FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Number of replies: 38


                                                                                       A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai materi PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan makalah dan media presentasi berupa PPT untuk diunggah dalam forum ini. Cara mengunggah: klik reply, lalu ketik nama kelompok. Kemudian, unggah file Makalah dan PPT dengan mengklik advanced seperti gambar di bawah.
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Kelompok pemateri merangkum pertanyaan dan jawaban pada akhir pembelajaran dan dikirimkan di form diskusi ini.
  4. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.

zz



In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Deviyanti Pangestu -
silahkan anggota kelompok upload tugas pada forum ini.
audience yang bertanya serta kelompok 1 yg menjawab kirimkan pertanyaan dan jawaban dapa forum ini.
In reply to Deviyanti Pangestu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by SOFIRANI NUR FADILAH -
Nama : Sofirani Nur Fadilah
Npm : 2413053043

Izin bertanya,
Dipaparkan dalam materi bahwa IPS dapat membentuk peserta didik yang peduli lingkungan, menghargai keberagaman, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, toleran, peduli terhadap masalah sosial, dan menghargai budaya. Indikator konkret apa yang dapat digunakan guru untuk menilai bahwa nilai-nilai karakter tersebut benar-benar terinternalisasi pada diri peserta didik, bukan sekadar diketahui secara kognitif saja?"
In reply to SOFIRANI NUR FADILAH

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin menjawab pertanyaan dari sofi, nilai karakter tidak bisa diukur hanya dengan tes pengetahuan seperti soal pilihan ganda yang menguji pemahaman tentang toleransi atau tanggung jawab, karena jenis tes tersebut hanya menunjukkan sejauh mana seseorang memahami konsep, bukan bagaimana nilai itu diwujudkan dalam tindakan nyata. Mengevaluasi karakter seseorang perlu melalui pengamatan terhadap perilaku yang dilakukan secara terus-menerus dan konsisten, seperti kebiasaan membuang sampah di tempatnya sendiri serta secara aktif ikut membersihkan lingkungan sekolah tanpa harus diminta berulang kali, sebagai indikator sikap peduli lingkungan.Kemauan untuk berteman dan bekerja sama dengan siapa pun tanpa memandang perbedaan, merupakan indikator menghargai keberagaman dan toleransi.Sementara itu, konsistensinya dalam menyelesaikan tugas piket atau tugas kelompok sesuai peran yang diberikan, menunjukkan indikator tanggung jawab.

Alat yang tepat untuk mengevaluasi hal tersebut bukanlah ujian tertulis, melainkan lembar pengamatan harian atau mingguan yang mencakup indikator perilaku tertentu, jurnal sederhana yang ditulis atau diceritakan oleh siswa tentang pengalaman mereka, penilaian dari teman sejawat selama kegiatan kelompok, serta portofolio perkembangan sikap yang dicatat oleh guru secara rutin. Cara ini penting karena memahami nilai-nilai tersebut membutuhkan waktu yang lama, bukan sesuatu yang bisa langsung terlihat atau diukur hanya dalam satu kali pengecekan.
In reply to Deviyanti Pangestu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Rika Noviliana -
Nama : Rika Noviliana
Npm : 2413053073

Izin bertanya kepada kelompok 1
Pertanyaannya:
IPS bersumber dari berbagai disiplin ilmu seperti sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, dan antropologi. Apa keuntungan dan tantangan dari penggabungan berbagai disiplin ilmu tersebut dalam pembelajaran IPS di SD?
In reply to Rika Noviliana

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Tri Septi Budiarti -
Nama : TRI SEPTI BUDIARTI
NPM : 2413053070

Izin Menjawab pertanyaan rika


Penggabungan berbagai disiplin ilmu dalam IPS memiliki keuntungan karena peserta didik dapat memahami kehidupan sosial secara lebih menyeluruh. Misalnya, ketika mempelajari kegiatan perdagangan, peserta didik tidak hanya belajar tentang ekonomi, tetapi juga dapat memahami kondisi geografis suatu daerah, kehidupan masyarakat, serta perkembangan sejarahnya. Dengan begitu, pembelajaran IPS menjadi lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Namun, tantangannya adalah materi dapat menjadi terlalu luas dan kompleks jika tidak disesuaikan dengan usia serta kemampuan peserta didik SD. Guru juga perlu mampu menghubungkan berbagai disiplin ilmu tersebut agar pembelajaran tidak terkesan terpisah-pisah.

