicampur
b. Untuk mengefisienkan cara melingkar, bila tenaga kerja kurang
Cara Pemupukan : Ada 2 cara pemberian pupuk
1. memupuk melalui akar : Disebar (broad casting), ditempatkan diantara larikan/barisan, ditempatkan dalam lubang.
2. memupuk melalui daun : pupuk yang dilarutkan ke dalam air dengan konsentrasi sangat rendah kemudian disemprotkan langsung kepada daun dengan alat penyemprot biasa (hand sprayer).
Teknik Irigasi
Batasan : memberikan air irigasi dengan cumlah yang cukup, mutu yang baik, dan membuang kelebihan air (drainase)
Tanggap tanaman terhadap kekeringan dan kelebihan air berbeda, tergantung sifat transpirasi, dan ketahanan akar terhadap tekanan osmotik atau pf air.

Pengelolaan Air
• Sumber air : air permukaan, air tanah
• Golongan irigasi : irigasi teknis, setengah teknis, irigasi pedesaan, rainfed atau tadah hujan
• Bagunan irigasi : waduk, bendungan, embung, sumur, artesis. Saluran primer, tersier, sekunder, dan saluran pembuangan
Teknik Rekayasa Pembungaaan merupakan suatu proses fisiologis dan morfologis dengan sprektrum yang yang luas. Proses diawali dengan masa kritis yaitu terjadi perubahan primordia bunga.
Faktor internal : tingkat dewasa tanaman, status nurtisi (C/N)
Faktor eksternal : suhu, stress air, cahaya
Faktor budidaya : ringing, strangulasi, pemangkasan
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Fadila Ramadhani གིས-
I. Pemupukan
Pupuk adalah bahan yang diberikan ke dalam tanah baik yang organik maupun anorganik dengan maksud untuk mengganti kehilangan unsur hara dari dalam tanah dan bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman dalam keadaan lingkungan. Pemberian zat yang salah, berlebihan, serba kurang, dan tidak tepat waktunya akan menyebabkan kematian tanaman, timbulnya gejala penyakit tanaman yang baru, kerusakan fisik tanah, tidak ekonomis, dll. Pupuk dapat diklasifikasikan berdasarkan kandungan unsur hara, berdasarkan reaksi kimia, berdasarkan, berdasarkan kelarutan. Dasar-dasar pemupukan perlu memerhatikan jenis tanaman, jenis tanah, jenis pupuk, dosis pupuk, waktu dan cara pemupukan Pemupukan dilakukan menjelang atau awal musim hujan. Jika pH tanah masam, perlu diberi kapur agar pH tanah naik sehingga pemupukan memberikan respon baik pada pertumbuhan tanaman. Pupuk dapat diberikan dengan cara Broad casting atau sebar dipermukaan tanah (manual dengan tanagan atau dengan traktor), Band placement (alur), Side dressing (di samping tanaman), dan Top dressing (ditebar saat sudah ada tanaman)

II. Teknik Irigasi
Teknik irigasi dapat memanfaatkan air permukaan dan air tanah. Irigasi dapat digolongkan menjadi irigasi teknik, setengah teknis, tadah hujan, dan irigasi pedesaan. Bangunan irigasi dapat berupa bendungan, waduk, embung, sumur, saluran (primer, sekunder, tersier, dan saluran pembuangan). Cara pemberian air irigasi yaitu irigasi permukaan, irigasi tetes, irigasi penyiraman, irigasi bawah permukaan. Teknik pemberian air di lapangan dapat dilakukan dengan menggunakan sprinkler atau penggenangan.

III. Teknik Rekayasa Pembungaan
Pembungaan merupakan suatu proses fisiologis dan morflogis dengan spektrum yang luas. Proses ini diawali denganmasa kritis yaitu terjadi perubahan primordia batang menjadi primordia bunga. Faktor internal yang dapat mempengaruhi tahap pembungaan yaitu tingkat kedewasaan jenis tanaman, status nutrisi tanaman. Faktor eksternalnya yaitu suhu, stress air, dan cahaya. Sedangkan faktor budidaya yaitu ringing/gridling, strangulasi, dan pemangkasan
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Wisma Adistira 1914161053 གིས-
I. PEMUPUKAN
Pupuk adalah bahan yang diberikan ke tanah dengan maksud untuk mengganti kehilangan unsur hara dalam tanah yang bertujuan untuk meningkatkaan produksi tanaman dalam keadaan lingkungan yang baik.
Klasifikasi Pupuk
Berdasarkan kandungan UH, berdasarkan kadar kandungan unsur haranya, berdasarkan reaksi kimianya, berdasarkan pembuatannya, dan berdasarkan kelarutannya
Pemupukan Yang Tepat
-jenis : disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dengan kandungan unsur hara N dan P
-Dosis : jumlah yang dibutuhkan persatuan luas
-waktu pemberian : sekaligus atau terbagi/bertahap
Cara Pemupukan
-memberi melalui akar, yang dilakukan dengan cara disebar, ditempatkan dalam larikan dan ditempatkan dalam lubang
-memberi pupuk melalui daun
Dasar-dasar pemupukan
Sebelum memupuk hal yang harus diperhatikan yaitu tanaman yang akan dipupuk, jenis tanah yang akan dipupuk, jenis pupuk yang digunakan, jumlah atau dosis pupuk yang digunakan, waktu pemupukan, cara pemupukan
Rumus=(100/%kandungan hara pupuk)×dosis rekomendasi

