Forum Analisis Soal

Forum Analisis Soal

Forum Analisis Soal

Number of replies: 66

Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita

"Anak zaman sekarang kok pada kurang sopan ya"

Pernah gak sih kalian mendengar kalimat di atas? Pasti pernah kan. Kalau belum pernah, mungkin kalian mainnya kurang jauh nih wkwk. Buat yang udah pernah atau mungkin sering mendengar kalimat seperti itu, bagaimana perasaannya? Kesal atau malah biasa saja?

Anak zaman sekarang kurang sopan, katanya. Namun, nyatanya gak semuanya begitu kok. Masyarakat bisa menyimpulkan seperti itu karena masyarakat melihat dan memperhatikan kita para generasi milenial. Perkataan, perilaku, semuanya dinilai dengan jeli oleh masyarakat.

Masyarakat mengecap negatif anak zaman sekarang bukan tanpa sebab. Pasti ada beragam alasan yang bisa ditemukan. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa beberapa dari kita memang berhasil menggambarkan dengan jelas apa yang dimaksud oleh masyarakat.

Coba lihat di sekitar kita. Berapa banyak orang yang dengan mudahnya menghina orang lain, dengan mudahnya melontarkan komentar pedas di media sosial, atau dengan mudahnya berbuat kasar pada orang yang dianggap "berbeda".

Awalnya mungkin kita masih bisa menerima dan menganggap biasa hal-hal kurang baik yang terjadi di sekitar kita. Namun, jika terus-menerus dibiarkan kemudian malah jadi kebiasaan masyarakat, bisa saja kebiasaan ini akan diikuti oleh banyak orang atau bahkan anak-anak. Bagaimana nasib negara ini ke depannya?

"Tapi kan setiap orang berhak melakukan apa yang ingin mereka lakukan"

Memang benar dan sangat benar. Namun, itu berlaku jika hal yang dimaksud tersebut bukanlah hal yang dapat menyakiti orang lain. Jika perbuatan atau perkatan kita telah mampu merendahkan harga diri orang lain atau bahkan meninggalkan bekas luka yang mendalam, seperti hal-hal di atas misalnya, maka sudah tentu hal itu tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Manusia bebas melakukan apapun, tetapi ada aturan dan norma yang menjadi batasannya. Bisa dibilang berarti bebas, tapi terbatas. Kita punya kebebasan untuk mengatakan apa saja atau bertindak seperti apa. Dengan catatan itu hal positif dan tidak menyalahi aturan dan norma yang berlaku.

Zaman boleh berubah, tapi bukan berarti semuanya harus berubah. Dampak globalisasi memang begitu kuat dan sulit untuk dihindari. Inilah tugas kita untuk menjaga budaya baik Indonesia agar bisa tetap bertahan. Bukan malah merubahnya dengan cap "akhlak-less" sebagai identitas.

Masyarakat Indonesia terkenal lho dengan budaya sopan santun, ramah-tamah, dan toleransinya yang begitu kuat. Kita yang menjadi bagian di dalamnya patut bangga dengan budaya positif negara ini yang telah mendunia. Akhlak-less bukan budaya kita. Budaya kita itu akhlak plus plus, bermoral baik berlandaskan aturan dan norma.

 

Analisis soal 1

A.    Bagaimanakah pendapatmu mengenai isi artikel tersebut? Hal positif apa yang bisa anda ambil?

B.     Jelaskan bagaimanakah  hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut?

C.     Sebutkan dan jelaskan berbagai kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila.

D.    Bagaimanakah cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila


In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Windi Nurul Apriliani -
Analisis Soal dari Artikel “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita”

Nama: Wind Nurul Apriliani
Npm: 2515012022
Kelas: B

A. Pendapat Mengenai Isi Artikel dan Hal Positif yang Dapat Diambil
Artikel yang berjudul “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita” menyampaikan pesan moral yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya kami generasi muda. Penulis mengingatkan bahwa di tengah kemajuan zaman dan pengaruh globalisasi, sopan santun dan etika tetap harus dijaga. Kebebasan berekspresi tidak boleh disalahgunakan untuk menyakiti perasaan orang lain, baik melalui ucapan, tindakan, maupun media sosial.
Hal positif yang dapat diambil dari artikel tersebut adalah pentingnya menjaga sikap sopan santun dalam kehidupan sehari-hari, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Selain itu, artikel ini juga menegaskan bahwa kebebasan harus diiringi dengan tanggung jawab serta kesadaran akan norma dan aturan yang berlaku di masyarakat. Generasi muda diajak untuk tetap melestarikan budaya positif bangsa Indonesia yang dikenal ramah, santun, dan beretika.

B. Hubungan antara Pancasila sebagai Sistem Etika dengan Isi Artikel
Isi artikel memiliki hubungan yang erat dengan nilai-nilai Pancasila sebagai sistem etika bangsa Indonesia. Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman moral dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat.
Sila pertama, mengajarkan agar manusia berperilaku baik sesuai ajaran agama dan memiliki akhlak mulia.
Sila kedua, menuntun kita untuk menghormati dan memperlakukan sesama manusia dengan adil tanpa kekerasan atau penghinaan.
Sila ketiga, menekankan pentingnya menjaga kerukunan, toleransi, dan rasa persaudaraan.
Sila keempat, mengajarkan agar setiap pendapat disampaikan dengan sopan dan mengutamakan musyawarah.
Sila kelima, mendorong kita untuk berperilaku adil serta menghormati hak dan kewajiban orang lain.

Dengan demikian, artikel tersebut sejalan dengan nilai-nilai moral Pancasila yang menjadi pedoman etika bangsa Indonesia.

C. Kearifan Lokal di Indonesia yang Terkait dengan Sistem Etika Berdasarkan Sila-sila Pancasila
Berbagai kearifan lokal di Indonesia mencerminkan penerapan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila.
Beberapa di antaranya yaitu:
Tradisi selametan, tahlilan, atau ngayah di Bali (Sila ke-1), mencerminkan keimanan dan rasa syukur kepada Tuhan.
Gotong royong dan adat mapalus di Sulawesi Utara (Sila ke-2), menunjukkan semangat tolong-menolong dan kepedulian antar sesama.
Upacara adat dan perayaan hari besar bersama (Sila ke-3), mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
Musyawarah desa atau rembug kampung (Sila ke-4), menumbuhkan semangat demokrasi dan menghargai pendapat orang lain.
Sistem subak di Bali dan lumbung desa di Jawa (Sila ke-5), mencerminkan nilai keadilan sosial dan kesejahteraan bersama.
Setiap daerah memiliki kearifan lokal yang menjadi wujud nyata pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

D. Cara Menjaga dan Melestarikan Kearifan Lokal di Indonesia yang Terkait dengan Sistem Etika Berdasarkan Sila-sila Pancasila
Kearifan lokal yang mencerminkan sistem etika Pancasila perlu dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan arus modernisasi. Cara yang dapat dilakukan antara lain:
1. Mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, seperti bersikap sopan, menghormati orang lain, dan menjunjung tinggi keadilan.
2. Mengenalkan dan mengajarkan kearifan lokal kepada generasi muda melalui pendidikan, kegiatan ekstrakurikuler, dan media digital.
3. Mengikuti serta mendukung kegiatan budaya dan tradisi lokal di lingkungan sekitar sebagai bentuk pelestarian budaya.
4. Menyesuaikan nilai-nilai kearifan lokal dengan perkembangan zaman, agar tetap relevan dan diterima oleh masyarakat modern.
5. Menjaga bahasa daerah, sastra, serta tradisi lisan, karena di dalamnya terkandung nilai-nilai moral dan etika yang luhur.

Dengan melaksanakan hal-hal tersebut, kearifan lokal yang mencerminkan sistem etika Pancasila akan tetap hidup dan menjadi pedoman perilaku generasi penerus bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Thiara Azkia Khansa -
Nama: Thiara Azkia Khansa
NPM: 2515012009
Kelas: A


A. Pendapat dan Hal Positif dari Artikel

Pendapat:
Artikel ini menyuarakan keresahan terhadap menurunnya sopan santun di kalangan generasi muda, namun tetap memberi sudut pandang yang adil bahwa tidak semua anak muda bersikap buruk. Penulis mengajak pembaca untuk introspeksi dan menjaga nilai-nilai budaya luhur Indonesia.

Hal positif yang bisa diambil:
- Pentingnya menjaga sopan santun dan etika dalam kehidupan sehari-hari.
- Kesadaran bahwa kebebasan harus dibatasi oleh norma dan aturan.
- Ajakan untuk mempertahankan budaya positif Indonesia di tengah arus globalisasi.
- Penekanan bahwa akhlak baik adalah identitas bangsa, bukan sesuatu yang bisa ditinggalkan.


B. Hubungan Pancasila sebagai Sistem Etika dengan Isi Artikel

Pancasila sebagai sistem etika berfungsi sebagai pedoman moral dan perilaku warga negara Indonesia. Artikel ini sangat selaras dengan nilai-nilai Pancasila, terutama:

- Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa): Menjaga akhlak adalah bagian dari keimanan dan pengamalan ajaran agama.
- Sila ke-2 (Kemanusiaan yang adil dan beradab): Menolak perilaku kasar, menghina, dan merendahkan orang lain.
- Sila ke-3 (Persatuan Indonesia): Menjaga toleransi dan menghargai perbedaan demi persatuan.
- Sila ke-4 (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan): Mengajak berdiskusi dengan bijak, bukan dengan emosi atau kebencian.
- Sila ke-5 (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia): Menuntut perlakuan yang adil dan bermoral dalam kehidupan sosial.

Artikel ini mengingatkan bahwa etika dalam Pancasila bukan sekadar teori, tapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.



C. Kearifan Lokal Terkait Sistem Etika Berdasarkan Sila Pancasila

Berikut beberapa contoh kearifan lokal yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila:


-Sila 1
Kearifan lokal: Ngaji bareng (Jawa) ,pengajian kampung
Penjelasan etis: Menumbuhkan nilai spiritual dan akhlak .

-Sila 2
Kearifan lokal: Pepatah Minang: “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”
Penjelasan etis: Etika hidup berdasarkan agama dan kemanusiaan

-Sila 3
Kearifan lokal: Gotong royong Penjelasan etis: Menunjukkan solidaritas dan persatuan

-Sila 4
Kearifan lokal: Musyawarah desa
Penjelasan etis: Mengutamakan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan

-Sila 5
Kearifan lokal: Tolong-menolong dalam panen atau hajatan
Penjelasan etis: Mewujudkan keadilan sosial dan kebersamaan


D. Cara Menjaga dan Melestarikan Kearifan Lokal Terkait Etika Pancasila

Beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan:

- Pendidikan karakter sejak dini: Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal dalam kurikulum sekolah.
- Teladan dari orang tua dan tokoh masyarakat: Anak-anak belajar dari contoh nyata.
- Revitalisasi budaya lokal: Mengadakan kegiatan seperti festival adat, lomba pidato bertema etika, atau pelatihan sopan santun.
- Pemanfaatan media sosial secara bijak: Menyebarkan konten positif yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
- Kolaborasi antar generasi: Mengajak generasi muda untuk belajar langsung dari para sesepuh tentang nilai-nilai luhur.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Aurelia Putri Salma -
ANALISIS SOAL ARTIKEL
“Akhlak-less itu Bukan Budaya Kita”

Nama : AURELIA PUTRI SALMA
NPM : 2515012005
Kelas : A


Jawaban:

A. Pendapat dan Hal Positif dari Artikel
     Isi artikel menyampaikan bahwa pandangan masyarakat yang menganggap anak zaman sekarang kurang sopan bukan sepenuhnya benar, karena tidak semua anak muda bersikap demikian. Hal positif yang dapat diambil adalah kesadaran pentingnya menjaga kesopanan, sopan santun, dan moralitas sebagai budaya bangsa Indonesia yang harus dilestarikan agar tetap menjadi ciri khas bangsa. Artikel juga menegaskan bahwa kebebasan bertindak harus dibatasi oleh norma dan aturan agar tidak menyakiti orang lain. Pendekatan positif ini mengajak generasi sekarang untuk mempertahankan budaya sopan santun dan akhlak baik sebagai bagian dari identitas bangsa.

B. Hubungan Pancasila sebagai Sistem Etika dengan Isi Artikel
     Pancasila sebagai sistem etika mengatur nilai-nilai moral dan norma yang mengikat warga negara dalam berkehidupan bermasyarakat. Isi artikel menguatkan bahwa nilai-nilai seperti sopan santun, toleransi, dan moralitas yang menjadi budaya Indonesia selaras dengan sila-sila Pancasila terutama sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa), sila kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab), dan sila ketiga (Persatuan Indonesia). Pancasila mengajarkan bahwa kebebasan harus dibatasi oleh aturan etika dan moral untuk menjaga harmoni sosial, sesuai dengan pesan artikel agar anak muda tidak menjadi "akhlak-less".

C. Kearifan Lokal di Indonesia yang Terkait Sistem Etika Berdasarkan Pancasila
     Berbagai kearifan lokal yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila Pancasila antara lain:

- Gotong royong (bersama-sama membangun dan saling tolong-menolong) sesuai dengan sila ketiga (Persatuan Indonesia).
- Sopan santun dan hormat kepada orang tua dan sesepuh, yang mencerminkan sila kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab).
- Nilai musyawarah untuk mufakat, lurus dan jujur dalam berinteraksi mencerminkan sila keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan).
- Rasa keadilan dan tanggung jawab sosial yang kuat sesuai sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia).

D. Cara Menjaga dan Melestarikan Kearifan Lokal Terkait Sistem Etika Berdasarkan Pancasila
     Beberapa cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang berlandaskan Pancasila adalah:

- Pendidikan karakter sejak dini di keluarga dan sekolah yang menanamkan nilai sopan santun, gotong royong, dan tanggung jawab sosial.
- Meningkatkan peran keluarga dan masyarakat dalam memberikan contoh perilaku etis dan mengawasi perilaku generasi muda.
- Memanfaatkan media sosial dan teknologi secara positif untuk penyebaran nilai-nilai kearifan lokal dan Pancasila.
- Melibatkan masyarakat dalam kegiatan budaya dan sosial yang memperkuat rasa kebersamaan dan identitas bangsa.
- Menegakkan aturan dan norma sosial yang mendukung penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulannya, artikel menegaskan bahwa "akhlak-less" bukan budaya bangsa Indonesia yang kaya dengan sopan santun dan moralitas. Nilai-nilai tersebut berakar pada Pancasila dan kearifan lokal yang harus terus dijaga dan dilestarikan demi masa depan yang lebih harmonis dan bermartabat bagi generasi muda dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by NIKEN WAHYUNINGTIAS 2515012032 -
Nama: Niken Wahyuningtias
NPM: 2515012032
Kelas: B


A. Pendapat mengenai isi artikel dan hal positif yang dapat diambil.

Artikel tersebut menyampaikan bahwa anggapan “anak zaman sekarang kurang sopan” tidak sepenuhnya benar, karena tidak semua generasi muda bersikap negatif. Pesan utamanya adalah pentingnya bersikap sopan, menjaga perilaku, dan tetap memegang norma meskipun zaman berubah. Artikel ini juga mengingatkan bahwa kebebasan tetap memiliki batas sepanjang tidak merugikan atau menyakiti orang lain.
Hal positif yang bisa diambil adalah bahwa generasi muda perlu sadar bahwa tindakan kecil baik ucapan, komentar, maupun perilaku berpengaruh pada citra bangsa. Selain itu, artikel menekankan pentingnya menjaga budaya sopan santun sebagai identitas positif masyarakat Indonesia.


B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut.

Pancasila sebagai sistem etika menuntun masyarakat agar berperilaku sesuai nilai moral, kemanusiaan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap sesama. Isi artikel sangat sejalan dengan nilai Pancasila, misalnya:
• Sila 1 mengajarkan moralitas dan pengendalian diri.
• Sila 2 menekankan sikap saling menghargai, tidak menghina, dan tidak merendahkan orang lain.
• Sila 3 dan 4 menuntut kerukunan serta etika bermusyawarah, bukan saling menyerang atau kasar.
• Sila 5 menegaskan pentingnya keadilan, termasuk dalam memperlakukan sesama dengan baik.
Dengan begitu, artikel menegaskan bahwa etika dalam kehidupan sehari-hari harus sesuai dengan nilai Pancasila.


C. Kearifan lokal di Indonesia terkait sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila.

Berikut beberapa contoh kearifan lokal dan keterkaitannya dengan sila-sila Pancasila:
1. Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa.
Tradisi selamatan, ngaji bersama, upacara adat keagamaan.
→ Mengajarkan syukur, doa, dan perilaku bermoral.

2. Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Gotong royong, tolong-menolong, sopan santun (unggah-ungguh).
→ Mengajarkan empati, saling menghormati, dan memperlakukan sesama secara manusiawi.

3. Sila 3 – Persatuan Indonesia.
Upacara adat bersama, adat makan bajamba (Minang), mappadendang (Bugis).
→ Menguatkan rasa kebersamaan dan persatuan.

4. Sila 4 – Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Musyawarah adat, rembug desa, balai adat.
→ Mengajarkan penyelesaian masalah melalui diskusi dan mufakat, bukan emosi atau saling menghina.

5. Sila 5 – Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Sistem subak di Bali, pembagian hasil panen adat, tradisi lumbung desa.
→ Mengajarkan keadilan, pembagian yang merata, dan kesejahteraan bersama.


D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal terkait sistem etika Pancasila

Berikut cara yang dapat dilakukan:
1. Mengamalkan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari seperti sopan santun, gotong royong, dan toleransi.
2. Mengajarkan nilai budaya kepada generasi muda, baik melalui sekolah, keluarga, maupun kegiatan masyarakat.
3. Mengikuti dan mendukung kegiatan adat seperti festival budaya, musyawarah adat, dan tradisi lokal.
4. Memanfaatkan teknologi untuk promosi budaya, misalnya membuat konten edukatif tentang adat dan etika Indonesia.
5. Melestarikan bahasa daerah, permainan tradisional, dan kebiasaan lokal yang memiliki nilai moral tinggi.
6. Menjauhkan diri dari perilaku akhlak-less, seperti menghina, merundung, dan menyebar kebencian di media sosial.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Andhini Dwi Sita Ch -
Analisis Soal Artikel

Nama : Andhini Dwi Sita Ch
NPM : 2515012044
Kelas : B

A. Pendapat & Hal Positif menurut saya adalah artikelnya ngingetin kita bahwa nggak semua anak zaman sekarang itu “kurang sopan”. Ada ajakan buat lebih sadar diri, jaga sikap, dan tetap pegang budaya sopan santun Indonesia meskipun zaman sudah modern. Hal positifnya: kita diajak untuk tetap beretika, nggak asal bertindak, dan jadi contoh yang baik.

B. Hubungan dengan Pancasila sebagai Sistem Etika

Isi artikel sejalan sama nilai-nilai Pancasila, terutama soal menghargai orang lain, bersikap wajar dalam menggunakan kebebasan, dan menjaga kerukunan. Pancasila jadi pedoman supaya kebebasan itu tetap punya batas moral dan nggak nyakitin orang lain.

C. Kearifan Lokal yang Terkait dengan Etika Pancasila

Contohnya:
•Sila 1: Saling menghargai antaragama.
•Sila 2: Gotong royong, tolong-menolong.
•Sila 3: Tradisi yang mempersatukan warga, seperti sedekah bumi.
•Sila 4: Musyawarah desa.
•Sila 5: Sistem subak di Bali atau mapalus di Minahasa yang adil dan berbagi.

D. Cara Menjaga & Melestarikan menurut saya dengan cara , tetap mempraktikkan sopan santun, gotong royong, dan musyawarah; ngajarin budaya ke generasi muda; ikut meramaikan kegiatan adat; dan memanfaatkan media sosial buat ngenalin budaya biar tetap hidup dan dikenal.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Zsalwa novarisa mutia sari -
Nama: zsalwa novarisa mutia sari
Npm: 2515012012

A. Pendapat tentang artikel dan hal positifnya

Saya setuju dengan isi artikel karena mengingatkan kita agar tidak kehilangan sopan santun dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini mengajarkan pentingnya menjaga sikap hormat, berbicara dengan bijak, dan tidak menyakiti orang lain. Hal positif yang bisa diambil adalah bahwa kebebasan tetap harus dijalankan dengan tanggung jawab serta menghargai norma yang berlaku di masyarakat.



B. Hubungan antara Pancasila dan isi artikel

Isi artikel memiliki keterkaitan yang kuat dengan nilai-nilai dalam Pancasila. Terutama sila kedua tentang “Kemanusiaan yang adil dan beradab” serta sila kelima tentang “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Pancasila menuntun kita untuk berperilaku sopan, beradab, dan menghargai sesama, sama seperti pesan utama artikel yang menolak sikap tidak beretika atau “akhlak-less”.



C. Contoh kearifan lokal yang sesuai dengan nilai Pancasila

1. Gotong royong – menunjukkan rasa persatuan dan kebersamaan (sila ke-3).


2. Musyawarah untuk mufakat – mencerminkan demokrasi dan kebijaksanaan bersama (sila ke-4).


3. Toleransi antarumat beragama – sejalan dengan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa (sila ke-1).


4. Sopan santun dan saling menghormati – mencerminkan perilaku beradab (sila ke-2).


5. Keadilan dalam kehidupan sosial – menggambarkan pemerataan dan keseimbangan (sila ke-5).




---

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal berdasarkan Pancasila

Kita dapat menjaga dan melestarikan kearifan lokal dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini, bersikap sopan dan menghormati orang lain, serta aktif dalam kegiatan sosial seperti gotong royong. Selain itu, kita perlu menghargai perbedaan yang ada di masyarakat dan tetap melestarikan tradisi budaya yang mengandung nilai moral, kebersamaan, dan gotong royong.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Nayla Hafizah Tri Agustin -
Nama : Nayla Hafizah Tri Agustin
NPM : 2515012010
Kelas : A

A. Pandangan Mengenai isi Artikel dan Aspek Positif yang Dapat Diambil
Artikel ini menekankan betapa pentingnya menjaga moralitas di zaman globalisasi, di mana perilaku negatif seperti mengejek orang lain di media sosial sering kali mendapatkan kritik. Saya sependapat bahwa kebebasan pribadi perlu dibatasi oleh norma etika agar kerusakan sosial dapat dihindari. Aspek positifnya: mendorong refleksi dan kesadaran untuk menjaga budaya toleransi Indonesia, serta mendorong partisipasi aktif melawan “tanpa akhlak”.

B. Kaitan antara Pancasila sebagai Sistem Etika dan isi Artikel
Pancasila sebagai panduan etika mengatur perilaku melalui lima prinsip. Artikel ini berkaitan dengan prinsip kedua (kemanusiaan yang adil, menjaga martabat manusia) dan prinsip ketiga (persatuan, mendorong toleransi). Ini menekankan perlunya batasan pada kebebasan untuk menghindari perilaku merendahkan, selaras dengan Pancasila yang mencegah hilangnya norma di tengah arus globalisasi.

C. Kearifan Lokal di Indonesia Terkait dengan Sistem Etika Berdasarkan Sila-sila Pancasila

Toleransi Beragama (Sila Pertama): Perayaan Hari raya seperti Nyepi atau Idul Fitri, menghargai keberagaman agama.
Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab (Sila Kedua): Saling menghormati sesama manusia tanpa memandang status sosial, dan tidak melakukan tindakan diskriminasi.
Gotong Royong (Sila Ketiga): Saling membantu dalam kegiatan acara desa, yang mengajarkan nilai solidaritas dan persatuan.
Musyawarah (Sila Keempat): Musyawarah adalah cara mengambil keputusan bersama dengan mendengarkan pendapat setiap orang untuk mencapai mufakat atau kesepakatan.
Keadilan Sosial (Sila Kelima): menekankan sikap saling menghargai dan tidak membeda-bedakan antarindividu


D. Cara Melestarikan dan Menjaga Kearifan Lokal Terkait dengan Sistem Etika Berdasarkan Sila-sila Pancasila
Pendidikan: Masukkan ke dalam kurikulum sekolah dan lakukan kampanye media.
Kegiatan Budaya: menyelenggarakan festival dan kegiatan gotong royong.
Penguatan Norma: Aturan hukum dan hukuman sosial terhadap pelanggaran etika.
Teknologi: Dokumentasi digital untuk pendidikan dan pencegahan pengaruh negatif dari globalisasi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Kamila Fitri Salsabila -

Analisis Soal dari Artikel : Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita

Nama: Kamila Fitri Salsabila

Nomor Induk Perusahaan (NIM): 2515012014

Kelas: A


A. Pendapat mengenai isi artikel dan hal positif yang bisa diambil

Pendapat saya, artikel ini sangat relevan karena mengingatkan generasi muda tentang pentingnya sopan santun dan etika dalam berperilaku, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Artikel ini juga menekankan bahwa meskipun zaman berubah dan globalisasi kuat, nilai-nilai positif budaya Indonesia tetap harus dijaga.


Hal positif yang bisa diambil:

1. Menumbuhkan kesadaran untuk menyampaikan pesan sopan dan menghormati orang lain.

2. Mengajak generasi muda agar tidak mudah mempengaruhi perilaku negatif di media sosial.

3. Memberikan motivasi untuk melestarikan budaya sopan santun dan toleransi yang menjadi identitas bangsa Indonesia.


B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel

Pancasila sebagai sistem etika yang memberikan pedoman moral dan norma bagi seluruh warga negara. Hubungannya dengan isi artikel:

Sila 2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab): Artikel pentingnya tidak merugikan orang lain melalui perkataan atau perbuatan, yang sejalan dengan nilai kemanusiaan dan adab.

Sila 3 (Persatuan Indonesia): Dengan menjaga sopan santun dan toleransi, generasi muda berperan dalam menjaga persatuan bangsa.

Sila 5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia): Etika dan sopan santun membantu terciptanya masyarakat yang adil dan harmonis, di mana setiap individu dihargai.

Secara keseluruhan, artikel ini mengingatkan bahwa perilaku positif dan budaya sopan santun merupakan implementasi praktis dari Pancasila sebagai sistem etika.


C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila

Beberapa kearifan lokal yang selaras dengan Pancasila antara lain:

1. Sopan santun dalam komunikasi (Sila 2 & 3): Misalnya, adat “salam” atau “sembah” di Jawa, yang mengajarkan rasa hormat kepada orang lain.

2. Gotong royong (Sila 5): Budaya kerja sama dan tolong-menolong dalam masyarakat, misalnya kegiatan ruwat desa atau gotong royong membersihkan lingkungan.

3. Musyawarah untuk mufakat (Sila 4): Proses pengambilan keputusan secara adat, menghargai pendapat semua pihak sebelum menentukan keputusan.

4. Toleransi beragama (Sila 1 & 2): Tradisi menghormati perayaan agama lain, seperti Nyepi, Lebaran, atau Waisak, yang menunjukkan saling menghargai antarumat beragama.

Kearifan lokal ini membentuk perilaku etis yang mendukung kehidupan bermasyarakat yang harmonis.


D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal terkait sistem etika Pancasila

1. Pendidikan dan sosialisasi: Mengajarkan nilai sopan santun, musyawarah, dan gotong royong di sekolah, kampus, maupun keluarga.

2. Pelestarian budaya melalui kegiatan sosial dan festival: misalnya lomba adat, festival budaya, atau kegiatan lingkungan berbasis gotong royong.

3. Penggunaan media digital: Membuat konten edukatif tentang kearifan lokal agar generasi muda tertarik dan ikut melestarikannya.

4. Praktik sehari-hari: Mengaplikasikan sopan santun, saling menghormati, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

5. Kolaborasi lintas generasi: Mengajak generasi tua untuk membimbing generasi muda agar nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Clara Sindy Amelia -
TUGAS PERTEMUAN 11
ANALISIS SOAL DARI ARTIKEL "Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita"

Nama: Clara Sindy Amelia
NPM: 2515012011
Kelas: B

A. Pendapat saya mengenai isi artikel tersebut dan hal positif yang dapat saya ambil.
Artikel ini menyoroti tentang budaya sopan santun yang makin terkikis seiring berjalannya waktu. Perilaku menghina orang lain atau berbuat kasar terhadap orang lain sangat terlihat jelas pada generasi saat ini dan seringkali kita temukan di sosial media. Saya setuju bahwa kebiasaan ini jika dibiarkan terus menerus akan berdampak buruk dan merusak masyarakat.
Hal positif yang dapat diambil adalah, penulis telah mengingatkan betapa pentingnya menjaga sopan santun sebagai budaya dan identitas negara Indonesia. Sebagai generasi muda, hal ini menjadi catatan bagi kami dalam berperilaku seperti apa yang sudah dikatakan oleh penulis bahwa kami tetap mempunyai kebebasan, namun juga akan tetap terikat oleh batasan. Hal ini juga menjadi tugas bagi generasi muda dalam mempertahankan budaya sopan santun di negara Indonesia.

B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut.
Sila dalam Pancasila menjadi pedoman dasar untuk kita dalam berperilaku.
Sila 1: "Ketuhanan Yang Maha Esa", mengajarkan kita untuk selalu ingat terhadap Tuhan dan menjauhi perbuatan dosa.
Sila 2: "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", mengajarkan kita untuk bisa memanusiakan manusia, dengan cara tidak berperilaku kasar dan tidak saling menyakiti terhadap sesama manusia.
Sila 3: "Persatuan Indonesia", mengajarkan kita untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, tidak terpecah belah, tidak saling membeda bedakan.
Sila 4: "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan", mengajarkan kita untuk bermusyawarah dan mengutarakan pendapat dengan baik dalam setiap permasalahan yang ada.
Sila 5: "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", mengajarkan kita untuk berbuat adil terhadap semua manusia.
Dengan berpedoman pada ke-5 sila tersebut, maka budaya sopan santun dapat dipertahankan dengan baik dalam negara ini.

C. Berbagai kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila.
Kearifan lokal sesuai sila ke-1: Pepohoanan di Bali, yakni adat istiadat yang mengharuskan pelestarian alam dan menjaga kesucian tempat-tempat tertentu sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan.
Kearifan lokal sesuai sila ke-2: Unggah-Ungguh Jawa, yakni tata cara berbahasa dan berperilaku yang sangat memperhatikan lawan bicara, hal ini menunjukkan penghormatan dan adab.
Kearifan lokal sesuai sila ke-3: Mapalus di Minahasa, yakni tradisi gotong royong dalam bekerja , dan menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama.
Kearifan lokal sesuai sila ke-4: Rembug Desa, yakni tradisi pengambilan keputusan di tingkat desa melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.
Kearifan lokal sesuai sila ke-5: Sasi di Maluku/Papua, yakni larangan mengambil hasil kebun alam dalam periode tertentu. Ini mengatur keadilan dalam pemanfaatan sumber daya alam agar dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh seluruh anggota masyarakat.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terakit dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila.
1. Mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam kurikulum pendidikan formal maupun non-formal sejak usia dini.
2. Memanfaatkan media sosial untuk mendokumentasikan dan mempromosikan kearifan lokal secara kreatif, menjadikannya menarik bagi generasi muda.
3. Menekankan bahwa etika Indonesia yang sopan dan ramah adalah aset bangsa yang harus dibanggakan dan ditampilkan dalam interaksi global.
4. Mendorong tokoh publik untuk menunjukkan perilaku yang berakhlak dan bermoral karena mereka sering menjadi panutan yang ditiru oleh masyarakat. 
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Baby Ghania Marada -
HASIL ANALISIS ARTIKEL "Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita"

Nama: Baby Ghania Marada
NPM: 2515012056
Kelas: A

A. Isi artikel menyoroti anggapan bahwa generasi muda sekarang kurang sopan. Artikel ini mengingatkan bahwa sopan santun dan etika sebenarnya sudah melekat dalam budaya Indonesia dan perlu dijaga. Pesan baik yang dapat diambil adalah ajakan untuk menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab, tetap berperilaku baik, dan mempertahankan identitas bangsa yang dikenal ramah, santun, serta menghargai orang lain.

B. Artikel ini sangat sejalan dengan nilai etika dalam Pancasila. Setiap sila mengandung pedoman moral, seperti berakhlak baik kepada Tuhan, bersikap manusiawi, menjaga persatuan, bijak dalam bertindak, dan berlaku adil. Artikel menegaskan pentingnya bersikap sopan, menghargai sesama, dan tidak menyakiti orang lain, yang semuanya merupakan nilai yang tercermin dalam Pancasila.

C. Berbagai kearifan lokal yang berkaitan dengan etika Pancasila dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pada sila pertama, terdapat tradisi slametan dan konsep Tri Hita Karana yang mengajarkan hubungan harmonis dengan Tuhan. Pada sila kedua, gotong royong dan tepo seliro mencerminkan empati dan sikap manusiawi. Pada sila ketiga, pela gandong dan semboyan Bhineka Tunggal Ika menegaskan pentingnya persatuan. Pada sila keempat, musyawarah desa dan sistem banjar menunjukkan penyelesaian masalah secara bijak. Pada sila kelima, sistem subak, sasi, dan kehidupan huma betang menggambarkan keadilan dan kesejahteraan bersama.

D. Upaya menjaga dan melestarikan kearifan lokal dapat dilakukan melalui pendidikan karakter dan pembiasaan nilai positif sejak kecil. Tradisi baik di masyarakat perlu terus dijalankan. Nilai-nilai budaya dapat disebarkan melalui media yang relevan dengan anak muda. Pemerintah serta masyarakat adat perlu melindungi dan mempertahankan aturan adat. Di tingkat individu, setiap orang dapat melestarikan kearifan lokal dengan bersikap sopan, menghargai perbedaan, serta menerapkan nilai gotong royong dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, tradisi perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan makna dasarnya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Aulia mutia Saputri -
Nama: Aulia Mutia Saputri
NMP: 2515012006


A. Pendapat dan Hal Positif dari Artikel.
Saya setuju dengan inti pesan artikel. Memang ada fenomena perilaku kurang etis (seperti mudah menghina, berkomentar pedas, dan berbuat kasar) yang disoroti masyarakat, namun generalisasi bahwa "semua anak zaman sekarang kurang sopan" adalah tidak adil. Artikel ini sangat penting karena mengingatkan bahwa kebebasan pribadi itu terbatas oleh norma dan etika, terutama ketika tindakan kita mulai merugikan atau merendahkan orang lain. Ia juga berfungsi sebagai seruan untuk menjaga dan melestarikan budaya luhur bangsa.

​Hal Positif yang Dapat Diambil:
1. ​Kesadaran dan Kritik Diri
2. ​Penegasan Identitas Budaya
3. Batas Kebebasan

B. Hubungan antara Pancasila sebagai Sistem Etika dengan Isi Artikel

Pancasila sebagai sistem etika membenarkan kritik artikel tersebut dan memberikan solusi bagi generasi muda untuk kembali kepada nilai-nilai luhur bangsa yang berlandaskan moral dan adab

C. Kearifan Lokal di Indonesia yang Terkait dengan Sistem Etika Berdasarkan Sila-Sila Pancasila


sila ke 2: Sipakatau berarti memanusiakan manusia, dan Sipakalebbi berarti saling menghormati atau memuliakan. Ini adalah etika adab yang menuntut kita untuk selalu memperlakukan orang lain dengan sopan dan menghargai martabatnya



D. Cara Menjaga dan Melestarikan Kearifan Lokal
1.penguatan komunitas dan budaya
2.Pemanfaatan Media dak Teknologi
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Ahmad Dzulhakim -
Nama: Ahmad Dzulhakim
NPM: 2515012057
Kelas: B

A. Pendapat tentang isi artikel & hal positif yang dapat diambil

Menurut saya, artikel tersebut menyampaikan pesan yang cukup relevan dengan kondisi sekarang. Banyak orang menilai generasi muda kurang sopan, padahal sebenarnya tidak semua begitu. Artikel ini mengingatkan bahwa perubahan zaman bukan alasan untuk meninggalkan nilai moral dan budaya sopan santun yang sudah melekat di bangsa Indonesia.

Hal positif yang bisa diambil adalah ajakan untuk lebih sadar pada perilaku sendiri, terutama dalam bertutur dan bersikap. Kita diingatkan bahwa kebebasan yang kita miliki tetap ada batasnya yaitu ketika perbuatan kita mulai melukai orang lain. Selain itu, artikel tersebut menegaskan bahwa menjaga akhlak baik adalah bagian dari mempertahankan identitas bangsa.


B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel

Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman moral. Isi artikel sangat sejalan dengan nilai-nilai etika Pancasila.
• Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengajarkan kita agar memperlakukan orang lain dengan hormat dan tidak bertindak kasar atau merendahkan orang lain. Artikel pun menyinggung soal komentar pedas, perilaku kasar, dan kurangnya empati.
• Sila Persatuan Indonesia mengandung nilai untuk menjaga harmoni sosial. Perilaku yang saling merendahkan dapat memecah persatuan.
• Sila Kerakyatan dan Keadilan Sosial juga menekankan pentingnya etika dalam berperilaku, karena masyarakat yang baik terbentuk dari individu-individu yang menjunjung norma dan kesopanan.

Jadi, artikel tersebut secara tidak langsung mengajak kita untuk mengamalkan nilai-nilai etika Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


C. Kearifan lokal Indonesia terkait sistem etika menurut sila-sila Pancasila

Beberapa contoh kearifan lokal yang mencerminkan etika dalam Pancasila antara lain:
1. Gotong Royong (Sila ke-3 & ke-5)
Budaya saling membantu tanpa pamrih, memperkuat persatuan, dan mencerminkan rasa keadilan sosial.
2. Tepas Selira atau Toleransi (Sila ke-2)
Nilai ini mengajarkan untuk merasakan apa yang orang lain rasakan. Sikap empati ini bisa menghindarkan kita dari menyakiti orang lain.
3. Musyawarah untuk Mufakat (Sila ke-4)
Tradisi pertemuan desa, rembug warga, atau musyawarah adat di berbagai daerah merupakan contoh nyata penerapan etika dalam mengambil keputusan bersama.
4. Unggah-ungguh (Jawa) atau tata krama daerah lain (Sila ke-1 & ke-2)
Mengajarkan sikap hormat pada orang tua, berbicara dengan santun, serta sopan dalam bertindak.
5. Adat saling menghargai antar suku (Sila ke-3)
Misalnya budaya menyambut tamu, tradisi makan bersama, hingga pakaian adat yang mencerminkan penghormatan terhadap perbedaan.


D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal terkait etika Pancasila

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan:
1. Menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya membiasakan musyawarah, gotong royong, dan sopan santun dalam pergaulan.
2. Mengajarkannya sejak dini.
Kearifan lokal penting dikenalkan kepada anak-anak melalui keluarga maupun sekolah, agar tidak hilang ditelan modernisasi.
3. Melestarikan tradisi daerah.
Ikut serta dalam kegiatan budaya lokal, seperti adat, upacara, atau festival, agar masyarakat terutama generasi muda tetap terhubung dengan nilai-nilai luhur.
4. Mengadaptasikan nilai kearifan lokal ke dunia digital.
Contohnya, menggunakan bahasa yang sopan di media sosial dan tetap menghargai perbedaan pendapat.
5. Mendukung upaya pemerintah dan komunitas lokal.
Seperti mengikuti program pelestarian budaya, seminar, kegiatan adat, atau dokumentasi budaya daerah.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Aldi - -
Analisis Soal

Nama : Aldi
NPM : 2515012052

A. Pendapat dan hal positif dari artikel
Isi artikel mengingatkan bahwa sopan santun bukan hal kuno, tapi bagian dari jati diri kita sebagai bangsa. Pesannya sederhana: kemajuan teknologi boleh saja, tapi jangan sampai perilaku kita ikut “mundur”. Hal baik yang bisa diambil adalah ajakan untuk lebih sadar dalam berkata dan bertindak, terutama di ruang publik dan media sosial. Artikel ini menegaskan bahwa kebebasan tetap punya batas—yaitu ketika tindakan kita mulai melukai orang lain.
(Sumber: Koentjaraningrat – Kebudayaan, Mentalitet dan Pembangunan; Magnis-Suseno – Etika Jawa.)


---

B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Nilai-nilai yang disebut dalam artikel sangat cocok dengan etika Pancasila. Misalnya, ajakan untuk menghargai sesama sesuai dengan sila kedua. Seruan untuk menjaga budaya sopan santun mencerminkan semangat persatuan di sila ketiga. Bahkan ajakan untuk bertindak dengan batas moral menunjukkan relevansi keadilan dan tanggung jawab sosial sesuai sila kelima. Jadi, artikel ini pada dasarnya mengajak kita mempraktikkan Pancasila dalam perilaku sehari-hari.
(Sumber: Notonagoro – Pancasila: Dasar Falsafah Negara.)


---

C. Kearifan lokal di Indonesia yang berkaitan dengan etika Pancasila

1. Sila 1 – Ketuhanan: Tradisi selametan di Jawa, yang mengajarkan syukur dan doa bersama.


2. Sila 2 – Kemanusiaan: Budaya gotong royong yang hidup di berbagai daerah sebagai simbol saling membantu.


3. Sila 3 – Persatuan: Tradisi pela gandong di Maluku yang mengikat persaudaraan lintas kampung.


4. Sila 4 – Kerakyatan: Kebiasaan musyawarah desa seperti rembug kampung atau musrenbang yang menekankan keputusan bersama.


5. Sila 5 – Keadilan: Adat Minangkabau yang mengatur hak dan kewajiban keluarga secara jelas dan adil.
(Sumber: Clifford Geertz – The Religion of Java; Harsya Bachtiar – Studi budaya Indonesia.)




---

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal

1. Mengajarkannya sejak kecil—lewat keluarga, sekolah, dan kegiatan sosial.


2. Mempraktikkan nilai-nilainya dalam hidup sehari-hari: saling menghormati, gotong royong, musyawarah.


3. Melibatkan generasi muda melalui festival budaya, sanggar seni, dan kegiatan adat agar mereka merasa bangga.


4. Memanfaatkan teknologi untuk mendokumentasikan tradisi, misalnya membuat video, tulisan, atau arsip digital.


5. Mendukung kebijakan pemerintah yang melindungi ruang budaya, seperti rumah adat, lahan upacara, dan kelompok pelestari.
(Sumber: UNESCO – Safeguarding Intangible Cultural Heritage; Kemendikbud RI.)
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Fitria Rahma wulandari -
Analisis Soal dari Artikel "Akhlak-less itu Bukan Budaya Kita"

Nama : Fitria Rahma Wulandari
NPM : 2515012020
Kelas : B

A. Menurut saya, artikel ini sangat baik karena mengingatkan kita agar tidak kehilangan nilai sopan santun dan etika dalam kehidupan sehari-hari. hal positif yang bisa diambil adalah pentingnya menjaga sikap hormat, sopan santun, dan beretika walaupun zaman semakin modern. kita tetap harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan moral bangsa.

B. Hubungan antara Pancasila dan artikel ini terlihat dari upaya menjaga moral dan etika dalam bermasyarakat. Pancasila sebagai sistem etika mengatur perilaku manusia agar sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan, kesopanan, dan keadilan sosial. artikel ini menegaskan bahwa sikap tidak beretika tidak sesuai dengan nilai Pancasila, terutama sila kedua dan kelima yang menekankan pada kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial.

C.1.Gotong royong : mencerminkan sila ke-3, persatuan Indonesia.
2.Selametan/syukuran : mencerminkan sila ke-1, ketuhanan yang maha esa, karena mengandung doa dan rasa syukur.
3.Musyawarah mufakat : mencerminkan sila ke-4, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan.
4.Sopan santun dan saling menghormati : mencerminkan sila ke-2, kemanusiaan yang adil dan beradab.
5.Berbagi dan menolong sesama : mencerminkan sila ke-5, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

D. 1.Menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, seperti gotong royong, sopan santun, dan saling menghormati.
2.Mengenalkan budaya dan tradisi lokal kepada generasi muda agar tidak hilang oleh pengaruh globalisasi.
3.Mengadakan kegiatan budaya di sekolah dan masyarakat untuk memperkuat rasa cinta terhadap budaya sendiri.
4.Menggunakan media sosial secara bijak untuk menyebarkan nilai positif dan etika sesuai Pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Muhammad Akmal Fauzan -

Analisis soal dari artikel “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita“

Nama : Muhammad Akmal Fauzan

Npm : 2515012066

Kelas : B

A. Pendapat mengenai isi artikel dan hal positif yang bisa dapat diambil

Artikel “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita” mengangkat fenomena menurunnya sopan santun di kalangan generasi muda yang sering disoroti oleh masyarakat. Artikel tersebut menekankan bahwa meskipun ada sebagian anak muda yang bersikap kurang sopan, tidak berarti seluruh generasi memiliki karakter buruk. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian masyarakat sering bersifat generalisasi.

Hal positif yang dapat diambil dari artikel tersebut yaitu:

  1. Kesadaran moral bahwa perilaku seseorang memiliki dampak sosial, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
  2. Pentingnya mengontrol ucapan dan tindakan, agar tidak menyakiti atau merendahkan orang lain.
  3. Ajakan untuk menjaga budaya sopan santun, sebagai ciri khas masyarakat Indonesia yang ramah dan bermoral.
  4. Pemahaman bahwa kebebasan memiliki batas, yaitu norma dan etika yang berlaku dalam masyarakat.
    Artikel ini pada dasarnya mengajak generasi muda untuk kembali memahami nilai moral, etika, dan adab, agar tidak kehilangan identitas budaya bangsa.


B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel

Pancasila sebagai sistem etika berfungsi sebagai pedoman moral dan perilaku bagi warga negara Indonesia. Isi artikel yang menekankan pentingnya sopan santun, norma, moral, dan batasan dalam bertindak berkaitan erat dengan nilai etika dalam sila-sila Pancasila, yaitu:

  1. Sila 1 : Ketuhanan Yang Maha Esa:
    Menegaskan bahwa manusia harus berperilaku baik, saling menghargai, serta menjaga akhlak sesuai ajaran agama. Artikel menyinggung tentang pentingnya menjaga moral dan tidak menyakiti orang lain.
  2. Sila 2 : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:
    Artikel menyoroti perilaku menghina, berkata kasar, dan komentar pedas sebagai bentuk ketidakadaban. Pancasila menuntun kita untuk bersikap sopan, menghargai martabat sesama, dan menjunjung nilai kemanusiaan.
  3. Sila 3 : Persatuan Indonesia:
    Sikap saling menghina atau merendahkan dapat memecah persatuan. Artikel mengajak masyarakat menjaga keharmonisan dan toleransi.
  4. Sila 4 : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan:
    Terkait dengan pentingnya musyawarah, berdialog dengan sopan, dan tidak melakukan tindakan sewenang-wenang dalam bermedia sosial maupun kehidupan nyata.
  5. Sila 5 : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia:
    Menjunjung sopan santun dan etika menciptakan kehidupan sosial yang adil, harmonis, dan tidak saling menyakiti.

Dengan demikian, artikel tersebut sangat selaras dengan nilai-nilai etika yang terkandung dalam Pancasila.


C. Kearifan lokal Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila

Analisi Berikut adalah berbagai contoh kearifan lokal yang mencerminkan etika Pancasila:

1. Sila 1 : Ketuhanan Yang Maha Esa

Tradisi tahlilan, gotong royong dalam kegiatan keagamaan, dan sikap saling menghormati antar pemeluk agama.

Nilai etis: menjunjung toleransi, menjalankan ajaran agama, menjaga akhlak mulia.

2. Sila 2 : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Unggah-ungguh Jawa, yaitu tata krama dalam berbicara dan bersikap.

Tradisi menghormati orang tua di berbagai suku, seperti sungkem (Jawa) atau hormat adat (Bugis).

Nilai etis: menghargai sesama, berperilaku beradab.

3. Sila 3 : Persatuan Indonesia

Gotong royong, seperti sambatan di Jawa, mapalus di Minahasa, sigi di Sunda, dan ngayah di Bali.

Nilai etis: persatuan, solidaritas, kebersamaan.

4. Sila 4 : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan

Musyawarah adat, seperti rembug desa (Jawa), musyawarah nagari (Minangkabau), dan rapat adat (Dayak).

Nilai etis: keputusan bersama, musyawarah dengan sopan dan adil.

5. Sila 5 : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sistem pembagian hasil pertanian “maro/mertelu” (Jawa)

Sistem sasi di Maluku, yaitu aturan adat menjaga lingkungan demi kesejahteraan bersama.

Nilai etis: keadilan, keseimbangan, dan kesejahteraan sosial.


