Posts made by Nazwa Devita Mawarni

MPPE C2025 -> Diskusi

by Nazwa Devita Mawarni -
Nama : Nazwa Devita Mawarni
NPM : 2313031071

Seorang peneliti perlu memahami masalah, variabel, dan paradigma penelitian karena ketiganya merupakan dasar dalam proses penelitian. Masalah penelitian adalah titik awal yang menjelaskan mengapa penelitian perlu dilakukan, tanpa pemahaman masalah yang jelas, penelitian bisa kehilangan arah. Variabel berperan penting karena menjadi objek yang diukur atau diamati, sehingga peneliti tahu apa yang ingin diuji dan bagaimana hubungan antarvariabel dapat memberikan jawaban atas masalah penelitian. Sementara itu, paradigma penelitian memberikan kerangka berpikir atau sudut pandang yang digunakan dalam melihat fenomena, apakah dengan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau campuran. Jika peneliti tidak memahami ketiga hal ini, maka penelitian berisiko tidak fokus, kurang valid, dan sulit dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Seperti yang disampaikan Creswell (2018), pemahaman paradigma dan variabel membantu peneliti merancang metodologi yang tepat sehingga hasil penelitian dapat dipercaya dan bermanfaat.

ASP C2025 -> Diskusi

by Nazwa Devita Mawarni -
Nama : Nazwa Devita Mawarni
NPM : 2313031071

Pengelolaan anggaran sektor publik memainkan peran krusial dalam memastikan bahwa dana yang tersedia digunakan secara optimal dan sesuai tujuan. Berbagai metode anggaran telah dikembangkan untuk menanggapi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh pemerintah dan institusi publik. Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa pendekatan utama dalam pengelolaan anggaran:

1. Anggaran Tradisional
Jenis anggaran ini berfokus pada alokasi dana berdasarkan kebutuhan operasional dan sumber daya, seperti biaya gaji dan pembelian barang. Biasanya, anggaran ini didasarkan pada alokasi tahun sebelumnya dengan sedikit penyesuaian. Pendekatan ini seringkali mengabaikan hasil yang ingin dicapai, sehingga bisa menyebabkan pemborosan atau ketidakefisienan. Fokus utamanya adalah memastikan ketersediaan dana untuk operasional rutin tanpa analisis mendalam mengenai dampak dari pengeluaran.

2. Anggaran Berbasis Kinerja Pendekatan ini menekankan pada hasil dan dampak dari pengeluaran anggaran. Setiap alokasi dana dihubungkan dengan target kinerja yang telah ditetapkan, dan indikator kinerja digunakan untuk mengukur efektivitas penggunaan dana. Tujuan dari anggaran berbasis kinerja adalah untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas, dengan mendorong transparansi dan penggunaan dana yang lebih efektif berdasarkan hasil yang dicapai.

3. New Public Management (NPM)
NPM menerapkan prinsip-prinsip manajemen dari sektor swasta ke sektor publik, seperti efisiensi, penghematan biaya, dan orientasi pada pelanggan. Dalam konteks penganggaran, NPM memberikan fleksibilitas lebih kepada manajer publik untuk mengelola dana dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan. Pendekatan ini juga mendorong desentralisasi pengambilan keputusan dan sering melibatkan kontrak dengan pihak ketiga atau outsourcing untuk meningkatkan efisiensi layanan publik.

4. Zero-Based Budgeting (ZBB)
ZBB adalah metode di mana setiap periode anggaran dimulai dari nol, memerlukan setiap program atau unit untuk membenarkan alokasi dana dari awal. Berbeda dari anggaran tradisional, ZBB memerlukan evaluasi mendalam terhadap setiap pengeluaran untuk memastikan relevansi dan efektivitasnya. Metode ini membantu mengidentifikasi dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, meskipun prosesnya lebih memakan waktu dan usaha.

5. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS)
PPBS mengintegrasikan perencanaan, pemrograman, dan penganggaran dalam satu sistem yang saling terkait. Sistem ini dimulai dengan perencanaan strategis, dilanjutkan dengan pemrograman untuk menentukan program atau proyek yang akan didanai, dan diakhiri dengan penganggaran yang menetapkan alokasi dana. PPBS bertujuan untuk memastikan bahwa anggaran mendukung tujuan jangka panjang organisasi dan memungkinkan evaluasi yang lebih baik terhadap penggunaan dana serta dampaknya.

Setiap jenis anggaran memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda, tergantung pada kebutuhan dan prioritas organisasi publik, serta tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi.