FORUM DISKUSI

TOPIK DISKUSI

TOPIK DISKUSI

by Ari Sofia -
Number of replies: 29

Apa yang kalian ketahui tentang Komunikasi non verbal berupa Postur dan ekspresi wajah (perilaku mata dan kontak mata)?

Jelaskan peran komunikasi non verbal berupa Postur dan ekspresi wajah (perilaku mata dan kontak mata) bagi pembelajaran.


In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Nur Thaharah -
Komunikasi non verbal melalui postur, ekspresi wajah, perilaku mata, dan kontak mata memainkan peran penting dalam komunikasi sehari-hari dan juga dalam konteks pembelajaran. Berikut penjelasan tentang peran komunikasi non verbal ini dalam pembelajaran:

1. **Postur (Sikap Tubuh)**:
- **Ekspresi Sikap Belajar**: Postur tubuh siswa dapat mengindikasikan sikap belajar. Misalnya, siswa yang duduk tegak dan fokus cenderung lebih siap untuk belajar dibandingkan dengan yang bersandar dan terlihat tidak tertarik.
- **Interaksi Sosial**: Postur juga memengaruhi interaksi sosial dalam kelas. Siswa yang berdiri tegak atau duduk dengan postur terbuka lebih cenderung berpartisipasi aktif dalam diskusi kelas.

2. **Ekspresi Wajah (Perilaku Mata dan Kontak Mata)**:
- **Ekspresi Emosi**: Ekspresi wajah adalah cara penting untuk menyampaikan emosi. Siswa yang tersenyum mungkin menunjukkan kebahagiaan atau antusiasme terhadap pembelajaran, sementara wajah yang cemberut bisa mengindikasikan frustrasi atau kebingungan.
- **Kontak Mata**: Kontak mata yang baik antara guru dan siswa adalah kunci untuk membangun hubungan yang kuat dalam pembelajaran. Ini menunjukkan perhatian, penghormatan, dan keterlibatan dalam proses belajar-mengajar.
- **Kepala dan Mata untuk Fokus**: Perilaku mata seperti mengikuti guru atau menatap materi pembelajaran membantu siswa untuk tetap fokus pada pelajaran.

Peran komunikasi non verbal dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:
- **Mengkomunikasikan Emosi dan Sikap**: Komunikasi non verbal membantu guru dan siswa untuk memahami perasaan dan sikap satu sama lain. Guru dapat merespons lebih baik terhadap kebutuhan siswa saat mereka memahami ekspresi wajah atau postur yang mengindikasikan kebingungan atau ketidaknyamanan.
- **Meningkatkan Efektivitas Pengajaran**: Guru yang menguasai komunikasi non verbal dapat menggunakan ekspresi wajah dan postur tubuh untuk mempertegas atau mengklarifikasi pesan yang mereka sampaikan, membuat pembelajaran lebih efektif.
- **Membangun Hubungan**: Kontak mata, senyum, dan postur yang terbuka membantu membangun hubungan positif antara guru dan siswa, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar.
- **Memfasilitasi Partisipasi**: Komunikasi non verbal yang baik dapat memotivasi siswa untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran, karena mereka merasa didengar dan diperhatikan.

Dengan demikian, pemahaman dan penerapan komunikasi non verbal yang efektif dapat meningkatkan pengalaman belajar dan interaksi dalam kelas, menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk pembelajaran yang efektif.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by ELINA NOVITA SARI 2213054083 -
komunikasi non verbal berupa Postur dan ekspresi wajah (perilaku mata dan kontak mata)

Komunikasi antar individu merupakan komunikasi
yang melibatkan 2 orang dalam kegiatan menyampaikan
informasi/pesan yang dilakukan secara verbal dan non verbal
secara langsung (face to face). Komunikasi kelompok adalah
komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih baik
secara verbal maupun non verbal yang berlangsung dalam satu
kelompok yang memiliki tujuan sama, melakukan interaksi
antar satu dengan yang lain dalam rangka menggapai tujuan
bersama, saling mengenal satu sama lain, serta menempatkan
mereka sebagai salah satu bagian dari kelompok. Komunikasi
verbal merupakan jenis komunikasi yang dalam proses
penyampaian informasinya disampaikan melalui cara tertulis
ataupun lisan untuk mempermudah seseorang dalam
menyampaikan maksud dari pemikiran, ide dan juga
keputusan. Komunikasi verbal ini meliputi berbicara dan
menulis serta mendengarkan dan membaca. Komunikasi non
verbal adalah jenis komunikasi yang disajikan tanpa kata-kata
dalam proses penyampaian informasinya seperti kontak mata,
ekspresi wajah, gerak tubuh, kedekatan jarak, suara yang
bukan kata atau pribahasa, sentuhan, dan cara berpakaian.
Postur tubuh. Cara seseorang berdiri, bergerak, berjalan dapat
menjelaskan ekspresi dirinya. Postur tubuh ini dapat merefleksikan konsep diri,
emosi bahkan tingkat kesehatannya.
Wajah dan kontak mata. Wajah adalah sumber yang kaya dengan
komunikasi dikarenakan ekspresi dari wajah merupakan cerminan dari suasana hati
seseorang. Sedangkan kontak mata akan menimbulkan signal alami dalam
melaksanakan komunikasi. Kontak mata selama terjadinya komunikasi
menandakan bahwa orang tersebut terlibat serta menghargai lawannya disertai
keinginan untuk memperhatikan, tidak hanya sebatas mendengarkan.30
Gerak Isyarat. Gerak isyarat (gesture) ialah sumber informasi yang baik
dalam komunikasi non verbal.31 Gerak isyarat bisa digunakan untuk mempertegas
pembicaraan seperti menghentakkan kaki menggerak-gerakkan tangan selama
berbicara dalam sebuah pelatihan tersebut menunjukkan bahwa orang tersebut
dalam keadaan bingung ataupun stres ataupun sebagai salah satu cara yang
dilakukan dalam rangka menepis dan menghilangkan rasa bingung dan stres
tersebut.

Komunikasi non-verbal, seperti postur tubuh dan ekspresi wajah, memainkan peran yang sangat penting dalam pembelajaran. Hal ini terutama berlaku di lingkungan pendidikan, di mana komunikasi verbal saja seringkali tidak cukup untuk memfasilitasi pemahaman dan interaksi yang efektif. Berikut adalah beberapa peran penting dari komunikasi non-verbal, khususnya postur dan ekspresi wajah, dalam pembelajaran:

1. Ekspresi wajah adalah cara yang kuat untuk mengekspresikan emosi. Ketika seorang guru atau pengajar mengekspresikan antusiasme atau kebahagiaan saat mengajar, ini dapat membantu menciptakan atmosfer yang positif dan merangsang minat belajar siswa.

2. Kontak mata yang tepat dengan siswa adalah cara untuk membangun koneksi personal yang kuat. Ini membantu siswa merasa didengar, dilihat, dan dihargai, yang dapat meningkatkan motivasi mereka untuk belajar.

3. Sebuah postur yang tegap dan penuh percaya diri dari seorang guru dapat menunjukkan otoritas dan disiplin dalam kelas. Ini bisa membantu menjaga kelas tetap teratur dan fokus.

4. Postur dan ekspresi wajah yang menunjukkan minat dan keterlibatan dalam topik pembelajaran dapat memengaruhi siswa. Mereka mungkin lebih cenderung terlibat dan memahami materi jika mereka melihat bahwa pengajar juga sangat tertarik.

5. Terkadang, pesan atau instruksi dapat disampaikan melalui komunikasi non-verbal. Misalnya, dengan mengangguk, menggelengkan kepala, atau menunjuk ke objek tertentu. Ini dapat membantu siswa memahami instruksi dengan lebih baik.

6. Komunikasi non-verbal guru, seperti ekspresi wajah dan kontak mata, dapat memberikan umpan balik kepada siswa tentang sejauh mana mereka memahami materi. Guru dapat melihat ekspresi wajah siswa dan merespon dengan lebih baik jika mereka perlu menjelaskan lebih lanjut atau mengubah pendekatan pembelajaran.

7. Guru dapat menggunakan kontak mata dan ekspresi wajah untuk menilai sejauh mana siswa terlibat dalam kelas. Ini bisa membantu dalam mengelola diskusi kelas dan memastikan bahwa semua siswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi.

8.Postur dan ekspresi wajah yang menunjukkan perhatian, empati, dan dukungan kepada siswa dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman. Ini mendorong siswa untuk merasa lebih percaya diri dan termotivasi.

Penting untuk diingat bahwa komunikasi non-verbal yang autentik dan konsisten dengan komunikasi verbal adalah kunci untuk memaksimalkan dampaknya dalam pembelajaran. Dengan memahami dan menggunakan komunikasi non-verbal secara efektif, guru dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif dan produktif.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by MELA ANGGIA SARI -
Seperti yang dijelaskan oleh ThoughtCo, istilah komunikasi nonverbal mulai diperkenalkan oleh seorang psikiater bernama Jurgen Ruesch dan penulis Weldon Kees lewat buku Nonverbal Communication: Notes on the Visual Perception of Human Relations pada tahun 1956.
Definisi dari komunikasi nonverbal sendiri adalah transfer informasi melalui penggunaan bahasa tubuh termasuk kontak mata, ekspresi wajah, hingga gerakan tubuh.
Dilansir dari Verywell Mind, berikut ini contoh komunikasi nonverbal yang perlu kita pahami karena sangat penting di dunia kerja.
1.postur tubuh
Ekspresi Sikap Belajar: Postur tubuh siswa dapat mengindikasikan sikap belajar. Misalnya, siswa yang duduk tegak dan fokus cenderung lebih siap untuk belajar dibandingkan dengan yang bersandar dan terlihat tidak tertarik.
Interaksi Sosial: Postur juga memengaruhi interaksi sosial dalam kelas. Siswa yang berdiri tegak atau duduk dengan postur terbuka lebih cenderung berpartisipasi aktif di dalam kelas.
2.Ekspresi wajah (kontak mata)
Ekspresi wajah disebut menjadi bagian penting dari komunikasi nonverbal karena kita bisa memberikan banyak informasi ke lawan bicara lewat ekspresi.
Misalnya, saat kita merasa excited dengan lawan bicara maka ekspresi wajah seperti tersenyum akan muncul. Sedangkan, saat sudah bosan maka ekspresi wajah cemberut akan keluar dengan sendirinya.Itulah mengapa ekspresi wajah sangatlah penting diperhatikan saat kita sedang bicara di tempat kerja.
Ekspresi wajah juga akan menjadi hal pertama yang dilihat bahkan sebelum kita mulai berbicara. Pasalnya, saat kita menunjukkan ekspresi wajah yang jutek pastinya juga akan membuat orang lain merasa terganggu.Itulah mengapa menjaga ekspresi wajah juga sama pentingnya dengan menjaga perkataan saat bicara.

