Pertanyaan 1: Teks tersebut menjelaskan bahwa sikap mewakili “ekspresi konkret” yang muncul dari nilai-nilai yang ditegakkan, mencakup dimensi kognitif, afektif, dan konatif. Lakukan analisis tentang bagaimana internalisasi nilai-nilai (misalnya, prinsip “keadilan sosial”) dapat berkembang menjadi sikap konatif (kecenderungan untuk bertindak) ketika seorang siswa menghadapi diskriminasi dalam lingkungan pendidikan mereka!
Pertanyaan 2: Sebagai pendidik, tanggung jawab kita melampaui penyampaian informasi semata; kita harus memfasilitasi “pembelajaran investigasi” untuk memahami nilai-nilai teoritis, praktis, dan historis. Faktor apa yang membuat metodologi investigasi dan pengaturan kelas reflektif lebih efektif dalam menumbuhkan karakter siswa dibandingkan dengan format “kuliah satu dimensi” tradisional? Hubungkan respons Anda dengan konsep asimilasi nilai yang dirujuk dalam teks.
Pertanyaan 3: Pendidikan IPS dianggap berhasil ketika nilai-nilai yang diinternalisasi tercermin dalam sikap sehari-hari, seperti apresiasi perbedaan. Periksa korelasi antara memahami alasan untuk berinvestasi dalam kerangka sosial dan budidaya warga negara yang demokratis dan toleran. Dengan cara apa pendekatan ini mencegah IPS berubah menjadi sekadar “subjek hafalan”, alih-alih mengubahnya menjadi “wadah untuk perkembangan kemanusiaan”?