D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal berdasarkan sila-sila Pancasila

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan kearifan lokal, yaitu:

  1. Mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, seperti sopan santun, toleransi, musyawarah, dan kepedulian sosial.
  2. Mempelajari tradisi lokal, baik melalui pendidikan formal (sekolah, kampus) maupun informal (keluarga dan masyarakat).
  3. Melibatkan generasi muda dalam kegiatan kebudayaan, seperti festival adat, seni tradisional, atau kegiatan keagamaan.
  4. Menggunakan media sosial untuk mengkampanyekan etika dan budaya positif, bukan menyebarkan ujaran kebencian.
  5. Menjaga bahasa daerah, tata krama, dan adat istiadat, serta menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.
  6. Mendukung kebijakan pemerintah terkait pelestarian budaya, seperti perlindungan situs budaya dan pengembangan kesenian daerah.
  7. Menghindari perilaku “akhlak-less”, seperti berkata kasar, merendahkan orang lain, dan bersikap intoleran.

Dengan langkah-langkah tersebut, kearifan lokal Indonesia dapat tetap bertahan sebagai pedoman etika yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Jihan Farihah -
Analisis Artikel “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita”
Nama : Jihan farihah
Npm: 2515012025
Kelas : B

A. Pendapat Mengenai Isi Artikel dan Hal Positif yang Dapat Diambil

Artikel “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita” memberikan gagasan bahwa perubahan zaman seharusnya tidak menghilangkan nilai moral dan sopan santun yang telah lama menjadi identitas bangsa Indonesia. Penilaian masyarakat terhadap generasi muda sebagai generasi yang kurang sopan muncul salah satunya karena perkembangan teknologi dan globalisasi yang mempercepat penyebaran perilaku negatif, terutama di media sosial. Namun, artikel juga menegaskan bahwa tidak semua generasi muda bersikap buruk.

Hal positif yang dapat diambil dari artikel ini adalah pemahaman bahwa kebebasan berpendapat tetap memiliki batas etika dan norma. Sikap menghargai orang lain, menjaga lisan, serta menjaga sopan santun tetap menjadi hal penting dalam kehidupan sosial. Artikel ini juga mengingatkan bahwa budaya Indonesia memiliki karakter positif seperti ramah, sopan, dan toleran, sehingga generasi muda perlu menjaga karakter tersebut agar tidak tergeser oleh dampak negatif globalisasi.

B. Hubungan Pancasila sebagai Sistem Etika dengan Isi Artikel

Pancasila berfungsi sebagai sistem etika yang memberikan pedoman moral bagi seluruh warga negara Indonesia. Isi artikel sangat selaras dengan nilai-nilai etika dalam Pancasila.

Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa
Menekankan bahwa akhlak yang baik merupakan bagian dari nilai keagamaan. Sikap menghina, berkata kasar, maupun menyakiti orang lain tidak sesuai dengan ajaran agama mana pun.

Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Artikel mengkritik perilaku kasar dan tindakan merendahkan orang lain, yang merupakan pelanggaran nilai kemanusiaan dan sikap beradab.

Sila 3 – Persatuan Indonesia
Ujaran kebencian dan perilaku tidak sopan dapat menciptakan perpecahan. Etika pergaulan yang baik membantu menjaga keharmonisan dan persatuan bangsa.

Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
Menekankan pentingnya menggunakan akal sehat dan kebijaksanaan dalam bertindak, terutama dalam berkomunikasi di ruang publik dan media sosial.

Sila 5 – Keadilan Sosial
Menghargai martabat setiap orang dan tidak merugikan pihak lain melalui perkataan maupun perbuatan merupakan wujud keadilan sosial.

Dengan demikian, artikel tersebut menegaskan pentingnya menerapkan nilai-nilai etika Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

C. Kearifan Lokal di Indonesia yang Terkait dengan Sistem Etika Berdasarkan Sila-Sila Pancasila

Berbagai kearifan lokal di Indonesia telah lama menjadi pedoman etika masyarakat, antara lain:

Sila 1: Ketuhanan Yang Maha Esa

Selametan (Jawa) sebagai bentuk syukur kepada Tuhan.

Tahlilan atau kenduri yang mempererat hubungan sosial melalui doa bersama.

Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Gotong royong yang mengajarkan tolong-menolong tanpa pamrih.

Ngayah (Bali) sebagai bentuk pengabdian sukarela untuk kepentingan umum.

Sila 3: Persatuan Indonesia

Beragam upacara adat daerah yang mempertemukan banyak kelompok masyarakat dan menguatkan persatuan.

Tradisi musyawarah adat dalam menyelesaikan konflik secara damai.

Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan

Musyawarah desa (musdes) untuk mengambil keputusan bersama.

Bale banjar (Bali) sebagai ruang diskusi masyarakat.

Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sistem subak (Bali) sebagai pembagian air irigasi yang adil.

Tradisi arisan sebagai bentuk pemerataan dan solidaritas sosial.

Kearifan lokal tersebut membuktikan bahwa nilai-nilai Pancasila telah mengakar dalam budaya Indonesia sejak dulu.

D. Cara Menjaga dan Melestarikan Kearifan Lokal yang Terkait dengan Sistem Etika Pancasila

Untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal, diperlukan upaya dari berbagai pihak:

- Melalui Pendidikan

Mengintegrasikan materi budaya lokal dan etika Pancasila dalam kurikulum.

Mengajarkan sopan santun, toleransi, dan nilai kemanusiaan sejak dini.

- Melalui Keluarga

Menanamkan kebiasaan positif seperti meminta izin, menghormati orang tua, dan menjaga tutur kata.

Melestarikan tradisi keluarga atau adat yang relevan.

- Melalui Masyarakat

Mengaktifkan kegiatan adat seperti gotong royong, upacara tradisional, dan musyawarah.

Memberikan teladan sikap sopan santun dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

- Melalui Teknologi dan Media Sosial

Menyebarkan konten positif tentang budaya lokal.

Menghindari ujaran kebencian dan perilaku tidak sopan di internet.

- Melalui Pemerintah

Melindungi dan memfasilitasi kegiatan budaya melalui regulasi dan program pelestarian.

Mengadakan festival budaya, pelatihan seni tradisional, dan dukungan pembinaan komunitas adat.

- Melalui Individu

Menginternalisasi nilai Pancasila dalam setiap tindakan.

Bersikap sopan, menghargai orang lain, dan tidak mengikuti perilaku negatif yang merusak citra bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Alya Nawra Khairunnisa -
Analisis soal

Nama: Alya Nawra Khairunnisa
NPM: 2515012041
Kelas: B

A. Pendapat tentang Isi Artikel dan Hal Positif

Saya pikir isi artikel ini sangat bagus dan penting. Artikel ini membahas tentang anak zaman sekarang yang sering dianggap kurang sopan, tapi penulis mengingatkan bahwa itu bukan budaya kita. Pendapat saya, artikel ini benar karena masyarakat Indonesia seharusnya tetap menjaga sopan santun dan toleransi, meskipun zaman berubah. Hal positif yang bisa saya ambil adalah artikel ini mengajak kita untuk sadar diri dan tidak membiarkan kebiasaan buruk seperti menghina orang lain di media sosial menjadi normal. Ini membuat saya ingin lebih baik dalam berperilaku, seperti tidak melontarkan komentar yang bisa menyakiti orang lain. Artikel ini juga positif karena mengingatkan bahwa kebebasan ada batasnya, sesuai dengan aturan dan norma, sehingga kita bisa tetap menjaga budaya baik Indonesia.

B. Hubungan Pancasila sebagai Sistem Etika dengan Isi Artikel

Pancasila sebagai sistem etika itu sangat terkait dengan isi artikel ini. Pancasila adalah dasar negara yang mengatur etika hidup kita. Artikel ini membicarakan tentang akhlak yang baik, sopan santun, dan toleransi, yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Misalnya, sila kedua Pancasila tentang kemanusiaan yang adil dan beradab itu sama dengan pesan artikel bahwa kita tidak boleh menghina atau berbuat kasar pada orang lain. Jadi, hubungannya adalah artikel ini seperti contoh nyata bagaimana Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di era globalisasi, untuk mencegah "akhlak-less" dan menjaga moral bangsa.

C. Kearifan Lokal Terkait Sistem Etika Berdasarkan Sila-sila Pancasila

Ada banyak kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila. Pertama, gotong royong di desa-desa, yang terkait dengan sila ketiga tentang persatuan Indonesia. Ini adalah etika saling membantu tanpa pamrih, seperti membangun rumah tetangga atau membersihkan lingkungan bersama. Kedua, budaya saling menghormati orang tua atau guru, seperti di Jawa dengan "ngaji" atau "sembahyang" yang terkait sila pertama tentang Ketuhanan dan sila kedua tentang kemanusiaan. Ini mengajarkan etika menghormati yang lebih tua. Ketiga, tradisi "adat istiadat" di Bali atau Papua, seperti upacara adat yang menjaga keadilan dan kebersamaan, terkait sila keempat tentang kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan. Keempat, budaya "musyawarah" di Minangkabau, yang mengajarkan etika berdiskusi untuk mencapai mufakat, sejalan dengan sila kelima tentang keadilan sosial. Semua ini adalah kearifan lokal yang menunjukkan etika Pancasila dalam bentuk budaya sehari-hari.

D. Cara Menjaga dan Melestarikan Kearifan Lokal

Untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, pendidikan di sekolah harus mengajarkan nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal, seperti melalui pelajaran budaya atau kegiatan ekstrakurikuler. Kedua, keluarga harus menerapkan etika itu di rumah, misalnya dengan mengajak anak-anak ikut gotong royong atau menghormati orang tua. Ketiga, pemerintah bisa membuat program seperti festival budaya atau kampanye di media sosial untuk mempromosikan kearifan lokal, agar tidak hilang oleh globalisasi. Keempat, masyarakat harus aktif, seperti bergabung dalam komunitas adat atau organisasi sosial untuk melestarikan tradisi seperti musyawarah atau adat istiadat. Dengan cara ini, kearifan lokal bisa tetap hidup dan menjadi contoh etika Pancasila untuk generasi muda.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Putra Syarifhidayatullah Qohar -
Nama: Putra Syarifhidayatullah Qohar
NPM: 2515012053
Kelas: B

A.Pendapat saya dari artikel diatas, Menurut Saya tentang "akhlak-less itu budaya kita"
Diawal artikel membahas cap negatif masyarakat tentang generasi kita yang dinilai tidak sopan dan kurang beradab memang kenyataannya dikehidupan nyata terutama di lingkup perkotaan sering menemukan anak² yang berkata tidak sopan. Mungkin karena lingkungan namun itulah yang terjadi saat ini walaupun begitu kita bisa mengembalikan budaya lokal kita yang terkenal sopan santun dan keramah tamahan masyarakat nya walaupun butuh waktu yang tidak sebentar perlahan lahan namun pasti. Sisi positif yang saya bisa ambil Kita yang menjadi bagian di dalamnya patut bangga dengan budaya positif negara ini yang telah mendunia karena akhlak plus plus, bermoral baik berlandaskan aturan dan norma.

B. Hubungan antara pancasila sebagai sistem etika menurut saya Pancasila mengatur nilai etika dalam kehidupan bermasyarakat seperti menghormati sesama, menjunjung moral, dan menjaga kerukunan. Isi artikel sejalan dengan nilai etika Pancasila karena menegaskan pentingnya sikap sopan, tidak merendahkan orang lain, menjaga keharmonisan, dan bertindak sesuai norma sosial.

C. Contoh berbagai kearifan lokal di indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila sebagai berikut.

1. Sila pertama (1) Ketuhanan Yang Maha Esa
Contohnya : Menjunjung Toleransi yang tinggi antar umat beragama.

2. Sila Kedua (2) Kemanusiaan yang adil dan beradab
Contohnya : Saling menolong dan peduli terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan.

3. Sila Ketiga (3) Persatuan Indonesia
Contohnya : Menjaga persatuan antarwarga negara dan tidak mementingkan golongan atau suku sendiri.

4. Sila Keempat (4) Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Contohnya : Selalu bermusyawarah saat menghadapi masalah atau perbedaan pendapat.

5. Kelima (5) Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Contohnya : Melakukan kegiatan bersama untuk membantu sesama, seperti gotong royong.

D. Untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia, dengan cara diajarkan sejak dini, Menjadikan nilai Pancasila sebagai pedoman dalam bersosial media, membiasakan sopan santun dalam bermasyarakat, serta mempromosikan kearifan lokal.
In reply to Putra Syarifhidayatullah Qohar

Re: Forum Analisis Soal

by Rafif marsal -
Nama: Rafif Marsal
NPM: 2515012048
Kelas A

A. Pendapat tentang isi artikel & hal positif yang bisa diambil

Artikel tersebut menyampaikan kritik sosial terhadap fenomena generasi muda yang dinilai kurang sopan. Namun artikel juga memberikan sudut pandang positif bahwa tidak semua anak muda seperti itu, dan perilaku negatif sering muncul karena lingkungan sosial yang buruk, pengaruh globalisasi, dan kebiasaan yang dibiarkan.

Pendapat mengenai isi artikel:

Artikel ini cukup objektif karena tidak serta-merta menyalahkan generasi muda, tetapi mengajak pembaca memahami bahwa perubahan zaman mempengaruhi perilaku seseorang.

Artikel memberikan refleksi bahwa kebebasan harus tetap dibatasi oleh norma, moral, dan etika.

Penulis menekankan pentingnya melestarikan budaya sopan santun, toleransi, dan akhlak sebagai ciri khas bangsa Indonesia.

Hal positif yang bisa diambil:

Kesadaran bahwa perilaku seseorang adalah cerminan masyarakat dan budaya.

Pentingnya menjaga sopan santun dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Ajaran bahwa kebebasan tidak boleh merugikan orang lain.

Dorongan untuk menjaga budaya Indonesia yang adiluhung, bukan mengikuti budaya negatif globalisasi.

Ajakan agar generasi muda menunjukkan akhlak baik sebagai identitas bangsa.

B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel

Artikel sangat terkait dengan nilai-nilai etika dalam Pancasila, yaitu:

1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa – Etika Religius

Artikel menyinggung pentingnya menjaga akhlak, moral, dan sopan santun. Ini selaras dengan nilai ketuhanan, yang mengajarkan manusia untuk berperilaku baik.

2. Sila Kemanusiaan – Etika Menghargai Sesama

Artikel mengkritik fenomena menghina, merendahkan, dan menyerang orang lain di media sosial. Ini bertentangan dengan nilai kemanusiaan yang harusnya menjunjung martabat sesama manusia.

3. Sila Persatuan – Etika Kebangsaan

Perilaku kasar, intoleran, dan saling merendahkan dapat memecah belah bangsa. Artikel mengajak untuk menjaga budaya sopan sebagai pemersatu bangsa.

4. Sila Kerakyatan – Etika Musyawarah

Artikel menekankan bahwa kebebasan harus dilakukan dengan pertimbangan nilai bersama, bukan ego pribadi—sesuai prinsip musyawarah dan kehendak rakyat yang beretika.

5. Sila Keadilan Sosial – Etika Sosial

Ketika penghinaan dan kekerasan verbal dibiarkan, masyarakat tidak lagi menjadi tempat yang aman dan adil. Artikel menekankan pentingnya lingkungan sosial yang beretika dan berkeadilan.

Kesimpulan:
Artikel mengingatkan bahwa Pancasila adalah pedoman etika dalam bertindak. Semua kritik dan pesan dalam artikel sangat sejalan dengan nilai moral Pancasila.

C. Kearifan lokal Indonesia terkait sistem etika berdasarkan sila Pancasila

Berikut contoh kearifan lokal sesuai dengan masing-masing sila Pancasila:

1. Sila Ketuhanan – Etika Religius

Tradisi selamatan/syukuran Jawa → mengajarkan syukur dan doa.

Tradisi Ngaben di Bali → penghormatan kepada leluhur.

Tradisi Rambu Solo’ Toraja → spiritualitas dan kesakralan.

2. Sila Kemanusiaan – Etika Kemanusiaan

Gotong royong (seluruh Indonesia) → saling membantu tanpa pamrih.

Nganggung di Bangka → berbagi makanan sebagai bentuk kepedulian.

Mapalus (Minahasa) → kerja bersama dalam solidaritas.

3. Sila Persatuan – Etika Persatuan

Upacara adat lintas suku → memperkuat persatuan dalam keberagaman.

Filosofi “Pelagandong” di Maluku → persaudaraan dan solidaritas.

4. Sila Kerakyatan – Etika Demokrasi

Musyawarah adat (Minangkabau, Jawa, Bali) → keputusan diambil bersama.

Bale banjar (Bali) → forum diskusi masyarakat adat.

5. Sila Keadilan Sosial – Etika Kesejahteraan

Sistem Subak di Bali → pengaturan air yang adil untuk semua petani.

Sasi di Maluku → pengelolaan hasil alam secara merata dan berkelanjutan.

Lumbung desa (Jawa, Sunda) → cadangan pangan untuk masyarakat.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal terkait etika Pancasila

Beberapa langkah konkret:

1. Penguatan pendidikan karakter

Menanamkan nilai sopan santun, gotong royong, dan etika budaya di sekolah.

Mengajarkan anak pentingnya etika dalam ber-media sosial.

2. Digitalisasi kearifan lokal

Merekam tarian tradisional, cerita rakyat, upacara adat dalam bentuk video dan artikel agar tidak hilang dimakan zaman.

3. Pelestarian melalui kegiatan budaya

Mengadakan festival budaya, lomba tradisional, dan pelatihan seni daerah.

Mendorong generasi muda berpartisipasi.

4. Dukungan pemerintah dan lembaga adat

Menguatkan perlindungan hukum terhadap warisan budaya dan tradisi.

Memberikan ruang kepada lembaga adat mengatur kehidupan sosial masyarakat.

5. Integrasi dalam kehidupan sehari-hari

Membiasakan gotong royong di lingkungan tempat tinggal.

Mengutamakan musyawarah dalam penyelesaian masalah keluarga dan masyarakat.

6. Adaptasi dengan perkembangan zaman

Mengemas kearifan lokal dengan cara modern (misal: konten kreatif, film budaya, merchandise tradisional).

Mengajak influencer atau anak muda untuk mempromosikan budaya lokal.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Muftia Aminy -
PERTEMUAN 11
TUGAS ANALISIS SOAL
Artikel “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita”

Nama : Muftia Aminy
NPM : 2515012018
Kelas : B

A.    Pendapat tentang isi artikel & hal positif yang bisa diambil
Pendapat saya, artikel tersebut menyampaikan kritik sosial tentang sebagian generasi muda dianggap kurang sopan, karena perilaku negatif yang terlihat di masyarakat dan media sosial. Artikel ini mengingatkan pentingnya menjaga sopan santun, menghargai orang lain, baik dari ucapan maupun tindakan. Hal positif yang dapat diambil adalah ajakan untuk menanamkan kembali nilai moral, etika, dan budaya baik Indonesia—seperti sopan santun, ramah, dan toleransi—di tengah perubahan zaman dan pengaruh globalisasi.

B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Isi artikel sangat selaras dengan Pancasila sebagai sistem etika, karena Pancasila memuat nilai moral yang menjadi pedoman perilaku masyarakat Indonesia. Artikel menekankan pentingnya sopan santun, menghormati perbedaan, tidak menyakiti orang lain, dan menjaga budaya positif—nilai ini sejalan dengan sila-sila Pancasila, terutama Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan Keadilan Sosial.

C. Contoh kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
1. Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa
Kearifan lokal: Tradisi tahlilan, selametan, dan gotong royong saat acara keagamaan.
Etika: Mengajarkan toleransi antarumat beragama, saling menghormati keyakinan.
2. Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Kearifan lokal: Tradisi musyawarah adat, budaya saling memaafkan (Lebaran).
Etika: Menghargai martabat manusia, tidak menyakiti sesama.
3. Sila 3 – Persatuan Indonesia
Kearifan lokal: Upacara adat yang melibatkan seluruh warga, seperti pesta adat Toraja atau sekaten.
Etika: Mengutamakan kebersamaan dan persatuan dalam keberagaman.
4. Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Kearifan lokal: Musyawarah desa (rembug desa), adat “Bale Banjar” di Bali.
Etika: Mengutamakan dialog, tidak memaksakan kehendak.
5. Sila 5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kearifan lokal: Tradisi gotong royong, sistem subak di Bali, budaya mapalus di Minahasa.
Etika: Menjunjung keadilan, berbagi beban bersama, dan saling membantu.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal terkait etika Pancasila
1. Mengajarkan nilai budaya dan etika sejak dini melalui keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.
2. Mengamalkan langsung dalam kehidupan sehari-hari, seperti sopan santun, gotong royong, musyawarah, dan toleransi.
3. Menggunakan teknologi dan media sosial untuk mempromosikan budaya positif, bukan perilaku negatif.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Shafaa Aulia Ramadhani -
NAMA: SHAFAA AULIA RAMADHANI
NPM: 2515012004
KELAS: B

TUGAS ANALISIS SOAL PERTEMUAN KE-11

a. Pendapat dan hal positif yang dapat diambil
Menurut saya, perubahan zaman tidak bisa dijadikan alasan untuk meninggalkan nilai-nilai moral dan budaya. Selain itu, anggapan bahwa “anak zaman sekarang kurang sopan” tidak sepenuhnya benar. Hal positif yang dapat diambil:
-pentingnya menjaga budaya sopan santun
-kebebasan juga ada batasnya
-perubahan zaman harus diimbangi dengan karakter yang kuat

b. Hubungan antara pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
-sila kedua: menjunjung sikap sopan santun
-sila ketiga: mengajak untuk menjaga akhlak adalah ajakan untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan sosial
-sila kelima: kebebasan seseorang tidak merugikan orang lain

c. Kearifan lokal di indonesiaa yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila pancasila
-sila pertama: tradisi kenduri sebagai bentuk syukur kepada Tuhan dan mendoakan keselamatan bersama.
-sila kedua: piil pesenggiri (Lampung) berupa tata nilai tentang haarga diri, kehormatan, kesantunan, dan tenggang rasa dalam pergaulan
-sila ketiga: gotong royong sebagai bentuk persatuan dan kebersamaan
-sila keempat: musyawarah untuk mengambil kepputusan berdasarkan mufakat
-sila kelima: ngayah (Bali) yaitu bekerja sukarela untuk kepentingan umum yang tujuannya menciptakan kesejahteraan yang dirasakan bersama

d. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila pancasila
-saling bertoleransi antaragama
-melakukan festival budaya lintas suku untuk memperkuat rasa persatuan
-menjaga tradisi gotong royong
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Dawam Nugraha -
NAMA: DAWAM NUGRAHA
NPM: 2515012064
KELAS: B

A. Pendapat tentang artikel & hal positifnya

Menurut saya, artikel tersebut mengingatkan bahwa sopan santun itu bukan sekadar aturan lama, tetapi memang bagian dari identitas bangsa kita. Kritik terhadap “anak zaman sekarang” muncul karena ada beberapa contoh buruk yang terlihat jelas, terutama di media sosial. Hal positif yang bisa diambil adalah ajakan untuk lebih hati-hati dalam bersikap, tidak menyakiti orang lain, dan tetap menjaga budaya baik yang sudah menjadi ciri Indonesia.

B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel

Isi artikel sangat berkaitan dengan nilai etika dalam Pancasila. Ajakan menjaga sopan santun dan tidak menyakiti orang lain sesuai dengan Sila 2 (kemanusiaan yang beradab). Harapan agar kita mempertahankan budaya baik dan tidak merusak keharmonisan sejalan dengan Sila 3 (persatuan). Selain itu, penjelasan bahwa kebebasan harus dibatasi norma cocok dengan Sila 4, yang mengajarkan agar pendapat disampaikan dengan bijak dan tidak memaksakan kehendak.

