Diskusi Pertemuan 12

Diskusi Materi Model Pembelajaran

Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Nur Indah Lestari -
Number of replies: 53

Mahasiswa semua silakan diskusikan hal-hal penting terkait materi macam-macam model pembelajaran, dan cara pemilihan model pembelajaran.

In reply to Nur Indah Lestari

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Delia Mulniyati -

Izin menaggapi Bu nama saya Delia Mulniyati NPM 1813033019

 
Macam-Macam Model Pembelajaran
  • Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) ...
  • Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) ...
  • Model Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) ...
  • Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Discovery Learning) ...
  • Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
 pemilihan model pembelajaran sangat dipengaruhi oleh: 1) sifat dari materi yang akan diajarkan, 2) tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran, 3) tingkat kemanpuan peserta didik, 4) jam pelajaran (waktu pelajaran), 5) lingkungan belajar, dan 6) fasilitas penunjang yang tersedia
In reply to Nur Indah Lestari

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Joko Sutrisno -

Assalamualaikum wr.wb selamat pagi teman teman semua, saya Joko Sutrisno NPM 1813033013, selaku moderator akan memandu jalannya diskusi pada pagi hari ini, silakan anggota kelompok untuk sedikit memaparkan materi nya, untuk anggota kelompok saya persilahkan

In reply to Joko Sutrisno

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by siska - -

Waalaikumsalam baik moderator

In reply to Joko Sutrisno

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Novita Trisnawati -
Saya Novita Trisnawati npm 1813033037 dari kelompok 8 akan menyampaikan materi tentang model model pembelajaran Inovatif. Model-model pembelajaran inovatif, yaitu : a. Model Contextual Teaching & Learning. CTL adalah adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan menolong para siswa melihat makna di dalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subjek-subjek akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka (Tibahary, 2018:57-58). b. Model Pembelajaran Kooperatif. Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan model pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat hingga lima orang siswa dengan struktur kelompok bersifat heterogen (Nurdyansyah, 2016: 53-60). c. Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Model pembelajaran berbasis masalah menurut Nurhadi &Senduk, 2003 dalam Kharida, dkk, (2009: 83) merupakan suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata. d. Model Pakem. PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Fokus PAKEM adalah pada kegiatan siswa di dalam bentuk group, individu, dan kelas, partisipasi di dalam proyek, penelitian, penyelidikan, penemuan, dan beberapa macan strategi yang hanya dibatas dari imaginasi guru(Saptaningrum, 2010: 93-94). e. Model Pembeljaran E-Learning. Pembelajaran berbasis web yang popular dengan sebutan Web-Based Education (WBE) atau kadang disebut e-learning (electronic learning) dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan (Nurdyansyah, 2016: 132-133). f. Model pembelajaran Inkuiri. Model pembelajaran Inkuiri Terbimbing merupakan suatu model yang menuntun siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir dan menekankan sikap ilmiah (Lovisia,2018: 3-4). g. Model Pembelajaran VCT. Model Pembelajaran VCT adalah merupakan teknik pendidikan nilai dimana peserta didik dilatih untuk menemukan, memilih, menganalisis, membantu siswa dalam mencari dan memutuskan mengambil sikap sendiri mengenai nilai-nilai hidup yang ingin diperjuangkannya (Haris, 2013: 2). Sekian, saya kembalikan ke moderator
In reply to Joko Sutrisno

