Forum Analisis Jurnal
NPM : 2515012087
Jurnal Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi karya Ika Setyorini yang mengkaji posisi Pancasila sebagai landasan nilai juga seharusnya menuntun arah perkembangan IPTEK di Indonesia. Penulis menempatkan Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara secara normatif, tetapi sebagai sumber nilai yang hidup dan relevan dalam aktivitas keilmuan, termasuk dalam dunia pendidikan tinggi dan kehidupan mahasiswa.
Dalam konteks mahasiswa, pembahasan jurnal ini menjadi sangat relevan karena mahasiswa merupakan kelompok intelektual muda yang secara langsung bersentuhan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan teknologi informasi, media sosial, dan digitalisasi pendidikan memberikan kemudahan dalam proses belajar, namun pada saat yang sama juga menghadirkan tantangan etika, moral, dan budaya. Penulis menilai bahwa tanpa pijakan nilai Pancasila, mahasiswa berpotensi terjebak pada pola pikir pragmatis dan sekular, di mana ilmu hanya dipandang sebagai alat kemajuan teknis tanpa mempertimbangkan dampak kemanusiaan dan sosial.
Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila sebagai sistem nilai terdiri atas nilai dasar, instrumental, dan praktis. Bagi mahasiswa, ketiga nilai tersebut dapat tercermin dalam sikap akademik sehari-hari, seperti kejujuran dalam proses belajar, tanggung jawab dalam penggunaan teknologi, serta kemampuan bersikap kritis namun tetap beretika. Dengan menjadikan Pancasila sebagai acuan, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan integritas dalam mengembangkan serta menerapkan ilmu pengetahuan.
Penulis juga menyoroti peran Pancasila sebagai sumber moral dalam pengembangan IPTEK. Dalam dunia kampus, hal ini dapat diwujudkan melalui penggunaan teknologi yang berorientasi pada kemanfaatan bersama, bukan sekadar kepentingan pribadi. Mahasiswa dituntut untuk mampu menyaring informasi, menghindari penyalahgunaan teknologi, serta memanfaatkan IPTEK untuk kegiatan akademik dan sosial yang positif. Setiap sila Pancasila mengandung nilai etis yang relevan dengan kehidupan mahasiswa, mulai dari sikap religius, penghargaan terhadap sesama, hingga keadilan dalam berbagi akses dan manfaat teknologi.
Dari sudut pandang historis dan konstitusional, amanat Pembukaan UUD 1945 tentang “mencerdaskan kehidupan bangsa” menempatkan mahasiswa sebagai subjek utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Jurnal ini menegaskan bahwa proses pencerdasan tersebut tidak boleh dilepaskan dari nilai Pancasila. Pendidikan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang cakap secara akademik, tetapi juga bertanggung jawab membentuk kesadaran kebangsaan dan etika keilmuan mahasiswa dalam menghadapi arus globalisasi.
Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK sangat penting bagi mahasiswa. Pancasila berfungsi sebagai pedoman agar mahasiswa mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara kritis, bertanggung jawab, serta selaras dengan kepribadian bangsa.
npm : 2515012015
kelas: b
Jurnal ini menekankan bahwa perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) membawa manfaat besar bagi kehidupan manusia, namun juga berpotensi menimbulkan dampak negatif apabila tidak dikendalikan oleh nilai moral dan kemanusiaan. Penulis menggunakan contoh sejarah, seperti dampak bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, untuk menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tanpa landasan etika dapat mengancam nilai kemanusiaan secara universal.
Dalam konteks Indonesia, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi dasar nilai dalam pengembangan IPTEK. Pancasila diposisikan sebagai rambu normatif agar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak bertentangan dengan kepribadian bangsa, nilai kemanusiaan, dan kepentingan masyarakat. Penulis juga menyoroti tantangan globalisasi dan dominasi negara-negara Barat dalam perkembangan IPTEK yang berpotensi menggeser nilai-nilai khas bangsa Indonesia.
Secara keseluruhan, jurnal ini menyimpulkan bahwa urgensi Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK sangat penting agar kemajuan ilmu dan teknologi di Indonesia tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebudayaan nasional, sehingga tidak kehilangan arah dan jati diri bangsa.
NAMA:AYU DEWI PRASTIYANI
NPM:2515012002
KELAS:B
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi etis dan sosiologis yang tidak tergantikan bagi bangsa Indonesia, khususnya dalam menghadapi gelombang globalisasi dan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
Di tengah pertarungan ideologi dunia seperti kapitalisme yang menjunjung kebebasan individu tanpa batas dansosialisme/komunisme, para pendiri bangsa telah merumuskan Pancasila sebagai philosophische grondslag (dasar filosofis) yang mampu menyatukan kemajemukan masyarakat Indonesia. Dalam konteks saat ini, Pancasila berfungsi sebagai penyaring agar nilai-nilai asing yang bertentangan seperti individualisme, sekularisme, dan gaya hidup hedonis tidak merusak jati diri.Hasil analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi IPTEK, hal ini membuktikan bahwa pendidikan formal di perguruan tinggi memegang peranan kunci dalam membentuk karakter yang bertanggung jawab, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal lainnya.Transformasi Sikap Mental Mahasiswa yaitu Pendidikan Pancasila berhasil mendorong mahasiswa untuk memiliki sikap selektif dalam menggunakan teknologi. Hal ini tercermin dari perilaku nyata seperti kemampuan menyaring informasi dari media sosial, keberanian memblokir konten negatif (pornografi dan kekerasan), serta penggunaan bahasa yang santun dalam berkomunikasi secara digital. Mahasiswa diarahkan untuk memiliki pemahaman bahwa teknologi harus digunakan untuk mempermudah proses belajar dan berbisnis secara sehat, bukan untuk menebar kebencian atau radikalisme.Untuk mengatasi kemerosotan moral, jurnal ini menyarankan agar nilai-nilai Pancasila terus dilestarikan lintas generasi melalui proses pendidikan yang terencana dan terpadu. Pemerintah perlu meningkatkan pengawasan dan penyaringan (filtering) terhadap arus informasi global untuk menangkal paham radikal. Selain itu, metode pembelajaran Pancasila harus dikemas secara inovatif, dinamis, dan tidak bersifat indoktrinasi agar generasi muda merasa memiliki nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.Pancasila bukan hanya sekadar teori hafalan, melainkan sistem etika yang harus diaktualisasikan sebagai kompas moral. Tanpa berlandaskan Pancasila, kemajuan IPTEK di Indonesia berisiko menjauhkan manusia dari nilai ketuhanan, kemanusiaan yang beradab, dan semangat persatuan, yang pada akhirnya dapat memicu perpecahan bangsa.
NAMA: FITRIA RAHMA WULANDARI
NPM: 2515012020
1.Identitas Jurnal
Judul: Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
Penulis: Ika Setyorini – Fakultas Syari’ah dan Hukum UNSIQ Indonesia.
Jenis: Kajian ilmiah tentang Pancasila dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia Volume/Tahun: Jurnal Vol. IV No. 02 (2018).
2.Tujuan Penelitian
Jurnal ini bertujuan untuk:
-Menjelaskan urgensi penegasan Pancasila sebagai sumber nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
-Menguatkan landasan normatif agar perkembangan IPTEK tidak terlepas dari nilai-nilai bangsa Indonesia.
3.Metode Penelitian
Metode penelitian jurnal ini berbasis kajian pustaka (library research) dan analisis konseptual terhadap konsep Pancasila, nilai, dan perkembangan IPTEK. Penelitian tidak menggunakan data statistik atau eksperimen, tetapi lebih bersifat teoretis-analitis.
4.Isi & Temuan Utama
•Konsep Dasar Nilai Pancasila
Jurnal menjelaskan bahwa Pancasila bukan sekedar dasar negara, tetapi juga sistem nilai dan kerangka berpikir yang normatif untuk seluruh aspek kehidupan, termasuk sains dan teknologi. Nilai Pancasila dipandang mampu menjembatani arah perkembangan ilmu agar tetap sesuai dengan identitas dan moral bangsa.
•Pancasila sebagai Sumber Moral & Etika
Pancasila memberikan arah moral kepada ilmuwan dan teknologi, sehingga perkembangan IPTEK tidak hanya mengejar kemajuan teknologi, namun juga mempertimbangkan dampak sosial, kemanusiaan, dan etika.
•Fungsi Pancasila dalam IPTEK
Jurnal menegaskan beberapa fungsi nilai Pancasila dalam IPTEK:
-Sebagai kerangka acuan berpikir dan pedoman normatif.
-Menjaga agar pengembangan ilmu tidak berjarak dari budaya dan nilai bangsa.
-Membantu menghindari sekularisme ilmu yang lepas dari konteks sosial-budaya.
-Menjadi penentu etika dan moral dalam proses penelitian dan teknologi.
•Pancasila dan Nilai Setiap Sila
Jurnal juga menguraikan hubungan sila-sila Pancasila dengan pengembangan IPTEK:
-Sila 1: Menjaga rasionalitas ilmu dengan mempertimbangkan akal, rasa, dan kepercayaan.
-Sila 2: Etika dalam ilmu untuk kesejahteraan bersama.
-Sila 3: Menjaga persatuan dalam penerapan IPTEK.
-Sila 4: IPTEK yang berdasar kepentingan rakyat dan demokrasi.
-Sila 5: Menciptakan ilmu yang menghasilkan keadilan sosial.
5.Kekuatan & Kelemahan Analisis
•Kekuatan
-Memberi landasan filosofis dan normatif terhadap hubungan antara Pancasila dan IPTEK.
-Penjelasan yang terstruktur berdasarkan nilai dan sila Pancasila.
-Menguatkan pentingnya orientasi etika dalam sains sehingga perkembangan teknologi tetap berkelanjutan secara kemanusiaan.
•Kelemahan
-Tidak menggunakan data empiris, sehingga kesimpulan lebih bersifat konseptual daripada hasil penelitian lapangan.
-Studi cenderung fokus pada teori tanpa contoh penerapan langsung dalam konteks kampus atau industri.
6.Hubungan dengan Literatur Luar
Jurnal sejalan dengan banyak kajian lain yang menyatakan peran Pancasila sebagai landasan nilai dalam perkembangan ilmu. Misalnya, studi literatur menyebutkan bahwa nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman moral dan sosial bagi ilmu pengetahuan agar tidak lepas dari tanggung jawab kemanusiaan dan keadilan sosial. Ini juga menunjukkan bahwa Pancasila dapat mengimbangi tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi yang seringkali hanya fokus pada produktivitas dan efisiensi tanpa menjamin aspek etika dan kemanusiaan.
7.Kesimpulan Analisis
-Pancasila memiliki peran penting sebagai dasar nilai dan pedoman dalam pengembangan IPTEK di Indonesia.
-Nilai-nilai Pancasila dipandang mampu memastikan kemajuan ilmu tetap menjunjung etika, moral, identitas bangsa, dan kesejahteraan sosial.
-Penelitian ini menegaskan bahwa tanpa penegasan nilai Pancasila, perkembangan ilmu berpotensi kehilangan arah dan terjadi ketidakseimbangan sosial.
NPM: 2515012032
Jurnal ini membahas urgensi penegasan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menekankan bahwa Pancasila merupakan kristalisasi nilai budaya dan agama bangsa Indonesia yang seharusnya menjadi landasan dalam setiap aktivitas, termasuk aktivitas ilmiah. Pengembangan IPTEK tidak boleh lepas dari ideologi bangsa karena dapat menyebabkan ilmu berkembang tanpa arah dan berpotensi merusak nilai kemanusiaan serta kepribadian bangsa.
Dalam pembahasannya, jurnal menjelaskan bahwa Pancasila berfungsi sebagai sumber nilai, kerangka berpikir, dan pedoman moral dalam pengembangan IPTEK. Setiap sila Pancasila mengandung nilai etika yang harus diterapkan dalam pengembangan ilmu, seperti menghormati martabat manusia, menjaga persatuan, bersikap demokratis, dan mewujudkan keadilan sosial. IPTEK seharusnya dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan justru menimbulkan kerusakan sosial, lingkungan, atau dehumanisasi.
Jurnal ini juga menegaskan bahwa pengembangan IPTEK di Indonesia harus berakar pada budaya dan ideologi bangsa sendiri agar tidak didominasi oleh nilai-nilai asing yang bertentangan dengan Pancasila. Penulis menyimpulkan bahwa Pancasila perlu ditegaskan sebagai rambu normatif dalam pengembangan IPTEK agar kemajuan ilmu pengetahuan tetap selaras dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial demi keberlanjutan bangsa Indonesia.
NPM: 2515012012
Urgensi Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Jurnal ini membahas pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis menjelaskan bahwa perkembangan IPTEK tidak boleh dilepaskan dari nilai-nilai Pancasila karena IPTEK dapat membawa dampak positif maupun negatif bagi kehidupan manusia.
Gagasan utama jurnal ini adalah bahwa Pancasila harus dijadikan pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai yang dapat menjadi arah dalam pengembangan IPTEK, seperti nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial. Nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai batas agar IPTEK tidak disalahgunakan dan tetap bertujuan untuk kesejahteraan manusia.
Penulis juga menjelaskan bahwa tanpa dasar nilai Pancasila, perkembangan IPTEK dapat mengarah pada sikap individualisme, lunturnya moral, serta masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Pancasila perlu ditegaskan kembali sebagai landasan dalam aktivitas ilmiah dan pendidikan.
Jurnal ini lebih bersifat teori dan pemikiran, sehingga tidak menggunakan data penelitian lapangan. Meskipun demikian, isi jurnal cukup jelas dan mudah dipahami karena dikaitkan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini.
Dari jurnal ini dapat disimpulkan bahwa Pancasila memiliki peran yang sangat penting sebagai pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar kemajuan yang terjadi tetap sejalan dengan nilai kemanusiaan dan budaya bangsa.
NPM : 2515012010
Analisis jurnal
"URGENSI PENEGASAN PANCASILA
SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK"
Penulis menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan IPTEK sering kali menimbulkan dampak negatif apabila tidak disertai dengan nilai etika, kemanusiaan, dan religius. Oleh karena itu, Pancasila sebagai ideologi bangsa harus dijadikan pedoman agar pengembangan ilmu tidak menyimpang dari kepribadian bangsa Indonesia.
Pancasila dipahami sebagai sistem nilai yang terdiri atas nilai dasar, instrumental, dan praktis yang berfungsi sebagai kerangka berpikir, arah, dan tujuan pengembangan IPTEK. Setiap sila Pancasila mengandung prinsip moral yang relevan, seperti penghormatan terhadap nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar nilai, IPTEK diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan manusia, menjaga martabat kemanusiaan, serta memperkuat persatuan bangsa. Selain itu, jurnal ini juga menegaskan bahwa secara historis, sosiologis, dan politis, Pancasila memiliki legitimasi kuat sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan, sebagaimana tercermin dalam amanat Pembukaan UUD 1945 dan berbagai kebijakan negara. Penulis menyimpulkan bahwa penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK sangat penting agar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia tetap beretika, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan kemanusiaan.
NPM: 2515012058
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang sangat pesat di era globalisasi membawa dampak besar bagi kehidupan manusia, baik positif maupun negatif. Tanpa landasan nilai yang kuat, IPTEK berpotensi berkembang secara bebas, sekuler, dan bahkan mendehumanisasi manusia. Sebagai bangsa yang memiliki identitas budaya dan religius yang kuat, Indonesia memerlukan Pancasila sebagai dasar nilai dan pedoman moral dalam pengembangan IPTEK agar kemajuan ilmu tidak bertentangan dengan nilai kemanusiaan, keadilan, dan kepribadian bangsa .
Jurnal Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi landasan utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia karena Pancasila merupakan kristalisasi nilai budaya, agama, dan kepribadian bangsa. Penulis menjelaskan bahwa tanpa berlandaskan Pancasila, perkembangan IPTEK berpotensi kehilangan arah, bersifat sekuler, serta menimbulkan dampak negatif terhadap kemanusiaan dan identitas nasional. Pancasila diposisikan sebagai sistem nilai dasar, instrumental, dan praktis yang berfungsi sebagai pedoman moral, etika, dan rambu normatif agar IPTEK dikembangkan secara bertanggung jawab, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan manusia. Dengan demikian, pengembangan IPTEK yang berlandaskan Pancasila diharapkan mampu menghasilkan kemajuan ilmu yang tidak hanya modern dan progresif, tetapi juga bermoral dan sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
Jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila memiliki urgensi yang sangat penting sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Setiap pengembangan IPTEK harus berlandaskan dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, serta menjadikannya sebagai rambu normatif agar kemajuan IPTEK tetap bermoral, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan manusia. Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan etis dan filosofis, pengembangan IPTEK diharapkan tidak kehilangan arah dan tetap sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia .
Ika Setyorini, 2018
Jurnal ini bertujuan menegaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai dan rambu normatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menyoroti bahwa kemajuan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai ideologi bangsa berpotensi menimbulkan dehumanisasi, krisis moral, serta hilangnya arah pengembangan ilmu.
Latar Belakang Masalah
Latar belakang jurnal disusun dengan mengaitkan:
- Pesatnya perkembangan IPTEK
- Pengaruh globalisasi dan dominasi ilmu dari Barat
- Ancaman terhadap nilai budaya, agama, dan kemanusiaan
- Penulis menilai bahwa IPTEK sering dipandang hanya sebagai kemajuan teknis, tanpa mempertimbangkan nilai moral dan etika. Oleh karena itu, Pancasila diposisikan sebagai filter ideologis dan etis agar pengembangan ilmu tidak bersifat bebas nilai (value-free).