C. Kearifan lokal Indonesia yang terkait dengan etika berdasarkan Pancasila

• Gotong royong → mencerminkan kepedulian dan kebersamaan (Sila 3 & 5).
• Tenggang rasa / Tepa selira → menghargai perasaan dan batasan orang lain (Sila 2).
• Musyawarah adat di berbagai daerah → menunjukkan budaya mengambil keputusan bersama (Sila 4).
• Sopan santun dan ramah tamah → ciri masyarakat Indonesia yang sesuai dengan nilai kemanusiaan dan persatuan.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal tersebut

Kearifan lokal bisa dijaga dengan membiasakan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya menjadikannya teori. Kita bisa mulai dari hal kecil seperti menghargai orang lain, berbicara sopan, ikut gotong-royong, serta mengutamakan musyawarah saat ada perbedaan pendapat. Selain itu, nilai-nilai tersebut perlu diteruskan kepada generasi lebih muda lewat pendidikan, teladan keluarga, dan lingkungan sosial yang mendukung.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Fausta Aisyi Tsuroya -
Nama : Fausta Aisyi Tsuroya
Npm : 2515012065
kelas : B

A. Pendapat tentang isi artikel & hal positif yang bisa diambil

Artikel ini memberikan pesan moral yang kuat bahwa perubahan zaman dan globalisasi tidak boleh membuat kita kehilangan sopan santun dan etika sebagai identitas bangsa Indonesia. Penulis menegaskan bahwa perilaku kasar, ujaran kebencian, dan sikap merendahkan bukanlah bagian dari budaya kita. Indonesia dikenal dengan nilai ramah, santun, dan toleran—nilai yang kini semakin tergerus.

Hal positif yang bisa diambil:

1. Kesadaran moral – Artikel mengingatkan generasi muda agar tetap menjaga etika dalam bertutur, bersikap, dan berperilaku demi keharmonisan sosial.


2. Refleksi diri – Pembaca diajak untuk introspeksi bahwa kebebasan tetap memiliki batas, yaitu norma sosial dan moral.


3. Penguatan identitas bangsa – Artikel menekankan kebanggaan terhadap karakter Indonesia yang santun dan menghormati orang lain.


4. Pentingnya keteladanan – Jika perilaku buruk dibiarkan, akan menjadi budaya baru. Karena itu setiap individu perlu menjaga integritas moral.




---

B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel

Pancasila berfungsi sebagai sistem etika nasional, yaitu pedoman moral bangsa Indonesia. Isi artikel menunjukkan bagaimana nilai-nilai dalam Pancasila seharusnya diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Hubungannya:

1. Sila ke-1 — Ketuhanan Yang Maha Esa
Menanamkan nilai bahwa manusia harus menjaga tutur kata dan sikap karena setiap perbuatan dipertanggungjawabkan secara moral dan spiritual.


2. Sila ke-2 — Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Artikel menegaskan bahwa perilaku menghina, kasar, dan merendahkan martabat orang lain tidak sesuai dengan nilai kemanusiaan dan keadaban.


3. Sila ke-3 — Persatuan Indonesia
Sikap tidak sopan atau melukai orang lain bisa memecah belah masyarakat. Etika diperlukan agar persatuan tetap terjaga.


4. Sila ke-4 — Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Artikel menyinggung pentingnya berdiskusi, berpendapat, dan menyampaikan pendapat dengan cara yang santun dan bijak.


5. Sila ke-5 — Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Ketika etika dijaga, masyarakat menjadi lebih harmonis dan adil. Tidak ada pihak yang dizalimi atau direndahkan.



Dengan demikian, artikel tersebut pada dasarnya mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan nilai etika Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


---

C. Kearifan lokal Indonesia yang terkait sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila

Berikut beberapa contoh kearifan lokal yang selaras dengan nilai Pancasila:

1. Sila 1 — Ketuhanan Yang Maha Esa

Tradisi selametan (Jawa): Ungkapan syukur kepada Tuhan, menumbuhkan kesadaran spiritual.

Ngayah (Bali): Kegiatan sukarela untuk membantu kegiatan keagamaan.


2. Sila 2 — Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Masohi (Maluku): Gotong royong membantu sesama tanpa pamrih.

Mapalus (Minahasa): Sistem kerja sama yang menekankan tolong-menolong dan solidaritas.


3. Sila 3 — Persatuan Indonesia

Pela Gandong (Ambon): Ikatan persaudaraan lintas suku dan agama.

Mappadendang (Bugis/Makassar): Tradisi panen yang menguatkan kebersamaan dan persatuan.


4. Sila 4 — Kerakyatan dan musyawarah

Musyawarah adat (Minangkabau, Jawa, Bali, Papua): Pengambilan keputusan bersama untuk mencari mufakat.

Rembug desa (Jawa): Diskusi publik sederhana untuk menyelesaikan masalah.


5. Sila 5 — Keadilan sosial

Subak (Bali): Sistem pembagian air secara adil untuk sawah masyarakat.

Sasi (Maluku): Aturan adat melarang pengambilan sumber daya alam demi keseimbangan dan keadilan bersama.



---

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal terkait etika Pancasila

1. Mempelajari nilai lokal sejak dini
Mengajarkan sopan santun, gotong royong, musyawarah, dan saling menghormati kepada anak-anak.


2. Menghidupkan kembali tradisi positif
Mengadakan festival budaya, kegiatan gotong royong, rembug warga, atau upacara adat yang sarat nilai etika.


3. Mempraktikkan etika sehari-hari
Tidak hanya tahu, tetapi menerapkan: sopan dalam berbicara, tidak merendahkan orang lain, bertoleransi, dan menghargai perbedaan.


4. Memanfaatkan media sosial secara positif
Menyebarkan konten yang mencerminkan budaya santun, bukan ujaran kebencian.


5. Peran pemerintah dan sekolah
Memperkuat pendidikan karakter berbasis Pancasila dan kearifan lokal dalam kurikulum.


6. Kolaborasi masyarakat
Mendorong komunitas, tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda untuk menjaga tradisi luhur.


7. Mendukung produk budaya
Mengapresiasi seni lokal, kerajinan, dan tradisi sebagai bagian dari identitas
Dengan langkah ini, kearifan lokal yang berbasis etika Pancasila bisa terus hidup, meskipun zaman berubah dan globalisasi.
In reply to Fausta Aisyi Tsuroya

Re: Forum Analisis Soal

by Annaisha Nasywaa Rasendriya -
NAMA : ANNAISHA NASYWAA RASENRIYA
NPM : 2515012074

A. Pendapat mengenai isi artikel dan hal positif yang bisa diambil
Menurut saya, isi artikel tersebut mengingatkan kita bahwa sopan santun dan akhlak baik sebenarnya adalah bagian dari budaya Indonesia yang sudah melekat sejak dulu. Perubahan zaman memang membawa banyak pengaruh, tapi bukan berarti kita ikut meninggalkan nilai-nilai baik yang sudah menjadi identitas bangsa.
Hal positif yang bisa saya ambil adalah bahwa setiap generasi, termasuk generasi muda, punya tanggung jawab untuk menjaga sikap dan perilaku agar tidak merugikan orang lain. Kita tetap bisa mengikuti perkembangan zaman tanpa harus meninggalkan akhlak dan norma yang ada.

B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Isi artikel sangat berkaitan dengan Pancasila sebagai sistem etika, karena Pancasila berisi nilai-nilai moral yang menjadi pedoman hidup bermasyarakat. Artikel tersebut menekankan pentingnya sopan santun, tidak merendahkan orang lain, toleransi, dan menghargai sesama semua itu merupakan cerminan nilai-nilai Pancasila.
Misalnya, sikap menghormati orang lain mencerminkan sila kedua, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, dan kebiasaan menjaga tata krama dalam pergaulan berkaitan dengan sila kelima tentang keadilan sosial. Jadi, artikel itu sebenarnya mengajak kita kembali menghidupkan nilai etika Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

C. Kearifan lokal Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
Beberapa kearifan lokal yang menurut saya sesuai dengan nilai etika Pancasila antara lain:
-Sikap gotong royong (Sila ke-3 & ke-5)
Kehidupan masyarakat Indonesia selalu menekankan kerja sama, saling bantu-membantu, dan peduli satu sama lain. Ini menjaga keharmonisan sosial.
-Tata krama dan sopan santun (Sila ke-2)
Setiap daerah punya aturan adat tentang cara menghormati orang yang lebih tua, cara berbicara yang baik, dan cara berperilaku yang pantas.
-Musyawarah untuk mufakat (Sila ke-4)
Budaya bermusyawarah sudah menjadi bagian dari banyak tradisi lokal, misalnya rembug desa. Nilai ini mengajarkan penyelesaian masalah tanpa kekerasan.
-Sikap toleransi antarumat beragama (Sila ke-1)
Banyak daerah yang memiliki tradisi saling menghargai perbedaan keyakinan, seperti saling membantu saat hari besar keagamaan.
-Adat menjaga alam dan lingkungan (Sila ke-5)
Kearifan lokal seperti “Sasi” di Maluku atau “Awig-awig” di Lombok menunjukkan tanggung jawab menjaga alam demi kepentingan bersama.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang berkaitan dengan etika Pancasila
Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
-Mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga sopan santun, menghormati orang lain, dan tidak membuat ujaran yang menyakiti orang lain.
-Mengenalkan kembali kearifan lokal kepada generasi muda, lewat pendidikan, kegiatan budaya, atau media sosial agar nilai-nilai itu tidak hilang ditelan zaman.
-Mendukung kegiatan budaya di daerah, misalnya festival adat, upacara tradisional, atau kegiatan sosial yang mencerminkan nilai gotong royong.
-Menjadikan kearifan lokal sebagai bagian dari solusi masalah sosial, contohnya musyawarah dalam menyelesaikan konflik atau menjaga lingkungan melalui aturan adat.
-Mengombinasikan kearifan lokal dengan perkembangan zaman, agar budaya tetap relevan dan bisa diterima oleh generasi sekarang tanpa kehilangan makna aslinya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Riska Hermalinda -
Nama: Riska Hermalinda
NPM: 2515012076
Kelas: B

A. Pendapat tentang Isi Artikel & Hal Positif yang Bisa Diambil
Artikel “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita” menyampaikan kritik sosial terhadap perilaku generasi muda yang dinilai kurang sopan, terutama akibat pengaruh globalisasi dan media sosial. Penulis menekankan bahwa kebebasan berperilaku tetap harus dibatasi oleh norma, etika, dan akhlak yang berlaku dalam masyarakat.
Hal-hal positif dari artikel:
1. Mengajak pembaca merefleksikan diri tentang sikap dan perilaku sehari-hari, terutama dalam bertutur di ruang publik.
2. Menumbuhkan kesadaran moral, bahwa kebebasan tidak boleh melukai orang lain.
3. Mengingatkan kembali identitas bangsa, yaitu sopan santun, toleransi, dan budaya ramah.
4. Memberikan pesan optimis bahwa tidak semua generasi muda buruk; masih banyak yang menjunjung nilai etika.
Secara keseluruhan, artikel ini memiliki pesan moral kuat bahwa akhlak adalah bagian penting dari budaya Indonesia dan tidak boleh hilang di tengah perubahan zaman.

B. Hubungan Pancasila sebagai Sistem Etika dengan Isi Artikel
Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga sistem etika yang mengarahkan bagaimana manusia Indonesia berperilaku. Artikel tersebut sangat selaras dengan nilai-nilai etika dalam Pancasila:
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa → Etika Akhlak
Artikel menekankan pentingnya sopan santun dan moral. Ini sejalan dengan ajaran ketuhanan yang memerintahkan umat untuk berbuat baik dan tidak menyakiti sesama.
2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab → Etika Beradab
Ketika artikel menolak perilaku menghina, merendahkan, dan kasar, itu adalah implementasi dari “beradab” dalam hubungan sosial.
3. Sila Persatuan Indonesia → Etika Kebangsaan
Akhlak-less dianggap membahayakan masa depan bangsa. Ini menunjukkan pentingnya sikap bermoral demi menjaga harmoni dan persatuan.
4. Sila Kerakyatan → Etika Bermusyawarah & Menghargai Orang
Komentar pedas, ujaran kebencian, dan perilaku kasar bertentangan dengan etika demokratis yang menghargai pendapat secara santun.
5. Sila Keadilan Sosial → Etika Menjunjung Kebaikan Bersama
Melestarikan budaya sopan santun adalah upaya menciptakan keadilan sosial dan kenyamanan hidup bagi semua.

Kesimpulan:
Artikel ini pada dasarnya mengajak masyarakat kembali pada etika Pancasila, yaitu etika ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan.

C. Kearifan Lokal Indonesia yang Terkait dengan Sistem Etika Pancasila
Contoh kearifan lokal sesuai sila-sila Pancasila:
1. Sila 1 – Ketuhanan YME
Contoh kearifan lokal:
Tradisi kenduri, selametan
Ungkapan “Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah” (Minangkabau)
Makna etika: Menghormati Tuhan, menjunjung moral dan akhlak baik.

2. Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Contoh kearifan lokal:
Mapalus (Minahasa) → kerja gotong royong demi sesama.
Masohi (Maluku) → saling membantu tanpa pamrih
Makna etika: Menghargai kemanusiaan, tidak berbuat kasar atau menyakiti orang lain.

3. Sila 3 – Persatuan Indonesia
Contoh kearifan lokal:
Silahturahmi dan menghormati tamu
Bhinneka Tunggal Ika dalam budaya Jawa-Bali
Makna etika: Menghargai keberagaman dan menjaga persatuan.

4. Sila 4 – Kerakyatan dan Musyawarah
Contoh kearifan lokal:
Musyawarah adat (Aceh, Jawa, Bugis)
Rembug desa (Jawa)
Makna etika: Menyelesaikan masalah dengan diskusi, bukan emosi atau kekerasan.

5. Sila 5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Contoh kearifan lokal:
Gotong royong
Subak (Bali) sistem pengairan adil berbasis komunitas
Makna etika: Mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bersama.

D. Cara Menjaga dan Melestarikan Kearifan Lokal Terkait Etika Pancasila
1. Teladan dari masyarakat dan keluarga
Orang tua dan masyarakat harus menunjukkan perilaku sopan santun, toleransi, dan etika positif setiap hari.
2. Mengedukasi generasi muda
Melalui sekolah, organisasi pemuda, kegiatan adat, dan konten digital edukatif.
3. Menggunakan media sosial secara positif
Menghindari ujaran kebencian, menghormati perbedaan, dan menyebarkan konten budaya serta nilai moral.
4. Menghidupkan kembali tradisi lokal
Seperti gotong royong, musyawarah desa, festival adat, dan kegiatan keagamaan.
5. Integrasi dalam pendidikan formal
Pembelajaran tentang Pancasila, budaya, dan etika harus diterapkan dalam aktivitas nyata, bukan hanya teori.
6. Peran pemerintah dan komunitas adat
Melalui regulasi, perlindungan budaya, serta dukungan kegiatan masyarakat.
7. Melibatkan generasi muda dalam pelestarian budaya
Misalnya membuat konten kreatif tentang budaya, mengikuti komunitas seni, atau lomba-lomba tradisi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Muhammad Fathul Bari -
Nama : Muhammad Fathul Bari
NPM : 2555012002
Kelas : B

A. Pendapat mengenai isi artikel dan hal positifnya

Menurut saya, artikel itu mengingatkan kita bahwa sopan santun sebenarnya masih penting, meskipun zaman terus berubah. Penulis ingin menunjukkan bahwa tidak semua anak muda “kurang ajar”, tetapi sebagian perilaku buruk memang membuat masyarakat menilai kita secara negatif. Hal baik yang bisa diambil adalah ajakan untuk tetap menjaga akhlak, berpikir sebelum bicara, dan sadar bahwa tindakan kita bisa berdampak pada orang lain. Artikel ini juga mengingatkan bahwa budaya sopan santun adalah bagian dari jati diri bangsa, jadi jangan sampai hilang.

B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel

Apa yang disampaikan dalam artikel pada dasarnya sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Ketika artikel menyoroti pentingnya menghormati orang lain, itu sesuai dengan sila kedua. Ketika mengingatkan agar tetap menjaga budaya baik Indonesia, itu berkaitan dengan sila ketiga tentang persatuan. Lalu, ajakan untuk menggunakan kebebasan dengan bertanggung jawab juga cocok dengan sila keempat dan kelima. Jadi, artikel ini seperti mengajak kita kembali mempraktikkan etika Pancasila dalam kehidupan sehari-hari tanpa terasa menggurui.

C. Contoh kearifan lokal yang sesuai dengan sila-sila Pancasila

1. Sila Pertama: kebiasaan selametan, tahlilan, atau nasihat orang tua untuk menjauhi perbuatan buruk karena “Tuhan melihat”.
2. Sila Kedua: gotong royong, tenggang rasa, sikap menghargai tamu, dan membantu tetangga tanpa diminta.
3. Sila Ketiga: hidup rukun di kampung yang warganya beda suku atau agama, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.
4. Sila Keempat: musyawarah desa, rembug keluarga, atau pertemuan adat saat ada masalah.
5. Sila Kelima: tradisi bagi hasil, mapalus, atau kerja bakti yang pembagian tugasnya adil.

D. Cara menjaga dan melestarikannya

Caranya sebenarnya tidak rumit. Kita cukup membiasakan diri berperilaku baik, menghargai orang lain, dan tidak ikut-ikutan budaya kasar yang sering muncul di media sosial. Nilai-nilai kearifan lokal juga perlu diajarkan kepada anak-anak lewat contoh langsung, bukan hanya lewat kata-kata. Tradisi daerah sebaiknya tetap dijalankan, entah lewat acara kampung, kegiatan adat, atau sekadar rutinitas sederhana yang sudah menjadi kebiasaan. Yang tidak kalah penting, kita perlu memperlihatkan bahwa nilai-nilai Pancasila bukan hanya teori, tetapi bisa diterapkan setiap hari lewat sikap yang santun dan tidak merugikan orang lain.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Lutfi Puspita Sari -
TUGAS ANALISIS SOAL, PERTEMUAN KE-11
(Akhlak - less Itu Bukan Budaya Kita) 

NAMA : LUTFI PUSPITA SARI
NPM : 2515012061
JURUSAN : S1 ARSITEKTUR
KELAS :B 

A. Pendapat mengenai isi artikel dan hal positif yang dapat diambil
Pendapat:
Isi artikel tersebut menyadarkan pembaca bahwa perubahan zaman bukan alasan untuk meninggalkan nilai-nilai kesopanan, akhlak baik, dan budaya saling menghormati yang menjadi ciri bangsa Indonesia. Artikel ini mengkritisi perilaku sebagian anak muda yang dianggap kurang sopan, tetapi juga menegaskan bahwa tidak semua generasi muda seperti itu. Intinya, artikel ini mengajak kita untuk tetap menjaga etika dan norma sosial di tengah arus globalisasi.
Hal positif yang bisa diambil:
Kesadaran pentingnya akhlak dan sopan santun dalam pergaulan.
Pemahaman bahwa kebebasan harus dibarengi tanggung jawab.
Ajakan untuk melestarikan budaya positif Indonesia, seperti ramah, sopan, toleran, dan beretika.
Pengingat bahwa tindakan kecil berpengaruh besar, termasuk dalam media sosial.
Pemaknaan bahwa norma dan etika adalah batasan yang sehat, bukan pembatas kreativitas.

B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Pancasila memiliki fungsi sebagai sistem etika, yaitu pedoman moral untuk berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Artikel tersebut menjelaskan pentingnya menjaga akhlak serta mematuhi norma sosial. Prinsip-prinsip ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila:
Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa, Mengajarkan kita untuk berperilaku luhur, menjauhi kebencian, dan menjaga hati nurani.
Sila ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Menuntut kita untuk memperlakukan sesama manusia dengan hormat dan sopan, tidak merendahkan orang lain.
Sila ke-3: Persatuan Indonesia, Artikel menekankan pentingnya menjaga nilai budaya bangsa agar tidak terkikis oleh globalisasi.
Sila ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan,
terkait etika berdiskusi, menghargai pendapat, serta tidak sembarangan berkata kasar, termasuk di media sosial.
Sila ke-5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menegaskan bahwa setiap orang wajib menjaga perilaku agar tidak melukai orang lain, sehingga tercipta keadilan dan keharmonisan sosial.
Kesimpulannya, artikel tersebut memperkuat nilai-nilai etika Pancasila sebagai pedoman moral masyarakat Indonesia.

C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
Berikut contoh kearifan lokal dari berbagai daerah dan hubungannya dengan sila-sila Pancasila:
1. Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa
Tradisi tahlilan, selametan, syukuran untuk Mengajarkan syukur dan doa bersama.
Ngayah (Bali) untuk Bekerja secara sukarela sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan dan masyarakat.
2. Sila ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Gotong royong untuk Wujud keadaban dalam membantu sesama.
Tolong-menolong / Siri' dan pacce (Sulawesi Selatan) untuk Menjaga martabat (harga diri) dan empati.
3. Sila ke-3: Persatuan Indonesia
Upacara adat pengikat komunitas (misalnya: adat Pela Gandong di Maluku) untuk Menyatukan antar-suku menjadi saudara.
Rumah adat yang didesain untuk kebersamaan, seperti rumah panjang Dayak.
4. Sila ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
Musyawarah adat (Minangkabau, Jawa, Bali, Bugis)  untuk Mengambil keputusan bersama secara bijaksana.
Lembaga adat desa untuk Mengatur masyarakat dengan mufakat.
5. Sila ke-5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sistem irigasi Subak (Bali) untuk Pengelolaan air secara adil.
Sistem lumbung desa untuk Menjamin pangan bagi seluruh warga, khususnya yang membutuhkan.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang terkait sistem etika Pancasila
Mempelajari dan mengenalkan kearifan lokal sejak dini, baik di rumah maupun sekolah.
Mempraktikkan langsung nilai-nilainya, seperti gotong royong, sopan santun, musyawarah, dan toleransi.
Mengangkat budaya lokal melalui media sosial, konten kreatif, dan seni.
Mengadakan kegiatan atau festival budaya daerah untuk memperkuat kebanggaan masyarakat.
Mengintegrasikan nilai budaya dengan teknologi modern, agar tetap relevan di era digital.
Menghindari perilaku yang bertentangan dengan etika Pancasila, seperti ujaran kebencian, merendahkan orang lain, dan intoleransi.
Mendorong peran keluarga dan tokoh adat sebagai pengawal tradisi.
Melestarikan bahasa daerah, tarian, musik, dan upacara adat agar tidak punah.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Syafiqurrahman Yevfriadi -
Nama : Syafiqurrahman Yevfriadi
NPM : 2515012087
Kelas : B

A. Menurut pendapat saya artikel tersebut menyoroti perubahan sikap sebagian anak muda yang dianggap mulai menjauh dari budaya sopan santun. Penulis menyampaikan pandangan yang cukup objektif bahwa tidak semua generasi muda bersikap demikian, namun perilaku negatif segelintir orang dapat menciptakan stigma terhadap kelompok yang lebih luas. Hal positif yang dapat diambil ialah ajakan agar generasi sekarang lebih sadar diri dalam menggunakan kebebasan, baik dalam berbicara maupun bertindak. Pesan utamanya adalah bahwa perubahan zaman tidak boleh menghapus nilai-nilai dasar seperti kesopanan, toleransi, dan penghargaan terhadap sesama. Artikel ini mengingatkan pentingnya menjaga karakter bangsa meskipun hidup di tengah arus globalisasi.

B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan Isi rtikel yaitu Pancasila berfungsi sebagai pedoman etika dalam kehidupan bermasyarakat, dan isi artikel tersebut sangat sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila.
-Sila pertama, mengajarkan agar manusia berperilaku baik sesuai ajaran agama dan memiliki akhlak mulia.
-Sila kedua, menuntun kita untuk menghormati dan memperlakukan sesama manusia dengan adil tanpa kekerasan atau penghinaan.
-Sila ketiga, menekankan pentingnya menjaga kerukunan, toleransi, dan rasa persaudaraan.
-Sila keempat, mengajarkan agar setiap pendapat disampaikan dengan sopan dan mengutamakan musyawarah.
-Sila kelima, mendorong kita untuk berperilaku adil serta menghormati hak dan kewajiban orang lain.

Dengan demikian, isi artikel pada dasarnya mengajak pembaca untuk mengembalikan etika sosial kepada nilai-nilai Pancasila yang menuntun perilaku manusia agar tetap bermoral dan berkeadaban.

C. Kearifan Lokal Indonesia yang Terkait Sistem Etika Berdasarkan Sila-Sila Pancasila

Berbagai kearifan lokal di Indonesia mencerminkan nilai etika Pancasila, antara lain:

-Gotong Royong
Menggambarkan semangat kebersamaan dan solidaritas. Nilai ini erat kaitannya dengan sila ketiga dan sila kelima.
-Unggah-Ungguh atau Tata Krama Jawa
Menekankan sopan santun dan penghormatan terhadap orang lain. Nilai ini mencerminkan sila kedua.
-Mapalus (Sulawesi Utara)
Tradisi kerja sama dalam komunitas, mencerminkan persatuan dan nilai kemanusiaan.
-Adat Minangkabau “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”
Menekankan moralitas dan tanggung jawab yang selaras dengan sila pertama dan sila kedua.
-Sasi (Maluku)
Sistem lokal untuk mengatur pemanfaatan sumber daya alam dengan mengedepankan keseimbangan dan aturan. Nilai ini berkaitan dengan sila kelima mengenai keadilan sosial.

