Kiriman dibuat oleh Nazwa Devita Mawarni

EKOPEND C2026 -> Summary Video

oleh Nazwa Devita Mawarni -
Nama : Nazwa Devita Mawarni
NPM : 2313031071

Menurut saya, setelah menyimak video tersebut terlihat bahwa kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia saat ini berada pada situasi yang cukup penting sekaligus menantang. Di satu sisi, Indonesia memiliki potensi besar karena jumlah penduduk usia produktif yang sangat tinggi atau yang sering disebut sebagai bonus demografi. Kondisi ini sebenarnya dapat menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi apabila didukung oleh kualitas SDM yang baik. Namun di sisi lain, video tersebut juga menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja Indonesia masih tertinggal dibandingkan beberapa negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Salah satu penyebab utamanya adalah kualitas SDM yang belum sepenuhnya optimal. Hal ini terlihat dari masih rendahnya posisi Indonesia dalam indeks pembangunan manusia dan kualitas modal manusia dibandingkan negara tetangga. Salah satu faktor yang cukup berpengaruh adalah sektor pendidikan yang belum sepenuhnya mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja. Banyak lulusan sekolah maupun perguruan tinggi yang belum memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara kemampuan tenaga kerja dengan permintaan pasar.

Selain pendidikan, masalah kesehatan juga menjadi faktor penting yang memengaruhi kualitas SDM. Karena kalau SDM-nya bagus, tetapi kondisinya sakit, produktifitasnya malah akan menurun.

Melihat kondisi tersebut, peningkatan kualitas SDM harus menjadi prioritas utama. Perbaikan sistem pendidikan perlu dilakukan agar lebih relevan dengan kebutuhan industri, misalnya melalui penguatan pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, dan konsep pembelajaran sepanjang hayat. Selain itu, akses terhadap layanan kesehatan dan perbaikan gizi masyarakat juga perlu diperluas agar generasi muda dapat tumbuh dengan sehat dan memiliki kemampuan yang optimal.

Upaya ini tentu tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan sistem pengembangan SDM yang lebih adaptif dan inovatif. Jika potensi bonus demografi dapat dimanfaatkan dengan baik melalui peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, dan kesehatan masyarakat, maka SDM Indonesia dapat menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

EKOPEND C2026 -> Diskusi

oleh Nazwa Devita Mawarni -
Nama : Nazwa Devita Mawarni
NPM : 2313031071

Menurut saya, peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) itu sangat penting dan bahkan menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan suatu negara.

Kita contohkan kualitas SDM di Indonesia saat ini.

Pertama, di era sekarang persaingan bukan lagi soal siapa yang memiliki sumber daya alam paling banyak, tapi siapa yang mempunyai manusia paling berkualitas. Indonesia memang kaya tambang, sawit, dan sumber daya alam lainnya. Tapi kalau SDM-nya tidak terampil, kita hanya menjadi penjual bahan mentah. Nilai tambahnya dinikmati negara lain. Contohnya, kalau kita bisa mengolah nikel jadi baterai kendaraan listrik sendiri, lapangan kerja terbuka, industri berkembang, dan pendapatan negara meningkat. Semua itu butuh SDM yang terampil dan terdidik.

Kedua, Indonesia sedang menikmati bonus demografi, di mana jumlah usia produktif lebih banyak dibanding usia non-produktif. Hal ini bisa menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Tapi kalau kualitas SDM-nya rendah, misalnya banyak yang putus sekolah, kurang keterampilan digital, atau tidak siap bekerja, bonus demografi bisa berubah menjadi beban demografi. Artinya, angka pengangguran naik dan masalah sosial meningkat.

Ketiga, peningkatan SDM juga berpengaruh langsung pada kesejahteraan masyarakat. Orang yang memiliki pendidikan dan keterampilan lebih baik, cenderung mempunyai pekerjaan yang lebih layak dan pendapatan lebih stabil. Kalau pendapatan meningkat, daya beli naik, konsumsi meningkat, dan ekonomi ikut bergerak. Dampaknya bukan hanya individu yang sejahtera, tapi juga perekonomian nasional menjadi lebih kuat.

Keempat, di era digital seperti sekarang, transformasi teknologi berjalan cepat. Banyak pekerjaan lama hilang, tapi muncul pekerjaan baru yang membutuhkan skill berbeda, seperti digital marketing, data analyst, programmer, dan sebagainya. Kalau SDM tidak ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan, kita akan tertinggal dan sulit bersaing, bahkan di pasar kerja dalam negeri sendiri.