Untuk mengatasinya, guru dapat menyederhanakan materi dan menggunakan contoh dari lingkungan sekitar, gambar, cerita, maupun kegiatan praktik. Dengan demikian, berbagai konsep IPS dapat dipelajari secara terpadu dan tetap mudah dipahami oleh peserta didik.
In reply to Rika Noviliana

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

Izin menjawab pertanyaan dari rika dan menambahkan jawaban dari rekan saya, penggabungan berbagai disiplin ilmu dalam IPS juga dapat membantu siswa melihat suatu permasalahan dari beberapa sudut pandang dan memahami hubungan sebab-akibatnya. Misalnya pada materi pasar tradisional, siswa dapat mempelajari kegiatan jual beli dari sisi ekonomi, interaksi penjual dan pembeli dari sisi sosial, serta kondisi lingkungan pasar dari sisi geografi. Jadi, siswa tidak hanya memahami satu konsep, tetapi dapat melihat keterkaitan antar konsep dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to Deviyanti Pangestu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Rodiyah 2413053061 -
Nama: Rodiyah
NPM: 2413053061

Pertanyaan:
Jika masalah sosial terus berubah mengikuti perkembangan masyarakat dan teknologi, seberapa sering materi IPS seharusnya diperbarui agar tetap relevan bagi kehidupan siswa?
In reply to Rodiyah 2413053061

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin menjawab pertanyaan rodiyah, menurut saya, materi IPS perlu diperbarui setiap tahunnya, terutama contoh dan kasus sosial yang digunakan. Tidak semua materi harus diubah, karena konsep dasarnya tetap penting. Yang perlu diubah adalah contoh, kasus, dan fenomena yang terkait dengan perkembangan masyarakat dan teknologi.
Alasannya dikarenakan IPS bersifat dinamis dan harus dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Materi yang baru akan membantu siswa memahami dengan lebih baik bagaimana pelajaran terkait dengan situasi di sekitar mereka.

Misalnya, ketika mengajarkan aktivitas ekonomi, guru tidak hanya menjelaskan proses beli dan jual di pasar tradisional, tetapi juga bisa membahas transaksi jual beli melalui toko online yang kini sering dilakukan oleh masyarakat. Dengan cara itu, siswa menyadari bahwa kegiatan ekonomi bisa mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan teknologi.

Jadi, materi utama tetap dijaga, tetapi contoh dan masalah sosialnya perlu diperbarui secara teratur agar pembelajaran IPS tetap sesuai dengan kebutuhan.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Salwa auliya -
In reply to Salwa auliya

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Cahya Restuni -
Nama: Cahya Restuni
NPM: 2413053039


Dari berbagai strategi yang disebutkan dalam materi, seperti PBL, PjBL, bermain peran, dan studi lapangan, menurut kelompok 1 strategi mana yang paling sesuai untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa? dan apa alasannya?
In reply to Cahya Restuni

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Salwa auliya -
Nama: Salwa auliya
Npm: 2413053065

Izin menjawab pertanyaan dari cahya,
Jawaban: Strategi yang paling sesuai untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa adalah bermain peran dan diskusi. Melalui bermain peran, siswa dapat belajar berinteraksi, berkomunikasi, memahami sudut pandang orang lain, serta mempraktikkan sikap sosial secara langsung. Sementara itu, diskusi melatih siswa untuk menyampaikan pendapat, mendengarkan pendapat orang lain, dan bekerja sama dalam menemukan solusi.
Namun, strategi lain seperti PBL, PjBL, dan studi lapangan juga dapat digunakan karena pembelajaran IPS memang diarahkan untuk mengembangkan keterampilan, sikap, dan karakter, bukan hanya pengetahuan.
In reply to Cahya Restuni

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin menjawab pertanyaan dari cahya, dan memperkuat jawaban rekan saya, saya sependapat bahwa bermain peran sangat membantu untuk meningkatkan kemampuan sosial karena siswa tidak hanya berbicara saja, tetapi juga langsung melatih cara berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain. Melalui kegiatan ini, siswa bisa belajar memahami peran dan cara melihat hal-hal dari sudut pandang orang lain, berbicara tentang pendapat mereka, mendengarkan dengan saksama, serta belajar untuk menghargai perbedaan di antara orang-orang. Ini sesuai dengan pembelajaran IPS yang fokus pada pengalaman langsung, berkomunikasi, bekerja sama, saling toleran, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial.

