Forum Diskusi Kelas

RAS Salmon

RAS Salmon

oleh Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si -
Jumlah balasan: 28

1. Jelaskan mengapa sistem budi daya ikan salmon menggunakan KJA (cage net) di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan.

2.  Jelaskan mengapa sistem RAS ikan salmon di tanyangan youtube tersebut dianggap lebih berkelanjutan dibandingkan dengan sistem cage net (KJA) di laut terbuka.

Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh Muhammad Hafizh Putra Yudan -
1. Sistem KJA di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan karena limbah pakan dan kotoran ikan mencemari laut, memicu penyakit, serta menyebabkan kerusakan ekosistem dan pencampuran gen dengan ikan liar akibat kebocoran.
2. Sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) lebih berkelanjutan karena air dan limbah dikelola dalam sistem tertutup, sehingga tidak mencemari laut, efisien dalam penggunaan sumber daya, serta memungkinkan kontrol penuh terhadap kualitas air dan kesehatan ikan.
Sebagai balasan Muhammad Hafizh Putra Yudan

Re: RAS Salmon

oleh Della Inri Apri Marpaung -
1. Sistem budidaya salmon menggunakan keramba jaring apung (KJA) di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan karena beberapa masalah serius. Pertama, dari aspek kesehatan ikan, sistem ini memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi mencapai 20-25%, jauh melebihi tingkat kematian ternak lain seperti ayam (5%) dan sapi (3%). Ikan salmon dipadatkan dalam jumlah 100.000 ekor atau lebih dalam satu keramba, hidup dalam kotorannya sendiri, dan sangat rentan terhadap parasit seperti sea lice.

2. Sistem Recirculating Aquaculture System (RAS) yang digunakan Sustainable Blue di Nova Scotia dianggap jauh lebih berkelanjutan karena beberapa keunggulan utama. Sistem ini memungkinkan ikan hidup dalam lingkungan yang terkendali dan bebas penyakit tanpa memerlukan antibiotik atau pestisida. Air d idaur ulang dalam sistem tertutup sehingga mengurangi penggunaan air secara drastis, dan limbah tidak dibuang ke laut melainkan diolah dengan baik.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh CHESARIO DWI NUGROHO 2314201010 -
1. Sistem budi daya ikan salmon dengan KJA di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan karena menimbulkan pencemaran limbah organik, penyebaran penyakit dan parasit ke populasi liar, serta ketergantungan pada kondisi laut yang sulit dikontrol dan dapat merusak ekosistem pesisir.


2. Sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) lebih berkelanjutan karena air dan limbah dikelola serta disaring kembali, minim dampak terhadap lingkungan laut, penggunaan air lebih efisien, serta kontrol penuh terhadap kualitas air dan kesehatan ikan sehingga produksi lebih stabil dan ramah lingkungan.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh SENDI ARTA PELA 2314201023 -
1. Sistem budidaya ikan salmon dengan KJA (cage net) di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan karena sisa pakan dan kotoran ikan langsung mencemari laut, menimbulkan eutrofikasi dan kerusakan dasar perairan. Selain itu, penyakit dan parasit mudah menyebar ke ikan liar, ikan budidaya yang kabur dapat mencampur genetik dengan populasi alami, serta penggunaan obat dan antibiotik dapat mencemari lingkungan. Sistem ini juga masih bergantung pada pakan dari ikan laut, sehingga menambah tekanan pada ekosistem alami.

2. sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) dianggap lebih berkelanjutan karena menggunakan sistem tertutup yang mendaur ulang air dan mengolah limbah sebelum dibuang, sehingga tidak mencemari laut. Lingkungan budidaya yang terkontrol membuat penyakit lebih mudah dicegah tanpa banyak obat, serta hampir tidak ada ikan yang kabur ke alam liar. RAS juga lebih efisien dalam penggunaan air dan pakan, dapat dibangun dekat pasar, dan limbahnya bisa dimanfaatkan kembali sebagai pupuk atau energi. Namun, sistem ini membutuhkan biaya dan energi tinggi, meski dampak lingkungannya jauh lebih kecil dibanding KJA.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh Muhammad Nawawi 2314201031 -
1. . Mengapa sistem budidaya ikan salmon menggunakan KJA (cage net) di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan

Budidaya salmon dengan Keramba Jaring Apung (KJA) di laut terbuka banyak dikritik karena menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan laut. Alasan utamanya antara lain:

a. Pencemaran lingkungan laut
Limbah sisa pakan dan kotoran ikan jatuh langsung ke dasar laut, menyebabkan penumpukan bahan organik, menurunkan kadar oksigen, dan memicu eutrofikasi (ledakan alga).
b. Penyebaran penyakit dan parasit
Ikan dalam KJA memiliki kepadatan tinggi, sehingga mudah terserang penyakit dan parasit seperti sea lice yang kemudian bisa menular ke populasi ikan liar di sekitarnya.
c. Kaburnya ikan budidaya
Ikan salmon hasil budidaya yang lolos dari jaring dapat mengganggu genetik populasi liar, menyebabkan hibridisasi dan menurunkan keanekaragaman genetik ikan salmon asli.