II. TEKNIK IRIGASI
Intinya adalah memberikan irigasi dengan jumlah yang cukup, mutu yang baik, dan membuang kelebihan air pada waktu yang tepat. alam teknik irigasi perlu dipahami respon tanaman terhadap kekeringan dan kelebihan air dikarenakan tiap tanaman berbeda-beda.Cara Pemberian Air meliputi irigasi permukaan, irigasi tetes, irigasi penyiraman, dan irigasi yang diintegrasi dengan pupuk.

III. TEKNIK REKAYASA PEMBUNGAAN
Proses pembungaan adalah hasil interaksi dari faktor eksternal (lingkungan) dan internal serta faktor budidaya
Faktor yang mempengaruhi pembungaan adalah:
- Faktor internal (tingkat kedewasaan setiap jenis tanaman, C/N rasio pada tanaman))
- Faktor eksternal (suhu, stress air, cahaya, dan unsure hara)
- Faktor budidaya (pemberian ZPT, ringing/gridlling dan strangulasi)
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Fiki Oktavian 1914161057 གིས-
Pemupukan
Pupuk adalah bahan yang diberikan ke dalam tanah baik yang organic maupun yang nonorganik dengan maksud uruk menggantikan kehilangan unsur hara dari dalam tanah. Pupuk ini bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman dalam keadaan lingkungan yang terbaik. Pupuk sendiri diklasifikasikan kedalam beberapa macam yaitu, berdasarkan kandungan unsur haranya, berdasarkan kadar kandungan unsur haranya, berdasarkan reaksi kimia, berdasarkan pembuatanya, dan berdasarkan kelarutanya. Sebelum melakukan pemupukan, hal yang perlu diperhatikan yaitu jenis tanaman, jenis tanah, jenis pupuk, jumlah dosis, waktu pemupukan, dan cara pemupukan. Waktu pemupukan ini biasanya dilakukan menjelang atau pada awal musim hujan. Cara pemberian pupuk dibedakan menjadi beberapa juga, seperti disebar, diletakan pada larikan, diletakan dalam lubang, dan pemupukan melalui daun.
Teknik Irigasi
Perlu diketahui, pemberian air irigasi harus dengan jumlah yang cukup, mutu yang baik, dan membuang air (drainase) pada waktu yang tepat. Cara pemberian air irigasi sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti, penggunaan irigasi tetes, irigasi permukaan, irigasi penyiraman, irigasi bawah permukaan, dan irigasi yang diintegrasikan dengan pemupukan.
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Dea Tri Wiliyanti གིས-
I.Pupuk
Pupuk adalah bahan yang diberikan ke dalam tanah baik yang organik maupun anorganik dengan maksud untuk mengganti kehilangan unsur hara dari dalam tanah dan bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman dalam keadaan faktor keliling atau lingkungan yang baik.
Pemupukan
Pemupukan dilakukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan daya dukung lahan.
- klasifikasi pupuk
1. Berdasarkan kandungan unsur hara dibagi menjadi
A. Pupuk tunggal yaitu pupuk yang hanya mengandung satu macam unsur misalnya NPK
Pupuk majemuk yaitu pupuk yang mengandung lebih dari satu macam unsur hara misalnya rustica yellow yang terdiri dari n, p, k
2. Berdasarkan kadar kandungan unsur hara nya
A. Yang berkadar unsur hara tinggi yaitu kandungan unsur hara nya lebih dari 30%
B. Yang berkadar Hara sedang kandungan unsur nya 20 sampai 30%
C. Yang berkadar Hara rendah yaitu kandungan unsur hara nya kurang dari 20%
3. Berdasarkan reaksi kimianya yaitu pupuk masam, pupuk Netral, pupuk basa
4. Berdasarkan pembuatannya yaitu pupuk alam dan pupuk buatan
5. Berdasarkan kelarutannya yaitu larut dalam air larut dalam asam sitrat, larut dalam asam keras
Dasar-dasar pemupukan
Sebelum memupuk hal yang harus diperhatikan yaitu tanaman yang akan dipupuk, jenis tanah yang akan dipupuk, jenis pupuk yang digunakan, jumlah atau dosis pupuk yang digunakan, waktu pemupukan, cara pemupukan
Perhitungan kebutuhan pupuk
Rumus=(100/%kandungan hara pupuk)×dosis rekomendasi

