བདུན་ཕྲག་རེ་བཞིན་གྱི་བཅུད་དོན།

  • ཡོངས་ཁྱབ།

    • PETA MATERI ཡིག་སྣོད། {$a->ཚད་} {$a->དབྱེ་བ་}
  • Pertemuan 1

    • Kontrak Perkuliahan ཡིག་སྣོད། {$a->ཚད་} {$a->དབྱེ་བ་}
  • Pertemuan 2

    • slide ཡིག་སྣོད། {$a->ཚད་} {$a->དབྱེ་བ་}
  • Pertemuan 3

    • slide ཡིག་སྣོད། {$a->ཚད་} {$a->དབྱེ་བ་}
  • Pertemuan 4

    • slide ཡིག་སྣོད། {$a->ཚད་} {$a->དབྱེ་བ་}
  • Pertemuan 5

    • slide ཡིག་སྣོད། {$a->ཚད་} {$a->དབྱེ་བ་}
  • Pertemuan 6

    • slide ཡིག་སྣོད། {$a->ཚད་} {$a->དབྱེ་བ་}
  • Pertemuan 7: Literasi Keuangan Digital

    Salam pembelajar,

    Pada kesempatan ini kita akan mulai dengan topik Literasi Keuangan Digital.

    Literasi keuangan digital merupakan kemampuan individu dalam memahami, menggunakan, dan mengelola berbagai layanan keuangan berbasis teknologi secara efektif, aman, dan bertanggung jawab. Perkembangan teknologi informasi telah mendorong munculnya berbagai layanan keuangan digital seperti mobile banking, dompet digital, pembayaran elektronik, investasi digital, pinjaman daring, dan berbagai aplikasi pengelolaan keuangan.

    Pemahaman mengenai literasi keuangan digital menjadi sangat penting karena masyarakat saat ini semakin bergantung pada teknologi dalam melakukan transaksi dan pengelolaan keuangan. Kemampuan menggunakan layanan keuangan digital secara bijak dapat membantu individu meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas akses terhadap layanan keuangan, serta mendukung pengambilan keputusan keuangan yang lebih baik.

    Melalui literasi keuangan digital, individu juga dapat memahami manfaat, risiko, serta tantangan penggunaan teknologi keuangan, termasuk keamanan data, perlindungan konsumen, dan pencegahan berbagai bentuk penipuan digital.

    Capaian pembelajaran yang diharapkan setelah Anda mempelajari topik ini adalah:

    1. Mengidentifikasi konsep dan ruang lingkup literasi keuangan digital dalam kehidupan sehari-hari.

    2. Menjelaskan berbagai jenis layanan dan produk keuangan digital, seperti perbankan digital, dompet elektronik, pembayaran digital, investasi digital, dan pinjaman daring.

    3. Menganalisis manfaat penggunaan teknologi keuangan dalam meningkatkan akses dan efisiensi layanan keuangan.

    4. Mengidentifikasi risiko penggunaan layanan keuangan digital, seperti penipuan daring, pencurian data, dan kejahatan siber.

    5. Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan layanan keuangan digital oleh masyarakat.

    6. Menggunakan layanan keuangan digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

    7. Mengevaluasi dampak perkembangan teknologi finansial terhadap perilaku keuangan dan pengambilan keputusan keuangan individu.

    8. Menganalisis pentingnya keamanan data pribadi dan perlindungan konsumen dalam transaksi keuangan digital.

    9. Menerapkan prinsip-prinsip literasi keuangan digital dalam pengelolaan keuangan pribadi di era ekonomi digital.

    10. Menunjukkan sikap kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi keuangan untuk mendukung kesejahteraan finansial.

    Terlampir slide PPT, mari kita pelajari bersama untuk menambah wawasan dan pemahaman mengenai literasi keuangan digital, sehingga kita dapat memanfaatkan berbagai layanan keuangan berbasis teknologi secara efektif, aman, dan bertanggung jawab di era digital.