Contohnya, dalam materi tentang keberagaman di kelas V, siswa bisa bermain peran sebagai anggota masyarakat yang memiliki latar belakang yang berbeda. Setiap siswa diberi tugas tertentu dan harus berkerjasama dalam menyelesaikan suatu masalah. Dari kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memahami materi tentang keberagaman, tetapi juga belajar berkomunikasi dengan baik, menghargai perbedaan antar orang, bekerja sama dalam tim, bertanggung jawab atas tugasnya, serta menunjukkan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to Salwa auliya

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Ika Zakiyah -
Nama: Ika Zakiyah
NPM: 2413053050

Izin bertanya kepada kelompok 1
Kelompok kalian menyebutkan bahwa salah satu tantangan pengembangan IPS adalah pembelajaran yang masih berorientasi pada hafalan. Menurut kelompok kalian, apa yang sebaiknya dilakukan guru agar pembelajaran IPS tidak hanya membuat siswa menghafal materi, tetapi juga mampu memahami dan menerapkannya?
In reply to Ika Zakiyah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

Izin menjawab pertanyaan dari Ika, guru sebaiknya membuat pembelajaran IPS lebih aktif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Misalnya, guru bisa mengajak siswa berdiskusi, mengamati lingkungan sekitar, bermain peran, atau membahas masalah sosial yang mereka temui.
Dengan begitu, siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga memahami, berpikir kritis, mencari solusi, dan menerapkan pengetahuan IPS dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan materi PPT bahwa pembelajaran IPS perlu aktif, kontekstual, dan berbasis pengalaman.
In reply to Salwa auliya

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by ABRAL AL-TISA 2413053051 -

Nama: Abral Al-Tisa

NPM: 2413053051

Izin bertanya kepada kelompok 1.

Di materi disebutkan bahwa IPS tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga keterampilan, sikap, dan karakter. Menurut kelompok 1, bagaimana cara guru menyeimbangkan ketiga hal tersebut dalam pembelajaran?

In reply to ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Tri Septi Budiarti -
Nama : Tri Septi Budiarti
NPM : 2413053070

Menjawab pertanyaan tisa
Menurut kelompok kami, guru bisa menyeimbangkannya dengan tidak hanya menjelaskan materi, tetapi juga memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi, bekerja sama, dan menyelesaikan masalah sederhana. Jadi, pengetahuan tetap didapat, keterampilan siswa ikut terlatih, dan sikap serta karakter bisa dibentuk melalui kegiatan dan kebiasaan selama pembelajaran. Dengan begitu, ketiganya berjalan bersama, bukan hanya fokus pada nilai atau hafalan.
In reply to ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin menjawab pertanyaan dari abral dan menguatkan jawaban dari rekan saya, bahwa guru perlu mengimbangi ketiga hal tersebut dengan cara dan evaluasi yang berbeda-beda. Misalnya, setelah menjelaskan materi, guru bisa memberikan tugas berupa proyek atau studi kasus yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan itu, siswa tidak hanya diharuskan memahami materi pelajaran, tetapi juga belajar mencari informasi, menyampaikan pendapat, bekerja sama dengan teman, bertanggung jawab dalam tugas, serta menghormati pendapat orang lain. Guru juga bisa mengevaluasi bukan hanya dari hasil ujian, tetapi juga melihat cara kerja, keaktifan, kerja sama, tanggung jawab, dan sikap siswa. Dengan demikian, pembelajaran IPS bisa membentuk siswa yang tidak hanya punya pengetahuan, tetapi juga bisa mempraktikkannya serta memiliki sikap dan karakter yang baik.
In reply to Salwa auliya

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by 2413053072 2413053072 -
Nama : Najwa Maurida Azzahra
Npm : 2413053072

Jika kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran IPS belum merata, bagaimana sekolah dapat mengatasi masalah tersebut?
In reply to 2413053072 2413053072

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

Izin menjawab pertanyaan najwa, menurut kami sekolah dapat mengatasi kemampuan guru yang belum merata dengan melakukan pelatihan dan pendampingan secara rutin, terutama dalam mengembangkan strategi pembelajaran IPS yang aktif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik siswa. Guru juga dapat saling berbagi pengalaman dan bahan ajar melalui kerja sama antar guru. Dengan begitu, kemampuan guru dapat berkembang secara bertahap dan kualitas pembelajaran IPS menjadi lebih merata. Hal ini sesuai dengan materi bahwa keterbatasan kemampuan guru merupakan salah satu tantangan dalam pengembangan IPS SD.
In reply to Salwa auliya