Pemupukan yang tepat harus sesuai jenis, dosis, waktu pemberian
Cara pemberian yaitu dengan cara broad casting atau sebar, band placement atau alur, Side dressing atau di samping tanaman, top dressing atau ditebar pada saat sudah ada tanaman
Cara tugal untuk memisahkan jenis pupuk yang tidak boleh dicampur, untuk mengefisiensikan cara melingkar bila tenaga kerja kurang
Cara pemupukan
Terdapat dua cara pemupukan atau memupuk yakni memupuk dengan cara pemberian melalui akar dan memupuk dengan cara pemberian melalui daun
-Mempuk melalui akar
yaitu dengan cara disebar, ditempatkan di antara tarikan atau Barisan, ditempatkan di dalam lubang
-Memupuk melalui daun
Pupuk yang dilarutkan ke dalam air dengan konsentrasi sangat rendah kemudian disemprotkan langsung kepada daun dengan alat penyemprot biasa
Cara pemupukan dan penyemprotan melalui daun dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yaitu unsur hara sulit diambil tanaman melalui akar tanah, bila unsur hara dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, kondisi dan sifat fisik dari pupuk yang buruk bila pemakaian pupuk dengan cara pemberian melalui akar tidak berhasil, pengaruh maksimum dari pupuk terhadap tanaman dapat diperoleh Selama musim kering


II. Teknik irigasi
Batasan adalah memberikan air irigasi dengan jumlah yang cukup,mutu yang baik dan membuang kelebihan air drainase pada waktu yang tepat
Pengelolaan air
-Sumber air untuk irigasi yaitu air permukaan, air tanah
-Golongan irigasi yaitu irigasi teknis setengah teknis, irigasi pedesaan, Rainfead atau tadah hujan
-Bangunan irigasi yaitu
- Waduk, Bandung, empat, sumur artesis
- saluran primer , sekunder, tersier dan saluran pembuangan
Cara pemberian air yaitu irigasi permukaan Oma irigasi tetes, irigasi penyiraman, irigasi bawah permukaan, irigasi yang diintegrasikan dengan pemupukan
III> Teknik rekayasa pembungaan
Pembungaan merupakan suatu proses fisiologis dan morfologi dengan spektrum yang luas. Proses ini diawali dengan masa Perintis yaitu terjadinya perubahan primordia batang menjadi primordia bunga
Faktor yang berpengaruh pada fase reproduktif
1. Faktor internal berupa tingkat kedewasaan setiap jenis tanaman, dan statys nutrisi
2. Faktor eksternal berupa suhu, stress air, cahaya dan unsur hara
3. Faktor budidaya yaitu pemberian zpt ringing atau gridling, pemangkasan
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Nurhidayah 1914161015 གིས-
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Bu, saya Nurhidayah NPM 1914161015 izin melampirkan tugas resume mata kuliah produksi tanaman hortikultura. Terimakasih bu, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Ahmad Zaky Abyan 1914161047 གིས-
PEMUPUKAN
Pupuk merupakan bahan yang diberikn ke dalam tanah baik organic maupun anorganik dengan
maksud untuk mengganti kehilangan unsur hara dari dalam tanah dan bertujuan untuk
meningkatkan produksi tanaman dalam keadan factor lingkungan yang baik. Pemupukan
dilakukan dengan dasar analisis tanah dan jaringan tanaman.
Klasifikasi Pupuk
1. Berdasarkan kandungan unsur hara, dibagi menjadi pupuk tunggal dan pupuk
majemuk. Pupuk tunggal merupakan pupuk yang mengandung satu unsur hara,
misalnya urea (N), TSP (P). sedangkan pupuk majemuk adalah pupuk yang
mengandung lebih dari 1 unsur hara contohnya seperti pupuk mutiara mengandung
unsur N, p dan K.
2. Berdasarkan kelarutannya, terdapat pupuk larut dalam air, pupuk larut dalam asam
sitrat, dan larut dalam asam keras.
Pemupukan yang baik dilakukan menjelang atau awal musim hujan. Umumnya pemupukan
dilakukan pada saat taanaman berumur 1-3 bulan. Jika tanah yang diolah jelek , maka
pemuoukan dilakukan lebih awal.
Cara pemberian pupuk ada berbagai cara diantaranya yaitu
1. Broad casting atau disebar kepermukaan tanah
2. Band placement ( alur )
3. Side dressing (disamping tanaman)
4. Top dressing

