Penugasan

Penugasan

Penugasan

Jumlah balasan: 21

Pilih salah satu isu pendidikan di Indonesia (misalnya: kesenjangan pendidikan di daerah terpencil, rendahnya kualitas guru, ketimpangan fasilitas sekolah, masalah kurikulum, atau minimnya peran masyarakat).

Lakukan analisis studi kasus dengan struktur sebagai berikut:

  • Pendahuluan: Jelaskan latar belakang masalah dan alasan isu tersebut penting untuk dikaji.

  • Deskripsi kasus: Sajikan fakta atau data singkat (dari artikel, berita, jurnal, atau pengalaman nyata) yang menggambarkan permasalahan.

  • Analisis teori: Kaitkan permasalahan dengan teori Tri Pusat Pendidikan (keluarga, sekolah, masyarakat). Bagaimana ketiganya saling berinterrelasi dan saling bergantung dalam kasus tersebut?

  • Kritik konstruktif: Analisis kelemahan kebijakan atau praktik yang ada, serta apa dampaknya jika salah satu unsur Tri Pusat tidak berfungsi.

  • Solusi dan inovasi: Tawarkan gagasan atau rekomendasi yang realistis dan kreatif untuk memperkuat sinergi keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan.

Format penulisan:

  • Panjang minimal 3–4 halaman (A4, spasi 1,5, font Times New Roman 12).

  • Gunakan bahasa akademis yang runtut, jelas, dan kritis.

  • Cantumkan sumber referensi jika menggunakan data sekunder.


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh 2513032036 2513032036 -
Nama : Ferdi Irnandes
Npm : 2513032036
Dari materi yang di sampaikan yaitu mengkaji tiga kasus utama di bidang pendidikan, yaitu: kasus guru yang diadukan ke polisi, perilaku asusila di kalangan pelajar, dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar/mahasiswa.
1. Kasus Guru Diadukan ke Polisi
Kasus ini menggambarkan keresahan guru karena tindakan mendisiplinkan atau menegur siswa sering berujung pada aduan orang tua ke polisi, seperti kasus guru di Konawe Selatan.
Penyebab masalah dan solusi nya ; Lemahnya Ikatan Emosional: Terjadi karena ikatan emosional antara sekolah (guru) dan orang tua yang tidak terjalin dengan baik. Guru seharusnya dilihat sebagai pengganti orang tua di sekolah.
2. Perilaku Asusila di Kalangan Pelajar
Kasus ini menunjukkan adanya peningkatan tindakan asusila dan seks bebas di kalangan pelajar, yang bertentangan dengan nilai agama dan moral bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
Penyebab masalah dan solusi nya ; Kurangnya Pemahaman dan Pengamalan Agama: Melemahnya keyakinan dan pengamalan agama menyebabkan anak kehilangan kendali diri dan tidak takut pada dosa. Penanaman nilai agama adalah tugas bersama, bukan hanya guru agama.
3. Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa
Data menunjukkan adanya peningkatan signifikan kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa dari tahun ke tahun, yang merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa.
Langkah untuk mecegahnya seperti ; Pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat harus waspada dan jeli melihat persoalan ini.
Sekolah perlu mencanangkan program anti narkoba.
Penting untuk mengenali jenis-jenis narkoba dan ciri-ciri orang yang terkena penyalahgunaan narkoba, agar bisa dilakukan tindakan antisipasi dan penanganan secara dini.
Secara umum, hasil dari materi ini menunjukkan bahwa sektor pendidikan kini sedang berhadapan dengan berbagai kesulitan yang membutuhkan perhatian mendalam, kolaborasi antar sektor, dan metode yang edukatif, pencegahan, serta berfokus pada penguatan nilai-nilai agama dan etika guna menyelamatkan generasi penerus dan masa depan negara.
Sebagai balasan 2513032036 2513032036

Re: Penugasan

oleh Luna Khafidlatur Rhamah -
Nama : Luna Khafidlatur Rhamah
NPM : 2513032062

Kajian kasus-kasus dibidang pendidikan

Banyak orang tua yang melaporakan guru ke pihak kepolisian karena tidak menerima tindakan guru terhadap anaknya. Beberapa tanggapan dari kasus tersebut yaitu:
Ini menggambarkan lemahnya ikatan emosional antara sekolah dengan orang tua. Yang kedua menggambarkan telah terjadinya mispersepsi antara lihak sekolah dengan orang tua. Yang ketiga yaitu guru harus mendahukukan upaya preventif dalam membina karakter siswa. Lalu yang keempat jika memerlukan hukuman harus tetap menggunakan pendekatan edukatif.

Saat ini kita juga mengalami situasi serius terkait perilaku-perilaku siswa yang bertentangan dengan nilai-nilai etika dan nilai moral yang ada di tengah-tengah masyarakat. Tindakan asusila dikalangan pelajar di sebabkan oleh mudah nya akses melihat pornografi. Tindakan asusila dikalangan pelajar terjadi karena lemahnya keyakinan dan pemahaman agama para siswa, maka kita harus menguatkan kerja sama sekolah, orang tua dan masyarakat dalam mengawasi anak serta penguatan peran keluarga, dan menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung bakat dan minat siswa. Jadi intinya salah satu cara untuk mengurangi terjadinya asusila di kalangan pelajar yaitu kita harus memfasilitasi mereka untuk mengembangkan minat dan bakat, sehingga mereka dapat menggunakan waktunya untuk sibuk mengembangkan minat dan bakat serta terjauh dari perilaku yang negatif.

Kasus lainnya adalah banyaknya penyalahgunaan penggunakan narkoba, yang dapat merusak mental dan kepribadian seseorang termasuk pelajar. Maka kita harus mengenali jenis-jenis narkoba itu apa, ciri-ciri orang yang terjangkit narkoba seperti apa supaya kita dapat mengenali peserta didik kita terjangkit penyakit ini atau tidak dan dapat melakukan tindakan antisipasi maupun tindakan penanganan dalam menyelesaikan kasus tersebut.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh 2513032044 2513032044 -
Nama: Zulfaa Adinda Hasnaa Isnaini
NPM: 2513032044

Kajian-kajian di bidang pendidikan

Masa kini banyak kasus yang menimpa dunia pendidikan di Indonesia. Banyaknya kasus pelaporan guru ke polisi adalah salah satu hal yang ada di Indonesia. Kasus pelaporan guru kepada pihak kepolisian merupakan gambaran dari lemahnya ikatan emosional antara pihak sekolah dengan orang tua dirumah. Pelaporan tersebut dilakukan karena biasanya guru mendisiplinkan anak murid di sekolah. Pendisiplinan ini mengakibatkan mispersepsi antara pihak sekolah dan orang tua murid di rumah. Dari kasus yang telah banyak beredar seharusnya guru dapat terlebih dahulu mendahulukan upaya preventif untuk menghukum siswa guna membina karakter setiap peserta didik. Guru dapat memberikan hukuman yang memiliki pendekatan edukatif seperti memberi tugas kepada siswa yang memiliki masalah disekolah sebagai upaya hukuman yang dilakukan.

Selain itu terdapat kasus asusila dikalangan pelajar. Pada kasus ini menggambarkan kurangnya penanaman agama pada anak. Hal ini terjadi karena apabila seorang anak memiliki pendalaman agama yang baik maka anak itu seharusnya takut untuk bertindak asusila. Pada kasus ini sudah seharusnya terjadi kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua dan masyarakat untuk mengawasi anak mereka. Kolaborasi ketiganya dinilai penting karena anak memiliki kehidupan di lingkungan yang tidak hanya di salah satunya, melaikan ketiganya. Penciptaan lingkungan sekolah yang mendukung minat san bakat siswa dinilai penting, karena apabila anak sibuk melatih dan mengasah bakat serta minat siswa maka anak tersebut akan sibuk pada kehidupan nyatanya sehingga tidak akan menyentuh pada ranah kejahatan.