  • Pertemuan 8: UTS

    Salam pembelajar,

    Pada pertemuan ini kita akan melakukan Ujian Tengah Semester.

  • Pertemuan 9: Literasi Keuangan Anak dan Remaja

    Salam pembelajar,

    Pada pertemuan ini kita akan mempelajari tentang Literasi Keuangan Anak dan Remaja.

    Literasi keuangan pada anak dan remaja merupakan upaya untuk membangun pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang positif dalam mengelola keuangan sejak usia dini. Pemahaman mengenai uang, menabung, mengatur pengeluaran, serta membuat keputusan keuangan yang bijak sangat penting ditanamkan sejak masa kanak-kanak dan remaja agar terbentuk perilaku keuangan yang bertanggung jawab di masa depan.

    Perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup, dan meningkatnya akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan membuat anak dan remaja perlu memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan secara bijaksana. Pendidikan literasi keuangan sejak dini dapat membantu mereka memahami nilai uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung dan perencanaan keuangan.

    Capaian pembelajaran yang diharapkan setelah mempelajari materi ini adalah Anda mampu untuk:

    1. Menjelaskan konsep dan pentingnya literasi keuangan bagi anak dan remaja.

    2. Mengidentifikasi karakteristik perilaku keuangan anak dan remaja pada berbagai tahap perkembangan.

    3. Membedakan kebutuhan dan keinginan dalam pengambilan keputusan keuangan sehari-hari.

    4. Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku keuangan anak dan remaja, seperti keluarga, sekolah, teman sebaya, media sosial, dan lingkungan.

    5. Menjelaskan pentingnya kebiasaan menabung, pengelolaan uang saku, dan perencanaan keuangan sejak usia dini.

    6. Menganalisis peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk perilaku keuangan yang positif pada anak dan remaja.

    7. Mengevaluasi dampak perilaku konsumtif dan pengaruh perkembangan teknologi digital terhadap keputusan keuangan anak dan remaja.

    8. Mengembangkan strategi pendidikan dan pembelajaran literasi keuangan yang sesuai dengan karakteristik anak dan remaja.

    9. Menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

    10. Menunjukkan sikap bijak, disiplin, bertanggung jawab, dan hemat dalam mengelola keuangan sebagai bekal menuju kesejahteraan finansial di masa depan.

    Terlampir slide perkuliahan yang dapat Anda pelajari terlebih dahulu. Selanjutnya, diskusi mengenai materi yang belum dipahami dapat dilakukan melalui forum diskusi sehingga pemahaman mengenai literasi keuangan anak dan remaja dapat semakin mendalam serta mendorong terbentuknya perilaku keuangan yang sehat sejak usia dini.

  • Pertemuan 10: Literasi Keuangan Keluarga

    Salam pembelajar,

    Pada pertemuan ini kita akan mempelajari tentang Literasi Keuangan Keluarga.

    Literasi keuangan keluarga merupakan kemampuan anggota keluarga dalam memahami, mengelola, dan mengambil keputusan keuangan secara bijaksana untuk mencapai kesejahteraan bersama. Pengelolaan keuangan keluarga yang baik sangat penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, merencanakan masa depan, mengelola risiko, serta mencapai tujuan keuangan keluarga.

    Melalui literasi keuangan keluarga, setiap anggota keluarga dapat memahami pentingnya penyusunan anggaran, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran, menabung, berinvestasi, serta mengelola utang secara bertanggung jawab. Kemampuan ini menjadi dasar dalam menciptakan ketahanan ekonomi keluarga dan meningkatkan kualitas hidup.

    Selain itu, literasi keuangan keluarga juga berperan dalam membentuk kebiasaan keuangan yang positif, membangun komunikasi keuangan yang sehat, serta menanamkan nilai-nilai pengelolaan keuangan kepada anak sejak dini.