TEKNIK IRIGASI
Pemberian air (irigasi) harus dengan jumlah yang cukup, mutu yang baik, dan membuang
kelebihan air pada waktu yang tepat. Sumber irigasi berasal dari air permukaan dan air tanah.
Bangunan irigasi bisa bebentuk waduk, bendungan, embung, dan sumur artesis.
Terdapat beberapa tipe irigasi yaitu :
1. Irigasi permukaan
2. Irigasi tetes
3. Irigasi penyiraman
4. Irigasi bawah permukaan
5. Irigasi

PEMBUNGAAN
Proses pembungaan pada dasarnya merupakan interaksi dari pengaruh dua faktor besar yaitu
faktor eksternal (lingkungan) dan Internal ditambah dengan faktor budidaya.
1. Faktor Internal : tingkat kedewasaan setiap jenis tanaman, dan status nutrisi pada
tanaman
2. Factor eksternal : suhu,cahaya, unsur hara
3. Factor budidaya :
 Penggunaan ZPT merupakam satu cara yang dapat digunakan untuk mengatur
pembungaan. ZPT yang paling sering digunakan adalah paclobutrazol dan KNO3.
 Ringing/Girding adalah pengeratan/pembuangan kulit kayu (menguliti)secara
melingkar pada pangkal pohon atau cabang yang akan diinduksi pembungaannya
yang membentuk cincin selebar 2 – 5 mm tergantung pada jenis dan besarnya
tanaman
 Pemangkasan adalah membuang cabang atau ranting yang tidak berguna akan
merangsang terjadinya transisi dari pertumbuhan vegetatif ke pertumbuhan generatif.
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Stevani Aldini Ramadhan གིས-
1. Pemupukan
Pupuk adalah bahan kimia baik organik maupun nonorganik yang diberikan ke dalam tanah untuk meningkatkan produksi tanaman dalam lingkungan yang baik. Pemupukan dilakukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan daya dukung lahan. Penentuan dosis pupuk dilakukan dengan dasar analisis tanah dan jaringan tanaman. Berdasarkan kandungan unsur hara, pupuk dibagi menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Sedangkan berdasarkan pembuatanya pupuk dibagi menjadi pupuk alami dan pupuk buatan. Pemberian zat yang salah, kelebihan atau serba kurang serta pemberian zat yang tidak tepat pada waktunya akan menimbulkan akibat yang sangat merugikan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemupukan adalah jenis tanah, jenis pupuk, dosis pupuk, waktu pemupuka dan cara pemupukan.
Pemupukan dilakukan menjelang atau awal musim hujan, pada saat tanaman berumur 1-3 bulan umumnya dilakukan pemupukan. Apabila Ph tanah masam maka perlu diberi kapur kaptan (CaCo3). Perhitungan pupuk dapat dihitung dengan rumus = 100/ % kandungan hara x dosis pupuk rekomendasi. Cara pemberian pupuk dapat di tugal, ditabur maupun di semprot. Pemupukan dapat melalui akar maupun daun.

2.Teknik Irigasi
Pemberian air (irigasi) harus dengan jumlah yang cukup, mutu yang baik, dan membuang kelebihan air pada waktu yang tepat. Sumber irigasi berasal dari air permukaan dan air tanah. Bangunan irigasi bisa bebentuk waduk, bendungan, embung, dan sumur artesis. Cara pemberian air harus memperhatikan status air tanah dan fase pertumbuhan. Ada beberapa macam dalam pemberian air (irigasi) yaitu :
1. Irigasi permukaan
2. Irigasi tetes
3. Irigasi penyiraman
4. Irigasi bawah permukaan
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

THAHER RIFA'I གིས-
A. Pemupukan 

Pupuk adalah bahan kimia baik organik maupun nonorganik yang diberikan ke dalam tanah untuk meningkatkan produksi tanaman dalam lingkungan yang baik. Pemupukan dilakukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan daya dukung lahan. Penentuan dosis pupuk dilakukan dengan dasar analisis tanah dan jaringan tanaman. Berdasarkan kandungan unsur hara, pupuk dibagi menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Sedangkan berdasarkan pembuatanya pupuk dibagi menjadi pupuk alami dan pupuk buatan. Pemberian zat yang salah, kelebihan atau serba kurang serta pemberian zat yang tidak tepat pada waktunya akan menimbulkan akibat yang sangat merugikan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemupukan adalah jenis tanah, jenis pupuk, dosis pupuk, waktu pemupuka dan cara pemupukan. Pemupukan dilakukan menjelang atau awal musim hujan, pada saat tanaman berumur 1-3 bulan umumnya dilakukan pemupukan. Apabila Ph tanah masam maka perlu diberi kapur kaptan (CaCo3). Perhitungan pupuk dapat dihitung dengan rumus = 100/ % kandungan hara x dosis pupuk rekomendasi. Cara pemberian pupuk dapat di tugal, ditabur maupun di semprot. Pemupukan dapat melalui akar maupun daun. 