2. Mengapa sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) ikan salmon dianggap lebih berkelanjutan dibanding KJA

RAS (Recirculating Aquaculture System) adalah sistem budidaya tertutup yang mengolah dan mendaur ulang air, biasanya dilakukan di darat. Sistem ini dianggap lebih berkelanjutan karena:
A. Minim pencemaran lingkungan
Limbah padat dan cair diolah di dalam sistem (melalui biofilter, sedimentasi, dll.), sehingga tidak dibuang langsung ke lingkungan alam.
B. Efisiensi penggunaan air
RAS dapat mendaur ulang hingga 90–99% air, menjadikannya hemat sumber daya air dan cocok untuk daerah dengan keterbatasan air bersih.
C. Kontrol lingkungan optimal
Suhu, oksigen, pH, dan kualitas air dikendalikan secara otomatis, sehingga pertumbuhan ikan lebih stabil dan risiko penyakit lebih rendah.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh PERDANA KAAFUUR 2314201030 -
1. karena limbah pakan dan kotoran ikan mencemari laut, memicu penyakit, serta menyebabkan kerusakan ekosistem
2. Sistem lebih berkelanjutan karena air dan limbah dikelola dalam sistem tertutup, sehingga tidak mencemari laut, efisien dalam penggunaan sumber daya
Sebagai balasan PERDANA KAAFUUR 2314201030

Re: RAS Salmon

oleh Tasya Putri Damayanti Tasya Putri -

  1. Karena sering dianggap tidak ramah lingkungan, sebab banyak terjadinya masalah lingkungan akibat limbah pakan, kotoran ikan dan penyebaran penyakit ikan dan adanya kerusakan ekosistem
  2. Kaitan dengan ekonomi biru yakni dapatmendukung adanya pemanfaatan sumberdaya laut yang ramah lingkungan dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekpnomi masyarakat tanpa merusak ekosistem laut
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh Chris Nathanael Pardomuan Situmorang 2354201001 -
1. Sistem Keramba Jaring Apung (KJA) di laut terbuka pada awalnya dianggap efisien karena memanfaatkan lingkungan laut secara langsung tanpa perlu membangun infrastruktur darat yang mahal. Namun, video tersebut menjelaskan bahwa metode ini tidak berkelanjutan karena menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan ikan, dan ekosistem laut.

a. Pencemaran lingkungan laut
Limbah sisa pakan, kotoran ikan, dan obat-obatan (seperti antibiotik dan pestisida untuk mengendalikan parasit) langsung jatuh ke dasar laut di bawah keramba. Akibatnya, terjadi penumpukan bahan organik, menurunkan kadar oksigen, dan merusak kehidupan organisme dasar laut (bentik). Dalam jangka panjang, ekosistem laut di sekitar lokasi KJA menjadi tidak sehat dan sulit pulih.

b. Penyakit dan parasit
Karena ikan dipelihara dalam kepadatan tinggi di laut terbuka, penyakit dan parasit seperti sea lice (kutu laut) mudah menyebar. Penyakit dari ikan budidaya juga bisa menular ke ikan liar di sekitar area, menimbulkan masalah bagi populasi ikan alami.

c. Risiko ikan budidaya kabur ke laut (escape)
Ikan salmon dari KJA kadang lolos ke alam liar akibat badai atau kerusakan jaring.
Ikan yang lolos bisa menyilangkan genetiknya dengan salmon liar, mengancam kemurnian genetik dan daya tahan ikan liar.Selain itu, ikan kaburan bisa bersaing dengan salmon liar untuk makanan dan habitat.

d. Ketergantungan pada pakan dari ikan liar
Salmon merupakan ikan karnivora. Untuk memberi makan salmon di KJA, digunakan tepung ikan dan minyak ikan dari hasil tangkapan ikan laut kecil.
Hal ini justru meningkatkan tekanan terhadap stok ikan liar dan menciptakan ketidakseimbangan ekosistem laut.

2. Sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) yang ditampilkan dalam video (seperti di perusahaan Sustainable Blue di Kanada) merupakan inovasi budidaya ikan berbasis darat dengan sirkulasi air tertutup. Metode ini dianggap lebih berkelanjutan karena mampu mengatasi hampir semua masalah yang muncul pada sistem KJA.
a. Pengendalian lingkungan yang tertutup
Dalam sistem RAS, air budidaya disaring dan digunakan kembali melalui sistem biofiltrasi dan sirkulasi. Tidak ada limbah yang langsung dibuang ke laut, sehingga pencemaran lingkungan dapat dicegah. Parameter kualitas air seperti suhu, pH, oksigen, dan amonia dapat dikontrol dengan presisi, menciptakan kondisi optimal bagi pertumbuhan ikan.

b. Minim risiko penyakit dan parasit
Karena lingkungan terisolasi, penyakit dari luar sulit masuk, dan ikan lebih jarang terkena parasit seperti sea lice. Akibatnya, penggunaan antibiotik dan bahan kimia bisa diminimalkan, menjadikan produk lebih sehat dan ramah lingkungan.

c. Tidak ada risiko ikan kabur ke alam
Ikan dibudidayakan dalam tangki di darat, sehingga tidak ada potensi kaburnya ikan budidaya ke ekosistem liar. Ini melindungi populasi ikan liar dari kontaminasi genetik dan kompetisi makanan.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh NEVA AMINARTI SITUMORANG 2314201036 -
1. Sistem budi daya ikan salmon dengan KJA di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan karena limbah pakan dan kotoran ikan langsung mencemari perairan, meningkatkan eutrofikasi, menularkan penyakit ke ikan liar, serta berisiko menyebabkan kaburnya ikan budidaya yang dapat mengganggu keanekaragaman hayati.

2. Sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) dianggap lebih berkelanjutan karena airnya digunakan kembali setelah disaring dan diolah, limbah dapat dikendalikan, risiko pencemaran lingkungan berkurang, serta kondisi lingkungan dapat dikontrol secara optimal untuk pertumbuhan ikan.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh Salwa Asiva 2314201037 -
1. Alasan sistem budidaya ikan salmon dengan KJA (keramba jaring apung) di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan:
Budidaya di laut terbuka menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan. Kotoran ikan dan sisa pakan terbuang langsung ke laut sehingga mencemari perairan dan merusak ekosistem di sekitarnya. Selain itu, ikan yang dipelihara rentan terserang penyakit dan parasit, yang juga bisa menular ke ikan liar. Sistem ini sangat bergantung pada kondisi alam seperti suhu air dan cuaca, sehingga sulit dikendalikan. Ditambah lagi, penggunaan pakan yang masih berasal dari ikan liar membuat tekanan terhadap sumber daya laut semakin besar.

2. Alasan sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) dianggap lebih berkelanjutan:
Sistem RAS lebih ramah lingkungan karena airnya terus disaring dan digunakan kembali, sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar. Ikan dipelihara di lingkungan tertutup dengan pengawasan penuh, sehingga terhindar dari cuaca ekstrem maupun penyakit dari laut. Kondisi yang bersih dan stabil juga membuat penggunaan antibiotik bisa diminimalkan. Selain itu, karena seluruh proses berlangsung di darat, ekosistem laut tidak terganggu. Dengan efisiensi dan kontrol yang lebih baik, sistem ini dinilai lebih berkelanjutan untuk jangka panjang.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh Aprilia nur hidayah 2314201029 -
1. Sistem budidaya ikan salmon menggunakan KJA (cage net) di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan karena menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan laut. Dalam sistem ini, ikan dipelihara di jaring besar yang langsung berada di laut sehingga sisa pakan, kotoran ikan, dan bahan kimia seperti antibiotik langsung terbuang ke perairan tanpa pengolahan. Hal ini menyebabkan pencemaran air, penurunan kualitas lingkungan, serta gangguan ekosistem laut seperti munculnya ledakan alga dan berkurangnya oksigen terlarut. Selain itu, penyakit dan parasit dari ikan budidaya bisa menular ke ikan liar, dan ikan yang lolos dari keramba dapat mengganggu keseimbangan ekosistem serta keanekaragaman genetik spesies alami.

2. Sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) ikan salmon pada tayangan YouTube tersebut dianggap lebih berkelanjutan karena menggunakan sistem tertutup di darat yang memungkinkan pengelolaan air dan lingkungan budidaya secara penuh. Air dalam sistem ini disaring, didaur ulang, dan digunakan kembali, sehingga tidak mencemari laut dan hemat air. Limbah padat dapat diolah menjadi pupuk atau produk lain yang berguna, sementara kualitas air, suhu, dan oksigen dikendalikan secara otomatis untuk menjaga kesehatan ikan. Karena tidak ada kontak langsung dengan laut, risiko penyebaran penyakit dan ikan lepas ke alam liar dapat dihindari. Sistem ini juga mengurangi ketergantungan pada ekosistem laut, memungkinkan produksi berkelanjutan sepanjang tahun, serta mendukung konsep akuakultur ramah lingkungan dan efisien sumber daya.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh najwa sayyida -
1. Sistem budidaya ikan salmon menggunakan KJA di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan karena menyebabkan pencemaran lingkungan dari sisa pakan dan kotoran ikan yang menumpuk di dasar laut. Selain itu, sistem ini rentan terhadap penyebaran penyakit dan parasit seperti kutu laut, serta berisiko ikan kabur dan mengganggu ekosistem alami. KJA juga masih bergantung pada ikan liar sebagai bahan pakan, sehingga menambah tekanan terhadap stok ikan laut.

2. Sistem RAS dianggap lebih berkelanjutan karena menggunakan sistem tertutup yang mendaur ulang air, sehingga tidak mencemari laut. Lingkungan budidaya dapat dikontrol dengan baik untuk mengurangi penyakit dan stres pada ikan. Selain itu, sistem ini mencegah ikan kabur, memungkinkan penggunaan pakan ramah lingkungan seperti protein serangga, dan dapat beroperasi sepanjang tahun tanpa bergantung pada kondisi laut.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh ACROBI MUHAMMAD SULTAN 2314201013 -
1. Sistem budidaya ikan salmon menggunakan KJA di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan karena menyebabkan dampak negatif signifikan pada ekosistem. Praktik ini melepaskan limbah feses dan sisa pakan langsung ke lingkungan laut berpotensi mencemari perairan dan menyebabkan gangguan biologis. KJA menciptakan lingkungan yang rentan terhadap risiko penyakit, badai dan serangan parasit seperti kutu laut (sea lice), yang seringkali memerlukan intervensi kimia atau antibiotik. Tingkat kematian ikan yang sangat tinggi, mencapai 20–25% di fasilitas ini juga menunjukkan inefisiensi ekonomi yang buruk. Ancaman terbesar adalah potensi rusaknya keramba, yang melepaskan salmon non-pribumi ke laut menciptakan persaingan makanan dan habitat yang serius bagi spesies ikan liar lokal yang sudah terancam