    Capaian pembelajaran yang diharapkan setelah mempelajari materi ini adalah Anda mampu untuk:

    1. Menjelaskan konsep dan pentingnya literasi keuangan dalam pengelolaan keuangan keluarga.

    2. Menyusun anggaran keluarga berdasarkan pendapatan, pengeluaran, dan prioritas kebutuhan.

    3. Mengidentifikasi sumber pendapatan, pengeluaran, aset, dan kewajiban dalam keuangan keluarga.

    4. Menganalisis pola pengeluaran keluarga serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kondisi keuangan keluarga.

    5. Menerapkan prinsip perencanaan keuangan keluarga untuk mencapai tujuan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

    6. Menggunakan konsep tabungan, investasi, dan pengelolaan risiko dalam menjaga stabilitas keuangan keluarga.

    7. Mengevaluasi pengelolaan utang dan kewajiban keluarga agar tetap berada dalam kondisi keuangan yang sehat.

    8. Menganalisis berbagai permasalahan keuangan keluarga serta merumuskan alternatif solusi yang tepat.

    9. Menjelaskan pentingnya komunikasi dan pendidikan keuangan dalam keluarga untuk membentuk perilaku keuangan yang bertanggung jawab.

    10. Menunjukkan sikap bijak, disiplin, dan bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan keluarga sebagai upaya mencapai kesejahteraan finansial.

    Terlampir slide perkuliahan yang dapat Anda pelajari terlebih dahulu. Selanjutnya, diskusi mengenai materi yang belum dipahami dapat dilakukan melalui forum diskusi sehingga pemahaman mengenai literasi keuangan keluarga dapat semakin mendalam dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Pertemuan 11: Literasi Keuangan Masyarakat Indonesia

    Salam pembelajar,

    Pertemuan kali ini kita akan mempelajari tentang Literasi Keuangan Masyarakat Indonesia.

    Literasi keuangan masyarakat Indonesia merupakan kemampuan masyarakat dalam memahami, mengelola, dan memanfaatkan informasi serta produk keuangan secara bijaksana untuk meningkatkan kesejahteraan. Tingkat literasi keuangan yang baik memungkinkan masyarakat mengambil keputusan keuangan yang tepat, mengelola risiko, serta memanfaatkan layanan keuangan secara efektif.

    Di Indonesia, tingkat literasi keuangan masyarakat masih beragam yang dipengaruhi oleh faktor pendidikan, pendapatan, wilayah tempat tinggal, akses terhadap layanan keuangan, perkembangan teknologi, serta kondisi sosial dan budaya. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu upaya penting dalam mendorong inklusi keuangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pembangunan ekonomi nasional.

    Melalui pemahaman mengenai literasi keuangan masyarakat Indonesia, mahasiswa diharapkan mampu mengenali kondisi literasi keuangan nasional, memahami tantangan yang dihadapi masyarakat, serta merumuskan berbagai strategi peningkatan literasi keuangan di berbagai kelompok masyarakat.

    Baiklah, setelah Anda mempelajari materi ini, diharapkan mampu untuk:

    1. Mengidentifikasi konsep dan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia.

    2. Menjelaskan kondisi literasi dan inklusi keuangan di Indonesia serta faktor-faktor yang memengaruhinya.

    3. Menganalisis karakteristik literasi keuangan pada berbagai kelompok masyarakat berdasarkan usia, pendidikan, pekerjaan, dan wilayah.

    4. Mengidentifikasi berbagai produk dan layanan keuangan yang tersedia bagi masyarakat Indonesia.

    5. Menganalisis pengaruh tingkat literasi keuangan terhadap perilaku keuangan dan kesejahteraan masyarakat.

    6. Menjelaskan peran pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam meningkatkan literasi keuangan.

    7. Mengevaluasi berbagai tantangan dan permasalahan literasi keuangan yang dihadapi masyarakat Indonesia.

    8. Mengembangkan alternatif strategi dan program edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

    9. Menganalisis dampak perkembangan teknologi digital terhadap literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

    10. Menunjukkan sikap peduli, bijak, dan bertanggung jawab dalam mendukung peningkatan literasi keuangan di lingkungan masyarakat.

