Posts made by Nazwa Devita Mawarni

Nama : Nazwa Devita Mawarni
NPM : 2213031071

Menurut fenti (2020) dalam buku metodologi penelitian yang sudah saya baca menyatakan bahwa populasi dan sampel merupakan elemen fundamental yang berkaitan erat dengan cakupan serta representasi data yang diperoleh dari penelitian, yakni:

1. Populasi
Populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek atau objek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu, yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari serta disimpulkan. Dengan kata lain, populasi mencakup seluruh elemen yang relevan dengan fokus penelitian, misalnya semua penduduk dalam suatu daerah, siswa di sekolah tertentu, atau produk dari suatu pabrik​(Metodologi Penelitian).

2. Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil untuk mewakili keseluruhan populasi dalam penelitian. Pengambilan sampel diperlukan karena dalam banyak kasus, meneliti seluruh populasi bisa sangat sulit dan mahal. Sampel yang baik harus memiliki karakteristik yang serupa atau mewakili populasi agar hasil penelitian bisa digeneralisasi. Dalam pemilihan sampel, dua kriteria utama yang harus diperhatikan adalah:
- Akurasi
Tingkat ketepatan sampel dalam merepresentasikan populasi. Akurasi dicapai dengan meminimalkan bias dalam pemilihan sampel.
- Presisi
Tingkat kedekatan hasil estimasi sampel dengan karakteristik populasi​.

3. Teknik Pengambilan Sampel adalah untuk memastikan sampel yang representatif, berbagai teknik sampling dapat digunakan, yaitu:

Probability Sampling: semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel.
Contoh:
- Simple Random Sampling
Pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan strata.
- Stratified Random Sampling
Populasi dibagi berdasarkan strata tertentu, kemudian sampel diambil secara proporsional dari setiap strata.

Nonprobability Sampling: Tidak semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel.
Contoh:
- Sampling Sistematis
Sampel diambil berdasarkan urutan tertentu, misalnya setiap anggota ke-n dari daftar populasi.
- Sampling Insidental dan Purposive
Sampel diambil berdasarkan kebetulan atau tujuan khusus yang telah ditetapkan​.

Berdasarkan jurnal pendidikan ekonomi Undiksa (2015) yang sudah saya baca, yakni:
1. Populasi
Populasi dalam konteks penelitian di jurnal ini adalah semua mahasiswa yang tergabung dalam Jurusan Pendidikan Ekonomi di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Populasi ini dipilih karena mereka merupakan objek yang relevan untuk mengukur hubungan antara literasi ekonomi, gaya hidup, dan perilaku konsumtif. Populasi mencakup seluruh mahasiswa dalam jurusan tersebut yang memiliki karakteristik dan latar belakang pendidikan serupa, memungkinkan peneliti untuk menarik kesimpulan yang mewakili mahasiswa di jurusan tersebut secara keseluruhan

2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah sejumlah 111 mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Ekonomi Undiksha yang diambil dari populasi tersebut. Sampel ini dipilih karena memungkinkan penelitian dilakukan dengan sumber daya yang lebih efisien, tanpa harus meneliti setiap individu dalam populasi yang lebih luas. Untuk memastikan sampel yang representatif, penelitian ini menggunakan stratified sampling atau teknik sampling berstrata. Teknik ini mengelompokkan populasi ke dalam strata-strata tertentu, seperti angkatan atau semester, kemudian memilih sampel dari masing-masing strata. Penggunaan stratified sampling membantu peneliti memastikan bahwa setiap subkelompok dalam populasi terwakili secara proporsional dalam sampel, sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasikan ke seluruh populasi

3. Teknik dan Alasan Pengambilan Sampel
Teknik stratified sampling dipilih karena populasi yang heterogen dalam hal pembagian semester atau tingkatan pendidikan mahasiswa. Dengan memastikan bahwa setiap tingkat pendidikan terwakili, peneliti dapat memperoleh data yang lebih akurat mengenai bagaimana tingkat literasi ekonomi dan gaya hidup berpengaruh pada perilaku konsumtif mahasiswa. Teknik ini juga berguna untuk meminimalkan potensi bias yang mungkin terjadi jika sampel diambil secara acak tanpa memperhatikan karakteristik yang bervariasi dalam populasi.