Secara analitis, latar belakang ini relevan dengan kondisi Indonesia yang memiliki keragaman budaya dan religius, sehingga membutuhkan dasar nilai yang khas dalam pengembangan ilmu.
Analisis Kerangka Teoretis
Jurnal ini memiliki kerangka teoretis yang kuat karena:
- Menjelaskan Pancasila sebagai sistem nilai (nilai dasar, instrumental, dan praktis)
- Menempatkan Pancasila sebagai paradigma ilmu
- Mengaitkan ilmu, budaya, agama, dan moralitas
Namun, kerangka teori lebih bersifat normatif-filosofis dan belum banyak mengaitkan teori IPTEK kontemporer atau studi empiris tentang sains modern.
Pembahasan jurnal dianalisis ke dalam beberapa poin utama:
a. Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu
- Penulis menegaskan bahwa setiap pengembangan IPTEK di Indonesia:
Tidak boleh bertentangan dengan nilai Pancasila
- Harus menjadikan Pancasila sebagai faktor internal pengembangan
Harus berakar pada budaya dan ideologi bangsa (indigenisasi ilmu)
b. Pancasila sebagai Sumber Nilai Moral IPTEK
Penulis mengaitkan setiap sila Pancasila dengan etika pengembangan IPTEK, misalnya:
- Ketuhanan → keseimbangan akal, rasa, dan kehendak
- Kemanusiaan → IPTEK untuk kesejahteraan manusia
- Persatuan → IPTEK sebagai penguat identitas nasional
- Kerakyatan → demokratisasi penguasaan IPTEK
- Keadilan sosial → pemerataan manfaat IPTEK
Analisis ini menunjukkan bahwa Pancasila dipahami sebagai sistem etika yang utuh, bukan sekadar simbol ideologi.
c. Landasan Historis, Sosiologis, dan Politis
Penulis secara komprehensif menelusuri:
- Landasan historis melalui Pembukaan UUD 1945
- Landasan sosiologis melalui respons masyarakat terhadap dampak IPTEK
- Landasan politis melalui kebijakan dan pidato para presiden
Hal ini memperkuat argumen bahwa Pancasila memiliki legitimasi kuat sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK.
Analisis Metode Penulisan
- Jurnal ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan studi pustaka. Metode ini sesuai dengan tujuan jurnal yang bersifat konseptual dan filosofis.
Tidak adanya data empiris lapangan
Tidak melibatkan studi kasus aktual IPTEK modern
Kesimpulan jurnal konsisten dengan pembahasan, yaitu:
- IPTEK harus dikembangkan berdasarkan nilai Pancasila
- Pancasila berfungsi sebagai rambu normatif dan pengendali
Pengembangan IPTEK tanpa Pancasila berpotensi mengancam nilai kemanusiaan dan identitas bangsa
Kesimpulan ini bersifat normatif dan reflektif, sesuai dengan karakter jurnal.
Kekuatan dan Kelemahan Jurnal
Kekuatan:
- Landasan filosofis dan ideologis kuat
Relevan dengan konteks keindonesiaan
- Pembahasan sistematis dan komprehensif
Kelemahan:
- Minim contoh konkret IPTEK kontemporer
- Bersifat normatif tanpa dukungan data empiris
- Kurang mengkritisi tantangan implementasi nilai Pancasila dalam sains modern
Secara keseluruhan, jurnal ini berhasil menegaskan urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK di Indonesia. Jurnal ini sangat relevan sebagai rujukan konseptual dalam Pendidikan Pancasila, meskipun perlu pengembangan lebih lanjut melalui pendekatan empiris dan kontekstual agar lebih aplikatif di era digital.
NPM: 2515012007
Kelas: B
Jurnal “Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK” karya Ika Setyorini membahas pentingnya Pancasila sebagai landasan etika dan nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis menegaskan bahwa IPTEK tidak boleh berkembang secara bebas tanpa arah, tetapi harus berakar pada nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.
Jurnal ini menggunakan pendekatan konseptual-filosofis, dengan mengkaji sumber historis, sosiologis, dan politis Pancasila. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai rambu normatif agar perkembangan IPTEK tidak menimbulkan dampak negatif seperti dehumanisasi, ketimpangan sosial, dan hilangnya identitas bangsa.
Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila sangat relevan dalam menghadapi tantangan IPTEK modern, terutama untuk menjaga agar kemajuan ilmu tetap sejalan dengan nilai moral dan kepribadian bangsa Indonesia.
NPM: 2515012057
Kelas: B
Pancasila diposisikan bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai landasan nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Gagasan ini terasa relevan, karena perkembangan IPTEK yang sangat cepat sering kali berjalan tanpa kontrol nilai, sehingga berpotensi menimbulkan dampak dehumanisasi. Penulis menekankan bahwa ilmu yang berkembang tanpa pijakan ideologi bangsa dapat kehilangan arah dan bahkan bertentangan dengan karakter masyarakat Indonesia.
Menariknya, jurnal ini menunjukkan bahwa Pancasila tidak dimaknai secara simbolik, melainkan sebagai sistem nilai yang hidup dan operasional. Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial dipandang sebagai satu kesatuan etis yang seharusnya menjadi “rambu” dalam pengembangan IPTEK. Artinya, kemajuan teknologi tidak cukup diukur dari aspek efisiensi atau inovasi semata, tetapi juga dari sejauh mana ia menjaga martabat manusia dan keadilan sosial.
Dalam konteks kekinian, analisis ini terasa semakin penting. Dominasi IPTEK dari negara-negara maju berpotensi membawa nilai asing yang tidak selalu sejalan dengan budaya Indonesia. Penulis menilai bahwa tanpa proses “mempribumikan ilmu”, Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi, bukan subjek yang berdaulat secara intelektual. Pandangan ini cukup kritis dan relevan dengan kondisi pendidikan dan riset di Indonesia saat ini.
Jurnal ini juga menyoroti sisi historis dan politis Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu. Dari amanat UUD 1945 hingga kebijakan para pemimpin nasional, terlihat bahwa pencerdasan kehidupan bangsa selalu dikaitkan dengan nilai Pancasila. Namun demikian, penulis mengakui bahwa penegasan Pancasila sebagai paradigma keilmuan masih sering bersifat normatif dan belum sepenuhnya terimplementasi secara konkret di dunia akademik.
Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan pemahaman bahwa Pancasila bukan penghambat kemajuan ilmu, melainkan fondasi etis agar IPTEK berkembang secara manusiawi, adil, dan berkepribadian Indonesia. Analisis ini mengajak pembaca terutama mahasiswa dan akademisi untuk tidak memisahkan antara kemajuan ilmu dan tanggung jawab moral sebagai bangsa.
NPM : 2515012050
KELAS : B
1. Masalah Utama: Teknologi yang "Kebablasan"
Sekarang ini, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berkembang gila-gilaan. Tapi masalahnya, kemajuan ini seringkali datang dari budaya Barat yang belum tentu cocok sama kita. Kalau kita cuma asal ikut-ikutan tanpa punya filter, kita bisa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Di sinilah Pancasila hadir sebagai "rambu-rambu" supaya kemajuan teknologi tidak membuat kita jadi manusia yang cuek atau malah merusak moral.
2. Kenapa Pancasila Sangat Penting?
Sebagai Penjaga Identitas: Supaya teknologi yang masuk tidak bertentangan dengan nilai agama serta budaya kita.
Sebagai Filter: Menyeleksi mana dampak globalisasi yang baik buat diambil dan mana yang harus dibuang karena bisa merusak persatuan bangsa.
Sebagai Moralitas: Mengingatkan ilmuwan atau kita sebagai pengguna teknologi bahwa ada batas-batas etika yang harus dijaga.
3. Bagaimana Cara Pancasila Bekerja dalam Ilmu Pengetahuan?
Sila 1 & 2: Mengingatkan kalau teknologi itu alat untuk memuliakan manusia dan alam, bukan untuk sombong atau merusak ciptaan Tuhan.
Sila 3: Teknologi harusnya membuat kita makin kompak, bukan malah jadi sarana buat saling hina atau bikin perpecahan (seperti hoax atau hate speech).
Sila 4: Pengembangan ilmu harus terbuka, ingin mendengar masukan orang lain, dan menghargai perbedaan pendapat.
Sila 5: Teknologi tidak boleh cuma dinikmati orang kaya atau orang kota aja, tapi harus bisa bantu keadilan buat seluruh rakyat Indonesia
Intinya, kita sebagai mahasiswa jangan hanya menjadi pengguna yang pinter pakai teknologi aja. Kita harus sadar kalau IPTEK itu tidak bebas nilai. Pancasila itu kayak akar; semakin kuat akarnya, semakin tinggi pohon ilmu pengetahuan kita tumbuh, dia tidak akan gampang tumbang atau terbawa angin budaya luar yang negatif.
NPM: 2515012076
KELAS: B
Judul jurnal Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK ditulis oleh Ika Setyorini, diterbitkan pada November 2018. Jurnal ini membahas kedudukan Pancasila sebagai dasar nilai dan pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat membawa kemajuan besar bagi kehidupan manusia, namun juga menimbulkan berbagai persoalan etis dan kemanusiaan. Penulis menilai bahwa pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai ideologi bangsa berpotensi menimbulkan dehumanisasi dan krisis moral. Oleh karena itu, Pancasila dipandang perlu ditegaskan kembali sebagai dasar nilai dalam pengembangan IPTEK agar tetap sejalan dengan budaya, agama, dan kepribadian bangsa Indonesia.
Rumusan masalah dalam jurnal ini adalah bagaimana urgensi penegasan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
Tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk menjelaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai, rambu normatif, dan landasan moral dalam pengembangan IPTEK di Indonesia.
Jurnal ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dokumen resmi negara, serta kajian filosofis dan historis terkait Pancasila dan IPTEK.
Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Pancasila memiliki peran sebagai sistem nilai yang mencakup nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Setiap sila Pancasila mengandung nilai etis yang harus menjadi landasan pengembangan IPTEK, mulai dari nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, hingga keadilan sosial. Selain itu, Pancasila juga memiliki dasar historis, sosiologis, dan politis yang kuat sebagai pedoman pengembangan IPTEK agar tidak bertentangan dengan jati diri bangsa
Kelebihan jurnal ini terletak pada pembahasan yang komprehensif dan mendalam mengenai Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK. Jurnal ini juga didukung oleh landasan filosofis, historis, dan sosiologis yang kuat serta relevan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini.
Kelemahan jurnal ini adalah tidak adanya data empiris atau penelitian lapangan sehingga pembahasan bersifat normatif dan teoritis. Selain itu, contoh penerapan nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK masih bersifat umum dan belum dikaji secara spesifik.
Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila memiliki urgensi yang sangat penting sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Pancasila berfungsi sebagai pedoman moral dan rambu normatif agar perkembangan IPTEK tidak menyimpang dari nilai kemanusiaan, budaya, dan kepribadian bangsa.
NPM : 2515012074
KELAS : A
Setelah membaca jurnal ini, terlihat bahwa penulis ingin menegaskan kembali posisi Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sumber nilai yang seharusnya menjadi pijakan dalam aktivitas keilmuan. Penulis menilai bahwa selama ini pengembangan IPTEK sering kali lebih menekankan pada aspek kemajuan dan efisiensi, sementara dimensi nilai dan etika cenderung terabaikan.
Jurnal ini juga menunjukkan bahwa perkembangan IPTEK yang tidak disertai dengan landasan nilai berpotensi menimbulkan berbagai persoalan. Kemajuan teknologi memang memberi banyak manfaat, namun tanpa arah yang jelas, IPTEK dapat menggeser nilai kemanusiaan, menimbulkan ketimpangan sosial, bahkan merusak lingkungan. Dari sini terlihat bahwa penulis tidak menolak kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi justru menekankan pentingnya pengendalian arah pengembangan ilmu agar tetap sejalan dengan kepribadian bangsa.
Dalam pembahasannya, penulis menempatkan Pancasila sebagai kerangka nilai yang dapat mengarahkan pengembangan IPTEK. Nilai-nilai Pancasila dipahami tidak hanya sebagai konsep normatif, tetapi juga sebagai pedoman praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembagian nilai Pancasila ke dalam nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis menunjukkan bahwa Pancasila bersifat dinamis dan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penulis juga mengaitkan setiap sila Pancasila dengan aspek etis dalam pengembangan IPTEK. Melalui sila Ketuhanan, pengembangan ilmu diarahkan agar tidak lepas dari nilai spiritual. Sila Kemanusiaan menekankan bahwa IPTEK seharusnya menjunjung martabat manusia, bukan sebaliknya. Sila Persatuan mengingatkan bahwa kemajuan teknologi seharusnya memperkuat rasa kebangsaan, sementara sila Kerakyatan dan Keadilan Sosial menekankan pentingnya pemerataan manfaat IPTEK bagi seluruh masyarakat.
Selain itu, jurnal ini memperkuat argumennya melalui tinjauan historis, sosiologis, dan politis. Secara historis, tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa menunjukkan bahwa pengembangan ilmu sejak awal sudah diarahkan untuk kepentingan kemanusiaan dan kebangsaan. Secara sosiologis, masyarakat Indonesia dinilai memiliki kepekaan terhadap dampak sosial dari perkembangan teknologi. Namun, secara politis, penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK masih perlu diwujudkan secara lebih nyata dalam kebijakan dan praktik.
Secara keseluruhan, jurnal ini memberi pemahaman bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia tidak seharusnya berjalan tanpa arah nilai. Pancasila perlu dijadikan landasan agar kemajuan IPTEK tidak hanya menghasilkan kecanggihan teknologi, tetapi juga membawa manfaat yang adil, manusiawi, dan sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.
NPM : 2515012013
Analisis Jurnal :
1. Inti Masalah
Jurnal ini menyoroti bahwa perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) sekarang pesat banget. Masalahnya, kalau Iptek dibiarin jalan sendiri tanpa landasan moral atau ideologi, dia bisa jadi "liar" dan malah merugikan manusia (dehumanisasi). Makanya, Pancasila perlu ditegasin lagi sebagai "rambu-rambu" atau pedoman supaya kemajuan teknologi di Indonesia nggak melenceng dari budaya dan nilai agama kita.
2. Hubungan Pancasila dengan Ilmu Pengetahuan
Pancasila itu bukan cuma soal politik, tapi juga sistem nilai yang jadi kerangka berpikir (paradigma) bagi ilmuwan di Indonesia. Ada empat pemahaman penting di sini:
Iptek yang dibuat di Indonesia nggak boleh bertentangan dengan nilai Pancasila. Pancasila harus jadi faktor internal atau "ruh" dalam tiap pengembangan ilmu. Nilai Pancasila jadi rambu normatif (aturan main). Pengembangan ilmu harus "mempribumikan ilmu," alias berakar dari budaya asli kita sendiri.
3. Peran Tiap Sila dalam IPTEK
Tiap sila punya fungsi masing-masing buat ngerem atau ngarahin teknologi:
-Sila 1: Mengingatkan kalau manusia itu bagian dari alam, bukan pusat segalanya. Ilmu harus rasional tapi tetap ingat Tuhan.
-Sila 2: Iptek harus buat kesejahteraan bersama, bukan buat nyiksa atau ngerendahin martabat orang lain.
-Sila 3: Teknologi harusnya bisa mempersatukan bangsa dan menumbuhkan rasa nasionalisme.
-Sila 4: Pengembangan ilmu harus demokratis, artinya terbuka buat kritik, saran, dan bisa diakses semua orang.
-Sila 5: Harus ada keadilan. Jangan sampai kemajuan teknologi cuma dirasain segelintir orang atau malah bikin kesenjangan makin lebar.
4. Sejarah dan Realita di Masyarakat
Secara Historis: Sebenarnya cita-cita buat memajukan ilmu yang berdasar nilai luhur sudah ada di Pembukaan UUD 1945 (kalimat "mencerdaskan kehidupan bangsa"). Tapi, pembahasan serius soal Pancasila sebagai dasar ilmu baru mulai ramai tahun 1980-an, salah satunya lewat seminar di UGM. Secara Sosiologis: Masyarakat kita sebenarnya peka banget. Contohnya, kalau ada pembangunan pabrik atau pusat nuklir yang dianggap ngerusak lingkungan (isu kemanusiaan), masyarakat bakal langsung bereaksi karena itu dianggap nggak sesuai dengan nilai mereka.
NPM: 2515012047
Jurnal ini menjelaskan bahwa perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat ini berlangsung sangat cepat. Namun, apabila kemajuan tersebut tidak disertai dengan landasan moral dan ideologis yang kuat, IPTEK berpotensi berkembang tanpa kendali dan justru menimbulkan dampak negatif bagi kemanusiaan. Oleh karena itu, Pancasila perlu ditegaskan kembali sebagai pedoman utama agar kemajuan teknologi di Indonesia tetap sejalan dengan nilai budaya dan agama bangsa.
Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sistem nilai yang menjadi kerangka berpikir dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam konteks ini, IPTEK yang dikembangkan di Indonesia harus selaras dengan nilai-nilai Pancasila, menjadikan Pancasila sebagai ruh dalam setiap proses keilmuan, berperan sebagai pedoman normatif, serta mendorong pengembangan ilmu yang berakar pada budaya dan kearifan lokal bangsa.
