Nama : Windi Nurul Apriliani
NPM : 2515012022
Kelas : B
A. Menurut saya sistem etika politik di Indonesia saat ini seharusnya sudah sesuai dengan nilai nilai pancasila, namun terdapat beberapa aspek tantangan yang harus dihadapi, seperti :
1. Korupsi: Praktik korupsi masih menjadi masalah serius yang menggerogoti sendi-sendi negara. Ini bertentangan dengan sila kelima Pancasila yang menjunjung tinggi keadilan sosial.
2. Politik Identitas: Politik identitas seringkali memicu perpecahan dan polarisasi. Hal ini bertentangan dengan sila ketiga Pancasila yang menjunjung tinggi persatuan Indonesia.
3. Hoaks dan Ujaran Kebencian: Penyebaran hoaks dan ujaran kebencian melalui media sosial dapat merusak tatanan sosial dan mengancam persatuan bangsa. Ini bertentangan dengan sila pertama dan kedua Pancasila.
4. Politik Uang: Praktik politik uang masih menjadi masalah yang sulit diberantas. Hal ini bertentangan dengan prinsip demokrasi yang sehat dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan.
Sistem etika perilaku politik saat ini masih terus berkembang dan menghadapi berbagai tantangan. Untuk mencapai sistem politik yang lebih baik, diperlukan upaya bersama dari seluruh komponen bangsa, yaitu:
1. Penguatan Pendidikan Karakter: Pendidikan karakter sejak dini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila pada generasi muda.
2. Penegakan Hukum: Hukum harus ditegakkan secara tegas dan tanpa pandang bulu terhadap segala bentuk pelanggaran hukum, termasuk korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia.
3. Peningkatan Partisipasi Masyarakat: Masyarakat harus lebih aktif dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan memberikan masukan terhadap kebijakan publik.
4. Pengembangan Teknologi yang Berkeadilan: Pengembangan teknologi informasi harus diarahkan untuk kepentingan bersama dan tidak hanya untuk kepentingan segelintir kelompok.
Kesimpulannya, sistem etika perilaku politik saat ini masih jauh dari sempurna. Namun, dengan kesadaran dan upaya bersama, kita dapat mewujudkan sistem politik yang lebih baik dan lebih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
B. Menurut saya, beberapa perilaku generasi muda saat ini tentu tidak sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Pancasila mengajarkan kita untuk menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Namun, kita juga perlu melihat sisi positifnya, yaitu banyak generasi muda yang masih memiliki kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan keinginan untuk berbuat baik.
Untuk mengatasi masalah dekadensi moral yang terjadi, diperlukan upaya yang menyeluruh dari berbagai pihak, antara lain:
1. Penguatan Pendidikan Karakter: Pendidikan karakter harus dimulai sejak dini dan terus dikembangkan sepanjang hayat. Pendidikan karakter harus menekankan pentingnya nilai-nilai moral, etika, dan kewarganegaraan yang baik.
2. Peran Keluarga: Keluarga merupakan lembaga pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Orang tua harus menjadi role model yang baik bagi anak-anaknya.
3. Peran Sekolah: Sekolah harus menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk pengembangan karakter siswa. Selain memberikan pengetahuan akademik, sekolah juga harus memberikan pendidikan moral dan etika.
4. Peran Masyarakat: Masyarakat harus menciptakan lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembangnya nilai-nilai positif. Masyarakat harus saling mengingatkan dan memberikan dukungan kepada sesama.
5. Peran Pemerintah: Pemerintah harus membuat kebijakan yang mendukung pengembangan karakter bangsa. Kebijakan tersebut dapat berupa program-program pendidikan karakter, pemberdayaan masyarakat, dan penegakan hukum yang tegas.
6. Pemanfaatan Teknologi: Teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan nilai-nilai positif dan membangun komunitas online yang sehat