Jadi bisa disimpulkan, meningkatkan SDM itu bukan pilihan, tapi kebutuhan mendesak. Tanpa SDM yang berkualitas, pertumbuhan ekonomi sulit berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat tidak merata. Namun dengan investasi yang tepat di bidang pendidikan, pelatihan, dan kesehatan, negara yang tadinya berkembang memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju di masa depan.

EKOPEND C2026 -> Diskusi

oleh Nazwa Devita Mawarni -
Nama : Nazwa Devita Mawarni
NPM : 2313031071

1. Pendidikan sebagai Investasi (Human Capital)
Dalam konsep ekonomi pendidikan, pendidikan dipandang sebagai investasi sumber daya manusia (human capital), seperti yang dijelaskan oleh Gary Becker dan Theodore Schultz. Artinya, ketika seseorang mengeluarkan biaya untuk sekolah atau kuliah, itu bukan sekadar pengeluaran, tetapi penanaman modal untuk masa depan. Dengan pendidikan, seseorang diharapkan memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan yang bisa meningkatkan peluang kerja serta pendapatan. Jadi secara ekonomi, pendidikan memberikan “imbal hasil” dalam bentuk karier yang lebih baik dan kesejahteraan yang meningkat.

2. Pendidikan Meningkatkan Produktivitas
Ekonomi pendidikan juga melihat bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, biasanya semakin tinggi pula produktivitasnya. Orang yang berpendidikan cenderung lebih terampil, mampu berpikir kritis, dan lebih cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Hal ini berdampak langsung pada kinerja di tempat kerja. Jika banyak tenaga kerja yang produktif, maka perusahaan berkembang dan pada akhirnya perekonomian negara ikut tumbuh. Jadi, pendidikan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi secara luas.

3. Pendidikan dan Ketimpangan Ekonomi
Pendidikan sering dianggap sebagai jalan untuk meningkatkan mobilitas sosial dan mengurangi kemiskinan. Dengan akses pendidikan yang baik, seseorang dari latar belakang ekonomi rendah memiliki kesempatan untuk memperbaiki taraf hidupnya. Namun, jika akses pendidikan tidak merata, misalnya hanya kelompok tertentu yang bisa menikmati pendidikan berkualitas, maka kesenjangan ekonomi justru bisa semakin besar. Karena itu, dalam perspektif ekonomi pendidikan, peran pemerintah sangat penting untuk memastikan pemerataan akses melalui beasiswa, subsidi, dan kebijakan pendidikan yang inklusif.

4. Efisiensi dan Pembiayaan Pendidikan
Dari sudut pandang ekonomi, pendidikan juga harus dikelola secara efisien karena menggunakan dana yang besar, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Pertanyaannya bukan hanya berapa banyak dana yang dikeluarkan (kuantitatif), tetapi apakah dana tersebut benar-benar menghasilkan kualitas pendidikan yang baik (kualitatif). Konsep ini menekankan pentingnya perencanaan anggaran, pengelolaan yang transparan, serta evaluasi hasil pendidikan. Dengan kata lain, pendidikan tidak hanya dinilai dari prosesnya, tetapi juga dari output dan dampaknya bagi masyarakat.

5. Pendidikan dan Kebutuhan Dunia Kerja
Ekonomi pendidikan juga membahas hubungan antara lembaga pendidikan dan pasar tenaga kerja. Pendidikan idealnya mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman. Jika tidak ada kesesuaian antara keterampilan lulusan dengan kebutuhan pasar, maka bisa terjadi pengangguran terdidik. Oleh karena itu, penting adanya kerja sama antara sekolah, perguruan tinggi, dan dunia usaha agar kurikulum dan pelatihan yang diberikan relevan dan aplikatif. Dengan begitu, pendidikan benar-benar berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi.

MPPE C2025 -> PENYERAHAN BAHAN PRESENTASI KELOMPOK

oleh Nazwa Devita Mawarni -
Assalamualaikum wr.wb Bu, izin mengumpulkan tugas MPPE membuat artikel dengan judul "Pengaruh Media Sosial, Motivasi Belajar, dan Sarana
Belajar terhadap Prestasi Akademik Peserta Didik"

Anggota Kelompok 4:
1. Annisa Yulianti_2313031062
2. Wina Nadia Maratama_2313031070
3. Nazwa Devita Mawarni_2313031071

AkP C 2025 -> KELOMPOK 2 -> Bahan Presentasi Kelompok 2

oleh Nazwa Devita Mawarni -

Assalamualaikum wr.wb, izin mengumpulkan makalah, PPT, dan Cek Plagiasi makalah Kelompok 2, Bu.

Anggota Kelompok:

1. Nazwa Devita Mawarni_2313031071

2. Andani Tanemu_2313031078