Setiap sila Pancasila memiliki peran penting dalam mengarahkan perkembangan teknologi. Sila Ketuhanan menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus rasional namun tetap berlandaskan nilai spiritual. Sila Kemanusiaan menekankan bahwa IPTEK harus digunakan untuk kesejahteraan dan penghormatan martabat manusia. Sila Persatuan mengarahkan teknologi agar memperkuat nasionalisme dan persatuan bangsa. Sila Kerakyatan menghendaki pengembangan ilmu yang demokratis, terbuka terhadap kritik, dan dapat diakses oleh masyarakat luas. Sementara itu, Sila Keadilan Sosial menuntut agar kemajuan teknologi tidak menimbulkan kesenjangan, melainkan memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Secara historis, gagasan pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai luhur bangsa telah tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 melalui tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, kajian mendalam mengenai Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu baru berkembang secara intensif sejak dekade 1980-an, salah satunya melalui berbagai forum akademik. Secara sosiologis, masyarakat Indonesia menunjukkan kepekaan tinggi terhadap penerapan IPTEK, terutama ketika suatu pembangunan dinilai berpotensi merusak lingkungan atau mengabaikan nilai kemanusiaan, sehingga memunculkan respons penolakan karena dianggap tidak sejalan dengan nilai-nilai yang dianut.
NPM:2515012042
Kelas: B
Analisis Jurnal Pertemuan Ke-14
Jurnal Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK membahas pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai dan pedoman etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis menekankan bahwa kemajuan IPTEK yang tidak dilandasi nilai ideologi bangsa dapat menimbulkan krisis moral, dehumanisasi, serta hilangnya arah pengembangan ilmu.
Latar belakang jurnal dikaitkan dengan pesatnya perkembangan IPTEK, pengaruh globalisasi, serta dominasi ilmu dari Barat yang berpotensi menggeser nilai budaya, agama, dan kemanusiaan. Penulis menilai bahwa IPTEK sering dipahami hanya sebagai kemajuan teknis tanpa mempertimbangkan aspek moral. Oleh karena itu, Pancasila diposisikan sebagai filter ideologis agar pengembangan ilmu tidak bersifat bebas nilai.
Dari sisi teori, jurnal ini memiliki landasan yang kuat karena menjelaskan Pancasila sebagai sistem nilai dan paradigma ilmu yang berkaitan dengan budaya, agama, dan moralitas. Namun, pembahasannya masih cenderung normatif dan belum banyak mengaitkan dengan isu IPTEK kontemporer atau data empiris.
Dalam pembahasannya, penulis menegaskan bahwa pengembangan IPTEK di Indonesia harus sejalan dengan nilai Pancasila dan berakar pada ideologi bangsa. Setiap sila Pancasila dikaitkan dengan etika IPTEK, seperti pemanfaatan teknologi untuk kesejahteraan manusia, penguatan persatuan, serta pemerataan manfaat IPTEK. Selain itu, penulis juga menguraikan landasan historis, sosiologis, dan politis yang memperkuat posisi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu.
Metode yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka, yang sesuai dengan tujuan jurnal. Namun, keterbatasannya terletak pada minimnya contoh konkret dan tidak adanya data lapangan. Kesimpulan jurnal menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi rambu normatif dalam pengembangan IPTEK agar tidak mengancam nilai kemanusiaan dan identitas bangsa. Secara keseluruhan, jurnal ini relevan sebagai rujukan konseptual, meskipun masih perlu pengembangan kajian yang lebih aplikatif dan kontekstual di era digital.
NPM : 2515012052
Jurnal ini menganalisis urgensi penegasan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia, dengan menekankan bahwa iptek tidak bersifat netral nilai dan karenanya harus diarahkan oleh nilai-nilai budaya, agama, dan moral bangsa. Penulis berargumen bahwa Pancasila sebagai ideologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai hidup bangsa Indonesia yang seharusnya menjadi paradigma normatif dalam aktivitas ilmiah agar perkembangan iptek tidak lepas dari orientasi kemanusiaan dan keadilan sosial. Analisisnya menunjukkan bahwa pengembangan iptek yang mengabaikan Pancasila berpotensi melahirkan sekularisme dan krisis moral, sebagaimana pengalaman sejarah Barat, sehingga diperlukan integrasi nilai objektivitas ilmiah dengan nilai etika dan religius. Dengan demikian, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila berfungsi bukan hanya sebagai dasar filosofis negara, tetapi juga sebagai rambu normatif untuk memastikan iptek berkembang secara bertanggung jawab, berorientasi pada kemaslahatan manusia, dan selaras dengan jati diri bangsa Indonesia.
NPM: 2515012006
Jurnal ini membahas pentingnya penegasan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila dipandang bukan hanya sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai kristalisasi nilai budaya dan agama bangsa Indonesia yang harus menjiwai seluruh aspek kehidupan, termasuk aktivitas ilmiah dan pengembangan IPTEK.
Penulis menegaskan bahwa perkembangan IPTEK yang pesat membawa dua sisi, yaitu kemajuan dan kemudahan hidup manusia, namun juga potensi dampak negatif seperti dehumanisasi, kerusakan lingkungan, serta krisis moral. Oleh karena itu, pengembangan IPTEK tidak boleh dilepaskan dari nilai-nilai Pancasila agar tetap berorientasi pada kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan bersama.
Jurnal ini menguraikan Pancasila sebagai sistem nilai yang terdiri atas nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis. Dalam konteks IPTEK, nilai-nilai Pancasila berfungsi sebagai landasan, arah, serta rambu normatif agar ilmu pengetahuan berkembang sesuai dengan kepribadian bangsa. Setiap sila Pancasila dianalisis perannya dalam pengembangan IPTEK, mulai dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan spiritual, sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab sebagai dasar etika, sila Persatuan Indonesia sebagai penguat integrasi nasional, sila Kerakyatan sebagai prinsip demokratis dalam pengembangan ilmu, hingga sila Keadilan Sosial sebagai tujuan pemerataan manfaat IPTEK.
Selain itu, jurnal ini juga membahas sumber historis, sosiologis, dan politis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK. Secara historis, hal ini tercermin dalam Pembukaan UUD 1945 yang menekankan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Secara sosiologis, masyarakat Indonesia sangat peka terhadap dampak sosial dan kemanusiaan dari perkembangan teknologi. Secara politis, berbagai kebijakan dan pemikiran para pemimpin bangsa menunjukkan pentingnya Pancasila sebagai orientasi pengembangan ilmu.
Kesimpulannya, jurnal ini menegaskan bahwa setiap pengembangan IPTEK di Indonesia harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila, menjadikannya faktor internal dalam proses pengembangan ilmu, serta berfungsi sebagai pengendali agar kemajuan IPTEK tidak menyimpang dari nilai kemanusiaan dan kepribadian bangsa Indonesia.
NPM : 2515012041
Jurnal ini membahas pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menjelaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman dalam seluruh aktivitas kehidupan, termasuk dalam bidang ilmu dan teknologi.
Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa perkembangan IPTEK yang sangat pesat bisa membawa dampak positif maupun negatif. Oleh karena itu, IPTEK tidak boleh berkembang tanpa arah, tetapi harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila agar tidak bertentangan dengan budaya, agama, dan kepribadian bangsa Indonesia.
Penulis menegaskan bahwa setiap sila dalam Pancasila memiliki peran dalam pengembangan IPTEK, seperti menghormati nilai kemanusiaan, menjaga keadilan, memperkuat persatuan, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, IPTEK diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan manusia tanpa merusak nilai moral dan sosial.
Secara keseluruhan, jurnal ini menekankan bahwa Pancasila sangat penting sebagai rambu-rambu dalam pengembangan IPTEK agar kemajuan ilmu tetap sejalan dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.
NPM : 2515012034
Kelas : B
Jurnal ini menguraikan bahwa Pancasila memiliki peran yang sangat penting sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Sejak awal kemerdekaan, Pancasila telah dirancang untuk mengatasi permasalahan bangsa akibat penjajahan, seperti kemiskinan dan kebodohan, dengan menekankan kesejahteraan dan pendidikan sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Dalam perkembangannya, IPTEK tidak bersifat netral karena dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif, sehingga memerlukan landasan nilai yang kuat agar tidak merugikan manusia dan lingkungan. Jurnal ini juga menyoroti bahwa masyarakat Indonesia memiliki kepekaan tinggi terhadap isu ketuhanan dan kemanusiaan dalam pengembangan IPTEK, serta pentingnya keterlibatan negara melalui kebijakan politik untuk menegaskan Pancasila sebagai pedoman. Tantangan utama yang dihadapi adalah pengaruh globalisasi dan dominasi nilai-nilai Barat yang berpotensi menggeser kepribadian bangsa. Oleh karena itu, penegasan Pancasila sebagai rambu-rambu normatif dinilai sangat penting agar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tetap beretika, berkeadilan, dan sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
NPM: 2515012085
KELAS B
1. Latar Belakang dan Masalah Utama
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat ini sangat pesat dan membawa perubahan luar biasa pada peradaban manusia. Namun, pengembangan IPTEK seringkali bersentuhan dengan nilai-nilai budaya dan agama. Masalah muncul ketika IPTEK berkembang tanpa akar ideologi yang jelas, yang dapat menyebabkan sekularisme atau penyalahgunaan teknologi yang justru mendehumanisasikan (merendahkan martabat) manusia. Oleh karena itu, jurnal ini menekankan pentingnya Pancasila sebagai platform atau "ruh" bagi pengembangan IPTEK di Indonesia.
2. Konsep Pancasila sebagai Dasar Nilai Ilmu
Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu mengandung empat pemahaman utama:
Non-kontradiksi: IPTEK yang dikembangkan di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Faktor Internal: Setiap perkembangan IPTEK harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai elemen penting di dalamnya.
Rambu Normatif: Pancasila menjadi aturan atau kendala bagi pengembangan IPTEK agar tetap terkontrol.
Indigenisasi Ilmu: Pengembangan IPTEK harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri (mempribumikan ilmu).
3. Implementasi Berdasarkan Sila-Sila Pancasila
sila menjadi etika dalam pengembangan ilmu:
Ketuhanan Yang Maha Esa: Menyeimbangkan akal, rasa, dan kehendak. Ilmuwan harus sadar bahwa manusia adalah bagian dari alam, bukan pusat semesta yang bisa mengeksploitasi tanpa batas.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Memberikan dasar moral bahwa IPTEK harus bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia, bukan untuk menyakiti.
Persatuan Indonesia: IPTEK harus memperkuat rasa nasionalisme dan persaudaraan antar daerah di Indonesia.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat...: Pengembangan ilmu harus demokratis, terbuka terhadap kritik, dan menghargai kebebasan orang lain.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Hasil IPTEK harus bisa dinikmati secara merata dan menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat.
5. Kesimpulan
Pancasila bukan hanya sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak sebagai kerangka etika dalam berinovasi. Pengembangan IPTEK di Indonesia harus:
Menghormati martabat manusia.
Meningkatkan kualitas hidup manusia.
Membantu komunitas (lokal hingga global).
Terbuka untuk masyarakat dan berdampak langsung pada keadilan sosial.
NPM : 2515012019
Kelas : B
1. Identitas Jurnal
Judul: Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK.
Penulis: Ika Setyorini (Fakultas Syari'ah dan Hukum UNSIQ Jawa Tengah).
Publikasi: Jurnal Syariati, Vol. IV, No. 02, November 2018.
Kata Kunci: Indonesia, Nilai, Pancasila, Teknologi.
2. Abstrak dan Pendahuluan
Pancasila merupakan kristalisasi nilai budaya dan agama bangsa Indonesia yang berfungsi sebagai ideologi negara. Dalam konteks ilmiah, Pancasila diposisikan sebagai pedoman dan rambu-rambu normatif bagi pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) di Indonesia. Hal ini krusial karena pengembangan ilmu yang terlepas dari nilai ideologi dapat memicu sekularisme dan hilangnya orientasi kebangsaan.
3. Konsep Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu
Pancasila berfungsi sebagai sistem nilai acuan dan tolak ukur dalam pembangunan nasional. Terdapat tiga strata nilai dalam Pancasila yang relevan dengan Iptek:
Nilai Dasar (Intrinsik): Nilai abstrak dan tetap, mencakup cita-cita dan tujuan para pendiri bangsa.
Nilai Instrumental: Penjabaran nilai dasar dalam bentuk kebijakan, strategi, dan peraturan perundang-undangan yang dinamis sesuai zaman.
Nilai Praktis: Implementasi nyata dari nilai instrumental dalam situasi konkret sehari-hari.
4. Implementasi Sila-Sila Pancasila dalam Iptek
Setiap sila dalam Pancasila memberikan landasan moral dan etis yang spesifik:
Ketuhanan Yang Maha Esa: Menyeimbangkan rasionalitas akal, rasa, dan kehendak serta menempatkan manusia sebagai bagian sistemik dari alam.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Memberikan dasar moralitas agar Iptek bertujuan demi kesejahteraan bersama dan tidak merendahkan martabat manusia.
Persatuan Indonesia: Iptek diharapkan dapat mempererat rasa nasionalisme, persaudaraan, dan persahabatan antardaerah.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan...: Pengembangan Iptek harus demokratis, menghargai kebebasan orang lain, dan terbuka terhadap kritik/saran.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Menjaga keseimbangan keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya, Tuhan, sesama, dan lingkungannya.
5. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis
Historis: Termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat melalui frasa "mencerdaskan kehidupan bangsa", yang meniscayakan pengembangan ilmu berbasis nilai spiritual dan kemanusiaan.
Sosiologis: Terlihat dari kepekaan masyarakat terhadap isu ketuhanan dan kemanusiaan dalam proyek teknologi (misalnya penolakan pembangunan nuklir atau isu limbah industri).
Politis: Kebijakan dari berbagai masa kepemimpinan (Soekarno, Soeharto, hingga era Reformasi) telah menyinggung Pancasila sebagai orientasi ilmu, meskipun intensitas dan penegasannya bervariasi.
6. Simpulan Analisis
Urgensi penegasan Pancasila dalam pengembangan Iptek didasari oleh tiga alasan utama:
Filter Budaya: Menangkal dampak negatif kemajuan Iptek yang dapat mengancam eksistensi manusia dan nilai-nilai khas bangsa Indonesia.
Integrasi Internal: Memastikan nilai Pancasila menjadi faktor internal dalam setiap tahapan pengembangan ilmu.
Arah dan Kendali: Menjamin agar Iptek tidak keluar dari cara berpikir dan kepribadian bangsa Indonesia (indigenisasi ilmu).
Berikut adalah analisis mendalam mengenai jurnal berjudul "Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK" karya Ika Setyorini:
1. Identitas Jurnal
Judul: Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK.
Penulis: Ika Setyorini (Fakultas Syari'ah dan Hukum UNSIQ Jawa Tengah).
Publikasi: Jurnal Syariati, Vol. IV, No. 02, November 2018.
Kata Kunci: Indonesia, Nilai, Pancasila, Teknologi.
2. Abstrak dan Pendahuluan
Pancasila merupakan kristalisasi nilai budaya dan agama bangsa Indonesia yang berfungsi sebagai ideologi negara. Dalam konteks ilmiah, Pancasila diposisikan sebagai pedoman dan rambu-rambu normatif bagi pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) di Indonesia. Hal ini krusial karena pengembangan ilmu yang terlepas dari nilai ideologi dapat memicu sekularisme dan hilangnya orientasi kebangsaan.
3. Konsep Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu
Pancasila berfungsi sebagai sistem nilai acuan dan tolak ukur dalam pembangunan nasional. Terdapat tiga strata nilai dalam Pancasila yang relevan dengan Iptek:
Nilai Dasar (Intrinsik): Nilai abstrak dan tetap, mencakup cita-cita dan tujuan para pendiri bangsa.
Nilai Instrumental: Penjabaran nilai dasar dalam bentuk kebijakan, strategi, dan peraturan perundang-undangan yang dinamis sesuai zaman.
Nilai Praktis: Implementasi nyata dari nilai instrumental dalam situasi konkret sehari-hari.
4. Implementasi Sila-Sila Pancasila dalam Iptek
Setiap sila dalam Pancasila memberikan landasan moral dan etis yang spesifik:
Ketuhanan Yang Maha Esa: Menyeimbangkan rasionalitas akal, rasa, dan kehendak serta menempatkan manusia sebagai bagian sistemik dari alam.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Memberikan dasar moralitas agar Iptek bertujuan demi kesejahteraan bersama dan tidak merendahkan martabat manusia.
Persatuan Indonesia: Iptek diharapkan dapat mempererat rasa nasionalisme, persaudaraan, dan persahabatan antardaerah.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan...: Pengembangan Iptek harus demokratis, menghargai kebebasan orang lain, dan terbuka terhadap kritik/saran.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Menjaga keseimbangan keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya, Tuhan, sesama, dan lingkungannya.
5. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis
Historis: Termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat melalui frasa "mencerdaskan kehidupan bangsa", yang meniscayakan pengembangan ilmu berbasis nilai spiritual dan kemanusiaan.
Sosiologis: Terlihat dari kepekaan masyarakat terhadap isu ketuhanan dan kemanusiaan dalam proyek teknologi (misalnya penolakan pembangunan nuklir atau isu limbah industri).
Politis: Kebijakan dari berbagai masa kepemimpinan (Soekarno, Soeharto, hingga era Reformasi) telah menyinggung Pancasila sebagai orientasi ilmu, meskipun intensitas dan penegasannya bervariasi.
6. Simpulan Analisis
Urgensi penegasan Pancasila dalam pengembangan Iptek didasari oleh tiga alasan utama:
Filter Budaya: Menangkal dampak negatif kemajuan Iptek yang dapat mengancam eksistensi manusia dan nilai-nilai khas bangsa Indonesia.
Integrasi Internal: Memastikan nilai Pancasila menjadi faktor internal dalam setiap tahapan pengembangan ilmu.
Arah dan Kendali: Menjamin agar Iptek tidak keluar dari cara berpikir dan kepribadian bangsa Indonesia (indigenisasi ilmu).