2. Sistem RAS di darat dianggap lebih berkelanjutan karena memberikan kontrol penuh terhadap lingkungan budidaya. Sistem ini secara konstan mendaur ulang air dan secara fundamental tidak membuang limbah kembali ke laut, memitigasi risiko penyakit tanpa perlu menggunakan antibiotik. Dari aspek teknologi, RAS adalah teknologi disruptif yang berfokus pada inovasi terutama dalam solusi pakan. Contohnya adalah pengembangan pakan berbasis larva Black Soldier Fly yang diolah dari limbah makanan bertujuan mengurangi rasio ketergantungan pada penangkapan ikan liar yang digunakan sebagai pakan salmon. Kontrol yang ketat ini menghasilkan produk yang lebih sehat dan terjamin mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh Aulia Setia Ningsih -
1. Sistem budidaya ikan salmon dengan KJA (Keramba Jaring Apung) di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan karena limbah pakan dan kotoran ikan langsung mencemari laut, menyebabkan penurunan kualitas air dan pertumbuhan alga berlebih. Selain itu, penyakit dan parasit dapat dengan mudah menyebar ke ikan liar, dan ikan yang lolos dari keramba berpotensi mengganggu keseimbangan genetik serta ekosistem laut. Akibatnya, sistem ini berdampak negatif pada lingkungan dan sulit mendukung prinsip keberlanjutan.

2. sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) dianggap lebih berkelanjutan karena menggunakan sistem tertutup di darat yang memungkinkan pengendalian kualitas air dan pakan dengan baik. Airnya dapat didaur ulang sehingga hemat sumber daya dan tidak mencemari lingkungan. Limbah padat dapat dimanfaatkan kembali, dan risiko penyakit lebih rendah karena sistemnya terisolasi dari laut.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh Danu Rafiansyach -
1. Dapat menyebabkan penumpukan bahan organik dan juga dapat mencemari laut karena limbah-limbah pakan, itu dapat menyebabkan kan penyakit pada ikan

2. Karena untuk limbah dan air pada inland sistem tersebut telah disaring kembali dalam beberapa filter air yang telah di siapkan oleh perusahaan, dan mempunyai kontrol penuh dalam pemeliharaan air
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh Yeni Retno Wulandari -
1. Keramba Jaring Apung (KJA) di laut belum bisa dikatakan berkelanjutan karena sistem ini masih menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan terhadap ekosistem laut. Limbah pakan dan kotoran ikan yang langsung terbuang ke laut menyebabkan penurunan kualitas air dan merusak habitat seperti terumbu karang dan padang lamun. Selain itu, KJA juga berpotensi menimbulkan konflik ruang dengan nelayan dan kawasan konservasi, sehingga tidak sejalan dengan prinsip ekonomi biru yang menekankan keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan ekologi dalam pemanfaatan sumber daya laut.

2. Sistem budidaya ikan dengan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) dianggap lebih berkelanjutan karena menggunakan sistem tertutup yang mampu mendaur ulang air dan mengelola limbah secara efisien. Teknologi ini mengurangi pencemaran, menjaga kualitas lingkungan, serta memungkinkan produksi ikan yang stabil sepanjang tahun tanpa merusak ekosistem alami. Dengan efisiensi sumber daya, minim limbah, dan orientasi jangka panjang, sistem RAS mencerminkan prinsip ekonomi biru yang berfokus pada inovasi ramah lingkungan dan keberlanjutan industri perikanan.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh Dafina Dansha Aryani 2314201017 -
1.Budidaya jaring terbuka sangat tidak berkelanjutan karena secara langsung merusak ekosistem laut:
a. Limbah organik (feses dan sisa pakan) dibuang langsung ke laut
b. Penyebaran Penyakit & Parasit: Kepadatan ikan yang tinggi dan kontak langsung dengan air laut memudahkan penyebaran penyakit dan parasit
c.Penggunaan Bahan Kimia: Untuk mengatasi penyakit dan parasit, peternak sering menggunakan antibiotik yang juga mencemari lingkungan laut.

2.Sistem RAS beroperasi di darat dengan lingkungan tertutup yang sepenuhnya terkontrol, mengatasi hampir semua masalah dilingkungan seperti minim Dampak Lingkungan, kesehatan Ikan Optimal, dan keamanan Biologis
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh Uthiya sahla pahledo -
1. Sistem Keramba Jaring Apung (KJA) di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan karena menimbulkan banyak dampak negatif terhadap lingkungan dan ekosistem laut, yaitu:

Mencemari laut: Sisa pakan dan kotoran ikan langsung jatuh ke dasar laut, menurunkan kualitas air dan merusak ekosistem dasar.