 B. Teknik Irigasi 

Pemberian air (irigasi) harus dengan jumlah yang cukup, mutu yang baik, dan membuang kelebihan air pada waktu yang tepat. Sumber irigasi berasal dari air permukaan dan air tanah. Bangunan irigasi bisa bebentuk waduk, bendungan, embung, dan sumur artesis. Cara pemberian air harus memperhatikan status air tanah dan fase pertumbuhan. Ada beberapa macam dalam pemberian air (irigasi) yaitu : 1. Irigasi permukaan 2. Irigasi tetes 3. Irigasi penyiraman 4. Irigasi bawah permukaan

C. Pembungaan 

Pembungaan merupakan suatu proses fisiologis dan morfologis dengan spektrum yang luas.

Proses pembungaan pada dasarnya merupakan interaksi dari pengaruh dua faktor besar yaitu 

faktor eksternal (lingkungan) dan Internal ditambah dengan faktor budidaya.

1. Faktor Internal : tingkat kedewasaan setiap jenis tanaman dan status nutrisi pada 

Tanaman (C/N ratio).

2. Faktor eksternal : suhu,cahaya, unsur hara dan stress air.

3. Faktor budidaya :

➢ Penggunaan ZPT merupakam satu cara yang dapat digunakan untuk mengatur 

pembungaan. ZPT yang paling sering digunakan adalah paclobutrazol dan KNO3.

➢ Ringing yaitu pengeratan/pembuangan kulit kayu (menguliti)secara melingkar pada 

pangkal pohon atau cabang yang akan diinduksi pembungaannya yang membentuk 

cincin selebar 2 – 5 mm tergantung pada jenis dan besarnya tanaman

➢ Pemangkasan adalah membuang cabang atau ranting yang tidak berguna akan 

merangsang terjadinya transisi dari pertumbuhan vegetatif ke pertumbuhan generatif

In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Erika Gusteres Saputri 1954161017 གིས-
1. PEMUPUKAN
Pemupukan bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman agar produksi tanaman juga dapat meningkat dengan mengganti atau melengkapi unsur hara pada tanah yang hilang. Dilakukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan daya dukung lahan. Alasan tanah dipupuk adalah karena adanya pemanenan dan pencucian zat hara yang hilang.
Melakukan pemupukan harus tepat baik dosis, waktu, cara, dan jenis agar tidak menimbulkan akibat yang merugikan seperti kematian tanaman, kerusakan fisik tanah, dan peningkatan biaya atau tidak ekonomis. Dan penentuan dosis biasanya dilakukan dengan dasar analisis tanah dan jaringan tanaman.

2. TEKNIK IRIGASI
Teknologi irigasi harus memastikan air yang cukup berkualitas tinggi dan drainase tepat waktu. Metode penyediaan air bagi tanaman dapat berupa irigasi permukaan, irigasi tetes, irigasi, irigasi bawah tanah, dan irigasi pupuk.

3. TEKNIK REKAYASA PEMBUNGAAN
Pembungaan merupakan suatu proses fisiologis dan morfologis dengan spektrum yang luas. Proses ini diawali dengan masa kritis yaitu terjadi perubahan primordia batang menjadi primordia bunga. Faktor-faktor yang mempengaruhi masa reproduksi selama periode pembungaan meliputi faktor internal (kematangan tanaman dan rasio C/N tanaman), faktor eksternal (suhu, kelembaban, cahaya, nutrisi), faktor budidaya (dalam CPT, siklisasi, pemangkasan).

4. TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN
Teknik pemeliharaan tanaman meliputi sebagai berikut :
A. Ringing/gridling
Ringing/Girding adalah pengeratan/pembuangan kulit kayu (menguliti)secara melingkar pada pangkal pohon atau cabang yang akan diinduksi pembungaannya yang membentuk cincin selebar 2 – 5 mm tergantung pada jenis dan besarnya tanaman
B. Strangulasi
Strangulasi adalah melilit batang atau cabang dengan kawat.
C. Pemangkasan
Pemangkasan adalah memangkas atau membuang cabang dan ranting-ranting yang tidak berguna.
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Jimmy Villian གིས-
Nama : Jimmy villian
NPM : 1954161007
Mata kuliah: Produksi tanaman Hortikultura

A. Teknik pemupukan

Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik dan untuk meningkatkan produksi tanaman dalam keadan factor lingkungan yang baik.

Klasifikasi Pupuk
1. Pupuk dari kandungan unsur hara, dibagi menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal merupakan pupuk yang mengandung satu unsur hara, misalnya urea (N), TSP (P). .
2. Pupuk berdasarkan kelarutannya, terdapat pupuk larut dalam air, pupuk larut dalam asam sitrat, dan larut dalam asam keras. Pemupukan juga baik dilakukan menjelang atau awal musim hujan.

