Kiriman dibuat oleh Nazwa Devita Mawarni

MPPE C2025 -> Diskusi

oleh Nazwa Devita Mawarni -
Nama : Nazwa Devita Mawarni
NPM : 2313031071

Skala pengukuran dalam penelitian merupakan konsep yang esensial untuk menentukan jenis data yang dikumpulkan dan cara analisis data yang tepat. Menurut Sugiyono (2017), skala pengukuran adalah kesepakatan yang digunakan untuk menentukan panjang pendeknya interval dalam alat ukur, sehingga ketika alat ukur ini digunakan akan menghasilkan data kuantitatif yang dapat dianalisis secara statistik. Dalam ilmu statistika, skala pengukuran diklasifikasikan menjadi empat jenis utama: skala nominal, ordinal, interval, dan rasio. Masing-masing skala memiliki karakteristik yang berbeda dan digunakan sesuai dengan jenis variabel yang diukur dalam penelitian.
1. Skala Nominal digunakan untuk mengelompokkan objek atau individu ke dalam kategori yang berbeda tanpa memiliki urutan atau peringkat tertentu. Contoh skala nominal adalah jenis kelamin (laki-laki atau perempuan) dan status perkawinan (menikah, belum menikah).
2. Skala Ordinal tidak hanya mengelompokkan data, tetapi juga memberikan urutan atau peringkat. Misalnya, dalam penelitian kepuasan, responden mungkin diminta menilai kepuasan dengan kategori sangat tidak puas, tidak puas, cukup puas, dan sangat puas, dengan urutan peringkat.
3. Skala Interval memiliki jarak yang sama antara kategori atau nilai, tetapi tidak memiliki nol mutlak. Contohnya adalah suhu dalam derajat Celsius. Data pada skala ini bisa diurutkan dan dihitung selisihnya, namun nol pada skala ini tidak berarti "tidak ada".
4. Skala Rasio adalah skala tertinggi dalam pengukuran, yang memiliki jarak yang sama antar-nilai serta nol mutlak, yang berarti “tidak ada.” Contohnya adalah penghasilan atau tinggi badan, di mana nol berarti ketiadaan penghasilan atau tinggi.

Dalam penelitian sosial dan pendidikan, skala pengukuran juga dikenal dengan empat jenis skala yang sering digunakan untuk mengukur sikap dan persepsi responden. Jenis-jenis skala ini termasuk:
1. Skala Likert, yang dirancang untuk mengukur tingkat setuju atau tidak setuju responden terhadap pernyataan tertentu. Skala ini umum digunakan dalam survei untuk mengukur sikap atau pendapat dengan kategori seperti sangat setuju hingga sangat tidak setuju.
2. Skala Guttman, yang bertujuan untuk mengukur tanggapan responden secara tegas, misalnya, "ya" atau "tidak". Skala ini sering digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan atau keterampilan tertentu.
3. Rating Scale adalah skala yang digunakan untuk memberikan peringkat pada objek atau individu. Misalnya, memberikan nilai dari 1 hingga 10 pada suatu kinerja atau layanan.
4. Semantic Differential, yang digunakan untuk mengukur reaksi atau perasaan responden terhadap suatu objek dengan dua kutub yang bertentangan, misalnya "baik" dan "buruk". Skala ini sering digunakan dalam penelitian pemasaran atau psikologi untuk mengukur sikap.

Dalam penelitian ini, saya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pengaruh (explanatory research). Pada penelitian berjudul “Pengaruh Motivasi Menyelesaikan Studi, Peran Dosen, Peran Dosen Pembimbing Akademik, dan Lingkungan Akademik terhadap Kelulusan Tepat Waktu Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Lampung”, seluruh variabel bebas (X1, X2, X3, dan X4) diukur menggunakan instrumen berupa angket yang disusun dalam bentuk skala Likert lima tingkat.

Angket tersebut berisi pernyataan-pernyataan yang harus diisi oleh responden sesuai dengan kondisi dan persepsi mereka. Setiap pernyataan memiliki lima alternatif jawaban yang menggambarkan tingkat persetujuan responden. Pada penelitian ini, skala Likert digunakan karena mampu mengukur sikap, persepsi, dan tingkat pengaruh variabel secara kuantitatif dan mudah dianalisis. Adapun alternatif jawaban dan skor yang digunakan adalah sebagai berikut:
a. Sangat Setuju (SS) = skor 5
b. Setuju (S) = skor 4
c. Cukup Setuju (CS) = skor 3
d. Tidak Setuju (TS) = skor 2
e. Sangat Tidak Setuju (STS) = skor 1

Skor dari setiap jawaban akan dijumlahkan dan dihitung untuk memperoleh nilai masing-masing variabel, yaitu Motivasi Menyelesaikan Studi (X1), Peran Dosen (X2), Peran Dosen Pembimbing Akademik (X3), dan Lingkungan Akademik (X4). Nilai tersebut kemudian dianalisis untuk melihat pengaruhnya terhadap variabel terikat, yaitu Kelulusan Tepat Waktu (Y).