Penyakit dan parasit: Kepadatan tinggi memicu penyakit dan parasit seperti sea lice yang dapat menyebar ke ikan liar.

Ikan kabur ke laut: Ikan budidaya bisa lolos dan kawin dengan ikan liar, merusak genetik alami.

Ketergantungan pada ikan liar untuk pakan: Pakan salmon berasal dari tepung ikan laut, sehingga menambah tekanan pada stok ikan liar.

Gangguan sosial dan konflik ruang: Pencemaran dan penggunaan ruang laut sering menimbulkan konflik dengan nelayan tradisional.

2. Sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) membudidayakan ikan di tangki tertutup di darat dengan air yang disaring dan digunakan kembali. Sistem ini lebih berkelanjutan karena:

Tidak mencemari lingkungan: Limbah air diolah sebelum digunakan kembali.

Bebas penyakit laut: Sistem tertutup mencegah masuknya parasit dan mengurangi penggunaan obat.

Tidak ada ikan kabur: Ikan dibudidayakan di darat, sehingga aman bagi populasi liar.

Efisien air dan sumber daya: Air bersirkulasi terus-menerus dan pakan bisa berasal dari sumber alternatif seperti larva lalat hitam.

Kualitas terkontrol: Suhu, oksigen, dan pH bisa diatur agar ikan tumbuh optimal.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh Hani 2314201009 -
Jawaban

1. Sistem budi daya ikan salmon menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan karena memiliki sejumlah dampak signifikan terhadap ekosistem laut. Limbah budidaya seperti sisa pakan dan kotoran ikan langsung terakumulasi di dasar perairan sehingga memicu eutrofikasi, mengurangi kadar oksigen, dan berpotensi merusak biota dasar perairan. Selain itu, tingginya kepadatan ikan dalam KJA menjadikan lingkungan tersebut rentan terhadap penyakit dan infestasi parasit, seperti sea lice, yang kemudian dapat menyebar ke populasi ikan liar di sekitarnya. Risiko ikan budidaya yang lolos dari jaring juga menimbulkan kekhawatiran karena dapat menyebabkan kompetisi dengan ikan lokal serta mengganggu kemurnian genetik melalui perkawinan silang. Ketergantungan pada pakan berbasis tepung dan minyak ikan turut meningkatkan eksploitasi sumber daya laut lainnya.
2. Sistem Recirculating Aquaculture System (RAS) dianggap lebih berkelanjutan dibandingkan KJA karena mampu mengendalikan berbagai aspek produksi secara tertutup sehingga menekan dampak lingkungan. Dalam RAS, kualitas air dapat dikelola secara optimal melalui penyaringan dan daur ulang, sehingga limbah organik tidak langsung mencemari lingkungan, tetapi diolah terlebih dahulu. Kondisi lingkungan yang terkontrol juga mengurangi kebutuhan terhadap antibiotik karena penyakit dapat dicegah secara efektif. Tidak adanya kontak langsung dengan ekosistem laut menghilangkan risiko penularan penyakit, hilangnya ikan budidaya ke alam, maupun potensi gangguan terhadap populasi ikan liar.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh Tsany Nawa Nur Abyyah -
1. Mengapa sistem budi daya ikan salmon menggunakan KJA (Cage Net) di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan
Sistem KJA (Keramba Jaring Apung) di laut terbuka adalah metode tradisional untuk membudidayakan salmon, di mana ikan dipelihara dalam jaring besar yang mengapung di laut. Meskipun metode ini relatif murah dan mudah dilakukan, namun memiliki banyak dampak negatif terhadap lingkungan, antara lain:
a. Pencemaran lingkungan laut, seperti lmbah organik berupa sisa pakan dan feses ikan langsung jatuh ke dasar laut. Akumulasi limbah ini menyebabkan eutrofikasi (peningkatan nutrien berlebih) yang menurunkan kadar oksigen di perairan dan mengganggu ekosistem dasar laut.
B.Penyakit dan parasit seperti, kepadatan tinggi dalam jaring menyebabkan penyebaran penyakit dan parasit (seperti sea lice) antarikan menjadi cepat. Penyakit ini juga bisa menular ke populasi ikan liar di sekitar lokasi budidaya.
c. Pencemaran genetik yaitu pada Ikan salmon budidaya yang lolos dari jaring dapat berkawin silang dengan salmon liar, menyebabkan perubahan genetik dan menurunkan kualitas ketahanan alami ikan liar.
d. Ketergantungan terhadap laut dan kondisi cuaca seperti Lokasi di laut terbuka membuat sistem ini rentan terhadap badai, perubahan iklim, dan polusi laut yang sulit dikendalikan. Jika jaring rusak, ikan bisa lepas ke alam liar.
e. Tidak efisien dalam penggunaan pakan dan sumber daya. Pakan banyak terbuang karena tidak termakan dan tidak dapat didaur ulang. Biaya ekologis (energi, bahan baku, polusi) tinggi dibandingkan dengan hasil produksi.