Selain kedua hal tersebut terdapat kasus penyalahgunaan narkoba pada kalangan mahasiswi dan pelajar. Kasus ini meningkat disetiap tahunnya. Hal ini menunjukkan belum ada ya tanda-tanda keberhasilan pemerintah dalam mengatasi kasus ini agar dapat menghambar penyalahgunaan narkoba. Pada kasus ini seharusnya diadakan sarana edukasi untuk mengetahui jenis-jenis narkoba, serta ciri-ciri orang yang mengonsumsi narkoba.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh Sabila Rismawati -
Nama : Sabila Rismawati
NPM : 2513032055
Kelas : 25B

Rangkuman Kajian Kasus-Kasus di Bidang Pendidikan

Di zaman sekarang kasus pertama yang ada adalah banyak guru yang dipolisikan. Kasus ini bermula dari tindakan guru yang mendisiplinkan murid dan adanya ketidakterimaan dari wali murid, hal ini menggambarkan lemahnya ikatan emosional antara sekolah dengan orang tua. Kedua, terjadinya mispersepsi antara pihak sekolah dengan orang tua, ketiga dengan banyaknya pelaporan atas guru sehurusnya guru mendahulukan pendekatan preventif dalam membina karakter siswa. Hal yang paling penting bukanlah hukuman melainkan bagaimana caranya seorang anak tidak melanggar aturan dan tidak menjauhi hal-hal yang dianggap baik oleh sekolah. Ketika seorang anak melakukan kesalahan, berilah hukuman yang bersifat edukatif seperti diberikan tugas dll.

Kasus berikutnya adalah tindakan asusila di kalangan pelajar. Kasus ini dapat dikatakan sebagai sisi gelap dari dunia pendidikan kita. Seperti yang kita tahu bahwa negara kita adalah negara Pancasila yang pada sila pertama berbunyi, “Ketuhanan yang Maha Esa,” nah sila ini sekaligus menggambarkan agama menepati posisi yang paling atas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nah pergaulan di kalangan pelajar yang bentuknya sex bebas dll jelas tindakan yang bertentangan dengan agama dan hal yang sangat memprihatinkan. Tindakan ini terjadi karena kurangnya penanaman agama pada anak, akhirnya seorang anak tidak punya kendali dan kontrol terhadap perilakunya. Kemudian perlu penguatan kerja sama dari sekolah, orang tua dan masyarakat dalam mengawasi perilaku anak. Tentunya dalam hal ini penguatan peran keluarga juga diperlukan, orang tua perlu tahu ciri-ciri anak yang sudah melanggar ketentuan agama. Kemudian selanjutnya kita perlu menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung bakat dan minat siswa. Tugas sekolah di sini harus mampu menyalurkan bakat yang dimiliki anak agar peserta didik tidak berpikir untuk melakukan tindakan asusila.

Ada lagi satu kasus yang sedang marak terjadi yakni, penyalah gunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. Persoalan ini adalah persoalan yang sangat serius karena bukan hanya melanda Indonesia tetapi juga negara-negara lainnya. Menurut data kepolisian, jumlah pelajar mahasiswa yang terjerat kasus narkoba terus meningkat sepanjang tahun hingga di tahun 2023 mencapai 219 orang, artinya belum ada tanda yang menunjukkan bahwa kita berhasil menangani persoalan ini. Oleh karena itu kita perlu mengetahui tanda-tanda pelajar yang terjerat narkoba sehingga kita perlu melakukan tindakan untuk mencanangkan sekolah anti narkoba. Pihak sekolah, orang tua dan juga masyarakat perlu hati-hati dan jeli dalam melihat persoalan ini, kita perlu mengenali jenis-jenis narkoba, ciri-ciri anak yang sudah terjangkit narkoba sehingga kita dapat mengetahui anak sudah terjerat persoalan ini atau tidak sehingga kita dapat mengantisipasi agar tidak masuk ke dalam sekolah dan dapat mengantisipasinya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh Yeni Septiyani -
Nama : Yeni Septiyani
NPM : 2513032046

Kajian Kasus di bidang Pendidikan
Banyaknya guru dipolisikan
Beberapa tanggapan
1. Lemahnya ikatan emotional antara sekolah dan orang tua.
2. Terjadi mispersepsi antara pihak sekolah dengan orang tua
3. Guru harus mendahulukan upaya preventif dalam membina karakter siswa
4. Jika memerlukan hukuman, harus tetap menggunakan pendekatan edukatif.

Tindakan asusila di kalangan pelajar
Banyaknya persoalan terkait dengan perilaku siswa yang bertentangan dengan nilai nilai etika dan bertentangan dengan nilai nilai moral yang ada di Tengah Tengah Masyarakat, baik yang berasal dari agama maupun budaya dan adat istiadat yang ada di Masyarakat. Persoalan ini sangat memprihatinkan bukan hanya memiliki efek negatif pada anak tetapi juga dapat membahayakan Masyarakat secara luas. Hal ini terjadi karena kurangnya penanaman dan lemahnya pemahaman agama pada anak, Karena kurangnya pemahaman agama ini akhirnya anak tidak memiliki kontrol akan apa yang ia perbuat. Lalu bagaimana cara memperkuat pemahaman anak terhadap agama yang ini merupakan salah satu cara menjauhkan mereka dari perbuatan asusila yang melanda dunia Pendidikan kita, beberapa Upayanya yaitu dengan penguatan Kerjasama sekolah, orang tua, dan Masyarakat dalam mengawasi anak, penguatan peran keluarga, dan ciptakan lingkungan sekolah yang mendukung bakat dan minat siswa. Jadi pada intinya salah satu cara untuk mengurangi ataupun mengeliminasi Tindakan asusila di kalangan pelajar Adalah dengan mengfasilitasi mereka agar dapat menyalurkan minat dan bakat mereka baik dalam bidang olahraga, seni, keagamaan, skil skil tertentu dan lain lain, sehingga waktu yang mereka miliki disibukan dengan pengembangan bakat dan minat dan tidak punya waktu untuk melakukan hal hal yang negatif.

Penyalah gunaan narkobaa di kalangan pelajar dan mahasiswa
Sekarang ini kita sedang berperang dengan suatu Tindakan yang sangat merugikan bangsa dan negara yaitu Tindakan banyaknya penyalahgunaan narkoba narkotika dan obat obat terlarang. Di Indonesia sendiri sudah banyak kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Menurut data pada tahun 2020 terdapat 831 kasus narkoba dan 17 diantaranya Adalah mahasiswa dan pelajar, pada tahun 2021 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari 17 orang menjadi 154 orang, kemudian pada tahun 2022 juga mengalami peningkatan dari 154 orang menjadi 204 orang, lalu berlanjut lagi di tahun 2023 dari 204 orang menjadi 219 orang. Dari data tersebut kasus penyalahgunaan narkoba terus meningkat yang artinya kita belum berhasil menangani persoalan ini. Pada data yang lain dari kepolisian juga dapat dilihat bahwa pada priode sampai 21 januari 2023, dari 2.650 orang yang melakukan penyalahgunaan narkoba 8,3% nya addalah pelajar dan mahasiswa. Ini merupakan persoalan serius yang tidak hanya di hadapi oleh dunia Pendidikan kita melainkan juga bangsa dan negara. Oleh karena itu sekolah dan orang tua perlu memperhatikan anak, salah satu Upaya nya sekolah perlu mencanangkan program sekolah anti narkoba, tapi tidak hanya itu perlu juga pengetahuan tentaang jenis jenis narkoba dan ciri ciri orang yang terjangkit penyalahgunaan narkoba agar sekolah bisa mencegah penyebaran narkoba dan obat obatan terlarang.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh Dinda Damayanti -
Nama: Dinda Damayanti
Npm: 2513032048
Kelas: 25B

