FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

Number of replies: 22


                                                                                       A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai materi PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan makalah dan media presentasi berupa PPT/LINK POWTOON untuk diunggah dalam forum ini. Cara mengunggah: klik reply, lalu ketik nama kelompok. Kemudian, unggah file Makalah dan PPT dengan mengklik advanced seperti gambar di bawah.
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Kelompok pemateri merangkum pertanyaan dan jawaban pada akhir pembelajaran dan dikirimkan di form diskusi ini.
  4. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.

zz





In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

Lidya Gita Utami གིས-
In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

SOFIRANI NUR FADILAH གིས-
Nama : Sofirani Nur Fadilah
Npm : 2413053043

Izin bertanya kepada kelompok 3,
Bagaimana guru mengukur atau menilai (asesmen) keberhasilan belajar siswa dalam model Project Based Learning (PjBL) secara objektif, mengingat hasilnya berupa produk (poster, miniatur, buku mini) yang sifatnya subjektif?
In reply to SOFIRANI NUR FADILAH

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

Lidya Gita Utami གིས-

Izin menjawab pertanyaan sofirani

Dalam model Project Based Learning (PjBL), guru dapat menilai keberhasilan belajar siswa secara objektif dengan menggunakan rubrik penilaian yang memiliki kriteria dan skor yang jelas. Jadi, guru tidak hanya menilai bagus atau tidaknya produk seperti poster, miniatur, atau buku mini, tetapi juga melihat proses dan pemahaman siswa selama mengerjakan proyek.

Misalnya, guru membuat beberapa kriteria penilaian, seperti kesesuaian isi dengan materi, kreativitas, kerapian, kerja sama, kemampuan menjelaskan hasil proyek, dan tanggung jawab selama proses pengerjaan. Setiap kriteria diberi skor tertentu, misalnya 1–4. Dengan begitu, penilaian menjadi lebih adil karena semua siswa dinilai berdasarkan kriteria yang sama.

Selain produk, guru juga dapat melakukan observasi, tanya jawab, penilaian proses, dan refleksi siswa. Jadi, meskipun bentuk produk setiap kelompok berbeda dan memiliki unsur subjektif, penilaiannya tetap dapat objektif karena menggunakan indikator yang jelas, rubrik yang sama, dan bukti dari proses pembelajaran.

In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

Tri Septi Budiarti གིས-
Nama : Tri Septi Budiarti
NPM : 2413053070

Izin bertanya kepada kelompok 3
Mengapa guru perlu menggabungkan pendekatan, model, dan strategi pembelajaran daripada hanya menggunakan salah satunya?
In reply to Tri Septi Budiarti

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

Lidya Gita Utami གིས-

Izin menjawab pertanyaan Tri Septi

Guru perlu menggabungkan pendekatan, model, dan strategi pembelajaran karena ketiganya memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi. Pendekatan menjadi dasar atau cara pandang guru dalam mengajar, model menjadi pola atau langkah pembelajaran yang digunakan, sedangkan strategi membantu guru menentukan cara agar pembelajaran berjalan lebih efektif.

Jika guru hanya menggunakan salah satunya, pembelajaran bisa menjadi kurang maksimal. Dengan menggabungkan ketiganya, guru dapat menyesuaikan pembelajaran dengan materi, kondisi kelas, dan karakteristik siswa. Misalnya, guru menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa, kemudian memilih model Project Based Learning (PjBL), dan menggunakan strategi diskusi serta kerja kelompok. Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga menjadi lebih aktif, mampu bekerja sama, dan memiliki pengalaman langsung dalam belajar. 

In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

Aulia Rahma Azzahra གིས-
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

Izin bertanya kepada kelompok 3, dari materi yang disajikan strategi field trip memberikan pengalaman belajar yang konkret, tetapi pengalaman melihat objek secara langsung belum tentu membuat siswa memahami konsep IPS. Misalnya siswa mengunjungi pasar, tetapi hanya mengamati aktivitas jual beli tanpa memahami hubungan antara penjual, pembeli, harga, dan kegiatan ekonomi. Menurut kelompok 3, apa yang menentukan field trip benar-benar menjadi pembelajaran, bukan sekadar kegiatan berkunjung?
In reply to Aulia Rahma Azzahra

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

Lidya Gita Utami གིས-

Izin menjawab pertanyaan aulia rahma

Menurut kelompok kami, yang menentukan field trip benar-benar menjadi pembelajaran bukan hanya karena siswa melihat objek secara langsung, tetapi karena kegiatan tersebut memiliki tujuan dan arahan yang jelas. Sebelum berkunjung, guru perlu menjelaskan apa yang harus diamati dan dikaitkan dengan materi IPS.