Kearifan-kearifan tersebut menunjukkan bahwa etika bangsa Indonesia sudah diwariskan secara turun-temurun melalui kebiasaan dan tradisi lokal.

D. Cara Menjaga dan Melestarikan Kearifan Lokal yang Berkaitan dengan Sistem Etika Pancasila

Beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu:
-Menghidupkan praktik budaya dalam kehidupan sehari-hari, seperti gotong royong, musyawarah kampung, dan bentuk kerja sama lain yang memperkuat nilai persatuan dan kepedulian sosial.
-Memasukkan nilai kearifan lokal ke dalam pendidikan, baik melalui kurikulum formal maupun kegiatan ekstrakurikuler yang mengenalkan budaya daerah.
-Mendokumentasikan dan mempublikasikan tradisi lokal melalui media digital agar lebih mudah dikenal oleh generasi muda.
-Memberi teladan melalui keluarga dan tokoh masyarakat, karena pelestarian nilai etika dimulai dari lingkungan terdekat.
-Mendorong partisipasi generasi muda dalam kegiatan budaya, sehingga tradisi tidak hanya dipertahankan, tetapi juga berkembang sesuai konteks zaman.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Alif Aditiya Nugroho -
NAMA: Alif Aditiya Nugroho
NPM: 2515012042
Kelas: B

TUGAS ANALISIS SOAL PERTEMUAN KE-11

A. Menurut Pendapat saya adapun beberapa hal positif yang dapat saya ambil dari artikel diatas seperti mengetahui Batasan ketika bertindak di ruang publik, pentingnya untuk warga Indonesia menjaga budaya baik Indonesia dari dampak globalisasi di era digital sekarang, dan menurut saya opini tentang anak zaman sekarang yang kurang sopan itu kurang tepat, karena perubahan zaman tidak dapat dijadikan sebuah alasan untuk membandingkan adanya nilai nilai moral dan budaya.

B. Adapun hubungan antara Pancasila sebagai system etika dengan isi artikel.
a. Sila kedua: yang mengajarkan kemanusiaan dan adab
b. Sila Ketiga: membahas pentingnya toleransi, menghargai perbedaan, serta menjadi harmoni sosial
c. Sila Keempat: menghargai ruang berpendapat orang lain dan berpendapat dengan mengetahui batas

C. Kearifan local di Indonesia memiliki keterkaitan erat dengan etika dalam sila-sila Pancasil
a. Pada sila pertama, tradisi kenduri mencerminkan rasa syukur kepada Tuhan sekaligus doa Bersama demi keselamatan.
b. Sila kedua, nilai piil pesenggiri dari Lampung mengajarkan pentingnya menjadi martabat, kehormatan, kesopanan, serta sikap saling menghargai dalam hubungan sosial.
c. Pada sila ketiga, semangat gotong royong menjadi wujud nyata dari persatuan dan kekompakan masyarakat.
d. Sila keempat, Kebiasaan warga Indonesia yang melakukan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan dengan diskusi untuk mencapai mufakat.
e. Sila kelima tampat dalam praktik ngayah di Bali, yaitu kegiatan kerja sukrela demi kepentingan Bersama agar kesejahteraan dapat dirasakan seluruh masyarakat.

D. Menurut saya upaya menjaga dan melestarikan kearifan local yang selaras dengan etika Pancasila dapat dilakukan dengan terus memperkuat sikap toleransi antarumat beragama, sehingga setiap orang dapat menjalankan keyakinan dengan damai. Selain itu, mengadakan kegiatan atau festival budaya lintas suku juga penting untuk menumbugkan rasa persatuan dan memperkenalkan keberagaman sebagai kekayaan bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by NABILA ALICE GUSTIANA -

Nama: NABILA ALICE GUSTIANA

NPM: 2515012007

Kelas: B

A. Pendapat mengenai isi artikel tersebut menyatakan bahwa stigma negatif terhadap anak zaman sekarang yang disebut kurang sopan bukanlah gambaran keseluruhan. Namun, ada kekhawatiran karena perilaku kurang sopan seperti hinaan dan komentar pedas semakin marak, yang dapat menurunkan budaya sopan santun Indonesia. Hal positif yang bisa diambil adalah pentingnya kesadaran bahwa kebebasan bertindak ada batasnya, yaitu tidak merugikan atau menyakiti orang lain, sehingga setiap individu harus menjaga akhlak agar budaya sopan santun dan nilai moral Indonesia tetap lestari.

B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel adalah bahwa Pancasila menjadi pedoman moral dan etika yang mengatur perilaku masyarakat Indonesia. Nilai-nilai Pancasila seperti kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, serta ketuhanan yang maha esa mengajarkan kita untuk berperilaku sopan santun, toleran, dan bermoral baik. Artikel mengingatkan bahwa akhlak dan norma yang baik harus dijaga agar selaras dengan nilai-nilai Pancasila, yang membatasi kebebasan agar tetap dalam koridor kebaikan dan kesopanan.

C. Berbagai kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila antara lain:

1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa: nilai menghormati perbedaan agama dan kepercayaan.

2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: budaya gotong royong, saling menghormati, dan toleransi antarwarga.

3. Sila Persatuan Indonesia: tradisi musyawarah dan mufakat dalam pengambilan keputusan masyarakat.Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam 

4. Permusyawaratan/Perwakilan: nilai demokrasi ala adat dan penghormatan suara bersama.

5. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: prinsip keadilan dan keseimbangan dalam pembagian hasil serta saling bantu dalam komunitas.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang terkait dengan sistem etika Pancasila dapat dilakukan dengan:

1. Pendidikan budaya sejak dini untuk mengenalkan nilai-nilai lokal dan Pancasila.

2. Melibatkan generasi muda dalam aktivitas adat dan tradisi sebagai bentuk pembelajaran langsung.

3.Mengaktifkan peran masyarakat dan komunitas dalam menjaga tradisi dan norma baik.

4. Memanfaatkan media dan teknologi untuk mendokumentasikan dan menyebarkan nilai kearifan lokal.

5.Mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan sosial yang menguatkan nilai gotong royong dan toleransi.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Melati Fatika Sari -
NAMA : MELATI FATIKA SARI
NPM : 2515012031
KELAS : B

A. Pendapat tentang isi artikel & hal positif yang dapat diambil

Artikel tersebut menyadarkan bahwa anggapan “anak zaman sekarang kurang sopan” sebenarnya tidak sepenuhnya benar, karena sopan santun itu bergantung pada individu, bukan generasi. Artikel ini menekankan pentingnya menjaga perilaku, ucapan, dan etika dalam masyarakat agar tidak menyinggung atau melukai orang lain.
Hal positif yang bisa diambil:

Kita diingatkan untuk bijak dalam bertindak dan berkata.

Kebebasan tetap harus dibatasi oleh norma, etika, dan tanggung jawab.

Budaya sopan santun Indonesia adalah identitas positif yang harus dijaga.



---

B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel

Isi artikel sangat terkait dengan nilai etika dalam Pancasila, karena:

Pancasila mengajarkan sikap saling menghormati, toleransi, dan perilaku yang bermoral baik.

Artikel membahas pentingnya menjaga etika sosial, tidak merendahkan orang lain, serta bertindak sesuai norma – hal yang sejalan dengan sila 1–5.

Pancasila menjadi pedoman moral agar kebebasan individu tidak merugikan orang lain dan tetap menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan.



---

C. Kearifan lokal terkait sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila

Berbagai kearifan lokal Indonesia yang mencerminkan etika Pancasila antara lain:

1. Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa

Tradisi gotong royong membangun masjid/gereja/pura.

Sikap saling menghargai perbedaan keyakinan dalam upacara adat.



2. Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Budaya tepa selira (Jawa): empati dan tidak menyakiti perasaan orang lain.

Mapalus (Minahasa): saling menolong tanpa pamrih.



3. Sila 3 – Persatuan Indonesia

Sasi (Maluku): menjaga alam bersama demi kepentingan masyarakat.

Upacara adat yang mempertemukan berbagai suku sebagai simbol persatuan.



4. Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan…

Musyawarah mufakat dalam lembaga adat.

Rembug desa: diskusi bersama untuk menyelesaikan masalah.



5. Sila 5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Subak (Bali): sistem pembagian air yang adil untuk semua petani.

Gotong royong: pembagian tugas yang merata untuk kepentingan bersama.





---

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal terkait etika Pancasila

Mengajarkan kearifan lokal sejak kecil melalui sekolah, keluarga, dan lingkungan.

Menggunakan dan mempraktikkan nilai-nilai lokal seperti sopan santun, gotong royong, musyawarah, dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.

Mendukung kegiatan adat dan budaya agar tetap hidup di tengah modernisasi.

Mempromosikan budaya lokal melalui media sosial secara positif.

Melibatkan generasi muda dalam kegiatan budaya dan komunitas untuk menumbuhkan rasa memiliki.

Melestarikan bahasa daerah, tradisi, dan upacara adat sebagai bentuk identitas bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Azizah Nur Fadilah -
Nama: Azizah Nur Fadilah
NPM: 2515012078
Kelas: B

Tugas Analisis Soal dari Artikel “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita”

A. Pendapat mengenai isi artikel dan hal positif yang bisa diambil
Menurut saya, artikel ini sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Banyak orang menilai anak zaman sekarang kurang sopan, padahal tidak semuanya begitu. Hal positif yang saya ambil adalah ajakan untuk tetap menjaga budaya sopan santun, ramah-tamah, dan toleransi yang sudah menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Artikel ini mengingatkan saya bahwa kebebasan berperilaku harus tetap dibatasi oleh norma dan etika agar tidak merugikan orang lain.

B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Isi artikel ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Seperti contohnya, sila kedua menekankan pentingnya kemanusiaan yang adil dan beradab, yang berarti kita harus menghargai orang lain dan tidak merendahkan martabatnya. Sila ketiga mengajarkan persatuan, sehingga sikap kasar atau intoleran jelas bertentangan dengan semangat kebersamaan. Bagi saya, Pancasila adalah pedoman etika yang membatasi kebebasan agar tetap bermoral, persis seperti pesan utama artikel ini.

C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
Banyak kearifan lokal yang mencerminkan etika Pancasila. Contohnya,
slametan di Jawa sebagai wujud syukur (sila ke-1),
tepo seliro atau tenggang rasa sebagai bentuk kemanusiaan (sila ke-2),
dan subak di Bali sebagai sistem pengairan yang adil (sila ke-5).
Untuk sila ke-3, saya melihat kearifan lokal Lampung yaitu falsafah piil pesenggiri yang menekankan harga diri, kehormatan, dan etika dalam bergaul. Nilai ini menjaga keharmonisan antarwarga dan memperkuat persatuan masyarakat multikultural Lampung.
Sedangkan sila ke-4 tercermin dalam tradisi musyawarah desa atau rembug desa untuk mengambil keputusan bersama. Semua contoh ini menunjukkan bahwa etika bangsa kita sudah lama tertanam dalam budaya lokal.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
Menurut pendapat saya, cara terbaik untuk menjaga kearifan lokal adalah dengan membiasakan diri mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, tetap aktif bergotong royong di lingkungan, menghormati perbedaan, dan menjunjung tinggi sopan santun. Selain itu, pendidikan sejak dini juga penting agar generasi muda tidak kehilangan identitas budaya. Saya juga percaya bahwa media sosial bisa digunakan untuk menyebarkan konten positif tentang budaya bangsa, sehingga nilai-nilai Pancasila tetap relevan di era globalisasi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Ghefira Athiyya Anandita -
Nama: Ghefira Athiyya
NPM: 2515012017
Kelas: B

A. Pendapat tentang isi artikel dan hal positif yang dapat diambil

Menurut pendapat saya, artikel itu mengangkat fenomena sosial yaitu anggapan bahwa “anak zaman sekarang kurang sopan”. Artikel menyoroti bahwa anggapan ini muncul bukan tanpa alasan, tetapi juga tidak bisa digeneralisasi (di pukul rata) untuk semua generasi muda. Artikel ini mengajak pembaca untuk melihat bahwa perubahan zaman dan globalisasi memang membawa pengaruh besar terhadap sikap dan perilaku generasi modern, namun nilai kesopanan dan etika tetap perlu dipertahankan.

Menurut saya ada beberapa hal positif yang dapat diambil dari artikel tersebut:

1. Kesadaran bahwa perubahan sosial harus diimbangi dengan etika. Kebebasan berekspresi tidak boleh melanggar batas moral dan norma.

2. Pengingat untuk menjaga budaya sopan santun sebagai identitas bangsa.

3. Ajakan untuk tidak mengikuti kebiasaan buruk yang dapat merusak karakter generasi muda, terutama yang muncul dari media sosial.

4. Penekanan bahwa globalisasi tidak seharusnya menghapus nilai-nilai luhur bangsa, tetapi justru mendorong kita mempertahankan budaya baik Indonesia.





B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel

Pancasila merupakan dasar moral dan etika bangsa Indonesia. Artikel tersebut secara tidak langsung menyoroti hilangnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari generasi muda. Hubungannya dapat dilihat sebagai berikut:

1. Sila ke-1 dan ke-2 menuntut manusia Indonesia untuk menjunjung nilai moral, kemanusiaan, dan kesadaran bahwa perbuatan yang menyakiti orang lain adalah tindakan yang tidak sesuai etika.


2. Sila ke-3 mengajarkan persatuan dan sikap saling menghargai perbedaanbertolak belakang dengan tindakan menghina, merendahkan, atau melakukan perundungan yang marak di media sosial.


3. Sila ke-4 mengandung nilai musyawarah, mencerminkan pentingnya etika dalam berkomunikasi dan menyampaikan pendapat.


4. Sila ke-5 menekankan keadilan yang harus diwujudkan melalui perbuatan yang bermoral dan menghargai manusia lain.

terlihat artikel tersebut menyoroti melemahnya penerapan etika Pancasila dalam pola interaksi sosial masyarakat modern, dan mengajak untuk kembali menghidupkan nilai-nilai tersebut dalam perilaku.


C. Berbagai kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila

Berikut contoh kearifan lokal yang sesuai dengan tiap sila:

Sila 1 Ketuhanan Yang Maha Esa

Tradisi saling menghormati antar pemeluk agama, misalnya saat umat hindu memperingati nyepi, umat agama lain menghormati.

Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Gotong royong (di seluruh Indonesia), mencerminkan kemanusiaan dan solidaritas.


Sila 3 Persatuan Indonesia
Kenduri atau Selamatan
Tradisi adat makan bersama untuk mensyukuri suatu peristiwa Nilai persatuan:
Nilai etika:
Menyatukan seluruh warga tanpa membedakan status.



Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Musyawarah Adat Minangkabau (Rapek Nagari)

Asal: Sumatera Barat
Penjelasan:

Dalam sistem adat Minangkabau, setiap keputusan pentimg diambil melalui rapek nagari (rapat desa adat).
Nilai pancasila:

Mengutamakan musyawarah dan setiap pihak diberi kesempatan berbicara.



Sila 5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sistem subak di Bali sebagai bentuk keadilan pengelolaan air bagi semua petani.



D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang terkait sistem etika Pancasila

1. Mengintegrasikan nilai kearifan lokal dalam pendidikan, baik melalui kurikulum maupun kegiatan sekolah seperti upacara adat, gotong royong, dan diskusi budaya.


2. Menghidupkan kembali tradisi daerah melalui festival budaya, kegiatan seni, dan pelestarian upacara adat.


3. Mengajarkan nilai etika Pancasila di keluarga, terutama sopan santun, toleransi, dan gotong royong.


4. Memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan konten positif tentang budaya dan kearifan lokal agar lebih dikenal oleh generasi muda.


5. Mendukung komunitas yang bergerak dalam pelestarian budaya, seperti sanggar tari, kelompok kerajinan, komunitas adat, dan museum lokal.


6. Menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam hal berperilaku, berkomunikasi, dan bertindak terhadap orang lain.


7. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat untuk melindungi situs budaya, tradisi, bahasa daerah, hingga aturan adat yang masih relevan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Andini Larasati -
Nama : Andini Larasati
NPM : 2515012058
KELAS :A

A.Artikel ini memberikan penjelasan yang jelas bahwa hukum tidak bisa dilepaskan dari etika. Menurut saya, artikel ini bermanfaat karena mengingatkan bahwa hukum harus dibangun dari nilai moral, bukan hanya aturan formal. Hal positif yang dapat diambil adalah penekanan bahwa etika berfungsi sebagai dasar, pengarah, dan pencegah penyimpangan sebelum hukum turun tangan.

B.Pancasila berisi nilai moral yang menjadi pedoman hidup bangsa. Artikel menegaskan bahwa etika adalah fondasi hukum, sehingga Pancasila sebagai sistem etika bangsa sejalan dengan gagasan bahwa hukum Indonesia harus berakar pada nilai moral masyarakat dan nilai dasar negara.

C.Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa
Kearifan lokal:
Tradisi selametan (Jawa)
Nyepi (Bali)

Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Kearifan lokal:
Gotong royong
Mapalus (Minahasa)

Sila 3 – Persatuan Indonesia
Kearifan lokal:
Bhinneka Tunggal Ika (Majapahit)
Tradisi hidup rukun antar umat beragama

Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Kearifan lokal:
Musyawarah adat
Rembug desa

Sila 5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kearifan lokal:
Huma betang (Dayak – hidup bersama secara adil)
Subak (sistem irigasi adil di Bali)
Arisan sebagai distribusi ekonomi berbasis komunitas

D.1. Mengajarkan nilai-nilai lokal sejak di keluarga dan sekolah.
2. Mendukung komunitas adat agar tetap menjalankan tradisi.
3. Mendokumentasikan tradisi dalam media modern.
4. Mengadakan festival budaya dan kegiatan kreatif.
5. Pemerintah memberi dukungan dan perlindungan budaya.
6. Menerapkan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Alya Viantrika Nabila -
Nama:Alya Viantrika Nabila
Npm:2515012026
Kelas:B


A. Pendapat tentang isi artikel dan hal positif yang bisa diambil
Artikel tersebut mengingatkan kita bahwa meski anak muda sering dicap kurang sopan, sebenarnya tidak semua begitu. Hal positif yang bisa diambil adalah ajakan untuk tetap menjaga sikap, perkataan, dan perilaku agar tidak merugikan orang lain. Artikel ini juga menekankan pentingnya budaya sopan santun dan toleransi yang sudah menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Pancasila adalah pedoman hidup bangsa yang berisi nilai-nilai etika. Isi artikel sejalan dengan Pancasila karena: Sila 1 Ketuhanan Yang Maha Esa menghormati agama dan kepercayaan orang lain.
Sila 2 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab bersikap sopan, tidak menghina, dan peduli sesama.
Sila 3 Persatuan Indonesia menjaga persatuan meski berbeda suku, agama, dan budaya.
Sila 4 Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan musyawarah untuk keputusan bersama, bukan semaunya sendiri.
Sila 5 Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia kebebasan dibatasi norma demi keadilan dan kesejahteraan bersama.

C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
Beberapa contoh kearifan lokal yang mencerminkan nilai Pancasila:
Sila 1 (Ketuhanan Yang Maha Esa): Tradisi selametan atau doa bersama sebagai wujud syukur kepada Tuhan.
Sila 2 (Kemanusiaan yang adil dan beradab): Gotong royong membantu tetangga saat ada kesulitan.
Sila 3 (Persatuan Indonesia): Upacara adat yang mempertemukan berbagai suku, misalnya Festival Danau Toba yang melibatkan banyak budaya.
Sila 4 (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan): Musyawarah desa untuk mengambil keputusan bersama.
Sila 5 (Keadilan sosial): Tradisi subak di Bali, yaitu sistem pembagian air sawah secara adil.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia
Supaya kearifan lokal tetap hidup, kita bisa:
Mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya tetap gotong royong dan ramah pada orang lain.
Mengajarkan kepada generasi muda, lewat sekolah, keluarga, atau komunitas.
Mengadaptasi dengan zaman, misalnya memperkenalkan tradisi lewat media sosial atau festival budaya.
Bangga dan tidak malu dengan budaya sendiri, karena budaya sopan santun dan toleransi adalah identitas bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Muhammad Atha Virgie Saputra -
Nama: Muhammad Atha Virgie Saputra
NPM: 2515012073
Kelas: B

Tugas Analisis Soal dari Artikel “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita”

A. Pendapat mengenai isi artikel dan hal positif yang bisa diambil
Menurut saya, artikel tersebut berkaitan dengan keadaan anak muda saat ini. Banyak orang beranggapan (khususnya generasi orang tua seperti baby boomer) bahwa anak zaman sekarang tidak memiliki sikap sopan santun, padahal tidak semuanya seperti itu. Banyak anak generasi muda diluar sana yang memahami dan paham cara mengimplementasikan sikap sopan santun, namun hanya tidak ter ekspos saja. Hal positif yang saya ambil adalah ajakan untuk tetap menjaga budaya sopan santun, ramah-tamah, dan toleransi yang sudah menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Artikel ini mengingatkan saya bahwa kebebasan berperilaku harus tetap dibatasi oleh norma dan etika.

B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Isi artikel ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Contoh:
a. Sila ke-2 (kemanusiaan yang adil dan beradab) yang berarti kita harus menghargai orang lain dan tidak merendahkan martabatnya.
b. Sila ke-3 (Persatuan Indonesia) mengajarkan persatuan, sehingga sikap intoleran bertentangan dengan semangat kebersamaan.

C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
Banyak kearifan lokal yang mencerminkan etika Pancasila, contoh:
a. Sila ke-1, slametan di daerah pulau Jawa yang mengimplementasikan sikap rasa syukur;
b. Sila ke-2, mappatabe sebagai bentuk hormat dan pengakuan akan keberadaan martabat orang lain;
c. Sila ke -3, falsafah piil pesenggiri(Lampung) yang menekankan harga diri, kehormatan, dan etika dalam bergaul;
d. Sila ke-4, tradisi musyawarah di wilayah perkampungan/desa untuk mengambil keputusan bersama; dan
e. Sila ke-5, subak di Bali sebagai sistem pengairan yang adil.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
Menurut saya, cara terbaik untuk menjaga dan melestarikan sistem etika dalam kearifan lokal di Indonesia adalah mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan mengajarkan ke anak-anak yang lebih muda. Seperti tetap aktif bergotong royong di lingkungan, serta memiliki sikap toleransi yang tinggi. Selain itu, pendidikan sejak dini juga penting agar generasi muda tidak kehilangan identitas budaya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Citra Elkana Nainggolan -
Nama: Citra Elkana Nainggolan
Npm: 2515012077
Kelas: B

Analisis Soal

A.Bagaimanakah pendapatmu mengenai isi artikel tersebut? Hal positif apa yang bisa anda ambil?

Artikel tersebut menekankan bahwa sopan santun adalah bagian penting dari budaya Indonesia, dan perubahan zaman tidak seharusnya menghilangkan nilai tersebut. Isi artikel mengajak generasi muda untuk lebih sadar, bijak, dan bertanggung jawab dalam bertindak maupun berbicara, terutama di media sosial. Hal positif yang dapat diambil adalah ajakan untuk tetap menjaga etika, tidak menyakiti orang lain, serta bangga dengan nilai moral bangsa yang sudah menjadi identitas kita sejak lama.


B. Jelaskan bagaimanakah hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut?

Isi artikel ini sangat selaras dengan nilai-nilai etika dalam Pancasila. Artikel tersebut menegaskan bahwa kebebasan tetap memiliki batas, sama seperti ajaran Pancasila yang mengatur cara kita menghargai sesama, hidup rukun, dan bertindak dengan bijaksana. Nilai beradab, bertoleransi, menjaga kerukunan, dan berhati-hati dalam menyampaikan pendapat semuanya merupakan cerminan langsung dari sila-sila dalam Pancasila. Dengan kata lain, artikel ini mengajak masyarakat kembali hidup sesuai etika Pancasila.