NPM:2515012026
Analisis Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) memberikan dampak besar dalam kehidupan manusia, baik dalam bentuk kemudahan maupun tantangan baru. Di satu sisi, IPTEK mampu meningkatkan kesejahteraan dan efisiensi kehidupan masyarakat, namun di sisi lain juga dapat menimbulkan masalah apabila dikembangkan tanpa landasan nilai yang jelas. Beberapa dampak negatif yang muncul antara lain kerusakan lingkungan, kesenjangan sosial, serta menurunnya nilai kemanusiaan akibat penggunaan teknologi yang tidak bertanggung jawab.
Dalam konteks Indonesia, Pancasila memiliki peran strategis sebagai dasar nilai dalam pengembangan IPTEK. Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang berakar pada nilai budaya dan agama, sehingga pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak boleh terlepas dari nilai-nilai tersebut. Tanpa berlandaskan Pancasila, IPTEK berpotensi hanya berorientasi pada kemajuan teknis dan kepentingan ekonomi semata, tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan moral bagi masyarakat.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila memberikan arah etis dalam pengembangan IPTEK, seperti tanggung jawab kepada Tuhan, penghormatan terhadap martabat manusia, penguatan persatuan bangsa, pengembangan yang demokratis, serta pemerataan manfaat teknologi. Oleh karena itu, penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK sangat penting agar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia tetap sejalan dengan nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan jati diri bangsa.
DATA MAHASISWA
Nama: Handaru Rakha Albaihaqi
NPM: 2515012045
Kelas: B
I. Identitas Jurnal
Judul Jurnal: Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK
Penulis: Ika Setyorini (Fakultas Syari'ah dan Hukum UNSIQ Jawa Tengah)
Publikasi: Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum, Vol. IV, No. 02, November 2018
II. Pendahuluan
Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama bangsa Indonesia yang berfungsi sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup (the way of life). Dalam konteks kemajuan zaman, Pancasila tidak hanya menjadi pedoman dalam berpolitik, namun juga harus menjadi kerangka normatif dalam aktivitas ilmiah. Penulis menekankan bahwa pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang terlepas dari ideologi Pancasila berisiko memicu sekularisme dan membuat perkembangan ilmu kehilangan arah serta orientasi yang jelas.
III. Hasil Analisis dan Pembahasan
1. Konsep Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Ilmu
Berdasarkan jurnal tersebut, terdapat empat pemahaman mendasar mengenai Pancasila dalam IPTEK:
Non-Kontradiktif: IPTEK yang dikembangkan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Faktor Internal: Setiap perkembangan IPTEK harus menyertakan nilai Pancasila sebagai elemen internal pengembangan.
Rambu Normatif: Pancasila berfungsi sebagai pengendali agar pengembangan ilmu tidak keluar dari cara berpikir bangsa.
Indigenisasi Ilmu: IPTEK harus berakar pada budaya dan ideologi lokal (mempribumikan ilmu).
2. Pancasila sebagai Sumber Moralitas IPTEK
Penulis menguraikan bagaimana setiap sila dalam Pancasila memberikan landasan etis:
Sila I: Menyeimbangkan rasionalitas antara akal, rasa, dan kehendak.
Sila II: Menjamin bahwa tujuan IPTEK adalah demi kesejahteraan manusia dan kemanusiaan.
Sila III: Menumbuhkan nasionalisme melalui kontribusi IPTEK dalam persatuan daerah.
Sila IV: Menekankan prinsip demokrasi dan keterbukaan terhadap kritik/saran.
Sila V: Menjamin keadilan dan keseimbangan hidup manusia dengan lingkungannya.
3. Tinjauan Historis, Sosiologis, dan Politis
Historis: Urgensi ini berakar dari mandat Pembukaan UUD 1945 alinea keempat, khususnya dalam upaya "mencerdaskan kehidupan bangsa" yang berlandaskan nilai Ketuhanan.
Sosiologis: Terlihat dari sikap kritis masyarakat terhadap isu lingkungan dan kemanusiaan, seperti penolakan pembangunan nuklir yang dianggap berisiko merusak harkat manusia.
Politis: Kebijakan negara dari masa ke masa (Era Orde Lama hingga Reformasi) secara bertahap memberikan dorongan kepada kaum intelektual untuk menjabarkan nilai Pancasila dalam sains, meski pada awalnya penegasan ini masih bersifat apologis.
IV. Kesimpulan
Urgensi penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK terletak pada fungsinya sebagai penyaring (filter) terhadap pengaruh global yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Tanpa landasan Pancasila, kemajuan IPTEK dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negatif yang membahayakan eksistensi manusia dan mengancam nilai-nilai khas Indonesia. Oleh karena itu, IPTEK di Indonesia wajib bersifat inklusif, humanis, dan berkeadilan sosial sesuai dengan akar budaya bangsa.
NPM: 2515012064
KELAS: B
Jurnal ini membahas gagasan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga harus menjadi dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis melihat bahwa ilmu dan teknologi tidak pernah berkembang di ruang kosong, melainkan selalu berada dalam konteks budaya, nilai, dan keyakinan masyarakat. Karena itu, jika pengembangan IPTEK dilepaskan dari Pancasila, ada risiko ilmu berkembang tanpa arah dan bahkan bertentangan dengan kepribadian bangsa. Pancasila dipahami sebagai kristalisasi nilai budaya dan agama masyarakat Indonesia yang seharusnya menjiwai seluruh aktivitas kehidupan, termasuk kegiatan ilmiah.
Penulis menekankan bahwa kemajuan IPTEK memang membawa banyak manfaat, seperti mempermudah kehidupan manusia dan meningkatkan kesejahteraan. Namun, di sisi lain, kemajuan tersebut juga bisa menimbulkan dampak negatif jika tidak dikendalikan oleh nilai moral dan etika. Contoh ekstrem yang disinggung adalah penyalahgunaan teknologi yang justru merendahkan martabat manusia. Dalam konteks ini, Pancasila diposisikan sebagai “rambu-rambu” agar ilmu dan teknologi tetap berkembang untuk kepentingan kemanusiaan, bukan sebaliknya.
Dalam pembahasannya, penulis menjelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat dijadikan landasan berpikir dalam pengembangan ilmu. Setiap sila mengandung pesan etis yang relevan dengan IPTEK, seperti keseimbangan antara akal dan moral, penghormatan terhadap martabat manusia, semangat persatuan, demokrasi dalam pengambilan keputusan ilmiah, serta keadilan sosial dalam pemanfaatan hasil teknologi. Dengan begitu, IPTEK tidak hanya dikuasai oleh segelintir pihak, tetapi dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat secara adil.
Jurnal ini juga menyoroti bahwa penegasan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu memiliki landasan historis, sosiologis, dan politis. Secara historis, amanat mencerdaskan kehidupan bangsa dalam Pembukaan UUD 1945 sudah menunjukkan bahwa pengembangan ilmu harus berlandaskan nilai Pancasila. Secara sosiologis, masyarakat Indonesia terbukti peka terhadap dampak kemanusiaan dan lingkungan dari perkembangan teknologi. Sementara secara politis, meskipun sudah sering disinggung oleh para pemimpin bangsa, penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu masih perlu terus diperkuat dan diterjemahkan secara nyata dalam kebijakan pendidikan dan riset.
Secara keseluruhan, jurnal ini ingin menegaskan bahwa urgensi Pancasila dalam pengembangan IPTEK terletak pada fungsinya sebagai pengarah dan pengendali. Ilmu dan teknologi tetap perlu berkembang mengikuti zaman, tetapi harus berakar pada nilai-nilai Pancasila agar tidak kehilangan orientasi dan tidak merusak kemanusiaan. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar nilai, pengembangan IPTEK diharapkan mampu memajukan bangsa Indonesia tanpa meninggalkan identitas, budaya, dan moral yang menjadi ciri khasnya, sebagaimana ditegaskan oleh Ika Setyorini dalam tulisannya.
NPM: 2515012043
KELAS: B
Jurnal ini menjelaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh berjalan sendirian tanpa arah. Pancasila harus menjadi dasar batasan supaya teknologi tidak merugikan manusia.
Tiga nilai Pancasila dalam mendukung ilmu pengetahuan.
- Nilai dasar, cita-cita bangsa yang tidak berubah
- Nilai instrumental, aturan yang menyesuaikan dengan kondisi zaman.
- Nilai praktis, bagaimana nilai-nilai tersebut dipraktikkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Empat pemahaman utama mengapa teknologi di Indonesia harus berdasarkan Pancasila.
- Teknologi yang dibuat tidak boleh merusak nilai-nilai Pancasila.
- Pancasila harus ada dalam pikiran peneliti saat mulai merancang sesuatu.
- Menjadi aturan supaya ilmuwan tidak kelewatan atau bertindak se-enaknya.
- Teknologi harus cocok dengan budaya asli Indonesia, bukan hanya meniru mentah-mentah dari luar negeri.
Contoh penerapan dalam sila-sila
- Sila 1: Mengingatkan bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan, sehingga tidak boleh merusam alam semesta saat berinovasi.
- Sila 2: Teknologi harus digunakan untuk menyejahterakan orang, bukan justru merendahkan martabat manusia.
- Sila 3: Hasil teknologi harus bisa menyatukan seluruh daerah Indonesia.
- Sila 4: Pengembangan teknologi harus demokratis, mau menerima kritik, dan menghargai pendapat orang lain.
- Sila 5: Manfaat teknologi harus bisa dirasakan oleh semua orang, bukan hanya orang kaya atau kelompok tertentu.
Jika teknologi berkembang tanpa dasar Pancasila, mungkin Indonesia akan kehilangan jati dirinya dan hanya mengikuti arus budaya barat.
NPM: 2515012004
KELAS: B
TUGAS PERTEMUAN 14 (ANALISIS JURNAL)
Jurnal ini mempertegas bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berlandaskan pada nilai-nilai ideologis bangsa, agar tidak kehilangan arah serta tujuan kemanusiaan. Pancasila ditempatkan sebagai wadah dari nilai-nilai budaya dan keagamaan masyarakat Indonesia yang berperan sebagai fondasi moral, etika, dan pedoman normatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa pondasi tersebut, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berisiko untuk bergerak secara sekuler dan menghasilkan dampak negatif, seperti hilangnya kemanusiaan, kesenjangan sosial, serta kerusakan lingkungan.
Jurnal ini juga menekankan bahwa setiap sila dari Pancasila adalah bagian dari sistem etika yang memberikan arahan pada ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga tidak hanya fokus pada kemajuan teknis, tetapi juga pada kesejahteraan manusia, keadilan sosial, dan identitas kebangsaan. Penegasan Pancasila sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting di tengah dominasi ilmu pengetahuan global, untuk memastikan bahwa pengembangan ilmu di Indonesia tetap berakar pada nilai-nilai budaya bangsa dan dapat menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan identitas nasionalnya.
NPM : 2515012044
“Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK” menegaskan bahwa Pancasila sebagai ideologi negara merupakan kristalisasi nilai budaya dan agama bangsa Indonesia yang harus menjadi landasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Perkembangan IPTEK yang pesat tidak boleh dilepaskan dari nilai moral, budaya, dan kemanusiaan agar tidak menimbulkan dampak negatif atau dehumanisasi.
Pancasila berfungsi sebagai sistem nilai yang mencakup nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis. Ketiganya menjadi rambu normatif, kerangka berpikir, serta arah tujuan dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Setiap perkembangan IPTEK harus selaras dengan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial.
Secara etis, Pancasila menjadi sumber nilai dan moral dalam IPTEK agar pengembangan ilmu menghormati martabat manusia, meningkatkan kualitas hidup, memperkuat persatuan, menjunjung demokrasi, serta mewujudkan keadilan sosial. Selain itu, Pacasila juga memiliki landasan historis , sosiologis,, dan politis
NPM : 2515012062
Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila punya peran yang sangat penting sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Perkembangan IPTEK memang membawa banyak kemajuan dan kemudahan dalam hidup manusia, tapi di saat yang sama juga bisa menimbulkan dampak negatif jika tidak dibarengi dengan nilai moral dan etika. Karena itu, IPTEK tidak boleh berkembang secara bebas tanpa arah, apalagi sampai mengabaikan nilai kemanusiaan.
Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa Pancasila bukan hanya simbol atau dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman etis dalam aktivitas ilmiah. Nilai-nilai Pancasila berfungsi sebagai “rambu-rambu” agar pengembangan ilmu tetap sejalan dengan budaya, agama, dan kepribadian bangsa Indonesia. Tanpa landasan Pancasila, IPTEK dikhawatirkan justru menjauhkan manusia dari nilai kemanusiaan dan menimbulkan masalah sosial maupun moral.
Jurnal ini juga menekankan bahwa IPTEK seharusnya dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan sebaliknya. Setiap sila dalam Pancasila memberikan arah yang jelas, mulai dari menghormati nilai ketuhanan, menjunjung kemanusiaan, memperkuat persatuan, mengedepankan musyawarah, hingga mewujudkan keadilan sosial. Semua nilai ini saling berkaitan dan menjadi satu kesatuan dalam membimbing perkembangan ilmu.
Secara keseluruhan, jurnal ini ingin menyampaikan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seimbang dengan nilai moral. Pancasila perlu dijadikan dasar berpikir dan bersikap dalam pengembangan IPTEK, agar kemajuan yang dicapai tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga manusiawi, adil, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Npm: 2555012003
Kelas: A
Analisis jurnal pertemuan ke 14
Analisis Jurnal:
Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila merupakan dasar nilai, moral, dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai pandangan hidup (way of life) dan landasan normatif yang harus menjiwai seluruh aktivitas keilmuan agar tidak kehilangan arah dan tujuan kemanusiaan.
Penulis menjelaskan bahwa perkembangan IPTEK bersifat cumulative (terus berkembang), sementara nilai agama, budaya, dan filsafat bersifat non-cumulative, sehingga sering terjadi ketegangan antara kemajuan teknologi dan nilai moral. Oleh karena itu, Pancasila dibutuhkan sebagai penyeimbang agar IPTEK tetap berorientasi pada kesejahteraan, keadilan, dan martabat manusia.
Nilai-nilai Pancasila dijabarkan dalam tiga bentuk:
Nilai dasar (abstrak dan universal),
Nilai instrumental (kebijakan dan aturan),
Nilai praktis (penerapan dalam kehidupan sehari-hari).
Seluruh sila Pancasila menjadi sumber nilai etis dalam pengembangan IPTEK, mulai dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, hingga keadilan sosial.
Kesimpulannya, jurnal ini menekankan urgensi penegasan Pancasila sebagai ruh dan pedoman utama dalam pengembangan IPTEK agar kemajuan ilmu tidak bersifat dehumanisasi, tetapi mendukung pembangunan manusia Indonesia yang bermoral, adil, dan berkeadaban.
NAMA : LUTFI PUSPITA SARI
NPM : 2515012061
KELAS : B
1. Tema dan Tujuan Penulisan
Jurnal ini membahas pentingnya penegasan Pancasila sebagai dasar nilai, etika, dan moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Tujuan utama penulisan adalah menegaskan bahwa kemajuan IPTEK tidak boleh berjalan bebas nilai, melainkan harus berlandaskan Pancasila agar tetap berorientasi pada kemanusiaan, keadilan, dan kepribadian bangsa.
2. Landasan Pemikiran
Penulis berpijak pada pandangan bahwa:
- Pancasila merupakan ideologi negara dan pandangan hidup bangsa.
- Nilai-nilai Pancasila bersifat meta-yuridis, yang kemudian harus dijabarkan dalam norma hukum dan kebijakan negara.
- IPTEK berkembang dalam ruang budaya, sehingga tidak dapat dipisahkan dari nilai agama dan budaya masyarakat Indonesia.
Dengan demikian, pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan Pancasila berpotensi menimbulkan sekularisme, krisis moral, dan dehumanisasi, sebagaimana yang terjadi di Barat.
3. Konsep Pancasila sebagai Dasar Nilai IPTEK
Pancasila diposisikan sebagai:
- Sistem nilai dasar yang menjadi kerangka berpikir
- Pedoman normatif bagi pengembangan ilmu
- Filter ideologis terhadap pengaruh global
Penulis menjelaskan bahwa pengembangan IPTEK di Indonesia harus:
- Tidak bertentangan dengan nilai Pancasila
- Menjadikan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan
- Berakar pada budaya dan ideologi bangsa (indigenisasi ilmu)
4. Pancasila sebagai Sumber Etika dan Moral IPTEK
Setiap sila Pancasila dianalisis sebagai dasar etika IPTEK:
- Ketuhanan Yang Maha Esa: IPTEK harus dikembangkan dengan kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral.
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: IPTEK harus menjunjung martabat manusia dan kesejahteraan bersama.
- Persatuan Indonesia: IPTEK berfungsi memperkuat integrasi dan identitas nasional.
- Kerakyatan: Pengembangan IPTEK harus demokratis, partisipatif, dan terbuka terhadap kritik.
- Keadilan Sosial: Pemanfaatan IPTEK harus merata dan tidak memperlebar kesenjangan sosial.
5. Analisis Historis, Sosiologis, dan Politis
- Historis: Amanat pengembangan IPTEK tersirat dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya tujuan “mencerdaskan kehidupan bangsa”.
- Sosiologis: Masyarakat Indonesia memiliki kepekaan tinggi terhadap dampak kemanusiaan dan lingkungan dari IPTEK.
- Politis: Penegasan Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK telah muncul dalam pidato tokoh nasional, namun belum terimplementasi secara konkret.