    Terlampir slide perkuliahan yang dapat Anda pelajari terlebih dahulu. Selanjutnya, diskusi mengenai kondisi, tantangan, maupun upaya peningkatan literasi keuangan masyarakat Indonesia dapat dilakukan melalui forum diskusi agar pemahaman terhadap materi semakin mendalam dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

  • Pertemuan 12: Strategi Implementasi Literasi Keuangan dalam Pendidikan

    Salam Pembelajar,

    Materi kita kali ini adalah tentang Strategi Implementasi Literasi Keuangan dalam Pendidikan.

    Strategi implementasi literasi keuangan dalam pendidikan merupakan upaya sistematis untuk mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap keuangan ke dalam proses pembelajaran. Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk perilaku keuangan yang bijaksana sejak dini sehingga peserta didik mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.

    Melalui implementasi literasi keuangan di lingkungan pendidikan, peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep-konsep keuangan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan masa depan, serta penggunaan produk dan layanan keuangan secara bertanggung jawab.

    Penerapan literasi keuangan dalam pendidikan dapat dilakukan melalui integrasi dalam kurikulum, kegiatan pembelajaran, proyek, praktik kehidupan sehari-hari, serta pemanfaatan teknologi dan media digital. Dengan demikian, lembaga pendidikan berperan penting dalam membangun generasi yang memiliki kecakapan finansial dan perilaku keuangan yang sehat.

    Capaian pembelajaran setelah mempelajari bahan kajian ini, Anda diharapkan mampu untuk:

    1. Mengidentifikasi konsep dan pentingnya implementasi literasi keuangan dalam dunia pendidikan.

    2. Menjelaskan tujuan penerapan literasi keuangan pada berbagai jenjang pendidikan.

    3. Menganalisis peran sekolah, perguruan tinggi, guru, keluarga, dan masyarakat dalam pengembangan literasi keuangan peserta didik.

    4. Mengidentifikasi berbagai strategi implementasi literasi keuangan dalam proses pembelajaran.

    5. Menyusun kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan konsep-konsep literasi keuangan.

    6. Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi literasi keuangan di lingkungan pendidikan.

    7. Mengevaluasi berbagai program dan praktik pendidikan literasi keuangan yang telah diterapkan di sekolah maupun perguruan tinggi.

    8. Memanfaatkan teknologi digital, media pembelajaran, dan sumber belajar dalam mendukung pendidikan literasi keuangan.

    9. Mengembangkan rekomendasi strategi implementasi literasi keuangan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan pendidikan.

    10. Menunjukkan komitmen dalam membangun budaya literasi keuangan melalui kegiatan pendidikan yang berkelanjutan.

    Terlampir slide perkuliahan yang dapat Anda pelajari terlebih dahulu. Selanjutnya, diskusi mengenai konsep, strategi, serta penerapan literasi keuangan dalam pendidikan dapat dilakukan melalui forum diskusi agar pemahaman terhadap materi semakin mendalam dan dapat diaplikasikan dalam praktik pembelajaran.

  • Pertemuan 13: Pengukuran dan Asesmen Literasi Keuangan

    Salam Pembelajar,

    Materi kita kali ini adalah tentang Pengukuran dan Asesmen Literasi Keuangan.

    Pengukuran dan asesmen literasi keuangan merupakan proses untuk mengetahui tingkat pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku keuangan seseorang atau kelompok masyarakat. Pengukuran ini sangat penting untuk mengevaluasi sejauh mana individu mampu memahami konsep keuangan, mengambil keputusan keuangan yang tepat, serta menerapkan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

    Melalui asesmen literasi keuangan, pendidik, peneliti, maupun pembuat kebijakan dapat memperoleh informasi mengenai tingkat literasi keuangan yang dimiliki peserta didik atau masyarakat. Hasil pengukuran tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun program pendidikan, merancang intervensi, serta mengevaluasi efektivitas program literasi keuangan yang telah dilaksanakan.