Rangkuman Kajian Kasus-Kasus di Bidang Pendidikan

Akhir-akhir ini bahkan beberapa tahun ini banyak kasus yang salah satu kasus utamanya adalah meningkatnya jumlah guru yang dilaporkan ke pihak kepolisian oleh orang tua siswa karena tindakan pendisiplinan di sekolah, yang di mana ini dilakukan supaya anak menjadi lebih tertib. Fenomena ini menunjukkan adanya lemahnya hubungan emosional dan komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua yang tidak terjadi secara baik, serta terjadinya perbedaan persepsi mengenai fungsi hukuman dalam pendidikan. Hukuman yang seharusnya bersifat edukatif justru sering disalah artikan sebagai bentuk kekerasan. Oleh karena itu, guru diimbau untuk lebih berhati-hati, guru seharusnya mendahulukan menggunakan pendekatan preventif dalam membina karakter siswa, kemudian menerapkan bentuk hukuman yang bersifat mendidik serta nonfisik serta bila memang diperlukan menghukum siswa, maka guru harus menghukum dengan hukuman yang sangat edukatif, seperti memberikan tugas dan lain sebagainya.

Kasus berikutnya yang dibahas adalah meningkatnya perilaku asusila di kalangan pelajar, seperti pergaulan bebas dan penyebaran konten pornografi. Hal ini dianggap sebagai “sisi gelap” dunia pendidikan yang muncul akibat lemahnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama serta moral di kalangan siswa, seperti yang kita tahu bahwa negara kita adalah negara Pancasila, yang seperti pada sila pertama “Ketuhanan yang Maha Esa”. Sila ini menggambarkan bahwa agama itu menempati posisi yang paling atas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, jadi perbuatan-perbuatan asusila dikalangan remaja ini yang bentuknya bisa sampai seks bebas jelas perbuatan yang bertentangan dengan agama yang di mana ini bukan hanya memiliki efek yang negatif pada anak tetapi juga dapat membahayakan kehidupan Masyarakat secara luas. Kurangnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai etika turut memperburuk situasi ini. Solusi yang dapat dilakukan adalah memperkuat pendidikan agama dan moral secara terpadu, meningkatkan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan bakat dan minat siswa agar mereka dapat terhindar dari perilaku negatif.

Dan terdapat satu lagi kasus yang sedang marak adalah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun. Persoalan ini menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan bangsa. Menurut data kepolisian kasus narkoba ini terus meningkat sepanjang tahun, pada tahun 2023 mencapai 219 orang, itu artinya belum ada tanda yang menunjukkan bahwa kita berhasil menangani persoalan ini. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui tanda-tanda pelajar yang terjerat narkoba serta perlu adanya langkah nyata dari pihak sekolah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas narkoba melalui program pencegahan, sosialisasi bahaya narkoba, serta pengawasan yang ketat. Guru, orang tua, dan masyarakat diharapkan saling bersinergi dalam mengawasi dan membimbing anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba maupun perilaku menyimpang lainnya, demi mewujudkan dunia pendidikan yang bermartabat dan berkarakter agar dunia Pendidikan kita menjadi lebih baik di masa yang akan datang.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh Hindun Annisa -
Nama : Hindun Annisa
NPM : 2513032068
Kelas : 25 B
Matkul : Landasan Kependidikan

Kajian Kasus Di Bidang Pendidikan

Dalam dunia pendidikan, fenomena guru yang dipolisikan oleh orang tua siswa menunjukkan adanya masalah serius dalam hubungan sekolah dan keluarga. Lemahnya ikatan emosional serta komunikasi yang tidak efektif menimbulkan mispersepsi, terutama mengenai makna hukuman dalam pendidikan. Sebagian orang tua menganggap hukuman sebagai bentuk kebencian guru terhadap anak, padahal dalam proses pendidikan, hukuman yang proporsional berfungsi menanamkan kesadaran bahwa setiap pelanggaran memiliki konsekuensi. Karena itu, guru perlu mengedepankan upaya preventif melalui nasihat, arahan, keteladanan, dan pembinaan karakter sebelum memberikan sanksi. Jika hukuman tetap diperlukan, maka bentuknya harus edukatif dan nonfisik, seperti pemberian tugas atau kolaborasi dengan orang tua agar siswa merasa bertanggung jawab atas pelanggaran yang telah dilakukan.

Tindakan asusila di kalangan pelajar juga menjadi masalah yang mengkhawatirkan karena semakin marak dan bertentangan dengan nilai agama, moral, serta budaya masyarakat Indonesia. Akses pornografi yang mudah dan lemahnya pemahaman agama menjadikan sebagian siswa tidak memiliki kontrol diri dan tidak menginternalisasi nilai dosa maupun konsekuensi moral. Pendidikan agama perlu diperkuat tidak hanya melalui mata pelajaran agama, tetapi juga melalui semua mata pelajaran termasuk PPKn yang dapat mengaitkan nilai-nilai moral dengan ajaran agama. Peran keluarga sangat penting karena pembentukan karakter pertama terjadi di rumah. orang tua harus memperhatikan perubahan perilaku anak yang dapat menunjukkan keterlibatan dalam tindakan menyimpang. Selain itu, sekolah perlu menciptakan lingkungan yang positif melalui fasilitas kegiatan yang menyalurkan bakat dan minat siswa agar mereka lebih fokus pada hal-hal produktif dan tidak terjerumus pada perilaku asusila.

Kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun, sehingga menjadi ancaman serius bagi dunia pendidikan dan masa depan bangsa. Data kepolisian memperlihatkan bahwa angka pelajar dan mahasiswa yang terlibat terus meningkat dari 2020 berjumlah 17 orang hingga 2023 mencapai 219 orang, hal ini menunjukkan bahwa upaya penanggulangan masih belum optimal. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak mental dan kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda. Untuk itu, sekolah dan perguruan tinggi perlu mencanangkan program sekolah bersih narkoba serta memberikan edukasi mengenai jenis-jenis narkoba dan ciri-ciri penggunanya. Kerja sama antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan lembaga pemerintah seperti BNN menjadi sangat penting agar pencegahan dapat berjalan efektif. Keterlibatan semua pihak diharapkan mampu menekan penyebaran narkoba dan melindungi pelajar dari risiko yang dapat mengancam masa depan mereka.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh Prasasti Sendang Kinasih -
Nama : Prasasti Sendang Kinasih
NPM :2513032038
Kelas :25B

Rangkuman materi Kajian Kasus-Kasus di bidang pendidikan

Banyak guru yang dipolisikan oleh orang tua siswa akhir-akhir ini. Kasus-kasus ini muncul karena adanya ketidaksepahaman antara pihak sekolah dan orang tua mengenai tindakan yang dilakukan oleh guru terhadap siswa. Kasus ini muncul dan bisa terjadi (guru di polisikan) akibat lemahnya ikatan emosional antara sekolah dan orang tua, terjadi mispersepsi antara pihak sekolah dengan orang tua terhadap makna hukuman dalam pendidikan. Hukuman yang seharusnya bersifat pembelajaran sering dimaknai sebagai bentuk kekerasan. Oleh karena itu, guru diharapkan lebih berhati-hati dan guru harus menggunakan upaya preventif dalam membina karakter siswa , serta pelajar yang memerlukan hukuman harus menggunakan pendekatan edukatif seperti memberikan tugas agar tidak menimbulkan salah paham dan tetap menjaga hubungan baik antara guru, siswa, dan orang tua.