Misalnya saat mengunjungi pasar, siswa tidak hanya melihat aktivitas jual beli, tetapi diberi tugas untuk mengamati siapa yang menjadi penjual dan pembeli, bagaimana proses tawar-menawar, bagaimana harga ditentukan, serta hubungan antara penjual, pembeli, dan kegiatan ekonomi. Setelah kegiatan, guru juga perlu mengajak siswa berdiskusi dan menyimpulkan apa yang mereka temukan.

Jadi, field trip akan menjadi pembelajaran jika ada persiapan, kegiatan pengamatan yang terarah, dan tindak lanjut setelah kunjungan. Dengan begitu, pengalaman langsung yang diperoleh siswa dapat dihubungkan dengan konsep IPS, bukan hanya sekadar jalan-jalan atau berkunjung. 

In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

Ika Zakiyah གིས-
Nama: Ika Zakiyah
NPM: 2413053050

Izin bertanya kepada kelompok 3,
Di dalam PPT dijelaskan bahwa field trip dilakukan melalui kunjungan langsung ke suatu tempat. Menurut kelompok kalian, apa yang perlu dipertimbangkan guru sebelum memutuskan bahwa suatu materi lebih tepat dipelajari melalui field trip daripada hanya menggunakan pembelajaran di kelas?
In reply to Ika Zakiyah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

Lidya Gita Utami གིས-

Izin menjawab pertanyaan ika zakiyah

Menurut kelompok kami, sebelum memilih field trip, guru perlu mempertimbangkan apakah materi tersebut memang akan lebih mudah dipahami jika siswa melihat dan mengalami secara langsung. Tidak semua materi harus dilakukan melalui kunjungan. Guru perlu melihat tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, serta kondisi tempat yang akan dikunjungi.

Selain itu, guru juga perlu mempertimbangkan jarak, biaya, keamanan, waktu, dan kesiapan siswa. Misalnya, materi tentang kegiatan ekonomi akan lebih bermakna jika siswa mengunjungi pasar karena mereka dapat melihat langsung kegiatan penjual dan pembeli. Namun, jika materi bisa dipahami dengan baik melalui gambar, video, diskusi, atau praktik sederhana di kelas, maka field trip tidak harus dilakukan.

Jadi, field trip sebaiknya dipilih ketika kunjungan langsung dapat memberikan pengalaman yang tidak bisa diperoleh secara maksimal hanya dari pembelajaran di kelas, serta tetap sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kondisi siswa. 

In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

ABRAL AL-TISA 2413053051 གིས-
Nama: Abral Al-Tisa
NPM: 2413053051

Izin bertanya kepada kelompok 3, di dalam materi menyebutkan bahwa pembelajaran IPS dapat menggunakan teknologi digital, field trip, dan berbagai kegiatan inovatif. Tetapi tidak semua sekolah memiliki fasilitas dan kondisi yang sama. Menurut kelompok, bagaimana guru dapat tetap menerapkan pembelajaran inovatif di sekolah yang fasilitasnya terbatas?
In reply to ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

JAYANTI MANDASARI གིས-
izin menjawab pertanyaan dari tisa Menurut kelompok kami, keterbatasan fasilitas bukan berarti pembelajaran inovatif tidak bisa dilakukan. Guru bisa menyesuaikan kegiatan dengan kondisi sekolah dan memanfaatkan apa yang tersedia di lingkungan sekitar. Misalnya, jika tidak ada perangkat digital yang memadai, guru bisa menggunakan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar, melakukan pengamatan langsung, diskusi kelompok, bermain peran, atau memberikan tugas berbasis masalah yang dekat dengan kehidupan siswa.
In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

Rika Noviliana གིས-
Nama : Rika Noviliana
Npm : 2413053073
Izin bertanya kepada kelompok 3
Pertanyaannya :
Dalam pembelajaran IPS SD terdapat berbagai model seperti PBL, PjBL, Inquiry Learning, dan Cooperative Learning. Menurut kelompok kalian, apakah satu model pembelajaran dapat digunakan untuk semua materi IPS, atau pemilihan model harus disesuaikan dengan karakteristik materi dan tujuan pembelajaran?
In reply to Rika Noviliana

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

JAYANTI MANDASARI གིས-
izin menjawab pertanyaan dari rika Menurut kelompok kami, satu model pembelajaran tidak harus digunakan untuk semua materi IPS. Pemilihan model sebaiknya disesuaikan dengan materi, tujuan pembelajaran, dan kondisi siswa. Misalnya, PBL lebih cocok ketika siswa dihadapkan pada suatu masalah sosial yang perlu dicari solusinya, sedangkan PjBL bisa digunakan ketika siswa perlu menghasilkan suatu karya atau proyek. Jadi, guru tidak harus terpaku pada satu model saja, tetapi memilih model yang paling sesuai dengan apa yang ingin dicapai dalam pembelajaran.
In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