    Pengukuran literasi keuangan tidak hanya menilai aspek pengetahuan keuangan, tetapi juga mencakup dimensi sikap, perilaku, dan keterampilan keuangan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai instrumen, indikator, dan metode asesmen menjadi sangat penting dalam pengembangan program literasi keuangan yang efektif.

    Capaian pembelajaran setelah mempelajari bahan kajian ini, Anda diharapkan mampu untuk:

    1. Mengidentifikasi konsep dan pentingnya pengukuran serta asesmen literasi keuangan.

    2. Menjelaskan tujuan pengukuran literasi keuangan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kebijakan.

    3. Mengidentifikasi dimensi-dimensi literasi keuangan yang meliputi pengetahuan, sikap, perilaku, dan keterampilan keuangan.

    4. Menganalisis berbagai indikator dan instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat literasi keuangan.

    5. Menjelaskan berbagai metode asesmen literasi keuangan, seperti tes, angket, survei, wawancara, dan observasi.

    6. Menyusun instrumen pengukuran literasi keuangan sesuai dengan tujuan dan karakteristik responden.

    7. Menganalisis hasil pengukuran literasi keuangan untuk mengidentifikasi tingkat kemampuan dan kebutuhan peserta didik atau masyarakat.

    8. Mengevaluasi kualitas instrumen asesmen berdasarkan aspek validitas, reliabilitas, dan keterukuran.

    9. Memanfaatkan hasil asesmen sebagai dasar pengembangan program dan strategi peningkatan literasi keuangan.

    10. Menunjukkan sikap objektif, sistematis, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan pengukuran dan evaluasi literasi keuangan.

    Terlampir slide perkuliahan yang dapat Anda pelajari terlebih dahulu. Selanjutnya, diskusi mengenai konsep, instrumen, metode, dan hasil pengukuran literasi keuangan dapat dilakukan melalui forum diskusi agar pemahaman terhadap materi semakin mendalam dan dapat diterapkan dalam kegiatan pendidikan maupun penelitian.

  • Pertemuan 14: Tren dan Isu Global Literasi Keuangan

    Salam Pembelajar,

    Materi kita kali ini adalah tentang Tren dan Isu Global Literasi Keuangan.

    Tren dan isu global literasi keuangan merupakan perkembangan terkini yang memengaruhi cara individu dan masyarakat memahami, mengelola, serta mengambil keputusan keuangan di era modern. Globalisasi, kemajuan teknologi digital, perubahan sistem keuangan, dan meningkatnya kompleksitas produk keuangan telah menjadikan literasi keuangan sebagai kompetensi yang sangat penting di berbagai negara.

    Berbagai lembaga internasional dan pemerintah di seluruh dunia terus mendorong peningkatan literasi keuangan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas inklusi keuangan, dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Selain itu, perkembangan teknologi finansial, transaksi digital, investasi daring, mata uang digital, serta meningkatnya risiko kejahatan siber menghadirkan tantangan baru yang memerlukan kemampuan literasi keuangan yang lebih baik.

    Memahami tren dan isu global literasi keuangan membantu individu, pendidik, dan pembuat kebijakan untuk menyesuaikan strategi pendidikan dan pengembangan literasi keuangan agar relevan dengan kebutuhan masyarakat pada era digital dan ekonomi global.

    Capaian pembelajaran setelah mempelajari bahan kajian ini, Anda diharapkan mampu untuk:

    1. Mengidentifikasi konsep dan pentingnya tren serta isu global dalam literasi keuangan.

    2. Menjelaskan perkembangan literasi keuangan di berbagai negara dan tingkat global.

    3. Menganalisis pengaruh globalisasi dan perkembangan ekonomi digital terhadap perilaku keuangan masyarakat.

    4. Mengidentifikasi berbagai tren keuangan modern, seperti financial technology (fintech), pembayaran digital, investasi digital, dan layanan keuangan berbasis teknologi.

    5. Menganalisis dampak perkembangan teknologi terhadap akses, penggunaan, dan keamanan layanan keuangan.

    6. Menjelaskan berbagai isu global dalam literasi keuangan, seperti inklusi keuangan, keamanan siber, perlindungan konsumen, dan kesenjangan literasi keuangan.