Banyak tindak asusila di kalangan pelajar dalam dunia pendidikan Indonesia. Maraknya pergaulan bebas dan perilaku menyimpang yang terdata di kalangan pelajar disebabkan lemahnya pemahaman serta penanaman agama pada anak (kurang kontrol dalam religi), perlunya penguatan kerja sama dari sekolah, orang tua dan masyarakat dalam mengawasi anak untuk, perlunya penguatan peran keluarga, serta ciptakan lingkungan sekolah yang mendukung bakat dan minat siswa agar anak tidak berfikir negative diluar sekolah dan sibuk untuk mengembangkan bakat dan minatnya.

Penyalahgunaan narkoba juga menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa karna dapat merusak mental, Kepribadian seseorang termasuk kalangan mahasisw, karna narkoba ini tidak hanya melanda masalah serius di kalangan masyrakat saja namun sampai pada dunia pendidikan, Jumlahnya dari tahun ke tahun selalu meningkat pelajar dan mahasiswa menunjukkan adanya peningkatan jumlah pengguna narkoba dari tahun ke tahun, Masalah ini tidak hanya merusak pribadi pelajar, tetapi juga mengancam masa depan bangsa secara keseluruhan. Oleh karena itu, pihak sekolah, pihak orang tua, dan masyarakat harus jelih dalam persoalan ini untuk menciptakan lingkungan yang bebas narkoba, dan merencanakan sekolah anti narkoba dan pelajar anti narkoba dengan cara mengenali, dan mengetahui pengguna narkoba, agar bisa mengantisipasi sejak dini.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh Jihan Artha Anjani -
Nama : Jihan Artha Anjani
NPM : 2513032049
Kelas : 25B
Mata kuliah: Landasan Pendidikan
Tugas : Membuat rangkuman 3 paragraf terkait video penyampaian materi yang di sampaikan oleh Prof. Bujang Rahman
 
“Kajian Kasus di Bidang Pendidikan”
Video penyampaian materi ini membahas berbagai tantangan penting yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, dimulai dari isu ketakutan guru dalam mendisiplinkan siswa akibat banyaknya laporan ke polisi oleh orang tua. Kondisi ini dipicu oleh lemahnya ikatan emosional dan adanya perbedaan persepsi yang mendasar antara pihak sekolah dan orang tua mengenai fungsi tindakan pendisiplinan yang sebenarnya bertujuan membentuk etika dan kesadaran diri pada anak. Untuk mengatasi kerenggangan ini, para pendidik didorong untuk mengedepankan pendekatan preventif, menggunakan nasihat, arahan, serta memberikan hukuman yang bersifat mendidik dan non-fisik, sekaligus membangun kembali kepercayaan dan kesamaan visi dengan orang tua siswa.

Isu berikutnya menyoroti perilaku asusila, seperti pergaulan bebas, yang dianggap sebagai “Sisi Gelap” pendidikan, muncul karena kurangnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama di kalangan pelajar, menyebabkan mereka kehilangan kontrol diri dan tidak lagi memiliki ketakutan akan dosa. Solusinya memerlukan upaya kolektif dan sinergis dari semua elemen masyarakat, termasuk guru di setiap mata pelajaran, orang tua, dan masyarakat, untuk memperkuat keyakinan agama. Selain pengawasan yang ketat dari keluarga, sekolah juga memegang peran penting dengan memfasilitasi dan menyalurkan bakat serta minat siswa di berbagai bidang, seperti olahraga dan seni, agar waktu mereka tersita untuk kegiatan positif, sehingga menjauhkan mereka dari tindakan negatif.

Lalu kasus penyalahgunaan narkotika (narkoba) di kalangan pelajar dan mahasiswa, yang menunjukkan peningkatan angka secara terus-menerus dan menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa. Data peningkatan pengguna narkoba dari tahun ke tahun menunjukkan kegawatan masalah ini. Sebagai respons, diperlukan kesiapsiagaan dari semua pihak untuk mengenali jenis-jenis narkoba serta ciri-ciri pengguna. Sekolah harus secara proaktif mencanangkan program anti-narkoba. Secara keseluruhan, semua kasus ini menuntut adanya kepedulian bersama dan tindakan terpadu antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk menyelamatkan generasi muda dan memastikan masa depan pendidikan yang lebih baik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh LYLLA RAUDAH RAHMA 2513032047 -
Nama: Lylla Raudah Rahma
NPM: 2513032047
Kelas: 25B

Kajian Kasus-Kasus di Bidang Pendidikan

Kasus pertama yang sering terjadi di dunia pendidikan adalah banyaknya guru yang dilaporkan ke polisi karena tindakan mendisiplinkan siswa. Fenomena ini menunjukkan lemahnya ikatan emosional antara pihak sekolah dan orang tua serta adanya miskomunikasi dalam memahami tujuan pendidikan. Guru seharusnya tetap mengedepankan upaya preventif dalam membina karakter siswa melalui nasihat dan keteladanan. Jika memang diperlukan hukuman, hendaknya dilakukan dengan pendekatan yang edukatif, sehingga siswa tetap merasa dihargai dan proses pembelajaran karakter dapat berjalan dengan baik.

Kasus kedua yang cukup memprihatinkan adalah maraknya tindakan asusila di kalangan pelajar. Hal ini menunjukkan masih kurangnya penanaman nilai-nilai agama dan moral sejak dini. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu adanya penguatan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mengawasi serta membimbing anak. Selain itu, peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter anak agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif. Sekolah juga perlu menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung bakat serta minat siswa sebagai sarana penyaluran energi dan ekspresi diri yang sehat.

Kasus ketiga adalah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa yang kian meningkat. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan mencanangkan program sekolah anti narkoba dan memberikan edukasi tentang bahaya serta jenis-jenis narkoba. Selain itu, penting bagi guru dan orang tua untuk mengenali ciri-ciri anak yang terindikasi terlibat penyalahgunaan narkoba agar dapat segera dilakukan tindakan pencegahan. Sinergi antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh DAFFA ABID TAMA -
Nama : DAFFA ABID TAMA
NPM : 2513032056

"Kajian Kasus-Kasus di Bidang Pendidikan"

Dunia pendidikan di Indonesia tengah menghadapi berbagai persoalan serius yang mencerminkan tantangan besar dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik. Salah satu kasus yang menjadi perhatian serius adalah banyaknya guru yang dilaporkan kepada pihak kepolisian oleh orang tua siswa karena tindakan disiplin di sekolah. Fenomena ini menunjukkan lemahnya ikatan emosional antara pihak sekolah dan orang tua, serta adanya perbedaan persepsi mengenai tujuan pendidikan dan makna hukuman dalam proses mendidik. Guru yang bermaksud memperbaiki perilaku anak justru dianggap melakukan kesalahan. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif, seperti memberikan nasihat, arahan, atau hukuman nonfisik yang mendidik, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman antara guru dan orang tua.