6. Kesimpulan Analitis
Jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila harus ditegaskan sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK karena:
- Kemajuan IPTEK berpotensi menimbulkan krisis nilai dan kemanusiaan
- Dominasi IPTEK Barat dapat mengikis identitas bangsa
- Pancasila mampu menjadi rambu etis dan normatif bagi IPTEK
Dengan demikian, Pancasila berfungsi sebagai pengarah, pengendali, dan penyeimbang agar IPTEK berkembang demi kesejahteraan manusia dan bangsa Indonesia.
NPM : 2515012031
Kelas : B
Jurnal karya Ika Setyorini membahas urgensi penegasan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menekankan bahwa Pancasila merupakan kristalisasi nilai budaya dan agama bangsa Indonesia yang seharusnya menjadi landasan moral, etika, dan arah dalam aktivitas ilmiah. Pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan Pancasila dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negatif, seperti dehumanisasi, kerusakan lingkungan, serta lunturnya identitas bangsa.
Jurnal ini menjelaskan peran Pancasila sebagai sumber nilai, moral, dan etika melalui kelima silanya yang saling berkaitan, mulai dari Ketuhanan hingga Keadilan Sosial. Selain itu, penulis juga menguraikan dasar historis, sosiologis, dan politis yang menguatkan posisi Pancasila sebagai rambu normatif dalam pengembangan IPTEK. Secara keseluruhan, jurnal ini bersifat konseptual dan argumentatif, relevan sebagai pedoman pemikiran, namun masih terbatas karena belum didukung oleh data empiris atau contoh penerapan secara konkret.
NPM: 2515012056
KELAS: A
Jurnal Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi karya Ika Setyorini menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi landasan nilai yang mengarahkan perkembangan IPTEK di Indonesia, tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman etis dalam aktivitas keilmuan, khususnya di perguruan tinggi.
Bagi mahasiswa, Pancasila berperan penting dalam menyikapi kemajuan teknologi yang membawa kemudahan sekaligus tantangan moral, etika, dan budaya. Tanpa pijakan nilai Pancasila, mahasiswa berpotensi memandang ilmu secara pragmatis tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan kemanusiaan.
Jurnal ini menekankan bahwa nilai dasar, instrumental, dan praktis Pancasila dapat diwujudkan dalam sikap akademik mahasiswa, seperti kejujuran, tanggung jawab, sikap kritis, dan etis dalam penggunaan teknologi. Selain itu, Pancasila berfungsi sebagai sumber moral agar IPTEK dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.
Secara keseluruhan, jurnal ini menyimpulkan bahwa penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK sangat penting agar mahasiswa mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab serta selaras dengan jati diri bangsa.
NPM: 2515012073
Kelas: B
TUGAS ANALISIS JURNAL PERTEMUAN KE-14
Judul: Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK
Penulis: Ika Setyorini
Jurnal ini menjelaskan bahwa Pancasila memiliki peran penting sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila dipandang sebagai hasil perwujudan nilai-nilai budaya, agama, dan moral bangsa yang seharusnya dijadikan pedoman dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penulis menjelaskan bahwa Pancasila memiliki tiga tingkatan nilai, yaitu nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis. Ketiga nilai tersebut harus menjadi landasan dalam pengembangan IPTEK. Pancasila berfungsi sebagai sumber nilai, sumber moral, dan rambu-rambu normatif agar IPTEK berkembang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Setiap sila Pancasila mengandung prinsip etika dalam pengembangan IPTEK, seperti penghormatan terhadap Tuhan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Selain itu, Pancasila juga memiliki dasar historis, sosiologis, dan politis yang kuat, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dan kebijakan negara.
NPM: 2515012014
Kelas: A
ANALISIS JURNAL
Judul Jurnal:
Urgensi Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Fokus Kajian:
Peran dan urgensi nilai-nilai Pancasila sebagai landasan etis, moral, dan filosofis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
1. Latar Belakang Penelitian
Jurnal ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya. Perkembangan IPTEK tersebut tidak selalu diiringi dengan kesiapan moral dan etika masyarakat. Akibatnya, kemajuan teknologi berpotensi menimbulkan krisis nilai, seperti penyalahgunaan teknologi, menurunnya etika sosial, serta lunturnya identitas bangsa.
Penulis menempatkan Pancasila sebagai nilai dasar bangsa yang seharusnya menjadi pedoman dalam pengembangan ilmu agar IPTEK tidak berkembang secara bebas tanpa arah.
Analisis:
Latar belakang yang disampaikan relevan dengan kondisi global saat ini. Namun, jurnal ini belum menyertakan data konkret, seperti contoh kasus penyalahgunaan IPTEK di Indonesia, sehingga urgensi yang disampaikan masih bersifat umum dan normatif.
2. Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
Rumusan masalah jurnal ini berfokus pada pertanyaan mengenai mengapa Pancasila penting dan mendesak untuk dijadikan dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan utamanya adalah menjelaskan peran strategis Pancasila sebagai landasan moral dan etika dalam dunia keilmuan.
Analisis:
Tujuan penelitian sudah jelas dan konsisten dengan judul. Namun, jurnal ini tidak membatasi ruang lingkup kajian secara spesifik, misalnya dalam bidang pendidikan, teknologi digital, atau riset ilmiah, sehingga pembahasannya menjadi luas tetapi kurang mendalam pada satu sektor tertentu.
3. Pendekatan dan Metode Penelitian
Jurnal ini menggunakan metode kajian literatur (library research) dengan menelaah berbagai sumber pustaka yang berkaitan dengan Pancasila, filsafat ilmu, dan perkembangan IPTEK. Penulis mengaitkan teori-teori tentang nilai, ideologi, dan ilmu pengetahuan untuk membangun argumen bahwa Pancasila memiliki urgensi dalam pengembangan ilmu.
Analisis:
Metode kajian literatur sesuai dengan tujuan penelitian yang bersifat konseptual dan filosofis. Namun, karena tidak menggunakan data empiris seperti survei, wawancara, atau statistik, maka hasil penelitian tidak dapat menunjukkan sejauh mana nilai Pancasila benar-benar diterapkan dalam praktik pengembangan IPTEK.
4. Kerangka Teoretis yang Digunakan
Penulis menempatkan Pancasila sebagai:
Dasar negara
Ideologi bangsa
Sistem nilai dan norma
Landasan etika dalam pengembangan ilmu
IPTEK dipahami tidak bersifat netral, melainkan dipengaruhi oleh nilai, kepentingan, dan orientasi manusia yang mengembangkannya.
Analisis:
Kerangka teoretis yang digunakan cukup kuat secara filosofis. Namun, jurnal ini belum mengaitkan teori tersebut dengan perkembangan IPTEK modern seperti digitalisasi, kecerdasan buatan, atau media sosial yang sangat dekat dengan kehidupan generasi muda.
5. Hasil dan Temuan Kajian
Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila sangat relevan dijadikan dasar dalam pengembangan IPTEK. Setiap sila Pancasila mengandung nilai yang dapat menjadi pedoman, seperti:
Nilai ketuhanan sebagai dasar etika dan tanggung jawab moral,
Nilai kemanusiaan untuk mencegah dehumanisasi teknologi,
Nilai keadilan sosial agar IPTEK tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.
Analisis:
Temuan ini logis dan sesuai dengan konteks ideologi bangsa. Namun, jurnal tidak menyertakan indikator atau ukuran konkret untuk menilai keberhasilan penerapan nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK.
6. Pembahasan
Dalam pembahasan, penulis menegaskan bahwa tanpa landasan Pancasila, IPTEK dapat berkembang secara bebas dan berpotensi merusak nilai budaya serta moral bangsa. Pancasila berfungsi sebagai filter etis agar perkembangan ilmu tetap berpihak pada kesejahteraan manusia.
Analisis:
Pembahasan bersifat reflektif dan normatif. Kelemahannya, penulis belum mengulas tantangan implementasi nilai Pancasila dalam praktik nyata, misalnya benturan antara kepentingan ekonomi, politik, dan etika dalam pengembangan teknologi.
7. Kelebihan Jurnal
a. Tema penelitian relevan dengan kondisi global dan nasional
b. Menempatkan Pancasila sebagai dasar etika pengembangan ilmu
c. Argumentasi disusun secara runtut dan logis
d. Cocok sebagai rujukan konseptual dalam mata kuliah Pendidikan Pancasila
8. Kelemahan Jurnal
a. Tidak menggunakan data empiris atau statistik
b. Pembahasan cenderung normatif dan filosofis
c. Kurang mengangkat contoh konkret penerapan Pancasila dalam IPTEK
d. Tidak membahas tantangan implementasi nilai Pancasila di era digital
9. Kesimpulan
Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila memiliki urgensi tinggi sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pancasila berperan sebagai pedoman moral agar IPTEK berkembang secara beretika dan berorientasi pada kesejahteraan manusia. Namun, karena penelitian ini bersifat kajian literatur, hasilnya masih terbatas pada tataran konseptual. Penelitian lanjutan dengan pendekatan empiris sangat diperlukan agar urgensi Pancasila dalam pengembangan IPTEK dapat dibuktikan secara lebih konkret.
Nama : Naufal Daffa' Islami
NPM : 2515012083
KELAS : A
Jurnal ini membahas secara menyeluruh pentingnya Pancasila sebagai landasan nilai, moral, dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya ideologi negara, tetapi juga kristalisasi nilai budaya dan agama bangsa Indonesia yang harus menjiwai seluruh aktivitas kehidupan, termasuk aktivitas ilmiah. Pengembangan IPTEK yang terlepas dari nilai Pancasila berpotensi melahirkan sekularisme, dehumanisasi, dan penyalahgunaan ilmu yang merugikan martabat manusia.
Dalam pembahasannya, jurnal ini menjelaskan konsep nilai Pancasila yang terdiri dari nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis. Ketiga lapisan nilai tersebut menjadi kerangka berpikir, arah, sekaligus rambu normatif bagi pengembangan IPTEK agar tetap relevan dengan kepribadian bangsa. Pancasila diposisikan sebagai faktor internal pengembangan ilmu, bukan sekadar pelengkap, sehingga IPTEK yang berkembang harus berakar pada budaya dan ideologi nasional (indigenisasi ilmu).
Penulis juga menguraikan peran setiap sila Pancasila sebagai sumber nilai dan moral IPTEK, mulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa yang menuntut keseimbangan akal dan moral, hingga Keadilan Sosial yang menekankan pemerataan manfaat IPTEK. Dengan demikian, IPTEK diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia, menjaga martabat kemanusiaan, memperkuat persatuan, serta mencegah kesenjangan sosial akibat penguasaan teknologi.
Selain itu, jurnal ini meninjau landasan historis, sosiologis, dan politis Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK. Secara historis, hal ini berakar pada Pembukaan UUD 1945 khususnya frasa “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Secara sosiologis, sensitivitas masyarakat terhadap dampak IPTEK (lingkungan, kemanusiaan, dan religiusitas) menunjukkan kuatnya nilai Pancasila dalam kehidupan sosial. Secara politis, berbagai kebijakan dan pidato para pemimpin nasional memperlihatkan upaya—meskipun belum optimal—menjadikan Pancasila sebagai orientasi pengembangan ilmu di Indonesia.
Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa urgensi penegasan Pancasila dalam pengembangan IPTEK terletak pada fungsinya sebagai penyaring, pengarah, dan pengendali agar kemajuan ilmu tidak menyimpang dari nilai kemanusiaan dan jati diri bangsa. Kesimpulan utama jurnal ini adalah bahwa IPTEK di Indonesia harus berkembang selaras dengan nilai-nilai Pancasila agar mampu menjawab tantangan global tanpa kehilangan identitas nasional dan moralitas bangsa
NPM : 2515012024
1. Pancasila sebagai Sistem Etika Terapan
Penulis menjelaskan bahwa dalam konteks bernegara, Pancasila berfungsi sebagai etika terapan yang mengatur perilaku manusia.
Definisi Etika: Cabang filsafat yang membahas perilaku benar (right) dan baik (good).
Fungsi Etika: Sebagai "pagar preventif" untuk mengoreksi perilaku menyimpang sebelum menyentuh ranah hukum.
Dimensi Hubungan: Hubungan etika dan hukum dilihat dari substansi (isi), keluasan cakupan (etika lebih luas dari hukum), dan alasan kepatuhan (kesadaran diri vs sanksi).
2. Politik Hukum dan Pengembangan Ilmu
Pengembangan ilmu pengetahuan dalam konteks nasional tidak bisa dilepaskan dari politik hukum yang berlaku.
Definisi Politik Hukum: Kebijakan dasar yang menentukan arah, bentuk, maupun isi hukum yang akan dibentuk untuk mencapai tujuan negara.
Proses Legislasi: Merupakan kristalisasi dari berbagai kepentingan politik yang harus diselaraskan dengan nilai-nilai Pancasila sebagai cita hukum (rechtsidee).
Peran BPHN: Badan Pembangunan Hukum Nasional berperan sebagai motor perencanaan melalui Prolegnas untuk memastikan pembangunan hukum tetap sesuai jalur konstitusi.
3. Urgensi Nilai Pancasila dalam IPTEK
Berdasarkan teks tersebut, pengembangan ilmu pengetahuan harus didasarkan pada nilai-nilai yang hidup di masyarakat Indonesia.
Pancasila sebagai Filter: Menjadi landasan untuk memilih nilai-nilai yang berkembang di masyarakat agar tetap sesuai dengan jati diri bangsa.
Integritas Publik: Pengembangan ilmu dan profesi harus mengedepankan kepercayaan publik melalui pengendalian sistem etika.
NPM: 2515012011
KELAS: B
TUGAS ANALISIS JURNAL PERTEMUAN 14
Jurnal yang berjudul Urgensi Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ini mengingatkan kita bahwa sepintar apapun kita dalam mengembangkan teknologi, kita tidak boleh lupa pada jati diri kita sebagai bangsa Indonesia.
Dalam jurnal tersebut penulis menjelaskan bahwa pada intinya IPTEK sangat membutuhkan Pancasila, mengapa? Karena tanpa Pancasila, pengembangan ilmu di Indonesia bisa kehilangan orientasi. Penulis juga khawatir jika ilmu berkembang tanpa landasan ideologi, kita bisa terjebak di sekularisme di mana agama dan moral benar-benar dibuang dari dunia ilmiah. Peran pancasila di sini bukan hanya sebagai pajangan, tetapi berfungsi sebagai filter terhadap teknologi baru, juga mengembangkan ilmu yang berakar pada budaya lokal
Urgensi Pancasila terletak pada fungsinya sebagai alat penyaring pengaruh global yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Kemajuan memang hal yang penting, tetapi kebenaran moral dan agama itu tetap. Jangan sampai karena mengejar kemajuan teknologi yang canggih, kita mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan yang abadi.
Kesimpulannya, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila seperti "roh" dalam ilmu pengetahuan di Indonesia agar tetap bermanfaat dan tidak merusak tatanan hidup kita. Penting bagi IPTEK untuk berakar pada kebudayaan Indonesia agar kemajuan teknologi tidak mendehumanisasi manusia, melainkan meningkatkan kualitas hidup secara berkeadilan.
NPM : 2515012022
Kelas : B
Tugas Analisis Jurnal :
1. Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu
Dalam pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat disampaikan pemahaman, Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua,bahwa setiap perkembangan iptek harus didasarkan dengan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan. Ketiga, nilai nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia. Keempat, bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan idiologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal indelegensasi ilmu. Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka-kerangka berpikir, pola acuan
berpikir atau jelasnya senagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus arah/tujuan bagi yang menyandangnya sehingga Pancasila menjadi kaidah penuntun dalam pembangunan hukum nasional.
2. Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Peran Pancasila sebagai sumber nilai dalam pengembangan iptek adalah, Pertama bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus menghormati keyakinan religius masyarakat karena bisa jadi pengembangan iptek tidak sesuai dengan keyakinan religiusnya, teapi hal tersebut tidak usah dipertentangkannya karena keduanya mempunyai logika sendiri. Kedua, ilmu pengetahuan ditujukan bagi pengembangan kemanusiaan dan dituntut oleh nilai etis yang berdasarkan kemanusiaan. Ketiga, iptek merupakan yang menghomogenisasikan budaya sehingga dapat mempersatukan masyarakat dan memperkokoh pembangunan dan identitas nasional. Keempat, Prinsip demokrasi akan menuntut bahwa pengusaan iotek harus merata kesemu lapisan masyarakat karena pendidikan adalah tuntutan masyarakat. Kelima, Kesenjanagan dalam dalam penguasaan iptek harus dipersempit terus menerus sehingga semakin merata sebaga salah satu prinsip keadilan. Upaya manusia mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabatnya maka manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek
Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek di Indonesia dapat ditelusuri dalam Pembukaan UUD 1945. Pada alenia keempat Pembukaan UUD 1945. Sebagai sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat ditemukan dalam sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan Kemanusiaan yang ada dibalik peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. Misalnya dengan rencana dibangunnya pembangunan pusat tenaga nuklir disemenanjung muria beberapa tahun yang lalu. Hal ini akan dikaitkan dengan isu-isu Ketuhanan dan Kemanusiaan. Isu Ketuhanan misalnya perkembangan iptek
seringkali tidak memperhatikan harkat dan martabatnya manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, yaitu dengan tidak melibatkan peran serta langsung masyarakat padahal hal tersebut akan berdampak negatif berupa kerusakan teknologi.
Kesimpulannya, Pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diharapkan dapat menjadi dasar dan akar pada pengembangan keilmuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga pengembangan iptek tadi tidak keluar dari nilai-nilai yang telah dimilliki bangsa Indonesia.
HAIKAL YUSRON
2515012086
Pada jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila sangat penting sebagai dasar nilai dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila dipandang bukan hanya sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai pedoman moral dan nilai agar perkembangan IPTEK tidak kehilangan arah dan tidak merugikan manusia.