    7. Mengevaluasi tantangan dan peluang pengembangan literasi keuangan pada era digital dan ekonomi global.

    8. Menganalisis peran pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga keuangan, dan organisasi internasional dalam meningkatkan literasi keuangan.

    9. Mengembangkan strategi adaptasi dan peningkatan literasi keuangan untuk menghadapi perubahan lingkungan ekonomi global.

    10. Menunjukkan sikap kritis, adaptif, dan bertanggung jawab dalam menghadapi perkembangan dan isu-isu global di bidang literasi keuangan.

    Terlampir slide perkuliahan yang dapat Anda pelajari terlebih dahulu. Selanjutnya, diskusi mengenai berbagai tren, tantangan, dan isu global literasi keuangan dapat dilakukan melalui forum diskusi agar pemahaman terhadap materi semakin mendalam serta mampu diterapkan dalam menghadapi dinamika ekonomi dan keuangan di tingkat global.

  • Pertemuan 15: Project Pembelajaran Literasi Keuangan

    Salam Pembelajar,

    Materi kita kali ini adalah tentang Project Pembelajaran Literasi Keuangan.

    Project pembelajaran literasi keuangan merupakan kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap keuangan melalui pengalaman nyata. Melalui pendekatan berbasis proyek, mahasiswa tidak hanya memahami konsep-konsep literasi keuangan secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam lingkungan masyarakat.

    Pelaksanaan project literasi keuangan dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti penyusunan anggaran keuangan pribadi, perencanaan keuangan keluarga, kampanye edukasi keuangan, pengembangan media literasi keuangan, survei perilaku keuangan, maupun program edukasi keuangan di sekolah dan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kerja sama, komunikasi, dan pengambilan keputusan keuangan.

    Melalui project pembelajaran, mahasiswa juga dapat mengembangkan kreativitas dan kepedulian sosial dalam upaya meningkatkan literasi keuangan di lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih kontekstual, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan kehidupan nyata.

    Capaian pembelajaran setelah mempelajari bahan kajian ini, Anda diharapkan mampu untuk:

    1. Mengidentifikasi konsep dan pentingnya project pembelajaran dalam literasi keuangan.

    2. Menjelaskan tujuan dan manfaat pembelajaran berbasis proyek dalam pengembangan literasi keuangan.

    3. Menganalisis permasalahan keuangan yang terjadi di lingkungan individu, keluarga, sekolah, maupun masyarakat sebagai dasar penyusunan proyek.

    4. Merancang project literasi keuangan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kebutuhan masyarakat.

    5. Menyusun rencana kegiatan, tujuan, indikator keberhasilan, serta langkah-langkah pelaksanaan project literasi keuangan.

    6. Mengembangkan media, program, atau kegiatan edukasi keuangan sebagai bentuk implementasi proyek.

    7. Melaksanakan project literasi keuangan secara kolaboratif, kreatif, dan bertanggung jawab.

    8. Mengevaluasi proses dan hasil pelaksanaan project berdasarkan indikator yang telah ditetapkan.

    9. Menyusun laporan dan mempresentasikan hasil project literasi keuangan secara sistematis dan komunikatif.

    10. Menunjukkan sikap inovatif, kolaboratif, dan peduli terhadap peningkatan literasi keuangan di lingkungan masyarakat.

    Terlampir slide perkuliahan yang dapat Anda pelajari terlebih dahulu. Selanjutnya, diskusi mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi project pembelajaran literasi keuangan dapat dilakukan melalui forum diskusi agar pemahaman terhadap materi semakin mendalam serta mampu menghasilkan proyek yang bermanfaat bagi peserta didik maupun masyarakat.

  • Pertemuan 16: UJIAN AKHIR SEMESTER

    Salam pembelajar,

    Semoga masih tetap semangat ya...

    Minggu ini kita akan melaksanakan UJIAN AKHIR SEMESTER