Selain itu, kasus perilaku asusila di kalangan pelajar juga menjadi salah satu sisi gelap dunia pendidikan Indonesia. Meningkatnya pergaulan bebas dan praktik seks bebas di kalangan siswa menunjukkan lemahnya pemahaman serta pengamalan nilai-nilai agama dan moral. Kurangnya pengawasan dari orang tua, lemahnya kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta lingkungan sosial yang tidak mendukung menjadi penyebab utama munculnya perilaku menyimpang ini. Untuk mengatasinya, dibutuhkan penguatan pendidikan agama, pembentukan karakter sejak dini di lingkungan keluarga, serta penyaluran minat dan bakat siswa melalui kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan keterampilan. Sekolah juga perlu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya nilai moral dan etika agar siswa terhindar dari perilaku yang bertentangan dengan norma sosial dan agama.

Kasus lain yang tidak kalah serius adalah meningkatnya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah pelajar dan mahasiswa yang terlibat narkoba terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini tidak hanya merusak kepribadian dan masa depan individu, tetapi juga menjadi ancaman bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, sekolah bersama keluarga dan masyarakat perlu membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan bebas narkoba. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi tentang bahaya narkoba, pengawasan yang lebih ketat, serta pembentukan sekolah dan kampus bersih narkoba. Kesadaran semua pihak menjadi kunci dalam menjaga generasi muda agar terhindar dari perilaku destruktif yang bisa menyebabkan kerugian atau kerusakan pada diri sendiri dan orang lain serta siap menjadi penerus bangsa yang bermoral, berkarakter, dan berintegritas.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh Nadia Padilah Zaidah -
Nama : Nadia Padilah Zaidah
NPM : 2513032059

Video ini membahas beberapa kasus yang serius yang memengaruhi proses belajar dan aktivitas di sekolah di Indonesia. Kasus pertama adalah ada guru yang dilaporkan ke polisi oleh orang tua siswa. Hal ini terjadi karena orang tua tidak menerima cara guru menghukum anak. Akibatnya membuat para guru merasa gelisah karna kasus ini. Kasus ini terjadi karena dua faktor, yaitu hubungan antara sekolah dan orang tua yang kurang baik serta kesalahpahaman tentang fungsi hukuman . Hukuman yang seharusnya membantu anak belajar dan menjadi lebih baik, justru dianggap sebagai tindakan menyakitkan. Untuk mengatasi masalah kepercayaan ini, guru perlu mengambil langkah-langkah lebih dulu sebelum hukum, seperti memberi nasihat, menyampaikan arahan, dan memberi contoh yang baik . Jika memang harus diberi hukuman, maka hukuman itu harus bersifat pendidikan dan tidak fisik, seperti memberi tugas tambahan atau melibatkan orang tua agar anak merasa malu dan menjadi lebih baik. Di sisi lain, orang tua dan sekolah harus membangun hubungan yang baik dan memiliki pandangan yang sama agar langkah-langkah yang dilakukan guru dalam membimbing perilaku, sikap, dan etika siswa bisa didukung secara penuh.


Kasus selanjutnya adalah perilaku asusila dan seks bebas yang dilakukan pelajar, yang dinilai sebagai bagian gelap dalam dunia pendidikan karena bertentangan dengan nilai agama dan moral. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman dan praktik agama yang membuat siswa tidak punya kendali diri dan tidak takut melakukan dosa .ini sangat lemah di kalangan siswa, maka pendidikan agam ini bukann hanya terpatok pada guru agama. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan peningkatan pemahaman agama sebagai dasar etika, yang menjadi tanggung jawab semua guru, bukan hanya guru agama tetapi semua masyarakat terutama di sekolah. Selain itu, kerja sama yang kuat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat diperlukan untuk mengawal perilaku anak. Sekolah juga harus menciptakan lingkungan yang mendukung dengan memberikan kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan keagamaan agar anak tidak terlibat dalam kegiatan negatif. Masyarakat juga mempunyai peran di kasus ini masyarakat harus menjadi contoh seperti cara berpakaian. Selanjutnya adalah sekolah harus menyalurkan bakat minat, agar siswa mempunnyai kesibukan dengan hal yang positif sehingga anak tidak mempunyai waktu untuk melakukan hal hal yang negatif


Kasus selanjutnya adalah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. Ini sangat merusak mental dan kepribadian apabila sudah terjerumus ke masalah ini. Data yang ditunjukkan polisi menunjukkan peningkatan kasus ini dari tahun ke tahun dan akan membahayakan masa depan bangsa. Artinya kita belum berhasil untuk menangani kasus ini dapat dilihat dari tahun ke tahun selalu terjadi peningkatan. Oleh karna itu kita harus mengetahui dan peduli terhadap lingkungan kita maka Pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat harus bertindak tegas dan cerdas dengan menerapkan program anti-narkoba di tingkat sekolah dan pelajar. Langkah pencegahan harus dimulai sejak dini dengan mengenali jenis-jenis narkoba, sumbernya, dan ciri-ciri orang yang terpengaruh. Penanganan masalah ini sangat mendesak karena bahaya narkoba tidak hanya merusak anak, tetapi juga mengancam masa depan bangsa secara menyeluruh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh Farhana Nargis -
Nama : Farhana Nargis
Npm : 2513032057

Kajian Kasus" di Bidang Pendidikan

Akhir akhir ini sering kita dengar banyaknya Guru yang di laporkan ke polisi karena menegur muridnya sendiri. Kenapa banyak guru yang di laporkan? Ada beberapa tanggapan, Salah satu nya adalah karena lemahnya ikatan emosional antara sekolah dan orang tua, terjadi mispresepsi antara sekolah dan orang tua serta jika memerlukan hukuman guru harus melakukan pendekatan edukatif.

Kedua ada kasus tindakan asusila di kalangan pelajar ini banyak sekali kasus yang sudah terjadi dan kenapa hal tersebut bisa terjadi ? karena kurangnya penanaman agama pada anak maka dengan itu kita harus lebih mengawasi kegiatan anak dengan cara bekerja sama dengan sekolah, orang tua, dab masyarakat dalam mengawasi anak, penguatan keluarga, dan lebih menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung bakat dan minat siswa sehingga fasilitas yang di sediakan oleh sekolab dapat digunakan dengan sebaik baiknya untuk mengisi waktu yang luang dengan mengembangkan minat dan bakat dan terjauh dari perilaku yang negatif.

Adapun kasus yaitu Penyalah Gunaan Narkoba di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa. Kasus ini sangat berbahaya bagi anak - anak sekarang yang dimana hal tersebut dapat merusak mental dan kepribadian seseorang jika mengonsumsi hal tersebut. Di indonesia ini persoalan yang sangat serius karena menurut data kepolisian jumlah pelajar mahasiswa yang terjerat kasus Narkoba ini terus naik di setiap tahunnya yang dimana artinya kita belum ada tanda keberhasilan dalam menangani persoalan kasus penyalah gunaan narkoba ini. Kita harus tau apa saja ciri ciri dari pelajar yang terjerat narkoba tersebut agar kita perlu mencegah dan melakukan sosialisasi agar hal ini tidak bertambah lagi. Pihak sekolah dan orang tua serta masyarakat juga harus lebih berhati hati dan jeli melihat persoalan ini, Bisa dengan seperti pihak sekolah yang mencanangkan sekolah anti narkoba serta menciptakan lingkungan bebas narkoba di masyarakat maupun keluarga. Tetapi tidak dengan itu saja kita juga harus mengenali atau mengetahui ciri" dan jenis dari pengguna narkoba tersebut.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh MEIZA GAUTAMI DAS’AD -
Nama: Meiza Gautami Das’ad
NPM: 25130302069

Dari materi yang di sampaikan yaitu mengkaji tiga kasus utama di bidang pendidikan, yaitu: kasus guru yang diadukan ke polisi, perilaku asusila di kalangan pelajar, dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar/mahasiswa.