2. Mengapa sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) ikan salmon dianggap lebih berkelanjutan
Sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) adalah sistem budi daya tertutup di darat, di mana air disirkulasikan dan disaring kembali secara terus-menerus sehingga limbah dapat dikendalikan.
a. Minim pencemaran lingkungan. Air tidak langsung dibuang ke laut, tetapi disaring dan digunakan kembali. Limbah padat (feses dan sisa pakan) dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai pupuk atau energi biogas, sehingga tidak mencemari lingkungan.
b. Efisiensi air dan sumber daya. Menggunakan air jauh lebih hemat karena hingga 99% air dapat digunakan ulang setelah disaring. Pakan dapat dimanfaatkan dengan lebih optimal karena lingkungan lebih terkontrol.
c. Kontrol penyakit dan kualitas air. Air dan lingkungan dapat dikontrol sepenuhnya (suhu, oksigen, pH, kadar amonia, dsb). Risiko penyakit, parasit, dan pencemaran silang dengan ikan liar sangat rendah.
d. Tidak ada dampak terhadap ikan liar. Tidak ada interaksi langsung dengan laut atau ikan liar, sehingga tidak terjadi pencemaran genetik atau penyebaran penyakit.
e. Dapat dilakukan di lokasi mana pun. Tidak tergantung pada kondisi laut, sehingga bisa dilakukan dekat pasar atau pusat distribusi, mengurangi jejak karbon dari transportasi.
f. Lebih berkelanjutan secara ekonomi jangka panjang. Meski investasi awal besar, sistem RAS lebih efisien, menghasilkan ikan dengan kualitas tinggi, dan memenuhi standar keberlanjutan global.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh 2314201021 2314201021 -
1.KJA atau budidaya ikan di laut dengan sistem terbuka (open-net pens) menimbulkan limbah langsung ke laut berupa sisa pakan dan kotoran ikan, yang menyebabkan polusi dan kerusakan habitat laut (misalnya terumbu karang dan padang lamun). Selain itu, risiko penyebaran penyakit dan parasit pada ikan sangat tinggi karena kondisi lingkungan yang terbuka dan sulit dikontrol, serta risiko ikan pelarian yang dapat mengganggu ekosistem lokal.

2.KJA dengan sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) adalah solusi budidaya ikan yang berkelanjutan karena memakai teknologi tertutup dan sistem sirkulasi air yang terus-menerus mendaur ulang air sehingga hampir tidak ada limbah yang dibuang ke lingkungan laut. Sistem RAS menjaga kualitas air dengan ketat, mengurangi risiko penyakit, dan menghilangkan kebutuhan penggunaan antibiotik dan pestisida.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh Zahra mustika 2314201012 -
Sistem KJA dianggap tidak berkelanjutan karena limbah pakan dan kotoran ikan langsung dibuang ke perairan, menyebabkan pencemaran, eutrofikasi, dan rusaknya ekosistem. Selain itu, KJA bergantung pada kondisi alam sehingga rentan terhadap perubahan lingkungan.
Sementara itu, RAS lebih berkelanjutan karena airnya disirkulasi dan disaring kembali, limbah dapat dikendalikan atau dimanfaatkan, serta efisien dalam penggunaan air dan ruang.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh Sabrina Putri -
1. Sistem budidaya ikan salmon menggunakan keramba jaring apung (KJA) di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan karena menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan ekosistem laut. Limbah pakan dan kotoran ikan langsung jatuh ke dasar laut tanpa pengolahan, menyebabkan pencemaran organik, penurunan kualitas air, dan gangguan keseimbangan ekosistem. Selain itu, sistem terbuka memungkinkan penyebaran penyakit dan parasit ke ikan liar di sekitar lokasi budidaya. Ikan hasil budidaya yang lepas ke alam juga dapat mengganggu keanekaragaman genetik populasi liar. Padatnya keramba di satu area memperburuk kondisi perairan dan menurunkan daya dukung lingkungan. Oleh karena itu, sistem KJA di laut terbuka tidak sejalan dengan prinsip keberlanjutan karena merusak ekosistem laut dan tidak mendukung pengelolaan sumber daya secara berwawasan lingkungan.

2. Sistem budidaya ikan salmon dengan teknologi **Recirculating Aquaculture System (RAS)** dianggap lebih berkelanjutan dibandingkan dengan sistem **Keramba Jaring Apung (KJA)** di laut terbuka karena memiliki kemampuan untuk mengendalikan seluruh aspek lingkungan budidaya secara tertutup dan efisien. Dalam sistem RAS, air yang digunakan terus didaur ulang melalui proses filtrasi mekanik, biologis, dan kimia sehingga sekitar 95–99% air dapat digunakan kembali. Hal ini membuat konsumsi air menjadi sangat efisien sekaligus mengurangi limbah yang dibuang ke lingkungan. Berbeda dengan KJA yang membuang limbah pakan dan feses langsung ke laut, RAS memiliki sistem penanganan limbah padat yang baik sehingga sisa organik dapat diolah kembali menjadi bahan berguna seperti pupuk. Dengan demikian, pencemaran lingkungan akibat kegiatan budidaya dapat ditekan secara signifikan.

