Mahasiswa semua silakan diskusikan hal-hal penting terkait materi macam-macam model pembelajaran, dan cara pemilihan model pembelajaran.
Baik bu
Izin menaggapi Bu nama saya Delia Mulniyati NPM 1813033019
- Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) ...
- Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) ...
- Model Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) ...
- Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Discovery Learning) ...
- Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
Baik buu
Baik bu
baik bu
Baik bu
baik bu
Baik bu
Baik bu
Baik bu
Baik bu
baik bu
Assalamualaikum wr.wb selamat pagi teman teman semua, saya Joko Sutrisno NPM 1813033013, selaku moderator akan memandu jalannya diskusi pada pagi hari ini, silakan anggota kelompok untuk sedikit memaparkan materi nya, untuk anggota kelompok saya persilahkan
waalaikumsalam wr wb. baik
Waalaikumsalam baik moderator
Waalaikumsalam, baik moderator
Waalaikumsalam, baik moderator
Waalaikumsalam wr.wb baik moderator
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, baik moderator
Saya Lidia Millinia, NPM 1813033031 akan menyampaikan materi mengenai; Kata “Inovatif” berasal dari kata sifat bahasa Inggris inovative. Kata ini berakar dari kata kerja to innovate yang mempunyai arti menemukan (sesuatu yang baru). Oleh karena itu, pembelajaran inovatif dapat diartikan sebagai pembelajaran yang dirancang oleh guru, yang sifatnya baru, tidak seperti yang biasanya dilakukan, dan bertujuan untuk menfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka proses perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa. Dalam konteks program belajar mengajar, program pembelajaran yang inovatif dapat berarti program yang dibuat sebagai upaya mencari pemecahan suatu masalah. Itu disebabkan, karena program pembelajaran tersebut belum pernah dilakukan atau program pembelajaran yang sejenis sedang dijalankan akan tetapi perlu perbaikan (Budi Wahyono, 2016).
Program pembelajaran inovatif adalah program pembelajaran yang langsung memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi oleh kelas berdasarkan kondisi kelas. Pada gilirannya program pembelajaran tersebut akan memberi sumbangan terhadap usaha peningkatan mutu sekolah secara keseluruhan. Berdasarkan definisi secara harfiah pembelajaran inovatif tersebut, tampak di dalamnya terkandung makna pembaharuan. Gagasan pembaharuan muncul sebagai akibat seseorang merasakan adanya anomali atau krisis pada paradigma yang dianutnya dalam memecahkan masalah belajar. Oleh sebab itu, dibutuhkan paradigma baru yang diyakini mampu memecahkan masalah tersebut. Perubahan paradigma seyogyanya diakomodasi oleh semua manusia, karena manusia sebagai individu adalah makhluk kreatif. Namun, perubahan sering dianggap sebagai pengganggu kenyamanan diri, karena pada hakikatnya seseorang secara alamiah lebih mudah terjangkit virus rutinitas.
Sekian, terimakasih
Waalaikumsalam moderator
Terimakasih anggota kelompok atas pemaparan nya, menuju tanya jawab dibuka untuk tiga penanya kepada aundiens yang ingin bertanya dipersilahkan
Izin bertanya moderator
izin bertanya
Izin bertanya moderator
Saya Siti Nurhasanah npm 1813033003 izin bertanya, dalam proses pelaksanaan langkah-langkah model kontekstual, kendala apakah yang paling sulit dialami guru dan bagaimana semestinya menyelesaikannya?
Saya Siska NPM 1813033007 perwakilan kelompok akan menjawab pertanyaan dari saudari Dayu, yakni bagaimana cara guru mengatasi hal tersebut dengan model pembelajaran yang Inovatif? Jawabannya: dengan menggunakan salah satu model pembelajaran misalnya Model Pembelajaran Pada dasarnya portofolio sebagai model pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan Dosen agar mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengungkapkan dan mengekspresikan dirinya sebagai individu maupun kelompok. Kemampuan tersebut diperoleh mahasiswa melalui pengalaman belajar sehingga memiliki kemampuan mengorganisir informasi yang ditemukan, membuat laporan dan menuliskan apa yang ada dalam pikirannya, dan selanjutnya dituangkan secara penuh dalam tugastugasnya. Portofolio sebagai model pembelajaran juga dapat diartikan sebagai suatu kumpulan pekerjaan peserta didik dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio itu sendiri. Portofolio biasanya merupakan karya terpilih dari seorang mahasiswa, tetapi dapat juga berupa karya terpilih dari suatu kelas secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan untuk mengatasi masalah. Sekian yang dapat saya sampaikan terimakasih moderator
Saya Christine Amellia Putri (1813033025) setuju dengan jawaban saudari Siska, bahwa model pembelajaran portofolio dapat digunakan untuk mengatasinya. Model pembelajaran porfolio memberikan pelajaran bagi mahasiswa untuk dapat lebih mengasah dan mengeksplor kemampuannya, terlebih dalam hal mengungkapkan suatu hal yang membuatnya tertarik. Dengan menggunakan metode pembelajaran ini, mahasiswa akan semakin terlatih untuk mengungkapkan sekaligus menyusun laporan.
Saya Salsabila Az Zahra NPM 1813033037, izin mengoementari jawaban Resti.
saya bertanya moderator
Saya Novita Trisnawati npm 1813033027, izin menjawab pertanyaan dari saudari Nur afifah.