Kasus pertama yang menjadi sorotan adalah meningkatnya jumlah guru yang dilaporkan atau diadukan ke polisi oleh orang tua siswa. Fenomena ini telah menimbulkan keresahan di kalangan guru, di mana banyak yang merasa takut untuk menegur atau mendisiplinkan murid. Permasalahan ini dianalisis sebagai cerminan dari lemahnya ikatan emosional antara sekolah dan orang tua, serta adanya mispersepsi terhadap hukuman yang diberikan guru. Orang tua cenderung melihat hukuman sebagai tindakan menyakiti, padahal hukuman yang bersifat edukatif merupakan bagian integral dan keniscayaan dalam proses pendidikan untuk membentuk kedisiplinan dan menyadarkan anak ketika berbuat salah. Solusinya, guru disarankan untuk mengedepankan pendekatan preventif melalui nasihat dan arahan. Jika hukuman harus diberikan, hukuman tersebut harus bersifat sangat edukatif dan non-fisik, misalnya dengan melibatkan orang tua secara langsung dalam proses peneguran agar anak memiliki efek jera.


Kasus kedua membahas tingginya tingkat perilaku asusila, termasuk praktik seks bebas, di kalangan pelajar yang dianggap sebagai "Sisi Gelap" dunia pendidikan saat ini. Penyebab utama dari kasus ini di antaranya adalah kurangnya pemahaman dan pengamalan ajaran agama, yang menyebabkan siswa kehilangan kendali diri karena tidak takut akan dosa. Selain itu, mudahnya akses terhadap pornografi juga menjadi faktor pendorong yang signifikan. Untuk mengatasinya, diperlukan penguatan pemahaman dan keyakinan agama yang menjadi tugas bersama seluruh guru, bukan hanya guru agama. Selain itu, penting adanya kerja sama yang solid antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk mengawal perilaku anak di mana pun mereka berada. Sekolah juga memiliki peran untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dengan memfasilitasi penyaluran bakat dan minat siswa, sehingga waktu mereka tersibukkan oleh aktivitas positif dan terhindar dari perbuatan negatif.


Kasus terakhir yang diangkat adalah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa, yang juga menunjukkan tren peningkatan signifikan dari tahun ke tahun, menjadikannya ancaman serius bagi masa depan bangsa. Data statistik menunjukkan adanya kenaikan drastis jumlah pelajar dan mahasiswa yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, yang mengindikasikan bahwa upaya penanganan yang ada belum menunjukkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, sekolah, orang tua, dan masyarakat dituntut untuk lebih waspada dan peduli terhadap isu ini. Langkah pencegahan yang harus dilakukan adalah mencanangkan program sekolah anti-narkoba, mengenali jenis-jenis narkoba dan ciri-ciri penggunaannya secara dini, serta mengambil tindakan preventif untuk menyelamatkan generasi muda dari kerusakan kepribadian dan masa depan yang disebabkan oleh narkoba.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh Ridwan 2513032051 -

Nama: RIDWAN 
Npm: 2513032051
Kelas: 25B

Rangkuman Kajian Kasus-Kasus di Bidang Pendidikan

 meningkatnya jumlah guru yang dilaporkan ke pihak kepolisian oleh orang tua siswa karena tindakan pendisiplinan di sekolah, yang di mana ini dilakukan supaya anak menjadi lebih tertib. Fenomena ini menunjukkan adanya lemahnya hubungan emosional dan komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua yang tidak terjadi secara baik, serta terjadinya perbedaan persepsi mengenai fungsi hukuman dalam pendidikan. Hukuman yang seharusnya bersifat edukatif justru sering disalah artikan sebagai bentuk kekerasan. Oleh karena itu, guru diimbau untuk lebih berhati-hati, guru seharusnya mendahulukan menggunakan pendekatan preventif dalam membina karakter siswa, kemudian menerapkan bentuk hukuman yang bersifat mendidik serta nonfisik serta bila memang diperlukan menghukum siswa, maka guru harus menghukum dengan hukuman yang sangat edukatif, seperti memberikan tugas dan lain sebagainya.

Kasus berikutnya yang dibahas adalah meningkatnya perilaku asusila di kalangan pelajar, seperti pergaulan bebas dan penyebaran konten pornografi. Hal ini dianggap sebagai “sisi gelap” dunia pendidikan yang muncul akibat lemahnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama serta moral di kalangan siswa, seperti yang kita tahu bahwa negara kita adalah negara Pancasila, yang seperti pada sila pertama “Ketuhanan yang Maha Esa”. Sila ini menggambarkan bahwa agama itu menempati posisi yang paling atas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, jadi perbuatan-perbuatan asusila dikalangan remaja ini yang bentuknya bisa sampai seks bebas jelas perbuatan yang bertentangan dengan agama yang di mana ini bukan hanya memiliki efek yang negatif pada anak tetapi juga dapat membahayakan kehidupan Masyarakat secara luas. Kurangnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai etika turut memperburuk situasi ini. Solusi yang dapat dilakukan adalah memperkuat pendidikan agama dan moral secara terpadu, meningkatkan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan bakat dan minat siswa agar mereka dapat terhindar dari perilaku negatif.

Dan terdapat satu lagi kasus yang sedang marak adalah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun. Persoalan ini menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan bangsa. Menurut data kepolisian kasus narkoba ini terus meningkat sepanjang tahun, pada tahun 2023 mencapai 219 orang, itu artinya belum ada tanda yang menunjukkan bahwa kita berhasil menangani persoalan ini. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui tanda-tanda pelajar yang terjerat narkoba serta perlu adanya langkah nyata dari pihak sekolah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas narkoba melalui program pencegahan, sosialisasi bahaya narkoba, serta pengawasan yang ketat. Guru, orang tua, dan masyarakat diharapkan saling bersinergi dalam mengawasi dan membimbing anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba maupun perilaku menyimpang lainnya, demi mewujudkan dunia pendidikan yang bermartabat dan berkarakter agar dunia Pendidikan kita menjadi lebih baik di masa yang akan datang.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh 2513032065 2513032065 -
Nama : Dedek Huda Syifa Fu'Ady
NPM : 2513032065
Kelas : 25B
Mata kuliah: Landasan Pendidikan

Rangkuman 3 paragraf dari materi yang di sampaikan oleh Prof. Bujang Rahman pada vidio youtube yang berjudul KAJIAN KASUS DI BIDANG PENDIDIKAN

Kasus 1: Guru Dipolisikan Orang Tua Kasus pertama membahas fenomena guru yang dilaporkan ke polisi oleh orang tua siswa akibat tindakan pendisiplinan. Masalah ini dianalisis berakar dari lemahnya ikatan emosional dan kepercayaan antara sekolah dan orang tua, serta adanya mispersepsi orang tua yang menganggap hukuman sebagai bentuk kebencian, bukan bagian integral dari proses pendidikan. Sebagai solusinya, video ini menyarankan para pendidik untuk melakukan introspeksi, lebih mengedepankan pendekatan preventif, dan jika terpaksa menghukum, gunakanlah hukuman yang bersifat edukatif serta non-fisik, sambil terus proaktif membangun komunikasi dan kesamaan persepsi dengan orang tua.

