བདུན་ཕྲག་རེ་བཞིན་གྱི་བཅུད་དོན།

  • ཡོངས་ཁྱབ།

  • Pertemuan 1

    Kontrak Perkuliahan meliputi kehadiran, Keterampilan dan Persiapan Alat.

  • Pertemuan 2

    Pada pertemuan ini mahasiswa mempelajari konsep dan teknik dasar tata rambut (hair do) yang digunakan oleh penari. Materi mencakup pengenalan jenis-jenis tata rambut penari, fungsi tata rambut dalam mendukung penampilan tari, alat dan bahan yang digunakan, serta langkah-langkah penataan rambut yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan pertunjukan. Setelah mempelajari materi, mahasiswa diharapkan mampu memahami dan mempraktikkan teknik tata rambut penari secara tepat dan rapi.

  • Pertemuan 3

    Pada pertemuan ini mahasiswa mempelajari dan mempraktikkan teknik pembentukan alis serta pengaplikasian make up fresh. Materi mencakup identifikasi bentuk alis yang sesuai dengan karakteristik wajah, teknik membentuk dan merapikan alis, serta langkah-langkah pengaplikasian make up fresh untuk menghasilkan riasan yang natural, segar, dan sesuai dengan kaidah tata rias. Setelah mengikuti pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan teknik pembentukan alis dan make up fresh secara tepat, rapi, dan proporsional.

  • ད་རིས་ཀྱི་བདུན་ཕྲག

    Pertemuan 4

    Pada pertemuan ini mahasiswa mempelajari dan mempraktikkan teknik tata rias panggung untuk penari. Materi mencakup karakteristik tata rias panggung, pemilihan kosmetik yang sesuai, teknik pengaplikasian foundation, contour, shading, rias mata, alis, blush on, dan lipstik yang disesuaikan dengan kebutuhan pertunjukan tari. Setelah mengikuti pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan tata rias panggung yang tegas, proporsional, dan mampu mendukung ekspresi serta karakter penari saat tampil di atas panggung.

  • Pertemuan 5

    Pada pertemuan ini mahasiswa mempelajari dan mempraktikkan tata rias penari Nusantara dengan fokus pada tata rias Penari Bali. Materi mencakup karakteristik tata rias Bali, pemilihan warna kosmetik, teknik pembentukan alis, rias mata, contour, shading, serta penggunaan lipstik yang sesuai dengan karakter tari Bali. Mahasiswa juga mempelajari nilai estetika dan unsur budaya yang terkandung dalam tata rias Penari Bali. Setelah mengikuti pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan tata rias Penari Bali secara tepat, rapi, dan sesuai dengan karakteristik tari yang ditampilkan.

  • Pertemuan 6

    Pada pertemuan ini mahasiswa mempelajari konsep dan teknik tata rias karakter dengan fokus pada karakter sadis dan sedih. Materi mencakup pengenalan tata rias karakter, analisis karakter tokoh, pemilihan warna dan garis rias, serta teknik pengaplikasian riasan untuk menampilkan ekspresi dan karakter tertentu. Mahasiswa juga mempelajari bagaimana tata rias dapat mendukung penghayatan peran dan memperkuat penampilan tokoh di atas panggung. Setelah mengikuti pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mengkreasikan tata rias karakter sadis dan sedih sesuai dengan ciri-ciri karakter yang ditampilkan.

  • Pertemuan 7

    Pada pertemuan ini mahasiswa mempelajari konsep dan teknik tata rias karakter tua. Materi mencakup analisis ciri-ciri wajah lanjut usia, teknik pembentukan kerutan, penggunaan highlight dan shading, serta pemilihan warna yang dapat memberikan efek penuaan pada wajah. Mahasiswa juga mempelajari cara menciptakan karakter tua yang realistis dan sesuai dengan kebutuhan pertunjukan. Setelah mengikuti pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mengkreasikan tata rias karakter tua secara tepat, kreatif, dan proporsional.

  • Pertemuan 8

    Ujian Tengah Semester (UTS) dilaksanakan dalam bentuk praktik tata rias secara individu. Setiap mahasiswa akan memperoleh tema atau jenis tata rias secara acak berdasarkan materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya, meliputi make up fresh, tata rias panggung, tata rias penari, serta tata rias karakter. Mahasiswa diwajibkan mengaplikasikan tata rias pada wajah sendiri sesuai dengan tema yang diperoleh, kemudian menampilkan hasil riasan di atas panggung untuk dinilai.

    Penilaian meliputi ketepatan teknik, kreativitas, kerapian, kesesuaian hasil riasan dengan tema, serta kemampuan mahasiswa dalam menampilkan dan menjelaskan konsep tata rias yang diaplikasikan.