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Lutfiana Prasasti 2413053056 -
NAMA : Lutfiana Prasasti
NPM : 2413053056


Pertanyaan:
Mengapa pembelajaran IPS SD tidak cukup hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga harus mengembangkan keterampilan, sikap, dan karakter siswa?
In reply to Lutfiana Prasasti 2413053056

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin mejawab pertanyaan dari lutfi, karena tujuan IPS SD bukan hanya agar siswa memahami konsep sosial, tetapi juga agar mereka mampu berpikir kritis, memiliki keterampilan sosial, serta mempunyai karakter seperti toleransi, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kemampuan bekerja sama. Dengan begitu, siswa dapat menerapkan pengetahuan IPS dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to Lutfiana Prasasti 2413053056

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Salwa auliya -
Nama : Salwa Auliya
NPM: 2413053065

izin menjawab pertanyaan dari Lutfi,
Jawaban:
Karena tujuan IPS SD bukan hanya agar siswa memahami konsep sosial, tetapi juga agar mereka mampu berpikir kritis, memiliki keterampilan sosial, serta mempunyai karakter seperti toleransi, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kemampuan bekerja sama. Dengan begitu, siswa dapat menerapkan pengetahuan IPS dalam kehidupan sehari-hari
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Lidya Gita Utami -
Nama: Lidya Gita Utami
Npm: 2413053040

Izin bertanya untuk kelompok 1
Apabila penerapan konsep tersebut tidak memberikan hasil sesuai yang diharapkan, apakah yang perlu dievaluasi terlebih dahulu: metode guru, media pembelajaran, materi, atau karakteristik siswa? dan berikan alasannya ya?
In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM ; 2413053048

izin menjawab pertanyaan lidya, menurut saya, apabila penerapan konsep pembelajaran IPS belum memberikan hasil yang diharapkan, yang perlu dievaluasi terlebih dahulu adalah metode atau strategi pembelajaran yang digunakan guru. Alasannya, karena metode merupakan cara yang digunakan guru untuk menerapkan materi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Jadi, ketika hasil pembelajaran belum sesuai, guru perlu melihat apakah metode yang digunakan sudah tepat atau belum.

Contohnya, pada materi kegiatan ekonomi, guru hanya menggunakan metode ceramah sehingga siswa kurang aktif dan kesulitan menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Guru dapat mengevaluasi metode tersebut dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih melibatkan siswa, seperti observasi atau diskusi mengenai kegiatan jual beli di lingkungan sekitar. Hal ini sesuai dengan landasan psikologis IPS yang menekankan bahwa pembelajaran perlu disesuaikan dengan perkembangan dan cara belajar siswa. Setelah metode dievaluasi, barulah guru dapat melihat apakah media, materi, atau karakteristik siswa juga menjadi faktor yang memengaruhi hasil pembelajaran.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Ninda Nur Azizah -
Nama : Ninda Nur Azizah
Npm : 2413053063

Izin bertanya untuk kelompok 1, di ppt menyebutkan bahwa pembelajaran IPS masih cenderung berorientasi pada hafalan. Mengapa metode hafalan masih bertahan, meskipun tujuan pengembangan IPS sudah menekankan berpikir kritis dan keterampilan sosial?
In reply to Ninda Nur Azizah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin menjawab pertanyaan dari ninda, menurut kelompok kami, metode hafalan masih bertahan dikarena tujuan pembelajaran IPS dan praktik di kelas belum sepenuhnya sesuai. Sebenarnya IPS sekarang tidak hanya menekankan siswa untuk menghafal materi, tetapi juga melatih berpikir kritis, bekerja sama, dan memiliki keterampilan sosial. Namun, dalam beberapa pelaksanaannya guru masih sering menggunakan metode hafalan karena dianggap lebih mudah dan cepat untuk menyampaikan materi yang cukup banyak.

Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang terbatas juga menjadi salah satu kendalanya. Pembelajaran yang lebih aktif seperti diskusi, bermain peran, PBL, atau studi lapangan membutuhkan persiapan dan sumber belajar yang lebih banyak. Tidak semua guru memiliki kondisi dan kesempatan yang sama untuk menerapkannya. Contohnya, pada materi keberagaman budaya di kelas V, siswa tidak hanya diminta menghafalkan nama rumah adat atau pakaian adat. Guru bisa mengajak siswa berdiskusi tentang perbedaan budaya yang mereka temui di lingkungan sekitar dan bagaimana cara mereka menghargai perbedaan tersebut. Dengan begitu, siswa tetap mendapatkan pengetahuan tentang materi IPS, tetapi juga belajar berpikir kritis dan bekerja sama.

Jadi, menurut saya, hafalan masih digunakan bukan karena tujuan IPS hanya untuk menghafal, tetapi karena penerapannya di kelas masih memiliki beberapa kendala. Karena itu, pembelajaran IPS perlu dilakukan secara bertahap dengan lebih banyak kegiatan yang membuat siswa aktif dan menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Talitha Arisanti -
Nama: Talitha Arisanti
NPM: 2413053067
pertanyaan: IPS di sekolah dasar sekarang sudah terintegrasi dengan IPA dalam IPAS menurut kelompok kalian apa keuntungan dari penggabungan tersebut bagi siswa?
In reply to Talitha Arisanti

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Tri Septi Budiarti -
Nama : Tri Septi Budiarti
NPM : 2413053070

Izin menjawab Pertanyaan Talitha
Menurut kelompok kami, penggabungan IPS dan IPA menjadi IPAS memberikan keuntungan bagi siswa karena pembelajaran menjadi lebih terpadu dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa tidak hanya mempelajari lingkungan dari sisi sosial, tetapi juga memahami dari sisi alam dan sains. Dengan begitu, siswa dapat melihat hubungan antara manusia, masyarakat, dan lingkungan secara lebih menyeluruh.

Selain itu, IPAS dapat mendorong siswa untuk berpikir kritis, melakukan pengamatan, memecahkan masalah, dan menghubungkan materi dengan kondisi nyata di sekitarnya. Jadi, menurut kami, penggabungan ini membuat pembelajaran lebih bermakna dan membantu siswa memahami bahwa ilmu pengetahuan tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan.
In reply to Tri Septi Budiarti

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin menambahkan jawaban dari rekan saya, keuntungan lainnya dari mengabungkan IPA dan IPS adalah siswa dapat memahami suatu masalah secara lebih utuh dan luas. Misalnya, ketika membahas masalah pencemaran sungai, siswa itu tidak hanya melihat dampaknya terhadap lingkungan dari sisi IPA, tetapi juga memahami mengenai perbuatan yang dilakukan manusia dan masyarakat sehingga menyebabkan masalah tersebut terjadi dari sisi IPS. Dengan demikian, siswa itu dapat belajar menghubungkan sebab dan akibat serta mencari solusi berdasarkan kedua sudut pandang tersebut. Jadi, penggabungan IPS dan IPA dalam IPAS dapat membantu siswa memahami bahwa masalah dalam kehidupan sehari-hari saling berkaitan dan tidak dapat dilihat hanya dari satu sisi.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Jesika Handayani -
Nama : Jesika Handayani
NPM : 2413053046
Izin bertanya kepada kelompok 1

IPS mengembangkan 4C: critical thinking, creativity, communication, dan collaboration. Menurut kelompok 1, apakah keempat keterampilan tersebut dapat dikembangkan secara bersamaan dalam satu kegiatan pembelajaran IPS? Berikan contohnya
In reply to Jesika Handayani

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Tri Septi Budiarti -
Nama : Tri Septi Budiarti
NPM : 2413053070

izin menjawab pertanyaan Jesika
keempat keterampilan 4C dapat dikembangkan secara bersamaan dalam satu kegiatan pembelajaran IPS. Misalnya, guru memberikan masalah tentang sampah di lingkungan sekitar sekolah. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengamati dan mencari penyebab masalah tersebut (critical thinking). Setelah itu, siswa berdiskusi dan membuat ide atau solusi kreatif untuk mengurangi sampah (creativity). Setiap kelompok kemudian menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas (communication), sementara selama proses pengamatan dan penyusunan solusi siswa bekerja sama dengan anggota kelompoknya (collaboration).
In reply to Jesika Handayani

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

Izin menambahkan jawaban dari rekan saya, dari keempat keterampilan 4C dapat dikembangkan secara bersamaan dalam satu kegiatan pembelajaran IPS, karena setiap keterampilan dapat saling mendukung dalam proses pembelajaran. Kuncinya adalah dengan melakukan aktivitas yang menuntut siswa untuk mengamati masalah, mencari informasi, bertukar pendapat, menghasilkan gagasan, dan menyampaikan hasilnya.