Jelaskan peran komunikasi non verbal berupa Postur dan ekspresi wajah (perilaku mata dan kontak mata) bagi pembelajaran.
Komunikasi Nonverbal – Grameds pasti sering menjawab pertanyaan tanpa mengucapkan sepatah kata. Jika menjawab iya, kita hanya perlu mengangguk. Apabila merasa keberatan akan sesuatu, kita bisa menggelengkan kepala untuk menyatakan ketidaksetujuan.
Bahasa tubuh yang digunakan selama proses komunikasi ini dikenal dengan komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal sering disebut lebih penting daripada komunikasi verbal. Sebab, gerak tubuh mengandung banyak makna dan seringkali lebih jujur daripada ucapan.
- Postur tubuh
Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu, postur tubuh bisa memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.
- Ekspresi wajah
Ini adalah salah satu jenis komunikasi nonverbal yang memiliki peran besar. Saat berkomunikasi, ekspresi wajah seseorang adalah hal pertama yang akan terlihat, bahkan sebelum kita mendengar apa yang akan lawan bicara katakan. Dari ekspresi wajah, ada banyak sekali informasi yang bisa didapatkan.Ekspresi wajah juga disebut komunikasi nonverbal yang paling universal. Hal ini karena rata-rata orang akan menunjukkan ekspresi wajah yang sama untuk emosi tertentu. Misalnya, rata-rata orang akan cemberut ketika sedang sedih dan tersenyum berseri-seri saat sedang jatuh cinta dalam pembelajaran eksperesi wajah juga dapat terlihat seperti kita suka dengan mata pelajaran atau tidak suka ,anak akan tersenyum kepada teman atau guru saat sedang menjelaskan dan mengerti apa yag telah di sampaikan guru atau sebaliknya dalam proses pembelajaran jika anak tidak menyukai aa yang telah di sampaikan guru biasanya anak akan lebih banyak diam dan acuh terhada materi yang telah di sampaikan tadi ekspresi ini lah yang memmbuat kita bisa memahami situasi dan kondisi anak.
nada berbicara anak juga bisa di pahami oleh guru karena jika nada seorang anak dan raut wajah mereka berbubah dari biasanya bisa jadi anak sedang dalam keadaan kesal atau marah emosi ini juga kadang membuat anak tidak bisa di kendalikan.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Dwi Rahmawati -
1.Bahasa non verbal adalah semua ekspresi tubuh beserta bagian dan gerakannya, benda-benda dan barang
yang melekat pada tubuh, atau barang-barang yang dimiliki seseorang, serta profesi atau status sosial yang dimiliki
seseorang yang dinyatakan tidak dengan kata-kata untuk menyampaikan maksud penutur yang dapat dipahami
mitra tutur berdasarkan konteksnya (Sulistyo 2014). Penggunaan bahasa non verbal perlu disadari urgensinya
berkaitan dalam berjalanannya proses pendidikan. Hal tersebut disebabkan karena bahasa non verbal berperan
penting dalam proses komunikasi. Urgensi bahasa non verbal dalam proses belajar mengajar di kelas diungkapkan
Aziz (2017) yang mengungkapkan 93% makna sosial dari komunikasi tatap muka diperoleh dari isyarat-isyarat non
verbal. Hal ini mempertegas bahwa penggunaan bahasa non verbal dapat menentukan proses komunikasi dapat
terjalin baik. Bahasa non verbal senantiasa dikaitkan dengan konteks pemakaian bahasa lisan.
-Ekspresi wajah merupakan perwakilan atas perasaan atau suasana hati seseorang. Wajah dapat menjadi
sebuah media dalam penyampaian pesan (Zidny 2013). Berdasarkan hasil observasi kedua kelas PAUD dalam
kegiatan belajar mengajar dominan menggunakan ekspresi wajah ketidaksukaan / keengganan, kemarahan,
tertawa, kecewa, perhatian, dan kebahagiaan. Keenam ekspresi tersebut tampak dalam proses pembelajaran dan
merupakan bagian dari tiga puluh ekspresi wajah yang dikaji oleh Leather (dalam Salisah 2015). Dalam proses
kegiatan belajar mengajar, guru menunjukkan keenam ekspresi tersebut untuk mengungkapkan responnya atas
sesuatu yang terjadi di kelas.

2.Penggunaan bahasa non verbal peserta didik PAUD dalam pembelajaran di kelas sangat bervariasi. Variasi
tersebut muncul atas faktor lawan bicara atau mitra tutur dari penutur tersebut. Bahasa non verbal yang digunakan
peserta didik ketika berkomunikasi dengan sesama temannya, akan berbeda ketika peserta didik berkomunikasi
dengan gurunya. Peserta didik senantiasa memiliki bahasa-bahasa non verbal yang hanya dipahami oleh temanteman sebaya atau teman-teman dekatnya saja.
Bahasa non verbal yang menjadi perhatian khusus adalah bahasa non verbal yang muncul atau terjadi ketika
peserta didik dan guru berinteraksi dalam pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil pengamatan melalui rekaman
video dan catatan pada lembar observasi, bahasa non verbal yang dominan digunakan peserta didik untuk
berkomunikasi dengan guru dalam proses pembelajaran adalah kinesik. Kinesik yang digunakan peserta didik kelas
1 dalam komunikasi dengan guru dominan dengan penggunaan gestur atau gerak tubuh. Berdasarkan hasil
pengamatan, gestur yang digunakan oleh peserta didik kelas 1 dalam berkomunikasi dengan guru antara lain, 1)menggelengkan kepala, 2) menganggukkan kepala, 3) menolehkan kepala, 4) menunjuk menggunakan jari telunjuk,
dan 5) lambaian tangan.
-Kontak Mata
Bahasa non verbal seringkali menyebut kontak mata dengan istilah gaze. Kontak mata mengkaji tentang
cara menatap seseorang pada saat berinteraksi dengan mitra tutur. Seiring berkembangnya zaman, kontak mata
dapat berfungsi sama halnya dengan ekspresi wajah yakni mengungkapkan ekspresi atau perasaan (Wulandari
2017). Dalam konteks pembelajaran di kelas, guru PAUD menggunakan kontak mata kepada peserta didiknya
sebagai pengingat atau larangan. Guru tidak perlu melarang atau mengingatkan peserta didik menggunakan verbal
atau kata-kata, melainkan cukup menggunakan kontak mata. Salah satu kontak mata yang sering digunakan dalam
pembelajaran di kelas 1 adalah ketika guru menatap salah seorang peseta didik yang berjalan-jalan di kelas. Setelah
peserta didik tersebut sadar jika sedang diamati oleh gurunya, tidak lama setelah itu peserta didik duduk ke
bangkunya kembali. Hal tersebut menunjukkan bahwa kontak mata mampu menjadi media penyampaian perintah
tanpa perlu diungkapkan dalam kata atau bahasa verbal.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Septiana Saragih -
1. Komunikasi nonverbal melibatkan berbagai elemen, termasuk postur tubuh dan ekspresi wajah. Postur tubuh dapat memberikan informasi tentang sikap, kekuasaan, atau emosi seseorang, sementara ekspresi wajah dan perilaku mata dapat mengungkapkan perasaan dan intensi yang mungkin sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

- Postur Tubuh
Postur tubuh adalah posisi dan sikap tubuh seseorang. Postur tubuh dapat memberikan petunjuk tentang emosi dan sikap individu. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa. Di sisi lain, postur tubuh yang cenderung tertutup dan tertunduk dapat mengindikasikan ketidaknyamanan atau ketidakpercayaan.

- Ekspresi Wajah
Ekspresi wajah adalah cara seseorang mengekspresikan emosi melalui gerakan dan perubahan pada wajah. Ekspresi wajah dapat memberikan informasi yang kaya tentang perasaan dan intensi seseorang. Misalnya, senyum dapat menunjukkan kegembiraan atau persetujuan, sedangkan kerut di dahi atau bibir yang tertutup dapat mengindikasikan kebingungan atau ketidaksetujuan.

- Perilaku Mata dan Kontak Mata
Perilaku mata dan kontak mata juga merupakan bagian penting dari komunikasi nonverbal. Mata dapat mengungkapkan banyak hal tentang perasaan dan intensi seseorang. Misalnya, pandangan yang tajam dan kontak mata yang kuat dapat menunjukkan kepercayaan diri dan ketegasan, sementara menghindari kontak mata atau pandangan yang kabur dapat mengindikasikan ketidaknyamanan atau ketidakjujuran.

Komunikasi nonverbal melalui postur tubuh dan ekspresi wajah dapat memberikan tambahan informasi yang penting dalam komunikasi sehari-hari. Memahami dan menginterpretasikan dengan benar komunikasi nonverbal dapat membantu kita dalam memahami orang lain dengan lebih baik.

2.Komunikasi nonverbal, termasuk postur tubuh dan ekspresi wajah (perilaku mata dan kontak mata), memainkan peran penting dalam pembelajaran. Berikut adalah beberapa peran komunikasi nonverbal dalam konteks pembelajaran:

1. Ekspresi Emosi: Ekspresi wajah dapat membantu mengkomunikasikan emosi dan perasaan siswa. Guru dapat menggunakan ekspresi wajah yang tepat untuk menunjukkan kegembiraan, kekecewaan, atau kebingungan terhadap materi pembelajaran. Hal ini membantu siswa untuk lebih memahami dan merespons materi dengan tepat.

2. Menyampaikan Ketertarikan dan Keterlibatan: Postur tubuh dan ekspresi wajah yang aktif dan terlibat dapat menunjukkan minat dan keterlibatan guru terhadap materi yang diajarkan. Siswa akan merasa lebih termotivasi dan terdorong untuk belajar ketika mereka melihat guru yang antusias dan bersemangat.

3. Mengontrol Kelas dan Membangun Otoritas: Postur tubuh yang tegas dan ekspresi wajah yang menunjukkan kekuasaan dapat membantu guru dalam mengendalikan kelas. Ketika guru memiliki postur yang tegak dan mempertahankan kontak mata yang kuat, siswa akan cenderung lebih fokus dan menghormati guru.

4. Menginterpretasikan Pesan: Komunikasi nonverbal, termasuk ekspresi wajah dan perilaku mata, dapat membantu siswa dalam memahami dan menginterpretasikan pesan dengan lebih baik. Misalnya, ketika guru menjelaskan konsep yang sulit, ekspresi wajah yang jelas dan kontak mata yang kuat dapat membantu siswa dalam membaca dan mengerti maksud yang disampaikan.

5. Mendorong Kolaborasi dan Interaksi: Komunikasi nonverbal dapat digunakan untuk mendorong kolaborasi dan interaksi antara siswa. Guru dapat menggunakan postur tubuh terbuka dan senyum untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan terbuka, yang mempromosikan partisipasi aktif dan diskusi di kelas.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Yohana Keel Lie Liyu -
- Ekspresi wajah adalah salah satu jenis komunikasi nonverbal yang memiliki peran besar. Saat berkomunikasi, ekspresi wajah seseorang adalah hal pertama yang akan terlihat, bahkan sebelum kita mendengar apa yang akan lawan bicara katakan. Dari ekspresi wajah, ada banyak sekali informasi yang bisa didapatkan. Ekspresi wajah juga disebut komunikasi nonverbal yang paling universal. Hal ini karena rata-rata orang akan menunjukkan ekspresi wajah yang sama untuk emosi tertentu. Misalnya, rata-rata orang akan cemberut ketika sedang sedih dan tersenyum berseri-seri saat sedang jatuh cinta.

- Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu, postur tubuh bisa memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.

Peran komunikasi nonverbal berupa ekspresi wajah dan postur :
1. Ekspresi wajah memainkan peran penting dalam komunikasi, karena membantu menciptakan gambaran tertentu dan menyampaikan emosi, terutama dalam konteks pengajaran.
2. Komunikasi nonverbal, seperti gerak tubuh dan kontak mata, memainkan peran penting dalam mengatur hubungan dan memfasilitasi komunikasi selama proses pengajaran. Kontak visual dan kontak mata sangat penting dalam komunikasi yang efektif selama mengajar atau berbicara di depan umum, karena memungkinkan adanya umpan balik dan keterlibatan dengan audiens, sementara kurangnya kontak mata dapat menyebabkan ketidaktertarikan dan hilangnya perhatian.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Ika Elyza -
1. Komunikasi non-verbal, seperti postur dan ekspresi wajah, adalah komponen penting dalam interaksi manusia sehari-hari. Sementara kata-kata dan bahasa verbal memainkan peran utama dalam komunikasi, postur tubuh dan ekspresi wajah juga memiliki peran yang signifikan dalam menyampaikan pesan, perasaan, dan niat kepada orang lain. Dalam tulisan ini, kita akan menjelaskan lebih lanjut tentang komunikasi non-verbal melalui postur tubuh dan ekspresi wajah, termasuk perilaku mata dan kontak mata.

Postur tubuh adalah bahasa tubuh yang seringkali dapat mengungkapkan perasaan dan niat seseorang. Postur tubuh mencakup posisi tubuh secara keseluruhan, termasuk posisi lengan, kaki, dan tubuh secara keseluruhan. Sebagai contoh, seseorang yang duduk dengan tubuh yang tegak dan bahu yang terbuka seringkali dianggap sebagai orang yang percaya diri dan siap untuk berinteraksi. Di sisi lain, seseorang yang merunduk dan menyilangkan tangan mungkin memberikan kesan bahwa mereka tertutup atau kurang antusias.