Kasus 2: Tindakan Asusila Pelajar Kasus kedua menyoroti maraknya tindakan asusila di kalangan pelajar, termasuk pergaulan bebas dan dampak pornografi, yang disebut sebagai "sisi gelap" dunia pendidikan. Akar masalah utamanya diidentifikasi sebagai kurangnya pemahaman dan pengamalan nilai agama yang membuat siswa kehilangan kontrol diri. Untuk mengatasinya, diperlukan kerja sama tiga pilar (sekolah, orang tua, dan masyarakat) dalam pengawasan, penguatan pendidikan agama oleh semua guru (bukan hanya guru agama), serta pentingnya sekolah dalam memfasilitasi bakat dan minat siswa agar energi mereka tersalurkan ke kegiatan positif.

Kasus 3: Penyalahgunaan Narkoba Kasus ketiga adalah ancaman serius penyalahgunaan narkoba yang data statistiknya menunjukkan peningkatan prevalensi di kalangan pelajar dan mahasiswa. Fenomena ini dianggap sebagai ancaman besar terhadap masa depan bangsa yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Solusi yang ditekankan adalah pentingnya peran sekolah mencanangkan "Sekolah Anti Narkoba", namun yang krusial adalah kemampuan guru dan orang tua untuk melakukan deteksi dini dengan cara mengenali ciri-ciri pengguna narkoba sehingga dapat segera diantisipasi dan ditangani lebih awal.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh Alika Keyda Azana -
Nama: Alika Keyda Azana
NPM: 2513032058

Kajian Kasus-Kasus di Bidang Pendidikan

Kasus yang terjadi adalah adanya guru yang dilaporkan ke polisi oleh orang tua siswa. Kejadian seperti ini membuat banyak guru merasa takut untuk menegur atau mendisiplinkan siswa. Masalah ini menunjukkan bahwa hubungan emosional antara sekolah dan orang tua sudah melemah. Banyak orang tua tidak lagi melihat guru sebagai orang yang dipercaya untuk mendidik anak ketika berada di sekolah. Selain itu, ada salah paham dari sebagian orang tua yang menganggap hukuman atau teguran guru sebagai bentuk kebencian atau keinginan untuk menyakiti anak. Padahal dalam pendidikan, hukuman yang tepat justru bertujuan membantu anak menyadari kesalahannya dan memperbaiki diri.

Kasus kedua adalah tingginya tindakan asusila di kalangan pelajar dan mahasiswa. Perbuatan ini bertentangan dengan nilai agama dan budaya yang ada. Hal tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini terjadi antara lain karena kurangnya pemahaman dan pengamalan agama di kalangan siswa, yang membuat mereka tidak takut akan dosa dan kehilangan kendali diri. Solusinya meliputi, memperkuat pemahaman dan keyakinan agama, membangun kerja sama yang kuat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mengawal perilaku anak, menguatkan peran keluarga, dan menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung penyaluran bakat dan minat siswa. Penyaluran bakat dan minat ini akan menyibukkan waktu mereka dengan aktivitas positif, sehingga mengurangi perhatian pada hal-hal yang bersifat asusila.

Kasus ketiga adalah meningkatnya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di kalangan pelajar dan mahasiswa. Data menunjukkan adanya peningkatan kecenderungan generasi muda dalam menggunakan narkoba, yang meningkat dari tahun ke tahun. Persoalan ini sangat serius karena merusak pribadi, kepribadian, dan masa depan bangsa dan negara. Sekolah, orang tua, dan masyarakat perlu mencanangkan sekolah atau pelajar anti-narkoba. Tindakan pencegahan harus dilakukan dengan mengenali jenis-jenis narkoba, sumber mendapatkannya, dan ciri-ciri orang yang telah terjangkit penyalahgunaan narkoba, sehingga dapat diantisipasi dan diatasi lebih awal.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh Delia Puspita -
Nama : Delia Puspita
NPM : 2513032053

KAJIAN KASUS-KASUS DIBIDANG PENDIDIKAN

1. BANYAK GURU DIPOLISIKAN
Akhir-akhir ini kita sering mendengar banyak guru yang dipolisikan oleh orang tua siswa. Sebenarnya tindakan yang dilakukan oleh guru adalah untuk mendisiplinkan siswa dengan cara memberi teguran agar siswa dapat tertib. Sebenarnya kasus seperti ini sudah pernah terjadi beberapa tahun yang lalu. Kasus ini terjadi akibat tidak terimanya orang tua siswa terhadap teguran atau tindakan untuk mendisiplinkan yang dilakukan oleh guru. Miris sekali, padahal guru adalah orang tua siswa di sekolah dan memiliki kualifikasi untuk melakukan pendidikan terhadap siswanya. Seharusnya sebagai orang tua, mendukung tindakan pendisiplinan yang dilakukan oleh guru. Kasus seperti ini dapat terjadi diantaranya karena lemahnya ikatan emosional antara sekolah dan orang tua, dan terjadi mispersepsi antara pihak sekolah dengan orang tua. Sebenarnya hukuman adalah bagian yang integral dari pendidikan. Dengan adanya hukuman maka siswa akan mengerti bahwa perbuatan yang dilakukannya tidak benar. Ketika guru memberi hukuman, tujuannya adalah agar siswa mengetahui dan tidak mengulangi kesalahannya. Namun, dari sudut pandang orang tua, mereka menganggap guru tidak suka ataupun tidak sayang pada muridnya karena memberi hukuman sehingga terjadilah misspersepsi antara guru dengan orang tua siswa. Dengan banyaknya fenomena-fenomena yang terjadi, hendaknya guru mengedepankan upaya preventif dalam membina karakter siswa, tidak semata-mata menghukum saja. Jika memang memerlukan hukuman, harus tetap menggunakan pendekatan edukatif

2. TINDAKAN ASUSILA DIKALANGAN PELAJAR
Banyaknya tindakan-tindakan yang melanggar norma asusila dan norma agama yang dilakukan oleh pelajar indonesia saat ini merupakan bagian dari sisi gelap pendidikan di indonesia. Pergaulan bebas, seks bebas dan mudahnya akses terhadap video porno di warnet merupakan bentuk kasus yang terjadi didunia pendidikan indonesia. Tindakan asusila dikalangan pelajar terjadi diantaranya karena kurangnya penanaman dan pemahaman agama pada anak, sehingga anak tidak memiliki kontrol. Kasus seperti ini dapat diatasi atau dicegah dengan cara penguatan kerja sama sekolah, orang tua dan masyarakat dalam mengawasi anak, memperkuat peran keluarga, menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung bakat dan minat siswa sehingga diharapkan anak akan lebih fokus pada kegiatan positif di sekolah dibandingkan dengan kegiatan negatif diluar sekolah.

3. PENYALAHGUNAAN NARKOBA DIKALANGAN PELAJAR DAN MAHASISWA
Kasus ini sangat merugikan masyarakat dan generasi Indonesia. Menggunakan obat terlarang tidak hanya akan merusak masa depan siswa melainkan juga masa depan negara. Karena mereka kelaklah yang akan menjadi generasi negara kita. Data menunjukkan peningkatan penggunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa dari tahun ke tahun. Pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat harus waspada dan jeli melihat persoalan ini. Untuk mengatasinya, sekolah perlu mencanangkan program anti narkoba.
Penting untuk mengenali jenis-jenis narkoba dan ciri-ciri orang yang terkena penyalahgunaan narkoba, agar bisa dilakukan tindakan antisipasi dan penanganan secara dini.
Secara umum, hasil dari materi ini menunjukkan bahwa sektor pendidikan kini sedang berhadapan dengan berbagai kesulitan yang membutuhkan perhatian mendalam, kolaborasi antar sektor, dan metode yang edukatif, dan tindakan preventif untuk mencegah kasus-kasus didunia pendidikan tersebut agar tidak terulang lagi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh Rahmat Nurhakim -
Nama: Rahmat Nurhakim
NPM: 2513032067