Sebagai contoh, guru mengangkat permasalahan tentang banyaknya pedagang di sekitar sekolah yang menggunakan kemasan sekali pakai. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengamati kondisi tersebut dan mencari penyebab serta dampaknya bagi lingkungan. Pada tahap ini, (critical thinking) berkembang karena siswa menganalisis informasi dan menentukan masalah yang paling penting. Selanjutnya, siswa berdiskusi untuk menemukan cara mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai, misalnya dengan membuat kampanye membawa tempat makan dan botol minum sendiri. Hal ini mengembangkan (creativity) karena siswa menghasilkan gagasan dan cara penyelesaian yang berbeda. Selama berdiskusi dan membagi tugas, siswa mengembangkan (collaboration). Setelah itu, setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan dan solusi yang dibuat, sehingga (communication) juga berkembang.

Dengan begitu, 4C bukan hanya dikembangkan secara bersamaan, tetapi juga saling berkaitan. Siswa tidak hanya memahami materi IPS, melainkan belajar menggunakan pengetahuan tersebut untuk menganalisis masalah nyata, bekerja sama, menghasilkan solusi, dan mengkomunikasikan pendapatnya.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Bella Say Chantika -
Nama: Bella Say Chantika
NPM: 2413053053

Pertanyaan:
Dalam pembelajaran berbasis karakter, IPS diharapkan dapat membentuk siswa yang peduli lingkungan, toleran, bertanggung jawab, dan menghargai keberagaman. Dari karakter-karakter tersebut, apakah semuanya dapat dikembangkan melalui satu kegiatan pembelajaran IPS?
In reply to Bella Say Chantika

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin menjawab pertanyaan dari bella, menurut saya tidak harus semuanya karakter dikembangkan dalam satu kegiatan. Satu kegiatan IPS bisa menumbuhkan beberapa karakter sekaligus, tetapi biasanya ada karakter yang lebih dominan sesuai tujuan pembelajarannya.
Contohnya, ketika kegiatan kerja kelompok membersihkan lingkungan sekolah dapat menumbuhkan:
1. Peduli lingkungan melalui kegiatan menjaga kebersihan,
2. Tanggung jawab melalui pembagian tugas,
3. Moleransi melalui kerja sama dengan teman,
4. Menghargai keberagaman melalui sikap saling menghargai perbedaan saat bekerja kelompok.

Jadi, beberapa karakter dapat berkembang secara bersamaan, tetapi guru tetap perlu untuk menentukan karakter utama yang menjadi fokus kegiatan agar pembelajarannya tidak terlalu luas.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by gita fatimah -
Nama : Gita Fatimah
Npm : 2413053059

Izin bertanya kepada kelompok 1
Pertanyaannya
Dalam PPT disebutkan bahwa pembelajaran IPS harus disesuaikan dengan kehidupan nyata peserta didik. Bagaimana contoh penerapan pembelajaran IPS yang kontekstual jika masalah sosial di lingkungan siswa cukup kompleks untuk dipahami oleh anak SD?
In reply to gita fatimah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin menjawab pertanyaan gita, menurut saya guru tidak perlu langsung membahas masalah sosial yang kompleks secara keseluruhan. Guru dapat mengambil bagian kecil yang dekat dengan kehidupan siswa.
Misalnya, masalah sampah di lingkungan sekolah. Guru mengajak siswa untuk mengamati kondisi tempat sampah, berdiskusi tentang penyebabnya, lalu mencari solusi sederhana seperti memilah sampah dan membuat jadwal piket. Jadi, masalah yang kompleks dapat disederhanakan menjadi masalah nyata yang sesuai dengan usia dan pengalaman siswa.
Hal ini sesuai dengan materi PPT kami bahwa pembelajaran IPS sebaiknya kontekstual, dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan mendorong siswa memahami masalah serta mencari solusinya.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by JAYANTI MANDASARI -
Nama : Jayanti Mandasari
NPM : 2413053060

izin bertanya kepada kelompok 1
jika IPS bertujuan membentuk siswa yang kritis dan peduli terhadap masalah sosial, menurut kalian apa yang bisa dilakukan guru ketika siswa justru tidak tertarik dengan masalah sosial di sekitarnya?