Ekspresi wajah juga merupakan komponen penting dalam komunikasi non-verbal. Wajah manusia memiliki kemampuan luar biasa dalam mengungkapkan emosi dan perasaan. Misalnya, senyuman dapat menunjukkan kebahagiaan atau persetujuan, sementara kerutan di dahi dan bibir yang menggembung dapat menunjukkan ketidakpuasan atau kebingungan. Manusia secara alami memiliki kemampuan untuk membaca ekspresi wajah orang lain untuk memahami perasaan dan niat mereka, bahkan tanpa kata-kata.

Perilaku mata dan kontak mata adalah aspek penting dari ekspresi wajah dan komunikasi non-verbal. Mata adalah jendela ke dalam pikiran dan perasaan seseorang. Kontak mata yang kuat sering dianggap sebagai tanda kejujuran dan ketulusan dalam komunikasi. Ketika seseorang mempertahankan kontak mata saat berbicara dengan orang lain, itu dapat menunjukkan bahwa mereka berminat, menghargai, atau percaya kepada lawan bicara mereka. Di sisi lain, menghindari kontak mata atau melihat ke arah lain dapat menimbulkan kesan bahwa seseorang tidak jujur atau tidak percaya pada apa yang mereka katakan.

Namun, penting untuk diingat bahwa perilaku mata dan kontak mata juga dapat bervariasi berdasarkan budaya dan konteks sosial. Beberapa budaya mungkin menganggap menghindari kontak mata sebagai tanda penghormatan atau kerendahan hati, sementara budaya lain mungkin mengharapkan kontak mata yang kuat sebagai tanda kepercayaan diri. Oleh karena itu, penting untuk memahami norma budaya dan konteks sosial ketika menginterpretasikan perilaku mata dan kontak mata.

Selain itu, komunikasi non-verbal melalui postur tubuh dan ekspresi wajah juga dapat digunakan untuk mengkomunikasikan keinginan atau kebutuhan tanpa kata-kata. Sebagai contoh, mengangkat alis atau menggelengkan kepala dapat menyampaikan persetujuan atau penolakan tanpa mengucapkan kata-kata. Gestur tangan seperti mengacungkan jari tengah atau mengangkat jempol juga memiliki makna yang jelas dalam beberapa budaya.

Dalam komunikasi sehari-hari, kombinasi antara komunikasi verbal dan non-verbal seringkali lebih efektif dalam menyampaikan pesan dan memahami orang lain dengan lebih baik. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan kesadaran diri terhadap komunikasi non-verbal kita sendiri dan juga mengasah kemampuan membaca komunikasi non-verbal orang lain. Dengan demikian, kita dapat menjadi komunikator yang lebih efektif dan menghindari salah paham dalam berinteraksi dengan orang lain.

Dalam kesimpulan, komunikasi non-verbal melalui postur tubuh, ekspresi wajah, perilaku mata, dan kontak mata adalah bagian penting dari komunikasi manusia sehari-hari. Ini membantu menyampaikan emosi, niat, dan pesan dengan lebih baik, meskipun tidak menggunakan kata-kata. Untuk menjadi komunikator yang lebih baik, penting untuk memahami bahasa tubuh kita sendiri dan membaca komunikasi non-verbal orang lain dengan akurat, sambil memperhatikan perbedaan budaya dan konteks sosial.

2. Komunikasi non-verbal, terutama melalui postur tubuh dan ekspresi wajah, serta perilaku mata dan kontak mata, memiliki peran yang sangat penting dalam konteks pembelajaran. Berikut adalah beberapa peran kunci dari komunikasi non-verbal dalam pembelajaran:

•Menunjukkan Kepedulian dan Perhatian Guru: Guru yang menggunakan komunikasi non-verbal yang positif, seperti kontak mata yang kuat dan ekspresi wajah yang ramah, dapat menunjukkan kepada siswa bahwa mereka peduli dan berperhatian pada mereka. Ini dapat menciptakan iklim belajar yang lebih positif dan nyaman di kelas.

•Mengungkapkan Emosi dan Respons Siswa: Ekspresi wajah dan postur tubuh siswa dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana mereka merasa terkait dengan materi pelajaran atau situasi pembelajaran tertentu. Guru yang sensitif terhadap ekspresi wajah dan postur tubuh siswa dapat mengidentifikasi masalah atau kebingungan mereka, sehingga dapat memberikan bantuan atau penyesuaian yang diperlukan.

•Memfasilitasi Komunikasi Antar Siswa: Komunikasi non-verbal dapat membantu siswa berkomunikasi satu sama lain tanpa kata-kata. Misalnya, siswa dapat menggunakan isyarat tangan atau ekspresi wajah untuk berbagi pemahaman atau bertukar informasi selama diskusi kelompok. Hal ini dapat meningkatkan kolaborasi dan interaksi sosial di dalam kelas.

•Menguatkan Pesan Penting: Ketika guru ingin menekankan atau memberikan penekanan pada informasi atau konsep tertentu, mereka dapat menggunakan ekspresi wajah yang jelas atau gestur tangan yang kuat. Ini dapat membantu siswa mengidentifikasi poin-poin penting dalam pembelajaran.

•Meningkatkan Keterlibatan dan Partisipasi: Kontak mata yang kuat dan ekspresi wajah yang positif dari guru dapat membantu meningkatkan keterlibatan siswa. Ketika siswa merasa diperhatikan dan dihargai, mereka lebih cenderung untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.

•Mengidentifikasi Kesalahpahaman atau Kecaman: Ekspresi wajah yang menunjukkan kebingungan atau ketidaksetujuan dari siswa atau guru dapat mengindikasikan adanya kesalahpahaman atau konflik yang perlu diatasi. Ini memungkinkan guru untuk segera mengatasi masalah dan menjelaskan konsep yang mungkin tidak dipahami dengan benar.

•Mengajar Keterampilan Komunikasi: Guru dapat mengajarkan keterampilan komunikasi non-verbal kepada siswa sebagai bagian dari pembelajaran mereka. Ini termasuk mengajar mereka cara menggunakan kontak mata yang efektif, berbicara dengan volume yang tepat, dan menggunakan gestur tangan yang mendukung untuk meningkatkan komunikasi mereka.

•Memahami Budaya dan Keanekaragaman: Komunikasi non-verbal dapat berbeda berdasarkan budaya dan latar belakang individu. Melalui pemahaman komunikasi non-verbal yang beragam, siswa dapat menjadi lebih sensitif terhadap perbedaan budaya dan lebih mampu berkomunikasi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.

•Membantu Siswa dengan Kebutuhan Khusus: Siswa dengan kebutuhan khusus, seperti autisme atau gangguan komunikasi lainnya, mungkin lebih merespons komunikasi non-verbal daripada verbal. Oleh karena itu, penggunaan komunikasi non-verbal yang efektif dapat membantu guru berkomunikasi dengan siswa yang memiliki kebutuhan khusus.

Dalam konteks pembelajaran, komunikasi non-verbal melalui postur tubuh, ekspresi wajah, perilaku mata, dan kontak mata adalah alat yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif, mendukung interaksi positif antara guru dan siswa, dan membantu siswa memahami dan merespons informasi secara lebih baik. Kesadaran akan komunikasi non-verbal dan penggunaannya yang bijaksana dapat memperkaya pengalaman belajar di kelas dan membantu mencapai tujuan pembelajaran.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Laurensia Patrik Venesia -
1. Komunikasi nonverbal atau komunikasi bukan lisan adalah proses komunikasi di mana pesan yang disampaikan tidak menggunakan kata-kata . Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat , bahasa tubuh , ekspresi wajah dan kontak mata , penggunaan objek seperti pakaian , potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol , serta cara berbicara seperti intonasi , penekanan, kualitas suara , gaya emosi , dan gaya berbicara.

Ekspresi wajah (facial ekspressions) Perasaan dan emosi manusia sering kali terbaca diwajahnya dan dapat dikenali melalui berbagai ekspresinya. Ekspresi dasar manusia yang terlihat jelas yaitu marah, takut, bahagia, sedih, terkejut, dan jijik.
Kondisi kejiwaan seseorang akan sangat mudah ditebak karena akan terlihat langsung melalui ekspresi wajah yang ditampilkannya. Misalnya, ekpresi wajah murung menjelaskan seseorang sedang bersedih karena berbagai masalah yang dihadapinya. Akan tetapi, ada juga orang-orang yang dapat menyembunyikan atau menutupi masalah yang sedang dihadapinya. Jadi, ekspresi wajah dapat juga di atur sesuai dengan keadaan tertentu dan di lingkungan mana seseorang itu berada.

Kontak mata (eye contact)
Kleinke berpendapat bahwa tatapan mata yang dalam dan lama dari seseorang sebagai sinyal rasa suka atau pertemanan dan menurut Zimbardo, jika seseorang menghindari kontak mata kita bisa berkesimpulan bahwa dia tidak ramah, tidak menyukai kita, atau mungkin sekedar pemalu. Tatapan lama tanpa peduli apapun dapat diartikan sebagai sinyal kemarahan atau kebrutalan serta tatapan dingin sebagai petunjuk non-verbal yang mengganggu oleh kebanyakan orang.
Kontak mata bukan hal yang bisa di abaikan saat kita berkomunikasi dengan orang lain karena ia menjadi pusat perhatian yang utama. Tatapan mata dalam adalah teknik komunikasi non verbal yang disarankan.

2. Bahasa non verbal adalah semua ekspresi tubuh beserta bagian dan gerakannya, benda-benda dan barang yang melekat pada tubuh, atau barang-barang yang dimiliki seseorang, serta profesi atau status sosial yang dimiliki seseorang yang dinyatakan tidak dengan kata-kata untuk menyampaikan maksud penutur yang dapat dipahami mitra tutur berdasarkan konteksnya (Sulistyo 2014). Penggunaan bahasa non verbal perlu disadari urgensinya berkaitan dalam berjalanannya proses pendidikan. Hal tersebut disebabkan karena bahasa non verbal berperan penting dalam proses komunikasi. Urgensi bahasa non verbal dalam proses belajar mengajar di kelas diungkapkan Aziz (2017) yang mengungkapkan 93% makna sosial dari komunikasi tatap muka diperoleh dari isyarat-isyarat non verbal. Hal ini mempertegas bahwa penggunaan bahasa non verbal dapat menentukan proses komunikasi dapat
terjalin baik. Bahasa non verbal senantiasa dikaitkan dengan konteks pemakaian bahasa lisan.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Dita Nurhidayah -

1. Komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang dilakukan seseorang kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam cara kita menyampaikan informasi dan makna di baliknya, serta cara kita menafsirkan tindakan atau pesan dari orang lain kepada kita. 

Beragam Jenis Komunikasi Nonverbal

Berikut ini adalah beragam jenis komunikasi nonverbal salah satunya adalah

  • Ekspresi wajah

Ini adalah salah satu jenis komunikasi nonverbal yang memiliki peran besar. Saat berkomunikasi, ekspresi wajah seseorang adalah hal pertama yang akan terlihat, bahkan sebelum kita mendengar apa yang akan lawan bicara katakan. Dari ekspresi wajah, ada banyak sekali informasi yang bisa didapatkan. Ekspresi wajah juga disebut komunikasi nonverbal yang paling universal. Hal ini karena rata-rata orang akan menunjukkan ekspresi wajah yang sama untuk emosi tertentu. Misalnya, rata-rata orang akan cemberut ketika sedang sedih dan tersenyum berseri-seri saat sedang jatuh cinta.

  • Postur tubuh

Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu, postur tubuh bisa memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.


2.  Peran komunikasi nonverbal adalah menyampaikan makna dengan memperkuat, menggantikan, atau menentang komunikasi verbal. Komunikasi nonverbal juga digunakan untuk mempengaruhi orang lain dan mengatur alur percakapan. Mungkin yang lebih penting lagi adalah cara komunikasi nonverbal berfungsi sebagai bagian sentral dari komunikasi relasional dan ekspresi identitas. 

  • Komunikasi Nonverbal Menyampaikan Makna

    Komunikasi nonverbal menyampaikan makna dengan memperkuat, menggantikan, atau bertentangan dengan komunikasi verbal. Seperti yang telah kita pelajari, komunikasi verbal dan nonverbal adalah dua bagian dari sistem yang sama yang sering kali bekerja berdampingan, membantu kita menghasilkan makna. 