C. Sebutkan dan jelaskan berbagai kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila

Indonesia memiliki banyak kearifan lokal yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Contohnya adalah budaya gotong royong yang menunjukkan kebersamaan, tepa selira atau tenggang rasa yang mengajarkan empati, budaya basudara yang menekankan persaudaraan, serta tradisi musyawarah adat dalam mengambil keputusan bersama. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sejak dulu sudah menjunjung tinggi sopan santun, kebersamaan, dan keadilan, sama seperti etika yang diatur dalam Pancasila.


D.Bagaimanakah cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila

Untuk menjaga kearifan lokal, kita harus mulai dari diri sendiri dengan mempraktikkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, seperti bersikap sopan, membantu sesama, dan menghargai perbedaan. Kearifan lokal juga bisa dilestarikan dengan mengajarkannya kepada generasi muda, mendukung kegiatan budaya di lingkungan sekitar, serta menerapkan nilai-nilai seperti gotong royong dan toleransi dalam kehidupan modern, termasuk di media sosial. Dengan cara tersebut, kearifan lokal Indonesia dapat tetap hidup dan menjadi pedoman etika masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Prawira ‎ -
Analisis soal artikel “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita”

Nama:Prawira
Npm:2515012046
Kelas:B

A. Pendapat & Hal Positif Artikel

Artikel menegaskan bahwa anggapan “anak zaman sekarang kurang sopan” tidak sepenuhnya benar. Banyak anak muda yang tetap berperilaku baik, namun sebagian kecil yang bersikap negatif membuat generasi muda dicap buruk. Hal positif yang bisa dipetik adalah ajakan untuk menjaga sopan santun, memahami batasan kebebasan, dan mempertahankan budaya positif Indonesia agar tidak hilang karena arus globalisasi.



B. Hubungan Pancasila dengan Isi Artikel

Isi artikel sangat berkaitan dengan etika Pancasila. Nilai kemanusiaan (Sila 2) terlihat dari larangan menyakiti orang lain dengan ucapan atau tindakan. Persatuan (Sila 3) muncul lewat ajakan menjaga budaya sopan santun yang menjadi ciri bangsa Indonesia. Kebijaksanaan dalam berpendapat (Sila 4) tercermin dari himbauan untuk tidak sembarangan berkata kasar. Sementara keadilan dan moral (Sila 5) menuntut kita berperilaku adil dan menghargai sesama.



C. Kearifan Lokal yang Terkait dengan Etika Pancasila

Banyak kearifan lokal yang mendukung nilai etika Pancasila, seperti:

Tepo seliro (Jawa) dan mapalus (Minahasa) yang mengajarkan empati dan tolong-menolong.

Gotong royong yang merupakan budaya nasional dan mencerminkan persatuan dan kebersamaan.

Musyawarah adat di berbagai daerah yang mencerminkan nilai permusyawaratan.

Praktik subak di Bali atau sasi di Maluku yang mengajarkan keadilan dan keseimbangan dalam mengelola sumber daya.



D. Cara Melestarikan Kearifan Lokal

Kearifan lokal dapat dijaga melalui praktik sehari-hari seperti sopan santun, gotong royong, dan menghormati orang lain. Selain itu, mempelajari sejarah adat, mengikuti kegiatan budaya, mengajarkan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda, serta tetap menggunakan bahasa daerah juga menjadi cara melestarikannya. Nilai-nilai lokal juga perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman agar tetap relevan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Kezia Yemima Situmeang -
NAMA; KEZIA YEMIMA SITUMEANG
NPM: 2515012070

A. Pendapat & hal positif
Artikel ini menegaskan pentingnya menjaga sopan santun di era modern. Hal positifnya: kita diingatkan untuk bertindak bijak, tidak menyakiti orang lain, dan tetap memegang nilai budaya.

B. Hubungan dengan Pancasila
Isi artikel sesuai dengan etika Pancasila, terutama soal menghormati sesama, menjaga persatuan, serta membatasi kebebasan dengan tanggung jawab moral.

C. Kearifan lokal terkait etika Pancasila
1. Gotong royong
2. Tepo seliro
3. Musyawarah
Semua mencerminkan nilai kemanusiaan, persatuan, keadilan, dan kebijaksanaan.

D. Cara melestarikannya
1. Membiasakan sikap sopan dan tolong-menolong
2. Mengajarkan budaya lokal pada generasi muda
3. Mengikuti kegiatan adat
4. Menjadikan nilai lokal sebagai pedoman perilaku sehari-hari
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Callista Apsarini Syahlaa -

Analisis Soal dari Artikel "Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita"


Nama: Callista Apsarini Syahlaa

NPM: 2515012003

Kelas: A


A. Artikel tersebut menerangkan pandangan terhadap fenomena menurunnya sopan santun dan etika dalam masyarakat, terutama pada generasi muda. Penulis menekankan bahwa perubahan zaman dan globalisasi bukanlah alasan untuk meninggalkan budaya positif Indonesia, seperti kesopanan, keramahan, dan toleransi.

Hal positif yang dapat diambil:

1. Mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi harus tetap memperhatikan norma dan etika.

2. Mengajak pembaca untuk tidak mengikuti budaya “akhlak-less” yang mengabaikan sopan santun.

3. Menekankan pentingnya menjaga budaya lokal sebagai identitas bangsa.

4. Memberikan kesadaran bahwa dampak globalisasi harus dihadapi dengan bijak, bukan dengan meniru perilaku buruk.


B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dalam artikel tersebut berkaitan. 

1. Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa)

Mengajak manusia untuk berperilaku baik, menghormati sesama, dan menjauhi tindakan yang menyakiti orang lain.

2. Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab)

Artikel menekankan pentingnya bersikap beradab: tidak menghina, tidak merendahkan orang lain. 

3. Sila ke-3 (Persatuan Indonesia)

Perilaku sopan dan saling menghormati, memperkuat persatuan dan menghindari konflik sosial.

4. Sila ke-4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan)

Berkomunikasi dengan sopan serta menghargai pendapat orang lain merupakan penerapan demokrasi yang beretika.

5. Sila ke-5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia)

Mengajarkan bahwa setiap orang berhak diperlakukan dengan hormat dan adil, sesuai norma sosial.


C. Beberapa kearifan lokal Indonesia yang selaras dengan etika Pancasila:

1. Gotong Royong (Sila ke-3 dan ke-5)

Budaya kerja bersama tanpa pamrih mencerminkan persatuan dan keadilan sosial.

2. Toleransi (Sila ke-2)

Berempati, memahami perasaan orang lain, serta menghindari tindakan yang menyakiti orang lain.

3. Musyawarah untuk Mufakat (Sila ke-4)

Penyelesaian masalah bersama dengan cara damai dan bijaksana.

4. Sopan santun/Unggah-ungguh (Sila ke-1 dan ke-2)

Budaya Jawa yang menekankan tata krama dalam berbicara dan berperilaku.

6. Tradisi Kenduri/Syukuran (Sila ke-1)

Wujud rasa syukur kepada Tuhan dan menjaga hubungan sosial antarwarga.


D. Cara untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang selaras dengan Pancasila:

1. Menerapkan nilai sopan santun dalam kehidupan sehari-hari 

2. Menguatkan budaya gotong royong di lingkungan sekitar 

3. Mengajarkan kearifan lokal sejak dini di keluarga dan sekolah.

4. Melestarikan tradisi lokal melalui kegiatan budaya, festival, dan pembelajaran sekolah.

5. Menggunakan media sosial secara bijak untuk menyebarkan nilai positif, bukan hinaan atau ujaran kebencian.


In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Adeline Trianita Maulana 2515012029 -

Nama : Adeline Trianita Maulana

NPM : 2515012029

Kelas : A


A. Pendapat & Hal Positif

Artikel ini mengingatkan bahwa menurunnya sopan santun terjadi karena kebiasaan buruk yang dibiarkan dan pengaruh globalisasi. Hal positifnya: ajakan menjaga etika, memahami batas kebebasan, serta mempertahankan budaya sopan santun Indonesia.


B. Hubungan Pancasila dengan Artikel

Isi artikel selaras dengan Pancasila karena menekankan moral (sila 1), sikap beradab (sila 2), menjaga keharmonisan (sila 3), bijak menggunakan kebebasan (sila 4), dan menciptakan keadilan melalui saling menghormati (sila 5).


C. Contoh Kearifan Lokal yang Terkait Etika Pancasila

Gotong royong

Sopan santun bertutur

Musyawarah desa

Unggah-ungguh (tata krama)

Toleransi antar agama


D. Cara Menjaga & Melestarikan Kearifan Lokal

Membiasakan sopan santun dalam kehidupan dan media sosial

Mengajarkan nilai budaya sejak dini

Mengikuti kegiatan budaya dan gotong royong

Menjaga penggunaan bahasa/adat lokal

Menerapkan nilai Pancasila dalam perilaku sehari-hari


In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Zaskia Anastasya -

Nama : Zaskia Anastasya 

NPM : 2515012055 

Kelas : B


A. Menurut pendapat saya, artikel ini membahas fenomena menurunnya kesopanan generasi muda. Namun asumsi bahwa "anak zaman sekarang kurang sopan" sebenarnya kurang tepat, karena fenomena ini sebagian besar hanya perubahan cara berkomunikasi yang kurang/tidak dipahami generasi sebelumnya.

Hal positif yang bisa diambil adalah ajakan untuk menjaga nilai sopan santun, empati dan batasan agar tidak merugikan orang lain.


B. Sila pertama berhubungan dengan menjaga moral karena tanggung jawab kepada Tuhan.

Sila kedua berhubungan dengan larangan menghina atau merendahkan martabat manusia.

Sila ketiga berhubungan dengan sopan santun menjaga harmoni sosial dan persatuan.

Sila keempat berhubungan dengan sikap santun diperlukan untuk musyawarah yang bijak.

Sila kelima berhubungan dongen prilaku yang adil dan tidak merugikan orang lain mendukung keadilan sosial.


C. Sila 1: Moralitas berbasis keimanan, integritas batin, penghormatan terhadap keyakinan.

Sila 2: Penghormatan atas martabat manusia, tanpa kekerasan, empati.

Sila 3: Solidaritas dan identitas bersama.

Sila 4: Diskusi pendapat, musyawarah, gotong royong

Sila 5: Keseimbangan, pemerataan, tanggung jawab sosial.


D. Dengan cara menghidupkan nilai-nilainya dalam konteks modern. (Misalnya gotong royong digital, etika berdiskusi di media sosial).

• Pendidikan nilai, bukan hanya hapalan budaya.

• Dokumentasi dan digitalisasi tradisi.

• Kolaborasi antar generasi dan komunitas.

• Memilih kearifan lokal yang sesuai dengan HAM dan nilai Pancasila.



In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Raffa Adelia -
Pertemuan 11 analisis soal
NAMA : RAFFA ADELIA
NPM : 2515012069
KELAS : B

A. Bagaimanakah Pendapatmu mengenai isi artikel tersebut? Hal Positir apa yang bisa diambil?
Menurut saya, artikel ini sangat relevan dan tepat waktu. Prilaku "kurang sopan" yang disorot memang sering terlihat, terutama di ranah digital. Artikel ini berfungsi sebagai kritik internal yang Membangun bagi generasi kita sendiri.

Nilai Positif yang bisa diambil:
- Akhlak-less' bukanlah identitas atau warisan budaya indonesia. Identitas kita adalah toleransi dan sopan santun,
- kebebasan berekspresi memang adanya, tetari harus dibatasi oleh etika dan norma. tidak ada Pembenaran untuk menyakiti martabat orang Lain hanya karna "bebas"
- Mendorong generasi muda untuk merefleksikan Perilakunya yang dinilai negatif oleh masyarakat dan Bertanggung jaurab untuk memperbaiki citra tersebut.

B.Jelaskan baganian hubungan Pancusila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut?
Hubungannya esensial. Pancasila adalah sumber etika tertinggi, dimana perilaku "akhlak-less" jelas melanggar Sila ke-2 (kemanusiaan yang adil dan berudab). Cita-cita "akhlak Plus-plus" yang diserukan Artikel adalah tujuan utama dari etika Pancasila, Yakus menjadi manusia bermoral yang menjunjung tinggi Adab dan norma.

C. Sebutkan dan Jelaskan berbagai kearifan lokal dilndonesia yang terkait dengan sistem etika Berdasarkan sila-sila Pancasila.
1. Pela gendong (maluku)
Menunjukkan elika toleransi setati, bahwa perbedaan agama bukan penghalang Persatuan.
2. Tepas salira (Sunda)
Etika empati dan tenggong nasa. Ini wajib kita terapkan di media sosial Agar tidak mudah berkomentar Pedas.
3. gotong royong
Etika slidaritas. menemparkan kerendingan kelompok diatas ego Pribadi
4. musyawarah adat
etika Demokrasi yang santun dan mengutamakan murakat, bukan Sekedar Voting mayoritas yang memaksakan.
5. Subak (Balil
Etika keadilan dan keberlanjutan dalam Pembagian sumber daya.

D. Bagaimanakah cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di'indonesia yang terkait dengan Sistem etika berdasarkan sila Pancasila?
-Praktikkan etika kearifan lokal (misal Tepas salira) dalam interaksi sehari-hari dan didunia maya. kita harus Jadi rde model, bukan bagian dari masalah.
-kita harus mendesak agar nilai-nilai etika Pancasila dan kearifan lokal tidak hanya menjadi Mata Pelajaran hafalan, tari disajikan sebagai soft skill yang relevan untuk Sukses di eruglohul.
-Manfaatkan Platform digital untuk memviralkan konten 2 yang mengajarkan etika dan budaya Positif "akhlak plus-plus", sebagai lawan terhadap konten toxic.
-mendorong peran kelvarya Sebagai agen Sosialisasi utama untuk menanamkan sopan santun, dan empati sejak dini
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Kaysan Al Faizan -
Nama: Kaysan Al Faizan
NPM: 2515012047

A. Pendapat mengenai isi artikel & hal positif yang bisa diambil

Pendapat:
Artikel ini menyampaikan refleksi penting tentang perubahan perilaku sosial generasi muda di era modern. Penulis menyoroti bagaimana sopan santun, etika komunikasi, dan penghormatan antar sesama mulai memudar akibat pengaruh teknologi, media sosial, dan globalisasi. Artikel ini tidak menyalahkan generasi muda secara sepihak, tetapi mengajak untuk introspeksi bahwa kebebasan tetap memiliki batas selama kita hidup sebagai makhluk sosial.

Hal positif yang bisa diambil:

Menguatkan kesadaran etika dalam pergaulan.
Artikel mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi harus tetap berlandaskan norma dan sopan santun.

Refleksi terhadap dampak globalisasi.
Kita perlu memilah budaya luar dan tidak meninggalkan budaya positif Indonesia.

Menghidupkan kembali karakter bangsa.
Indonesia dikenal ramah, sopan, dan beretika—nilai-nilai ini harus dijaga generasi muda.

Mendorong tanggung jawab individu.
Setiap tindakan atau ucapan memiliki konsekuensi, terutama di media sosial.

Menegaskan pentingnya akhlak sebagai identitas bangsa.

B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan artikel tersebut

Pancasila berfungsi sebagai sistem etika, yaitu pedoman moral yang mengatur perilaku warga negara. Isi artikel sangat selaras dengan nilai-nilai moral dalam Pancasila:

Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa
Etika berperilaku dan berkata sopan merupakan bagian dari moral keagamaan. Artikel menekankan bahwa akhlak adalah dasar manusia, selaras dengan ajaran agama.

Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Kritik terhadap perilaku menghina, mengolok, dan tidak menghargai sesama sesuai dengan nilai kemanusiaan dan adab yang wajib dijunjung.

Sila 3 – Persatuan Indonesia
Perilaku tidak sopan, intoleransi, dan mudah menyerang orang yang “berbeda” dapat memecah belah bangsa. Artikel menolak hal ini.

Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Etika berdiskusi tanpa menghina di media sosial adalah contoh praktik demokrasi yang beretika.

Sila 5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Menghormati sesama, tidak merendahkan martabat orang lain, dan saling menghargai merupakan fondasi terciptanya keadilan sosial.

Kesimpulan:
Artikel tersebut jelas menggambarkan bagaimana nilai-nilai moral dalam Pancasila harus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat agar budaya positif tidak hilang.

C. Kearifan lokal Indonesia terkait sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
1. Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa

Kearifan lokal:

Upacara keagamaan (tahlilan, selamatan, ngaben, mapalus, dsb.)

Unggah-ungguh (Jawa), yaitu tata krama berbicara & sopan santun.

Kaitannya:
Mengajarkan etika beribadah, menghormati Tuhan, dan mengajarkan perilaku berbudi luhur.

2. Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Kearifan lokal:

Gotong royong

Sikap tepo seliro (toleransi & empati dalam budaya Jawa)

Ma’badong (Toraja), ritual solidaritas saat berkabung.

Kaitannya:
Mengembangkan empati, solidaritas, penghargaan terhadap martabat manusia.

3. Sila 3 – Persatuan Indonesia

Kearifan lokal:

Slogan Bhineka Tunggal Ika (dari Mpu Tantular)

Tradisi Pela Gandong (Maluku), persaudaraan antar desa

Basudara (Maluku, Papua), rasa persaudaraan lintas suku.

Kaitannya:
Menjaga persatuan, menghilangkan perpecahan, dan menjunjung kerukunan.

4. Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan

Kearifan lokal:

Musyawarah adat / rapat kampung

Peran ketua adat dalam mengambil keputusan

Rembug desa (Jawa).

Kaitannya:
Mengajarkan penyelesaian masalah dengan dialog, bukan kekerasan atau penghinaan.

5. Sila 5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kearifan lokal:

Sistem subak di Bali

Sistem lumbung padi (Jawa, Sunda)

Papalele (Maluku), sistem distribusi hasil panen secara adil.

Kaitannya:
Mewujudkan keadilan dalam pembagian hasil, kesejahteraan, dan kerja sama.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal terkait sistem etika berdasarkan Pancasila

Mengajarkan kearifan lokal sejak dini
Misalnya melalui pendidikan karakter, praktik gotong royong, dan pelajaran budaya daerah.

Mengadaptasikan budaya lokal ke dunia modern
Contoh: konten edukasi di media sosial tentang sopan santun, toleransi, dan gotong royong.

Menghidupkan kembali kegiatan sosial kemasyarakatan
Seperti kerja bakti, rembug desa, acara adat, perayaan tradisional.

Memberikan teladan dalam perilaku sehari-hari
Selalu berbahasa sopan, menghargai orang lain, tidak menyebar ujaran kebencian.

Melibatkan generasi muda dalam pelestarian budaya
Workshop budaya, festival adat, lomba tradisional, pameran seni lokal.

Kolaborasi sekolah–masyarakat–pemerintah
Untuk menjaga situs budaya, tradisi, dan kegiatan lokal.

Menggunakan teknologi untuk mendokumentasikan budaya
Video budaya, arsip digital, kampanye media sosial tentang etika dan sopan santun.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by HAIKAL YUSRON -
HAIKAL YUSRON
2515012086

A. tentang isi artikel & hal positif yang saya ambil

Artikel tersebut mengingatkan bahwa perubahan zaman tidak boleh menghilangkan sopan santun dan akhlak. Meski banyak yang menilai anak zaman sekarang kurang sopan, kenyataannya tidak semuanya begitu—dan kita tetap harus menjaga perilaku agar tidak merendahkan orang lain.
Hal positifnya: kita diajak untuk tetap menjaga budaya baik Indonesia seperti kesopanan, toleransi, dan sikap saling menghargai.

B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel

Pancasila mengatur moral dan etika bangsa. Isi artikel menekankan pentingnya:
menghormati sesama,
tidak menyakiti orang lain,
budaya baik.

Semua ini sesuai dengan nilai etika Pancasila, seperti menghargai martabat manusia (Sila 2), hidup rukun dan toleran (Sila 3), serta bermusyawarah dan berperilaku santun (Sila 4 dan 5). Artikel tersebut sejalan dengan Pancasila yang menjadi pedoman perilaku masyarakat.

C. contoh kearifan lokal Indonesia terkait sistem etika (berdasarkan sila Pancasila)
1. Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa
gotong royong membangun tempat ibadah, tradisi doa bersama.
Mengajarkan kita menghormati nilai-nilai ketuhanan.
2. Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Tepo seliro (Jawa) = tenggang rasa
Mapalus (Minahasa) = saling membantu
Mengajarkan sikap saling menghargai dan tidak menyakiti.
3.Sila 3 – Persatuan Indonesia
Bhinneka Tunggal Ika, upacara adat bersama, gotong royong desa.
Menumbuhkan persatuan dalam keberagaman.
4. Sila 4 – Kerakyatan/Musyawarah
Musyawarah desa, rembug kampung.
Mengajarkan keputusan bersama secara adil dan tidak egois.
5. Sila 5 – Keadilan Sosial
Sistem lumbung padi, arisan, bagi hasil.
Mengajarkan pemerataan, saling membantu, dan keadilan.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal
1.Mengamalkan nilai sopan santun dalam kehidupan sehari-hari.
2. Menghargai perbedaan dan tidak menyebar ujaran kebencian.
3. Ikut dalam kegiatan gotong royong dan musyawarah di lingkungan.
4. Belajar dan mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
5. Menggunakan media sosial dengan beretika, tidak merendahkan orang lain.
6.Melestarikan tradisi daerah seperti adat, bahasa daerah, dan kegiatan budaya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Nanda Hanifatuzzakiyyah -
Nama : Nanda Hanifatuzzakiyyah
NPM : 2515012050
Kelas : B


A. Pendapat tentang isi artikel & hal positifnya
     Menurut saya, artikel ini mengingatkan bahwa walaupun zaman sudah berubah, sopan santun tetap penting. Benar bahwa tidak semua anak muda itu kurang sopan, tapi ada sebagian yang perilakunya membuat masyarakat menilai buruk generasinya. Hal positif yang bisa diambil:

    1. Kita diajak untuk lebih sadar diri dalam bertindak dan berbicara.
    2. Mengingatkan bahwa kebebasan harus tetap punya batas.
    3. Menegaskan pentingnya menjaga budaya baik Indonesia.
    4. Mendorong generasi sekarang untuk tetap menunjukkan akhlak yang baik.

B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel

    - Sila 1 : mengajarkan akhlak dan budi pekerti.
    - Sila 2 : menekankan sikap manusiawi, tidak menghina atau merendahkan orang lain.
    - Sila 3 : mengajak kita menjaga persatuan, bukan saling menyerang.
    - Sila 4 : mengarah pada kebiasaan berdiskusi baik-baik, bukan emosi.
    - Sila 5 : mengingatkan agar kita berlaku adil dan menghargai sesama.

    Jadi, artikel tersebut sebenarnya mengajak kita mengamalkan etika Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

C. Contoh kearifan lokal yang sesuai sila-sila Pancasila

   1. Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa
        - Saling menghormati saat ibadah.
        - Tradisi gotong royong di masjid, gereja, pura, dan tempat ibadah.
   2. Sila 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
        - Budaya menghormati tamu.
        - Tradisi saling membantu.
   3. Sila 3 – Persatuan Indonesia
       - Upacara adat yang melibatkan seluruh warga desa.
   4. Sila 4 – Kerakyatan / Musyawarah
       - Rembug desa atau musyawarah kampung.
   5. Sila 5 – Keadilan Sosial
       - Lumbung desa untuk berbagi hasil panen.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal

     - Mengajarkan nilai sopan santun sejak kecil, baik di rumah maupun sekolah.
     - Mempraktikkan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat acara besar.
     - Menghargai perbedaan budaya tanpa merendahkan yang lain.
     - Menggunakan media sosial untuk menyebarkan hal positif, bukan provokasi.