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Amalia Sari -

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, baik moderator 

In reply to Joko Sutrisno

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Lidia Millinia -

Saya Lidia Millinia, NPM 1813033031 akan menyampaikan materi mengenai; Kata “Inovatif” berasal dari kata sifat bahasa Inggris inovative. Kata ini berakar dari kata kerja to innovate yang mempunyai arti menemukan (sesuatu yang baru). Oleh karena itu, pembelajaran inovatif dapat diartikan sebagai pembelajaran yang dirancang oleh guru, yang sifatnya baru, tidak seperti yang biasanya dilakukan, dan bertujuan untuk menfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka proses perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa. Dalam konteks program belajar mengajar, program pembelajaran yang inovatif dapat berarti program yang dibuat sebagai upaya mencari pemecahan suatu masalah. Itu disebabkan, karena program pembelajaran tersebut belum pernah dilakukan atau program pembelajaran yang sejenis sedang dijalankan akan tetapi perlu perbaikan (Budi Wahyono, 2016).
Program pembelajaran inovatif adalah program pembelajaran yang langsung memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi oleh kelas berdasarkan kondisi kelas. Pada gilirannya program pembelajaran tersebut akan memberi sumbangan terhadap usaha peningkatan mutu sekolah secara keseluruhan. Berdasarkan definisi secara harfiah pembelajaran inovatif tersebut, tampak di dalamnya terkandung makna pembaharuan. Gagasan pembaharuan muncul sebagai akibat seseorang merasakan adanya anomali atau krisis pada paradigma yang dianutnya dalam memecahkan masalah belajar. Oleh sebab itu, dibutuhkan paradigma baru yang diyakini mampu memecahkan masalah tersebut. Perubahan paradigma seyogyanya diakomodasi oleh semua manusia, karena manusia sebagai individu adalah makhluk kreatif. Namun, perubahan sering dianggap sebagai pengganggu kenyamanan diri, karena pada hakikatnya seseorang secara alamiah lebih mudah terjangkit virus rutinitas.
Sekian, terimakasih

In reply to Nur Indah Lestari

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Joko Sutrisno -

Terimakasih anggota kelompok atas pemaparan nya, menuju tanya jawab dibuka untuk tiga penanya kepada aundiens yang ingin bertanya dipersilahkan

In reply to Joko Sutrisno

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Siti Nurhasanah -

Saya Siti Nurhasanah npm 1813033003 izin bertanya, dalam proses pelaksanaan langkah-langkah model kontekstual,   kendala apakah yang paling sulit dialami guru dan bagaimana semestinya menyelesaikannya?

In reply to Siti Nurhasanah

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Amalia Sari -
Nama saya Amalia Sari npm 1813033055 izin menambahkan jawaban dari pertanyaan saudari Siti 
 
Menurut pendapat saya yaitu pada langkah pertama yang mana guru mengarahkan siswa untuk sedemikian rupa dapat mengembangkan pemikirannya untuk melakukan kegiatan belajar yang bermakna, berkesan, baik dengan cara meminta siswa untuk bekerja sendiri dan mencari serta menemukan sendiri jawabannya, kemudian memfasilitasi siswa untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuannya dan keterampilannya yang baru saja ditemuinya. Sehingga solusi yang harus dilakukan yaitu guru yang menggunakan pembelajaran kontekstual haruslah guru yang memiliki kemampuan mengajar dengan menggunakan pembelajaran kontektual ini sedangkan guru yang tidak ahli dalam hal ini pasti akan mengalami kendala dan kesulitan.
In reply to Siti Nurhasanah

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Farin Fatwa Sugesty -
Nama Farin Fatwa, Npm 1813033029. Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Situ Nurhasanah.
 
Hambatan dalam melaksanakan model pembelajaran kontekstual adalah Dalam pemilihan informasi atau materi dikelas didasarkan pada kebutuhan siswa padahal,dalam kelas itu tingkat kemampuan siswanya berbeda-beda sehinnga guru akan kesulitan dalam menetukan materi pelajaran karena tingkat pencapaianya siswa tadi tidak sama.
 