  • Komunikasi Nonverbal Mempengaruhi Orang Lain

    Komunikasi nonverbal dapat digunakan untuk mempengaruhi orang dengan berbagai cara, namun cara yang paling umum adalah melalui penipuan.

  • Komunikasi Nonverbal Mengatur Alur Percakapan

    Interaksi percakapan diibaratkan sebuah tarian, dimana setiap orang harus bergerak dan bergiliran tanpa menginjak kaki orang lain. Komunikasi nonverbal membantu kita mengatur percakapan sehingga kita tidak terus-menerus menyela satu sama lain atau menunggu dalam keheningan yang canggung di antara giliran pembicara

  • Komunikasi Nonverbal Mempengaruhi Hubungan

    Agar berhasil berhubungan dengan orang lain, kita harus memiliki keterampilan dalam menyandikan dan menguraikan komunikasi nonverbal. Pesan nonverbal yang kita kirim dan terima memengaruhi hubungan kita secara positif dan negatif dan dapat menyatukan atau memisahkan mereka.


In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by YENI AGUSTIN -
1. Komunikasi nonverbal melibatkan berbagai elemen, termasuk postur tubuh dan ekspresi wajah. Postur tubuh dapat memberikan informasi tentang sikap, kekuasaan, atau emosi seseorang, sementara ekspresi wajah dan perilaku mata dapat mengungkapkan perasaan dan intensi yang mungkin sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

2.Penggunaan bahasa non verbal peserta didik PAUD dalam pembelajaran di kelas sangat bervariasi. Variasi
tersebut muncul atas faktor lawan bicara atau mitra tutur dari penutur tersebut. Bahasa non verbal yang digunakan
peserta didik ketika berkomunikasi dengan sesama temannya, akan berbeda ketika peserta didik berkomunikasi
dengan gurunya. Peserta didik senantiasa memiliki bahasa-bahasa non verbal yang hanya dipahami oleh temanteman sebaya atau teman-teman dekatnya saja.
Bahasa non verbal yang menjadi perhatian khusus adalah bahasa non verbal yang muncul atau terjadi ketika
peserta didik dan guru berinteraksi dalam pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil pengamatan melalui rekaman
video dan catatan pada lembar observasi, bahasa non verbal yang dominan digunakan peserta didik untuk
berkomunikasi dengan guru dalam proses pembelajaran adalah kinesik. Kinesik yang digunakan peserta didik kelas
1 dalam komunikasi dengan guru dominan dengan penggunaan gestur atau gerak tubuh. Berdasarkan hasil
pengamatan, gestur yang digunakan oleh peserta didik kelas 1 dalam berkomunikasi dengan guru antara lain, 1)menggelengkan kepala, 2) menganggukkan kepala, 3) menolehkan kepala, 4) menunjuk menggunakan jari telunjuk,
dan 5) lambaian tangan.
-Kontak Mata
Bahasa non verbal seringkali menyebut kontak mata dengan istilah gaze. Kontak mata mengkaji tentang
cara menatap seseorang pada saat berinteraksi dengan mitra tutur. Seiring berkembangnya zaman, kontak mata
dapat berfungsi sama halnya dengan ekspresi wajah yakni mengungkapkan ekspresi atau perasaan (Wulandari
2017). Dalam konteks pembelajaran di kelas, guru PAUD menggunakan kontak mata kepada peserta didiknya
sebagai pengingat atau larangan. Guru tidak perlu melarang atau mengingatkan peserta didik menggunakan verbal
atau kata-kata, melainkan cukup menggunakan kontak mata. Salah satu kontak mata yang sering digunakan dalam
pembelajaran di kelas 1 adalah ketika guru menatap salah seorang peseta didik yang berjalan-jalan di kelas. Setelah
peserta didik tersebut sadar jika sedang diamati oleh gurunya, tidak lama setelah itu peserta didik duduk ke
bangkunya kembali. Hal tersebut menunjukkan bahwa kontak mata mampu menjadi media penyampaian perintah
tanpa perlu diungkapkan dalam kata atau bahasa verbal.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Erika Rizkia Amalia -
1.Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu, postur tubuh bisa memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa, sedangkan tatapan mata juga memainkan peran penting dalam komunikasi nonverbal. Cara seseorang melihat, menatap, dan berkedip dinilai bisa menunjukkan berbagai emosi yang ada pada dirinya. Misalnya, ketika Anda bertemu orang yang Anda sukai atau hormati, biasanya kecepatan berkedip akan meningkat dan pupil mata membesar.
Tatapan mata pun sering dijadikan patokan untuk menentukan apakah seseorang sedang berkata jujur atau tidak. Kontak mata yang normal dan stabil sering dianggap sebagai tanda bahwa seseorang mengatakan kebenaran dan dapat dipercaya. Sebaliknya, jika sedang berbohong, orang akan cenderung mengalihkan tatapannya.
2.Postur dan gerakan adalah faktor kunci bahasa tubuh. Kebanyakan orang akan mengadopsi perilaku atau tindakan yang menenangkan pada saat-saat stres.
Postur dan gerakan dapat memberi tahu Anda bagaimana perasaan seseorang. Misalnya, postur tubuh menyilangkan tangan mengirimkan pesan bahwa Anda tidak terbuka terhadap ide atau solusi baru.
Atau, postur menyilangkan kaki dikenal dengan postur menantang dan bertahan. Postur dan gerakan mengirimkan informasi tentang sikap.
Ekspresi wajah Ini adalah salah satu jenis komunikasi nonverbal yang memiliki peran besar. Saat berkomunikasi, ekspresi wajah seseorang adalah hal pertama yang akan terlihat, bahkan sebelum kita mendengar apa yang akan lawan bicara katakan. Dari ekspresi wajah, ada banyak sekali informasi yang bisa didapatkan.
Ekspresi wajah juga disebut komunikasi nonverbal yang paling universal. Hal ini karena rata-rata orang akan menunjukkan ekspresi wajah yang sama untuk emosi tertentu. Misalnya, rata-rata orang akan cemberut ketika sedang sedih dan tersenyum berseri-seri saat sedang jatuh cinta.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Shabrina Salsabila -
1. Komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang dilakukan seseorang kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam cara kita menyampaikan informasi dan makna di baliknya, serta cara kita menafsirkan tindakan atau pesan dari orang lain kepada kita.

Beragam Jenis Komunikasi Nonverbal

Berikut ini adalah beragam jenis komunikasi nonverbal salah satunya adalah

Ekspresi wajah
Ini adalah salah satu jenis komunikasi nonverbal yang memiliki peran besar. Saat berkomunikasi, ekspresi wajah seseorang adalah hal pertama yang akan terlihat, bahkan sebelum kita mendengar apa yang akan lawan bicara katakan. Dari ekspresi wajah, ada banyak sekali informasi yang bisa didapatkan. Ekspresi wajah juga disebut komunikasi nonverbal yang paling universal. Hal ini karena rata-rata orang akan menunjukkan ekspresi wajah yang sama untuk emosi tertentu. Misalnya, rata-rata orang akan cemberut ketika sedang sedih dan tersenyum berseri-seri saat sedang jatuh cinta.

Postur tubuh
Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu, postur tubuh bisa memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Putri Ayu Lestari -
A. Komunikasi nonverbal melibatkan berbagai elemen, termasuk postur tubuh dan ekspresi wajah. Postur tubuh dapat memberikan informasi tentang sikap, kekuasaan, atau emosi seseorang, sementara ekspresi wajah dan perilaku mata dapat mengungkapkan perasaan dan intensi yang mungkin sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

• Postur Tubuh
Postur tubuh adalah posisi dan sikap tubuh seseorang. Postur tubuh dapat memberikan petunjuk tentang emosi dan sikap individu. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa. Di sisi lain, postur tubuh yang cenderung tertutup dan tertunduk dapat mengindikasikan ketidaknyamanan atau ketidakpercayaan.

• Ekspresi Wajah
Ekspresi wajah adalah cara seseorang mengekspresikan emosi melalui gerakan dan perubahan pada wajah. Ekspresi wajah dapat memberikan informasi yang kaya tentang perasaan dan intensi seseorang. Misalnya, senyum dapat menunjukkan kegembiraan atau persetujuan, sedangkan kerut di dahi atau bibir yang tertutup dapat mengindikasikan kebingungan atau ketidaksetujuan.

• Perilaku Mata dan Kontak Mata
Perilaku mata dan kontak mata juga merupakan bagian penting dari komunikasi nonverbal. Mata dapat mengungkapkan banyak hal tentang perasaan dan intensi seseorang. Misalnya, pandangan yang tajam dan kontak mata yang kuat dapat menunjukkan kepercayaan diri dan ketegasan, sementara menghindari kontak mata atau pandangan yang kabur dapat mengindikasikan ketidaknyamanan atau ketidakjujuran.

Komunikasi nonverbal melalui postur tubuh dan ekspresi wajah dapat memberikan tambahan informasi yang penting dalam komunikasi sehari-hari. Memahami dan menginterpretasikan dengan benar komunikasi nonverbal dapat membantu kita dalam memahami orang lain dengan lebih baik.

B. Komunikasi nonverbal, termasuk postur tubuh dan ekspresi wajah (perilaku mata dan kontak mata), memainkan peran penting dalam pembelajaran. Berikut adalah beberapa peran komunikasi nonverbal dalam konteks pembelajaran:

1. Ekspresi Emosi: Ekspresi wajah dapat membantu mengkomunikasikan emosi dan perasaan siswa. Guru dapat menggunakan ekspresi wajah yang tepat untuk menunjukkan kegembiraan, kekecewaan, atau kebingungan terhadap materi pembelajaran. Hal ini membantu siswa untuk lebih memahami dan merespons materi dengan tepat.

2. Menyampaikan Ketertarikan dan Keterlibatan: Postur tubuh dan ekspresi wajah yang aktif dan terlibat dapat menunjukkan minat dan keterlibatan guru terhadap materi yang diajarkan. Siswa akan merasa lebih termotivasi dan terdorong untuk belajar ketika mereka melihat guru yang antusias dan bersemangat.

3. Mengontrol Kelas dan Membangun Otoritas: Postur tubuh yang tegas dan ekspresi wajah yang menunjukkan kekuasaan dapat membantu guru dalam mengendalikan kelas. Ketika guru memiliki postur yang tegak dan mempertahankan kontak mata yang kuat, siswa akan cenderung lebih fokus dan menghormati guru.

4. Menginterpretasikan Pesan:
Komunikasi nonverbal, termasuk ekspresi wajah dan perilaku mata, dapat membantu siswa dalam memahami dan menginterpretasikan pesan dengan lebih baik. Misalnya, ketika guru menjelaskan konsep yang sulit, ekspresi wajah yang jelas dan kontak mata yang kuat dapat membantu siswa dalam membaca dan mengerti maksud yang disampaikan.

5. Mendorong Kolaborasi dan Interaksi: Komunikasi nonverbal dapat digunakan untuk mendorong kolaborasi dan interaksi antara siswa. Guru dapat menggunakan postur tubuh terbuka dan senyum untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan terbuka, yang mempromosikan partisipasi aktif dan diskusi di kelas.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Nilam Sari -
Gestur, yaitu bentuk komunikasi non-verbal yang mana merupakan gerakan yang dilakukan oleh tubuh yang tidak melibatkan ucapan. Misalnya, jika seseorang menganggukkan kepala saat mengatakan sesuatu, kemungkinan besar mereka setuju dengan apa yang mereka katakan.

Komunikasi non-verbal berupa ekspresi wajah (perilaku mata dan kontak mata), yaitu dapat menunjukkan emosi melalui sorot mata. Misalnya, menatap lekat", memelototkan mata dapat diartikan sebagai perasaan kurang suka atau terkejut. Saat seseorang mengalikan kontak mata biasanya cenderung orang itu sedang berbohong.

Peran komunikasi non-verbal beruapa gesture dan ekspresi wajah bagi pembelajaran, yaitu membangun hubungan, meningkatkan efektivitas pengajar, mengkomunikasi emosi dan sikap serta memfasilitasi partisipasi.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Dwi Maharani Br. Sembiring -
1. Komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang dilakukan seseorang kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam cara kita menyampaikan informasi dan makna di baliknya, serta cara kita menafsirkan tindakan atau pesan dari orang lain kepada kita.