  • Pertemuan 9

    Pada pertemuan ini mahasiswa mempelajari dan mempraktikkan hairdo kreasi sebagai pengembangan dari teknik tata rambut yang telah dipelajari sebelumnya. Materi mencakup konsep hairdo kreasi, pengembangan ide dan desain penataan rambut, penggunaan alat dan bahan penunjang, serta teknik mengombinasikan berbagai bentuk sanggul dan penataan rambut menjadi karya yang kreatif dan estetis. Setelah mengikuti pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan hairdo kreasi yang inovatif, rapi, dan sesuai dengan tema yang ditentukan.

  • Pertemuan 10

    Pada pertemuan ini mahasiswa mempelajari dan mempraktikkan teknik sanggul sasak sebagai salah satu keterampilan dasar dalam penataan rambut. Materi mencakup penggunaan alat dan bahan, teknik menyasak rambut untuk menciptakan volume, serta langkah-langkah pembuatan sanggul sasak yang rapi, kokoh, dan proporsional. Setelah mengikuti pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan teknik sasak dan membentuk sanggul sesuai dengan prosedur yang benar.

  • Pertemuan 11

    Pada pertemuan ini mahasiswa mempelajari dan mempraktikkan tata rias pengantin modern serta tata rias pengantin tradisional Nusantara dengan fokus pada pengantin Jawa. Materi mencakup karakteristik tata rias pengantin modern dan tradisional, perbedaan konsep riasan, teknik pengaplikasian kosmetik, pembentukan alis, rias mata, penggunaan shading dan highlight, serta kesesuaian tata rias dengan busana dan aksesori pengantin. Setelah mengikuti pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan tata rias pengantin modern dan pengantin Jawa sesuai dengan karakteristik, estetika, dan pakem yang berlaku.

  • Pertemuan 12

    Pada pertemuan ini mahasiswa mempelajari dan mempraktikkan tata rias karakter horror. Materi mencakup konsep tata rias efek khusus sederhana, analisis karakter horror, penggunaan warna, teknik pembentukan luka, memar, bekas jahitan, serta efek visual lainnya yang mendukung tampilan karakter. Mahasiswa juga mempelajari prinsip keselamatan penggunaan bahan kosmetik dan efek khusus dalam praktik tata rias. Setelah mengikuti pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mengkreasikan tata rias karakter horror secara kreatif, realistis, dan sesuai dengan karakter yang ditampilkan.

  • Pertemuan 13

    Pada pertemuan ini mahasiswa mempelajari dan mempraktikkan tata rias kreasi flora. Materi mencakup pengembangan ide dan konsep tata rias yang terinspirasi dari berbagai jenis tumbuhan dan bunga, pemilihan warna, teknik pengaplikasian kosmetik dekoratif, serta penambahan ornamen yang mendukung tema flora. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan kreativitas dalam menciptakan karya tata rias yang artistik, estetis, dan harmonis. Setelah mengikuti pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan tata rias kreasi flora yang unik, inovatif, dan sesuai dengan konsep yang dirancang.

  • Pertemuan 14

    Pada pertemuan ini mahasiswa mempelajari dan mempraktikkan tata rias kreasi fauna. Materi mencakup pengembangan ide dan konsep tata rias yang terinspirasi dari berbagai jenis hewan, pemilihan warna dan bentuk, teknik pengaplikasian kosmetik dekoratif, serta penggunaan ornamen pendukung untuk memperkuat karakter fauna yang ditampilkan. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan artistik dalam menciptakan karya tata rias yang unik, inovatif, dan memiliki nilai estetika. Setelah mengikuti pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan tata rias kreasi fauna yang sesuai dengan konsep dan karakter hewan yang dipilih.

  • Pertemuan 15

    Pada pertemuan ini mahasiswa mempelajari dan mempraktikkan tata rias fantasi sebagai bentuk pengembangan kreativitas dalam seni tata rias. Materi mencakup konsep tata rias fantasi, pengembangan ide dan tema, pemilihan warna, teknik dekoratif, serta penggunaan aksesori dan ornamen pendukung untuk menciptakan karakter imajinatif. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menuangkan gagasan kreatif ke dalam karya tata rias yang unik, artistik, dan inovatif. Setelah mengikuti pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan tata rias fantasi yang sesuai dengan konsep yang dirancang dan memiliki nilai estetika yang tinggi.

  • Pertemuan 16

    Evaluasi Akhir Semester (EAS) dilaksanakan dalam bentuk pergelaran tata rias sebagai puncak pembelajaran mata kuliah Tata Rias. Mahasiswa menampilkan hasil karya tata rias yang telah dirancang dan diaplikasikan sesuai dengan tema yang ditentukan. Pergelaran ini bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan teknis, kreativitas, dan estetika yang telah diperoleh selama satu semester.

    Mahasiswa diharapkan mampu menampilkan karya tata rias secara profesional dengan memperhatikan konsep, ketepatan teknik, kreativitas, kerapian, kesesuaian tema, serta kemampuan presentasi karya di hadapan dosen dan peserta pergelaran.