4. Kepentingan Populasi dan Sampel dalam Penelitian
Pemilihan populasi dan teknik pengambilan sampel ini memungkinkan penelitian berjalan secara efisien sambil tetap memperoleh hasil yang dapat mewakili populasi lebih luas. Populasi dan sampel yang tepat sangat penting untuk menghasilkan data yang valid dan reliabel, terutama dalam penelitian kuantitatif yang bertujuan mengidentifikasi pengaruh dua variabel, yaitu literasi ekonomi dan gaya hidup, terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Dengan menggunakan sampel yang representatif, peneliti dapat menggeneralisasi temuan mereka pada populasi yang lebih besar di lingkungan universitas.

Sumber:
Hikmawati, F. (2020). Metodologi penelitian.
Kanserina, D., Haris, I. A., & Nuridja, I. M. (2015). Pengaruh Literasi Ekonomi dan Gaya Hidup terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha Tahun 2015. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 5(1).

MPPE C2025 -> Diskusi

by Nazwa Devita Mawarni -
Nama : Nazwa Devita Mawarni
NPM : 2313031071

Yang saya ketahui tentang teori, kerangka pikir dan hipotesis adalah sebagai berikut:
1. Teori
Teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang berfungsi untuk melihat fenomena secara sistematik, melalui spesifik hubungan antara variabel sehingga dapat berguna untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena masalah. Teori merupakan alur logika atau penalaran yang secara umum memiliki tiga fungsi yaitu: untuk menjelaskan ( explanation), meramalkan (prediction), dan pengendalian (kontrol) suatu gejala. Teori mempunyai dasar yang empiris dan dapat memandang gejala yang dihadapi dari sudut pandang yang berbeda-beda misalnya dapat dengan menerangkan, tetapi dapat pula dengan menganalisa dan menginterpretasi secara kritis. Dalam kaitannya dengan kegiatan penelitian, maka fungsi teori yaitu:
a. Digunakan untuk memperjelas dan mempertajam ruang lingkup atau konstruk variabel yang akan diteliti,
b. Untuk memprediksi atau memandu menemukan fakta yaitu untuk merumuskan hipotesis dan menyusun instrumen penelitian, karena pada dasarnya hipotesis itu merupakan pernyataan yang bersifat prediktif,
c. sebagai kontrol yang digunakan untuk mencandra dan membahas hasil penelitian sehingga selanjutnya digunakan untuk memberikan saran dalam upaya pemecahan masalah.

2. Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir merupakan suatu model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis hubungan antar variabel yang akan diteliti karena sejarah teoretis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dan dependen yang ada di penelitian. Jadi kerangka berpikir ini merupakan penjelasan sementara terhadap gejala-gejala yang menjadi objek permasalahan, kemudian kriteria utama agar kerangka berpikir bisa meyakinkan ya itu dengan menggunakan alur-alur pikir yang logis dalam membangun suatu kerangka berpikir yang membuahkan kesimpulan yang berupa hipotesis.

3. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian yang perlu dibuktikan kebenarannya dan belum merupakan jawaban yang empirik.

Hubungan antara Teori, Kerangka Berpikir, dan Hipotesis
Jadi, teori, kerangka berpikir dan hipotesis memiliki hubungan dan keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Dimana teori merupakan kumpulan konsep yang dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena atau masalah penelitian. Dari teori-teori yang telah dideskripsikan tersebut, selanjutnya akan dianalisis secara kritis dan sistematis sehingga menghasilkan sintesa atau kerangka berpikir tentang hubungan antar variabel yang diteliti. Sintesa tentang hubungan variabel tersebut, selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis penelitian.