Video ini membahas tiga kasus krusial yang terjadi dalam bidang pendidikan di Indonesia, dimulai dengan fenomena yang meresahkan: semakin banyaknya guru yang diadukan ke polisi oleh orang tua siswa karena tindakan pendisiplinan. Pemicu utama kasus ini dianalisis sebagai lemahnya ikatan emosional antara sekolah dan orang tua, serta adanya mispersepsi terhadap hukuman, yang seharusnya menjadi bagian integral dan edukatif dari proses pendidikan, tetapi dianggap sebagai tindakan menyakiti anak. Untuk mengatasi ketakutan dan keresahan guru, disarankan agar pihak pendidik mengedepankan pendekatan preventif melalui nasihat dan arahan, serta menerapkan hukuman yang bersifat non-fisik dan sangat edukatif, seperti pemberian tugas atau pelaporan kepada orang tua.
Kasus serius kedua yang disoroti adalah maraknya perilaku asusila dan pergaulan bebas di kalangan pelajar, yang disebut sebagai "Sisi Gelap dunia pendidikan" karena bertentangan dengan nilai agama dan budaya. Tingginya praktik ini dikaitkan dengan mudahnya akses pornografi dan, yang lebih mendasar, kurangnya pemahaman serta pengamalan agama pada siswa, yang membuat mereka kehilangan kontrol diri karena tidak takut pada dosa. Solusi untuk mengatasi masalah ini memerlukan penguatan pemahaman dan keyakinan agama—yang merupakan tugas semua guru, bukan hanya guru agama—dan juga menuntut adanya kerjasama yang kuat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Selain itu, sekolah wajib menciptakan lingkungan yang mendukung bakat dan minat siswa agar waktu mereka disibukkan dengan aktivitas positif dan terhindar dari hal negatif.
Isu ketiga yang menjadi ancaman berat adalah peningkatan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa, dengan data yang menunjukkan laju kasus yang meningkat signifikan dari tahun ke tahun dan mengancam masa depan bangsa. Karena narkoba dapat merusak kepribadian dan masa depan, video ini menyerukan agar semua pihak (sekolah, orang tua, masyarakat) lebih peduli dan waspada. Langkah-langkah pencegahan harus mencakup pencanangan sekolah anti-narkoba, mengenali jenis-jenis narkoba, dan memahami ciri-ciri orang yang terlibat penyalahgunaan agar dapat dilakukan tindakan secara dini untuk menyelamatkan generasi muda. Semua kasus ini membutuhkan perhatian dan tindakan bersama untuk mengatasi ancaman berat bagi dunia pendidikan nasional.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh Muhammad Fareal Al-Fattah 2513032060 -
NAMA : MUHAMMAD FAREAL AL-FATTAH
NPM : 2513032060

Ada beberapa point point penting terkait materi yang disamapaikan oleh prof Bujang melalui video youtube tersebut, antara lain adalah :
1. Kasus guru yang diadukan kepihak berwajib/polisi
ini adalah kasus dimana guru dilaporkan ke pikah kepolisian oleh orang tua dari siswa dikarenakan guru memberikan hukuman berupa hukuman fisik yang dimana itu di anggap sebagai kekerasan fisik yang dilakukan oleh guru terhadap siswa, ini adalah sebuah kesalahfahaman dari orang tua murid terhadap guru, mereka menganggap hukuman tersebut merupakan adanya kebencian atau ketidaksenangan guru terhadap siswa, hal ini juga menjadi pelajaran bagi seorang guru agar kejadian serupa tidak terulang yaitu dengan cara pendekatan terhadap peserta didik, dan memberikan hukuman yang edukatif dan tidak melibatkan fisik. penyebab dari kasus ini adalah miskomunikasi yang terjadi antara orang tua dan guru dan hubungan yang tidak terjalin dengan baik. solusinya adalah melakukan pendekatan terhadap siswa dan memberikan hukuman yang edukatif dan tidak melibatkan fisik
2. Maraknya prilaku asusila dikalangan pelajar
faktor utamanya adalah mudahnya akses pornografi yang bisa dengan mudah dilakukan oleh golongan pelajar. hal ini mengakibatkan banyaknya tindakan asusila yang terjadi dikalangan pelajar seperti seks bebas. hal ini sangat bertentangan dengan nilai agama dan moral yang ada pada pelajar diindonesia khususnya yang berdasarkan pancasila. solusinya adalah meningkatkan nilai agama dan moral kepada para pelajar dan dari pemerintah juga agar dapat mempersulit akses pornografi di internet untuk menghindari prilaku asusila yang terjadi di lingkungan pelajar
3. penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar dan mahasiswa
penyebab utamanya adalah lingkungan pergaulan yang terjadi di kalangan pelajar dan mahasiswa, solusinya adalah sebisa mungkin orang tua menjalin komunikasi yang baik deangan anak agar dapat memantau aktivitas sang anak dari jauh, dasn juga memrikan edukasi edukasi terkait bahaya narkoba kepada sekolah sekolah ataupun universitas agar dapat meningkatkan pemahaman pelajar ataupun mahasiswa terkait bahaya narkoba.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Penugasan

oleh Bintang Adam Pamungkas -
Nama : Bintang Adam Pamungkas 
NPM   : 2513032050

Kajian Kasus-Kasus di Bidang Pendidikan

Kasus pertama yang menjadi perhatian adalah semakin banyaknya guru yang dipolisikan oleh orang tua siswa. Hal ini biasanya berawal dari tindakan pendisiplinan yang dilakukan guru, namun tidak diterima oleh pihak orang tua. Situasi tersebut memperlihatkan lemahnya hubungan emosional dan komunikasi antara sekolah dan orang tua. Ketidaksepahaman atau mispersepsi dalam melihat tindakan guru semakin memperburuk keadaan. Oleh karena itu, dalam mendidik siswa, guru perlu mengutamakan pendekatan preventif, yaitu mencegah pelanggaran sebelum terjadi. Jika memang diperlukan hukuman, sanksi harus bersifat edukatif dan mendidik, seperti memberikan tugas tambahan atau pembinaan yang membantu siswa memahami kesalahannya tanpa menimbulkan dampak negatif secara psikologis.

Kasus kedua yang tidak kalah memprihatinkan adalah meningkatnya tindakan asusila di kalangan pelajar. Fenomena ini mencerminkan sisi gelap dunia pendidikan karena bertentangan dengan nilai agama dan moral yang dijunjung tinggi bangsa Indonesia. Kurangnya pendidikan agama dan lemahnya pengawasan dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat membuat siswa tidak memiliki kontrol diri yang baik. Untuk mencegah hal ini, diperlukan kerja sama yang kuat antara ketiga lingkungan utama pendidikan—keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penguatan pendidikan agama serta bimbingan moral harus diberikan sejak dini. Selain itu, sekolah perlu menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan siswa secara positif, misalnya dengan menyediakan kegiatan yang menyalurkan minat dan bakat agar siswa memiliki aktivitas yang bermanfaat dan jauh dari perilaku menyimpang.

Kasus ketiga yang juga menjadi ancaman serius adalah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan penanganan narkoba belum sepenuhnya berhasil. Untuk itu, sekolah, orang tua, dan masyarakat harus lebih waspada dalam mengenali ciri-ciri anak yang terlibat narkoba serta memahami jenis-jenis narkoba yang sering disalahgunakan. Dengan pemahaman tersebut, pencegahan dapat dilakukan sejak dini melalui pembentukan sekolah anti narkoba, peningkatan pengawasan lingkungan, serta pembinaan yang menyadarkan siswa tentang bahaya narkoba.