Selain itu, sistem RAS memberikan pengendalian penuh terhadap parameter lingkungan seperti suhu, pH, kadar oksigen terlarut, dan amonia, yang semuanya dapat diatur sesuai kebutuhan pertumbuhan ikan salmon. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang stabil, bebas dari fluktuasi cuaca, polusi laut, atau gangguan eksternal lainnya. Sebaliknya, sistem KJA sangat bergantung pada kondisi alam perairan, sehingga lebih rentan terhadap perubahan suhu, badai, dan pencemaran dari aktivitas manusia di laut. Pengendalian kualitas air yang optimal pada RAS juga mampu menurunkan tingkat stres dan kematian ikan, meningkatkan efisiensi pakan, serta mempercepat pertumbuhan ikan dibandingkan dengan sistem laut terbuka.

Dari sisi kesehatan ikan, RAS jauh lebih unggul karena sistem ini tertutup dan terisolasi dari lingkungan laut, sehingga ikan tidak terpapar penyakit dan parasit yang umum menyerang ikan di laut, seperti kutu laut (*sea lice*) dan virus anemia salmon. Dengan penerapan biosecurity yang ketat, risiko penularan penyakit antar populasi dapat dihindari, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan kualitas ikan hasil budidaya. Sementara itu, budidaya di laut terbuka sering kali menjadi sumber penyebaran penyakit ke ikan liar dan dapat menimbulkan gangguan ekosistem di sekitar lokasi budidaya. Oleh karena itu, sistem RAS tidak hanya melindungi ikan budidaya tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian keanekaragaman hayati laut.

Keunggulan lain dari RAS adalah fleksibilitas lokasi dan efisiensi ruang. Karena dilakukan di darat dan tidak memerlukan laut atau perairan pesisir, sistem ini dapat dibangun di mana saja, termasuk di daerah perkotaan dekat pasar konsumen, sehingga mengurangi biaya distribusi dan tekanan terhadap ekosistem pesisir yang sudah padat aktivitas. Di sisi lain, sistem KJA membutuhkan area laut yang luas dan sering kali menimbulkan konflik ruang dengan sektor lain seperti pariwisata, transportasi laut, dan perikanan tangkap. Dengan sistem RAS, semua kegiatan produksi dapat dilakukan secara terpusat, higienis, dan mudah diawasi, serta mendukung transparansi dan ketertelusuran produk—dua aspek penting dalam sertifikasi keberlanjutan seperti **ASC (Aquaculture Stewardship Council)** dan **GlobalG.A.P.**

Secara keseluruhan, sistem RAS menawarkan solusi budidaya ikan salmon yang ramah lingkungan, efisien, dan adaptif terhadap tantangan perubahan iklim. RAS tidak tergantung pada kondisi laut, sehingga produksi ikan tetap stabil meskipun terjadi perubahan suhu laut, badai, atau pencemaran pesisir. Dengan dampak ekologis yang sangat kecil, efisiensi pakan dan air yang tinggi, serta pengendalian penuh terhadap kesehatan ikan, sistem ini menjadi pilihan utama dalam pengembangan akuakultur berkelanjutan masa depan. Sebaliknya, sistem KJA meskipun lebih murah secara awal, berisiko tinggi terhadap lingkungan, kesehatan ikan, dan keberlanjutan ekosistem laut. Oleh karena itu, secara ilmiah dan ekologis, sistem RAS dianggap jauh lebih berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip **ekoaquaculture** yang menyeimbangkan antara produktivitas, ekonomi, dan kelestarian lingkungan.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh Revanja Aulia Maharani -
1. Budidaya ikan salmon dengan sistem KJA (keramba jaring apung) di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan karena dapat mencemari laut. Sisa pakan dan kotoran ikan mengendap di dasar laut, membuat air kotor dan merusak ekosistem. Ikan juga mudah terkena penyakit dan bisa menularkannya ke ikan liar. Selain itu, jaring bisa rusak sehingga ikan lepas ke laut dan mengganggu keseimbangan alam.

2. Sistem RAS dianggap lebih berkelanjutan karena airnya digunakan kembali dan disaring terus-menerus, sehingga tidak mencemari laut. Limbah dapat diolah dengan baik, dan lingkungan budidaya bisa dikontrol agar ikan tetap sehat tanpa obat kimia. Sistem ini juga hemat air dan energi, sejalan dengan prinsip Blue Economy yang memanfaatkan sumber daya alam secara bijak tanpa merusak lingkungan.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh Horas 2314201025 -
1. Sistem budidaya ikan salmon menggunakan KJA (Keramba Jaring Apung) di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan karena beberapa alasan. KJA dapat menyebabkan polusi air akibat sisa pakan dan kotoran ikan yang menumpuk di dasar laut, merusak ekosistem setempat. Penggunaan antibiotik dan bahan kimia lainnya untuk mencegah penyakit pada ikan dapat mencemari lingkungan sekitar. Selain itu, KJA rentan terhadap penyebaran penyakit dan parasit yang dapat mempengaruhi populasi ikan liar di sekitarnya. Terakhir, KJA dapat mengganggu habitat alami dan migrasi ikan liar, serta berpotensi merusak keanekaragaman hayati laut.

2. Sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) ikan salmon dianggap lebih berkelanjutan dibandingkan dengan sistem KJA di laut terbuka karena beberapa faktor. RAS merupakan sistem tertutup yang mengurangi risiko pencemaran lingkungan karena limbah dapat diolah dan didaur ulang. Penggunaan air dalam RAS lebih efisien karena air terus-menerus disaring dan digunakan kembali, mengurangi ketergantungan pada sumber air eksternal. RAS juga memungkinkan pengendalian kondisi lingkungan yang lebih baik, seperti suhu dan kualitas air, sehingga mengurangi risiko penyakit dan penggunaan bahan kimia. Selain itu, RAS dapat ditempatkan di darat, mengurangi dampak terhadap ekosistem laut dan konflik dengan penggunaan lahan lainnya. Dengan demikian, RAS menawarkan solusi budidaya ikan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh 2314201007 2314201007 -
1. sistem budidaya salmon Keramba Jaring Apung (KJA) di laut terbuka, atau open net pen, dianggap tidak berkelanjutan karena pada dasarnya merupakan operasi industrial dengan dampak lingkungan yang tidak dapat dikendalikan. Dalam sistem ini, salmon dipelihara dalam kepadatan yang ekstrem (100.000 ekor atau lebih per keramba), yang menyebabkan ikan hidup di tengah kotorannya sendiri (feces) dan rentan terhadap serangan parasit seperti kutu laut (sea lice), yang mudah menyebar ke populasi salmon liar di perairan sekitarnya. Video tersebut juga menyoroti tingginya tingkat mortalitas di KJA, mencapai 20% hingga 25%. Lebih lanjut, praktik ini menimbulkan ancaman serius ketika terjadi keruntuhan: ratusan ribu salmon budidaya (spesies non-pribumi dari Atlantik) lolos ke Samudra Pasifik, bersaing untuk makanan dan habitat dengan spesies salmon liar yang sudah terancam. Terakhir, sistem KJA masih sangat bergantung pada pakan yang terbuat dari ikan liar, yang dikhawatirkan berkontribusi pada penangkapan ikan berlebihan (overfishing) di lautan.

2.Sistem Recirculating Aquaculture System (RAS) yang ditampilkan dalam video YouTube tersebut dianggap jauh lebih berkelanjutan dibandingkan KJA karena prinsip operasinya yang berbasis pada lingkungan tertutup dan terkontrol penuh di darat, yang secara efektif mengatasi masalah utama budidaya laut. Keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk mendaur ulang air secara konstan, yang memungkinkan pengelolaan limbah secara total; ini berarti peternakan tidak membuang limbah atau polutan kembali ke laut, sehingga menghilangkan risiko pencemaran dan eutrofikasi. Lingkungan yang terkontrol ini juga memungkinkan ikan tetap bebas penyakit tanpa perlu menggunakan antibiotik atau pestisida, sekaligus menghilangkan risiko pelarian ikan yang dapat mengganggu genetik populasi liar. Selain itu, video menyoroti peran RAS dalam mendorong inovasi pakan berkelanjutan, seperti penggunaan larva serangga, yang membantu mengurangi ketergantungan industri pada penangkapan ikan liar. Dengan demikian, RAS dianggap sebagai solusi yang lebih stabil, efisien, dan bertanggung jawab terhadap ekosistem.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh EUNIKE PAULINE TIRZA AGATHA 2314201002 -
‎1. Sistem Keramba Jaring Apung (KJA) di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan karena limbah seperti kotoran ikan dan sisa pakan mencemari perairan dan merusak ekosistem laut. Kepadatan ikan yang tinggi juga memicu penyakit dan penggunaan antibiotik, sementara risiko ikan lepas dapat mengganggu populasi ikan asli. Selain itu, ketergantungan pada ikan tangkapan untuk pakan turut menekan sumber daya laut.

‎2. Sistem Recirculating Aquaculture System (RAS) berbasis darat dinilai lebih berkelanjutan karena menggunakan sistem tertutup yang mendaur ulang air tanpa mencemari lingkungan. Sistem ini mencegah ikan lepas, menjaga kesehatan tanpa antibiotik, dan mendorong inovasi pakan ramah lingkungan. RAS mencerminkan penerapan prinsip Ekonomi Biru yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan ekosistem.
Sebagai balasan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si

Re: RAS Salmon

oleh Aqila Zafira -
1. Sistem budidaya ikan salmon menggunakan KJA (cage net) di laut terbuka dianggap tidak berkelanjutan karena menimbulkan berbagai dampak lingkungan. Limbah pakan dan kotoran ikan langsung mencemari perairan laut, menyebabkan eutrofikasi dan menurunkan kualitas air. Selain itu, penyakit dan parasit mudah menyebar ke populasi ikan liar, serta ada risiko ikan peliharaan kabur dan mengganggu keanekaragaman genetik. Penggunaan ruang laut yang besar juga berpotensi menimbulkan konflik dengan nelayan dan sektor kelautan lainnya.
2. Sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) dianggap lebih berkelanjutan karena seluruh proses budidaya dilakukan di lingkungan tertutup dan terkontrol. Air digunakan kembali setelah disaring dan diolah, sehingga limbah tidak mencemari lingkungan. Sistem ini juga efisien dalam penggunaan air, pakan, dan ruang, serta meminimalkan risiko penyakit dan kaburnya ikan ke alam liar.