Awalnya, saya pikir tata rias hanya bedak dan lipstik. Ternyata ini soal seni, bentuk muka, sama pengaruh lampu panggung yang rumit.
Pas awal-awal, bikin alis simetris aja susah, apalagi nge-blend foundation. Tapi karena sering latian, saya makin bisa buat contour, highlight, sampai bikin rias karakter fantasi.
Tantangan terberat kulit berminyak atau berkeringat bikin riasan luntur dan Manajemen waktu.
Manfaatnya, saya jadi paham teori warna dan teknik rias tahan lama. Yang paling penting, saya gak mudah panik lagi, terbiasa mengoordinasikan kostum.