Beragam Jenis Komunikasi Nonverbal

Berikut ini adalah beragam jenis komunikasi nonverbal salah satunya adalah

Ekspresi wajah
Ini adalah salah satu jenis komunikasi nonverbal yang memiliki peran besar. Saat berkomunikasi, ekspresi wajah seseorang adalah hal pertama yang akan terlihat, bahkan sebelum kita mendengar apa yang akan lawan bicara katakan. Dari ekspresi wajah, ada banyak sekali informasi yang bisa didapatkan. Ekspresi wajah juga disebut komunikasi nonverbal yang paling universal. Hal ini karena rata-rata orang akan menunjukkan ekspresi wajah yang sama untuk emosi tertentu. Misalnya, rata-rata orang akan cemberut ketika sedang sedih dan tersenyum berseri-seri saat sedang jatuh cinta.

Postur tubuh
Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu, postur tubuh bisa memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.


2. Peran komunikasi nonverbal adalah menyampaikan makna dengan memperkuat, menggantikan, atau menentang komunikasi verbal. Komunikasi nonverbal juga digunakan untuk mempengaruhi orang lain dan mengatur alur percakapan. Mungkin yang lebih penting lagi adalah cara komunikasi nonverbal berfungsi sebagai bagian sentral dari komunikasi relasional dan ekspresi identitas.

Komunikasi Nonverbal Menyampaikan Makna

Komunikasi nonverbal menyampaikan makna dengan memperkuat, menggantikan, atau bertentangan dengan komunikasi verbal. Seperti yang telah kita pelajari, komunikasi verbal dan nonverbal adalah dua bagian dari sistem yang sama yang sering kali bekerja berdampingan, membantu kita menghasilkan makna.

Komunikasi Nonverbal Mempengaruhi Orang Lain

Komunikasi nonverbal dapat digunakan untuk mempengaruhi orang dengan berbagai cara, namun cara yang paling umum adalah melalui penipuan.

Komunikasi Nonverbal Mengatur Alur Percakapan

Interaksi percakapan diibaratkan sebuah tarian, dimana setiap orang harus bergerak dan bergiliran tanpa menginjak kaki orang lain. Komunikasi nonverbal membantu kita mengatur percakapan sehingga kita tidak terus-menerus menyela satu sama lain atau menunggu dalam keheningan yang canggung di antara giliran pembicara

Komunikasi Nonverbal Mempengaruhi Hubungan

Agar berhasil berhubungan dengan orang lain, kita harus memiliki keterampilan dalam menyandikan dan menguraikan komunikasi nonverbal. Pesan nonverbal yang kita kirim dan terima memengaruhi hubungan kita secara positif dan negatif dan dapat menyatukan atau memisahkan mereka.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Shabina Shalsabillah -
1. Komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang dilakukan seseorang kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam cara kita menyampaikan informasi dan makna di baliknya, serta cara kita menafsirkan tindakan atau pesan dari orang lain.
Berikut ini adalah beragam jenis komunikasi nonverbal:
* Ekspresi wajah
Ini adalah salah satu jenis komunikasi nonverbal yang memiliki peran besar. Saat berkomunikasi, ekspresi wajah seseorang adalah hal pertama yang akan terlihat, bahkan sebelum kita mendengar apa yang akan lawan bicara katakan. Dari ekspresi wajah, ada banyak sekali informasi yang bisa didapatkan. Ekspresi wajah juga disebut komunikasi nonverbal yang paling universal. Hal ini karena rata-rata orang akan menunjukkan ekspresi wajah yang sama untuk emosi tertentu. Misalnya, rata-rata orang akan cemberut ketika sedang sedih dan tersenyum berseri-seri saat sedang jatuh cinta.
* Postur tubuh
Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu, postur tubuh bisa memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.

2. Peran komunikasi nonverbal adalah menyampaikan makna dengan memperkuat, menggantikan, atau menentang komunikasi verbal. Komunikasi nonverbal juga digunakan untuk mempengaruhi orang lain dan mengatur alur percakapan. Mungkin yang lebih penting lagi adalah cara komunikasi nonverbal berfungsi sebagai bagian sentral dari komunikasi relasional dan ekspresi identitas.
* Komunikasi Nonverbal Menyampaikan Makna
Komunikasi nonverbal menyampaikan makna dengan memperkuat, menggantikan, atau bertentangan dengan komunikasi verbal. Seperti yang telah kita pelajari, komunikasi verbal dan nonverbal adalah dua bagian dari sistem yang sama yang sering kali bekerja berdampingan, membantu kita menghasilkan makna.
* Komunikasi Nonverbal Mempengaruhi Orang Lain
Komunikasi nonverbal dapat digunakan untuk mempengaruhi orang dengan berbagai cara, namun cara yang paling umum adalah melalui penipuan.
* Komunikasi Nonverbal Mengatur Alur Percakapan
Interaksi percakapan diibaratkan sebuah tarian, dimana setiap orang harus bergerak dan bergiliran tanpa menginjak kaki orang lain. Komunikasi nonverbal membantu kita mengatur percakapan sehingga kita tidak terus-menerus menyela satu sama lain atau menunggu dalam keheningan yang canggung di antara giliran pembicara
* Komunikasi Nonverbal Mempengaruhi Hubungan
Agar berhasil berhubungan dengan orang lain, kita harus memiliki keterampilan dalam menyandikan dan menguraikan komunikasi nonverbal. Pesan nonverbal yang kita kirim dan terima memengaruhi hubungan kita secara positif dan negatif dan dapat menyatukan atau memisahkan mereka.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Eni Muarofah -
1.Jawaban no 1

Komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang dilakukan seseorang kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam cara kita menyampaikan informasi dan makna di baliknya, serta cara kita menafsirkan tindakan atau pesan dari orang lain.

Berikut ini adalah beragam jenis komunikasi nonverbal yang perlu Anda ketahui:
1. Postur tubuh
Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu, postur tubuh bisa memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.


2. Tatapan mata
Tatapan mata juga memainkan peran penting dalam komunikasi nonverbal. Cara seseorang melihat, menatap, dan berkedip dinilai bisa menunjukkan berbagai emosi yang ada pada dirinya. Misalnya, ketika Anda bertemu eorang yang Anda sukai atau hormati, biasanya kecepatan berkedip akan meningkat dan pupil mata membesar.

Tatapan mata pun sering dijadikan patokan untuk menentukan apakah seseorang sedang berkata jujur atau tidak. Kontak mata yang normal dan stabil sering dianggap sebagai tanda bahwa seseorang mengatatakan kebenaran dan dapat dipercaya. Sebaliknya, jika sedang berbohong, orang akan cenderung mengalihkan tatapannya. yang dilakukan seseorang kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam cara kita menyampaikan informasi dan makna di baliknya, serta cara kita menafsirkan tindakan atau pesan dari orang lain kepada kita.
Berikut ini adalah beragam jenis komunikasi nonverbal.

2. Jawaban ke 2
Penerapan komunikasi nonverbal ketika berada disuatu posisi dimana
seorang pengajar memberikan materi terhadap siswa harus mampu daya
Tarik agar pembelajaran dalam kelas tidak merasa jenuh, bosan dan mudah
putus asa. Kerap kali pengajaran secana non verbal sering diabaikan oleh
para pendidik, dikarenakan kurang memberikan pengaruh besar terhadap
siswa, stagmen atau anggapan seperti itu perlu diubah, karena dengan
adanya metode pengajaran secara non verbal dapat mempengaruhi
motivasi belajar bagi siswa, karena kebutuhan siswa adanya inovasi dan
kreatif dalam menempuh sebuah pendidikan.

Terdapat faktor yang mempengaruhui terkait dengan proses belajar
mengajar secara efektif. Guru menjadi subjek pertama yang
mempengaruhi proses belajar mengajar. Penyajian yang disampaikan oleh
guru harus memiliki nilai tinggi agar penyampaian yang diberikan kepada
siswa bagian dari bentuk amal atau menyampaikan materi yang monoton,
kurang mengaktifkan gerak psikomotornya, kurang antusias, tidak
semanagat dan tidak ekspresif “akan dapat melemahkan motivasi siswa
dalam belajar. Siswa akan cepat merasa jenuh, dan bosan dalam mengikuti
pelajaran” dikelas, gaya mengajar yang hidup, bersemangat dan antusias
akan membangkitkan semangat dan menangkap perhatian peserta didik.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Wafa Badriyahtul Munawaroh -
1.Komunikasi nonverbal adalah Komunikasi yang menggunakan pesan non verbal. Istilah non verbal biasanya digunakan untuk menggambarkan peristiwa komunikasi selain kata-kata yang terucap dan tertulis. Postur tubuh dapat mempengaruhi citra diri yang dimiliki seseorang. Gambaran tentang diri seseorang memegang peranan penting dalam komunikasi Ekspresi wajah berupa mata dan kelopak mata, kontak mata adalah yang paling ekspresif dalam komunikasi. Kontak mata mempunyai dua fungsi dalam komunikasi:
•Sebagai fungsi pengatur adalah kontak mata memberitahukan orang lain apakah adanya ketertarikan atau menghindar.
•Sebagai ekspresif adalah memberitahukan perasaan kepada orang lain. Mata adalah alat komunikasi berarti dalam memberikan isyarat, yang mana setiap gerakan-gerakan mata memiliki arti tersendiri.

2. Peran komunikasi dalam pembelajaran
Studi kontak tentang mata , disebut juga okulasiku , adalah sub kategori perilaku nonverbal di bidang kinesik. di jendela baru. Hal ini berkaitan dengan kajian tentang gerakan mata, perilaku mata, merendahkan, dan komunikasi nonverbal yang berhubungan dengan mata. Kontak mata adalah alat komunikasi interpersonal yang langsung dan ampuh. Kontak mata adalah produk sampingan alami dari komunikasi yang efektif. Faktanya, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa dua orang cenderung berkomunikasi lebih efektif satu sama lain jika interaksi mereka mengandung sejumlah kontak mata yang mereka anggap menarik. Menatap mata seseorang berarti mengajaknya berkomunikasi dengan Anda. Kontak mata menunjukkan tingkat perhatian atau minat, mempengaruhi perubahan sikap atau persuasi, mengatur interaksi, mengkomunikasikan emosi, mendefinisikan kekuasaan dan status, dan mempunyai peran sentral dalam mengelola kesan terhadap orang lain.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Zhea Avivi -
Komunikasi nonverbal adalah proses transmisi pesan dari pengirim (komunikator) kepada penerima (komunikan) tanpa menggunakan kata-kata dan simbol huruf. Komunikasi verbal juga dikenal sebagai “bahasa diam”. Pesan tersebut dapat dikomunikasikan melalui kontak mata, ekspresi wajah, bahasa dan gerak tubuh. Informasi dan pesan yang dikomunikasikan secara non-verbal tidak tertulis atau diucapkan.
Oculesics adalah studi tentang peran kontak mata dalam komunikasi nonverbal. Mata adalah aspek yang sangat signifikan dari sinyal nonverbal yang kita kirimkan kepada orang lain. Oculesics merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal, yaitu transmisi dan penerimaan makna antara komunikator lewat ekspresi mata. Oculesics dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti lingkungan sekitar komunikator, konteks pembicaraan, atribut fisik atau karakteristik komunikator, dan perilaku komunikator.