In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Dita ayu lestari -
nama : Dita Ayu Lestari
NPM: 2515012015
kelas: B
A. Pendapat mengenai isi artikel dan hal positif yang dapat diambil
Menurut saya, artikel “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita” menyampaikan kritik sosial yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, khususnya perilaku sebagian generasi muda di tengah arus globalisasi dan perkembangan media sosial. Artikel ini tidak serta-merta menyalahkan generasi muda, tetapi mengajak pembaca untuk melakukan refleksi diri terhadap sikap, tutur kata, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Hal positif yang dapat diambil dari artikel ini adalah pesan moral tentang pentingnya menjaga sopan santun, etika, dan akhlak dalam bermasyarakat. Artikel ini juga mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi memiliki batas, yaitu norma dan perasaan orang lain. Selain itu, artikel mendorong generasi muda untuk tetap bangga dan mempertahankan budaya luhur Indonesia yang dikenal ramah, santun, dan toleran.
B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Pancasila sebagai sistem etika berfungsi sebagai pedoman moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Isi artikel tersebut sangat selaras dengan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam menekankan pentingnya etika, norma, dan tanggung jawab sosial.
Nilai etika Pancasila tercermin dalam ajakan untuk tidak merendahkan orang lain, menghargai perbedaan, serta menjaga sikap dan tutur kata. Hal ini berkaitan dengan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, yang menuntut setiap individu untuk memperlakukan sesama manusia secara bermartabat. Selain itu, sikap toleransi dan menjaga keharmonisan sosial dalam artikel juga mencerminkan sila Persatuan Indonesia. Dengan demikian, artikel tersebut merupakan bentuk penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai sistem etika dalam kehidupan modern.
C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Kearifan lokal seperti tradisi berdoa sebelum kegiatan, upacara adat keagamaan, serta sikap saling menghormati antarumat beragama mencerminkan nilai religius dan toleransi.
Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Budaya tepo seliro (Jawa), sipakatau (Bugis), dan mapalus (Minahasa) mengajarkan sikap saling menghargai, empati, dan tolong-menolong.
Sila Persatuan Indonesia
Tradisi gotong royong yang ada di hampir seluruh daerah Indonesia merupakan bentuk nyata persatuan dan kebersamaan tanpa memandang perbedaan latar belakang.
Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Musyawarah adat dalam pengambilan keputusan di desa atau komunitas adat menunjukkan nilai demokrasi dan kebijaksanaan bersama.
Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Tradisi berbagi hasil panen, sedekah bumi, dan lumbung desa mencerminkan nilai keadilan dan kepedulian terhadap kesejahteraan bersama.
D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang terkait dengan sistem etika Pancasila
Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang berkaitan dengan sistem etika Pancasila dapat dilakukan melalui beberapa upaya, antara lain dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini melalui pendidikan formal dan nonformal. Selain itu, generasi muda perlu diberi pemahaman bahwa kearifan lokal bukan sesuatu yang kuno, melainkan identitas bangsa yang relevan dengan kehidupan modern.
Pemanfaatan media sosial secara positif juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya serta nilai etika Indonesia. Di samping itu, keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan adat, gotong royong, dan musyawarah perlu terus dipertahankan agar nilai-nilai etika Pancasila tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Rafa Nur Afifah 2515012040 -
NAMA : RAFA NUR AFIFAH
NPM : 2515012040
JURUSAN : S1 ARSITEKTUR
KELAS : A

TUGAS ANALISIS SOAL, PERTEMUAN KE-11

A. Pendapat mengenai isi artikel dan hal positif yang dapat diambil
Pendapat:

Menurut saya, artikel tersebut menyampaikan bahwa meskipun zaman terus berkembang, kita tetap harus menjaga sopan santun dan sikap saling menghargai. Artikel ini memang menyinggung perilaku sebagian anak muda, tetapi tidak menyamaratakan semuanya. Intinya, kita diingatkan untuk tetap beretika dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berinteraksi di media sosial.

Hal positif yang bisa diambil dari artikel tersebut adalah pentingnya menjaga akhlak dan sopan santun, memahami bahwa kebebasan harus disertai tanggung jawab, serta menyadari bahwa budaya positif bangsa Indonesia perlu tetap dipertahankan. Selain itu, artikel ini juga mengingatkan bahwa hal kecil yang kita lakukan bisa berdampak besar bagi orang lain.


B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel

a. Sila ke-1: Artikel mengingatkan kita supaya tetap punya sikap dan akhlak yang baik.
b. Sila ke-2: Kita diajak untuk saling menghargai dan bersikap sopan ke orang lain.
c. Sila ke-3: Menjaga etika dan budaya bisa membantu menjaga persatuan.
d. Sila ke-4: Saat menyampaikan pendapat, kita harus tetap sopan dan tidak asal bicara.
e. Sila ke-5: Perilaku yang baik bisa membuat kehidupan jadi lebih adil dan rukun.

C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila

a. Sila ke-1: Tahlilan dan syukuran yang dilakukan bersama sebagai bentuk rasa syukur.
b. Sila ke-2: Gotong royong dan saling membantu di lingkungan sekitar.
c. Sila ke-3: Pela Gandong di Maluku yang mengajarkan persaudaraan walaupun berbeda.
d. Sila ke-4: Musyawarah adat saat menentukan keputusan bersama.
e. Sila ke-5: Sistem Subak di Bali yang mengatur pembagian air secara adil.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang terkait sistem etika Pancasila

a. Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa):
Menjaga kebiasaan dan tradisi yang mengajarkan rasa syukur, doa, dan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab):
Menerapkan sikap sopan, saling menghargai, dan tolong-menolong dalam pergaulan sehari-hari.
c. Sila ke-3 (Persatuan Indonesia):
Menjaga dan melestarikan budaya daerah, termasuk bahasa, tarian, dan upacara adat, agar tetap menjadi bagian dari identitas bangsa.
d. Sila ke-4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan):
Membiasakan musyawarah dalam menyelesaikan masalah dan ikut serta dalam kegiatan adat atau budaya di lingkungan sekitar.
e. Sila ke-5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia):
Bersikap adil, tidak merugikan orang lain, dan memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak untuk mengenalkan budaya secara positif.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Fuji Laras Sati -
NAMA: FUJI LARAS SATI
NPM: 2515012049
KELAS: A

A. Bagaimanakah pendapatmu mengenai isi artikel tersebut? Hal positif apa yang bisa anda ambil?

Artikel ini sangat kritis dan reflektif. Penulis berhasil menangkap keresahan sosial mengenai pergeseran etika di kalangan generasi muda tanpa terkesan menghakimi secara buta. Artikel ini menekankan bahwa kebebasan individu di Indonesia tidak bersifat mutlak, melainkan "bebas yang terbatas" oleh hak orang lain dan norma masyarakat.
Hal Positif yang Bisa Diambil:
• Mengingatkan kita untuk selalu mengevaluasi perilaku dan ucapan, terutama di media sosial.
• Memahami bahwa identitas bangsa bukan ditentukan oleh tren global yang negatif, melainkan oleh nilai-nilai yang sudah ada sejak dulu.
• Menyadari bahwa perilaku kita hari ini akan menjadi contoh bagi generasi mendatang.


B. Jelaskan bagaimanakah hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut?

Pancasila sebagai sistem etika berarti menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai struktur pemikiran untuk memandu perilaku. Hubungannya dengan artikel tersebut adalah:
• Landasan Normatif, dalam Pancasila, batasan tersebut adalah nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.
• Etika Kemanusiaan, Pancasila sebagai sistem etika melarang hal ini karena setiap individu wajib menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.
• Filter Globalisasi, Pancasila berfungsi sebagai penyaring agar budaya luar yang tidak sesuai, seperti budaya "akhlak-less" tidak merusak jati diri bangsa.


C. Sebutkan dan jelaskan berbagai kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila.

Indonesia kaya akan kearifan lokal yang secara inheren merupakan perwujudan sistem etika Pancasila:
• Sila 1 (Ketuhanan), Tri Hita Karana (Bali), menjaga keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
• Sila 2 (Kemanusiaan), Sapa Pale (Maluku), saling menyapa dan menghargai orang lain sebagai bentuk penghormatan martabat.
• Sila 3 (Persatuan), Pela Gandong (Maluku), ikatan persaudaraan antar desa/komunitas yang berbeda agama untuk menjaga kedamaian.
• Sila 4 (Kerakyatan), Rembug Desa (Jawa), tradisi musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan masalah bersama.
• Sila 5 (Keadilan), Subak (Bali), sistem irigasi yang mengedepankan keadilan dalam pembagian air bagi seluruh petani.


D. Bagaimanakah cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila

Agar etika berbasis kearifan lokal tidak hilang ditelan zaman, kita bisa melakukan langkah-langkah berikut:
• Memasukkan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam kurikulum sekolah agar anak muda mengenal akar budayanya sendiri.
• Menggunakan media sosial untuk mempromosikan aksi sopan santun dan budaya ramah tamah.
• Tokoh masyarakat dan orang tua harus menjadi contoh nyata dalam menerapkan etika budaya tabik/permisi, gotong royong
• Menyelenggarakan festival atau kegiatan yang melibatkan generasi muda dalam upacara adat yang sarat akan nilai moral.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Handaru Rakha Albaihaqi -
Nama: Handaru Rakha Albaihaqi
NPM: 2515012045
Kelas: B

A. Pendapat mengenai isi artikel dan nilai positif yang dapat diambil
Artikel “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita” menyampaikan kritik sosial terhadap menurunnya etika dan sopan santun sebagian generasi muda di tengah arus globalisasi. Artikel ini menegaskan bahwa anggapan negatif terhadap generasi muda muncul akibat perilaku sebagian individu yang tidak mencerminkan nilai moral dan etika bangsa.
Nilai positif yang dapat diambil dari artikel tersebut adalah pentingnya kesadaran akan etika dalam bertindak dan berucap, baik di kehidupan nyata maupun di media sosial. Artikel ini juga mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat harus disertai dengan tanggung jawab moral agar tidak merugikan orang lain dan masa depan bangsa.
B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Pancasila sebagai sistem etika berfungsi sebagai pedoman moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Isi artikel tersebut sangat selaras dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya:
Sila Kedua, yang menekankan penghormatan terhadap martabat manusia serta sikap saling menghargai.
Sila Keempat, yang mengajarkan etika dalam menyampaikan pendapat secara bijaksana dan bermusyawarah.
Sila Kelima, yang menuntut keadilan dan perlakuan yang layak bagi seluruh masyarakat.
Artikel tersebut mengajak generasi muda untuk kembali menjadikan Pancasila sebagai pedoman etika agar perilaku sosial tetap mencerminkan nilai luhur bangsa Indonesia.
C. Kearifan lokal di Indonesia yang berkaitan dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Tradisi berdoa sebelum memulai kegiatan dan sikap toleransi antarumat beragama.
Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Budaya sopan santun, menghormati orang tua, serta saling tolong-menolong.
Sila Persatuan Indonesia
Budaya gotong royong dan kerja bakti yang memperkuat rasa kebersamaan.
Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Tradisi musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan di lingkungan masyarakat.
Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kebiasaan berbagi hasil panen dan membantu sesama tanpa membedakan latar belakang sosial.
D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang berkaitan dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
Upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menjaga etika dan sopan santun dalam berinteraksi langsung maupun melalui media sosial, menghargai dan melestarikan budaya daerah, serta menanamkan nilai moral dan etika sejak usia dini. Selain itu, masyarakat perlu menolak normalisasi perilaku yang bertentangan dengan norma dan nilai luhur bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Ladewa Chessa Alvino -
Nama : Ladewa Chessa Alvino
NPM : 2515012013
Kelas : B

A. Pendapat & Hal Positif menurut saya adalah artikelnya ngingetin kita bahwa nggak semua anak zaman sekarang itu “kurang sopan”. Ada ajakan buat lebih sadar diri, jaga sikap, dan tetap pegang budaya sopan santun Indonesia meskipun zaman sudah modern. Hal positifnya: kita diajak untuk tetap beretika, nggak asal bertindak, dan jadi contoh yang baik.

B. Hubungan dengan Pancasila sebagai Sistem Etika.
Isi artikel sejalan sama nilai-nilai Pancasila, terutama soal menghargai orang lain, bersikap wajar dalam menggunakan kebebasan, dan menjaga kerukunan. Pancasila jadi pedoman supaya kebebasan itu tetap punya batas moral dan nggak nyakitin orang lain.

C. Kearifan Lokal yang Terkait dengan Etika Pancasila
Contohnya:
•Sila 1: Saling menghargai antaragama.
•Sila 2: Gotong royong, tolong-menolong.
•Sila 3: Tradisi yang mempersatukan warga, seperti sedekah bumi.
•Sila 4: Musyawarah desa.
•Sila 5: Sistem subak di Bali atau mapalus di Minahasa yang adil dan berbagi.

D. Cara Menjaga & Melestarikan menurut saya dengan cara , tetap mempraktikkan sopan santun, gotong royong, dan musyawarah; ngajarin budaya ke generasi muda; ikut meramaikan kegiatan adat; dan memanfaatkan media sosial buat ngenalin budaya biar tetap hidup dan dikenal.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Shera Aurellia Meylannie -
Nama : Shera Aurellia Meylannie
NPM : 2515012034
Kelas : B

A. Pendapat tentang isi artikel dan hal positif yang diambil
Menurut saya, artikel ini mengingatkan bahwa sikap dan tutur kata generasi sekarang sering dinilai kurang sopan, terutama di media sosial. Hal positif yang bisa diambil adalah pentingnya menjaga akhlak, sopan santun, dan tidak menyakiti orang lain meskipun kita hidup di zaman yang serba bebas.

B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Isi artikel sejalan dengan Pancasila yang mengajarkan etika dalam bersikap, seperti menghormati sesama dan bertanggung jawab atas kebebasan yang dimiliki. Kebebasan tetap ada, tapi harus dibatasi oleh norma dan nilai moral.

C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika Pancasila
Kearifan lokal yang berkaitan dengan etika Pancasila antara lain gotong royong, musyawarah untuk mufakat, sopan santun dalam bertutur kata, serta toleransi antar umat beragama.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal terkait sistem etika Pancasila
Kearifan lokal dapat dijaga dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, menghargai perbedaan, serta menggunakan media sosial secara bijak agar tidak merusak nilai-nilai etika yang sudah ada.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Mutiara Ramadani -
Nama : Mutiara Ramadani
NPM : 2515012062

A. Pendapat dan hal positif dari artikel
Menurut saya, artikel ini mengingatkan kita supaya lebih sadar dalam bersikap, terutama sebagai generasi muda. Tidak semua anak zaman sekarang kurang sopan, tapi memang ada sebagian perilaku yang membuat citra negatif itu muncul. Hal positifnya, artikel ini mengajak kita untuk tetap menjaga etika, sopan santun, dan tidak asal bebas dalam bertindak, apalagi jika bisa menyakiti orang lain.

B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Isi artikel sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang mengajarkan moral, toleransi, dan saling menghargai. Sikap sopan, menghormati sesama, dan bertanggung jawab atas ucapan dan tindakan adalah bagian dari etika Pancasila yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

C. Kearifan lokal terkait sistem etika Pancasila
Contohnya gotong royong, musyawarah untuk mufakat, saling menghormati orang yang lebih tua, serta toleransi antarumat beragama. Semua ini mencerminkan nilai persatuan, kemanusiaan, dan keadilan dalam Pancasila.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal
Caranya dengan menerapkan sikap sopan, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab dalam bersikap, termasuk di media sosial. Selain itu, penting juga menanamkan nilai budaya dan etika sejak dini agar tidak luntur oleh perkembangan zaman.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Renata Nur Khadijah -
Nama: Renata Nur Khadijah
Npm: 2555012003
Kelas: A
pertemuan 11 analisis soal

A. Pendapat tentang isi artikel & hal positif
Artikel ini menyadarkan bahwa kebebasan berekspresi harus dibatasi oleh etika dan norma. Hal positifnya, artikel mengajak generasi muda untuk lebih sadar bersikap sopan, menghargai orang lain, dan menjaga moral sebagai identitas budaya bangsa Indonesia.
B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Isi artikel sejalan dengan Pancasila sebagai sistem etika, khususnya nilai kemanusiaan, kesopanan, toleransi, dan keadilan. Pancasila menjadi pedoman agar kebebasan bertindak tidak melanggar norma dan tidak merugikan orang lain.
C. Kearifan lokal terkait sistem etika Pancasila
Sopan santun dalam bertutur kata → mencerminkan sila ke-2 (kemanusiaan).
Gotong royong → mencerminkan sila ke-3 dan ke-5 (persatuan dan keadilan sosial).
Toleransi dan saling menghormati → mencerminkan sila ke-1 dan ke-3.
Musyawarah → mencerminkan sila ke-4.
D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal
Menjaga kearifan lokal dapat dilakukan dengan membiasakan sikap sopan dan etis dalam kehidupan sehari-hari, bijak menggunakan media sosial, menanamkan nilai Pancasila sejak dini, serta tidak membenarkan perilaku kasar atas nama kebebasan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Bima Putra Purnama -
Analisis soal dari “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita"

Nama : Bima Putra Purnama
NPM : 2515012024

A. Pendapat mengenai isi artikel dan hal positif yang dapat diambil

Menurut saya, artikel  “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita" menyampaikan kritik sosial yang relevan dengan kondisi generasi muda saat ini, khususnya dalam menghadapi perubahan zaman dan pengaruh globalisasi. Penulis tidak serta-merta menyalahkan generasi muda, tetapi mengajak pembaca untuk merefleksikan perilaku yang mulai bergeser dari nilai sopan santun dan etika bangsa Indonesia.

Hal positif yang dapat diambil dari artikel tersebut adalah:
1. Mengingatkan pentingnya akhlak, etika, dan norma dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Menanamkan kesadaran bahwa kebebasan berekspresi harus dibatasi oleh tanggung jawab moral**.
3. Mengajak generasi muda untuk **bangga terhadap budaya Indonesia yang menjunjung tinggi sopan santun, toleransi, dan rasa hormat.
4. Menegaskan bahwa kemajuan zaman tidak boleh menghilangkan jati diri bangsa.

B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel

Pancasila sebagai sistem etika berfungsi sebagai pedoman moral dalam berpikir, bersikap, dan bertindak bagi seluruh warga negara Indonesia. Isi artikel tersebut sangat berkaitan dengan nilai-nilai etika Pancasila, antara lain:
1. Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa)
Menekankan pentingnya akhlak dan moral dalam bertindak, sebagaimana artikel menolak perilaku yang menyakiti dan merendahkan orang lain.
2. Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab)
Artikel menyoroti perilaku menghina, kasar, dan tidak sopan yang jelas bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan adab.
3. Sila ke-3 (Persatuan Indonesia)
Sikap saling menghargai dan toleransi yang diangkat dalam artikel mendukung persatuan dan mencegah konflik sosial.
4. Sila ke-5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia)
Etika dalam bersikap memastikan setiap orang diperlakukan secara adil dan bermartabat.

Dengan demikian, artikel tersebut merupakan implementasi nyata nilai-nilai Pancasila sebagai sistem etika dalam kehidupan sehari-hari.

C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila

Beberapa contoh kearifan lokal Indonesia yang mencerminkan sistem etika Pancasila adalah:
1. Gotong royong
Mencerminkan sila ke-3 dan ke-5, yaitu persatuan dan keadilan sosial melalui kerja sama dan saling membantu.
2. Musyawarah mufakat
Berkaitan dengan sila ke-4, di mana setiap keputusan diambil melalui dialog, menghargai pendapat, dan tidak memaksakan kehendak.
3. Unggah-ungguh (Jawa)
Tata krama dalam berbicara dan bersikap yang mencerminkan sila ke-2 tentang kemanusiaan yang beradab.
4. Sipakatau (Bugis)
Nilai saling menghargai sesama manusia, sejalan dengan sila ke-2 Pancasila.
5. Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (Minangkabau)
Menggambarkan keterkaitan adat dan moral keagamaan sesuai sila ke-1.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal berdasarkan sila-sila Pancasila

Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang berkaitan dengan sistem etika Pancasila antara lain:
1. Mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, seperti bersikap sopan, jujur, dan toleran.
2. Menanamkan pendidikan karakter sejak dini, baik di keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
3. Memanfaatkan media sosial secara positif untuk menyebarkan nilai budaya dan etika bangsa.
4. Melibatkan generasi muda dalam kegiatan adat dan budaya lokal, agar mereka memahami dan mencintai budayanya sendiri.
5. Menyaring pengaruh globalisasi, dengan mengambil hal positif tanpa meninggalkan nilai luhur bangsa.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Nabilla Oktavia -
nama:nabilla oktavia
NPM:2555012001
kelas:B

A. Pendapat tentang isi artikel dan hal positif yang dapat diambil
Artikel ini menyampaikan kritik sosial yang relevan terhadap menurunnya sopan santun dan etika generasi muda, terutama dalam perilaku sehari-hari dan media sosial. Tulisan ini mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi harus disertai tanggung jawab moral.
Hal positif yang dapat diambil:
Menumbuhkan kesadaran pentingnya etika, sopan santun, dan empati.
Mengajak generasi muda untuk berpikir kritis sebelum bertindak atau berbicara.
Menegaskan bahwa globalisasi tidak boleh menghilangkan jati diri bangsa.
Mendorong pelestarian nilai budaya Indonesia yang berlandaskan moral.
B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Pancasila sebagai sistem etika tercermin jelas dalam artikel tersebut, antara lain:
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Etika dan akhlak bersumber dari nilai keagamaan.
Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Larangan menghina, merendahkan, atau menyakiti orang lain.
Sila Persatuan Indonesia Toleransi dan menghargai perbedaan.
Sila Kerakyatan Kebebasan berpendapat harus dilakukan secara bijaksana dan bermoral.
Sila Keadilan Sosial Perilaku adil dan menghormati hak serta martabat sesama.
Artikel menegaskan bahwa perilaku “akhlak-less” bertentangan dengan nilai-nilai etis Pancasila.
C. Kearifan lokal Indonesia terkait sistem etika berdasarkan sila Pancasila
Beberapa contoh kearifan lokal yang mencerminkan sistem etika Pancasila:
Gotong royong (Sila ke-3 & ke-5) Kerja sama dan kepedulian sosial.
Unggah-ungguh / tatakrama Jawa (Sila ke-2) Kesopanan dalam berbicara dan bersikap.
Musyawarah adat (Sila ke-4) Penyelesaian masalah secara mufakat.
Sikap toleransi antarumat beragama (Sila ke-1) Menghormati keyakinan orang lain.
Pepatah adat seperti “adat basandi syarak” (Minangkabau) Etika sosial berbasis nilai agama.
D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal terkait sistem etika Pancasila
Upaya yang dapat dilakukan antara lain:
Menanamkan nilai Pancasila sejak dini melalui pendidikan formal dan keluarga.
Memberi teladan perilaku etis dalam kehidupan sehari-hari dan media sosial.
Melestarikan budaya lokal melalui kegiatan adat, seni, dan tradisi.
Menggunakan teknologi secara bijak untuk menyebarkan nilai positif.
Menolak normalisasi perilaku tidak beretika, seperti perundungan dan ujaran kebencian.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by MUHAMMAD NURUL YAQIN 2515012054 -

NAMA: MUHAMMAD NURUL YAQIN

NPM: 2515012054

KELAS: B

A. Artikel ini terasa seperti sebuah "pengingat halus" bagi kita semua bahwa perkembangan teknologi dan zaman tidak seharusnya mengikis identitas bangsa. Hal positif yang sangat menonjol adalah poin tentang kebebasan yang terbatas; kita diingatkan bahwa hak kita untuk berekspresi berakhir saat hak orang lain untuk merasa aman dan dihargai dimulai. Ini memberi pelajaran penting bahwa menjadi modern tidak harus berarti menjadi kasar atau kehilangan jati diri sebagai orang Indonesia yang dikenal ramah.

​B. Hubungan antara artikel ini dengan Pancasila sebagai sistem etika sangatlah erat, karena Pancasila sebenarnya berfungsi sebagai "filter" atau penyaring bagi perilaku kita sehari-hari. Di tengah tren akhlak-less atau hilangnya sopan santun, Pancasila hadir memberikan batasan moral agar kita tidak hanya mengejar kebebasan tanpa arah, tetapi tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan keadaban. Singkatnya, Pancasila adalah "kompas" yang memastikan bahwa kemajuan zaman tetap berjalan selaras dengan etika dan norma yang berlaku di masyarakat.

​C. Indonesia kaya akan kearifan lokal yang menjadi bukti nyata etika Pancasila, seperti tradisi Sapa-Aruh atau tegur sapa yang mencerminkan keramahan (Sila 2), hingga budaya Tepa Selira (tenggang rasa) di Jawa yang mengajarkan kita untuk menjaga perasaan orang lain. Ada juga Mapalus di Minahasa yang menekankan kerja sama tulus (Sila 3), serta Huma Betang di Kalimantan yang mengajarkan indahnya hidup rukun di bawah satu atap meski berbeda keyakinan (Sila 1). Semua tradisi ini adalah bentuk "akhlak plus plus" yang sudah dipraktikkan nenek moyang kita jauh sebelum istilah etika modern muncul.

