KASUS 1
Sebuah penelitian ingin mengetahui rata-rata pendapatan mahasiswa yang bekerja sambil kuliah di Fakultas Ekonomi (jumlah mahasiswa = 600 orang).
Peneliti hanya mengambil sampel dari mahasiswa yang sering berada di kantin kampus pada siang hari dan memperoleh rata-rata pendapatan Rp2.500.000.
Pertanyaan:
a)
Analisis apakah metode sampling tersebut sudah tepat. Jelaskan alasannya.
b) Apa potensi bias yang terjadi?
c) Jika Anda menjadi peneliti, metode apa yang lebih tepat digunakan?
KASUS 2
Seorang peneliti mengambil 80 sampel UMKM di suatu kota.
Diperoleh rata-rata omzet bulanan Rp15.000.000.
Dengan tingkat kepercayaan 95%, diperoleh interval estimasi:
Rp14.000.000 – Rp16.000.000
Pertanyaan:
a)
Jelaskan arti tingkat kepercayaan 95% dalam konteks ini.
b) Apakah bisa dipastikan rata-rata omzet seluruh UMKM tepat Rp15.000.000?
Jelaskan.
c) Jika interval menjadi lebih sempit, apa artinya terhadap kualitas estimasi?
Sebuah survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa tingkat pengangguran suatu daerah diperkirakan sebesar 8% dengan margin of error ±2%.
Pemerintah daerah langsung menyimpulkan bahwa pengangguran pasti 8% dan membuat kebijakan berdasarkan angka tersebut.
Pertanyaan:
a)
Apakah kesimpulan pemerintah sudah tepat? Jelaskan secara analitis.
b) Berapa kemungkinan rentang tingkat pengangguran sebenarnya?
c) Jika Anda sebagai analis ekonomi, apa rekomendasi Anda sebelum kebijakan
dibuat?