komunikasi nonverbal sangat penting karena sifatnya yang lebih jujur dan spontan dalam mengungkapkan perasaan, pendapat, ide, dan gagasan seseorang. Dengan memahami bentuk komunikasi nonverbal orang lain, kita menjadi paham apa yang dirasakan orang tersebut ketika berkomunikasi.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Nabilla Zahra Amaliya -
1. Komunikasi non-verbal, seperti postur dan ekspresi wajah, adalah komponen penting dalam interaksi manusia sehari-hari. Sementara kata-kata dan bahasa verbal memainkan peran utama dalam komunikasi, postur tubuh dan ekspresi wajah juga memiliki peran yang signifikan dalam menyampaikan pesan, perasaan, dan niat kepada orang lain. Dalam tulisan ini, kita akan menjelaskan lebih lanjut tentang komunikasi non-verbal melalui postur tubuh dan ekspresi wajah, termasuk perilaku mata dan kontak mata.
•Postur tubuh adalah bahasa tubuh yang seringkali dapat mengungkapkan perasaan dan niat seseorang. Postur tubuh mencakup posisi tubuh secara keseluruhan, termasuk posisi lengan, kaki, dan tubuh secara keseluruhan. Sebagai contoh, seseorang yang duduk dengan tubuh yang tegak dan bahu yang terbuka seringkali dianggap sebagai orang yang percaya diri dan siap untuk berinteraksi. Di sisi lain, seseorang yang merunduk dan menyilangkan tangan mungkin memberikan kesan bahwa mereka tertutup atau kurang antusias.
•Ekspresi wajah juga merupakan komponen penting dalam komunikasi non-verbal. Wajah manusia memiliki kemampuan luar biasa dalam mengungkapkan emosi dan perasaan. Misalnya, senyuman dapat menunjukkan kebahagiaan atau persetujuan, sementara kerutan di dahi dan bibir yang menggembung dapat menunjukkan ketidakpuasan atau kebingungan. Manusia secara alami memiliki kemampuan untuk membaca ekspresi wajah orang lain untuk memahami perasaan dan niat mereka, bahkan tanpa kata-kata.
•Perilaku mata dan kontak mata adalah aspek penting dari ekspresi wajah dan komunikasi non-verbal. Mata adalah jendela ke dalam pikiran dan perasaan seseorang. Kontak mata yang kuat sering dianggap sebagai tanda kejujuran dan ketulusan dalam komunikasi. Ketika seseorang mempertahankan kontak mata saat berbicara dengan orang lain, itu dapat menunjukkan bahwa mereka berminat, menghargai, atau percaya kepada lawan bicara mereka. Di sisi lain, menghindari kontak mata atau melihat ke arah lain dapat menimbulkan kesan bahwa seseorang tidak jujur atau tidak percaya pada apa yang mereka katakan.
•Namun, penting untuk diingat bahwa perilaku mata dan kontak mata juga dapat bervariasi berdasarkan budaya dan konteks sosial. Beberapa budaya mungkin menganggap menghindari kontak mata sebagai tanda penghormatan atau kerendahan hati, sementara budaya lain mungkin mengharapkan kontak mata yang kuat sebagai tanda kepercayaan diri. Oleh karena itu, penting untuk memahami norma budaya dan konteks sosial ketika menginterpretasikan perilaku mata dan kontak mata. Selain itu, komunikasi non-verbal melalui postur tubuh dan ekspresi wajah juga dapat digunakan untuk mengkomunikasikan keinginan atau kebutuhan tanpa kata-kata. Sebagai contoh, mengangkat alis atau menggelengkan kepala dapat menyampaikan persetujuan atau penolakan tanpa mengucapkan kata-kata. Gestur tangan seperti mengacungkan jari tengah atau mengangkat jempol juga memiliki makna yang jelas dalam beberapa budaya. Dalam komunikasi sehari-hari, kombinasi antara komunikasi verbal dan non-verbal seringkali lebih efektif dalam menyampaikan pesan dan memahami orang lain dengan lebih baik. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan kesadaran diri terhadap komunikasi non-verbal kita sendiri dan juga mengasah kemampuan membaca komunikasi non-verbal orang lain. Dengan demikian, kita dapat menjadi komunikator yang lebih efektif dan menghindari salah paham dalam berinteraksi dengan orang lain. Dalam kesimpulan, komunikasi non-verbal melalui postur tubuh, ekspresi wajah, perilaku mata, dan kontak mata adalah bagian penting dari komunikasi manusia sehari-hari. Ini membantu menyampaikan emosi, niat, dan pesan dengan lebih baik, meskipun tidak menggunakan kata-kata. Untuk menjadi komunikator yang lebih baik, penting untuk memahami bahasa tubuh kita sendiri dan membaca komunikasi non-verbal orang lain dengan akurat, sambil memperhatikan perbedaan budaya dan konteks sosial.

2. Komunikasi non-verbal, terutama melalui postur tubuh dan ekspresi wajah, serta perilaku mata dan kontak mata, memiliki peran yang sangat penting dalam konteks pembelajaran. Berikut adalah beberapa peran kunci dari komunikasi non-verbal dalam pembelajaran:
•Menunjukkan Kepedulian dan Perhatian Guru: Guru yang menggunakan komunikasi non-verbal yang positif, seperti kontak mata yang kuat dan ekspresi wajah yang ramah, dapat menunjukkan kepada siswa bahwa mereka peduli dan berperhatian pada mereka. Ini dapat menciptakan iklim belajar yang lebih positif dan nyaman di kelas.
•Mengungkapkan Emosi dan Respons Siswa: Ekspresi wajah dan postur tubuh siswa dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana mereka merasa terkait dengan materi pelajaran atau situasi pembelajaran tertentu. Guru yang sensitif terhadap ekspresi wajah dan postur tubuh siswa dapat mengidentifikasi masalah atau kebingungan mereka, sehingga dapat memberikan bantuan atau penyesuaian yang diperlukan.
•Memfasilitasi Komunikasi Antar Siswa: Komunikasi non-verbal dapat membantu siswa berkomunikasi satu sama lain tanpa kata-kata. Misalnya, siswa dapat menggunakan isyarat tangan atau ekspresi wajah untuk berbagi pemahaman atau bertukar informasi selama diskusi kelompok. Hal ini dapat meningkatkan kolaborasi dan interaksi sosial di dalam kelas.
•Menguatkan Pesan Penting: Ketika guru ingin menekankan atau memberikan penekanan pada informasi atau konsep tertentu, mereka dapat menggunakan ekspresi wajah yang jelas atau gestur tangan yang kuat. Ini dapat membantu siswa mengidentifikasi poin-poin penting dalam pembelajaran.
•Meningkatkan Keterlibatan dan Partisipasi: Kontak mata yang kuat dan ekspresi wajah yang positif dari guru dapat membantu meningkatkan keterlibatan siswa. Ketika siswa merasa diperhatikan dan dihargai, mereka lebih cenderung untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.
•Mengidentifikasi Kesalahpahaman atau Kecaman: Ekspresi wajah yang menunjukkan kebingungan atau ketidaksetujuan dari siswa atau guru dapat mengindikasikan adanya kesalahpahaman atau konflik yang perlu diatasi. Ini memungkinkan guru untuk segera mengatasi masalah dan menjelaskan konsep yang mungkin tidak dipahami dengan benar.
•Mengajar Keterampilan Komunikasi: Guru dapat mengajarkan keterampilan komunikasi non-verbal kepada siswa sebagai bagian dari pembelajaran mereka. Ini termasuk mengajar mereka cara menggunakan kontak mata yang efektif, berbicara dengan volume yang tepat, dan menggunakan gestur tangan yang mendukung untuk meningkatkan komunikasi mereka.
•Memahami Budaya dan Keanekaragaman: Komunikasi non-verbal dapat berbeda berdasarkan budaya dan latar belakang individu. Melalui pemahaman komunikasi non-verbal yang beragam, siswa dapat menjadi lebih sensitif terhadap perbedaan budaya dan lebih mampu berkomunikasi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.
•Membantu Siswa dengan Kebutuhan Khusus: Siswa dengan kebutuhan khusus, seperti autisme atau gangguan komunikasi lainnya, mungkin lebih merespons komunikasi non-verbal daripada verbal. Oleh karena itu, penggunaan komunikasi non-verbal yang efektif dapat membantu guru berkomunikasi dengan siswa yang memiliki kebutuhan khusus.
Dalam konteks pembelajaran, komunikasi non-verbal melalui postur tubuh, ekspresi wajah, perilaku mata, dan kontak mata adalah alat yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif, mendukung interaksi positif antara guru dan siswa, dan membantu siswa memahami dan merespons informasi secara lebih baik. Kesadaran akan komunikasi non-verbal dan penggunaannya yang bijaksana dapat memperkaya pengalaman belajar di kelas dan membantu mencapai tujuan pembelajaran.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Nabila Dwi shifa -
komunikasi non verbal berupa Postur dan ekspresi wajah (perilaku mata dan kontak mata)

Komunikasi antar individu merupakan komunikasi
yang melibatkan 2 orang dalam kegiatan menyampaikan
informasi/pesan yang dilakukan secara verbal dan non verbal
secara langsung (face to face). Komunikasi kelompok adalah
komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih baik
secara verbal maupun non verbal yang berlangsung dalam satu
kelompok yang memiliki tujuan sama, melakukan interaksi
antar satu dengan yang lain dalam rangka menggapai tujuan
bersama, saling mengenal satu sama lain, serta menempatkan
mereka sebagai salah satu bagian dari kelompok. Komunikasi
verbal merupakan jenis komunikasi yang dalam proses
penyampaian informasinya disampaikan melalui cara tertulis
ataupun lisan untuk mempermudah seseorang dalam
menyampaikan maksud dari pemikiran, ide dan juga
keputusan. Komunikasi verbal ini meliputi berbicara dan
menulis serta mendengarkan dan membaca. Komunikasi non
verbal adalah jenis komunikasi yang disajikan tanpa kata-kata
dalam proses penyampaian informasinya seperti kontak mata,
ekspresi wajah, gerak tubuh, kedekatan jarak, suara yang
bukan kata atau pribahasa, sentuhan, dan cara berpakaian.
Postur tubuh. Cara seseorang berdiri, bergerak, berjalan dapat
menjelaskan ekspresi dirinya. Postur tubuh ini dapat merefleksikan konsep diri,
emosi bahkan tingkat kesehatannya.
Wajah dan kontak mata. Wajah adalah sumber yang kaya dengan
komunikasi dikarenakan ekspresi dari wajah merupakan cerminan dari suasana hati
seseorang. Sedangkan kontak mata akan menimbulkan signal alami dalam
melaksanakan komunikasi. Kontak mata selama terjadinya komunikasi
menandakan bahwa orang tersebut terlibat serta menghargai lawannya disertai
keinginan untuk memperhatikan, tidak hanya sebatas mendengarkan.30
Gerak Isyarat. Gerak isyarat (gesture) ialah sumber informasi yang baik
dalam komunikasi non verbal.31 Gerak isyarat bisa digunakan untuk mempertegas
pembicaraan seperti menghentakkan kaki menggerak-gerakkan tangan selama
berbicara dalam sebuah pelatihan tersebut menunjukkan bahwa orang tersebut
dalam keadaan bingung ataupun stres ataupun sebagai salah satu cara yang
dilakukan dalam rangka menepis dan menghilangkan rasa bingung dan stres
tersebut.

Komunikasi non-verbal, seperti postur tubuh dan ekspresi wajah, memainkan peran yang sangat penting dalam pembelajaran. Hal ini terutama berlaku di lingkungan pendidikan, di mana komunikasi verbal saja seringkali tidak cukup untuk memfasilitasi pemahaman dan interaksi yang efektif. Berikut adalah beberapa peran penting dari komunikasi non-verbal, khususnya postur dan ekspresi wajah, dalam pembelajaran:

1. Ekspresi wajah adalah cara yang kuat untuk mengekspresikan emosi. Ketika seorang guru atau pengajar mengekspresikan antusiasme atau kebahagiaan saat mengajar, ini dapat membantu menciptakan atmosfer yang positif dan merangsang minat belajar siswa.

2. Kontak mata yang tepat dengan siswa adalah cara untuk membangun koneksi personal yang kuat. Ini membantu siswa merasa didengar, dilihat, dan dihargai, yang dapat meningkatkan motivasi mereka untuk belajar.

3. Sebuah postur yang tegap dan penuh percaya diri dari seorang guru dapat menunjukkan otoritas dan disiplin dalam kelas. Ini bisa membantu menjaga kelas tetap teratur dan fokus.

4. Postur dan ekspresi wajah yang menunjukkan minat dan keterlibatan dalam topik pembelajaran dapat memengaruhi siswa. Mereka mungkin lebih cenderung terlibat dan memahami materi jika mereka melihat bahwa pengajar juga sangat tertarik.

5. Terkadang, pesan atau instruksi dapat disampaikan melalui komunikasi non-verbal. Misalnya, dengan mengangguk, menggelengkan kepala, atau menunjuk ke objek tertentu. Ini dapat membantu siswa memahami instruksi dengan lebih baik.