Penulis menjelaskan bahwa pengembangan IPTEK tidak boleh lepas dari nilai budaya, agama, dan kepribadian bangsa Indonesia. Jika IPTEK berkembang tanpa landasan Pancasila, maka berpotensi menimbulkan dampak negatif seperti dehumanisasi, kerusakan lingkungan, dan hilangnya nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, Pancasila berfungsi sebagai rambu-rambu normatif agar IPTEK tetap digunakan untuk kesejahteraan bersama.
Setiap sila Pancasila mengandung nilai etika dalam pengembangan IPTEK, seperti tanggung jawab kepada Tuhan, penghormatan terhadap martabat manusia, persatuan bangsa, demokrasi, dan keadilan sosial. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar, IPTEK diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup manusia tanpa merusak nilai kemanusiaan dan identitas nasional.
Kesimpulannya, urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK terletak pada perannya dalam mengarahkan kemajuan ilmu agar tetap bermoral, berkeadilan, dan sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
NPM : 2555012002
Kelas : B
Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga harus menjadi landasan nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Penulis melihat bahwa kemajuan IPTEK tidak pernah netral karena selalu bersentuhan dengan nilai budaya, agama, dan moral masyarakat. Jika pengembangan ilmu dilepaskan dari Pancasila, maka IPTEK berpotensi kehilangan arah dan bahkan merugikan kemanusiaan.
Isi jurnal cukup kuat dalam menjelaskan bahwa Pancasila berfungsi sebagai rambu etis dan normatif agar IPTEK berkembang untuk kesejahteraan manusia, bukan sekadar mengejar kemajuan teknis. Setiap sila Pancasila diposisikan sebagai sumber nilai moral, mulai dari penghormatan terhadap Tuhan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, hingga keadilan sosial. Dengan begitu, IPTEK diharapkan tetap berpihak pada manusia dan kepentingan bangsa.
Secara keseluruhan, jurnal ini relevan dengan kondisi saat ini, terutama ketika perkembangan teknologi semakin cepat dan kompleks. Penekanannya jelas: IPTEK tetap penting, tetapi harus dikendalikan oleh nilai-nilai Pancasila agar tidak bertentangan dengan jati diri dan kepribadian bangsa Indonesia.
Jurnal ini membahas Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan manusia modern. IPTEK memberikan kemudahan, efisiensi, serta mendorong kemajuan peradaban manusia. Namun demikian, perkembangan IPTEK yang tidak dibarengi dengan landasan nilai dan moral dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti dehumanisasi, kerusakan lingkungan, serta krisis etika. Dalam konteks Indonesia, Pancasila sebagai ideologi negara memiliki peran yang sangat penting sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar kemajuan tersebut tetap sejalan dengan kepribadian bangsa.
Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya, agama, dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sumber nilai, moral, dan etika dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam aktivitas ilmiah. Pengembangan IPTEK yang berlandaskan Pancasila mengharuskan setiap ilmu yang dikembangkan tidak bertentangan dengan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial. Dengan demikian, ilmu pengetahuan tidak berkembang secara bebas tanpa arah, melainkan memiliki orientasi yang jelas untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat manusia.
Setiap sila Pancasila mengandung prinsip etis dalam pengembangan IPTEK. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menuntut agar ilmu pengetahuan memperhatikan nilai spiritual dan tidak merendahkan harkat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab menegaskan bahwa IPTEK harus digunakan untuk kepentingan kemanusiaan, bukan untuk penindasan atau perusakan. Sila Persatuan Indonesia mengarahkan IPTEK agar memperkuat integrasi bangsa, sementara sila Kerakyatan menekankan pentingnya prinsip demokrasi dalam pengembangan ilmu. Adapun sila Keadilan Sosial menuntut agar manfaat IPTEK dapat dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.
Secara historis, sosiologis, dan politis, Pancasila telah ditegaskan sebagai dasar pengembangan IPTEK, sebagaimana tercermin dalam Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan tujuan “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan ilmu melalui pendidikan harus berakar pada nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, urgensi penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK menjadi sangat penting agar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak menyimpang dari jati diri bangsa Indonesia, serta mampu menciptakan kemajuan yang berkeadilan, bermoral, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.
NPM:2555012001
kelas:B
Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi dasar nilai dan etika dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia. IPTEK tidak boleh berkembang secara bebas nilai karena berpotensi menimbulkan dampak dehumanisasi. Setiap sila Pancasila berfungsi sebagai pedoman moral agar IPTEK berpihak pada kemanusiaan, keadilan, persatuan, dan kesejahteraan bersama. Penulis menekankan pentingnya Pancasila sebagai rambu normatif dan filter ideologis terhadap pengaruh IPTEK global. Namun, kajian ini masih bersifat normatif dan kurang didukung contoh empiris konkret.
NAMA: MUHAMMAD NURUL YAQIN
NPM: 2515012054
KELAS: B
Jurnal karya Ika Setyorini ini memberikan perspektif menarik tentang bagaimana seharusnya Pancasila dipandang oleh kita semua, khususnya para mahasiswa. Penulis menegaskan bahwa Pancasila itu bukan sekadar teks normatif yang dihafalkan, melainkan sebuah sumber nilai yang hidup dan harus menjadi napas dalam setiap aktivitas akademik. Di tengah gempuran teknologi, media sosial, dan dunia digital, Pancasila hadir sebagai "jangkar" agar kemajuan ilmu pengetahuan tidak membuat kita kehilangan arah.
Sebagai kelompok intelektual muda, mahasiswa memang paling depan dalam menyerap teknologi. Tapi, jurnal ini mengingatkan bahwa ada jebakan besar di sana: sikap pragmatis dan sekuler. Tanpa nilai-nilai Pancasila, kita berisiko melihat ilmu hanya sebagai alat teknis untuk sukses pribadi, tanpa peduli lagi pada sisi kemanusiaan dan dampak sosialnya. Padahal, kecerdasan tanpa etika itu berbahaya.
Penulis membagi nilai Pancasila menjadi tiga lapis: dasar, instrumental, dan praktis. Bagi mahasiswa, ini bisa diterjemahkan ke dalam hal-hal sederhana namun mendalam di kampus, seperti:
Kejujuran akademik (tidak plagiat),
Tanggung jawab dalam menyebarkan informasi di medsos,
Sikap kritis yang tetap santun dan beretika.
Lebih jauh lagi, jurnal ini menyoroti bahwa Pancasila adalah sumber moral. Mahasiswa dituntut bukan hanya pintar menggunakan tools terbaru, tapi juga mampu menyaring informasi agar teknologi digunakan untuk kemanfaatan bersama. Sila-sila Pancasila mengajarkan kita untuk tetap religius, menghargai sesama pengguna teknologi, hingga memastikan akses ilmu pengetahuan itu adil bagi semua orang.
Secara historis, cita-cita "mencerdaskan kehidupan bangsa" dalam UUD 1945 memang menempatkan mahasiswa sebagai aktor utama. Namun, cerdas yang dimaksud bukanlah cerdas yang robotik, melainkan cerdas yang berkarakter bangsa. Intinya, jurnal ini ingin menyampaikan satu pesan kuat: Jadilah mahasiswa yang unggul secara intelektual, tapi tetap miliki integritas dan jati diri Indonesia dalam setiap inovasi yang kamu buat.
NPM: 2515012009
1. Tujuan dan Relevansi Penelitian
Penulis ingin menegaskan bahwa:
- Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga harus menjadi dasar nilai normatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
- Tanpa landasan nilai Pancasila, pengembangan IPTEK berisiko kehilangan arah, terjebak dalam sekularisme, dan mengabaikan dimensi kemanusiaan dan spiritualitas bangsa Indonesia.
2. Kerangka Konseptual
a. Pancasila sebagai Sistem Nilai
Penulis membagi nilai Pancasila menjadi tiga tingkatan:
- Nilai dasar: bersifat universal dan tidak berubah (misalnya: keadilan, kemanusiaan).
- Nilai instrumental: berupa kebijakan, sistem, dan peraturan yang menjabarkan nilai dasar.
- Nilai praktis: implementasi konkret dalam kehidupan sehari-hari.
b. Pancasila sebagai Paradigma Ilmu
- IPTEK harus dikembangkan dengan akar budaya dan ideologi bangsa.
- Pancasila menjadi rambu normatif agar IPTEK tidak merusak nilai kemanusiaan dan lingkungan.
3. Pembahasan Utama
a. Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Moral IPTEK
Setiap sila Pancasila dijabarkan sebagai fondasi etika dalam pengembangan IPTEK:
| Sila | Peran dalam IPTEK |
|------|--------------------|
| Ketuhanan | Menjaga keseimbangan antara akal, rasa, dan kehendak |
| Kemanusiaan | Menjamin IPTEK berpihak pada martabat manusia |
| Persatuan | Mendorong IPTEK yang memperkuat solidaritas nasional |
| Kerakyatan | Menjamin demokratisasi akses dan partisipasi dalam IPTEK |
| Keadilan Sosial | Mendorong distribusi IPTEK yang merata dan berkeadilan |
b. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politis
- Historis: Amanat UUD 1945 (“mencerdaskan kehidupan bangsa”) dan pidato-pidato tokoh nasional seperti Soekarno dan Soeharto.
- Sosiologis: Respons masyarakat terhadap isu-isu IPTEK yang menyentuh nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan (misalnya: PLTN Muria).
- Politis: Kebijakan negara yang mendorong Pancasila sebagai orientasi pengembangan ilmu, meski belum sepenuhnya terimplementasi secara sistemik.
4. Kekuatan Jurnal
- Argumentatif dan reflektif: Mengajak pembaca merenungkan arah pengembangan IPTEK di Indonesia.
- Kontekstual: Mengaitkan Pancasila dengan tantangan globalisasi, sekularisme, dan dehumanisasi teknologi.
- Komprehensif: Menggunakan pendekatan filosofis, historis, sosiologis, dan politis.
5. Kelemahan dan Catatan Kritis
- Tidak berbasis data empiris: Jurnal ini bersifat konseptual, tanpa dukungan survei atau studi kasus konkret.
- Gaya bahasa: Beberapa bagian masih repetitif dan bisa dipadatkan untuk meningkatkan kejelasan.
- Kurang eksplorasi praktis: Belum banyak contoh nyata bagaimana Pancasila diterapkan dalam riset atau inovasi teknologi.
6. Simpulan
Pancasila harus ditegaskan sebagai:
- Landasan etis dan normatif dalam pengembangan IPTEK.
- Filter budaya dan moral terhadap arus globalisasi dan sekularisme.
- Arah dan orientasi agar IPTEK tidak hanya mengejar kemajuan teknis, tetapi juga menjunjung nilai kemanusiaan, keadilan, dan spiritualitas.
NPM : 2515012060
Urgensi Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Jurnal Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK membahas posisi strategis Pancasila sebagai landasan etik dan normatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis menyoroti bahwa perkembangan IPTEK yang semakin pesat, apabila tidak dikendalikan oleh nilai-nilai moral dan ideologis, berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan sosial, seperti krisis kemanusiaan, degradasi moral, serta lunturnya identitas bangsa.
Secara konseptual, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai paradigma pengembangan ilmu. Pancasila dipandang sebagai sistem nilai yang mampu memberikan arah, tujuan, serta batasan etis dalam proses pengembangan dan pemanfaatan IPTEK. Dengan demikian, ilmu pengetahuan tidak bersifat netral nilai, melainkan harus berpihak pada kemaslahatan manusia dan kehidupan berbangsa.
Penulis menguraikan bahwa nilai-nilai Pancasila yang meliputi Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial harus diinternalisasikan dalam setiap aspek pengembangan IPTEK. Nilai Ketuhanan menuntut tanggung jawab moral dan spiritual para ilmuwan, nilai Kemanusiaan menegaskan penghormatan terhadap martabat manusia, nilai Persatuan mengarahkan IPTEK untuk memperkuat integrasi nasional, nilai Kerakyatan menekankan partisipasi dan demokratisasi ilmu, serta nilai Keadilan Sosial mengharuskan distribusi manfaat IPTEK secara adil.
Lebih lanjut, jurnal ini mengkaji dasar historis, sosiologis, dan politis Pancasila sebagai paradigma pengembangan ilmu. Secara historis, amanat mencerdaskan kehidupan bangsa dalam Pembukaan UUD 1945 menjadi dasar filosofis pengembangan ilmu. Secara sosiologis, karakter masyarakat Indonesia yang religius dan humanis menuntut IPTEK yang beretika. Secara politis, Pancasila menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan nasional di bidang pendidikan dan IPTEK.
Kesimpulan jurnal menegaskan bahwa penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK merupakan kebutuhan mendesak. Tanpa landasan Pancasila, pengembangan ilmu dan teknologi berpotensi menyimpang dari tujuan nasional dan nilai-nilai luhur bangsa. Oleh karena itu, Pancasila harus dijadikan pedoman utama agar IPTEK berkembang secara bertanggung jawab, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan manusia.
Nama : Adeline Trianita Maulana
NPM : 2515012029
Kelas : A
Jurnal ini menjelaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga sangat penting sebagai landasan nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila dianggap sebagai kristalisasi nilai budaya dan moral bangsa yang mengatur cara berpikir dan bertindak dalam semua bidang kehidupan termasuk ilmiah. Dengan adanya nilai-nilai Pancasila, pengembangan ilmu tidak hanya fokus pada kemajuan teknologi saja, tetapi tetap memperhatikan etika, tanggung jawab sosial, dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam jurnal disebutkan bahwa tanpa dasar nilai seperti Pancasila, ilmu dan teknologi bisa berkembang tanpa arah yang jelas dan bahkan berpotensi menghilangkan nilai-nilai moral serta identitas bangsa. Sebagai contoh, kemajuan IPTEK secara global bisa membawa dampak negatif terhadap budaya dan norma sosial jika tidak dikendalikan oleh nilai moral bangsa sendiri. Oleh karena itu, urgent artinya sangat penting menegaskan Pancasila sebagai pedoman nilai agar perkembangan IPTEK tetap berpijak pada keadilan, kemanusiaan, persatuan, dan tanggung jawab sosial sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.
Kesimpulannya, jurnal ini menekankan bahwa Pancasila harus menjadi sumber nilai yang menjadi dasar dalam setiap proses pengembangan ilmu dan teknologi, supaya ilmu yang dihasilkan tidak hanya maju secara teknis tetapi juga beretika dan bermanfaat bagi rakyat banyak.
NPM : 2515012018
KELAS : B
Analisis Jurnal " URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK"
Hasil analisis jurnal :
Jurnal ini menjelaskan bahwa Pancasila sangat penting dijadikan dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menekankan bahwa perkembangan IPTEK tidak boleh lepas dari nilai moral, budaya, dan agama bangsa Indonesia, karena jika dibiarkan tanpa arah dapat menimbulkan dampak negatif bagi kemanusiaan dan kehidupan sosial.
Isi jurnal menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila berfungsi sebagai pedoman dan batasan agar IPTEK berkembang secara bertanggung jawab dan tetap berpihak pada kesejahteraan manusia. Setiap sila Pancasila memberikan arahan moral, seperti menghormati martabat manusia, menjaga persatuan, bersikap demokratis, dan mewujudkan keadilan sosial dalam pemanfaatan teknologi.
Meskipun jurnal ini tidak menggunakan penelitian lapangan, pembahasannya cukup kuat secara teori dan filosofi. Secara keseluruhan, jurnal ini menunjukkan bahwa Pancasila tetap relevan dan dibutuhkan sebagai landasan etika agar perkembangan IPTEK di Indonesia tidak menyimpang dari nilai-nilai luhur bangsa.
NPM: 2515012049
KELAS: A
1. Hubungan Pancasila dan IPTEK
Pancasila merupakan nilai budaya dan agama bangsa Indonesia yang berfungsi sebagai ideologi negara dan pandangan hidup bangsa. Dalam konteks ilmiah, pengembangan iptek di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari situasi budaya dan nilai-nilai yang menyertainya. Tanpa landasan ideologi yang kuat, pengembangan ilmu dikhawatirkan akan kehilangan arah dan berorientasi tidak jelas.
2. Konsep Nilai Pancasila dalam Pengembangan Ilmu
Pancasila sebagai sistem nilai memberikan kerangka acuan dan tolak ukur bagi pembangunan nasional. Terdapat tiga tingkatan nilai dalam Pancasila yang relevan:
• Nilai Dasar: Bersifat abstrak dan tetap, mencakup cita-cita serta tujuan negara.
• Nilai Instrumental: Penjabaran lebih lanjut dalam bentuk peraturan dan strategi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.
• Nilai Praktis: Realisasi nyata dari nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
3. Peran Sila-Sila Pancasila sebagai Dasar Etika Iptek
Setiap sila dalam Pancasila memberikan dasar moralitas dan arah bagi ilmuwan dalam mengembangkan teknologi:
• Sila ke-1
Menyeimbangkan aspek akal, rasa, dan kehendak agar manusia tidak merasa sebagai pusat alam semesta, melainkan bagian darinya.
• Sila ke-2
Menekankan bahwa tujuan utama iptek adalah demi kesejahteraan manusia dan harus menghormati martabat manusia.
• Sila ke-3
Mengarahkan iptek untuk memperkuat rasa nasionalisme dan persaudaraan antar-daerah.
• Sila ke-4
Menekankan iptek bahwa setiap warga negara bebas memberikan kritik dan masukan yang membangun.
• Sila ke-5
Menuntut agar penguasaan iptek merata di semua masyarakat agar tidah ada kesenjangan kesenjangan.