Cara pemberian pupuk
- Broadcasting atau sebar di permukaan tanah (bias menual dengan tanah, bias dengan tractor)
- Band placement (alur)
- Side dressing (disamping tanaman)
- Top dressing (ditebar pada saat sudh ada tanaman)
- Cara tugal : untuk memisahkan jenis pupuk yang tidak boleh dicampur, untuk
mengefisienkan cara melingkar, bila tenaga kerja kurang.

Dasar dasar pemupukan :
a. Tanaman yang akan dipupuk
b. Jenis tanah yang akan dipupuk
c. Jenis pupuk yang akan digunakan
d. Jumlah pupuk yang akan di gunakan
e. Waktu pemupukan
f. Cara pemupukan



B. Teknik Irigasi

Pemberian air (irigasi) harus dengan jumlah yang cukup, mutu yang baik, dan membuang kelebihan air pada waktu yang tepat. Sumber irigasi berasal dari air permukaan dan air tanah. Bangunan irigasi bisa bebentuk waduk, bendungan, embung, dan sumur artesis.

Terdapat beberapa tipe irigasi yaitu :
1. Irigasi permukaan
2. Irigasi tetes
3. Irigasi penyiraman
4. Irigasi bawah permukaan

C. Teknik Rekayasa Pembungaan

Pembungaan merupakan satu proses fisisologis dan morfologi dengan spektrum luas Faktor yang berpengaruh pada fase reproduktif
1. Faktor Internal : tingkat kedewasaan setiap jenis tanaman, dan status nutrisi pada tanaman
2. Factor eksternal : suhu,cahaya, unsur hara
3. Faktor budidaya yaitu pemberian zpt ringing atau gridling, pemangkasan
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Putu eka Suyanti གིས-
A. Pupuk
adalah bahan organik maupun anorganik yang diberikan kedalam tanah dengan maksud mengganti kehilangan unsur hara dari dalam tanah yang bertujuan untuk meningkatkan produks tanaman.

B. Ilmu pemupukan
adalah ilmu yang bertujuan untuk mengetahui zat-zat apakah yang perlu dberikan kepada tanah sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman meningkat produksinya.Pemberian zat yang salah, pemberian yang berlebihan atau serba kurang dan pemberian yang tidak tept pada waktunya akan menimbulkan kerugian yaitu seperti kematian tanaman, timbulnya gejala-gejala penyakit tanaman, kerusakan fisik dan akan rugi dari segi ekonomis.

C. Dasar-dasar pemupukan
Adapun hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemupukan anatara lain adalah :
1. Tanaman yang akan dipupuk
2. Jenis tanah yang akan dipupuk
3. Jenis pupuk yang digunakan
4. Jumllah dosis yang digunakan
5. Waktu pemupukan
6. Cara pemupukan
7.
D. Waktu pemupukan
Pemupukan dilakukan menjelang atau awal musim hujan. Kalau diperlakukan pupuk tambahan pada tahun yang sama, maka dilakukan menjelang akhir musim hujan. Jenis pupuk yang biasanya digunakan adalah pupuk yang mengandung unsur hara primer (N,P,K).Namun mungkin saja tanaman juga kekurangan unsur hara lain. Oleh karena ada 3cara untuk mengetahui tanaman kekurangan unsur hara (deficiency) apa saja, yaitu:
1.Mengamati gejala-gejala yang muncul dalam pertumbuhan tanaman, apakah normal atau tidak.
2.Analisis tanah di laboratorium dengan mengambil sample tanah di lapangan
3.Analisis jaringan tanaman di laboratorium dengan mengambil sample daun tanaman.

E. Cara pemupukan
Ada dua cara pemupukan yaitu :
1. Pemupukan melalui akar
 Disebar : pupuk disebarkan keatas perukaan tanah disekitar pertanaman dilakukan pada waktu pembajakan terakhir sehari sebelum tanam, kemudian diinjak-injak agar pupuk masuk ke dalam tanah.
 Ditempatkan pada larikan atau barisan tanaman : Pupuk ditaburkan di antara larikan tanaman dan kemudian ditutup kembali dengan tanah. Untuk tanaman tahunan ditaburkan melingkari tanaman dengan jarak tegak lurus daun terjauh dan ditutup kembali dengan tanah.
 Ditempatkan didalam lubang
2. Pemupukan melalui daun
Sebelum memberikan pupuk ke daun ada beberapa hal yang dianggap mutlak diketahui dulu, yaitu Konsentrasi larutan pupuk yang dibuat harus sangat rendah atau mengikuti petunjuk dalam kemasan pupuk. Pupuk daun disemprotkan ke bagian daun yang menghadap ke bawah. Pupuk hendaknya disemprotkan kelika matahari tidak sedang terik-teriknya. Paling ideal dilakukan sore atau pagi hari persis kelika matahari belum begitu menyengat. Penyemprotan pupuk daun jangan dilaksanakan menjelang musim hujan. Larangan menyemprot daun tanaman : Setelah beberapa kali penyemprotan munculah tunas baru yang nantinya menjadi ranting dan daun. Sebab tunas muda ini amat peka terhadap pupuk, apalagi kalau dosisnya melebihi dari yang dianjurkan. Tetapi bila nanti tunas baru itu telah berubah menjadi ranting dan daun yang cukup kuat, barulah tanaman boleh disemprot lagi.