6. Komunikasi non-verbal guru, seperti ekspresi wajah dan kontak mata, dapat memberikan umpan balik kepada siswa tentang sejauh mana mereka memahami materi. Guru dapat melihat ekspresi wajah siswa dan merespon dengan lebih baik jika mereka perlu menjelaskan lebih lanjut atau mengubah pendekatan pembelajaran.

7. Guru dapat menggunakan kontak mata dan ekspresi wajah untuk menilai sejauh mana siswa terlibat dalam kelas. Ini bisa membantu dalam mengelola diskusi kelas dan memastikan bahwa semua siswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi.

8.Postur dan ekspresi wajah yang menunjukkan perhatian, empati, dan dukungan kepada siswa dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman. Ini mendorong siswa untuk merasa lebih percaya diri dan termotivasi.

Penting untuk diingat bahwa komunikasi non-verbal yang autentik dan konsisten dengan komunikasi verbal adalah kunci untuk memaksimalkan dampaknya dalam pembelajaran. Dengan memahami dan menggunakan komunikasi non-verbal secara efektif, guru dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif dan produktif
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Evita Meylani 2213054047 -
1. Komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang dilakukan seseorang kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam cara kita menyampaikan informasi dan makna di baliknya, serta cara kita menafsirkan tindakan atau pesan dari orang lain kepada kita.

Beragam Jenis Komunikasi Nonverbal

Berikut ini adalah beragam jenis komunikasi nonverbal salah satunya adalah

Ekspresi wajah
Ini adalah salah satu jenis komunikasi nonverbal yang memiliki peran besar. Saat berkomunikasi, ekspresi wajah seseorang adalah hal pertama yang akan terlihat, bahkan sebelum kita mendengar apa yang akan lawan bicara katakan. Dari ekspresi wajah, ada banyak sekali informasi yang bisa didapatkan. Ekspresi wajah juga disebut komunikasi nonverbal yang paling universal. Hal ini karena rata-rata orang akan menunjukkan ekspresi wajah yang sama untuk emosi tertentu. Misalnya, rata-rata orang akan cemberut ketika sedang sedih dan tersenyum berseri-seri saat sedang jatuh cinta.

Postur tubuh
Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu, postur tubuh bisa memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.


2. Peran komunikasi nonverbal adalah menyampaikan makna dengan memperkuat, menggantikan, atau menentang komunikasi verbal. Komunikasi nonverbal juga digunakan untuk mempengaruhi orang lain dan mengatur alur percakapan. Mungkin yang lebih penting lagi adalah cara komunikasi nonverbal berfungsi sebagai bagian sentral dari komunikasi relasional dan ekspresi identitas.

Komunikasi Nonverbal Menyampaikan Makna

Komunikasi nonverbal menyampaikan makna dengan memperkuat, menggantikan, atau bertentangan dengan komunikasi verbal. Seperti yang telah kita pelajari, komunikasi verbal dan nonverbal adalah dua bagian dari sistem yang sama yang sering kali bekerja berdampingan, membantu kita menghasilkan makna.

Komunikasi Nonverbal Mempengaruhi Orang Lain

Komunikasi nonverbal dapat digunakan untuk mempengaruhi orang dengan berbagai cara, namun cara yang paling umum adalah melalui penipuan.

Komunikasi Nonverbal Mengatur Alur Percakapan

Interaksi percakapan diibaratkan sebuah tarian, dimana setiap orang harus bergerak dan bergiliran tanpa menginjak kaki orang lain. Komunikasi nonverbal membantu kita mengatur percakapan sehingga kita tidak terus-menerus menyela satu sama lain atau menunggu dalam keheningan yang canggung di antara giliran pembicara

Komunikasi Nonverbal Mempengaruhi Hubungan

Agar berhasil berhubungan dengan orang lain, kita harus memiliki keterampilan dalam menyandikan dan menguraikan komunikasi nonverbal. Pesan nonverbal yang kita kirim dan terima memengaruhi hubungan kita secara positif dan negatif dan dapat menyatukan atau memisahkan mereka.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Jestri Paskah Sehat Br Haloho -
atapan mata pun sering dijadikan patokan untuk menentukan apakah seseorang sedang berkata jujur atau tidak. Kontak mata yang normal dan stabil sering dianggap sebagai tanda bahwa seseorang mengatatakan kebenaran dan dapat dipercaya. Peran komunikasi nonverbal ini berupa penegasan pesan verbal atau memperkuat makna verbal dalam menggunakan isyarat nonverbal. Contohnya, saat seseorang marah dan kesal sering kali membanting benda, menutup pintu keras-keras, atau memukul meja.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Rakhma Al-awwabin Hamid -
-Komunikasi non-verbal, seperti postur dan ekspresi wajah, adalah komponen penting dalam interaksi manusia sehari-hari. Sementara kata-kata dan bahasa verbal memainkan peran utama dalam komunikasi, postur tubuh dan ekspresi wajah juga memiliki peran yang signifikan dalam menyampaikan pesan, perasaan, dan niat kepada orang lain. Dalam tulisan ini, kita akan menjelaskan lebih lanjut tentang komunikasi non-verbal melalui postur tubuh dan ekspresi wajah, termasuk perilaku mata dan kontak mata.

Postur tubuh adalah bahasa tubuh yang seringkali dapat mengungkapkan perasaan dan niat seseorang. Postur tubuh mencakup posisi tubuh secara keseluruhan, termasuk posisi lengan, kaki, dan tubuh secara keseluruhan. Sebagai contoh, seseorang yang duduk dengan tubuh yang tegak dan bahu yang terbuka seringkali dianggap sebagai orang yang percaya diri dan siap untuk berinteraksi. Di sisi lain, seseorang yang merunduk dan menyilangkan tangan mungkin memberikan kesan bahwa mereka tertutup atau kurang antusias.

Ekspresi wajah juga merupakan komponen penting dalam komunikasi non-verbal. Wajah manusia memiliki kemampuan luar biasa dalam mengungkapkan emosi dan perasaan. Misalnya, senyuman dapat menunjukkan kebahagiaan atau persetujuan, sementara kerutan di dahi dan bibir yang menggembung dapat menunjukkan ketidakpuasan atau kebingungan. Manusia secara alami memiliki kemampuan untuk membaca ekspresi wajah orang lain untuk memahami perasaan dan niat mereka, bahkan tanpa kata-kata.

Perilaku mata dan kontak mata adalah aspek penting dari ekspresi wajah dan komunikasi non-verbal. Mata adalah jendela ke dalam pikiran dan perasaan seseorang. Kontak mata yang kuat sering dianggap sebagai tanda kejujuran dan ketulusan dalam komunikasi. Ketika seseorang mempertahankan kontak mata saat berbicara dengan orang lain, itu dapat menunjukkan bahwa mereka berminat, menghargai, atau percaya kepada lawan bicara mereka. Di sisi lain, menghindari kontak mata atau melihat ke arah lain dapat menimbulkan kesan bahwa seseorang tidak jujur atau tidak percaya pada apa yang mereka katakan.

Namun, penting untuk diingat bahwa perilaku mata dan kontak mata juga dapat bervariasi berdasarkan budaya dan konteks sosial. Beberapa budaya mungkin menganggap menghindari kontak mata sebagai tanda penghormatan atau kerendahan hati, sementara budaya lain mungkin mengharapkan kontak mata yang kuat sebagai tanda kepercayaan diri. Oleh karena itu, penting untuk memahami norma budaya dan konteks sosial ketika menginterpretasikan perilaku mata dan kontak mata.

Selain itu, komunikasi non-verbal melalui postur tubuh dan ekspresi wajah juga dapat digunakan untuk mengkomunikasikan keinginan atau kebutuhan tanpa kata-kata. Sebagai contoh, mengangkat alis atau menggelengkan kepala dapat menyampaikan persetujuan atau penolakan tanpa mengucapkan kata-kata. Gestur tangan seperti mengacungkan jari tengah atau mengangkat jempol juga memiliki makna yang jelas dalam beberapa budaya.


-Bahasa tubuh yang digunakan selama proses komunikasi ini dikenal dengan komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal sering disebut lebih penting daripada komunikasi verbal. Sebab, gerak tubuh mengandung banyak makna dan seringkali lebih jujur ​​daripada ucapan.
- Postur tubuh
Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerakan tubuh tertentu, postur tubuh dapat memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.
- Ekspresi wajah
Ini adalah salah satu jenis komunikasi nonverbal yang memiliki peran besar. Saat berkomunikasi, ekspresi wajah seseorang adalah hal pertama yang akan terlihat, bahkan sebelum kita mendengar apa yang akan lawan bicara katakan. Dari ekspresi wajah, ada banyak sekali informasi yang bisa diperoleh.Ekspresi wajah juga disebut komunikasi nonverbal yang paling universal. Hal ini karena rata-rata orang akan menunjukkan ekspresi wajah yang sama untuk emosi tertentu. Misalnya, rata-rata orang akan mengeluh ketika sedang sedih dan tersenyum berseri-seri saat sedang jatuh cinta dalam pembelajaran eksperesi wajah juga dapat terlihat seperti kita suka dengan mata pelajaran atau tidak suka ,
nada berbicara anak juga bisa di pahami oleh guru karena jika nada seorang anak dan raut wajah mereka berbubah dari biasanya bisa jadi anak sedang dalam keadaan kesal atau marah emosi ini juga terkadang membuat anak tidak bisa di kendalikan
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Rani Prita Andini Rani Prita Andini -
Komunikasi non-verbal adalah komunikasi yang tidak menggunakan kata-kata, contohnya menggunakan bahasa tubuh seperti mimik wajah dan gerakan tangan bahkan intonasi suara dan kecepatan bicara.Komunikasi nonverbal terdiri dari beberapa jenis, antara lain gerakan tubuh, mimik wajah, gerakan mata, komunikasi ruang, sentuhan, parabahasa, dan komunikasi waktu.berikut ini contoh komunikasi nonverbal yang perlu kita pahami karena sangat penting di dunia kerja.
1.postur tubuh
Ekspresi Sikap Belajar: Postur tubuh siswa dapat mengindikasikan sikap belajar. Misalnya, siswa yang duduk tegak dan fokus cenderung lebih siap untuk belajar dibandingkan dengan yang bersandar dan terlihat tidak tertarik.
Interaksi Sosial: Postur juga memengaruhi interaksi sosial dalam kelas. Siswa yang berdiri tegak atau duduk dengan postur terbuka lebih cenderung berpartisipasi aktif di dalam kelas.
2.Ekspresi wajah (kontak mata)
Ekspresi wajah disebut menjadi bagian penting dari komunikasi nonverbal karena kita bisa memberikan banyak informasi ke lawan bicara lewat ekspresi.
Misalnya, saat kita merasa excited dengan lawan bicara maka ekspresi wajah seperti tersenyum akan muncul. Sedangkan, saat sudah bosan maka ekspresi wajah cemberut akan keluar dengan sendirinya.Itulah mengapa ekspresi wajah sangatlah penting diperhatikan saat kita sedang bicara di tempat kerja.
Ekspresi wajah juga akan menjadi hal pertama yang dilihat bahkan sebelum kita mulai berbicara. Pasalnya, saat kita menunjukkan ekspresi wajah yang jutek pastinya juga akan membuat orang lain merasa terganggu.Itulah mengapa menjaga ekspresi wajah juga sama pentingnya dengan menjaga perkataan saat bicara.

Beberapa peran komunikasi nonverbal dalam konteks pembelajaran:
1. Ekspresi Emosi: Ekspresi wajah dapat membantu mengkomunikasikan emosi dan perasaan siswa. Guru dapat menggunakan ekspresi wajah yang tepat untuk menunjukkan kegembiraan, kekecewaan, atau kebingungan terhadap materi pembelajaran. Hal ini membantu siswa untuk lebih memahami dan merespons materi dengan tepat.

2. Menyampaikan Ketertarikan dan Keterlibatan: Postur tubuh dan ekspresi wajah yang aktif dan terlibat dapat menunjukkan minat dan keterlibatan guru terhadap materi yang diajarkan. Siswa akan merasa lebih termotivasi dan terdorong untuk belajar ketika mereka melihat guru yang antusias dan bersemangat.

