Menurut saya, tata rias pengantin modern dan tata rias pengantin tradisional Jawa memiliki perbedaan yang cukup jelas. Tata rias pengantin modern biasanya lebih mengikuti tren yang sedang populer. Hasil riasannya cenderung terlihat natural, fresh, atau glamor, tergantung keinginan pengantin. Warna make up yang digunakan lebih fleksibel, begitu juga dengan model rambut dan aksesori yang bisa disesuaikan dengan konsep acara.
Sedangkan tata rias pengantin tradisional Jawa lebih menonjolkan nilai budaya dan adat. Riasannya memiliki aturan tertentu yang sudah diwariskan turun-temurun, mulai dari bentuk alis, tata rambut, hingga penggunaan busana dan aksesorinya. Make up yang digunakan bertujuan untuk menampilkan kesan anggun, sopan, dan berwibawa sesuai dengan filosofi budaya Jawa.
Menurut saya, unsur yang paling menjadi ciri khas tata rias pengantin Jawa adalah paes. Paes merupakan hiasan berwarna hitam di bagian dahi yang memiliki bentuk dan pola tertentu serta mengandung makna filosofi, seperti harapan agar pengantin memiliki kehidupan yang baik, bijaksana, dan penuh kebahagiaan. Selain paes, penggunaan sanggul, bunga melati, dan aksesori tradisional juga menjadi ciri khas yang membuat tata rias pengantin Jawa mudah dikenali. Karena itu, tata rias pengantin Jawa tidak hanya berfungsi untuk mempercantik penampilan, tetapi juga sebagai simbol budaya dan tradisi yang masih dijaga hingga sekarang.