Perbedaan mendasar antara karakter sadis dan sedih terletak pada arah garis dan warna yang digunakan. Karakter sadis didominasi oleh garis-garis tajam menukik (seperti alis berbentuk tegas), bentuk wajah bersudut kaku melalui shading ekstrem, serta warna-warna gelap dan kontras (seperti merah darah dan hitam) untuk memberi kesan energi agresif yang menyerang keluar. Sebaliknya, karakter sedih menggunakan garis-garis lengkung yang layu dan turun ke bawah seperti alis dan ujung mata yang sayu, bentuk yang serba halus tanpa sudut tajam, serta pilihan warna pucat atau redup (seperti abu-abu keunguan atau cokelat sembab) untuk menciptakan impresi visual dari emosi yang rapuh dan runtuh ke dalam.