​D. Cara terbaik untuk menjaga warisan etika ini bukan hanya dengan menghafalnya, tapi dengan "menghidupkannya" kembali lewat tindakan nyata di media sosial dan kehidupan sehari-hari. Kita bisa mulai dengan mempraktikkan etika berkomunikasi yang sopan saat berkomentar di internet dan berani menunjukkan bahwa bersikap santun itu keren, bukan kuno. Selain itu, menceritakan kembali nilai-nilai kearifan lokal melalui konten kreatif atau cara-cara yang kekinian akan membuat generasi muda merasa bangga dan memiliki kembali identitas asli bangsa yang bermoral tinggi

In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Alzena Aurelia -
Nama : Alzena aurelia
NPM : 2515012060



A. Pendapat mengenai isi artikel dan hal positif yang dapat diambil

Hal-hal positif yang dapat diambil dari artikel ini antara lain:

1. Mengingatkan pentingnya akhlak dan etika dalam kebebasan berekspresi.
2. Menegaskan bahwa kebebasan individu harus dibatasi oleh norma dan aturan agar tidak merugikan orang lain.
3. Menumbuhkan kesadaran untuk menjaga budaya sopan santun Indonesia di tengah arus globalisasi.
4. Mengajak generasi muda agar tidak menjadikan perilaku tidak bermoral sebagai identitas zaman.
B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel

Hubungan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Artikel menolak perilaku “akhlak-less” yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan, kesopanan, dan toleransi, yang merupakan inti dari Pancasila.
2. Pancasila mengajarkan bahwa kebebasan bukanlah kebebasan mutlak, melainkan kebebasan yang berlandaskan moral dan tanggung jawab.
3. Nilai etika Pancasila menuntun manusia agar bertindak bukan hanya berdasarkan keinginan pribadi, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain dan masyarakat.
4. Dengan demikian, artikel ini merupakan bentuk implementasi nyata Pancasila sebagai sistem etika dalam kehidupan sosial modern.
C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
Berikut beberapa contoh kearifan lokal yang mencerminkan sistem etika Pancasila:
1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Tradisi tahlilan, kenduri, dan doa bersama sebagai bentuk religiusitas dan rasa syukur.
Sikap saling menghormati antarumat beragama.
2. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Budaya tepa selira (Jawa) yang mengajarkan empati dan tenggang rasa.
Sikap saling menghargai tanpa membeda-bedakan latar belakang.
3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Tradisi gotong royong di berbagai daerah.
Musyawarah desa sebagai sarana mempererat persatuan.
4. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Budaya musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan adat.
Rembug desa dan sidang adat.
5. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Tradisi berbagi hasil panen kepada masyarakat sekitar.
Sistem adat yang mengatur pembagian hak dan kewajiban secara adil.
D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal terkait sistem etika Pancasila
Upaya menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang berlandaskan Pancasila dapat dilakukan dengan cara:
1. Menanamkan pendidikan karakter sejak dini, baik di keluarga maupun di sekolah.
2. Menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai hafalan.
3. Menggunakan media sosial secara bijak, dengan menjaga etika dalam berkomunikasi.
4. Menghargai dan mempraktikkan budaya lokal, seperti gotong royong dan sopan santun.
5. Menjadi teladan dalam bersikap dan bertutur kata, terutama bagi generasi muda.
6. Menyaring pengaruh globalisasi, mengambil hal positif tanpa menghilangkan jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Achmad Fauzan Barel -
Nama : Achmad Fauzan Barel
NPM : 2515012082

A. Bagaimanakah pendapatmu mengenai isi artikel tersebut? Hal positif apa yang bisa anda ambil?
Jawaban: Artikel tersebut memberikan pandangan penting mengenai pentingnya integritas moral di era modern. Hal positif yang dapat diambil adalah kesadaran bahwa kemajuan teknologi dan kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan etika yang kuat agar tidak merugikan orang lain maupun lingkungan.

B. Jelaskan bagaimanakah hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut?
Jawaban: Pancasila sebagai sistem etika menjadi kerangka normatif bagi isi artikel tersebut. Hubungannya terletak pada bagaimana nilai-nilai Pancasila (seperti kejujuran, kemanusiaan, dan keadilan) dijadikan standar untuk menilai perilaku atau fenomena yang dibahas dalam artikel, sehingga tindakan yang diambil selaras dengan jati diri bangsa.

C. Sebutkan dan jelaskan berbagai kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila.
Jawaban:
Sila 1 (Ketuhanan): Tri Hita Karana (Bali) – Keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.

Sila 2 (Kemanusiaan): Pela Gandong (Maluku) – Ikatan persaudaraan yang menjunjung tinggi rasa kemanusiaan tanpa memandang perbedaan.

Sila 3 (Persatuan): Gotong Royong (Jawa/Nasional) – Tradisi bekerja bersama untuk kepentingan umum.

Sila 4 (Kerakyatan): Musyawarah Mupakat (Minangkabau) – Pengambilan keputusan melalui diskusi demi kesepakatan bersama.

Sila 5 (Keadilan): Subak (Bali) – Sistem irigasi yang mengedepankan pembagian air secara adil bagi seluruh petani.

D. Bagaimanakah cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila?
Jawaban:
Integrasi Pendidikan: Memasukkan nilai kearifan lokal dalam kurikulum sekolah dan perguruan tinggi.

Digitalisasi Konten: Mengemas narasi kearifan lokal melalui media sosial agar relevan bagi generasi muda.

Praktik Langsung: Menjadikan kearifan lokal sebagai bagian dari kebijakan publik (misal: penggunaan musyawarah di tingkat desa).

Dukungan Pemerintah: Memberikan perlindungan hukum dan ruang bagi komunitas adat untuk melestarikan tradisinya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Jihan Farihah -
Analisis Soal dari artikel " Akhlak less itu Bukan Budaya Kita"

Nama : Jihan farihah
NPM : 2515012025
Kelas : B

A. Pendapat mengenai isi artikel dan hal positif yang bisa diambil
Menurut saya, artikel “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita” menyampaikan kritik sosial yang sangat relevan dengan kondisi generasi saat ini. Hal positif yang bisa diambil dari artikel ini adalah ajakan untuk menjaga sikap, tutur kata, dan perilaku, baik di dunia nyata maupun media sosial. Artikel ini juga mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi bukan berarti bebas menyakiti orang lain. Selain itu, artikel ini menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia yang menjunjung tinggi akhlak, sopan santun, dan toleransi, serta mengajak generasi muda agar tidak kehilangan jati diri di tengah arus globalisasi.

B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi Artikel
Isi artikel sangat berkaitan dengan Pancasila sebagai sistem etika, karena Pancasila menjadi pedoman nilai dalam bersikap dan berperilaku sebagai warga negara Indonesia. Artikel menekankan pentingnya sopan santun, empati, dan toleransi—nilai-nilai yang sejalan dengan
Pancasila.Misalnya, ketika artikel menolak perilaku menghina, merendahkan orang lain, dan berkata kasar, hal ini sesuai dengan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Selain itu, ajakan untuk menjaga budaya baik bangsa juga sejalan dengan semangat persatuan Indonesia. Dengan kata lain, artikel ini merupakan bentuk penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam etika bermasyarakat dan berkomunikasi.

C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila

-Sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa)
Kearifan lokal berupa sikap saling menghormati antar umat beragama, seperti toleransi dalam perayaan hari besar keagamaan dan kebiasaan saling membantu tanpa membedakan agama. Ini mencerminkan etika menghargai keyakinan orang lain.

-Sila kedua (Kemanusiaan yang adil dan beradab)
Budaya sopan santun, menghormati orang yang lebih tua, serta tidak berkata kasar atau merendahkan orang lain. Hal ini sangat selaras dengan isi artikel yang menolak perilaku tidak beretika.

-Sila ketiga (Persatuan Indonesia)
Kearifan lokal seperti gotong royong, kerja bakti, dan rasa kebersamaan dalam masyarakat. Budaya ini mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menghina atau bermusuhan.

-Sila keempat (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan)
Tradisi musyawarah dalam mengambil keputusan bersama, baik di lingkungan keluarga, desa, maupun masyarakat. Ini menunjukkan etika berdialog dengan santun dan menghargai pendapat orang lain.

-Sila kelima (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia)
Sikap saling berbagi, tolong-menolong, dan tidak semena-mena terhadap orang lain. Nilai ini menekankan pentingnya empati dan keadilan dalam kehidupan sosial.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang terkait dengan sistem etika Pancasila
Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti:
-Membiasakan berbicara sopan, baik di dunia nyata maupun di media sosial
-Menghormati perbedaan pendapat, suku, agama, dan latar belakang orang lain
-Menjadi teladan dalam bersikap baik, terutama bagi generasi yang lebih muda
-Menyaring budaya luar agar tidak bertentangan dengan nilai dan norma Indonesia
-Mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya menghafalnya
Dengan cara ini, budaya akhlak dan etika khas Indonesia tidak akan hilang, meskipun zaman terus berubah. Seperti yang disampaikan dalam artikel, akhlak-less bukan budaya kita, budaya kita adalah akhlak yang baik dan bermartabat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Kezia Yemima Situmeang -
NAMA: KEZIA YEMIMA SITUMEANG
NPM: 2515012070
KELAS: A

A. Pendapat dan nilai positif
Menurut saya, artikel ini mengajak kita untuk menyadari bahwa sikap sopan santun mulai memudar di sebagian masyarakat, terutama di kalangan anak muda. Pesan positifnya adalah pentingnya menjaga etika dalam bersikap dan berbicara, baik secara langsung maupun di media sosial.

B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika
Isi artikel sejalan dengan Pancasila yang mengajarkan sopan santun, saling menghormati, dan tanggung jawab dalam kebebasan. Pancasila menjadi pedoman etika agar kebebasan tidak melukai orang lain.

C. Kearifan lokal terkait Pancasila
Contohnya adalah budaya saling menghormati, gotong royong, musyawarah, toleransi antaragama, dan bersikap adil dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ini mencerminkan etika Pancasila.

D. Cara melestarikan kearifan lokal
Dengan menerapkan sopan santun, menghargai perbedaan, bijak bermedia sosial, serta menanamkan nilai Pancasila sejak dini dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Cornelia Elleonora Thila Setiawan -
TUGAS ANALISIS SOAL PERTEMUAN 11

NAMA : CORNELIA ELLEONORA THILA SETIAWAN
NPM : 2515012023
KELAS : A

A. Artikel tersebut merupakan kritik sosial yang sangat tajam namun membangun. Penulis berhasil memotret kegelisahan masyarakat terhadap fenomena "akhlak-less" di era digital. Artikel ini tidak hanya menyalahkan keadaan, tetapi juga mengajak pembaca untuk refleksi diri bahwa kebebasan individu tetap memiliki batasan moral dan norma.
​Hal positif yang bisa diambil :
1. Kesadaran dalam berperilaku mengingatkan kita bahwa setiap tindakan (terutama di media sosial) memiliki konsekuensi sosial.
2. Kita harus bisa memilah mana dampak globalisasi yang baik dan mana yang bisa merusak jati diri bangsa.
3. ​Kebanggaan identitas menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sopan santun dan ramah tamah Indonesia yang sudah mendunia.

​B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
​Pancasila sebagai sistem etika berarti menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai struktur pemikiran untuk memandu perilaku. Hubungannya dengan artikel tersebut adalah sebagai kompas moral, artikel menyebutkan bahwa "manusia bebas tapi terbatas oleh norma". Pancasila berperan sebagai batasan tersebut agar kebebasan individu tidak melanggar hak orang lain.
​Etika dalam bermasyarakat ketika artikel menyinggung tentang menghina orang yang "berbeda", di situlah Pancasila hadir (terutama Sila ke-2 dan ke-3) untuk menekankan bahwa etika kita harus berlandaskan kemanusiaan yang adil dan beradab serta persatuan.

​C. Kearifan lokal di Indonesia terkait sistem etika Pancasila
​Indonesia memiliki banyak tradisi yang merupakan perwujudan langsung dari etika Pancasila contohnya,
Toleransi beragama (Sila ke-1), tradisi Ngejot di Bali, yaitu berbagi makanan antar umat beragama saat hari raya sebagai bentuk penghormatan.
Sopan santun/unggah-ungguh (Sila ke-2), budaya menghormati yang lebih tua melalui bahasa dan gestur tubuh (seperti tradisi Salim atau cium tangan).
​Gotong royong (Sila ke-3 & ke-5), tradisi bekerja sama tanpa pamrih (seperti Sambatan di Jawa atau Gugur Gunung). Ini melatih etika kepedulian sosial.
​Musyawarah mufakat (Sila ke-4), tradisi Tudang Sipulung (Sulawesi Selatan) atau Rembug Desa, di mana keputusan diambil melalui diskusi santun, bukan memaksakan kehendak.

​D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal agar kearifan lokal yang sarat akan etika ini tidak hilang ditelan zaman adalah edukasi dan sosialisasi dengan memasukkan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam kurikulum pendidikan formal maupun pendidikan karakter di rumah. Menggunakan media sosial untuk mempromosikan aksi sopan santun dan tradisi lokal, sehingga tren "akhlak-less" bisa dilawan dengan tren "budaya baik". Dengan dukungan komunitas menghidupkan kembali ruang-ruang diskusi atau kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan pemuda dalam pelestarian budaya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by MUHAMMAD FELIK AKMAL -
ANALISIS SOAL PERTEMUAN 11

NAMA : M FELIK AKMAL
NPM : 2515012037
KELAS : B
.

A. Pendapat mengenai isi artikel dan nilai positif yang dapat diambil
Menurut saya, artikel “Akhlak-less Itu Bukan Budaya Kita” menyampaikan kritik sosial yang relevan dengan kondisi generasi muda saat ini, khususnya dalam hal etika dan perilaku sosial. Artikel ini menegaskan bahwa anggapan negatif terhadap generasi muda tidak muncul tanpa sebab, melainkan dipicu oleh sebagian perilaku yang menyimpang dari norma kesopanan dan moral yang berlaku di masyarakat.

Nilai positif yang dapat diambil dari artikel tersebut adalah ajakan untuk melakukan refleksi diri sebagai generasi muda agar lebih bijak dalam bertutur kata dan bertindak, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Artikel ini juga mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi harus dibatasi oleh norma dan etika agar tidak merugikan orang lain. Selain itu, artikel menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga budaya sopan santun sebagai identitas bangsa Indonesia di tengah arus globalisasi.

B. Hubungan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Pancasila sebagai sistem etika memiliki keterkaitan yang kuat dengan isi artikel tersebut. Artikel menekankan pentingnya moral, sopan santun, dan penghormatan terhadap sesama, yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam kehidupan bermasyarakat.

Nilai etika Pancasila tercermin dalam sikap menghargai martabat manusia, menjaga harmoni sosial, serta bertindak adil dan beradab. Artikel tersebut pada dasarnya mengkritik perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, seperti sikap kasar, intoleran, dan tidak menghormati perbedaan. Dengan demikian, Pancasila berperan sebagai pedoman etis dalam menilai dan mengarahkan perilaku generasi muda agar tetap sesuai dengan jati diri bangsa.

C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
Berbagai kearifan lokal di Indonesia mencerminkan nilai etika yang sejalan dengan sila-sila Pancasila, antara lain:
Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa)
Tradisi berdoa sebelum memulai aktivitas, toleransi antarumat beragama, serta sikap saling menghormati keyakinan orang lain yang hidup berdampingan secara damai.

Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab)
Budaya saling menghormati orang yang lebih tua, sikap empati, gotong royong, dan kepedulian sosial terhadap sesama tanpa membedakan latar belakang.

Sila Ketiga (Persatuan Indonesia)
Tradisi gotong royong, musyawarah desa, dan semangat kebersamaan dalam kegiatan sosial yang memperkuat persatuan masyarakat.

Sila Keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan)
Budaya musyawarah untuk mufakat dalam pengambilan keputusan, baik di lingkungan keluarga, adat, maupun masyarakat.

Sila Kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia)
Nilai berbagi, keadilan dalam pembagian tugas, serta kepedulian terhadap kesejahteraan bersama, terutama dalam masyarakat adat.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal terkait sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
Upaya menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang berkaitan dengan sistem etika Pancasila dapat dilakukan melalui beberapa cara, antara lain:

-Menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini melalui pendidikan formal maupun pendidikan dalam keluarga.

-Mengamalkan budaya sopan santun, toleransi, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk nyata kearifan lokal.

-Menggunakan media sosial secara bijak dengan menyebarkan konten yang positif, edukatif, dan mencerminkan nilai etika bangsa.

-Menghargai adat istiadat dan tradisi lokal serta ikut berpartisipasi dalam kegiatan budaya di lingkungan sekitar.

-Menjadi teladan dalam bersikap dan bertindak agar nilai-nilai etika Pancasila tetap hidup dan tidak tergerus oleh pengaruh negatif globalisasi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Nabil Abiyu Sofyano -
Analisis Soal dari artikel "Akhlak-less itu bukan budaya kita"

Nama : Nabil Abiyu Sofyano
NPM 2515012028
Kelas: B

A. Bagaimanakah pendapatmu mengenai isi artikel tersebut? Hal positif apa yang bisa anda ambil?

B. Jelaskan bagaimanakah hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut?

C. Sebutkan dan jelaskan berbagai kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila.

D. Bagaimanakah cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila

Hasil analisis.

A. Pendapat dan hal positif yang dapat diambil dari Artikel

Hal-hal positif yang dapat diambil dari artikel ini antara lain:

1. Menegaskan bahwa kebebasan individu harus dibatasi oleh norma dan aturan agar tidak merugikan orang lain.
2. Mengingatkan pentingnya akhlak dan etika dalam kebebasan berekspresi.
3. Menumbuhkan kesadaran untuk menjaga budaya sopan santun Indonesia di tengah arus globalisasi.
4. Mengajak generasi muda agar tidak menjadikan perilaku tidak bermoral sebagai identitas zaman.

B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Hubungan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Artikel menolak perilaku “akhlak-less” yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan, kesopanan, dan toleransi, yang merupakan inti dari Pancasila.
2. Pancasila mengajarkan bahwa kebebasan bukanlah kebebasan mutlak, melainkan kebebasan yang berlandaskan moral dan tanggung jawab.
3. Nilai etika Pancasila menuntun manusia agar bertindak bukan hanya berdasarkan keinginan pribadi, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain dan masyarakat.
4. Dengan demikian, artikel ini merupakan bentuk implementasi nyata Pancasila sebagai sistem etika dalam kehidupan sosial modern.

C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila

Berikut beberapa contoh kearifan lokal yang mencerminkan sistem etika Pancasila:

1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
-Tradisi tahlilan, kenduri, dan doa bersama sebagai bentuk religiusitas dan rasa syukur.
Sikap saling menghormati antarumat beragama.

2. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
-Budaya tepa selira (Jawa) yang mengajarkan empati dan tenggang rasa.
Sikap saling menghargai tanpa membeda-bedakan latar belakang.

3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
-Tradisi gotong royong di berbagai daerah.
Musyawarah desa sebagai sarana mempererat persatuan.

4. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
-Budaya musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan adat.
Rembug desa dan sidang adat.

5. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
-Tradisi berbagi hasil panen kepada masyarakat sekitar.
Sistem adat yang mengatur pembagian hak dan kewajiban secara adil.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal terkait sistem etika Pancasila
Upaya menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang berlandaskan Pancasila dapat dilakukan dengan cara:
1. Menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai hafalan.
2. Menggunakan media sosial secara bijak, dengan menjaga etika dalam berkomunikasi.
3. Menjadi teladan dalam bersikap dan bertutur kata, terutama bagi generasi muda.
4. Menyaring pengaruh globalisasi, mengambil hal positif tanpa menghilangkan jati diri bangsa.

Kesimpulannya kita kita harus mengedepankan moral dan etika serta berhubungan dangan nilai pancasila dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Naila Meisya -
NAILA MEISYA
2515012016

A. Artikel tersebut mengingatkan bahwa tidak semua generasi muda bersikap kurang sopan, namun perilaku negatif sebagian orang dapat membentuk stigma di masyarakat. Nilai positif yang dapat diambil adalah pentingnya menjaga sikap, tutur kata, dan perilaku agar sesuai dengan norma dan etika bangsa.
B. Isi artikel sejalan dengan Pancasila sebagai sistem etika karena menekankan nilai sopan santun, kemanusiaan, toleransi, dan tanggung jawab dalam menggunakan kebebasan.
C. Kearifan lokal yang terkait dengan Pancasila antara lain budaya beragama dan toleransi (sila 1), sopan santun dan saling menghormati (sila 2), gotong royong (sila 3), musyawarah mufakat (sila 4), serta sikap adil dan saling membantu (sila 5).
D. Kearifan lokal dapat dilestarikan dengan membiasakan perilaku sopan, menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menghargai perbedaan, dan bersikap bijak dalam pergaulan serta media sosial.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal

by Aqil Berliansyah -
Nama: Aqil Berliansyah
NPM: 2555012006
Kelas: A


A. Pandangan tentang isi artikel dan hal positif yang bisa diambil
Saya berpendapat bahwa konten artikel ini sangat sesuai dengan situasi generasi muda saat ini, terutama dalam menghadapi kemajuan zaman dan dampak globalisasi. Artikel ini menekankan bahwa tidak semua anak muda memiliki perilaku buruk, namun sejumlah tindakan negatif yang terlihat di masyarakat membuat generasi muda mendapat label yang kurang baik.
Hal-hal positif yang bisa diambil dari artikel ini adalah:
• Mendorong generasi muda untuk lebih menyadari sikap dan tingkah laku mereka dalam kehidupan sehari-hari, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
• Menekankan pentingnya etika, norma, dan kesopanan sebagai identitas bangsa Indonesia.
• Menyatakan bahwa kebebasan dalam mengekspresikan diri harus disertai tanggung jawab moral agar tidak merugikan orang lain. 


B. Kaitan Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel
Pancasila sebagai sistem etika mengatur cara berpikir, bersikap, dan bertindak warga negara Indonesia agar mencerminkan nilai-nilai moral bangsa. Isi artikel selaras dengan prinsip-prinsip Pancasila karena menekankan pentingnya akhlak, norma, dan toleransi.
Keterkaitan tersebut dapat dipahami sebagai berikut:
• Artikel mengingatkan bahwa kebebasan tidak berarti tanpa batas, yang sejalan dengan nilai Pancasila yang mengedepankan etika dan tanggung jawab.
• Perlakuan saling menghormati dan tidak merendahkan orang lain mencerminkan etika sosial dalam Pancasila.
• Pancasila berfungsi sebagai pedoman agar masyarakat tetap menjaga identitasnya di tengah arus globalisasi.


C. Kearifan lokal di Indonesia yang berhubungan dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila
1. Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa)
• Tradisi berdoa sebelum menjalankan aktivitas
• Sikap saling menghormati antaragama
→ Mencerminkan etika religius dan penghormatan terhadap keyakinan
2. Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab)
• Budaya kesopanan terhadap orang tua dan sesama
• Kerjasama dalam membantu orang lain tanpa membeda-bedakan
→ Mengajarkan etika kemanusiaan dan rasa empati
3. Sila ke-3 (Persatuan Indonesia)
• Tradisi gotong royong dan kerja bakti
• Menghargai perbedaan suku, adat, dan budaya
→ Menumbuhkan ikatan persatuan dan solidaritas
4. Sila ke-4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan)
• Musyawarah untuk mufakat dalam pengambilan keputusan
• Rapat adat atau rempung desa
→ Mengajarkan etika demokrasi dan kebijaksanaan
5. Sila ke-5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia)
• Tradisi berbagi hasil panen
• Rasa peduli sosial terhadap sesama
→ Mencerminkan etika keadilan dan kesejahteraan bersama


D. Cara melindungi dan melestarikan kearifan lokal terkait sistem etika Pancasila
Beberapa cara untuk melestarikannya antara lain:
• Menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
• Menggunakan media sosial dengan bijak dan tidak menyebarkan ujaran kebencian atau perilaku yang tidak sopan.
• Mempelajari dan menghargai budaya lokal sebagai identitas bangsa.
• Menjadi panutan dalam berperilaku dan berbicara agar dapat dicontoh oleh generasi berikutnya.
• Menanamkan pendidikan karakter sejak dini berdasarkan nilai-nilai Pancasila.