Cara guru agar dapat menemukan strategi belajar yang inovatif khususnya dalam pembelajaran sejarah yaitu mengetahui pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik sejarah, dimana mengandung kemampuan sebagai berikut:
1) Mengajak peserta didik berfikir kesejarahan dengan cara berfikir imajinatif yakni membayangkan sesuatu peristiwa yang pernah ada dan benar-benar terjadi.
2) Melatih intelektual peserta didik sehingga mampu menarik generalisasi-generalisasi dalam sejarah dengan menggunakan belajar inkuiri dan belajar kooperatif.
3) Membimbing peserta memahami konsep-konsep secara induktif maupun deduktif.
4) Menunjukan realita-realita yang hidup di masyarakat dengan menanamkan kesadaran kesejarahan dan perspektif.
5) Membimbing peserta didik menemukan dan merasakan fungsi dan manfaat belajar sejarah di dalam praktik kehidupan sosial sehari-hari baik secara individu maupun kelompok.
Dengan mengetahui karakteristik dari pembelajaran sejarah, maka guru akan menemukan strategi pembelajaran sejarah yang nantinya dapat dikembangkan menjadi inovatif.
Sekian, terimakasih.
Nama saya Lidia Millinia NPM 1813033031, perwakilan kelompok izin menjawab dari pertanyaan Nur Afifah; Guru sebagai salah satu komponen utama dari tenaga kependidikan, memiliki tugas untuk melaksanakan proses pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran diharapkan paham tentang pengertian strategi pembelajaran.Sebagai pendidik, seyogyanya mengetahui dan dapat menerapkan berbagai strategi pembelajaran inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal atau dapat mencapai kompetensi. Proses pendidikan dari masa ke masa terus melakukan inovasi, sesuai dengan perkembangan dan kemampuan manusia itu sendiri, sehingga pendidikan mengalami kemajuan yang cukup pesat. Hal ini terbukti dengan adanya penemuan ilmu pengetahuan baru, yang sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan selalu bersifat maju dan berorientasi ke depan. Adanya inovasi tidak terlepas dengan adanya teknologi dan modernisasi. Teknologi mewujudkan terciptanya inovasi melalui penerapan ilmu pengetahuan dan modernisasi yang merupakan wujud penerapan hasil teknologi dan inovasi tersebut. Pembelajaran inovatif dapat dilakukan dengan cara mengadaptasi strategi pembelajaran menyenangkan yang bisa membuat siswa terbebas dari kejenuhan-kejenuhan pembelajaran. Melalui strategi pembelajaran inovatif, peserta didik harus terbebas dari perasaan bosan, malas, ketakutan akan kegagalan atau perasaan tertekan dikarenakan tenggang waktu tugas dll. Banyak sekali inovasi-inovasi dalam pembelajaran yang dapat diterapkan. Misalnya saat ini tengah ramai pembelajaran dengan computer atau lebih dikenal dengan Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK) bermodel Drill, tutorial atau simulasi. Materi pelajaran yang tadinya disampaikan secara lisan oleh guru, dapat dibaca sendiri oleh siswa melalui layar komputer maupun ketika diproyeksikan secara visual di depan kelas. Sekian, terimakasih
Baiklah Saya Erika Sukma Lestari npm 1813033021 izin menanggapi, Pembelajaran inovatif mendasarkan diri pada paradigma konstruktivistik. Pembelajaran inovatif biasanya berlandaskan paradigma konstruktivistik membantu siswa untuk menginternalisasi, membentuk kembali, atau mentransformasi informasi baru.carayang paling efektif untuk menemukan metode belajar sejarah yang inovatif dilakukan dengan pendekatan terhadap siswa. Guru harus bisa memahami bagaimana kondisi siswa. Dengan guru memahami perilaku siswa maka guru bisa memberikan Inovasi pembelajaran bagi siswa yang sesuai dengan keinginannya
Karena sudah ada tiga penanya maka sesi tanya jawab saya tutup, dipersilahkan anggota yang ingin menjawab, dan kepada para audiens yang ingin menambah saya persilahkan
baik moderator
Saya Joko Sutrisno NPM 1813033013, izin menjawab pertanyaan saudari Siti Nurhasanah, langkah-langkah yang harus ditempuh dalam model pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut:
Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya, Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik, Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya, Ciptakan masyarakat belajar, Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran, Lakukan refleksi di akhir pertemuan.
Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. Dalam pembelajaran kontekstual, program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru, yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran, media untuk mencapai tujuan tersebut, materi pembelajaran, lang-kah-langkah pembelajaran, dan authentic assessment-nya (Tibahary, 2018:57-58).
Kendala saat penerapan metode pembelajaran kontekstual (CTL):
Guru akan kewalahan dalam memutuskan materi pelajaran karena pembelajaran CTL menekankan pada kebutuhan setiap siswa, sedangkan kemampuan siswa dalam satu kelas tidaklah sama.
Pembelajaran CTL ini lebih cenderung untuk mengembangkan soft skill siswa sehingga siswa yang memiliki tingkat intelegensi tinggi tetapi susah untuk mengungkapkannya maka akan kewalahan.
Ketika pembelajaran ini diterapkan kemampuan siswa akan terlihat jelas, mana yang memiliki kemampuan dan mana yang tidak. Sehingga akan timbul kesenjangan.
Demikianlah diskusi pada pagi hari ini saya selaku moderator dan kelompok jika ada kesalahan kami mohon maaf saya akhiri wassalamualaikum, wr.wb
Waalaikumsalam wr wb. Terima kasih
Waalaikumsalam, terimakasih moderator
Waalaikumsalam Terimakasih moderator
terimakasih moderator
Waalaikumsalam terimakasih moderator