Cara mengatasinya adalah :
Pengajar atau guru hendaknya juga turut memperhatikan kondisi dan perkembangan kesehatan fisik dan mental siswa.
Membantu pengembangan sifat-sifat positif pada diri siswa seperti rasa percaya diri dan saling menghormati.
Memperbaiki kondisi dan terus menerus memberikan motivasi pada siswa.
In reply to Joko Sutrisno

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Ida Ayu Komang Fitri Yani -
Saya Ida Ayu Komang npm1813033045, izin bertanya
 
Seperti yang disebutkan dalam makalah, dewasa ini pembelajaran sejarah berpusat pada penguasaan konsep atau hapalan dan mengarah pada pembelajaran yang berpusat pada guru. Pertanyaan nya, bagaimana cara guru mengatasi hal tersebut dengan model pembelajaran yang inovatif? 
 
sekian terimakasih...
In reply to Ida Ayu Komang Fitri Yani

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by siska - -

Saya Siska NPM 1813033007 perwakilan kelompok akan menjawab pertanyaan dari saudari Dayu, yakni bagaimana cara guru mengatasi hal tersebut dengan model pembelajaran yang Inovatif? Jawabannya: dengan menggunakan salah satu model pembelajaran misalnya Model Pembelajaran Pada dasarnya portofolio sebagai model pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan Dosen agar mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengungkapkan dan mengekspresikan dirinya sebagai individu maupun kelompok. Kemampuan tersebut diperoleh mahasiswa melalui pengalaman belajar sehingga memiliki kemampuan mengorganisir informasi yang ditemukan, membuat laporan dan menuliskan apa yang ada dalam pikirannya, dan selanjutnya dituangkan secara penuh dalam tugastugasnya. Portofolio sebagai model pembelajaran juga dapat diartikan sebagai suatu kumpulan pekerjaan peserta didik dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio itu sendiri. Portofolio biasanya merupakan karya terpilih dari seorang mahasiswa, tetapi dapat juga berupa karya terpilih dari suatu kelas secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan untuk mengatasi masalah.  Sekian yang dapat saya sampaikan terimakasih moderator

In reply to siska -

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Christine Amellia Putri -
 

Saya Christine Amellia Putri (1813033025) setuju dengan jawaban saudari Siska, bahwa model pembelajaran portofolio dapat digunakan untuk mengatasinya. Model pembelajaran porfolio memberikan pelajaran bagi mahasiswa untuk dapat lebih mengasah dan mengeksplor kemampuannya, terlebih dalam hal mengungkapkan suatu hal yang membuatnya tertarik. Dengan menggunakan metode pembelajaran ini, mahasiswa akan semakin terlatih untuk mengungkapkan sekaligus menyusun laporan.

In reply to Ida Ayu Komang Fitri Yani

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Novi Handayani -
Saya Novi Handayani, Npm 1813033009. Izin menanggapi pertanyaan saudari Ida Ayu Komang
 
Cara mengatasi pembelajaran sejarah yang masih berpusat pada guru yaitu dengan menerapkan model pembelajaran yang inovatif, salah satunya yaitu penggabungan model pembelajaran berbasis masalah dengan pembelajaran elektronik (E-learning). 
 
Dimana, pembelajaran sejarah yang memberikan ruang yang cukup bagi mahasiswa, untuk membangun dan mengembangkan pemahaman akan makna peristiwa dan nilai yang terkandung dalam setiap momen peristiwa sejarah yang dipelajari secara mendalam (depth understanding), khususnya untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa. Kemudian, penggunaan model pembelajaran elektronik (e-Learning) yang memanfaatkan jaringan Internet sebagai metode penyampaian, Interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya. Pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Fungsi internet adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi antara peserta didik dengan pendidik, sesama peserta didik, atau anggota kelompok. oleh karena itu, peran pendidik dalam hal ini dituntut untuk menguasai teknik mencari informasi di internet, membimbing peserta didik mencari dan menemukan situs-situs yang relevan dengan materi pembelajaran.
In reply to Ida Ayu Komang Fitri Yani

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Resti Nurmaya -
Saya Resti Nurmaya Npm 1813033043 izin menambahkan jawaban  dari pertanyaan Ida Ayu Komang
 
Mengenai pembelajaran sejarah yang saat ini yang umumnya berpusat pada guru, kita dapat mengatasi hal ini dengan cara mengubah model pembelajaran nya agar membuat siswa lebih aktif. misalnya dengan penggunaan model PAKEM. Seperti yang telah di jelaskan dalam makalah, PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, dan  Menyenangkan. Fokus PAKEM adalah pada kegiatan siswa di dalam bentuk group, individu, dan kelas, partisipasi di dalam proyek, penelitian, penyelidikan, penemuan, dan beberapa macan strategi yang hanya dibatas dari imaginasi guru. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.
 