4. Alasan Penegasan IPTEK Harus Berkaitan dengan Pancasila
• Iptek yang didominasi budaya Barat dapat mengancam nilai-nilai khas Indonesia, sehingga perlu penyaringan melalui nilai-nilai Pancasila.
• Penggunaan iptek yang tidak terkontrol seringkali mengabaikan martabat manusia
• Pengembangan ilmu harus berdasarkan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.
5. Kesimpulan
Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga kebutuhan mendesak agar ilmu pengetahuan di Indonesia tetap berakar pada budaya bangsa sendiri. Kehadiran Pancasila diharapkan menjadi rambu yang menjaga agar kemajuan teknologi tetap selaras dengan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan keadilan sosial.
Nama : Jihan farihah
NPM: 2515012025
Kelas : B
Jurnal ini menekankan bagaimana kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di era globalisasi bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi ia memajukan peradaban, namun di sisi lain ia membawa nilai-nilai luar (seperti sekularisme atau budaya barat) yang bisa mengikis moral dan kepribadian asli bangsa Indonesia.Pancasila bukan sekadar pajangan, melainkan harus menjadi dasar nilai dan paradigma dalam setiap aktivitas ilmiah di Indonesia:
-Filter (Penyaring): IPTEK yang berkembang tidak boleh bertentangan dengan nilai Pancasila.
- Ruh Pengembangan: Ilmu pengetahuan harus memiliki akar pada budaya dan ideologi bangsa sendiri (mempribumikan ilmu) agar tidak kehilangan arah.
- Asas Moralitas: Pengembangan ilmu harus diiringi tanggung jawab moral agar tidak malah merusak martabat manusia (dehumanisasi).Implementasi dalam Sila-Sila Pancasila
Secara praktis, setiap sila memberikan panduan etika bagi ilmuwan dan teknologi
Sila 1: Mengingatkan bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta yang diciptakan Tuhan, sehingga ilmu harus digunakan dengan penuh rasa syukur dan rasionalitas.
Sila 2: Menjamin bahwa tujuan akhir IPTEK adalah untuk kesejahteraan dan kemanusiaan yang adil.
Sila 3: IPTEK harus memperkuat rasa persaudaraan dan persatuan nasional, bukan memecah belah.
Sila 4: Pengembangan ilmu harus demokratis, terbuka terhadap kritik, dan menghargai kebebasan orang lain.
Sila 5: Hasil teknologi harus bisa dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat untuk mempersempit kesenjangan.
Kesimpulan Penelitian
Penelitian terhadap mahasiswa menunjukkan bahwa pemahaman nilai Pancasila memiliki pengaruh nyata (sekitar 28,2%) terhadap cara mereka menyikapi IPTEK. Mahasiswa yang memiliki pondasi Pancasila yang kuat cenderung lebih bijak dalam menggunakan teknologi, mampu menyaring informasi negatif (seperti radikalisme), dan tetap menjaga identitas bangsa di tengah arus modernisasi.
NPM: 2515012070
KELAS: A
Jurnal “Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK” menekankan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai landasan nilai dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis berpendapat bahwa kemajuan IPTEK harus selalu sejalan dengan nilai budaya, agama, dan kepribadian bangsa agar tidak berkembang secara bebas tanpa arah.
Jurnal ini menjelaskan bahwa perkembangan IPTEK yang pesat membawa manfaat besar bagi kehidupan manusia, namun juga berpotensi menimbulkan dampak negatif jika tidak dikendalikan, seperti hilangnya nilai kemanusiaan, kerusakan lingkungan, dan kesenjangan sosial. Oleh karena itu, Pancasila diposisikan sebagai pedoman normatif yang mengarahkan IPTEK agar tetap berorientasi pada kesejahteraan manusia, keadilan sosial, dan persatuan bangsa.
Melalui analisis setiap sila Pancasila, penulis menunjukkan bahwa nilai Ketuhanan menuntut tanggung jawab moral dalam pengembangan ilmu, nilai Kemanusiaan mengarahkan IPTEK untuk menjunjung martabat manusia, nilai Persatuan memperkuat integrasi nasional, nilai Kerakyatan mendorong pengembangan ilmu yang demokratis dan terbuka, serta nilai Keadilan Sosial memastikan manfaat IPTEK dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Secara keseluruhan, jurnal ini menyimpulkan bahwa penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK merupakan hal yang mendesak. Tanpa landasan tersebut, kemajuan ilmu pengetahuan berisiko mengabaikan nilai-nilai luhur bangsa. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pijakan utama, pengembangan IPTEK di Indonesia diharapkan tetap maju, beretika, dan berpihak pada kepentingan manusia serta bangsa Indonesia.
NPM: 2515012003
KELAS: A
TUGAS ANALISIS JURNAL
Jurnal ini membahas pentingnya Pancasila sebagai landasan nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Inti gagasannya adalah bahwa IPTEK tidak boleh berkembang secara bebas tanpa arah, tetapi harus tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila agar tidak merugikan kemanusiaan dan identitas bangsa.
Pembahasan jurnal cukup sistematis, dimulai dari konsep nilai Pancasila, lalu dikaitkan dengan pengembangan IPTEK dari sisi moral, sosial, historis, hingga politik. Setiap sila Pancasila dijelaskan perannya dalam mengarahkan IPTEK, misalnya agar teknologi tetap menghormati nilai ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, dan persatuan.
Jurnal ini mudah dipahami karena banyak contoh konkret, seperti dampak negatif teknologi jika tidak dikendalikan oleh nilai moral. Jurnal ini juga relevan dengan kondisi saat ini, ketika perkembangan teknologi sangat cepat dan berpotensi menimbulkan masalah sosial jika tidak disaring dengan nilai bangsa. Namun, jurnal ini lebih menekankan kajian normatif dan filosofis, sehingga kurang menyajikan data empiris atau studi kasus terbaru. Meski begitu, secara keseluruhan jurnal ini memberikan pemahaman yang kuat bahwa Pancasila memiliki peran penting sebagai pedoman etis dalam pengembangan IPTEK di Indonesia.
PERTEMUAN KE-14
Nama : Achmad Fauzan Barel
NPM : 2515012082
URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK
Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila, sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama bangsa Indonesia, memiliki peran krusial sebagai fondasi dalam setiap aktivitas ilmiah dan pengembangan teknologi di tanah air. Urgensi ini muncul karena kemajuan iptek yang sangat pesat sering kali berbenturan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan dapat menyebabkan dehumanisasi jika tidak dibarengi dengan tanggung jawab moral. Tanpa akar ideologi yang kuat, ilmu pengetahuan dikhawatirkan akan berkembang tanpa arah yang jelas atau terjebak dalam sekularisme yang memisahkan kebenaran ilmiah dari nilai-nilai spiritual. Oleh karena itu, Pancasila hadir bukan hanya sebagai dasar negara secara politik, tetapi juga sebagai rambu-rambu normatif dan paradigma ilmu yang memastikan setiap penemuan teknologi tetap menghormati martabat manusia dan menjaga keseimbangan alam.
Dalam implementasinya, setiap sila dalam Pancasila memberikan kontribusi etis yang spesifik bagi para ilmuwan dan teknokrat. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, misalnya, memposisikan manusia bukan sebagai pusat alam semesta melainkan sebagai bagian sistemik yang harus mengolah alam dengan penuh rasa syukur dan akal sehat. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menekankan bahwa tujuan akhir iptek adalah kesejahteraan bersama, sedangkan sila Persatuan dan Kerakyatan menuntut adanya nasionalisme serta pemerataan akses iptek bagi seluruh lapisan masyarakat secara demokratis. Terakhir, sila Keadilan Sosial mengamanatkan bahwa kemajuan teknologi harus mampu mempersempit kesenjangan ekonomi dan sosial demi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Secara historis dan politis, gagasan ini sebenarnya telah tertanam sejak awal kemerdekaan melalui amanat "mencerdaskan kehidupan bangsa" dalam Pembukaan UUD 1945, meskipun diskursus formal mengenai Pancasila sebagai paradigma ilmu baru menguat sekitar tahun 1980-an. Penulis menyimpulkan bahwa penguatan Pancasila sebagai dasar nilai iptek sangat mendesak untuk menyaring pengaruh global yang mungkin bertentangan dengan kepribadian bangsa. Dengan menjadikan Pancasila sebagai faktor internal dalam setiap tahapan pengembangan ilmu, Indonesia diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang modern namun tetap "mempribumikan" ilmu tersebut agar selaras dengan identitas dan moralitas luhur bangsa.
Nama:Prawira
NPM:2515012046
Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Jurnal ini membahas urgensi penegasan Pancasila sebagai landasan nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menekankan bahwa Pancasila bukan hanya ideologi negara atau dasar hukum formal, tetapi merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama bangsa Indonesia yang seharusnya menjiwai seluruh aspek kehidupan, termasuk aktivitas ilmiah dan pengembangan IPTEK.
Dalam pendahuluan, penulis menjelaskan bahwa Pancasila telah disepakati sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara yang bersumber dari nilai-nilai meta-yuridis, yaitu nilai moral dan etika yang hidup dalam masyarakat sebelum dituangkan ke dalam norma hukum. Oleh karena itu, pengembangan IPTEK tidak boleh berdiri sendiri secara bebas tanpa arah, tetapi harus berpijak pada nilai-nilai Pancasila agar tidak kehilangan orientasi kemanusiaan dan kebangsaan. Penulis juga mengingatkan bahwa pengembangan ilmu yang terlepas dari ideologi bangsa berpotensi melahirkan sekularisme dan krisis nilai, sebagaimana pernah terjadi dalam sejarah perkembangan ilmu di Barat.
Jurnal ini menegaskan bahwa IPTEK tidak pernah berkembang dalam ruang hampa, melainkan selalu berada dalam konteks budaya tertentu. Meskipun ilmu pengetahuan menuntut objektivitas, pengembangannya tetap harus mempertimbangkan nilai budaya dan agama agar tidak merugikan manusia. Penulis membedakan antara kebenaran yang bersifat tidak bertambah dan kemajuan yang bersifat kumulatif, sehingga kemajuan teknologi perlu dikendalikan oleh nilai kebenaran dan etika agar tidak disalahgunakan.
Pada bagian pembahasan, Pancasila diposisikan sebagai sistem nilai yang menjadi kerangka berpikir, arah, dan tujuan pengembangan ilmu. Nilai Pancasila dijabarkan ke dalam tiga tingkatan, yaitu nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis. Ketiga nilai ini saling berkaitan dan berfungsi untuk memastikan bahwa pengembangan IPTEK tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan identitas bangsa. Dalam konteks ini, Pancasila berfungsi sebagai rambu normatif yang mengarahkan pengembangan IPTEK agar tidak bertentangan dengan nilai bangsa dan tetap berakar pada budaya Indonesia, yang dikenal dengan konsep indigenisasi ilmu.
Penulis juga menguraikan peran Pancasila sebagai sumber nilai dan moral dalam pengembangan IPTEK melalui masing-masing sila. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan bahwa pengembangan ilmu harus mempertimbangkan keseimbangan antara akal, rasa, dan kehendak, serta menyadari keterbatasan manusia sebagai makhluk Tuhan. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menekankan bahwa IPTEK harus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat manusia, bukan justru mendehumanisasi. Sila Persatuan Indonesia menuntut agar IPTEK berkontribusi dalam memperkuat persatuan dan identitas nasional. Sila Kerakyatan menekankan pentingnya demokrasi, keterbukaan, serta penghargaan terhadap kritik dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan IPTEK. Sementara itu, sila Keadilan Sosial menegaskan bahwa manfaat IPTEK harus dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat dan tidak menimbulkan kesenjangan.
Selain itu, jurnal ini meninjau urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dari aspek historis, sosiologis, dan politis. Secara historis, hal ini tercermin dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya pada tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Secara sosiologis, nilai Pancasila terlihat dari kepekaan masyarakat terhadap dampak kemajuan teknologi, seperti isu lingkungan dan kemanusiaan. Secara politis, penegasan Pancasila sebagai dasar nilai IPTEK tampak dalam berbagai kebijakan dan pidato para pemimpin negara, meskipun implementasinya masih belum sepenuhnya konsisten.
Pada bagian simpulan, penulis menegaskan bahwa meskipun IPTEK memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, kemajuan tersebut juga dapat menimbulkan dampak negatif yang membahayakan eksistensi manusia jika tidak dikendalikan oleh nilai. Oleh karena itu, Pancasila sangat penting sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK agar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tetap berorientasi pada kemanusiaan, keadilan, dan jati diri bangsa Indonesia.
Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK merupakan kebutuhan mendesak agar perkembangan ilmu di Indonesia tidak hanya bersifat teknologis, tetapi juga bermakna secara etis, sosial, dan kebangsaan.
NPM: 2515012017
Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila memiliki posisi yang sangat penting sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis memandang Pancasila bukan hanya sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai kristalisasi nilai budaya dan religius bangsa yang seharusnya menjiwai seluruh aktivitas kehidupan, termasuk aktivitas ilmiah. Oleh karena itu, pengembangan IPTEK tidak boleh dilepaskan dari nilai-nilai Pancasila karena berisiko kehilangan arah, orientasi, dan bahkan berpotensi merugikan kemanusiaan.
Dalam pembahasannya, jurnal ini menekankan bahwa kemajuan IPTEK selalu berlangsung dalam ruang budaya tertentu dan tidak bersifat netral nilai. Kemajuan teknologi yang bersifat kumulatif sering kali disalahartikan sebagai kebenaran mutlak, sehingga mengabaikan dimensi moral dan kemanusiaan. Di sinilah Pancasila berfungsi sebagai sistem nilai yang menjadi kerangka berpikir dan rambu normatif agar pengembangan IPTEK tetap memperhatikan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.
Penulis juga menguraikan bahwa setiap sila dalam Pancasila memiliki relevansi langsung terhadap pengembangan IPTEK. Nilai ketuhanan menuntut tanggung jawab moral, nilai kemanusiaan menekankan martabat manusia, nilai persatuan menjaga identitas nasional, nilai kerakyatan menjamin demokratisasi penguasaan IPTEK, dan nilai keadilan sosial menuntut pemerataan manfaat teknologi. Dengan demikian, Pancasila berfungsi sebagai sumber nilai dan etika agar IPTEK tidak digunakan secara destruktif atau hanya menguntungkan kelompok tertentu.
Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan urgensi peneguhan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK melalui landasan historis, sosiologis, dan politis. Penegasan ini penting untuk mencegah dampak negatif globalisasi dan dominasi IPTEK Barat yang dapat mengikis nilai kepribadian bangsa. Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan pengembangan ilmu, diharapkan kemajuan teknologi di Indonesia dapat berjalan seimbang antara kemajuan material dan nilai kemanusiaan, sehingga tetap berorientasi pada kesejahteraan dan martabat manusia.
NAMA : CORNELIA ELLEONORA THILA SETIAWAN
NPM : 2515012023
KELAS : A
Jurnal ini membahas bagaimana Pancasila harus berfungsi sebagai kerangka normatif dan etis bagi kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) di Indonesia. Tanpa landasan ideologi yang kuat, pengembangan ilmu dikhawatirkan akan kehilangan arah, bersifat sekular, dan berpotensi merugikan martabat manusia. Pancasila dipandang sebagai "kristalisasi" nilai budaya dan agama bangsa Indonesia.
Pengembangan IPTEK harus menyaring dampak global melalui lensa etika Pancasila:
Ketuhanan Yang Maha Esa: Menyeimbangkan rasionalitas akal dengan rasa dan kehendak; menempatkan manusia sebagai bagian dari alam, bukan penguasa mutlak.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Memberikan dasar moral bahwa Iptek harus bertujuan untuk kesejahteraan bersama dan meningkatkan harkat manusia.
Persatuan Indonesia: Memanfaatkan Iptek untuk mempererat nasionalisme dan persaudaraan antar daerah.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan : Menekankan demokratisasi Iptek, di mana setiap warga negara bebas mengembangkan ilmu namun tetap menghormati kebebasan orang lain.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Menuntut agar penguasaan Iptek merata di seluruh lapisan masyarakat untuk memperkecil kesenjangan.
Jurnal IPTEK harus dipandang sebagai faktor internal yang menyatu dengan nilai-nilai lokal (indigenisasi ilmu). Pancasila berperan penting sebagai pengendali agar kemajuan teknologi tidak membuat bangsa Indonesia keluar dari cara berpikir dan kepribadian aslinya.
NAMA : M FELIK AKMAL
NPM : 2515012037
KELAS : B
Urgensi Pancasila sebagai Landasan Nilai dalam Pengembangan IPTEK
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat. IPTEK memang bersifat netral, namun dampak dari penggunaannya sangat bergantung pada manusia yang mengelolanya. Oleh karena itu, dibutuhkan landasan nilai yang kuat agar perkembangan IPTEK tidak berjalan tanpa arah. Dalam konteks Indonesia, Pancasila memiliki peran penting sebagai dasar nilai dalam pengembangan IPTEK.
Pancasila menjadi penting karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya berasal dari budaya, agama, dan pengalaman sejarah bangsa Indonesia. Hal ini membuat Pancasila relevan dijadikan pedoman dalam menentukan arah pengembangan ilmu pengetahuan. Tanpa adanya landasan nilai Pancasila, perkembangan IPTEK berpotensi mengabaikan aspek moral dan kemanusiaan, sehingga justru dapat menimbulkan berbagai permasalahan sosial.
Urgensi Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK juga terlihat dari banyaknya dampak negatif teknologi apabila tidak dikendalikan dengan nilai. Contohnya adalah penyalahgunaan teknologi informasi seperti penyebaran ujaran kebencian, penipuan digital, dan konten yang tidak sesuai dengan norma masyarakat. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai etika dan moral, yang salah satunya dapat bersumber dari Pancasila.