3. Mengontrol Kelas dan Membangun Otoritas: Postur tubuh yang tegas dan ekspresi wajah yang menunjukkan kekuasaan dapat membantu guru dalam mengendalikan kelas. Ketika guru memiliki postur yang tegak dan mempertahankan kontak mata yang kuat, siswa akan cenderung lebih fokus dan menghormati guru.

4. Menginterpretasikan Pesan: Komunikasi nonverbal, termasuk ekspresi wajah dan perilaku mata, dapat membantu siswa dalam memahami dan menginterpretasikan pesan dengan lebih baik. Misalnya, ketika guru menjelaskan konsep yang sulit, ekspresi wajah yang jelas dan kontak mata yang kuat dapat membantu siswa dalam membaca dan mengerti maksud yang disampaikan.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Wildannul Karimah -
Komunikasi non-verbal melalui postur tubuh dan ekspresi wajah, termasuk perilaku mata dan kontak mata, memainkan peran yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam konteks pembelajaran. Berikut beberapa informasi mengenai peran komunikasi non-verbal ini dalam konteks pembelajaran:

Ekspresi Wajah (Perilaku Mata):

Ekspresi Wajah: Ekspresi wajah manusia mencerminkan perasaan dan emosi. Ketika seorang guru atau siswa mengekspresikan ekspresi wajah yang positif, seperti senyum, pengejaran mata, atau antusiasme, hal ini dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih positif dan ramah. Sebaliknya, ekspresi wajah yang negatif atau tidak terlibat dapat memengaruhi mood dan kenyamanan dalam proses belajar.

Perilaku Mata dan Kontak Mata: Mata adalah alat penting dalam komunikasi non-verbal. Melalui mata, guru dapat menunjukkan ketertarikan dan fokus kepada siswa. Siswa yang membuat kontak mata dengan guru atau rekan-rekan sekelas menunjukkan bahwa mereka mendengarkan dan terlibat dalam proses pembelajaran. Kontak mata juga dapat digunakan untuk memahami apakah seseorang memahami atau mengalami kesulitan dengan materi yang diajarkan.

Postur Tubuh:

Postur Guru: Cara seorang guru berdiri, duduk, atau bergerak dapat memengaruhi cara siswa merasa terhubung dan terlibat dalam pembelajaran. Seorang guru yang menunjukkan postur terbuka, antusias, dan percaya diri dapat menciptakan lingkungan yang mendukung partisipasi siswa dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam belajar.

Postur Siswa: Postur tubuh siswa juga mencerminkan tingkat kenyamanan dan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Siswa yang duduk tegak dan menunjukkan minat terhadap materi pelajaran cenderung lebih fokus dan siap untuk belajar.

Kemampuan Membaca dan Menginterpretasikan Komunikasi Non-Verbal: Penting bagi guru dan siswa untuk memiliki kemampuan membaca dan menginterpretasikan komunikasi non-verbal. Guru yang peka terhadap ekspresi wajah dan postur siswa dapat mengidentifikasi ketidaknyamanan atau kesulitan yang mungkin mereka alami dalam pembelajaran. Siswa yang dapat membaca ekspresi wajah guru dan rekan-rekan sekelas mereka dapat merasa lebih terhubung dan dapat merespons dengan tepat.

Penggunaan yang Efektif dalam Proses Belajar-Mengajar: Dalam pembelajaran, komunikasi non-verbal yang tepat dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran. Guru dapat menggunakan ekspresi wajah, gerakan tangan, dan kontak mata untuk menekankan poin penting dalam materi. Siswa dapat menggunakan komunikasi non-verbal untuk menunjukkan pertanyaan, ketidakpengertian, atau ketertarikan dalam pembelajaran.

Dalam rangka menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif, guru dan siswa perlu memahami dan memanfaatkan komunikasi non-verbal, termasuk ekspresi wajah, perilaku mata, dan postur tubuh, untuk memperkaya pengalaman belajar dan memastikan bahwa pesan dan emosi disampaikan dengan jelas dan efektif.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Okta Selvi Marlinda -
Postur, ekspresi wajah, perilaku mata, dan kontak mata adalah bentuk komunikasi nonverbal yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Berikut adalah peran komunikasi nonverbal berupa postur, ekspresi wajah, perilaku mata, dan kontak mata bagi pembelajaran:
1. Meningkatkan keterlibatan siswa: Postur tubuh yang baik dan ekspresi wajah yang tepat dapat membantu siswa untuk fokus dan masuk ke dalam pola pikir kerja, sehingga dapat meningkatkan konsentrasi dan memperkuat pesan verbal.
2. Meningkatkan pemahaman siswa: Ekspresi wajah yang tepat dapat membantu guru untuk mengekspresikan emosi dan memperkuat pesan verbal. Perilaku mata dan kontak mata dapat membantu guru untuk membangun koneksi dengan siswa, menunjukkan rasa percaya diri, menunjukkan kebohongan, menunjukkan rasa ketertarikan, dan menjaga umpan balik.
3. Meningkatkan efektivitas komunikasi: Komunikasi nonverbal dapat memperkaya isi informasi yang disampaikan dan membuat komunikasi jadi lebih efektif. Dengan menggunakan bahasa tubuh yang tepat, pesan dapat disampaikan dengan jelas dan mudah dipahami oleh penerima.
4. Meningkatkan keterampilan sosial siswa: Komunikasi nonverbal dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial yang baik, seperti kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dan memecahkan masalah dengan cara yang positif.
Dalam pembelajaran, penting bagi guru dan siswa untuk memahami pentingnya komunikasi nonverbal dan menggunakan bahasa tubuh yang tepat. Dengan menggunakan komunikasi nonverbal yang tepat, pembelajaran dapat menjadi lebih efektif dan siswa dapat memahami pesan yang disampaikan dengan lebih baik.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Okta Selvi Marlinda -
Postur dan ekspresi wajah (perilaku mata dan kontak mata) adalah bentuk komunikasi nonverbal yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Berikut adalah penjelasan tentang peran komunikasi nonverbal berupa postur dan ekspresi wajah (perilaku mata dan kontak mata) bagi pembelajaran:

1. Postur tubuh: Postur tubuh yang baik dapat membantu siswa untuk fokus dan masuk ke dalam pola pikir kerja, sehingga dapat meningkatkan konsentrasi dan memperkuat pesan verbal. Postur tubuh yang baik juga dapat membantu siswa untuk membangun rasa percaya diri dan meningkatkan partisipasi dalam proses pembelajaran.

2. Ekspresi wajah: Ekspresi wajah yang tepat dapat membantu guru untuk mengekspresikan emosi dan memperkuat pesan verbal. Ekspresi wajah yang tepat juga dapat membantu siswa untuk memahami pesan yang disampaikan dengan lebih baik dan meningkatkan motivasi belajar.

3. Perilaku mata dan kontak mata: Perilaku mata dan kontak mata dapat membantu guru untuk membangun koneksi dengan siswa, menunjukkan rasa percaya diri, menunjukkan kebohongan, menunjukkan rasa ketertarikan, dan menjaga umpan balik. Kontak mata yang baik dapat membantu siswa untuk merasa dihargai dan didengarkan, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar.

Komunikasi nonverbal berupa postur dan ekspresi wajah (perilaku mata dan kontak mata) sangat penting dalam proses pembelajaran karena dapat membantu siswa dan guru untuk memahami pesan yang disampaikan dengan lebih baik. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memperhatikan cara berkomunikasi nonverbal yang baik dan melatih kemampuan untuk menggunakan postur dan ekspresi wajah (perilaku mata dan kontak mata) secara tepat dan efektif.
In reply to Ari Sofia

Re: TOPIK DISKUSI

by Dwi Maharani Br. Sembiring -
1.Bahasa non verbal adalah semua ekspresi tubuh beserta bagian dan gerakannya, benda-benda dan barang
yang melekat pada tubuh, atau barang-barang yang dimiliki seseorang, serta profesi atau status sosial yang dimiliki
seseorang yang dinyatakan tidak dengan kata-kata untuk menyampaikan maksud penutur yang dapat dipahami
mitra tutur berdasarkan konteksnya (Sulistyo 2014). Penggunaan bahasa non verbal perlu disadari urgensinya
berkaitan dalam berjalanannya proses pendidikan. Hal tersebut disebabkan karena bahasa non verbal berperan
penting dalam proses komunikasi. Urgensi bahasa non verbal dalam proses belajar mengajar di kelas diungkapkan
Aziz (2017) yang mengungkapkan 93% makna sosial dari komunikasi tatap muka diperoleh dari isyarat-isyarat non
verbal. Hal ini mempertegas bahwa penggunaan bahasa non verbal dapat menentukan proses komunikasi dapat
terjalin baik. Bahasa non verbal senantiasa dikaitkan dengan konteks pemakaian bahasa lisan.
-Ekspresi wajah merupakan perwakilan atas perasaan atau suasana hati seseorang. Wajah dapat menjadi
sebuah media dalam penyampaian pesan (Zidny 2013). Berdasarkan hasil observasi kedua kelas PAUD dalam
kegiatan belajar mengajar dominan menggunakan ekspresi wajah ketidaksukaan / keengganan, kemarahan,
tertawa, kecewa, perhatian, dan kebahagiaan. Keenam ekspresi tersebut tampak dalam proses pembelajaran dan
merupakan bagian dari tiga puluh ekspresi wajah yang dikaji oleh Leather (dalam Salisah 2015). Dalam proses
kegiatan belajar mengajar, guru menunjukkan keenam ekspresi tersebut untuk mengungkapkan responnya atas
sesuatu yang terjadi di kelas.

2.Penggunaan bahasa non verbal peserta didik PAUD dalam pembelajaran di kelas sangat bervariasi. Variasi
tersebut muncul atas faktor lawan bicara atau mitra tutur dari penutur tersebut. Bahasa non verbal yang digunakan
peserta didik ketika berkomunikasi dengan sesama temannya, akan berbeda ketika peserta didik berkomunikasi
dengan gurunya. Peserta didik senantiasa memiliki bahasa-bahasa non verbal yang hanya dipahami oleh temanteman sebaya atau teman-teman dekatnya saja.
Bahasa non verbal yang menjadi perhatian khusus adalah bahasa non verbal yang muncul atau terjadi ketika
peserta didik dan guru berinteraksi dalam pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil pengamatan melalui rekaman
video dan catatan pada lembar observasi, bahasa non verbal yang dominan digunakan peserta didik untuk
berkomunikasi dengan guru dalam proses pembelajaran adalah kinesik. Kinesik yang digunakan peserta didik kelas
1 dalam komunikasi dengan guru dominan dengan penggunaan gestur atau gerak tubuh. Berdasarkan hasil
pengamatan, gestur yang digunakan oleh peserta didik kelas 1 dalam berkomunikasi dengan guru antara lain, 1)menggelengkan kepala, 2) menganggukkan kepala, 3) menolehkan kepala, 4) menunjuk menggunakan jari telunjuk,
dan 5) lambaian tangan.
-Kontak Mata
Bahasa non verbal seringkali menyebut kontak mata dengan istilah gaze. Kontak mata mengkaji tentang
cara menatap seseorang pada saat berinteraksi dengan mitra tutur. Seiring berkembangnya zaman, kontak mata
dapat berfungsi sama halnya dengan ekspresi wajah yakni mengungkapkan ekspresi atau perasaan (Wulandari
2017). Dalam konteks pembelajaran di kelas, guru PAUD menggunakan kontak mata kepada peserta didiknya
sebagai pengingat atau larangan. Guru tidak perlu melarang atau mengingatkan peserta didik menggunakan verbal
atau kata-kata, melainkan cukup menggunakan kontak mata. Salah satu kontak mata yang sering digunakan dalam
pembelajaran di kelas 1 adalah ketika guru menatap salah seorang peseta didik yang berjalan-jalan di kelas. Setelah
peserta didik tersebut sadar jika sedang diamati oleh gurunya, tidak lama setelah itu peserta didik duduk ke
bangkunya kembali. Hal tersebut menunjukkan bahwa kontak mata mampu menjadi media penyampaian perintah
tanpa perlu diungkapkan dalam kata atau bahasa verbal.