Sekian yang dapat saya sampaikan, terimakasih
In reply to Resti Nurmaya

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Salsabila Az Zahra -

Saya Salsabila Az Zahra NPM 1813033037, izin mengoementari jawaban Resti.

 
bahwa untuk memperbaiki pembelajaran yang berpusat pada guru salah satunya adalah dengan cara PAKEM. Fokus PAKEM adalah pada kegiatan siswa di dalam bentuk group, individu, dan kelas, partisipasi di dalam proyek, penelitian, penyelidikan, penemuan, dan beberapa macam strategi yang hanya dibatas dari imaginasi guru. Dengan demikian, dengan diterapkannya cara ini dalam pembelajaran, siswa akan aktif dalam belajar sehingga pembelajaran akan lebih menyenangkan dan tentunya berbobot. 
Sekian terima kasih
 
 
In reply to Joko Sutrisno

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Nur Afifah -
baik saya nur afifah npm 1813033017 izin bertanya. bagaimana cara guru agar dapat menemukan strategi belajar yang inovatif khususnya dalam pembelajaran sejarah ??
 
In reply to Nur Afifah

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Novita Trisnawati -

Saya Novita Trisnawati npm 1813033027, izin menjawab pertanyaan dari saudari Nur afifah. 

Cara guru agar dapat menemukan strategi belajar yang inovatif khususnya dalam pembelajaran sejarah yaitu mengetahui pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik sejarah, dimana mengandung kemampuan sebagai berikut:

1) Mengajak peserta didik berfikir kesejarahan dengan cara berfikir imajinatif yakni membayangkan sesuatu peristiwa yang pernah ada dan benar-benar terjadi.

2) Melatih intelektual peserta didik sehingga mampu menarik generalisasi-generalisasi dalam sejarah dengan menggunakan belajar inkuiri dan belajar kooperatif.

3) Membimbing peserta memahami konsep-konsep secara induktif maupun deduktif.

4) Menunjukan realita-realita yang hidup di masyarakat dengan menanamkan kesadaran kesejarahan dan perspektif.  

5) Membimbing peserta didik menemukan dan merasakan fungsi dan manfaat belajar sejarah di dalam praktik kehidupan sosial sehari-hari baik secara individu maupun kelompok. 

 

Dengan mengetahui karakteristik dari pembelajaran sejarah, maka guru akan menemukan strategi pembelajaran sejarah yang nantinya dapat dikembangkan menjadi inovatif. 

 

Sekian, terimakasih. 

