Diskusi pertemuan 10

kedudukan penentuan dan pemilihan metode mengajar.

Re: kedudukan penentuan dan pemilihan metode mengajar.

by Farin Fatwa Sugesty -
Number of replies: 0
Saya Farin Fatwa, izin menyimpulkan materi pada pagi hari ini. 
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan dalam interaksi antara peserta didik dan pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sesuai dengan materi dan metode pembelajaran. Keberhasilan sebuah proses belajar mengajar juga ditentukan oleh beberapa faktor yaitu: Nilai strategi metode, Efektivitas penggunaan metode, dan Pentingnya Pemilihan dan Penentuan Metode. Menurut Djamarah dan Aswan Zain (2010) dalam Nasution dan Darwinto Manullang (2018) mengemukakan beberapa metode pembelajaran, antara lain: Metode sebagai alat motivasi ekstrinsik, Metode sebagai strategi strategi, dan Metode sebagai alat untuk mencapai tujuan.
 
Motivasi ekstrinsik adalah hal atau keadaan yang datang dari luar peserta didik, yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Bentuk motivasi ekstrinsik ini merupakan suatu karya yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. 
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000: 117) motivasi belajar yang tergolong bentuk ekstrinsik antara lain: 
1. Belajar demi memenuhi kewajiban
2. Belajar demi menghindari yang diancam
3. Belajar demi memperoleh hadiah materi yang dijanjikan.
4. Belajar demi meningkatkan gengsi sosial.
5. Belajar demi persyaratan jabatan yang ingin dipegang atau demi memenuh persyaratan kenaikan jenjang.
6. Belajar demi mendapatkan pujian dari orang yang penting. 
 
Sebagai pendidik yang profesional, sudah seharusnya guru harus pintar-pintar dalam memilih metode pembelajaran yang tepat untuk peserta didiknya. Supaya apa yang diajarkan kepada peserta didiknya bisa diimplementasikan dan bermanfaat, sehingga tujuan pembelajaran pun bisa dilakukan dengan efektif dan efisien. Maka guru harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Keadaan murid yang mencakup pertimbangan tentang tingkat kecerdasan, kematangan, perbedaan individu lainnya.
2. Tujuan yang akan dicapai, jika alasan pembinaan daerah kognitif maka metode yang kurang tepat digunakan.
3. Situasi yang mencakup hal umum seperti kondisi kelas
4. Alat-alat yang tersedia akan mempengaruhi pemilihan metode yang akan digunakan. 
5. Kemampuan guru dalam mengajar