Fatimah Arum Sekarlati གིས-
Nama: Fatimah Arum Sekarlati
NPM: 2413053055

Izin bertanya kepada kelompok 3

Pembelajaran IPS menekankan pengalaman nyata dan pembelajaran kontekstual. Nah, bagaimana kelompok kalian dapat menunjukkan secara nyata perbedaan pemahaman siswa yang belajar secara kontekstual dibandingkan siswa yang hanya menggunakan metode ceramah dan hafalan?
In reply to Fatimah Arum Sekarlati

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

JAYANTI MANDASARI གིས-
izin menjawab pertanyaan dari fatimah arum
Menurut kelompok kami, perbedaannya bisa dilihat dari cara siswa menjelaskan dan menerapkan materi. Siswa yang belajar secara kontekstual tidak hanya bisa menyebutkan pengertian, tetapi juga mampu menghubungkan materi dengan kejadian yang mereka temui sehari-hari. Misalnya pada materi kegiatan ekonomi, siswa bukan hanya hafal pengertian produksi dan konsumsi, tetapi bisa menjelaskan contoh kegiatan tersebut yang ada di lingkungan mereka. Jadi, pemahamannya bisa terlihat dari kemampuan siswa memberikan contoh, menjelaskan dengan bahasanya sendiri, dan menggunakan pengetahuan tersebut dalam situasi nyata.
In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

Jesika Handayani གིས-
Nama : Jesika Handayani
NPM : 2413053046

Izin bertanya kepada kelompok 3
Didalam PPT menyebutkan bahwa pendekatan, model, dan strategi inovatif dapat membuat pembelajaran IPS lebih aktif, kontekstual, menyenangkan, dan bermakna. Namun, apakah penggunaan berbagai metode inovatif tersebut selalu menjamin tercapainya tujuan pembelajaran? Jika tidak, faktor apa yang paling menentukan keberhasilannya?
In reply to Jesika Handayani

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

JAYANTI MANDASARI གིས-
izin menjawab pertanyaan dari jesika Menurut kelompok kami, penggunaan metode inovatif belum tentu langsung menjamin tujuan pembelajaran tercapai. Metode yang bagus tetap harus disesuaikan dengan materi dan kondisi siswa. Menurut kami, salah satu faktor yang paling menentukan adalah kemampuan guru dalam merancang dan menjalankan pembelajaran. Guru perlu memahami tujuan yang ingin dicapai, memilih metode yang sesuai, serta melihat apakah siswa benar-benar terlibat dalam kegiatan tersebut. Jadi, bukan hanya metode yang digunakan, tetapi bagaimana guru menggunakannya supaya siswa benar-benar memahami materi.
In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

gita fatimah གིས-
Nama : gita Fatimah
Npm : 2413053059

Izin bertanya kepada kelompok 3
Menurut kelompok anda model pembelajaran apa yang paling cocok untuk IPS SD? Mengapa?
In reply to gita fatimah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

JAYANTI MANDASARI གིས-
izin menjawab pertanyaan dari gita
Menurut kelompok kami, model yang paling cocok untuk pembelajaran IPS SD adalah Problem Based Learning (PBL). Alasannya, PBL menggunakan masalah nyata yang dekat dengan kehidupan siswa, sehingga siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga belajar berpikir kritis, berdiskusi, dan mencari solusi. Misalnya, siswa diajak mencari penyebab masalah sampah di lingkungan sekolah.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

ZAIT HALIMAH AL HAQOH གིས-
Nama: Zait Halimah Al Haqoh
NPM: 2413053044

Dalam PPT kelompok 3 menyebutkan bahwa pendekatan berdiferensiasi memberikan pilihan kepada siswa dalam membuat poster, cerita, gambar, atau presentasi. Tetapi apakah pemberian pilihan tersebut bisa membuat penilaian menjadi tidak adil karena setiap siswa menghasilkan bentuk tugas yang berbeda?
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

Ninda Nur Azizah གིས-
Nama : Ninda Nur Azizah
Npm : 2413053063

Izin bertanya kepada kelompok 3, dalam ppt di sebutkan bahwa strategi berbasis lingkungan menggunakan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Bagaimana jika lingkungan tempat tinggal siswa justru memiliki kondisi yang kurang mendukung untuk dijadikan sumber belajar? apa solusi yang dapat di lakukan guru?