In reply to Nur Afifah

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Lidia Millinia -

Nama saya Lidia Millinia NPM 1813033031, perwakilan kelompok izin menjawab dari pertanyaan Nur Afifah; Guru sebagai salah satu komponen utama dari tenaga kependidikan, memiliki tugas untuk melaksanakan proses pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran diharapkan paham tentang pengertian strategi pembelajaran.Sebagai pendidik, seyogyanya mengetahui dan dapat menerapkan berbagai strategi pembelajaran inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal atau dapat mencapai kompetensi. Proses pendidikan dari masa ke masa terus melakukan inovasi, sesuai dengan perkembangan dan kemampuan manusia itu sendiri, sehingga pendidikan mengalami kemajuan yang cukup pesat. Hal ini terbukti dengan adanya penemuan ilmu pengetahuan baru, yang sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan selalu bersifat maju dan berorientasi ke depan. Adanya inovasi tidak terlepas dengan adanya teknologi dan modernisasi. Teknologi mewujudkan terciptanya inovasi melalui penerapan ilmu pengetahuan dan modernisasi yang merupakan wujud penerapan hasil teknologi dan inovasi tersebut. Pembelajaran inovatif dapat dilakukan dengan cara mengadaptasi strategi pembelajaran menyenangkan yang bisa membuat siswa terbebas dari kejenuhan-kejenuhan pembelajaran. Melalui strategi pembelajaran inovatif, peserta didik harus terbebas dari perasaan bosan, malas, ketakutan akan kegagalan atau perasaan tertekan dikarenakan tenggang waktu tugas dll. Banyak sekali inovasi-inovasi dalam pembelajaran yang dapat diterapkan. Misalnya saat ini tengah ramai pembelajaran dengan computer atau lebih dikenal dengan Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK) bermodel Drill, tutorial atau simulasi. Materi pelajaran yang tadinya disampaikan secara lisan oleh guru, dapat dibaca sendiri oleh siswa melalui layar komputer maupun ketika diproyeksikan secara visual di depan kelas. Sekian, terimakasih

In reply to Nur Afifah

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Ayu Fitri Anggraini -
Saya Ayu Fitri Anggraini 1813033049 izin menambahkan jawaban atas pertanyaan saudari pipah
 
 
 
Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang lebih bersifat student centered. Artinya, pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri (self directed) dan dimediasi oleh teman sebaya (peer mediated instruction). Pembelajaran inovatif mendasarkan diri pada paradigma konstruktivistik. Pembelajaran inovatif biasanya berlandaskan paradigma konstruktivistik membantu siswa untuk menginternalisasi, membentuk kembali, atau mentransformasi informasi baru. Sehingga untuk menemukan setrategi yang inovatif guru harus merancang, menyusun, dan mengkondisikan proses pembelajaran tersebut agar siswa bisa memaham, dan guru juga harus mengetahui kemampuan siswa, kemudian guru harus sekreatif mungkin dalam pembelajaran.
 
Dalam pembelajaran sejarah misalnya guru bisa menggunakan video-vidio tentang peristiwa sejarah, sebagai refleksi pembelajaran, kemudian bisa melakukan pembelajaran diluar kelas, seperti berkunjung ke museum, atau tempat bersejarah lainnya.
 
 
 
Sekian tambahan dari saya kurang dan lebihnya saya mohon maaf, Terimakasih
In reply to Nur Afifah

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Yohana Lestari -
Saya Yohana Lestari npm 1813033005 akan menambahkan jawaban dari pertanyaan Nur afifah :
Cara guru menemukan pembelajaran inovatif khususnya pembelajaran sejarah yaitu berusaha memahami bagaimana seharusnya mata pelajaran sejarah diajarkan. Setidaknya, ada lima unsur pembelajaran sejarah yang harus diimplementasikan:
1. Variatif (Tidak Monoton)
2. ‎dari fakta ke analisis (pembelajaran sejarah tidak boleh berhenti pada tingkat fakta, tetapi harus sampai pada domain analisis)
3. ‎Terbuka dan dialogis (guru sejarah wajib mendesain pembelajaran yang bersifat terbuka dan dialogis. Keterbukaan dan dialogis mengharuskan guru sejarah untuk tidak menganggap dirinya sebagai satu-satunya sumber kebenaran di kelas)
4. ‎Divergen (pembelajaran sejarah menghendaki pemecahan suatu masalah dengan memberi peluang kepada siswa untuk menganalisis dan melahirkan banyak gagasan)
5. ‎Progresif.
In reply to Nur Afifah

