Kiriman dibuat oleh Rahma Amelia

AKM A2025 -> Diskusi

oleh Rahma Amelia -
Nama: Rahma Amelia
NPM: 2413031026

a. Pengelolaan laba dan pengaruhnya terhadap kualitas laba
Pengelolaan laba adalah upaya manajemen untuk “mengatur” angka laba yang ditampilkan dalam laporan keuangan. Terkadang pengelolaan ini dilakukan dengan memilih metode akuntansi tertentu atau menunda/mempercepat pengakuan pendapatan dan biaya. Jika pengelolaan laba dilakukan berlebihan atau hanya untuk membuat laporan terlihat bagus, maka kualitas laba bisa menurun. Artinya, laba yang tercatat di laporan keuangan tidak lagi mencerminkan kondisi sebenarnya dari perusahaan. Akibatnya, investor, kreditor, dan pihak lain bisa salah dalam mengambil keputusan karena angka laba tidak mencerminkan realitas yang sebenarnya.

b. Hati-hati dalam menggunakan angka laba & tujuan prinsip akuntansi
Kita perlu berhati-hati menggunakan angka laba di laporan laba-rugi karena laba bisa dipengaruhi oleh kebijakan akuntansi yang dipilih perusahaan. Jadi, meskipun terlihat besar atau kecil, belum tentu angka itu benar-benar mencerminkan kinerja perusahaan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, laporan laba-rugi disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum (seperti PSAK di Indonesia atau GAAP di luar negeri). Tujuannya agar laporan yang dihasilkan lebih wajar, transparan, dan bisa dibandingkan antar perusahaan. Dengan begitu, pengguna laporan keuangan bisa lebih percaya pada informasi yang disajikan, meskipun tetap harus kritis dalam menafsirkan angka laba tersebut.

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Rahma Amelia -
Nama: Rahma Amelia
NPM: 2413031026

Jurnal ini membahas teori akuntansi, yang terdiri dari elemen, struktur, dan kerangka konseptual (conceptual framework) serta kaitannya dengan praktik pelaporan keuangan. Penulis menekankan bahwa teori akuntansi tidak hanya penting untuk dipahami, tetapi juga harus diterapkan dalam praktik agar bermanfaat.

Tujuan utama penelitian ini adalah menjelaskan berbagai interpretasi tentang teori akuntansi, klasifikasinya, elemen, struktur, hingga kerangka konseptualnya. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan mengandalkan data sekunder dari artikel, jurnal, dan literatur.

Hasil kajian menunjukkan bahwa elemen teori akuntansi—seperti kegunaan, relevansi, reliabilitas, konsistensi, serta asumsi dasar (entitas bisnis, periode akuntansi, going concern, dan uang sebagai satuan ukur)—menjadi fondasi dalam penyusunan laporan keuangan yang kredibel. Struktur teori akuntansi sendiri terdiri dari postulat, konsep, dan prinsip. Sementara itu, kerangka konseptual berfungsi sebagai panduan dalam penyusunan standar akuntansi agar lebih konsisten dan seragam.

Penulis juga membahas berbagai pendekatan teori akuntansi, antara lain: pragmatis, sintaktik, semantik, normatif, positif, naturalistik, dan ilmiah. Tiap pendekatan memiliki kelebihan dan kelemahan, tetapi semuanya menunjukkan bahwa teori akuntansi berkembang sesuai kebutuhan praktik.

Kesimpulan jurnal ini adalah teori akuntansi menjadi dasar penting bagi pelaporan keuangan. Elemen, struktur, dan kerangka konseptualnya membantu akuntan, auditor, regulator, serta pengguna laporan keuangan untuk menghasilkan informasi yang andal. Namun, penulis menegaskan bahwa teori akuntansi hanya akan bermanfaat jika benar-benar dipraktikkan, terutama dalam menghadapi tantangan seperti kecurangan laporan keuangan.

AKM A2025 -> Diskusi

oleh Rahma Amelia -
Nama: Rahma Amelia
NPM: 2413031026

Langkah langkah dalam siklus akuntansi:
1.Mengidentifikasi transaksi: Semua aktivitas keuangan perusahaan (misalnya penjualan, pembelian, pembayaran gaji) dicatat jika ada bukti transaksi.
2. Mencatat dalam jurnal umum: Setiap transaksi ditulis pertama kali di jurnal umum sesuai urutan tanggal.
3. Memposting ke buku besar: Dari jurnal, transaksi dipindahkan ke akun-akun dalam buku besar (misalnya akun kas, piutang, persediaan).
4. Menyusun neraca saldo: Saldo akhir dari masing-masing akun dalam buku besar dihitung lalu disusun menjadi neraca saldo.
5. Membuat jurnal penyesuaian: Pada akhir periode, dilakukan penyesuaian untuk mencatat transaksi yang belum masuk, seperti beban dibayar dimuka atau pendapatan yang masih harus diterima.
6. Menyusun neraca saldo setelah penyesuaian: Neraca saldo yang sudah disesuaikan dibuat agar lebih akurat.
7. Menyusun laporan keuangan: Dari neraca saldo yang sudah disesuaikan, dibuat laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan neraca.
8. Membuat jurnal penutup: Akun-akun sementara (seperti pendapatan dan beban) ditutup agar siap digunakan untuk periode berikutnya.
9. Menyusun neraca saldo setelah penutupan: Hanya akun permanen (aset, kewajiban, ekuitas) yang tersisa.
10. Membuat jurnal pembalik (opsional): Dilakukan di awal periode berikutnya untuk mempermudah pencatatan transaksi tertentu, misalnya beban yang masih harus dibayar.