F. Teknik irigasi
Adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan air dan membuang air tepat pada waktunya (drainase).

G. Pengolahan Air
- Sumber air untuk irigasi : Air permukaan dan Air tanah.
- Golongan irigasi :
1. lrigasi teknis : bangunan yang dibuat terencana dan permanen dan memiliki banguan ukur (masuk dan keluar).
2. Setengah teknis : saluran permanen tetapi tidak ada bangunan ukur
3. lrigasi Pedesaan : Saluran tidak permanen dan tidak ada bangunan ukur
Rainfed atau tadah hujan tergantung air hujan, tidak ada bangunan irigasi
- Bangunan lrigasi : Waduk, bendung, embung, sumur artesis, Saluran primer, sekunder, tersier, dan saluran pembuangan
- Cara pemberian air : tindakan penambahan air untuk tanaman
lrigasi permukaan, lewat saluran irigasi di antara barisan tanaman atau bedengan
- lrigasi tetes (drip irigation), lrigasi penyiraman (lndividu : gayung, Curah : sprinkler), dan lrigasi bawah permukaan.

H. Pembungaan
Proses pembungaan pada dasarnya merupakan interaksi dari pengaruh dua faktor besar yaitu faktor eksternal (lingkungan) dan Internal ditambah dengan faktor budidaya.
1. Faktor internal : Tingkat kedewasaan setiap jenis tanaman, Statys nutrisi (C/N ratio) pada tanaman
2. Faktor Internal : Suhu, stress air, cahaya, unsur hara
3. Faktor budidaya : Pemberian ZPT, Ringing/Girdling dan strangulasi dan Pemangkasan.
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Oktavian Alandra S 1954161013 གིས-
Pemupukan
Pengertian Pupuk Pupuk Adalah bahan yang diberikan ke dalam tanah baik yang organik maupun anorganik dengan maksud untuk mengganti kehilangan unsur hara dari dalam tanah dan bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman dalam keadaan faktor keliling atau lingkungan yang baik. Ilmu Pemupukan Adalah ilmu yang bertujuan menyelidiki tentang zat-zat apakah yang perlu diberikan kepada tanah sehubungan dengan kekurangan zat-zat tersebut yang terkandung di dalam tanah yang perlu, guna pertumbuhan dan perkembangan tanaman dalam rangka meningkatkan produksinya agar tercapai hasil yang tinggi.
Pemupukan dilakukan menjelang atau awal musim hujan, pada saat tanaman berumur 1-3 bulan umumnya dilakukan pemupukan. Apabila Ph tanah masam maka perlu diberi kapur kaptan (CaCo3). Perhitungan pupuk dapat dihitung dengan rumus = 100/ % kandungan hara x dosis pupuk rekomendasi. Cara pemberian pupuk dapat di tugal, ditabur maupun di semprot. Pemupukan dapat melalui akar maupun daun.
B. Teknik Irigasi
Pemberian air (irigasi) harus dengan jumlah yang cukup, mutu yang baik, dan membuang kelebihan air pada waktu yang tepat. Sumber irigasi berasal dari air permukaan dan air tanah. Bangunan irigasi bisa bebentuk waduk, bendungan, embung, dan sumur artesis. Cara pemberian air harus memperhatikan status air tanah dan fase pertumbuhan. Ada beberapa macam dalam pemberian air (irigasi) yaitu :
1. Irigasi permukaan
2. Irigasi tetes
3. Irigasi penyiraman
4. Irigasi bawah permukaan