Setiap sila dalam Pancasila memiliki peran dalam mengarahkan pengembangan IPTEK. Nilai Ketuhanan menekankan bahwa ilmu pengetahuan harus dikembangkan dengan tanggung jawab moral. Nilai Kemanusiaan mengingatkan bahwa teknologi harus berpihak pada kesejahteraan manusia. Nilai Persatuan mendorong IPTEK untuk memperkuat kebangsaan, bukan memecah belah. Nilai Kerakyatan menekankan pentingnya kebijaksanaan dan partisipasi bersama dalam kebijakan IPTEK. Sementara itu, nilai Keadilan Sosial menegaskan bahwa manfaat IPTEK harus dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
Selain itu, Pancasila juga penting sebagai penyaring pengaruh globalisasi dalam pengembangan IPTEK. Di tengah arus global yang sangat kuat, bangsa Indonesia perlu memiliki pegangan agar tidak kehilangan jati diri. Pancasila berfungsi sebagai filter agar nilai-nilai asing yang masuk melalui perkembangan teknologi dapat disesuaikan dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Pancasila bukanlah penghambat kemajuan IPTEK, melainkan penuntun arah perkembangannya. Pancasila memastikan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tetap berjalan seimbang dengan nilai moral, etika, dan tujuan nasional. Oleh karena itu, penguatan pemahaman Pancasila, khususnya di kalangan mahasiswa, menjadi hal yang sangat penting agar generasi muda mampu mengembangkan dan memanfaatkan IPTEK secara bertanggung jawab.
Nama : Nabil Abiyu Sofyano
NPM : 2515012028
Kelas : B
"Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK”
Hasil Analisis Jurnal:
Jurnal ini menguraikan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan nilai dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menegaskan bahwa kemajuan IPTEK seharusnya tetap berlandaskan nilai moral, budaya, serta agama yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Apabila perkembangan teknologi tidak diarahkan dengan nilai tersebut, maka berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kemanusiaan dan tatanan sosial.
Pembahasan dalam jurnal ini menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai pedoman sekaligus pengendali agar IPTEK berkembang secara etis dan bertanggung jawab serta tetap berorientasi pada kesejahteraan manusia. Setiap sila dalam Pancasila mengandung tuntunan moral, seperti penghormatan terhadap martabat manusia, upaya menjaga persatuan bangsa, penerapan prinsip demokrasi, serta pencapaian keadilan sosial dalam pemanfaatan teknologi.
Walaupun jurnal ini tidak dilengkapi dengan penelitian lapangan, argumentasi yang disampaikan cukup kuat dari sisi teori dan pemikiran filosofis. Secara keseluruhan, jurnal tersebut menunjukkan bahwa Pancasila masih sangat relevan dan diperlukan sebagai dasar etika agar perkembangan IPTEK di Indonesia tetap selaras dengan nilai-nilai luhur bangsa.
Npm: 2515012077
Analisis jurnal
1. Latar Belakang
Jurnal ini membahas pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis menilai bahwa perkembangan IPTEK yang pesat perlu diarahkan agar tidak lepas dari nilai moral dan jati diri bangsa, sehingga Pancasila dijadikan pedoman dalam proses pengembangan ilmu.
2 . Kelebihan
Kelebihan jurnal ini adalah penjelasannya yang menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai landasan etika dalam pengembangan ilmu. Pembahasannya relevan dengan kondisi Indonesia dan mudah dipahami.
3. Kekurangan
Kekurangannya, pembahasan masih bersifat umum dan belum banyak disertai contoh konkret penerapan Pancasila dalam pengembangan IPTEK di kehidupan nyata.
4. Kesimpulan
Secara keseluruhan, jurnal ini menekankan bahwa Pancasila perlu dijadikan dasar dalam pengembangan ilmu agar kemajuan IPTEK tetap membawa manfaat bagi masyarakat dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai bangsa.
2515012016
Jurnal Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi karya Ika Setyorini menempatkan Pancasila sebagai landasan nilai yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga harus mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Pancasila dipahami sebagai sumber nilai yang hidup dan kontekstual dalam aktivitas keilmuan, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi dan kehidupan mahasiswa.
Bagi mahasiswa, kajian ini memiliki relevansi tinggi karena mereka merupakan kelompok intelektual yang berinteraksi langsung dengan kemajuan IPTEK. Perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi pendidikan memang memberikan kemudahan dalam pembelajaran, namun juga memunculkan tantangan etika, moral, dan budaya. Tanpa berlandaskan nilai Pancasila, mahasiswa berpotensi memandang ilmu pengetahuan secara sempit dan pragmatis, tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan kemanusiaannya.
Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila sebagai sistem nilai mencakup nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis yang dapat diwujudkan dalam perilaku akademik mahasiswa, seperti kejujuran ilmiah, tanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi, serta sikap kritis yang tetap menjunjung etika. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan tidak hanya untuk kemajuan intelektual, tetapi juga untuk membentuk karakter dan integritas diri.
Selain itu, Pancasila diposisikan sebagai sumber moral dalam pengembangan IPTEK di lingkungan kampus. Mahasiswa dituntut untuk menggunakan teknologi secara bijak, menyaring informasi dengan kritis, serta menghindari penyalahgunaan IPTEK. Nilai-nilai dalam setiap sila Pancasila memberikan landasan etis bagi mahasiswa dalam bersikap religius, menghargai sesama, dan mewujudkan keadilan dalam pemanfaatan teknologi.
Secara konstitusional, tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 menegaskan peran strategis mahasiswa dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Jurnal ini menekankan bahwa pencapaian tujuan tersebut harus senantiasa berpijak pada nilai Pancasila, sehingga pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan dan etika keilmuan di tengah tantangan globalisasi.
NPm: 2555012006
Kelas: A
Analisis Jurnal:
Jurnal ini menyoroti signifikansi Pancasila sebagai fondasi nilai dan etika dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis memulai dari pandangan bahwa Pancasila lebih dari sekadar dasar negara; ia merupakan rangkuman nilai budaya dan religi yang seharusnya menjadi jiwa dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam sains dan pengembangan teknologi.
Salah satu poin penting dalam jurnal ini adalah bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai etika. Meskipun IPTEK berkembang dengan cepat dan bersifat akumulatif, tanpa adanya pedoman nilai yang jelas, kemajuan tersebut dapat berisiko menciptakan efek negatif bagi umat manusia. Oleh sebab itu, Pancasila dianggap sebagai “panduan moral” untuk memastikan bahwa pengembangan ilmu tidak berlangsung tanpa arah yang berorientasi pada kemanusiaan, keadilan, dan tanggung jawab sosial.
Jurnal ini juga menekankan perlunya pengembangan IPTEK yang berjaya berlandaskan ideologi dan budaya bangsa Indonesia. Apabila pengetahuan ilmiah dikembangkan tanpa merujuk pada Pancasila, ada kemungkinan terjadinya pemisahan antara unsur moral dan spiritual dari perjalanan ilmiah. Hal ini dapat mengakibatkan kemajuan ilmu dan teknologi terjadi tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan.
Nilai-nilai Pancasila dipandang sebagai suatu sistem etika yang utuh. Nilai Ketuhanan mengharuskan pengembangan IPTEK dilakukan dengan penuh tanggung jawab moral dan spiritual. Nilai Kemanusiaan mendorong agar teknologi digunakan untuk meningkatkan martabat dan nilai manusia, bukan sebaliknya. Nilai Persatuan menekankan pentingnya kontribusi IPTEK terhadap integrasi nasional. Sedangkan nilai Kerakyatan menuntut pengembangan IPTEK yang demokratis, terbuka untuk kritik, dan melibatkan partisipasi publik. Di sisi lain, nilai Keadilan Sosial menegaskan bahwa manfaat dari IPTEK harus dinikmati secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, jurnal ini menyoroti pentingnya Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK yang dapat dianalisis dari sudut pandang historis, sosiologis, dan politis. Dari sisi historis, amanat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dalam Pembukaan UUD 1945 menunjukkan bahwa pengembangan ilmu harus bersumber dari nilai Pancasila. Dari sudut pandang sosiologis, masyarakat Indonesia sangat peka terhadap isu-isu kemanusiaan, lingkungan, dan moral dalam perkembangan teknologi. Dalam ranah politik, berbagai kebijakan dan pernyataan kenegaraan memperlihatkan dorongan untuk menjadikan Pancasila sebagai acuan dalam perkembangan ilmu, meski dalam prakteknya masih terdapat tantangan.
Secara keseluruhan, jurnal ini menjelaskan bahwa pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan Pancasila bisa mengancam identitas bangsa. Untuk itu, penekanan Pancasila sebagai basis nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi hal yang mendesak agar kemajuan IPTEK di Indonesia sejalan dengan nilai moral, budaya, dan karakter nasional.
NPM : 2515012040
PRODI : S1 ARSITEKTUR
MATA KULIAH : PANCASILA
TUGAS : ANALISIS JURNAL ( PERTEMUAN 14 )
Jurnal Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK karya Ika Setyorini membahas pentingnya Pancasila sebagai pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis menekankan bahwa Pancasila sebagai ideologi negara yang bersumber dari nilai budaya dan agama bangsa Indonesia harus menjadi dasar dalam aktivitas keilmuan agar perkembangan IPTEK tidak berjalan tanpa arah dan tidak merugikan nilai kemanusiaan.
Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila berfungsi sebagai acuan dan rambu dalam pengembangan IPTEK. Artinya, setiap perkembangan ilmu dan teknologi harus selaras dengan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial agar tetap berpihak pada kesejahteraan manusia.
Penulis juga menegaskan bahwa Pancasila berperan sebagai dasar etika dan moral dalam pengembangan IPTEK. Ilmu dan teknologi seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan tidak disalahgunakan. Oleh karena itu, penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dianggap penting agar kemajuan ilmu di Indonesia tetap sesuai dengan kepribadian bangsa dan tidak kehilangan jati diri.
NPM: 2515012055
Kelas: B
Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK
Jurnal Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK menekankan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia tidak boleh berjalan tanpa arah nilai. Pancasila diposisikan sebagai pedoman utama agar IPTEK tetap berorientasi pada kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan bersama. Penulis mengaitkan hal ini dengan tujuan negara dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga pengembangan IPTEK tidak hanya mengejar kemajuan teknis, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan moral.
Selain itu, jurnal ini mengingatkan bahwa IPTEK yang berkembang tanpa landasan Pancasila berpotensi menimbulkan berbagai masalah, seperti ketimpangan sosial dan menurunnya nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, Pancasila berperan sebagai penyaring agar arus perkembangan IPTEK global tetap selaras dengan karakter bangsa Indonesia. Meskipun pembahasannya masih bersifat konseptual, jurnal ini memberikan pemahaman penting bahwa kemajuan ilmu pengetahuan harus selalu disertai tanggung jawab nilai.
NPM: 2515012078
Kelas: B
TUGAS ANALISIS JURNAL "Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK"
Jurnal karya Ika Setyorini ini menegaskan urgensi Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Pancasila dipandang bukan hanya sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai kristalisasi nilai budaya dan agama bangsa yang harus menjadi pedoman dalam setiap aktivitas, termasuk aktivitas ilmiah. Penulis menekankan bahwa pengembangan IPTEK tidak boleh terlepas dari nilai-nilai Pancasila, karena jika ilmu berkembang tanpa akar ideologi bangsa, akan menimbulkan sekularisme dan kehilangan arah. Pancasila berfungsi sebagai rambu normatif yang mengarahkan agar IPTEK tetap berorientasi pada kemanusiaan, keadilan, demokrasi, dan persatuan bangsa.
Dalam pembahasan, dijelaskan bahwa setiap sila Pancasila memiliki relevansi langsung dengan pengembangan IPTEK. Misalnya, sila Ketuhanan menuntun agar ilmu tidak hanya rasional tetapi juga mempertimbangkan etika dan spiritualitas; sila Kemanusiaan menekankan bahwa IPTEK harus meningkatkan kesejahteraan manusia; sila Persatuan menjaga agar kemajuan teknologi memperkokoh identitas nasional; sila Kerakyatan menegaskan pentingnya demokrasi dalam penguasaan IPTEK; dan sila Keadilan menuntut agar manfaat teknologi dirasakan merata oleh seluruh rakyat. Penulis juga menelusuri sumber historis, sosiologis, dan politis yang menunjukkan bagaimana Pancasila sejak awal kemerdekaan hingga era reformasi terus dikaitkan dengan orientasi pengembangan ilmu.
Analisis saya, jurnal ini sangat relevan dengan kondisi sekarang. Kemajuan teknologi memang membawa manfaat besar, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah seperti kesenjangan sosial, kerusakan lingkungan, atau hilangnya nilai kemanusiaan. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu, bangsa Indonesia memiliki pedoman moral dan etika agar IPTEK tidak sekadar mengejar kemajuan material, melainkan juga menjaga martabat manusia dan identitas bangsa. Sebagai mahasiswa, saya melihat pentingnya menanamkan nilai Pancasila dalam setiap aktivitas akademik maupun penggunaan teknologi sehari-hari, sehingga ilmu yang kita kembangkan tetap berpihak pada kemanusiaan dan keadilan sosial.
Kesimpulannya, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi fondasi utama dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Dengan berpegang pada nilai-nilai Pancasila, ilmu pengetahuan dan teknologi dapat berkembang secara modern tanpa kehilangan akar budaya dan moral bangsa, serta benar-benar menjadi sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan bersama.
NPM : 2515012030
Kelas :B
Tugas Analisis Jurnal “Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK”
Jurnal karya Ika Setyorini menekankan urgensi penegasan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Pancasila dipandang tidak hanya sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai pedoman moral dan etika yang berakar pada nilai budaya dan agama bangsa. Pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan Pancasila berpotensi kehilangan arah dan menimbulkan berbagai persoalan sosial.
Setiap sila Pancasila memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan IPTEK, seperti pentingnya etika dan spiritualitas, penghormatan terhadap kemanusiaan, penguatan persatuan nasional, demokratisasi penguasaan teknologi, serta pemerataan manfaat IPTEK bagi seluruh rakyat. Dengan menjadikan Pancasila sebagai fondasi, IPTEK diharapkan mampu berkembang secara modern tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan identitas bangsa Indonesia.
NPM : 2515012053
Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK
Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila, sebagai ideologi negara yang merupakan kristalisasi nilai budaya dan agama bangsa Indonesia, memiliki urgensi tinggi sebagai landasan nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Penulis berargumen bahwa tanpa pengakuan Pancasila sebagai kerangka normatif, perkembangan IPTEK berisiko mengarah pada sekularisme dan kehilangan arah, sebagaimana terjadi pada masa Renaissance di Eropa. Pancasila diposisikan sebagai panduan yang tidak hanya bersifat ideologis, melainkan juga praktis, untuk memastikan bahwa kemajuan IPTEK tetap selaras dengan identitas nasional dan kepentingan kemanusiaan.
Secara konseptual, Pancasila diuraikan sebagai sistem nilai yang terdiri dari tiga lapisan: nilai dasar (intrinsik), nilai instrumental, dan nilai praktis. Ketiga lapisan ini membentuk paradigma yang menuntun pengembangan IPTEK agar tidak bertentangan dengan sila-sila Pancasila, sekaligus menjadi faktor internal yang mengarahkan proses indigenisasi ilmu. Penulis menekankan empat poin utama: IPTEK harus berakar pada budaya bangsa, tidak melanggar nilai Pancasila, berfungsi sebagai rambu normatif, dan harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.
Dari sudut pandang etis, Pancasila dipandang sebagai sumber moral yang mampu mencegah penyalahgunaan IPTEK yang dapat mendehumanisasi manusia. Setiap sila Pancasila dikaitkan dengan implikasi konkret: Sila Ketuhanan menempatkan manusia sebagai bagian dari alam semesta, Sila Kemanusiaan menuntut IPTEK untuk kesejahteraan bersama, Sila Persatuan memperkuat solidaritas nasional, Sila Kerakyatan mendorong keterbukaan dan demokrasi dalam penelitian, serta Sila Keadilan Sosial menjamin pemerataan manfaat IPTEK. Pendekatan ini menjadikan Pancasila sebagai benteng etis terhadap dampak negatif teknologi modern.
Sumber historis, sosiologis, dan politis artikel ini cukup kuat. Secara historis, amanat “mencerdaskan kehidupan bangsa” dalam Pembukaan UUD 1945 menjadi dasar yang mengikat pengembangan IPTEK pada nilai-nilai Pancasila. Secara sosiologis, respons masyarakat terhadap isu-isu seperti pembangunan PLTN menunjukkan sensitivitas terhadap nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Secara politis, berbagai pidato presiden dari era Orde Lama hingga Reformasi mencerminkan upaya penegasan Pancasila sebagai orientasi ilmu, meskipun implementasinya masih bersifat apologetis dan belum sepenuhnya eksplisit.
Kesimpulannya, ini menyajikan argumen yang koheren dan relevan bahwa penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK merupakan kebutuhan mendesak di tengah arus globalisasi, pluralisme nilai, dan potensi ancaman eksistensial dari kemajuan teknologi. Meskipun penyajiannya cenderung normatif dan berulang, kekuatan Jurnal terletak pada upaya sintesis antara dimensi filosofis, etis, dan kontekstual Indonesia, yang pada akhirnya mengajak para pemangku kepentingan—khususnya kalangan akademisi dan pembuat kebijakan—untuk lebih serius mengintegrasikan Pancasila dalam paradigma keilmuan nasional demi keberlanjutan dan kedaulatan budaya bangsa.