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Erika Sukma Lestari -

Baiklah Saya Erika Sukma Lestari npm 1813033021 izin menanggapi, Pembelajaran inovatif mendasarkan diri pada paradigma konstruktivistik. Pembelajaran inovatif biasanya berlandaskan paradigma konstruktivistik membantu siswa untuk menginternalisasi, membentuk kembali, atau mentransformasi informasi baru.carayang paling efektif untuk menemukan metode belajar sejarah yang inovatif dilakukan dengan pendekatan terhadap siswa. Guru harus bisa memahami bagaimana kondisi siswa. Dengan guru memahami perilaku siswa maka guru bisa memberikan Inovasi pembelajaran bagi siswa yang sesuai dengan keinginannya

In reply to Nur Indah Lestari

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Joko Sutrisno -

Karena sudah ada tiga penanya maka sesi tanya jawab saya tutup, dipersilahkan anggota yang ingin menjawab, dan kepada para audiens yang ingin menambah saya persilahkan

In reply to Nur Indah Lestari

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Joko Sutrisno -
 

Saya Joko Sutrisno NPM 1813033013, izin menjawab pertanyaan saudari Siti Nurhasanah, langkah-langkah yang harus ditempuh dalam model pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut:

Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya, Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik, Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya, Ciptakan masyarakat belajar, Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran, Lakukan refleksi di akhir pertemuan.
Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. Dalam pembelajaran kontekstual, program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru, yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran, media untuk mencapai tujuan tersebut, materi pembelajaran, lang-kah-langkah pembelajaran, dan authentic assessment-nya (Tibahary, 2018:57-58).

Kendala saat penerapan metode pembelajaran kontekstual (CTL):
Guru akan kewalahan dalam memutuskan materi pelajaran karena pembelajaran CTL menekankan pada kebutuhan setiap siswa, sedangkan kemampuan siswa dalam satu kelas tidaklah sama.
Pembelajaran CTL ini lebih cenderung untuk mengembangkan soft skill siswa sehingga siswa yang memiliki tingkat intelegensi tinggi tetapi susah untuk mengungkapkannya maka akan kewalahan.
Ketika pembelajaran ini diterapkan kemampuan siswa akan terlihat jelas, mana yang memiliki kemampuan dan mana yang tidak. Sehingga akan timbul kesenjangan.

In reply to Nur Indah Lestari

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Joko Sutrisno -
Saya Joko Sutrisno NPM 1813033013, izin menyimpulkan diskusi pada hari ini
 
Metode pembelajaran adalah cara atau tahapan yang digunakan dalam interaksi antara peserta didik dan pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sesuai dengan materi dan mekanisme metode pembelajaran. Keberhasilan sebuah proses belajar mengajar juga ditentukan oleh beberapa faktor yaitu: Nilai strategis metode, Efektivitas penggunaan metode, dan Pentingnya Pemilihan dan Penentuan Metode. Dalam  memilih dan menganalisis metode pembelajaran, terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: Keadaan murid yang mencakup pertimbangan tentang tingkat kecerdasan, kematangan, perbedaan individu lainnya, Tujuan yang hendak dicapai, Macam-macam metode pengajaran, diantaranya: Metode Ceramah, Metode Diskusi, Metode Demonstrasi, Metode Ceramah Plus.
 
Metode ceramah dengan demikian sebagai bagian dari penerapan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelasnya, dengan menggunakan alat bantu mengajar untuk memperjelas uraian yang disampaikan kepada peserta didik.
Metode diskusi dalam proses pembelajaran siswa dalam dengan bebas berkomunikasi dalam mengemukakan gagasan dan pendapat.
Metode demonstrasi adalah proses pembelajaran dengan cara menyajikan materi pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses yang sedang dipelajari.
In reply to Nur Indah Lestari

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Joko Sutrisno -

Demikianlah diskusi pada pagi hari ini saya selaku moderator dan kelompok jika ada kesalahan kami mohon maaf saya akhiri wassalamualaikum, wr.wb

In reply to Joko Sutrisno

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by Hermia Wati -

Waalaikumsalam Terimakasih moderator

In reply to Joko Sutrisno

Re: Diskusi Materi Model Pembelajaran

by siska - -

Waalaikumsalam terimakasih moderator