C. Pembungaan
Pembungaan merupakan suatu proses fisiologis dan morfologis dengan spektrum yang luas. Proses pembungaan pada dasarnya merupakan interaksi dari pengaruh dua faktor besar yaitu
faktor eksternal (lingkungan) dan Internal ditambah dengan faktor budidaya.
1. Faktor Internal : tingkat kedewasaan setiap jenis tanaman dan status nutrisi pada
Tanaman (C/N ratio).
2. Faktor eksternal : suhu,cahaya, unsur hara dan stress air.
3. Faktor budidaya :
• Penggunaan ZPT merupakam satu cara yang dapat digunakan untuk mengatur pembungaan. ZPT yang paling sering digunakan adalah paclobutrazol dan KNO3.
• Ringing yaitu pengeratan/pembuangan kulit kayu (menguliti)secara melingkar pada pangkal pohon atau cabang yang akan diinduksi pembungaannya yang membentuk cincin selebar 2 – 5 mm tergantung pada jenis dan besarnya tanaman
• Pemangkasan adalah membuang cabang atau ranting yang tidak berguna akan merangsang terjadinya transisi dari pertumbuhan vegetatif ke pertumbuhan generatif
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Dian tika roisnahadi གིས-
1. PEMUPUKAN
Pupuk merupakan bahan yang diberikan ke dalam tanah baik yang organik maupun anorganik dengan maksud untuk mengganti kehilangan unsur hara dari dalam tanah dan bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman dalam keadaan faktor keliling atau lingkungan yang baik.
tanah harus dipupuk karena proses pemanenan, penghayutan dan pencucian zat hara yang hilang. Pemberian zat yang berlebihan atau kekurangan yang tidak tepat waktu akan terjadi kematian tanaman, timbulnya gejala-gejala penyakit tanaman yang baru, kerusakan fisik tanah, dan tidak ekonomis.

Klasifikasi pupuk sebagai berikut:
1. Berdasarkan kandungan unsur hara, dibagi menjadi : pupuk tunggal (Urea :N; ZK:K;TSP:P) dan pupuk majemuk (DAP: N dan P; Rustica yellow: N, P dan K.
2. Berdasarkan kadar kandungan unsure haranya yaitu: berkadar tinggi, berkadar sedang, dan berkadar rendah .
3. Berdasarkan reaksi kimianya yaitu: pupuk masam, pupuk netral dan pupuk basa.
4. Berdasarkan pembuatannya yaitu: larut dalam air, asam sitrat, dan asam keras.

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum pemupukan adalah tanaman yang akan dipupuk; jenis tanah yang akan dipupuk; jenis pupuk yang digunakan; jumlah (dosis) pupuk yang digunakan; waktu pemupukan; cara pemupukan.


II. TEKNIK IRIGASI
Pengelolaan air
a. sumber air untuk irigasi : air permukaan dan air tanah
b. golongan irigasi : irigasi teknis, setengah teknis, rainfed (tadah hujan)
c. bangunan irigasi : waduk, embung, saluran (primer, sekunder, tersier) dan saluran pembuangan.
Cara pemberian air
- Tindakan untuk menambahkan air yaitu dengan irigasi permukaan, irigasi teets, irigasi penyiraman, irigasi bawah permukaan, dan irigasi yang berintegrasi dengan pemupukan.
- Teknik pemberian air dilapangan : menggunakan sprinkler dan penggenangan.

III. TEKNIK REKAYASA DAN PEMBUNGAAN
Pembungaan merupakan suatu proses fisiologi dan morfologis dengan spectrum yang luas.
Faktor yang mempengaruhi pembungaan adalah:
- Faktor internal
- Faktor eksternal
- Faktor budidaya
In reply to Dr. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si

Re: TUGAS

Evi Putriani གིས-

A. Pemupukan 

Pemupukan adalah bahan organik anorganik yang diberikan ke dalam tanah untuk mengganti unsur hara yang hilang di tanah dan bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman.

1. Berdasarkan kandungan unsur hara nya, pupuk dibagi menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk.

2. Berdasarkan kadar kandungan unsur haranya, pupuk dibagi menjadi yang berkadar unsur hara tinggi, sedang dan rendah.

3. Berdasarkan reaksi kimianya, pupuk dibagi menjadi pupuk masam, basa dan netral.

4. Berdasarkan pembuatannya, dibagi menjadi pupuk alam (organik) dan pupuk buatan (anorganik).

5. Berdasarkan kelarutannya, dibagi menjadi pupuk yang larut dalam air, larut dalam asam sitrat dan larut dalam asam keras.

Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemupukan yaitu jenis tanaman yang akan dipupuk, jenis tanah, jenis pupuk yang akan digunakan, dosis pupuk, waktu dan cara pemupukan. Secara umum pupuk dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :

1. Pemberian pupuk melalui akar, dengan cara disebar, ditempatkan diantara larikan, dan ditempatkan dalam lubang.

2. Pemberian pupuk melalui daun, yaitu dengan cara pupuk disemprotkan langsung ke daun dengan alat sprayer.


B. Teknik Irigasi

Adalah kegiatan yang memberikan air ke tanaman dengan jumlah yang cukup, dan membuang kelebihan air pada waktu yang tepat.Cara mempersembahkan air ke tanaman dapat dilakukan dengan irigasi permukaan,irigasi tetes,irigasi penyiraman,irigasi bawah permukaan dan irigasi yang terintegrasi dengan pemupukan (fertigasi).

C. Teknik Rekayasa Pembungaan

Pembungaan merupakan suatu proses fisiologis dan morfologis dengan spektrum yang luas. Proses ini dimulai dengan masa kritis,dimana terjadi perubahan primordia batang menjadi primordia bunga.